You are on page 1of 8

LAMPIRAN

SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR RSU Dr. SAIFUL ANWAR


NOMOR
: 444/5448/302/2011
TANGGAL
: 16 JUNI 2011
KEBIJAKAN PELAYANAN GIZI RUMAH SAKIT
DI RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG
A.
1.

2.
3.

4.
5.

6.

7.

Pengertian Umum
Pelayanan gizi rumah sakit adalah kegiatan pelayanan gizi di Rumah sakit yang
dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat di rumah sakit baik pasien
rawat inap, rawat jalan maupun pegawai untuk memenuhi keperluan metabolisme
tubuh, peningkatan kesehatan, maupun mengoreksi kelainan metabolisme, dalam
rangka upaya preventif, kuratif, rehabilitatif maupun promotif.
Instalasi Gizi Rumah Sakit adalah wadah yang mengelola kegiatan pelayanan gizi di
Rumah Sakit
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan No : 134/Menkes/SK/IV/1978 tentang
susunan Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum dinyatakan bahwa Instalasi Gizi
mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pengolahan, penyediaan, penyaluran
makanan dan penyuluhan gizi yang dilakukan oleh tenaga/pegawai dalam jabatan
fungsional.
Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1333 tahun 1999 tentang Standar Pelayanan
Rumah Sakit.
Berdasarkan Peraturan Daerah Propinsi Jawa Timur no 23 Tahun 2002 tentang
Organisasi dan Tata kerja Rumah Sakit di bawah Propinsi Jawa Timur, dan
berdasarkan Keputusan Direktur RSU dr. Saiful Anwar Malang No. 455/0036/302/2011
tentang Penyempurnaan Susunan Organisasi Satuan Kerja/Instalasi di lingkungan RSU
dr. Saiful Anwar Malang , Instalasi Gizi RSU dr. Saiful Anwar Malang berada dibawah
koordinasi Bidang Penunjang Medik dan Seksi Penunjang Terapi.
Pelayanan Gizi Meliputi 4 (empat) Kegiatan Pokok Yaitu: 1) Produksi dan Distribusi
Makanan, 2) Pelayanan Gizi Ruang Rawat Inap, 3) Penyuluhan dan Konsultasi Diet
Rawat Inap dan Rawat Jalan, 4) Penelitian dan Pengembangan Gizi Terapan.
Tugas Instalasi Gizi selanjutnya dibagi dalam 3 (tiga) koordinator, yaitu 1) Koordinator
Pelayanan yang meliputi Urusan Asuhan Gizi Rawat Inap dan Rawat Jalan serta
Produksi dan Distribusi Makanan, 2) Koordinator Pendidikan dan Pengembangan SDM,
3) Koordinator Umum/Administrasi.

B. Tujuan
1. Tujuan umum :
Terciptanya Sistem Pelayanan Gizi di Rumah Sakit dengan memperhatikan berbagai
aspek gizi dan Penyakit, serta merupakan bagian dari pelayanan kesehatan secara
menyeluruh untuk meningkatkan dan mengembangkan mutu pelayanan Gizi di Rumah
Sakit berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Rumah Sakit.
2. Tujuan khusus :
a. Terlaksananya pelayanan Asuhan Gizi di Ruang Rawat Inap.
b. Terlaksananya pelayanan Asuhan Gizi di Rawat Jalan.
c. Terlaksananya Kegiatan Pelayanan Gizi sesuai perencanaan dan anggaran
kebutuhan Bahan Makanan, Sarana dan Prasarana di Instalasi Gizi.
d. Tersedianya makanan untuk pasien dan pegawai sesuai standard dan kebijakan
direktur.
e. Terlaksananya penyuluhan/konsultasi dan rujukan gizi bagi pasien, pegawai dan
masyarakat lain.
f. Terlaksananya pendidikan untuk peningkatan karir bagi petugas Instalasi Gizi serta
pendidikan bagi mahasiswa dan siswa.

g. Terlaksananya penelitian dan pengembangan gizi terapan untuk meningkatkan mutu


pelayanan.
h. Terlaksananya evaluasi dan pelaporan semua kegiatan.
i. Meningkatnya mutu, cakupan dan efisiensi pelayanan gizi di Rumah Sakit.
C.
1

Tugas Pokok dan Fungsi


Tugas pokok
a. Pelayanan gizi rawat inap dan rawat jalan
b. Penyelenggaraan makanan pasien dan karyawan
c. Pelayanan Promosi Kesehatan Rumah Sakit.
d. Penelitian dan Pengembangan gizi terapan.
Fungsi
a. Melaksanakan kegiatan pelayanan gizi ruang rawat inap dan rawat jalan
b. Melaksanakan kegiatan penyelenggaraan makanan pasien dan karyawan.
c. Melaksanakan kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit.
d. Melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan gizi terapan.

D.

Kebijakan Umum Pelayanan Gizi


1. Melaksanakan pelayanan gizi Rumah Sakit sesuai tugas pokok dan standar yang telah
ditetapkan.
2. Meningkatkan dan mengembangkan peran Instalasi Gizi Rumah Sakit sebagai bagian
integral dari pelayanan kesehatan paripurna di Rumah Sakit.
3. Melaksanakan evaluasi dan monitoring kegiatan pelayanan gizi dalam rangka menjaga
dan meningkatkan mutu pelayanan.

E.

Kebijakan Operasional Pelayanan Gizi


Kebijakan pelayanan gizi ini bertujuan untuk menetapkan tatacara pelayanan makanan bagi
pasien dan karyawan, asuhan gizi pasien di ruang rawat inap dan rawat jalan serta
kegiatan-kegiatan lain yang ditentukan dalam rangka menunjang proses pelayanan di
RSUD Dr. Saiful Anwar Malang
Kebijakan pelayanan gizi meliputi :
1.
Kebijakan pelayanan gizi rawat inap.
2.
Kebijakan penentuan diet pasien dan evaluasi diet.
3.
Kebijakan pelayanan gizi rawat jalan
4.
Kebijakan Pelayanan penyuluhan dan konsultasi gizi untuk pasien, karyawan, dan
masyarakat.
5.
Kebijakan penyusunan anggaran belanja Instalasi Gizi.
6.
Kebijakan penyusunan formula, menu dan perencanaan kebutuhan bahan makanan.
7.
Kebijakan penyediaan makanan pasien sesuai dengan kebutuhan gizi dan cita rasa.
8.
Kebijakan persiapan, penyimpanan dan penanganan bahan makanan.
9.
Kebijakan pengelolaan produksi dan distribusi makanan bagi pasien.
10.
Kebijakan penyediaan makanan pegawai sesuai kebijakan Rumah Sakit.
11.
Kebijakan penanganan makanan dan alat makan untuk pasien dengan penyakit
menular.
12.
Kebijakan penelitian gizi dan terapan.
13. Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
14.
Kebijakan kebersihan lingkungan.
15.
Kebijakan pemeliharaan, perbaikan ruang dan alat.
16.
Kebijakan Penyuluhan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS).

F.

Penjelasan Kebijakan Operasional Pelayanan Gizi


1. Kebijakan pelayanan gizi rawat inap.

a. Pelayanan gizi rawat inap mengacu pada Buku Pedoman Pelayanan Gizi dan SOP
Asuhan Gizi Di Ruang Rawat Inap.
b. Jam Pelayanan Gizi Rawat Inap dilaksanakan :
Hari Senin - Kamis
: pukul 07.00 14.00
Hari Jumat - Sabtu
: pukul 07.00 12.30
c. Skrining gizi dilakukan oleh ahli gizi dalam waktu 1 x 24 jam
d. Penentuan preskripsi diet awal oleh dokter/ahli gizi dalam waktu 1 x 24 jam.
e. Assessment/Pengkajian Gizi oleh ahli gizi dalam waktu 2 x 24 jam.
f. Asuhan Gizi Ruang Rawat Inap dilaksanakan oleh Dietisien/Ahli Gizi dengan
pendidikan minimal D3 Gizi. Asuhan gizi dibuat sesuai Proses Asuhan Gizi Terstandar
(PAGT).
g. Semua kegiatan termasuk Monitoring dan Evaluasi Asuhan Gizi Ruang Rawat Inap
dicatat dalam rekam medik pasien
2. Kebijakan penentuan diet pasien dan evaluasi diet.
a. Penentuan diet pasien mengacu pada Buku Panduan Praktis Pengkajian dan
Perhitungan Kebutuhan Gizi, dan Buku Panduan Praktis Diagnosa Gizi Dalam Proses
Terapi Gizi Tersandar Instalasi Gizi RSUD Dr. Saiful Anwar Malang.
b. Langkah-langkah penentuan diet pasien sesuai SOP Asuhan Gizi Di Ruang Rawat
Inap dan SOP Asuhan Gizi di Poli Rawat Jalan.
c. Evaluasi diet dilakukan dengan menggunakan Rekam medik pasien, dan dilakukan
evaluasi secara berkala.
3. Kebijakan Pelayanan Gizi Rawat Jalan
a. Pelayanan gizi rawat jalan mengacu pada Buku Pedoman Pelayanan Gizi dan SOP
Pelayanan Asuhan Gizi Ruang Rawat Jalan.
b. Jam Pelayanan Gizi Rawat Jalan dilaksanakan :
Hari Senin - Kamis
: pukul 08.00 14.30
Hari Jumat
: pukul 08.00 14.00
c. Skrining gizi dilakukan oleh ahli gizi di poli konsultasi gizi rawat jalan
d. Assessment/Pengkajian Gizi dilakukan oleh ahli gizi
e. Asuhan Gizi Rawat Jalan dilaksanakan oleh Dietisien/Ahli Gizi dengan pendidikan
minimal D3 Gizi. Asuhan gizi dibuat sesuai Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT).
f. Semua kegiatan dicatat dalam Buku Pencatatan dan Pelaporan poli konsultasi gizi,
dan rekam medik pasien
4. Kebijakan pelayanan penyuluhan dan konsultasi gizi untuk pasien, karyawan, dan
masyarakat.
a. Dilakukan pengkajian kebutuhan edukasi (assessment awal edukasi) oleh tim
kesehatan (dokter/perawat/ahli gizi/farmasis)
b. Pasien diberi edukasi gizi pada saat dirawat dan saat akan pulang oleh ahli gizi.
c. Pasien atau keluarga pasien yang membawa makanan dari luar diberi edukasi.
d. Edukasi yang diberikan dicatat di lembar edukasi dengan bukti tanda tangan oleh ahli
gizi dan pasien atau keluarga yang menerima edukasi.
e. Edukasi dilakukan dengan menggunakan media (alat peraga).
f. Penyuluhan dan konsultasi gizi untuk pegawai diberikan kepada tenaga penjamah
makanan dan petugas penyaji makanan.
g. Kegiatan penyuluhan dan konsultasi dilaksanakan secara teratur dan ber
kesinambungan bagi pasien, pegawai dan masyarakat sesuai dengan program PKRS
(Promosi Kesehatan Rumah Sakit)

5. Kebijakan penyusunan anggaran belanja Instalasi Gizi.

a.

Anggaran Belanja untuk menyelenggarakan kegiatan Pelayanan Gizi


direncanakan setahun sebelumnya dan dibuat atas dasar pengalaman tahun-tahun
sebelumnya.
b.
Anggaran Belanja meliputi bahan makanan, peralatan/sarana prasarana,
pemeliharaan dan perbaikan alat dan bangunan, dan kebutuhan lain yang
direncanakan.
c.
Untuk kebutuhan Bahan makanan diperlukan data-data tentang:
1) Macam dan jumlah bahan makanan yang ada
2) Macam dan jumlah bahan makanan yang dibutuhkan untuk berbagai golongan
konsumen
3) Jumlah taksiran bahan makanan yang akan dibeli
4) Jumlah konsumen yang makan menurut macamnya
5) Kalkulasi total Biaya
6) Pengusulan Anggaran Belanja setahun.
6. Kebijakan penyusunan formula, menu dan perencanaan kebutuhan bahan
makanan.
a. Penyusunan formula mengacu pada Buku Standar Pelayanan Makanan Pasien dan
Karyawan serta Buku Panduan Pengelolaan Makanan Enteral Hospital Made dan
Komersial Instalasi Gizi RSUD Dr. Saiful Anwar Malang.
b. Pemberian formula enteral komersial disesuaikan dengan indikasi dan anggaran
yang tersedia.
c. Penyusunan menu dibuat melalui tahapan : mengumpulkan tanggapan tentang menu
sebelumnya dengan menggunakan kuesioner, memperhatikan tenaga, peralatan dan
anggaran yang tersedia, membuat katalog menu, pola menu, master menu, siklus
menu dan pedoman menu.
d. Perencanan kebutuhan bahan makanan sesuai dengan SOP Usulan Kebutuhan
Bahan Makanan Basah, Bahan Makanan Kering dan Makanan Pegawai dinas jaga
dan dinas khusus.
7. Kebijakan penyediaan makanan pasien sesuai dengan kebutuhan gizi dan cita
rasa.
a. Standar makanan mengacu pada Buku Standar Pelayanan Makanan pasien dan
karyawan Instalasi Gizi RSUD Dr. Saiful Anwar Malang.
b. Menu makanan pasien menggunakan siklus menu 10 hari yang memenuhi cita rasa,
dibuat setiap tahun dan dapat dilakukan perubahan item menu masakan/variasi
bahan makanan apabila ada keluhan dari konsumen.
c. Makanan atau nutrisi yang sesuai untuk pasien, tersedia secara regular.
d. Sebelum memberi makan pasien, semua pasien rawat inap telah memesan makanan
dan dicatat.
e. Pesanan didasarkan atas status gizi dan kebutuhan pasien.
f. Tersedia bermacam variasi pilihan makanan bagi pasien konsisten dengan kondisi
dan pelayanannya.
g. Bila keluarga menyediakan makanan, mereka diberi edukasi tentang pembatasan
diet pasien.
8. Kebijakan persiapan, penyimpanan dan penanganan bahan makanan.
a. Makanan disiapkan dengan cara mengurangi risiko kontaminasi dan pembusukan.
b. Makanan disimpan dengan cara mengurangi risiko kontaminasi dan pembusukan
c. Penyimpanan dan Penanganan Bahan Makanan Basah
1) Bahan makanan Basah diterima setiap hari di Ruang Penerimaan sesuai
spesifikasi dan jumlah berdasarkan Surat Pesanan

2) Setelah bahan makanan yang memenuhi syarat diterima, langsung dibawa ke


Ruang Persiapan untuk dilakukan persiapan (pemotongan dan pembersihan)
sesuai menu dan standart Porsi.
3) Penyimpanan bahan makanan basah dilakukan apabila ada sisa dan disimpan di
freezer (golongan daging dan ikan) dan chiller (golongan sayur, buah dan
bumbu).
4) Penyimpanan di freezer dengan suhu - 5C s/d 0C, sedang penyimpanan di
chiller dengan suhu 3C s/d 10C.
d. Penyimpanan dan Penanganan bahan makanan kering.
1) Bahan makanan kering diterima 15 (lima belas) hari sekali atau melihat Stok/
persedian.
2) Bahan makanan kering disimpan di Gudang Besar Bahan makanan kering
dengan menggunakan sistim FIFO (First In First Out) dan FEFO (First Expired
First Out), produk nutrisi enteral disimpan sesuai rekomendasi pabrik.
3) Pemasukan dan pengeluaran bahan makanan serta berbagai pembukuan di
Bagian Penyimpanan Bahan makanan kering , termasuk kartu Stok bahan
makanan harus segera diisi tanpa ditunda, diletakkan pada tempatnya, diperiksa
dan diteliti secara kontinyu.
4) Bahan Makanan Kering yang digunakan Harian disalurkan di Gudang Penyalur.
e. Produk nutrisi enteral disimpan sesuai rekomendasi pabrik.
9. Kebijakan pengelolaan produksi dan distribusi bagi pasien.
a. Kegiatan produksi dan distribusi makanan bagi pasien dikerjakan oleh pelaksana
rumah tangga yang terbagi dalam beberapa shif yaitu :
Dinas Subuh
: 04.30 11.30
Dinas Pagi
: 07.00 14.00
Dinas Siang
: 10.30 17.30
Dinas Sore
: 12.00 19.00
Dinas Malam
: 21.00 07.00
b. Pelaksanaan distribusi makanan :
Makan Pagi
: 05.30 06.30
Makan siang
: 11.00 12.00
Makan sore
: 16.00 17.00
c. Perubahan dan Penambahan Diet pasien dilakukan pada:
Jam Pagi
: 04.30 - 06.30 WIB
Jam Siang
: 08.00 - 10.30 WIB
Jam Sore
: 13.00 - 15.30 WIB
d. Distribusi Makanan dilakukan dengan cara Sentralisasi, makanan Pasien dibagi dan
disajikan dalam alat makan di tempat distribusi makanan.
e. Distribusi makanan secara tepat waktu, dan memenuhi permintaan khusus.
f. Pada makanan pasien diberikan label diet yang mencakup nama, tanggal lahir,
nomor rekam medik dan jenis diet.
g. Makanan diantarkan dan disajikan ke pasien oleh petugas Pendorong dan Penyaji
makanan ke Ruang Rawat Inap.
h. Setiap hari diambil sampel makanan dari pengolahan yang dilakukan, diletakkan di
wadah tertutup dilengkapi dengan nama masakan dan tanggal pembuatan, disimpan
di refrigerator dalam waktu 3 x 24 jam.
10. Kebijakan penyediaan makanan pegawai sesuai kebijakan Rumah Sakit
a. Penyediaan Makanan Karyawan berpedoman pada Pola Pemberian Makanan dan
Minuman Pegawai RSUD Dr. Saiful Anwar Malang.
b. Penyediaan makanan Dinas Jaga 24 Jam diberikan dalam bentuk makanan lengkap.

c. Penyediaan makanan pegawai dinas khusus (risiko tinggi) diberikan dalam bentuk
ekstra fooding.
11. Kebijakan penanganan makanan dan alat makan untuk pasien dengan penyakit
menular.
a. Penanganan makanan untuk pasien dengan penyakit menular sesuai dengan indikasi
dan standar yang ada (Buku Standar Pelayanan Makanan Pasien dan Karyawan).
b. Penanganan alat makan untuk pasien dengan penyakit menular disamakan dengan
alat makan pasien yang lain dengan menggunakan mesin pencuci alat makan
(Dishwasher), dan disendirikan menggunakan alat makan Disposible apabila
penularan penyakit dapat disebabkan oleh Peralatan makan yang digunakan.
12. Kebijakan penelitian gizi dan terapan.
a. Kegiatan penelitian gizi dan terapan dilaksanakan secara terencana dan terus
menerus dibawah koordinasi koordinator penelitian dan pendidikan.
b. Program penelitian disusun setiap tahun, macam dan rangkaian kegiatan penelitian
disusun berdasarkan urutan dan prioritas yang dianggap penting dan sesuai dengan
kebutuhan pelayanan Gizi di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang.
c. Kegiatan penelitian dan pengembangan gizi terapan dengan mendayagunakan
sarana dan fasilitas serta dana yang tersedia.
d. Penelitian dan pengembangan dapat dilakukan khusus lingkup unit pelayanan gizi
terutama teknologi, penyederhanaan, dan cara kerja serta penilaian hasil kerja yang
dicapai.
e. Diluar unit pelayanan gizi kegiatan dilaksanakan melalui kerja sama dengan unit kerja
lain dan instansi terkait.
13. Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
a. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) meliputi Kesehatan kerja, kecelakaan kerja
dan penyakit akibat kerja sesuai pedoman Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
b. Petugas harus mentaati peraturan keselamatan kerja untuk menjamin kesehatan
kerja, menghindari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja sesuai pedoman yang
ditetapkan.
14. Kebijakan kebersihan lingkungan.
a. Kebersihan Lingkungan meliputi pembuangan sampah, kontrol air, pest dan serangga
dibawah koordinasi Instalasi Penyehatan Lingkungan
b. Kebersihan Lingkungan Kerja secara rutin dilaksanakan oleh tenaga Cleaning
Service
c. Setiap Karyawan Bertanggung Jawab terhadap Kebersihan Lingkungan Kerja.
d. Kebersihan lingkungan kerja secara rutin dinilai oleh Tim Kebersihan Instalasi Gizi
dengan memberikan penghargaan/lencana dalam bentuk tanda bintang yang
ditempelkan di depan masing-masing ruangan/area kerja.
15. Kebijakan pemeliharaan, perbaikan ruang dan alat.
a.
Pemeliharaan, perbaikan ruang dan alat diusulkan dalam Rencana Kegiatan
Anggaran.
b.
Pemeliharan/perbaikan ruang dilakukan secara periodik setelah usulan yang
diajukan mendapat persetujuan.
c.
Pemeliharaan alat-alat kecil dilakukan oleh tehnik Unit Instalasi Gizi.
d.
Pemeliharaan alat-alat besar yang memerlukan keahlian khusus diusulkan
kepada pimpinan rumah sakit secara berkala dan direncanakan melalui usulan
anggaran pemeliharaan.
e.
Pemeliharaan, perbaikan ruang dan Alat dilakukan oleh Instalasi
Pemeliharaan Sarana non Medis (IPSnM), apabila tidak bisa dilakukan oleh IPSnM
mengajukan Usulan/Nota Dinas kepada Pimpinan Rumah Sakit.

16. Kegiatan Penyuluhan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS)


a. Kegiatan penyuluhan dan konsultasi dilaksanakan secara teratur dan
berkesinambungan bagi pasien, pegawai dan masyarakat sesuai dengan program
PKRS
b. Penyuluhan dan konsultasi gizi ditujukan pada pengembangan pengertian dan
membantu pasien/keluarga agar mampu dan mau berperan serta secara aktif dalam
usaha preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif.
c. Promosi Kesehatan Rumah Sakit dilaksanakan untuk mendorong berkembangnya
komunikasi yang dinamis, serasi dan berkesinambungan antara pasien/keluarga,
antar petugas dan antara petugas dengan pasien/keluarga.
d. Penyuluhan dan konsultasi gizi dikembangkan dengan pendekatan :
Penyuluhan melalui contoh-contoh perilaku hidup sehat.
Penyuluhan tidak langsung melalui media cetak, elektronika, dan media lain.
Penyuluhan langsung melalui interaksi individu dan kelompok.
G.

PENANGGUNG JAWAB
1.
Kepala Instalasi Gizi bertanggung jawab dalam koordinasi pelaksanaan proses
pelayanan gizi di lingkungan rumah sakit.
2.
Koordinator pelayanan bertanggung jawab dalam membuat konsep, menyusun
program/rencana dan mengkoordinir kegiatan pelayanan yang meliputi kegiatan
produksi dan distribusi makanan dan Asuhan Gizi, baik rawat inap maupun rawat jalan.
3.
Koordinator Administrasi bertanggung jawab dalam membuat konsep,
menyusun program/rencana, mengkoordinir kegiatan administrasi, membuat dan
melakukan evaluasi dan pelaporan kegiatan pelayanan gizi.
4.
Koordinator Pendidikan dan Penelitian bertanggung jawab merencanakan dan
mengkoordinir kegiatan pendidikan/pelatihan, penelitian, pengembangan SDM dan
peningkatan mutu di Instalasi Gizi.
5.
Kepala urusan Produksi dan Distribusi Makanan bertanggung jawab menyusun
rencana, membagi tugas, mengawasi dan melaporkan kegiatan Produksi dan Distribusi
Makanan
6.
Kepala Urusan Asuhan Gizi bertanggung jawab mengkoordinir, mengawasi
kegiatan di Asuhan Gizi untuk mengatur pembagian tugas serta melaksanakan
monitoring dan evaluasi, baik asuhan gizi rawat inap maupun rawat jalan.
7.
Kepala Urusan Perencanaan dan Umum bertanggung jawab membuat konsep
perencanaan Program dan kegiatan Pelayanan Gizi Rumah Sakit dan
mengkoordinasikan administrasi umum dan kepegawaian.
8.
Kepala Urusan Keuangan, Evaluasi dan Pelaporan bertanggung jawab
melaksanakan dan mengkoordinasikan administrasi keuangan, evaluasi dan pelaporan
kegiatan pelayanan gizi.
9.
Kepala Urusan Rumah Tangga bertanggung jawab menghimpun data,
mengkoordinir , memeriksa dan melaporkan
serta mengevaluasi Urusan Rumah
Tangga.
10.
Kepala Urusan Pendidikan dan Pengembangan SDM bertanggung jawab
menghimpun, mengolah data untuk menyusun perencanaan/program dan
mengkoordinir kegiatan Pendidikan dan Pengembangan SDM.
11.
Kepala Urusan Penelitian dan Peningkatan Mutu bertanggung jawab
menghimpun, mengolah data untuk menyusun perencanaan dan program serta
mengkoordinir kegiatan Penelitian dan Peningkatan mutu di Instalasi Gizi.

TTD
DIREKTUR RS