You are on page 1of 29

PESAWAT KERJA

RANGKUMAN TENTANG MATERI YANG SUDAH DIAJARKAN

DI SUSUN OLEH :

ALWAN ROSYADI
14050524076
SA

FAKULTAS TEKNIK
PENDIDIKAN TEKNIK MESIN

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

TAHUN PELAJARAN 2016-2017

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang karena anugerah dari-Nya
kami dapat menyelesaikan tugas rangkuman tentang "materi pesawat
kerja" ini. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada
junjungan besar kita, yaitu Nabi Muhammad SAW yang telah menunjukkan
kepada kita jalan yang lurus berupa ajaran agama Islam yang sempurna
dan menjadi anugerah serta rahmat bagi seluruh alam semesta. Penulis
sangat bersyukur karena telah menyelesaikan rangkuman yang menjadi
tugas peawat kerja.
Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga rangkuman tentang
pesawat kerja ini bisa bermanfaat dan jangan lupa ajukan kritik dan saran
terhadap tugas rangkuman ini agar kedepannya bisa diperbaiki.

MESIN PEMINDAH BAHAN


Mesin pemindah bahan atau yang disebut material handling equipment adalah alat
untuk memindahkan muatan berat dari satu tempat ke tempat yang lainnya yang tidak jauh
tempatnya. Mesin ini hanya memindahkan muatan dalam jumlah, besar dan dengan jarak
tertentu dengan arah yang vertical, horizontal, atau kombinasi keduanya. Mesin pemindah
bahan berbeda dengan alat transportasi yang memindahkan muatan dengan jarak yang jauh.
Mesin pemindah bahan sendiri digunakan untul memindahkan muatan berupa bahan dalam
jarak tertentu.
Jenis-jenis mesin pemindah bahan dibagi menjadi tiga kelompok yaitu :
1. Peralatan pengangkat atau yang disebut lifting device, yaitu sebuah peralatan yang
bertujuan untuk memindahkan muatan satuan dalam satu batch, contohnya mesin
pengangkat misalnya kerek dan dongkrak, crane misalnya mobile crane, dan elevator
2. Peralatan pengangkut atau yang disebut konveyor, yaitu sebuah peralatan yang
bertujuan untuk memindahkan muatan curah (banyak partikel atau homogen) maupun
muatan satuan dengan continu atau terus menerus seperti contohnya , conveyor, belt
conveyor, pneumatic conveyor, vibratory conveyor dan sebagainya.
3. Peralatan permukaan dan overhead, yaitu sebuah peralatan yang bertujuan untuk
memindahkan muatan curah dan satuan baik batch maupun continu secara terus
menerus, seperti contohnya scrapper, eskavator, bulldozer, dan lain-lain.
Muatan pada mesin pemindah bahan dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu:
1. Muatan curah atau yang disebut bulk load terdiri atas banyak partikel atau gumpalan
yang secara homogeny contohnya batu bara, biji besi, semen, pasir, tanah, tanah liat,
batu, dan sebagainya.
2. Muatan satuan atau yang disebut unit load terdiri dari curah yang terbungkus dalam
satu kotak tau karung seperti contohnya didalam peti kemas, karung, dan lain-lain
yang dapat berbeda dalam bobot dan juga bentuknya.

Pemilihan mesin pemindahan bahan


Mesin pemindahan bahan harus dapat memindahkan muatan ketujuan a6ng ditentukan
dalam waktu yang dijadwalkan, dan harus diantarkan ke departemen atau unit produksi dalam
jumlah yang ditentukan. Meain harus dapat dimekanismekan sedemikan rupa sehingga
memerlukan sedikit mungkin operator untuk pengendalian, pemeliharaan, perbaikan, dan
tugas tambahan lainnya. Alat ini harus aman dalam operasinya dan ekonomis baik dalam
operasinya maupun modal awalnya.
Faktor-faktor teknis yang harus diperhatikan dalam pemeliharaan jenis meain
pemindahan bahan antara lain:
1. Jenis dan sifat bahan yang akan ditangani
2. Kapastas perjam yang akan dibutuhkan
3. Arah dan jarak perpindahan
4. Cara !enyusin muatan pada tempat asal, akhir, dan antara.
5. Karakteristik proses produksi yang terlibat dalam pemindahan muatan
6. Kondisilokal yang spesifik
7. Jangka waktu penggunaan alat.
Pemilihan peralatan juga didasarkan atas faktor ekonomis antara lain:
1. Biaya pengeluaran, dan
2. Biaya operasional
Juga perlu dipertimbangkan parameter teknis dalam pengoprasian mesin pemindah
bahan, antara lain:
1. Kapasitas pemindahan dan kecepatan
2. Berat mati peraltan
3. Kecepatan berbagai gerakan perlatan
4. Tinggi angkat, dan
5. Ukuran geometris peralatan, antara bentangan panjan dan lebar.

Pesawat angkat
Pesawat angkat adalah peralatan yag digunakan untuk untuk memindahkan muatan
dengan cara mengangkat muatan secara vertikal, menahan apabila perli, dan kemudian
menurunkan muatan ke tempat yang telah ditentukan dengan mekanisme agkat,
pendongakn,npemutar, dan penjalan.
Material yang dipindahkan pesawat angakat adalah muatan satuan, yaitu muatan yang
terdiri da4i satuan atau bisa jadi muatan curah yang terbungkus dalam batch.
Jenis-jenis pesawat angkat
Jenis-jenis pesawat angkat Berdasarakan kontruksinya crane dikelompokkan menjadi
crane mobile, crane menara, dan crane lintasan. Mobil crane adalah jenis pesawat pengangkat
yang dapat bekerja pada pada areal yang luas (tetapai dalam satu areal pabrik atau lokasi
kontruksinya). tower crane adalah crane berbentuk menara, sementara crane lintasannya
hanya menjangkaubarea yang ada dalam lintasannya.
Crane digunakan untuk memindahkan material atau hasil produksi dalam ukuran berat
yang besar dari satu tempat ketempat lain dalam jarak yang tidak jauh. Crane memiliki
kapasitas angkat, kecepatan dari beberapa gerakan, dan tinggi pengangkatan yang bermacammacam tergantung jenis aplikasi yang diinginkan.
1. Mobil crane
Mobil crane adalah jenis pesawat pengangkat yang dikontruksikan atau dibuat
khusis untuk mengangkat dan menurunkan beban secara tegak lurus serta
memindahkannya secara mendatar yang dapat bekerja pada areal yang luas tetapi
dalam satu areal pabrik atau lokasi kontruksinya.
Mobile crane digunakan untuk memindahkan muatan satuan dengan tingkat
mobilitas tinggi, sesuai untuk operasi jarak jauh dan perpindah-pindah tempat,
serta dapat dijalankan sebagai kendaraan sendiri.
Berdasarkan kontruksinya mobil crane dapat diklasifikasi sebagai (1) crawler
crane, (2) wheel crane, dan (3) truck mounted crane
2. Crawler crane
Crawler crane merupakann crane yang menggunakan crawler. Umumnya dipakai
bila diperlukan gesekan antara roda dan permukaan tanah, karena bidang kontak g
luas sehingga tenaga yang diperoleh dapat maksimum. Crane terdiri dari rotating

superstructure dengan power plants, operating machinery dan sebuah boom yang
bisa dinaikkan dan diturunkan. Semuanya terpasang di base dilengkapi dengan
crawler treads untuk perpindahan. Crawler crane mpdilengkapi dgan empat
mekanisme yaitu pengangkatan, pendongkrak, pemutar, dan penjalan. Crawler
crane mempunyai kemampuan menggabungkanKeempat mekanisme tersebut
sambil melakukan pemindahan material dengan kecepatan jalan dibatasi maksimal
10-12 km/jam.
3. Wheel crane
Wheel crane adalah crane yang menggunakan ban karet, dimaksudkan agar
memperoleh kecepatan yang lebih tinggi. Konsekuensinya adalah tenaga angkat
menjadi lebih kecil. Wheel crane terdiri dari rotatling superstructure dengan power
plants, operating machinery, dan sebuah boom yang bisa dinaikkan dan
diturunkan. Wheel crane pada umumnya digunakan untuk untuk mengangkat dan
memindahkan muatan dalam jarak yang relatif jauh yang mana pekerjannya
mengangkat itu dilakukan dengan berpindah-pindah tempat.
4. Truck mounted crane
Truck mounted crane adalah crane yang terdiri dari rotating auper stucture dengan
power plant, operating machinery, dan sebuah boom yang dapat dinaikkan dan
diturunkan. semuanya dipasang pada automotive truck chassis yang dilengkapi
dengan power plant untuk perpindahan.
Truck mounted crane dilengkapi dengan mekanisme pengangkat, pendongkrak
dan pemutar. Mekanisme pemindahan material pada truck mounted crane
menggunakan outriger flout yang dipasang pada outrigger beam untuk menyangga
body crane. Truck mounted crane dalam melakukan pemindahan material tanpa
menggunakan mekanisme penjalan. Bagian utama sebuah truck mounted crane
yaitu boom, cab, revolving superstructure,carrier cab, feont axle, carrier frame,
frount outriggerbox, rear axle, rear outrigger box, outriggerbeam, outrigger float,
swing circle, dan sumbu putaran.
5. Tower crane
Tower crane adalah crane yang terdiri dari roating superstucture dengan powe
plant, operating machinery, dan hinged boom dan man beam dengan troloy
dinamis yang dipasang pada rail mounted travelling gantry stuctute. Semuanya
dipasang diatas vertikal mast yang dilengkapi dengan climbing tower. Tower crane
lebih banyak dipakai dalam praktik kontruksi untuk mengangkat material, suku

cadang dan structur bagunan secara keseluruhan yang akan dipasang pada gedung
yang sedang dikerjakan. Tower crane dilengkapi dengan mekanisme pengangkat,
pemutar, pendongkrak, kadang penjalan, dan mekanisme lengan lintang. Bagian
utama tower crane adalah sebagai berikut:
a. Base yaitu bagian tower crane yang berada dibawah dan ditancapkan
berfungsi sebagai fondasi tower crane.
b. Tower section yaitu bagian tower crane yang berfungsi sebagai tiang untuk
memberikan ketinggian crane.
c. Slewing unit, berfungsi untuk memutar jib
d. Jib/working arm, berupa lengan panjang yang berfungsi untuk membawa
beban sesuatu jarak jangkau maksimum.
e. Rolley yaitu bagian crane untuk perlengkapan penanganan beban yang
mampu bergerak sepanjang jib/lengan untuk memindahkan beban.
f. Counterweight, yaitu komponen crane yang dipasang di jib yang berfungsi
untuk mengimbangi berat boom dan bagian dari beban yang akan diangkat
crane.
g. Operator cab yaitu ruangan operator untuk mengoperasikan pergerakan
crane pada menggerakkan saat menggerakkan beban secara elektronik.

Crane lintasan

Crane lintasan adalah jenis pesawat angkat yang dikontruksikan atau dibuat khusis
untuk mengangkat dan dan menurunkan beban secara tegak luris, memindahkan secara
mendatar, dan hanya dan bekerja pada areal lintasannya. Crane lintasan digunakan untuk
memindahkan muatan satuan sepanjang lintasannya. Kapasitas angkat yang besar, dan
jenis macam yang menjadikan crane lintasan secara luas digunakan sebagai mesin
pengangkat diberbagai macam industri.
Berdasarkan kontruksi crane lintasan dibagikan menjadi:
a. Overhead crane
Overhead crane adalah crane yang digunakan untuk mengangkat atau menurunkan
beban secara vertikal menggunakan hoisting rope dengan tenaga listrik sebagai
mekanisme pengangkat, dan memindahkan beban secara horizontal dengan jarak
yang 4wrbatas sesuai panjang rel. Overhead crane digunakan didalam ruangan.
Berdasarkan jumlah girder, overhead crane dibagi menjadi menjadi dua, yaitu:
single girder dan double girder. Overhead crane single girder umumnya
berkapasitas beban kecil,sedangakan double girder berkapasitas beban besar (lebih
kecil 50 ton)
b. Gantry crane
Crane ini mirop dengan overhead crane kecuali bridge yang membawa trolley
ditopang oleh satu kaki atau yang bergerak sepanjang lintasan dan dirancang
untuk digunakan diluar ruangan. Berdasarkan kontruksi kaki penyangga,
umumnya gantry crane dibedakan menjadi tiga yaitu: 4 supporting lengs, 2
supporting legs, dan semi gantry crane. Padangantry crane 4 supporing legs salah
satu kaki penyangga dapat dirapatkan atau direnggangkan yang dua supporting
legs mempunyai kontruksi yang tetap, dan semi gantry crane memiliki satu sisi
kaki penyangga yang ditopang diatas elevated rail atau run away.
c. Portal crane
Crane yang terdiri dari rotating superstructure dengan operating machiney dan
boom mounted diatas structure balok penopang, biasanya dengan portal terbuka
diantara gantry columns atau kaki untuk jalan diantara crane. Crane ini bisa
permanen atau diatas travelling base.

Pesawat angkut

Pesawat pengangkut atau konveyor adalah peralatan angkit yang digunakan untuk
mengangkut material dari satu tempat ketempat lain. Ada dua jenis material yang dapat
dipindahkan yaitun muatan curah dan muatan satuan. contoh muatan curah misalkan batu
bara, biji besi, tanah liat, batu kapur, dan lain-lain. Muatan satuan misalnya plat baja
bentangan, unit meain, block bgunan kapal, dan sebaginya.
Konveyor tetap adalah peralatan angkut yang hanya dapat beketja dalam satu area,
digunakan untuk memindahkan material dari satu tempat ketempat lain. Konveyor digunakan
untuk memindahkan material atau hasil produksi dalam jumlah yang besar dari satu tempat
ketempat lain. Pada umumnya jenis konveyor yang digunakan diindustri yaitu:
1. Belt conveyor
Belt

konveyor

merupakan

konveyor

yang

menggunakan

pita

karet

berkesinabungan yang telah diperkuat dengan bahan tertentu untuj membawa


material dipermukaan atasnya.
2. Roller conveyor
Merupakan jenis konveyor yang mana pengangkutan material dilakukan dengan
bantuan rangkaian roller.
3. Chain conveyor
Chain conveyor adalah jenis alat pengangkut yang menggunakan chain bar untuk
menarik material sepanjang plat luncur ke tempat pelepasannya.
4. Pneumatic conveyor
Pneumatic conveyor adalah alat pemindahan tetap dengan media udara yang
digunakan untuk mengangkat dan membawa material ketempat tujuan dengan
melalui pipa.
5. Screw conveyor
Adalah jenis pemindahan dengan pengangkutan material yang dilakukan dengan
memutar skrup helikal tetap untuk memindahkan material curah.
6. Bucket conveyor
Bucket conveyor merupakan jenis alat pemindah yang pengangkutan materialnya
secara vertikal dilakukan dengan wadah yang dipasan pada rantai atau belt.
7. Vibratory conveyor
Vibratory conveyor merupakan alat pemindah tetap yang bekerja dengan gerakan
relatif lurus antara material dan pan atau tube.

Pemilihan jenis pesawat gkut dipengaruhi oleh kondisi lokasi, jenis ban yang
diangkut, arah perpindahan, kemudahan kontrol pemindahannya, panjang lintasan dan
sebagainya.

PERLENGKAPAN PENGANGKAT

Peralatan pengangkat adalah kelompok mesin yang bekerja secara periodikyang


didesain sebagai peralatan pesawat angkat atau untuk mengangkat dan memindahkan muatan
atau sebagai mekanisme tersendiri bagi crane ataupun elevator.
Peralatan pengangkat merupakan peralatan yang memudahkan kita untuk melakukan usaha
mekanisme pengangkat dibagi menjadi tiga kelompok menurut penggeraknya, yang pertama
penggerak tangan, penggerak daya tersendiri, dan satu motor penggerak sekutu untuk
beberapa mekanisme.
1. Penggerak tangan
Penggerak tangan biasanya dipakai pada mekanisme mesin pengangkat dengan
kapasitas yang rendah, memindahkan pada jarak yang dekat, dan pengangkat yang
jarang digunakan. Dan komponen utama dari pada penggerak tangan, yaitu gagang
engkol, roda penggerak dengan rantai penggeraknya.
Contoh peralatan dengan penggerak tangan :
1. Derek dengan ketinggian pengangkat rendah
2. Dongkrak
3. Katrol
4. Crane jalan
5. Crane gantri
6. Crane putar untuk kerja ringan
Mekanisme pengangkat penggerak tangan

Gerakan ditranmisikan dari gagang engkol tangan l melalui tiga pasang roda gigi lurus
ke drum yang dipasang pada poros IV dengan jari-jari R tempat tali pengangkat
digulung pada saat beban Q diangkat.
2. Penggerak elektrik
Penggerak elektrik mempunyai ciri-ciri yang pertama sumber daya terpusat dan
sederhana, penggerak elektrik dapat langsung segera bekerja, sangat aman dalam
operasinya, mudah dikendalikan, kecepatan pengangkatan beban dan dapat diatur
dengan sangat baik dan ekonomis pemakaian daya listriknya tergantung pada
kapasitas daya unitnya.

Mekanisme dari pada pengangkatan dengan penggerak elektrik individu

Daya ditransmisikan dari motor elektrik melalui tiga pasangan roda gigi ke drum
(poros 4) tempat tali penggulung.
3. Mekanisme pengangkat yang beroprasi dari satu motor penggerak sekutu untuk
beberapa mekanisme
Mekanisme ini didesain untuk crane yang dipasang pada truk atau traktor, kereta berel
dan crane rantai, crane derek dan derek cengkram. Mesin uap atau motor bakar adalah
penggerak utama yang dipakai untuk semua pengangkat ini kecuali pada derek
cekram

Dari mesin, gerakan ditramisikan pada mekanisme crane pendongkrak, pengangkat,


dan pengangkut.

Komponen perlengkapan pengangkat itu sendiri dari beberapa jenis yaitu :


1. Perlengkapan pengangkat fleksibel (rantai dan tali), dalam hal ini
ada berbagai bentuk dan ukuran dan bahan yang digunakannya,
baik dari bahan: baja, rami, dan bahan yang lainnya. Sesuai

2.

3.

4.

5.

6.

7.

dengan tujuan dan fungsinya, maka komponen perabot ini harus


memenuhi banyak persyaratan khususnya kekuatan dimana
komponen harus mampu menahan beban yang akan
dipindahkan.Adapun sifat keuletan atau kefleksibelan sangat
diharapkan untuk memperkecilkerugian gesekan dengan bidang
pendukungnya, seperti: puli, ataupun roda ataudrum. Banyak
cara
untuk
mendapatkan
atau
memperkecil
kerugian
gesekanntara
komponen
fleksibel
ini
dengan
bidang
pendukunganya
Puli, sistem puli, spoket dan drum, komponen-komponen inilah
yang bertugas akan mendukung komponen fleksibel selama
beroperasi memindahkan bahan baik dari satu tempat ke tempat
lain dengan jarak dekat ataupun agak jauh dan jauh akan dapat
dirancang agar dihasilkan sesuatu yang optimal.
Pengkait untuk beban atau muatan; komponen ini akan bertujuan
untuk mengikat tempat bahan atau bahannya sendiri yang akan
dipindahkan agar tidak berjatuh dan tidak sampai pada tempat
tujuan. Banyak cara dan bentuk kait untuk melakukan
pengikatan bahan ini dengan cukup aman dan efektif.
Alat penghenti dan rem, pada bagian komponen ini biasanya
digunakan tipe rem blok ganda dengan berbagai sistem
penggeraknya, seperti dengan motor listrik atau dengan
tangan manusia (manual). Ditambahkan,bahwa
sistem
pengereman ini juga sebagai pengatur kecepatan pemindahan
yang diperlukan pesyaratan tertentu yang tergantung dengan
tujuan pemindahan bahan yang diinginkan. Biasanya untuk
pemindahan yang cukup berat tidak diinginkan pemindahan
terlalu cepat dan diharapkan relatif lambat juga untuk
menghemat tenaga dan bahannya tidak rusak akibat
tarikan
atau goncangan (getaran).
Penggerak (motor), untuk sistem penggerak ini biasanya dipakai
yang praktis dan ekonomis, yaitu motor listrik DC maupun AC
dan akan dipilih sesuai dengan kapasitas pemindahan dan
frequensinya. Tetapi dapat diketahui untuk pemindahan bahan
yang relatif ringan, maka sistem motor penggerak ini tidak akan
digunakan, khususnya untuk beban di bawah 50 kilogram.
Transmisi, belt; roda gigi; mengenai sistem transmisi daya poros
ini juga akan dipengaruhi oleh banyak faktor khususnya
kapasitas (berat) bahan
yang akan dipindahkan. Mengingat ada banyak sistem transmisi
daya poros, baik menggunakan ban mesin, roda gigi, sistem
kopling, tali baja, dan lain-lain. Metodenyapun ada banyak sekali,
seperti: penggerakan tunggal, penggerakan majemuk atau
bertingkat dengan puli bertingkat atau sistem penggerakkannya

yang multi tingkat. Dapat ditambahkan meskipun untuk


menggunakan transmisi bertingkat untuk mengangkatnya lebih
ringan, tetapi akan lebih banyak kerugian
8. Komponen transmisi (poros dan gandar, bantalan, kopling dll).
tidak kalah pentingnya sistem transmisi
poros ini,
karena
poroslah yang akan menahan seluruh beban yang akan
dipindahkan. Maka perhitungan atau desain pemilihan bahan
dan
bentuk
poros
tidak sederhan. Termasuk jenis blok
bantalan yang akan digunakan, juga harus dipilih dengan
benar dan baik. Khususnya harus memperhatikan dengan
seksama arah-arah gaya yang bekerja disamping besarnya
prediksi harus mendekati tepat. Untuk memperkecil gesekan
antara poros dengan blok bantalan perlu dilakukan sistem
pelumasan agar perputarannya licin dan efektif pemindahan
dayanya
9. Rel dan roda penggerak, dalam hal ini yang merupakan salah
satu komponen utama pada sistem pemindahan bahan ini. Salah
satu penentu apakah operasi dapat berjalan atau tidak. Yerutama
jalan atau rel pesawat mesin pemindah ini yang akan dilalui
atau dibebani lebih berat terasuk beratnya sendiri harus
diperhitungkan sebagai beban tambahan. Baik beban tarikan
dan tekanan permukaan perlu diamati agar sistem dapat
berfungsi dengan baik dan aman.
10. Struktur mesin (rangka crane), rangka struktur ini tidak kalah
pentingnya,
mengingat
baik
beban
ataupun
sistem
penggerak,sistem transmisi yang lain akan ikut membebani
rangka struktur ini. Pemilihan jenis material untuk rangka adalah
sangat penting agar sistem pemindahan bahan berhasil
dengan sempurna.
11. Alat kendali. Sistem ini dibutuhkan untuk memudahkan pengoperasian
mesin pemindahan bahan ini, mengingat ada sistem pengontrol yang bekerja
secara otomatis, semi otomatis dan full otomatis.

Beberapa jenis peralatan utama untuk mesin pemindahan bahan baik yang fleksibel
baik yang lentur, baik yang keras, dll. Sebagai contoh untuk peralatan yang fleksibel
misalnya: rantai lasan, rantai rol, tali rami, tali baja, dll dengan berbagai tipe atau bentuk atau
jenis bahan untuk konstruksinya. Secara singkat dijelaskan di sini masing-masing komponen
peralatan pengangkat yang fleksibel, sebagai berikut:
1. Rantai rol, rantai untuk beban ringan terbuat dari 2 keping plat saja, sedangkan
untuk beban berat dapat menggunakan sampai lebih dari 12 keping pelat. Rantai rol
digunakan pada katrol yg digerakkan tangan. Sedang yg berpenggerak tenaga daya
digunakan pada derek dan pengangkat dg kapasitas angkat yang tinggi dan beroperasi
hanya pada kecepatan rendah dan pada jalur pandu.

2. Rantai lasan, mata rantai untuk rantai lasan dibentuk dengan metode pengelasan
tempa dan pengelasan tahanan listrik. Pengelasan tempa mata rantai dibuat dari satu
batang baja, sedangkan bila menggunakan las tahanan listrik mata rantai terbuat dari
dua potong baja lengkung yang dilas temu. Pengelasan dengan tahanan listrik
mnghasilkan rantai yg lebih tepat dg kekuatan yg lebih tinggi.

3. Tali rami, Tali rami hanya cocok digunakan untuk mesin pengangkat yang
digerakan tangan (puli tali). Arah lilitan untaian harus berlawanan dengan serabut.

4. Tali baja adalah tali baja yang terbuat dari beberapa tali yang dipilin
membentukstrand,
lalu
beberapa
strand
tersebut
dipilin
mengelilingi baja untuk membentuk tali baja. kan digunakan secara luas
pada mesin-mesin pengangkat sebagai perabot pengangkat. Bila dibandingkan dengan
rantai, tali baja mempunyai keunggulan sebagai berikut: lebih ringan, lebih tahan
terhadap sentakan, operasi yang tenang walaupun pada kecepatan operasi tinggi, dan
keandalan operasi yang lebih tinggi.

Faktor keselamatan sangat diperlukan karena yaitu:


1.
2.
3.
4.
5.

Penurunan kapasitas tali kawat baja di bawah kekuatan putusnya


Bahan pembuat fitting yang di ujung tali dan splice tidak sekuat bahan tali kawat baja
Terjadinya beban tambahan akibat percepatan dan inersia
Meningkatnya gaya tarik tali baja akibat gesekan yg melalui sheave
Ketidak akuratan hasil perkiraan berat beban yg diangkat

MEKANIKA PEMINDAHAN
A. Klasifikasi Beban
Gaya luar adalah gaya yang ada diliar suatu konstruksi bisanya disebut gaya aksi dan
reaksi sedangkan, gaya aksi dapat diartikan gaya yang menghampiri konstruksi tersebut yang
direspon oleh gaya reaksi. Gaya dalama adalah gaya yang bekera di dalam suatu momen (M),
gaya lintang (D), dan gaya normal (N).
Gaya luar yang bekerja pada pesawat angkat adalah sebagai berikut :
1. Gaya kontak atau permukaan yang bekerja pada suatu titik atau di distribusikan
terhadap suatu luasan. Contohnya adalah tarikan atau dorongan
2. Gaya tidak kontak didistribusikan menyebar melalui volume suatu benda. Contohnya
adalah tarikan gaya gravitasi bumi
Beban gaya luar yang bekerja pada pesawat pengangkat diklasifikasikan, yaitu :
1. Beban statis (static load)
Beban statis bekerja perlahan, meningkat bertahap dimulai dari 0 ke nilai
maksimumnya. Beban statis jadi tetap artnya gaya, torsi, momen atau kombinasi
beban ini bekerja tidak berubah.
2. Beban dinamis (dynamic load)
Beban bekerja sangat tiba-tiba, mengakibatkan getaran pada frame pesawat angkat
atau mungkin berubah arah terhadap fungsi waktu. Jika suatu sistem gaya bekerja
pada struktur pesawt pengangkat memiliki resultan gaya nol.
Hukum Newton 1

"Jika resultan gaya yang bekerja pada benda yang sama dengan nol, maka benda yang
mula-mula diam akan tetap diam. Benda yang mula-mula bergerak lurus beraturan
akan tetap lurus beraturan dengan kecepatan tetap".
Hukum Newton 2
"Percepatan dari suatu benda akan sebanding dengan jumlah gaya (resultan gaya)
yang bekerja pada benda tersebut dan berbanding terbalik dengan massanya"

B. Tegangan Kerangka
Tegangan (stress) pada benda, misalnya kawat besi, didefinisikan sebagai gaya
persatuan luas penampang benda tersebut. Tegangan diberi simbol (dibaca sigma). Bila dua
buah kawat dari bahan yang sama tetapi luas penampangnya berbeda diberi gaya, maka kedua
kawat tersebut akan mengalami tegangan yang berbeda.
Tegangan benda sangat diperhitungkan dalam menentukan ukuran dan jenis bahan
penyangga atau penopang suatu beban, misalnya penyangga jembatan gantung dan bangunan
bertingkat.
C. Kinematika Pengangkatan
Kinematika mempelajari tentang gerak benda tanpa memperhitungkan penyebab
gerak atau perubahan gerak. Pada kinematika pengangkatan mempelajari perpindahan baik
linear maupun angular, kecepatan dan percepatan. Beban dianggap sebagai benda kaku yang
merupakan suatu sistem partikel dimana jarak antara partikel-partikel tidak berubah. Kinetika
benda kaku menjelaskan hubungan antara gaya-gaya luar yg bekerja dan hubungannya
dengan gerak translasi dan rotasi pada benda.

PULI, SISTEM PULI, SPROKET, DAN DRUM


Puli (Pulley) merupakan cakra (disc) yg dilengkapi dg tali (rope),
merupakan suatu keping bundar terbuat dari logam maupun bukan logam
(besi tuang, kayu atau plastik. Puli dibuat dengan desain tetap dan bebas.
Puli dengan as disebut dengan juga puli penuntun karena berfungsu untuk
mengubah arah peralatan pengangkat. Adapun jenis-jenis puli antara lain
puli bebas, dan puli tetap.
1. Puli tetap
Puli tetap memiliki poros yang tetap, yang berarti porosnya diam
atau dipasang pada suatu tempat. Puli tetap digunkan untuk
merubah arah gaya pada tali (kabel). Pada puli jenis ini tidak ada
penggandaan gaya atau dengan kata lain gaya pada kedua sisi
memiliki besar yang sama.

2. Puli bebas
Puli bergerak atau puli kelas 2 memilik poros yang bebas, yang
berarti porosnya bebas bergerak pada suatu titik tertentu. Puli
bergerak digunakan untuk melipat gandakan gaya. Pada puli jenis
ini jika ujung tali diikat pada suatu tempat maka ujung tali yang lain
akan melipat gandakan gaya beban yang dipasang pada puli.

3. Puli gabungan
Puli gabungan adalah gabungan dari puli tetap dan puli bergerak.
Jenis puli ini terdiri dari minimal satu buah puli yang terpasang pada
suatu tempat dan satu puli lainnya yang dapat bergerak.

SISTEM PULI
Suatu sistem puli adalah gabungan beberapa puli bebas dan puli
tetap atau puli rantai. Ada sistem puli untuk bati gaya dan ada untuk bati
kecepatan alat pengangkat ini kelebihan kecepatan. Alat pengangkat yang
menggunakan puli untuk bati kecepatan, misalnya pada lift hidrolik dan
pneumatik. Sistem puli yang berfungsi sebagai parabot pengangkat bebas
tidak begitu penting. Penggunaan sistem puli terutama untuk
mentransmisikan daya terdapat pada derek dan crane.

Multiple pully system


yang terdiri dari 4
bagian

Sebuah sistem puli


ganda yang terdiri
dari 8 bagian
suspensi

Sebuah sistem puli


ganda dengan 6
bagian suspensi

Sebuah sistem puli


ganda yang terdiri
dari 10 bagian
suspensi

SISTEM SPROKET (GEAR)


Sproket adalah sebuah profil roda dengan gigi yang dihubungkan
dengan rantai. Perbedaan sproket dengan roda gigi adalah jika sproket
tidak akan pernah terhubung langsung dengan sproket lainnya melainkan
dengan menggunakan perantara seperti rantai atau rel canterpilar (roda

tank). Sproket digunakan pada sepeda, sepeda motor, mobil, tank, dan
mesin-mesin lainnya baik untuk memindahkan gerakan putar antara dua
buah poros yang memiliki gigi yang jumlahnya tidak sama atau untuk
memberikan gerak linier pada suatu jalur gerak tertentu. Selain itu
sproket juga digunakan pada mekanisme pemindah film proyektor atau
kamera dan juga digunakan untuk memasukkan kertas pada printer
komputer.
SISTEM DRUM
Drum adalah suatu roda yang digunkan untuk memindahkan
gerakan putar dari suatu poros ke poros lainnya. Perbedaan mendasar
antara drum dan pulley terdapat pada bentuk drum yang tidak memiliki
alur. Drum menggunakan sabuk yang datar sebagai penghubungnya. Dum
biasanya digunkan pada mekanisme penggerak konveyor atau travolator
(sejenis eskalator yang pijakan lantainya datar)

PESAWAT ANGKUT (KONVEYOR)


Peralatan angkut atu pesawat angkut merupakan jenis dari sistem
pemindah bahan. Pemindah bahan (material handling equipment)
merupakan peralatan yang digunakan untuk memindahkan muatan dari
satu tempat ketempat yang lain. Adapun jenis jenis peasawat angkut
berdasarkan jenis material yang dipindahkan, yaitu pengangkut muatan
curah, pengangkut muatan satuan, dan pengangkut keduanya baik
muatan curah maupun muatan satuan. Muatan curah itu sendiri yaitu
bahan yang ditangani berupa banyak partikel atau gumpalan yang
homogen berupa batu bara, besi, semen, pasir, tanah dan lain-lain.
Muatan satuan merupakan satuan curah yang terbungkus seperti didalam
peti kemas, karung dan lain-lain. Sedangkan pengangkut keduanya baik
muatan curah maupun muatan satuan itu sendiri satu karung sama
dengan satuan bisa diartikan sebagai satu karung dimasukkan kedalam
kota.

Pemlihan pesawat angkut didasarkan pada :


1.
2.
3.
4.
5.

Sifat bahan yang akan dipindahkan


Kapasitas peralatan
Arah dan panjang pemindahan
Penyimpanan material pada head dan taul ends
Langkah proses dan gerakan muatan bahan, serta kondisi lokal yang
spesifik dan
6. Aspek ekonomi
Aspek ekonomi meliputibiaya tenaga kerja, biaya energi, biaya
bahan, biaya pemeliharaan dan perbaikan
Adapun jenis dari pada pesawat angkut
1. Bucket Conveyor, bentuknya seperti sabuk panjang yang berputar,
bisa terbuat dari karet plastik, kult ataupun logam tergantung bahan
yang diangkut, diangkut, digunakan untuk pengangkutan datar,
miring (70), mampu menaikkan material dengan ketinggian hingga
mencapai 50 meter. Bisa digunakan untuk mengangkut karung,
pasir, tepung dll. Bucket conveyor ini bisa dikatakan muatan curah
karena bahan yang ditangani berupa banyak partikel atau gumpalan
yang homogen. Prosesnya secara kontinyu
dan perawatannya
tentunya mahal karena terdiri dari komponen-komponen yang
begitu banyak.

2. Roller Conveyor, merupakan suatu sistem konveyor yang penumpu


utama barang yang ditransportasikan adalah roller yang berputar
secara terus menerus. Kelebihan dari roller conveyor ini bisa
mentransformasikan pada kemiringan tertentu sehingga konveyor
bisa mentranportasikan barang dari satu tingkat le tingkat yang lain,
selain itu juga bisa membelokkan jalur unit yang dibelokkannya
sangat tajam. Hal tersebut bermanfaat untuk daerah yang
ruangannya terbatas. Roller conveyor ini merupakan muatan
satuan. Prosesnya sama seperti bucket conveyor yaitu continyu,
perawatannya terlalu mahal.

3. Belt Conveyor merupakan muatan satuan dan muatan curah, belt ini
berbentuk seperti sabuk panjang yang berputar, terbuat dari karet,
plastik ataupun logam tergantung bahan yang diangkut, digunakan
untuk pangangkutan datar, kemiringan (<15-20). Bisa digunakan
untuk mengangkut karung, pasir, prosesnya secara kontinyu, dan
perawatannya mahal.

Gambar Belt Conveyor


Gambar Roller Conveyor
4. Screw Conveyor, bentuk seperti sekrup bisa tunggal/ganda yang
berputar pada poros sehinga material akan terangkut melewati
celah sekrup dan dibawa ke ujung. Keuntungannya efisien tempat,
fleksibel untuk horizontal atau kemiringan (namun tidak tajam),
perawatannyapun bisa dikatakan mudah.

5. Pneumatik Conveyor, merupakan alat pemindah bahan yang sistem


kerjanya hisap dan tekan. salah satu mesin pemindah bahan,
khususnya untuk pengangkutan beban curah. Prinsip kerja dari
pneumatic conveyor adalah mengalirkan material didalam pipa
dengan bantuan aliran udara bertekanan. Perawatan yang relative
murah, konsumsi daya yang kecil, dan fleksibilitas pengangkutan
merupakan faktor yang menjadikan pneumatic conveying ini banyak
digunakan di dunia industri.

6. Vibrating Conveyor, gerakan barang secara vertikal atau horisontal


dengan menggunakan efek getaran/vibrasi mekanis. Sistem
kerjanya digerakkan oleh motor penggerak dan pegas pada
vibrating conveyor ini bergerak maju mundur, penggunaan vibrating
ini biasanya terdapa di sawah.

ELEVATOR

Elevator tiang merupakan alat untuk menaikkan menurunkan muatan di


tingkat-tingkat pada sebuha gedung bertingkat banyak. Di Indonesia alat ini
lebih di kenal dengan kata englisnya yaitu lift. Lift adalah angkutan transportasi
vertikal yang digunakan untuk mengangkut orang atau barang.Lift umumnya
digunakan di gedung gedung bertingkat tinggi; biasanya lebih dari tiga atau
empat
lantai.
Gedung-gedung
yang
lebih
rendah
biasanya
hanya
mempunyai tangga atau eskalator.Lift-lift pada zaman modern mempunyai
tombol-tombol yang dapat dipilih penumpangnya sesuai lantai tujuan mereka,
Terdapat tiga jenis mesin, yaitu Hidraulic, Traction atau katrol tetap, dan
Hoist atau katrol ganda, Jenis hoist dapat dibagi lagi menjadi dua bagian, yaitu
hoist dorong dan hoist tarik
Jenis penggerak elevator
1. Elevator dengan sistem penggerak hidrolis
2. Elevator dengan sistem penggerak motor listrik
Perbedaan pokok dari kedua jenis tersebuat adalah
No
1
2

Perbandinga
n
Pelayanan
Pemakaian

Kecepatan

Penggerak motor

Pengeerak hidrolis

Tidak terbatas
Lebih dari 80 start/stop
per jam
Tidak terbatas (1000
m/menit)

Terbatas 20 meter
Terbatas 80 start/stop per jam
Terbatas
m/menit)

(maksimal

90

Cara kerja Elevator Tiang


1. Mesin Lift Gearless
Mesin untuk menggerakkan elevator terletak di ruang mesin
yang biasanya tepat di atas ruang luncur kereta. Untuk memasok
listrik ke kereta dan menerima sinyal listrik dari kereta ini,
dipergunakan sebuah kabel listrik multi-wire untuk menghubungkan
ruang mesin dengan kereta. Ujung kabel yang terikat pada kereta
turut bergerak dengan kereta sehingga disebut sebagai kabel
bergerak (traveling cable)
2. Jalur Lift (Hoistway) dan ruang mesin di atasnya
Mesin geared memiliki motor dengan kecepatan lebih tinggi
dan drive sheave dihubungkan dengan poros motor melalui gigi-gigi
di kotak gigi, yang dapat mengurangi kecepatan rotasi poros motor
menjadi kecepatan drive-sheave rendah. Mesin gearless memiliki
motor kecepatan rendah dan puli katrol penggerak dihubungkan
langsung ke poros motor.
3. Sistem pergerakan Elevator/Lift dengan Gearless
Pada sistem hidrolik (terutama digunakan pada instalasi di
gedung rendah, dengan kecepatan kereta menengah), kereta
dihubungkan ke bagian atas dari piston panjang yang bergerak naik

dan turun di dalam sebuah silinder. Kereta bergerak naik saat oli
dipompa ke dalam silinder dari tangki oli, sehingga mendorong
piston naik. Kereta turun saat oli kembali ke tangki oli.Aksi
pengangkatan dapat bersifat langsung (piston terhubungkan ke
kereta) atau roped (piston terikat ke kereta melalui rope). Pada
kedua cara tersebut, pekerjaan pengangkatan yang dilakukan oleh
pompa motor (energi kinetik) untuk mengangkat kereta ke elevasi
yang lebih tinggi sehingga membuat kereta mampu melakukan
pekerjaan (energi potensial). Transfer energi ini terjadi setiap kali
kereta diangkat. Ketika kereta diturunkan, energi potensial
digunakan habis dan siklus energi menjadi lengkap sudah. Gerakan
naik dan turun kereta elevator dikendalikan oleh katup hidrolik.
4. Prototype of Double Front Side Elevator
Lift atau Elevator merupakan alat transportasi secara vertical
dan mempunyai prinsip dasar mekatronika yang memiliki bagian
mekanik, elektronik dan sistem kontrol. Elevator sendiri sudah
mengalami berbagai perubahan bentuk serta jenisnya, khususnya
elevator double front side (lift/elevator dengan pintu di dua muka).
Suatu alat tercipta karena adanya kebutuhan, begitu juga dengan
double front side elevator. Banyak perusahaan membutuhkan
lift/elevator dengan pintu di kedua sisinya, seperti hotel atau rumah
sakit atau bangunan lainnya yang menuntut penggunaan elevator
double front side ini.

DONGKRAK
Pengertian dari dongkrak itu sendiri adalah alat untuk mengumpil
atau menaikkan mobil dan sebagainya) atau sebuah alat pengangkat
untuk mengangkat barang berat yang digerakkan tangan. Fungsi
dongkrak adalah untuk mempermudah kerja alat untuk menaikkan
kendaraan guna mempermudah pekerjaan reparasi di bagian bawah
kendaraan
Jenis jenis daripada dongkrak :
1. Dongkrak hidrolik
Dongkrak hidrolik ini sangatlah identik dengan fluida, jadi sistem
kerja dari pada dongkrak ini yaitu dengan menggunakan tekanan
pada fluidda atau cairan sehingga fluida menekan daripada ujung
dongkrak yang digunakan untuk mengangkat sebuah benda seperti
mobil dan lain lain. Prinsip kerja yang digunakan adalah Hukum
Pascal, yaitu : benda cair yang ada di ruang tertutup apabila diberi
tekanan, maka tekanan tersebut akan dilanjutnya ke segala arah
dengan sama besar. Sistem hidrolik adalah teknologi yang
memenfaatkan zat cair, biasanya oli, untuk melakukan suatu
gerakan segaris atau putaran. Sistem ini bekerja berdasarkan
prinsip jika suatu zat cair dikenakan tekanan, maka tekanan itu akan
merambat kesegala arah dengan tidak bertambah atau berkurang
kekuatannya. Prinsip dalam rangkaian hidrolik adalah menggunakan
fluida kerja berupa zat cair yang dipindahkan dengan pompa hidrolik
untuk menjalankan suatu sistem tertentu. Dalam sistem hidrolik
fluida cair berfungsi sebagai penerus gaya. Minyak mineral adalah
jenis fluida cair yang umum dipakai. Pada prinsipnya mekanika
fluida dibagi menjadi 2 bagian yaitu.
A. Hidrostatik
Yaitu mekanika fluida dalam keadaan diam disebut juga teori
persamaan kondisi dalam fluida diam. Energi yang
dipindahkan dari satu bagian ke bagian lain dalam bentuk
energi tekanan. Contohnya adalah pesawat tenaga hidrolik.
B. Hidrodinamik

Yaitu mekanika fluida yang bergerak, disebut juga teori aliran


fluida yang mengalir. Dalam hal ini kecepatan aliran fluida cair
yang berperan memindahkan energi. Contohnya Energi
pembangkit listrik tenaga turbin air pada jaringan tenaga
hidro elektrik. Jadi perbedaan yang menonjol dari kedua
sistem diatas adalah keadaan fluida itu sendiri. Prinsip dasar
dari hidrolik adalah sifat fluida cair yang sangat sederhana
dan sifat zat cair tidak mempunyai bentuk tetap, tetapi selalu
menyesuaikan bentuk yang ditempatinya. Karena sifat cairan
yang selalu menyesuaikan bentuk yang ditempatinya,
sehingga akan mengalir ke berbagai arah dan dapat melewati
dalam berbagai ukuran dan bentuk, sehingga fluida cair
tersebut dapat mentranferkan tenaga dan gaya. Dengan kata
lain sistem hidrolik adalah sistem pemindahan dan
pengontrolan gaya dan gerakan dengan fluida cair dalam hal
ini oli. Fluida yang digunakan dalam sistem hidrolik adalah oli.
Syarat-syarat cairan hidrolik yang digunakan harus memiliki
kekentalan (viskositas) yang cukup, memiliki indek viskositas
yang baik, tahan api, tidak berbusa, tahan dingin, tahan korosi
dan tahan aus, minimla konpressibility.
Sistem hidrolik banyak memiliki keuntungan. Sebagai sumber
kekuatan untuk banyak variasi pengoperasian. Keuntungan
sistem hidrolik antara lain:
a. Ringan
b. Mudah dalam pemasangan
c. Sedikit perawatan
d. Sistem hidrolik hampir 100 % efisien, bukan berarti
mengabaikan terjadinya gesekan fluida.
e. Tenaga yang dihasilkan sistem hidrolik besar sehingga
banyak diaplikasikan pada alat berat seperti crane,
kerek hidrolik dll.
f. Oli juga bersifat sebagai pelumas sehingga tingkat
kebocoran lebih jarang dibandingkan dengan sistem
pneumatik.
g. Tidak berisik.
Dongkrak Hidrolik dibagi menjadi 3 bagian yaitu :
1. Dongkrak Duduk
2. Dongkrak Buaya (Crocodile-Jack)
3. Dongkrak Stand-Jac
2. Dongkrak mekanik

Pada Dongkrak ini gaya akan diteruskan dan diperbesar lewat roda
gigi ke batang gigi. Biasanya dongkrak ini membutuhkan tenaga
manusia
Jenis dari dongkrak mekanik :
1. Dongkrak Wajik (Dongkrak ulir)
2. Dongkrak colok samping
3. Dongkrak colok bumper
4. Dongkrak pinion