You are on page 1of 49

MESIN MESIN LISTRIK

1. Generator
Generator adalah salah satu komponen yang dapat mengubaha energi
gerak menjadi energy listrik.Prinsip kerjanya dapat dipelajari dengan teori medan
elekronik .Poros pada generator dipasangdengan material ferromagnetic
permanen.Setelah itu disekeliling poros terdapat stator yang bentuk fisisnya
adalah kumparan-kumparan kawat yang membentuk loop. Ketika poros generator
mulai berputar maka akan terjadi perubahan fluks pada stator yang akhirnya
karena terjadi perubahan tegangan dan arus listrik tertentu. Tegangan dan arus
listrik yang dihasilkan ini disalurkan melalui kabel jaringan listrik.
Berdasarkan arus yang disalurkan generator
menjadi 2 jenis yaitu generator AC (bolak balik)
dangenerator DC (searah).Generator AC merupakan
komponen yang dapat mengubah energy gerak
menjadienergi listrik.Penggunaan generator saat ini
dapat dimanfaakan sebagai pembangkit listrik

Generator AC atau altenator bekerja pada prinsip yang sama dari induksi
elektromagnetik sebagai generator DC.Arus bolak balik dapat dihasilkan dari
perputaran lilitan pada medan magnet atau perputaran medan magnet pada lilitan
stasioner(seimbang/tidak berubah).Nilai dari tegangan tergantung pada:

Jumlah perputaran pada lilitan

Kekuatan medan

Kecepatan rotasi lilitan/medan magnet

Stator adalah bagian generator yang diam (bekerja sebagai magnet) yang
membangkitkan tegangan AC

Brush sebagai penghubung kemotor listrik

Medan magnet

1.1. Generator Arus Bolak-Balik (AC)


Generator arus bolak-balik yaitu generator dimana tegangan yang
dihasilkan (tegangan out put ) berupa tegangan bolak-balik. Generator arus bolakbalik berfungsi mengubah tenaga mekanis menjadi tenaga listrik arus bolak-balik.
Generator Arus Bolak-balik sering disebut juga seabagai alternator, generator AC
(alternating current), atau generator sinkron. Dikatakan generator sinkron karena
jumlah putaran rotornya sama dengan jumlah putaran medan magnet pada stator.
Kecepatan sinkron ini dihasilkan dari kecepatan putar rotor dengan kutub-kutub
magnet yang berputar dengan kecepatan yang sama dengan medan putar pada
stator. Berdasarkan sistem pembangkitannya generator AC dapat dibagi menjadi 2
yaitu :
1. Generator 1 fasa
2. Generator 3 fase
1.1.1.Konstruksi Generator Arus Bolak-balik
Konstruksi generator arus bolak-balik ini terdiri dari dua bagian utama,
yaitu : stator, yakni bagian diam yang mengeluarkan tegangan bolakbalik, dan
rotor, yakni bagian bergerak yang menghasilkan medan magnit yang
menginduksikan ke stator. Stator terdiri dari badan generator yang terbuat dari
baja yang berfungsi melindungi bagian dalam generator, kotak terminal dan name
plate pada generator. Inti Stator yang terbuat dari bahan ferromagnetik yang
berlapis-lapis dan terdapat alur-alur tempat meletakkan lilitan stator. Lilitan stator
yang merupakan tempat untuk menghasilkan tegangan. Sedangkan, rotor
berbentuk kutub sepatu (salient) atau kutub dengan celah udara sama rata (rotor
silinder).
5

1.1.2.Prinsip Kerja Generator Arus Bolak-balik


Prinsip dasar generator arus bolak-balik menggunakan hukum Faraday
yang menyatakan jika sebatang penghantar berada pada medan magnet yang
berubah-ubah, maka pada penghantar tersebut akan terbentuk gaya gerak listrik.
Prinsip kerja generator arus bolak-balik tiga fasa (alternator) pada dasarnya sama
dengan generator arus bolak-balik satu fasa, akan tetapi pada generator tiga fasa
memiliki tiga lilitan yang sama dan tiga tegangan outputnya berbeda fasa 120 0
pada masing-masing fasa seperti ditunjukkan pada Gambar dibawah ini

1.1.3.Generator Tanpa Beban (Beban Nol)


Jika poros generator diputar dengan kecepatan sinkron dan rotor diberi
arus medan If , maka tegangan E0 akan terinduksi pada kumparan jangkar stator
sebesar : E0 = cn dimana :
c = konstanta mesin n = putaran sinkron = fluks yang dihasilkan oleh If
Generator arus bolak-balik yang dioperasikan tanpa beban, arus jangkarnya akan
nol (Ia = 0) sehingga tegangan terminal Vt = Va = Vo. Karena besar ggl induksi
merupakan fungsi dari flux magnet, maka ggl induksi dapat dirumuskan: Ea = f

(), yang berarti pengaturan arus medan sampai kondisi tertentu akan
mengakibatkan ggl induksi tanpa beban dalam keadaan saturasi seperti
ditunjukkan pada Gambar di bawah
1.1.4.Generator Berbeban
Tiga macam sifat beban jika dihubungkan dengan generator, yaitu : beban
resistif, beban induktif, dan beban kapasitif. Akibat pembeban ini akan
berpengaruh terhadap tegangan beban dan faktor dayanya. Gambar 4
menunjukkan jika beban generator bersifat resistif mengakibatkan penurunan
tegangan relatif kecil dengan faktor daya sama dengan satu. Jika beban generator
bersifat induktif terjadi penurunan tegangan yang cukup besar dengan faktor daya
terbelakang (lagging). Sebaliknya, Jika beban generator bersifat kapasitif akan
terjadi kenaikan tegangan yang cukup besar dengan faktor daya mendahului
(leading).

Hubungan antara tegangan tanpa beban (Eo) dengan tegangan berbeban (V)
disebut regulasi tegangan, yang dinyatakan sebagai berikut :

1.1.5.Sistem Penguat (Exciter)


Saat generator dihubungkan dengan beban akan menyebabkan tegangan
keluaran generator akan turun, karena medan magnet yang dihasilkan dari arus
penguat relatif konstan. Agar tegangan generator konstan, maka harus ada
7

peningkatan arus penguatan sebanding dengan kenaikan beban. Gambar 5


menunjukkan sistem arus penguatan pada generator dan karakteristik tegangan
keluarannya.

Keterangan :
Garis lengkung 1 : Karakteristik tegangan keluar tanpa beban yang diperoleh dari
medan magnet minimum.
Garis lengkung 2 : Karakteristik tegangan dengan penambahan arus penguatan
maksimum.
Garis lengkung 3 : Karakteristik yang bervariasi dengan mengatur arus penguatan
sesuai kebutuhan beban.
2.Generator3fasa
Generator yang dimana dalam sistem melilitnya terdiri dari tiga kumpulan
kumparan yang manakumparan tersebut masing-masing dinamakan lilitan fasa.
Jadi pada statornya ada lilitan fasayang ke satu ujungnya diberi tanda U X;
lilitan fasa yang ke dua ujungnya diberi tanda denganhuruf V Y dan akhirnya
ujung lilitan fasa yang ke tiga diberi tanda dengan huruf W Z.Jenis generator
yang digunakan dalam pembuatan tugas akhir ini yaitu generator AC 1
fasa.Lilitan stator
Lilitan stator terdiri atas beberapa kumparan, yang dipasang dalam aluralur inti stator. Pada kumparan stator terdapat sisi kumparan yang terletak dalam
8

alur-alur, dan kepala-kepala kumparan yang menghubungkan sisi-sisi kumparan


diluar alur-alur satu sama lain. Tiap-tiap kumparan terdiri atas satu atau lebih
lilitan menurut besar tegangan. Dalam gambar 2.2adilukiskan sebuah kumparan
yang terdiri atas empat lilitan. Jumlah kawat tiap sisi kumparansama banyaknya
dengan jumlah lilitan pada tiap-tiap kumparan.
1.2. Generator DC
Generator arus searah yaitu generator dimana tegangan yang dihasilkan
(tegangan out put)berupa tegangan searah, karena didalamnya terdapat sistem
penyearahan yang dilakukan bisaberupa oleh komutator atau menggunakan diode.
Generator DC merupakan sebuah perangkat mesin listrik dinamis yang
mengubah energi mekanis menjadi energi listrik. Generator DC menghasilkan
arus DC / arus searah. Generator DC dibedakan menjadi beberapa jenis
berdasarkan dari rangkaian belitan magnet atau penguat eksitasinya terhadap
jangkar (anker), jenis generator DC yaitu:
1. Generator penguat terpisah
2. Generator shunt
3. Generator kompon
1.2.1.Konstruksi Generator DC
Pada umumnya generator DC dibuat dengan menggunakan magnet
permanent dengan 4-kutub rotor, regulator tegangan digital, proteksi terhadap
beban lebih, starter eksitasi, penyearah, bearing dan rumah generator atau casis,
serta bagian rotor. Gambar di bawa menunjuk-kan gambar potongan melintang
konstruksi generator DC. Generator DC terdiri dua bagian, yaitu stator, yaitu
bagian mesin DC yang diam, dan bagian rotor,
yaitu bagian mesin DC yang berputar. Bagian
stator terdiri dari: rangka motor, belitan stator,
sikat

arang,

bearing

dan

terminal

box.

Sedangkan bagian rotor terdiri dari: komutator,


belitan
9

1.2.2.Prinsip kerja Generator DC


Prinsip kerja suatu generator arus searah berdasarkan hukum
Faraday : e = - N d/dt
Dimana :
N = Jumlah Lilitan
= Fluksi Magnet
e = Tegangan Imbas, GGL (Gaya Gerak Listrik)
Dengan lain perkataan, apabila suatu konduktor memotong garis-garis
fluksi magnetik yang berubah-ubah, maka GGL akan dibangkitkan dalam
konduktor itu. Jadi syarat untuk dapat dibangkitkan GGL adalah :
harus ada konduktor ( hantaran kawat )
harus ada medan magnetik
harus ada gerak atau perputaran dari konduktor dalam medan, atau ada
fluksi yang berubah yang memotong konduktor itu
Untuk menentukan arah arus pada setiap saat, berlaku pada kaidah tangan kanan :
ibu jari : gerak perputaran
jari telunjuk : medan magnetik kutub utara dan selatan
jari tengah : besaran galvanis tegangan U dan arus I
Untuk perolehan arus searah dari tegangan bolak-balik, meskipun tujuan
utamanya adalah pembangkitan tegangan searah, tampak bahwa tegangan
kecepatan yang dibangkitkan pada kumparan jangkar merupakan tegangan bolakbalik. Bentuk gelombang yang berubah-ubah tersebut karenanya harus
disearahkan. Untuk mendapatkan arus searah dari arus bolak balik dengan
menggunakan
Saklar
Komutator
Dioda
1.2.3.Generator Kumparan Tunggal
10

Generator kumparan tunggal merupakan suatu kutub dua sederhana


dengan inti jangkar dan komutator yang di hilangkan agar lebih sederhana.
Kumparan jangkar tunggal dapat diputas pada sumbu O-O dalam medan magnet
seragam yang dihasilkan oleh kedua kutub. Bila kumparan diputar melalui medan
magnet oleh alat mekanis, banyak garis gaya yang melalui kumparan berubah
secara kontinue. Besarnya ggl yang diinduksikan tergantung pada laju perubahan
fluksi yang melalui kumparan dan arahnya ditentukan oleh aturan tangan kanan.
Dalam generator kumparan tunggal. Dengan kuat medan yang konstan maka ggl
yang diinduksi pada setiap saat tergantung pada kecepatan kumparan yang
memotong medan pada saat itu. Ggl yang dihasilkan oleh gerakan kumparan
melalui medan magnet seperti dalam generator, disebut ggl yang dibangkitkan.
Jika kumparan pada posisi vertikal, tetapi kumparan bergerak paralel,
terhadap garis gaya sehingga fluksi yang di lingkupi kumparan tidak berubah.
Berarti tidak ada ggl yang dibangkitkan ketika kumparan dalam posisi ini. Jika
kumparan dalam posisi ini, ia dikatakan bidang netral.
Ketika kumparan diputar dalam arah jarum jam pada kecepatan konstan,
tetapi kumparan mulai memotong medan, pada mulanya perlahan tetapi dengan
laju yang semakin bertambah secara perlahan-lahan. Maka besarnya ggl yang
posisi seperti ini yang dibangkitkan ketika kumparan bergerak melalui posisi 90 0
adalah dari b ke a dan dari d ke c, pada posisi ini kumparan bergerak pada sudut
yang tegak lurus pada medan dan oleh sebab itu memotong medan pada laju
maksimum, dan konsekuensi ggl yang dibangkitkan pada titik ini berharga
maksimum.
1.2.4.Generator Ekstansi Terpisah
Generator yang eksitasi medannya dicatu dari sumber dc yang berdiri
seperti baterai penyimpanan atau generator dc terpisah. Tahanan geser medan
dihubungkan seeri pada medan agar dapat mengubah ekstasi medan. Jika beben
bertambah maka tegangan terminal berkurang, ada dua alasan akibat penurunan
tegangan terminal yaitu:
1.

Banyaknya fluksi medan efektif.


11

2.

Adanya penurunan tegangan akibat tahanan rangkaian jangkar.


Generator ini mempunyai keuntungan dan kerugian, keuntungannya

adalah bahwa ia akan bekerja dalam kondisi stabil dengan setiap penguatan
medan. Jadi tegangan keluaran dalam daerah yang luas dapat diperoleh..
kerugiannya adalah generator ini terletak pada kesulitan dan mahalnya
menyediakan sumber penguat terpisah.
1.2.4.1. Karakteristik Generator Penguat Terpisah

Gambar 9. Karakteristik Generator Penguat Terpisah


karakteristik generator penguat terpisah saat eksitasi penuh (Ie 100%) dan
saat eksitasi setengah penuh (Ie 50%). Ie adalah arus eksitasi, I adalah arus
beban.Tegangan output generator akan sedikit turun jika arus beban semakin
besar.

Kerugian tegangan akibat reaksi jangkar.

Perurunan tegangan akibat resistansi jangkar dan reaksi jangkar,


selanjutnya mengakibatkan turunnya pasokan arus penguat ke medan magnet,
sehingga tegangan induksi menjadi kecil.
1.2.5.Generator Shunt
Generator ini bergantung pada magnetisme sisa dari kutub-kutub
medannya. Biasanya pada magnetis sisa dalam kutub-kutub medan jika kutup
pada waktu sebelumnya telah dimgnetkan. Jika generator shunt diberi kepesatan ,
konduktor jangkar aka memotong fluksi yang sedikit dan akan mengakibatkan ggl

12

kecil. Karena medan shunt dihubungkan langsung pada sikat-sikat, arus akan
mengalir dalam lilitan ini.
1.2.5.1. Karakteristik Generator Shunt
Generator shunt mempunyai karakteristik seperti ditunjukkan pada
Gambar dibawah ini. Tegangan output akan turun lebih banyak untuk kenaikan
arus beban yang sama, dibandingkan dengan tegangan output pada generator
penguat terpisah. Sebagai sumber tegangan, karakteristik dari generator penguat
terpisah dan generator shunt tentu kurang baik, karena seharusnya sebuah
generator mempunyai tegangan output yang konstan, namun hal ini dapat
diperbaiki pada generator kompon.

Karakteristik Generator Shunt.


1.2.6.Generator Seri
Generator seri merupakan generator eksitasi sendiri dengan jangkar, lilitan
medan dan beban semuanya dihubungkan seri, jadi arus medan dan fluksi medan
berbanding lurus dengan arus beban.jika genarator melaju tanpa beban maka ada
ggl kecil yang dibangkitkan karea adanyamagnetisme sisia. Jika beban luar
dipasang dan arus mulai mengalir dalam lilitan medan, tegangan terminal
generator bertambah. Tegangan terminl terus bertambah sampai rangkaian magnet
menjadi jenuh.
1.2.7.Generator Kompon
13

Generator yang dilengkapi lilitan medan seri maupun medan shunt disebut
generator kompon. Jika medan seri dihubungkan sedemikian sehingga ampare
lilitannya bekerja dengan arah yang sama dengan medan shunt, generator
merupakan generator kompon komutatif. Jika tegangan terminal beban pnuh sama
dengan tegangan tanpa beban maka generator dikatan menjadi kompon datar. Jika
amparelilitan seri pada keadaan berbeban penuh adalah lebih dari cukup untuk
mengkompensasi reaksi jangkar tanpa beban dan generator ini dikatakn menjadi
kompon plebih.
Generator kompon digunakan lebih luas daripada generator jenis lainnya
karena ia dapat dirancang agar mempunyaivariasi karakteristik yang luas.
Generator kompon lebih digunakan bila generator tempat dalam jarak yang cukup
jauh dari beban. Kenaikan tegangan terminal generator mengkompensasi tegangan
jhatuh pada rangkaian pencatu beban.
1.2.7.1. Karakteristik Generator Kompon

Karakteristik Generator Kompon


Pada gambar diatas menunjukkan karakteristik generator kompon.
Tegangan output generator terlihat konstan dengan pertambahan arus beban, baik
pada arus eksitasi penuh maupun eksitasi 50%. Hal ini disebabkan oleh adanya
penguatan lilitan seri, yang cenderung naik tegangannya jika arus beban
bertambah besar. Jadi ini merupakan kompensasi dari generator shunt, yang
cenderung tegangannya akan turun jika arus bebannya naik.

14

2. Motor
Motor adalah yang mengubah energi listrik menjadi energi mekaniskonstruksi motor sangatlah mirip dengan generator. Motor listrik merupakan
sebuah perangkat elektromagnetis yang mengubah energi listrik menjadi energi
mekanik. Energi mekanik ini digunakan untuk, misalnya, memutar impeller
pompa, fan atau blower, menggerakan kompresor, mengangkat bahan, dll. Motor
listrik digunakan juga di rumah (mixer, bor listrik, fan angin) dan di industri.
Motor listrik kadangkala disebut kuda kerja nya industri sebab diperkirakan
bahwa motor-motor menggunakan sekitar 70% beban listrik total di industri.
2.1. Bagaimana sebuah motor bekerja
Mekanisme kerja untuk seluruh jenis motor secara umum sama

Arus listrik dalam medan magnet akan memberikan gaya

Jika kawat yang membawa arus dibengkokkan menjadi sebuah

lingkaran/loop, maka kedua sisi loop, yaitu pada sudut kanan medan magnet,
akan mendapatkan gaya pada arah yang berlawanan.

Pasangan gaya menghasilkan tenaga putar/ torque untuk memutar

kumparan.

Motor-motor memiliki beberapa loop pada dinamonya untuk memberikan

tenaga putaran yang lebih seragam dan medan magnetnya dihasilkan oleh
susunan elektromagnetik yang disebut kumparan medan.
Dalam memahami sebuah motor, penting untuk mengerti apa yang
dimaksud dengan beban motor. Beban mengacu kepada keluaran tenaga putar/
torque sesuai dengan kecepatan yang diperlukan. Beban umumnya dapat
dikategorikan kedalam tiga kelompok (BEE India, 2004):

Beban torque konstan adalah beban dimana permintaan keluaran energinya

bervariasi dengan kecepatan operasinya namun torque nya tidak bervariasi.


Contoh beban dengan torque konstan adalah conveyors, rotary kilns, dan
pompa displacement konstan.

Beban dengan variabel torque adalah beban dengan torque yang bervariasi

dengan kecepatan operasi. Contoh beban dengan variabel torque


15

adalah pompa sentrifugal dan fan (torque bervariasi sebagai kwadrat


kecepatan).
Beban dengan energi konstan adalah beban dengan permintaan torque yang

berubah dan berbanding terbalik dengan kecepatan. Contoh untuk beban


dengan daya konstan adalah peralatan-peralatan mesin.

2.2.Motor DC
Motor DC memerlukan suplai tegangan yang searah pada kumparan
medan untuk diubah menjadi energi mekanik. Kumparan medan pada motor dc
disebut stator (bagian yang tidak berputar) dan kumparan jangkar disebut rotor
(bagian yang berputar). Jika terjadi putaran pada kumparan jangkar dalam pada
medan magnet, maka akan timbul tegangan (GGL) yang berubah-ubah arah pada
setiap setengah putaran, sehingga merupakan tegangan bolak-balik. Prinsip kerja
dari arus searah adalah membalik phasa tegangan dari gelombang yang
mempunyai nilai positif dengan menggunakan komutator, dengan demikian arus
yang berbalik arah dengan kumparan jangkar yang berputar dalam medan magnet.
Bentuk motor paling sederhana memiliki kumparan satu lilitan yang bisa berputar
bebas di antara kutub-kutub magnet permanen.

16

Catu tegangan dc dari baterai menuju ke lilitan melalui sikat yang


menyentuh komutator, dua segmen yang terhubung dengan dua ujung lilitan.
Kumparan satu lilitan pada gambar di atas disebut angker dinamo. Angker dinamo
adalah sebutan untuk komponen yang berputar di antara medan magnet.
memperlihatkan sebuah motor DC yang memiliki tiga komponen utama:

Kutub medan. Secara sederhada digambarkan bahwa interaksi dua kutub


magnet akan menyebabkan perputaran pada motor DC. Motor DC memiliki
kutub medan yang stasioner dan dinamo yang menggerakan bearing pada
ruang diantara kutub medan. Motor DC sederhana memiliki dua kutub
medan: kutub utara dan kutub selatan. Garis magnetik energi membesar
melintasi bukaan diantara kutub-kutub dari utara ke selatan. Untuk motor
yang lebih besar atau lebih komplek terdapat satu atau lebih elektromagnet.
Elektromagnet menerima listrik dari sumber daya dari luar sebagai penyedia
struktur medan.

Dinamo. Bila arus masuk menuju dinamo, maka arus ini akan menjadi
elektromagnet. Dinamo yang berbentuk silinder, dihubungkan ke as
penggerak untuk menggerakan beban. Untuk kasus motor DC yang kecil,
dinamo berputar dalam medan magnet yang dibentuk oleh kutub-kutub,
sampai kutub utara dan selatan magnet berganti lokasi. Jika hal ini terjadi,
arusnya berbalik untuk merubah kutub-kutub utara dan selatan dinamo.

Commutator. Komponen ini terutama ditemukan dalam motor DC.


Kegunaannya adalah untuk membalikan arah arus listrik dalam dinamo.
17

Commutator juga membantu dalam transmisi arus antara dinamo dan sumber
daya.
Keuntungan utama motor DC adalah sebagai pengendali kecepatan, yang
tidak mempengaruhi kualitas pasokan daya. Motor ini dapat dikendalikan dengan
mengatur:
Tegangan dinamo meningkatkan tegangan dinamo akan meningkatkan
kecepatan

Arus medan menurunkan arus medan akan meningkatkan kecepatan.

2.2.1.Prinsip Dasar Cara Kerja


Jika arus lewat pada suatu konduktor, timbul medan magnet di sekitar
konduktor. Arah medan magnet ditentukan oleh arah aliran arus pada konduktor.
Aturan Genggaman Tangan Kanan bisa dipakai untuk menentukan arah garis fluks
di sekitar konduktor. Genggam konduktor dengan tangan kanan dengan jempol
mengarah pada arah aliran arus, maka jari-jari anda akan menunjukkan arah garis
fluks.
Jika konduktor berbentuk U (angker dinamo) diletakkan di antara kutub
uatara dan selatan yang kuat medan magnet konduktor akan berinteraksi dengan
medan magnet kutub.

Gambar Reaksi garis fluks.

18

Lingkaran bertanda A dan B merupakan ujung konduktor yang


dilengkungkan (looped conductor). Arus mengalir masuk melalui ujung A dan
keluar melalui ujung B.
Medan konduktor A yang searah jarum jam akan menambah medan pada
kutub dan menimbulkan medan yang kuat di bawah konduktor. Konduktor akan
berusaha bergerak ke atas untuk keluar dari medan kuat ini. Medan konduktor B
yang berlawanan arah jarum jam akan menambah medan pada kutub dan
menimbulkan medan yang kuat di atas konduktor. Konduktor akan berusaha untuk
bergerak turun agar keluar dari medan yang kuat tersebut. Gaya-gaya tersebut
akan membuat angker dinamo berputar searah jarum jam. Mekanisme kerja untuk
seluruh jenis motor secara umum :
Arus listrik dalam medan magnet akan memberikan gaya.
Jika kawat yang membawa arus dibengkokkan menjadi sebuah lingkaran /
loop, maka kedua sisi loop, yaitu pada sudut kanan medan magnet, akan
mendapatkan gaya pada arah yang berlawanan.
Pasangan gaya menghasilkan tenaga putar / torque untuk memutar
kumparan.
Motor-motor memiliki beberapa loop pada dinamonya untuk memberikan
tenaga putaran yang lebih seragam dan medan magnetnya dihasilkan oleh
susunan elektromagnetik yang disebut kumparan medan.
Pada motor dc, daerah kumparan medan yang dialiri arus listrik akan
menghasilkan medan magnet yang melingkupi kumparan jangkar dengan arah
tertentu. Konversi dari energi listrik menjadi energi mekanik (motor) maupun
sebaliknya berlangsung melalui medan magnet, dengan demikian medan magnet
disini selain berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan energi, sekaligus sebagai
tempat

berlangsungnya

proses

energi,

daerah tersebut

dapat

perubahan
dilihat pada

gambar di bawah ini :

19

Gambar Prinsip kerja motor dc


Agar proses perubahan energi mekanik dapat berlangsung secara
sempurna, maka tegangan sumber harus lebih besar daripada tegangan gerak yang
disebabkan reaksi lawan. Dengan memberi arus pada kumparan jangkar yang
dilindungi oleh medan maka menimbulkan perputaran pada motor.
Dalam memahami sebuah motor, penting untuk mengerti apa yang
dimaksud dengan beban motor. Beban dalam hal ini mengacu kepada keluaran
tenaga putar / torque sesuai dengan kecepatan yang diperlukan. Beban umumnya
dapat dikategorikan ke dalam tiga kelompok :
Beban torque konstan adalah beban dimana permintaan keluaran
energinya bervariasi dengan kecepatan operasinya namun torquenya tidak
bervariasi. Contoh beban dengan torque konstan adalah corveyors, rotary
kilns, dan pompa displacement konstan.
Beban dengan variabel torque adalah beban dengan torque yang
bervariasi dengan kecepatn operasi. Contoh beban dengan variabel torque
adalah pompa sentrifugal dan fan (torque bervariasi sebagai kuadrat
kecepatan).
Peralatan Energi Listrik : Motor Listrik.
Beban dengan energi konstan adalah beban dengan permintaan torque
yang berubah dan berbanding terbalik dengan kecepatan. Contoh untuk beban
dengan daya konstan adalah peralatan-peralatan mesin.

20

2.2.2.Prinsip Arah Putaran Motor


Untuk menentukan arah putaran motor digunakan kaedah Flamming
tangan kiri. Kutub-kutub magnet akan menghasilkan medan magnet dengan arah
dari kutub utara ke kutub selatan. Jika medan magnet memotong sebuah kawat
penghantar yang dialiri arus searah dengan empat jari, maka akan timbul gerak
searah ibu jari. Gaya ini disebut gaya Lorentz, yang besarnya sama dengan F.
Prinsip motor : aliran arus di dalam penghantar yang berada di dalam
pengaruh medan magnet akan menghasilkan gerakan. Besarnya gaya pada
penghantar akan bertambah besar jika arus yang melalui penghantar bertambah
besar.
2.2.3.Gaya Gerak Listrik/ Electromotive Force (EMF)
EMF induksi biasanya disebut EMF Counter. atau EMF kembali. EMF
kembali artinya adalah EMF tersebut ditimbulkan oleh angker dinamo yang yang
melawan tegangan yang diberikan padanya. Teori dasarnya adalah jika sebuah
konduktor listrik memotong garis medan magnet maka timbul ggl pada konduktor.

21

Gambar . E.M.F. Kembali.


EMF induksi terjadi pada motor listrik, generator serta rangkaian listrik
dengan arah berlawanan terhadap gaya yang menimbulkannya. HF. Emil Lenz
mencatat pada tahun 1834 bahwa arus induksi selalu berlawanan arah dengan
gerakan atau perubahan yang menyebabkannya. Hal ini disebut sebagai Hukum
Lenz. Timbulnya EMF tergantung pada:

kekuatan garis fluks magnet

jumlah lilitan konduktor

sudut perpotongan fluks magnet dengan konduktor

kecepatan konduktor memotong garis fluks magnet

Tidak ada arus induksi yang terjadi jika angker dinamo diam.

2.2.4.Shunt motor under load


Mempertimbangkan sebuah motor dc berjalan tanpa beban. Jika beban
mekanis tiba-tiba diterapkan pada poros, arus yang kecil tanpa beban tidak
menghasilkan torsi untuk membawa beban dan motor mulai perlahan turun. Ini
menyebabkan cemf berkurang, menghasilkan arus yang lebih tinggi dan torsi
lebih tinggi. Saat torsi dikembangkan oleh motor adalah sama dengan torsi yang
dikenakan beban mekanik, kemudian, kecepatan akan tetap konstan. Untuk
menyimpulkan, dengan meningkatnya beban mekanis, arus armature akan naik
dan kecepatan akan turun.
Kecepatan motor shunt akan tetap relatif konstan dari tidak ada beban ke
beban penuh. Pada motor yang kecil, itu hanya turun sebesar 10-15 persen saat
beban penuh ditambahkan. Pada mesin yang besar, dropnya bahkan berkurang,
sebagian ke hambatan armature yang paling rendah. Dengan menyesuaikan field
rheostat, kecepatan harus dijaga agar benar-benar konstan sesuai dengan
perubahan beban.
2.2.5.Series motor

22

Motor seri identik dalam kosntruksi untuk motor shunt kecuali untuk field.
Field dihubungkan secara seri dengan armature, oleh karena itu, membawa arus
armature seluruhnya. Field seri ini terdiri dari beberapa putaran kawat yang
mempunyai penampang cukup besar untuk membawa arus.
Meskipun kosntruksi serupa, properti dari motor seri benar-benar berbeda
dari motor shunt/ Dalam notor shunt, flux per pole adalah konstan pada semua
muatan karena field shunt dihubungkan ke rangkaian. Tetapi motor seri, flux per
pole tergantung dari arus armature dan beban. Saat arusnya besar, fluxnya besar
dan sebaliknya. Meskipun berbeda, prinsip dasarnya dan perhitungannya tetap
sama.
Pada motor yang mempunyai hubungan seri jumlah arus yang melewati
angker dinamo sama besar dengan yang melewati kumparan. Lihat gambar 9. Jika
beban naik motor berputar makin pelan. Jika kecepatan motor berkurang maka
medan magnet yang terpotong juga makin kecil, sehingga terjadi penurunan EMF.
kembali dan peningkatan arus catu daya pada kumparan dan angker dinamo
selama ada beban. Arus lebih ini mengakibatkan peningkatan torsi yang sangat
besar.
Catatan : Contoh keadaan adalah pada motor starter yang mengalami
poling ( angker dinamo menyentuh kutub karena kurang lurus atau ring yang aus).
Arus yang tinggi akan mengalir melalui kumparan dan anker dinamo karena
kecepatan angker dinamo menurun dan menyebabkan turunnya EMF kembali.

23

Gambar . Motor dengan kumparan seri.


EMF kembali mencapai maksimum jika kecepatan angker dinamo
maksimum. Arus yang disedot dari catu daya menurun saat motor makin cepat,
karena EMF kembali yang terjadi melawan arus catu daya.
EMF kembali tidak bisa sama besar dengan arus EMF. yang diberikan
pada motor d.c., sehingga akan mengalir searah dengan EMF yang diberikan.
Karena ada dua EMF. yang saling berlawanan EMF kembali menghapuskan EMF.
yang diberikan, maka arus yang mengalir pada angker dinamo menjadi jauh lebih
kecil jika ada EMF kembali. Karena EMF kembali melawan tegangan yang
diberikan maka resistansi angker dinamo akan tetap kecil sementara arus angker
dinamo dibatasi pada nilai yang aman.
2.2.6.Karakteristik motor kompon
Motor Kompon DC merupakan gabungan motor seri dan shunt. Pada
motor kompon, gulungan medan (medan shunt) dihubungkan secara paralel dan
seri dengan gulungan dynamo (A) seperti yang ditunjukkan dalam gambar 6.
Sehingga, motor kompon memiliki torque penyalaan awal yang bagus dan
kecepatan yang stabil. Makin tinggi persentase penggabungan (yakni persentase
gulungan medan yang dihubungkan secara seri), makin tinggi pula torque
penyalaan awal yang dapat ditangani oleh motor ini.

24

O Buku

Gambar Karakteristik Motor Kompon DC


Pengereman pada motor
Pengereman secara elektrik dapat dilaksanakan dengan dua cara yaitu secara:
Dinamis
Plugging
2.2.7.Pengereman secara Dinamis
Pengereman yang dilakukan dengan melepaskan jangkar yang berputar
dari sumber tegangan dan memasangkan tahanan pada terminal jangkar. Oleh
karena itu kita dapat berbicara tentang waktu mekanis T konstan dalam banyak
cara yang sama kita berbicara tentang konstanta waktu listrik sebuah kapasitor
yang dibuang ke dalam sebuah resistor. Pada dasarnya, T adalah waktu yang
diperlukan untuk kecepatan motor jatuh ke 36,8 persen dari nilai awalnya.
Namun, jauh lebih mudah untuk menggambar kurva kecepatan-waktu dengan
mendefinisikan konstanta waktu baru T o yang merupakan waktu untuk kecepatan
dapat berkurang menjadi 50 persen dari nilai aslinya. Ada hubungan matematis
langsung antara konvensional konstanta waktu T dan setengah konstanta waktu T
ini diberikan oleh
T o = 0,693 T
Kita dapat membuktikan bahwa waktu mekanis ini konstan diberikan oleh
25

di mana
To

= waktu untuk kecepatan motor jatuh ke satu-setengah dari nilai

sebelumnya [s]
J

= momen inersia dari bagian yang berputar, yang disebut poros motor

[kg m]
n1

= awal laju pengereman motor saat mulai [r / min]

P1

= awal daya yang dikirim oleh motor ke pengereman resistor [W]

131,5 = konstan [exact value = (30 / p) 2 log e 2]


0,693 = konstan [exact value = log e 2]
Persamaan ini didasarkan pada asumsi bahwa efek pengereman
sepenuhnya karena energi pengereman didisipasi di resistor. Secara umum, motor
dikenakan tambahan akibat torsi pengereman windage dan gesekan, sehingga
waktu pengereman akan lebih kecil dari yang diberikan oleh Persamaan. 5.9.
2.2.8.Pengereman secara Plugging
Kita bisa menghentikan motor bahkan lebih cepat dengan menggunakan
metode yang disebut plugging. Ini terdiri dari tiba-tiba membalikkan arus angker
dengan membalik terminal sumber

Gambar 5.18 Kecepatan kurva terhadap waktu untuk berbagai


metode pengereman.
26

Di bawah kondisi motor normal, angker arus / 1 diberikan oleh


I 1 = (E s - E o) IR
di mana R

adalah resistansi armature. Jika kita tiba-tiba membalik terminal

sumber tegangan netto yang bekerja pada sirkuit angker menjadi (E o + E s). Yang
disebut counter-ggl E o dari angker tidak lagi bertentangan dengan apa-apa tetapi
sebenarnya menambah tegangan suplai E

s.

Bersih ini tegangan akan

menghasilkan arus balik yang sangat besar, mungkin 50 kali lebih besar daripada
beban penuh arus armature. Arus ini akan memulai suatu busur sekitar komutator,
menghancurkan segmen, kuas, dan mendukung, bahkan sebelum baris pemutus
sirkuit bisa terbuka.

Gambar A Amature terhubung ke sumber dc E s.

Gambar B Menghubungkan.
Untuk mencegah suatu hal yang tidak diinginkan, kita harus membatasi
arus balik dengan memperkenalkan sebuah resistor R dalam seri dengan rangkaian
27

2 sampai

pembalikan (Gambar 5.19b).


Seperti dalam pengereman dinamis, resistor
dirancang untuk membatasi pengereman awal arus I
sekitar dua kali arus
beban penuh.
Dengan memasukkan rangkaian, torsi reverse dikembangkan bahkan
ketika angker telah datang berhenti. Akibatnya, pada kecepatan nol, E o = 0, tapi
aku 2 = E s / R, yaitu sekitar satu setengah nilai awalnya. Begitu motor berhenti,
kita harus segera membuka sirkuit angker, selain itu akan mulai berjalan secara
terbalik. Sirkuit gangguan biasanya dikontrol oleh sebuah null-kecepatan otomatis
perangkat terpasang pada poros motor.
Lekuk Gambar. 5,18 memungkinkan kita untuk membandingkan
pengereman plugging dan dinamis untuk pengereman awal yang sama saat ini.
Perhatikan bahwa memasukkan motor benar-benar berhenti setelah selang waktu
2 T o. Di sisi lain, jika pengereman dinamis digunakan, kecepatan masih 25 persen
dari nilai aslinya pada saat ini. Meskipun demikian, kesederhanaan komparatif
pengereman dinamis menjadikan lebih populer di sebagian besar aplikasi.
2.2.9.Reaksi Jangkar
Terjadinya gaya torsi pada jangkar disebabkan oleh hasil interaksi dua
garis medan magnet. Kutub magnet menghasilkan garis medan magnet dari utaraselatan melewati jangkar. Interaksi kedua magnet berasal dari stator dengan
magnet yang dihasilkan jangkar mengakibarkan jangkar mendapatkan gaya torsi
putar berlawanan arah jarus jam. Karena medan utama dan medan jangkar terjadi
bersama sama hal ini akan menyebabkan perubahan arah medan utama dan akan
mempengaruhi berpindahnya garis netral yang mengakibatkan kecenderungan
timbul bunga api pada saat komutasi.
Untuk itu biasanya pada motor DC dilengkapi dengan kutub bantu yang
terlihat seperti gambar dibawah ini

28

Gambar kutub bantu (interpole) pada motor DC


Kutub bantu ini terletak tepat pada pertengahan antara kutub utara dan
kutub selatan dan berada pada garis tengah teoritis. Lilitan penguat kutub ini
dihubungkan seri dengan lilitan jangkar, hal ini disebabkan medan lintang
tergantung pada arus jangkarnya. Untuk mengatasi reaksi jangkar pada mesin
mesin yang besar dilengkapi dengan lilitan kompensasi. Lilitan kompensasi itu
dipasang pada alur alur yang dibuat pada sepatu kutub dari kutub utama. Lilitan
ini sepertijuga halnya dengan lilitan kutub bantu dihubungkan seri dengan lilitan
jangkar. Arah arusnya berlawanan dengan arah arus kawat jangkar yang berada
dibawahnya.
2.3. Motor AC
Motor arus bolak-balik menggunakan arus listrik yang membalikkan
arahnya secara teratur pada rentang waktu tertentu. Motor listrik memiliki dua
buah bagian dasar listrik: "stator" dan "rotor" seperti ditunjukkan daalam Gambar
7. Stator merupakan komponen listrik statis. Rotor merupakan komponen listrik
berputar untuk memutar as motor. Keuntungan utama motor DC terhadap motor
AC adalah bahwa kecepatan motor AC lebih sulit dikendalikan. Untuk mengatasi
kerugian ini, motor AC dapat dilengkapi dengan penggerak frekwensi variabel
untuk meningkatkan kendali kecepatan sekaligus menurunkan dayanya. Motor
induksi merupakan motor yang paling populer di industri karena kehandalannya
dan lebih mudah perawatannya. Motor induksi AC cukup murah (harganya
setengah atau kurang dari harga sebuah motor DC) dan juga memberikan rasio
daya terhadap berat yang cukup tinggi (sekitar dua kali motor DC).

29

2.3.1.Motor sinkron
Motor sinkron adalah motor AC, bekerja pada kecepatan tetap pada sistim
frekwensi tertentu. Motor ini memerlukan arus searah (DC) untuk pembangkitan
daya dan memiliki torque awal yang rendah, dan oleh karena itu motor sinkron
cocok untuk penggunaan awal dengan beban rendah, seperti kompresor udara,
perubahan frekwensi dan generator motor. Motor sinkron mampu untuk
memperbaiki faktor daya sistim, sehingga sering digunakan pada sistim yang
menggunakan banyak listrik.

Komponen utama motor sinkron adalah

Rotor. Perbedaan utama antara motor sinkron dengan motor induksi adalah
bahwa rotor mesin sinkron berjalan pada kecepatan yang sama dengan
perputaran medan magnet. Hal ini memungkinkan sebab medan magnit rotor
tidak lagi terinduksi. Rotor memiliki magnet permanen atau arus DC-excited,
yang dipaksa untuk mengunci pada posisi tertentu bila dihadapkan dengan
medan magnet lainnya.

Stator. Stator menghasilkan medan magnet berputar yang sebanding dengan


frekwensi yang dipasok.

Motor ini berputar pada kecepatan sinkron, yang diberikan oleh persamaan
berikut
Ns = 120 f / P
Dimana:
f = frekwensi dari pasokan
frekwensi P= jumlah kutub
2.3.2.Motor induksi
30

Motor induksi merupakan motor yang paling umum digunakan pada


berbagai peralatan industri. Popularitasnya karena rancangannya yang sederhana,
murah dan mudah didapat, dan dapat langsung disambungkan ke sumber daya AC
Generator 1 fase
Komponen
Motor induksi memiliki dua komponen listrik utama
Rotor. Motor induksi menggunakan dua jenis rotor:

Rotor kandang tupai terdiri dari batang penghantar tebal yang dilekatkan

dalam petak-petak slots paralel. Batang-batang tersebut diberi hubungan


pendek pada kedua ujungnya dengan alat cincin hubungan pendek.
Lingkaran rotor yang memiliki gulungan tiga fase, lapisan ganda dan

terdistribusi. Dibuat melingkar sebanyak kutub stator. Tiga fase digulungi


kawat pada bagian Prinsip kerja Motor AC Satu Fasadalamnya dan ujung
yang lainnya dihubungkan ke cincin kecil yang dipasang pada batang as
dengan sikat yang menempel padanya.

Stator. Stator dibuat dari sejumlah stampings dengan slots untuk membawa

gulungan tiga fase. Gulungan ini dilingkarkan untuk sejumlah kutub yang
tertentu. Gulungan diberi spasi geometri sebesar 120 derajat
2.3.2.1. Klasifikasi motor induksi
Motor induksi dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok utama (Parekh,
2003):

Motor induksi satu fase. Motor ini hanya memiliki satu gulungan stator,

beroperasi dengan pasokan daya satu fase, memiliki sebuah rotor kandang
tupai, dan memerlukan sebuah alat untuk menghidupkan motornya. Sejauh ini
motor ini merupakan jenis motor yang paling umum digunakan dalam
peralatan rumah tangga, seperti fan angin, mesin cuci dan pengering pakaian,
dan untuk penggunaan hingga 3 sampai 4 Hp.
Motor induksi tiga fase. Medan magnet yang berputar dihasilkan oleh
pasokan tiga fase yang seimbang. Motor tersebut memiliki kemampuan daya
yang tinggi, dapat memiliki kandang tupai atau gulungan rotor (walaupun
31

90% memiliki rotor kandang tupai); dan penyalaan sendiri. Diperkirakan


bahwa sekitar 70% motor di industri menggunakan jenis ini, sebagai contoh,
pompa, kompresor, belt conveyor, jaringan listrik , dan grinder. Tersedia
dalam ukuran 1/3 hingga ratusan Hp.
2.3.2.2. Kecepatan motor induksi
Motor induksi bekerja sebagai berikut. Listrik dipasok ke stator yang akan
menghasilkan medan magnet. Medan magnet ini bergerak dengan kecepatan
sinkron disekitar rotor. Arus rotor menghasilkan medan magnet kedua, yang
berusaha untuk melawan medan magnet stator, yang menyebabkan rotor berputar.
Walaupun begitu, didalam prakteknya motor tidak pernah bekerja pada
kecepatan sinkron namun pada kecepatan dasar yang lebih rendah. Terjadinya
perbedaan antara dua kecepatan tersebut disebabkan adanya slip/geseran yang
meningkat dengan meningkatnya beban. Slip hanya terjadi pada motor induksi.
Untuk menghindari slip dapat dipasang sebuah cincin. geser/ slip ring, dan motor
tersebut dinamakan motor cincin geser/ slip ring motor. Persamaan berikut
dapat digunakan untuk menghitung persentase slip/geseran.

Dimana:
Ns = kecepatan sinkron dalam RPM
Nb = kecepatan dasar dalam RPM
2.3.2.3. Hubungan antara beban, kecepatan dan torque
Pada gambar dibawah ini menunjukan grafik torque-kecepatan motor induksi AC
tiga fase dengan arus yang sudah ditetapkan. Bila motor

Mulai menyala ternyata terdapat arus nyala awal yang tinggi dan torque

yang rendah (pull-up torque).

Mencapai 80% kecepatan penuh, torque berada pada tingkat tertinggi

(pull-out torque) dan arus mulai turun.

Pada kecepatan penuh, atau kecepatan sinkron, arus

torque dan stator turun ke nol.


32

Motor AC satu fasa berbeda cara kerjanya dengan motor AC tiga fasa,
dimana pada motor AC tiga fasa untuk belitan statornya terdapat tiga belitan yang
menghasilkan medan putar dan padarotor sangkar terjadi induksi dan interaksi
torsi yang menghasilkan putaran. Sedangkan pada motor satu fasa memiliki dua
belitan stator, yaitu belitan fasa utama (belitan U1-U2) dan belitanfasa bantu
(belitan Z1-Z2), lihat gambar disamping

Motor satu fasa


Belitan bantu Z1-Z2 pertama dialiri arus (I) bantu menghasilkan fluks
magnet tegak lurus, beberapa saat kemudian belitan utama U1-U2 dialiri arus
utama Iutama. yang bernilai positip.Hasilnya adalah medan magnet yang bergeser
sebesar 45 dengan arah berlawanan jarum jam.Kejadian ini berlangsung terus
sampai satu siklus sinusoida, sehingga menghasilkan medanmagnet yang berputar
pada belitan statornya.
Rotor motor satu fasa sama dengan rotor motor tiga fasa yaitu berbentuk
batang-batang kawatyang ujung-ujungnya dihubung singkatkan dan menyerupai
bentuk sangkar tupai, maka seringdisebut rotor sangkar.

33

Belitan rotor yang dipotong oleh medan putar stator, menghasilkan


tegangan induksi, interaksiantara medan putar stator dan medan magnet rotor akan
menghasilkan torsi putar pada rotor.
Motor Kapasitor
Motor kapasitor satu phasa banyak digunakan dalam peralatan rumah
tangga seperti motor pompa air, motor mesin cuci, motor lemari es, motor air
conditioning. Konstruksinya sederhanadengan daya kecil dan bekerja dengan
tegangan suplai PLN 220 V, oleh karena itu menjadikanmotor kapasitor ini
banyak dipakai pada peralatan rumah tangga.

Gambar .Motor kapasitor


Belitan stator terdiri atas belitan utama dengan notasi terminal U1-U2, dan
belitan bantu dengannotasi terminal Z1-Z2 Jala-jala L1 terhubung dengan
terminal U1, dan kawat netral N terhubungdengan terminal U2. Kondensator kerja
berfungsi agar perbedaan sudut phasa belitan utamadengan belitan bantu
mendekati 90.Pengaturan arah putaran motor kapasitor dapat dilakukan dengan
(lihat gambar6):
- Untuk menghasilkan putaran ke kiri (berlawanan jarum jam) kondensator kerja
CB disambungkan ke terminal U1 dan Z2 dan terminal Z1 dikopel dengan
terminal
- Putaran ke kanan (searah jarum jam) kondensator kerja disambung kan ke
terminal Z1 dan U1dan terminal Z2 dikopel dengan terminal U1.
Motor kapasitor dengan daya diatas 1 KW di lengkapi dengan dua buah
kondensator dan satubuah saklar sentrifugal.Belitan utama U1-U2 dihubungkan
34

dengan jala-jala L1 dan Netral N.Belitan bantu Z1-Z2 disambungkan seri dengan
kondensator kerja CB, dan sebuah kondensator starting CA diseri dengan kontak
normally close (NC) dari saklar sentrifugal, lihat gambar dibawah ini.

Pengawatan motor kapasitor dengan pembalik putaran.


Awalnya belitan utama dan belitan bantu mendapatkan tegangan dari jalajala L1 dan Netral.Kemudian dua buah kondensator CB dan CA, keduanya
membentuk loop tertutup sehingga rotor mulai berputar, dan ketika putaran
mendekati 70% putaran nominalnya, saklar sentrifugal akanmembuka dan kontak
normally close memutuskan kondensator bantu CA.

Pengawatan dengan Dua Kapasitor


Fungsi dari dua kondensator yang disambungkan parallel, CA+CB, adalah
untuk meningkatkannilai torsi awal untuk mengangkat beban. Setelah putaran
35

motor mencapai 70% putaran, saklar sentrifugal terputus sehingga hanya


kondensator kerja CB saja yang tetap bekerja. Jika keduakondensator rusak maka
torsi motor akan menurun drastis, lihat gambar 8.

Karakteristik Torsi Motor kapasitor


Motor Shaded Pole
Motor shaded pole atau motor phasa terbelah termasuk motor satu phasa
daya kecil, dan banyak digunakan untuk peralatan rumah tangga sebagai motor
penggerak kipas angin, blender.Konstruksinya sangat sederhana, pada kedua
ujung stator ada dua kawat yang terpasang dandihubung singkatkan fungsinya
sebagai pembelah phasa.
Belitan stator dibelitkan sekeliling inti membentuk seperti belitan transfor mator.
Rotornya berbentuk sangkar tupai dan porosnya ditempatkan pada rumah stator
ditopang dua buah bearing
Irisan penampang motor shaded pole memperlihatkan dua bagian, yaitu
bagian stator denganbelitan stator dan dua kawat shaded pole.
Bagian rotor sangkar ditempatkan di tengah-tengahstator, lihat gambar 10.

Penampang motor shaded pole.

36

Torsi putar dihasilkan oleh adanya pembelahan phasa oleh kawat shaded
pole. Konstruksi yangsederhana, daya yang kecil, handal, mudah dioperasikan,
bebas perawatan dan cukup di suplaidengan Tegangan AC 220 V, jenis motor
shaded pole banyak digunakan untuk peralatan rumahtangga kecil.
Motor Universal
Motor Universal termasuk motor satu phasa dengan menggunakan belitan
stator dan belitanrotor.Motor universal dipakai pada mesin jahit, motor bor
tangan. Perawatan rutin dilakukandengan mengganti sikat arang yang memendek
atau pegas sikat arang yang lembek.Kontruksinya yang sederhana, handal, mudah
dioperasikan, daya yang kecil, torsinya yangcukup besar motor universal dipakai
untuk peralatan rumah tangga.
Bentuk stator dari motor universal terdiri dari dua kutub stator.
Belitan rotor memiliki dua belasalur belitan dan dilengkapi komutator dan sikat
arang yang menghubungkan secara seri antarabelitan stator dengan belitan
rotornya.
Motor universal memiliki kecepatan tinggi sekitar 3000rpm.

stator dan rotor motor universal


3. Tranformator
Transformator atau biasa dikenal dengan trafo berasal dari kata
transformatie yang berarti perubahan. Transformator memberikan cara yang
37

berbeda untuk mengubah tegangan bolak balik dari satu harga ke harga lain.
Transformator merupakan suatu alat listrik yang mengubah tegangan arus bolakbalik dari satu tingkat ke tingkat yang lain melalui suatu gandengan magnet dan
berdasarkan prinsip-prinsip induksi-elektromagnet. Transformator terdiri atas
sebuah inti, yang terbuat dari besi berlapis dan dua buah kumparan, yaitu
kumparan primer dan kumparan sekunder.
Penggunaan transformator yang sederhana dan handal memungkinkan
dipilihnya tegangan yang sesuai dan ekonomis untuk tiap-tiap keperluan serta
merupakan salah satu sebab penting bahwa arus bolak-balik sangat banyak
dipergunakan untuk pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik.
3.1. Hukum Hukum Dasar Transformator
3.1.1. Hukum Maxwell
Persamaan Maxwell apabila disedehanakan akan menjadi:
Hl=IN
Dimana:
H = kuat medan magnet
l = panjang jalur

I = arus listrik
N = jumlah lilitan
Hl=IN adalah Gaya Gerak Magnet (GGM) yang merupakan penghasil flux
3.1.2. Hukum induksi Faraday
Hukum utama yang digunakan pada prinsip kerja trafo adalah Hukum
Induksi Faraday. Menurut Hukum Induksi Faraday, maka integral garis suatu gaya
listrik melalui garis lengkung yang tertutup adalah berbanding lurus dengan
perubahan.
3.2. Prinsip Dasar Transformer
Prinsip dasar suatu transformator adalah induksi bersama(mutual
induction) antara dua rangkaian yang dihubungkan oleh fluks magnet. Dalam
38

bentuk yang sederhana, transformator terdiri dari dua buah kumparan induksi
yang secara listrik terpisah tetapi secara magnet dihubungkan oleh suatu path
yang mempunyai relaktansi yang rendah. Kedua kumparan tersebut mempunyai
mutual induction yang tinggi. Jika salah satu kumparan dihubungkan dengan
sumber tegangan bolak-balik, fluks bolak-balik timbul di dalam inti besi yang
dihubungkan dengan kumparan yang lain menyebabkan atau menimbulkan ggl
(gaya gerak listrik) induksi ( sesuai dengan induksi elektromagnet) dari hukum
faraday, Bila arus bolak balik mengalir pada induktor, maka akan timbul gaya
gerak listrik (ggl).
3.3. Prinsip Kerja Transformator
Kerja transformator adalah berdasarkan hukum Ampere dan hukum
Faraday, yaitu: arus listrik dapat menimbulkan medan magnet dan sebaliknya
medan magnet dapat menimbulkan arus listrik. Jika pada salah satu kumparan
pada transformator diberi arus bolak-balik maka jumlah garis gaya magnet
berubah-ubah. Akibatnya pada sisi primer terjadi induksi. Sisi sekunder menerima
garis gaya magnet dari sisi primer yang jumlahnya berubah-ubah pula. Maka di

sisi sekunder juga timbul induksi, akibatnya antara dua ujung terdapat beda
tegangan
Deskripsi kerja transformator step down adalah transformator ini berfungsi
untuk menaikkan tegangan misalnya dari 380 V pada sisi primer menjadi 20 KV
pada sisi sekunder. Deskripsi kerja transformator step up adalah transformator ini
berfungsi untuk menurunkan tegangan misalnya dari 20 KV pada sisi primer
menjadi 380 V pada sisi sekunder.

39

3.4. Prinsip Kerja Trafo satu fasa


Apabila kumparan primer dihubungkan dengan tegangan (sumber), maka
akan mengalir arus bolak balik I1 pada kumparan tersebut. Oleh karena kumparan
menpunyai inti, arus I1, menimbulkan fluks magnet yang juga berubah ubah,
pada intinya.Akibat adanya fluks magnet yang berubah ubah, pada kumparan
primer akan timbul GGL induksi ep.
Untuk mencari GGL yang dibangkitkan maka persamaan yang digunakan:

Flux maksimum dalam besaran maxwell dan flux maksimum dalam weber
3.5. Kegunaan Transformator
Untuk keperluan apa tegangan atau arus suatu trasformator diubah, ada
beberapa alasan antara lain:
1. Digunakan untuk pengiriman tenaga listrik
2. Untuk menyesuaikan tegangan
3. Untuk mengadakan pengukuran dari besaran listrik
4. Untuk memisahkan rangkaian yang satu dengan yang lain
5. Untuk memberikan tenaga pada alat tertentu
Berdasarkan

hukum

Faraday

yang

menyatakan

magnitude

dari

electromotive force (emf) proporsional terhadap perubahan fluks terhubung dan


hukum Lenz yang menyatakan arah dari emf berlawanan dengan arah fluks
sebagai reaksi perlawanan dari perubahan fluks tersebut didapatkan persaman :

e = emf sesaat (instantaneous emf)


= fluks terhubung (linked flux)

3.6. Konstruksi Transformator

40

Ada dua perbedaan bentuk inti transformator yang biasa digunakan yang
dinamakan tipe inti (core type) dan tipe slubung atau cangkang (shell type). Inti
dari kedua tipe ini dibuat baja khusus berkerugian rendah dan dilaminasi untuk
mengurangi kerugian inti.
Kontruksi tipe inti mengelilingi inti besi yang berlaminasi. Unduk
sederhananya, lilitan primer di transformator tipe inti ditunjukan dalam satu kaki
inti dan sekunder pada kaki yang lain.transformator komersial tidak dibentuk
secara demikian karean sebagaian besar fluksi yang dihasilkan lilitan primer tidak
memotong lilitan sekunder, atau dikatakan bahwa transformator mempunyai
kebocoran fluksi yang besar. Untuk menjaga agar fluksi sminimum mungkin.
Lilitan dibagi dua ditempatkan pada masing-masingkakinya. Rakitan inti dan
kumparan transformator tipe inti.
Transformator kontruksi tipe selubung, dalam kontruksi inti besi
mengelilingi lilitan. Rangkaian inti dan kumparan transformator bentuk selubung.
Rangkaian inti dan ukuran dari transformator yang dirancang untuk
dicuplikan dalam minyak isolasi didalam tangki baja. Sebagai tambah terhadap
sifat isolasi ini, minyak juga menyalurkan panas dari inti kumparan
transformatorkerangkaian luar dibuat melaluibantalan isolasi yang biasanya
terbuat dari porselen.
Kumparan transformator terbuat dari kawat atau lempeng tembaga atau
almunium. Untuk lilitan arus besar, berapa serat konduktor diparalelkan untuk
mengurangi kerugian arus pusar dalam konduktor. Bahan isolasi kumparan yang
digunakan adalah pita katun, sulosa, kertas khusus, poliester, atau bahan sejenis
lainnya. Kumparan yang sudah jadi, dikeringkan dalam udara bebas-oksigen
untuk, menghilangkan semua kelembapan. Kumparan dari transformator yang
dicelupkan minyak kemudian diresapka seluhnya dengan minyak isolasi kering
sambil divakumkan.
Ada dua tipe dasar dari lilitan transformator yang bisa digunakan yaitu tipe
konsentrise (concentric) dan tipe picak ( pancake). Lilitan konsentrise bentuk
selindris dimana satu lilitan diletakkan didalam lilitan lainnya dan dengan isolasi
seperlunya di antaranya. Umumnya lilitan tegangan rendah ditempatkan di bagian
41

dalam dekat inti terisolasi dari inti. Lilitan picak dibentuk dengan bagian primer
dan sekunder saling bersisipan. Dalam kedua tipe ini, diberikan ruang antara
kumparan bertetangga agar memungkinkan terjadinya ventilasi atau sirkulasi
cairan pendingin.
Konstruksi trafo secara umum terdiri dari:
1.

Inti yang terbuat dari lembaran-lembaran plat besi lunak atau baja silikon
yang diklem jadi satu.

2.

Belitan dibuat dari tembaga yang cara membelitkan pada inti dapat konsentris
maupun spiral.

3.

Sistem pendingan pada trafo-trafo dengan daya yang cukup besar.

3.7. Jenis trafo berdasarkan letak kumparan


1.

Core type (jenis inti) yakni kumparan mengelilingi inti.

2.

Shell type (jenis cangkang) yakni inti mengelilingi belitan

trafo jenis cangkang

trafo jenis inti

3.8 Polaritas
Sewaktu-waktu diinginkan mengoperasikan transformator secara paralel.
Salah satu kebutuhan agar dapat beroperasikan adalah bahwa polaritas dari kedua
transistor harus sama. Disamping polaritas yang sama, kedua transformator harus
mempunyai nilai teganagan, perbandingan transformator, dan impedansi yang
sama atau hampir sama.
Transformer juga dapat digunakan dalam sistem instrumentasi listrik.
Karena transformer kemampuan untuk meningkatkan atau turun tegangan dan
arus, dan listrik isolasi yang mereka berikan, mereka dapat berfungsi sebagai cara
untuk menghubungkan peralatan listrik tegangan tinggi, sistem tenaga arus tinggi.
42

Misalkan kita ingin secara akurat mengukur tegangan 13,8 kV sebuah power
sistem.

Gambar 1-6 Aplikasi Instrumentasi: "Potensi transformator" skala tegangan tinggi


ke nilai aman diterapkan pada voltmeter konvensional.
Sekarang voltmeter membaca fraksi yang tepat, atau rasio, dari sistem
yang sebenarnya tegangan, mengatur skala untuk membaca seolah-olah mengukur
tegangan secara langsung. Transformator instrumen menjaga tegangan pada
tingkat yang aman dan mengisolasi listrik dari sistem , sehingga tidak ada
hubungan langsung antara saluran listrik dan instrumen atau kabel instrumen.
Ketika digunakan dalam kapasitas ini, trafo disebut Potensi Transformer, atau
hanya PT.
Potensial transformer dirancang untuk memberikan seakurat tegangan
rasio stepdown. Untuk membantu dalam regulasi tegangan yang tepat, beban
seminimal mungkin: voltmeter dibuat untuk memiliki impedansi masukan yang
tinggi sehingga menarik sedikit arus dari PT . Seperti yang anda lihat,pada
gambar 6. sumbu telah terhubung secara seri dengan gulungan primer PT,untuk
keselamatan dan kemudahan memutus tegangan dari PT.
Standar tegangan sekunder untuk sebuah PT adalah 120 volt AC, untuk
full-rated tegangan listrik. Rentang voltmeter standar untuk menemani PT adalah
150 volt, skala penuh. PTS dengan rasio berliku kustom dapat dibuat sesuai
dengan aplikasi apapun. Ini cocok baik untuk standarisasi industri voltmeter yang
43

sebenarnya instrumen sendiri, karena PT akan menjadi ukuran untuk langkah


sistem tegangan ke tingkat instrumen standar ini.
3.9. Rangkaian ekuivalen transformer
Untuk mempermudah analisis dalam pengujian, rangkaian primer dan
sekunder dibuat menjadi sebuah rangkaian yang disebut rangkaian equivalent.
Pada rangkaian ini rugi tembaga pada sisi sekunder diubah menjadi nilai
ekuivalennya dan dilihat dari arah primer.

Gambar Rangkaian ekuivalen transformer


Loss2 = I22.R2
= I12(I22/I12).R2
= I12(I2/I1)2.R2
Loss2 =I12. a2.R2

Dimana a adalah rasio perbandingan lilitan kumparan sekunder terhadap


kumparan primer sehingga resistansi sekunder
didapatkan : R2 = a2.R2
dan reaktansi sekunder
didapatkan: X2 = a2.X2
Dari persamaan sebelumnya dapat digambarkan rangkaian ekuivalen transformer
menjadi

Gambar Rangkaian ekuivalen yang telah disederhanakan

44

3.10. Rugi Rugi Transformator


Rugi rugi transformator terdiri dari:
1. Rugi tembaga
2. Rugi inti ,terdiri dari 2 macam yaitu:
a. Rugi histeris
b. Rugi arus pusar (Eddy current)
3.10.1. Rugi tembaga
Rugi tembaga adalah rugi yang dihasilkan oleh konduktor/tembaga yang
digunakan sebagai bahan pembuat kumparan. Rugi ini diakibatkan oleh adanya
resistansi bahan.

R = Tahanan (Ohm)
= Tahanan jenis (Ohm.m)
l = Panjang (m)
A = Luas penampang (m2)
Sedangkan untuk menghitung kerugian tembaga itu sendiri dapat
mempergunakan Persamaan

Pcp = Rugi konduktor primer


Pcs = Rugi konduktor sekunder
Ip = Arus pada kumparan primer
Is = Arus pada kumparan sekunder
Rp = Tahanan kumparan primer
Rs = Tahanan kumparan sekunder
3.10.2. Rugi Arus Pusar (eddy current)

45

Arus pusar adalah arus yang mengalir pada material inti karena tegangan
yang diinduksi oleh fluks. Arah pergerakan arus pusar adalah 90o terhadap arah
fluks Dengan adanya resistansi dari material inti maka arus pusar dapat
menimbulkan panas sehingga mempengaruhi sifat fisik material inti tersebut
bahkan hingga membuat transformer terbakar. Untuk mengurangi efek arus pusar
maka material inti harus dibuat tipis dan dilaminasi sehingga dapat disusun hingga
sesuai tebal yang diperlukan Rugi arus pusar dapat dihitung dengan menggunakan
persamaan

pe = Rugi arus pusar [w/kg]


ke = Konstanta material inti
f = frekuensi [Hz]

t = ketebalan material [m]


Bmax = Nilai puncak medan magnet [T]
3.10.3. Rugi Hysterisis
Rugi hysterisis terjadi karena respon yang lambat dari material inti. Hal ini
terjadi karena masih adanya medan magnetik residu yang bekerja pada material,
jadi saat arus eksitasi bernilai 0, fluks tidak serta merta berubah menjadi 0 namun
perlahan-lahan menuju 0. Sebelum fluks mencapai nilai 0 arus sudah mulai
mengalir kembali atau dengan kata lain arus sudah bernilai tidak sama dengan 0
sehingga akan membangkitkan fluks kembali.

Rugi hysterisis ini memperbesar arus eksitasi karena medan magnetik


residu mempunyai arah yang berlawanan dengan medan magnet yang dihasilkan
oleh arus eksitasi. Untuk mengurangi rugi ini, material inti dibuat dari besi lunak
46

yang umum digunakan adalah besi silikon. Besarnya rugi hysterisis dapat dihitung
dengan menggunakan Persamaan

ph = Rugi arus pusar [w/kg]


kh = Konstanta material inti
f = frekuensi [Hz]

Bmax = Nilai puncak medan magnet [T]


n = Nilai eksponensial, tergantung material dan Bmax
Rugi hysteris maupun rugi arus pusar bernilai tetap, tidak bergantung pada
besarnya beban.
3.11. Tipe Pendinginan
Macam-macam tipe pendinginan pada transformator antara lain :
1. AN (Air Natural Cooling)
Pendingin alam oleh sirkulasi udara sekitarnya, tanpa alat khusus.
2. AB (Air Blast Colling)
Pendinginan oleh udara langsung yang dihasilkan oleh fan
(kipas). 3. ON (Oil Immerset Natural Cooling).
Pendinginan dengan menggunakan minyak yang disertai dengan pendinginan
alam.
4. OB (Oil Blast Cooling)
Pendinginan ini sistemnya adalah sama dengan ON, yang dilengkapi dengan
hembusan udar dari kipas yang dipasang pada dinding trafo.
5. OFN( Oil Foreced Circulation of Air Nautal Cooling)
Pendinginan ini sama dengan sitem ON untuk sirkulasi minyak melalui
radiator dengan menggunakan suatu pompa, tetapi tidak memaki kipas.
6. OFB(Oil Forced and Air Blast Cooling)
Sistem pendinginannya sama dengan OFN yang dilengkapi dengan hembusan
udara dari kipas.
7. OW (oil and Water Cooling)
47

Adalah gabungan dari pendinginan air sirkulasi pada dinding luar radiator
tanpa memakai kipas
8. OFW (Forced Oil and Water Cooling).
Sistem pendinginannya sama dengan OFB, tetapi tidak memakai
kipas. 9. Sistem campuran
Adalah gabungan dari beberapa system pendinginan, misalnya :
AN/OFN/ON/OFB/ dan lain-lain