You are on page 1of 10

MATRIKS DAN PENERAPANNYA DALAM BIDANG EKONOMI

1. Definisi dan Notasi Matriks


Matriks adalah suatu susunan bilangan berbentuk segiempat. Bilangan-bilangan
dalam susunan itu disebut anggota dlaam matriks tersebut.
Beberapa contoh matriks adalah

[ ]
1 2
3 0
1 4

[ ]
2

[ 1 2 0] ,

3
0

1
2
0

[]
1
3

[ 6] .

Ukuran matriks diberikan oleh jumlah baris (garis horizontal) dan kolom (garis
vertical) yang dikandungnya. Misalnya matriks pada contoh mempunyai ukuran 3
baris dan 2 kolom, sehingga ukurannya adalah 3 kali 2(ditulis 3

2). Dalam suatu

uraian ukuran, angka pertama selalu menyatakan jumlah baris dan angka kedua selalu
menyatakan jumlah kolom. Selanjutnya pada contoh secara berurutan matriks
mempunyai ukuran 1

3, 3

3, 2

1, dan 1

1. Untuk penamaan

pada matriks, kita akan menggunakan huruf besar untuk menyatakan matriks dan
huruf kecil untuk mewakili bilangan; jadi kita boleh menuliskan
A= 2 1 5 atau C= a b c
3 4 7
d e f
Anggota pada baris i dan kolom j dari sebuah matriks A akan dinyatakan

sebagai aij . Dan sebuah matriks umum m n ditulis sebagai


a11 a1 n
A=
.
am 1 amn

2. Operasi Operasi Matriks


a. Penjumlahan dan Pengurangan Matriks
Dua matriks didefinisikan sama jika keduanya mempunyai ukuran yang sama
dan anggota berpadanannya sama. Dalam notasi matriks, jika A = [a ij] dan B = [bij]

mempunyai ukuran sama, maka A=B jika dan hanya jika (A) ij = (B)ij atau secara
setara, aij = bij untuk semua i dan j.
Jika A = [aij] dan B = [bij] mempunyai ukuran sama maka

( A + B )ij =( A )ij + ( B )ij =aij +b ij dan ( AB )ij =( A )ij ( B )ij =a ij bij

Contoh operasi penjumlahan matriks:

][

][

2 4 3 + 0 2 7 = 2 6 10
1 3 1 1 3 4
0 6 5

Contoh operasi pengurangan matriks


6 3
5 1
1 2

=
2 1
1 0
1 1

[ ][ ][ ]

b. Perkalian Matriks
Jika A adalah sebuah matriks m r dan B adalah sebuah matriks r n,
maka hasil kali AB adalah matriks m

n yang anggota-anggotanya didefinisikan

sebagai berikut. Untuk mencari anggota dalam baris I dan kolom j dari AB, pilih baris
i dari matriks a dan kolom j dari matriks B. kalikan anggota-anggota yang berpadanan
dari baris dan kolom secara bersama-sama dan kemudian jumlahkan hasil kalinya.
A
m r
di dalam
di luar

= AB
r n

m n

Tinjau matriks-matriks

4 1
B= 0 1
2 7
Karena matriks A matriks 2 3,
A=

1 2 4
2 6 0

maka hasil kali AB adalah sebuah matriks 2


anggota-anggota berpadanan dengan cara:
(1.4) + (2.0) + (4.2) = 12

43
31
52
dan matriks B adalah matriks 3

4,

4. Selanjutnya kita mengalikan

(1.1) (2.1) + (4.7) = 27


(1.4) + (2.3) + (4.5) = 30
(1.3) + (2.1) + (4.2) = 13
(2.4) + (6.0) + (0.2) = 8
(2.1) - (6.1) + (0.7) = 4
(2.4) + (6.3) + (0.5) = 26
(2.3) + (6.1) + (0.2) = 12
Jadi, bila dituliskan:A B menjadi
4 1 43
1 2 4
12 27 30 13
0 1 3 1 =
2 6 0
8 4 26 12
2 7 52

Jika ada sebarang scalar c dan matriks A,maka hasil kali cA adalah matriks yang
diperoleh dengan mengalikan setiap anggota A dengan c. Dalam notasi matriks, jika
A = [aij] maka
(cA)ij = c(A)ij = caij .
Contoh:
Matriks

A=

[ ]
3 1
5 2

, kita mendapatkan bahwa 2A =

3. Transpos suatu matriks


Jika A adalah sebarang matriks m
dengan

A T , didefinisikan sebagai matriks n

6 2
10 4

m yang didapatkan dengan

Contoh:

maka,

[ ]

a11
A T = a12
a13
a 14

adalah

adalah baris kedua dari A, dan

seterusnya.

a11 a 12 a13 a14


A= a21 a 22 a23 a24
a31 a 32 a33 a34

n , maka transpos A dinyatakan

mempertukarkan baris dan kolom dari A; yaitu, kolom pertama dari


baris pertama dari A, kolom kedua dari

a 21
a 22
a23
a24

a31
a32
a33
a34

[]

3
B=[ 3 2 5 ] maka, B = 2
5
Sifat-Sifat Transpos Matriks
Jika ukuran matriks-matriks di bawah ini adalah sedemikian sehingga
T

operasi yang dinyatakan bias dilakukan, maka:


a. ((A)T)T = A
b. (A+B)T = A T + B T dan (A B)T = A T B T
c. (kA)T = kAT , dengan k adalah sebarang skalar
d. (AB)T = B T A T

4. Invers dari Sebuah Matriks


Jika A adalah sebuah matriks bujur sangkar, dan jika sebuah matriks B yang
berukuran sama bias didapatkan sedemikian sehingga AB = BA = I. maka A disebut
bias dibalik dan B disebut invers dari A.
Contoh:
Matriks
2 5
B= 3 5
adalah invers dari A=
1 2
1 3
Karena
2 5 3 5
1 0
AB =
=
=I
1 3 1 2
0 1
dan
BA= 3 5 2 5 = 1 0 =I
1 2 1 3
0 1

[ ]
[ ][ ] [ ]
[ ][ ] [ ]

Untuk dapat mencari invers dapat kita perhatikan rumus berikut ini:

[ ]

A= a b
c d

rumus:

, dapat dibalik jika ad bc 0, di mana inversnya bias dicari dengan

1
d b
A =
adbc c a
1

d
adbc
c
adbc

b
adbc
a
adbc

5. Determinan Sebuah Matriks


Pada pembahasan di atas kita membahas bahwa sebuah matriks
a b
A=
, dapat dibalik jika ad bc 0. Ekspresi ad bc muncul begitu sering
c d

[ ]

dalam matematika hingga ekspresi ini diberi nama, yaitu determinan dari matriks A(2
2) dan dinyatakan sebagai symbol det(A).
Menghitung sebuah determinan mulanya dari menghitung permutasi.
Permutasi himpunan bilangan bulat {1, 2, 3,, n} adalah susunan biangan-bilangan
bulat ini dalam suatu urutan tanpa penghilang atau pengurangan. Untuk menyatakan
suatu permutasi umum dari himpunan {1, 2, 3,, n}, kita akan menuliskan {j1, j2,,
jn}. di sini j1 adalah bilangan bulat pertama dalam permutasi, j2 adalah yang kedua,
dan seterusnya. Suatu pembalikan dikatakan terjadi dalam suatu permutasi {j1, j2,,
jn} bilamana suatu bilangan bulat yang lebih besar mendahului yang lebih kecil. Total
jumlah pembalikan yang terjadi dlaam suatu permutasi bias didapatkan sebagai
berikut: (1) cari jumlah bilangan bulat yang lebih kecil dari j1 dan yang mengikuti j1
dalam permutasi tersebut; (2) cari jumlah bilangan bulat yang lebih kecil dari j2 dan
yang mengikuti permutasi tersebut. Teruskan proses menghitung ini untuk j3,, jn 1.
Total dari jumlah jumlah ini adalah total jumlah pembalikan dalam permutasi
tersebut.
Contoh:
Jumlah pembalikan dalam permutasi (6, 1, 3, 4, 5, 2) adalah :
5 + 0 + 1 + 1 + 1 = 8.
Jumlah pembalikan dalam permutasi (2, 4, 1, 3) adalah : 1 + 2 + 0 = 3.
Untuk menghitung determinan suatu matriks kita dapat mendaftarkan semua
hasil kali dasar dari suatu matriks A(n

n). kita akan memberikan makna pada

setiap hasil kali dari n anggota dari A, yang dua di antaranya tidak ada yang berasal
dari baris atau kolom yang sama.
Berikut adalah hasil kali bertanda dari matriks matriks berordo 2
dan
3 3.
a.

a11 a12
a21 a22

Hasil Kali

Permutasi

Jumlah

Dasar

Terkait

Pembalikan

a11 a 22

(1,2)

genap

a11 a 22

a12 a21

(2,1)

ganjil

a12 a 21

Klasifikasi

Hasil Kali Dasar


Bertanda

Mengacu pada tabel di atas kita peroleh:


det

b.

a11 a 12
a21 a 22

= a11 a 22a12 a 21

a11 a12 a13


a21 a22 a23
a31 a32 a33

Hasil Kali

Permutasi

Jumlah

Dasar

Terkait

Pembalikan

a11 a 22 a33

(1,2,3)

genap

a11 a 22 a33

a1 1 a2 3 a32

(1,3,2)

ganjil

a11 a23 a32

Klasifikasi

Hasil Kali Dasar


Bertanda

a12 a21 a 33

(2,1,3)

ganjil

a12 a 21 a33

a12 a23 a31

(2,3,1)

genap

a12 a23 a31

a13 a21 a32

(3,1,2)

genap

a13 a21 a32

a13 a22 a31

(3,2,1)

ganjil

a13 a 22 a31

Mengacu pada tabel di atas kita peroleh:

a11 a12 a13


d et a21 a22 a23
a31 a32 a33

a11 a 22 a33 +a12 a23 a31+ a13 a 21 a32 a11 a23 a32a12 a21 a33 a13 a 22 a31 .
Lebih mudah lagi, kita dapat menghitung dengan menjumlahkan hasil kali pada
panah kanan dan mengurangkannya dengan hasil kali pada panah kiri.
(a)

a11 a12
a21 a22

a11 a12 a13 a11 a12


a21 a22 a23 a21 a22
a31 a32 a33 a31 a32

Contoh :
Hitung determinan dari A=
Penyelesaian:

3 1
4 2

dan B=

1
2 3
4 5 6
7 8 9

Dengan menggunakan metode panah di atas kita peroleh:


Det (A) = (3)( 2) (1)(4) = 10
Det (B) = (45) + (84) + (96) (105) ( 48) ( 72) = 240.

Penerapan Matriks pada Bidang Ekonomi


1. Suatu perekonomian hipotesa yang sederhana terdiri dari dua industri A dan B
yang dinyatakan dalam tabel berikut (data dalam puluhan juta dolar produk):
Produsen
A

Input
A
14

B
6

Permintaan

Jumlah

akhir
10

output
35

18

15

48

Tentukanlah vektor output perekonomian jika permintaan akhir berubah menjadi16


untuk A dan 20 untuk B.
Penyelesaian:
Koefisien input aij =
a11 =

14
=0,4
35

a22=

18
=0,375
48

b ij
Xj
a12=

6
=0,125
48

a21=

[ ]
[ ]
[ ]
[ ]
[ ][ ] [ ]

14
A= 35
7
35

6
48
18
48

I A =

21
35
28
35

menjadi

3
5
I A=
4
5

7
8
5
8

25 35
13
( I A ) = 13
32 15
13
13
1

25
( I A ) . C= 13
32
13
1

35
275
13 10
13
=
15 15
245
13
13

42
48
30
48

7
=0,2
35

dalam bentuk sederhana

Jika C1 = 16, dan C2 = 10 maka vektor output menjadi:

[ ][ ] [ ]

25
X1
= 13
32
X2
13

[ ]

35
300
13 16 = 13
15 20
212
13
13