You are on page 1of 1

SRI HARYANI (14812141006)

Penipuan Lewat Internet Marak, Ini Modusnya


Kamis, 11 April 2013 | 19:02 WIB
Oleh : Desy Afrianti, Siti Ruqoyah

VIVAnews - Polda Metro Jaya mengungkap sejumlah kasus penipuan melalui internet. Kasus
pertama, pelaku menawarkan barang dagangannya melalui www.gudangblavkmarketcellular008.com.
Di situs itu, pelaku menawarkan BlackBerry, Iphone 5, dan Ipad dengan harga murah. Kapolda Metro
Jaya, Inspektur Jenderal Putut Eko Bayuseno, mengatakan pelaku diamankan di daerah Medan,
Sumatera Utara pada 19 Maret 2013.
Awalnya petugas membekuk ES (21), seorang wanita yang berperan sebagai operator website
tersebut. Setelah dikembangkan, polisi menemukan BP (30) yang berperan sebagai pengumpul dana
dan penyedia rekening penampungan hasil kejahatan.
"Modus yang digunakan sama dengan yang ada sebelumnya, yakni menawarkan barang setelah
korban tertarik maka langsung menghubungi nomor pelaku yang tertera di website tersebut. Korban
kemudian mentransfer sejumlah uang tetapi korban tidak mendapatkan barang yang dimaksud," kata
Putut, Kamis 11 April 2013.
Kasus kedua, hampir sama dengan yang pertama, yakni menjual barang-barang elektronik. Bedanya,
pelaku yang berinisial FA (32) dan M (29) mengaku sebagai saudara korban dengan menawarkan
barang-barang murah.
AS diketahui sebagai otak pelaku yang masih berstatus narapidana di LP Siborong-borong, Tapanuli
Utara. Dari hasil pengeledahan di LP, didapatkan barang bukti satu HP dan 10 SIM Card yang
digunakan untuk kejahatan. Dalam aksi ini pelaku telah mendapatkan uang sebesar Rp60 juta, satu
kamera, dua unit motor, sejumlah perhiasan, satu unit TV, satu unit kulkas dan satu set mini compo
beserta speaker.
Sedangkan kasus ketiga, pelaku tidak menjual barang-barang, tapi pemalsuan ijazah dengan
memasangkan iklan melalui website www.ptmitraonlineijazah.com. Tindakan tersebut, lanjut Putut,
juga sudah melanggar Pasal 263 KUHP atau pasal 264 dan Pasal 378 KUHP.
Pelaku berjumlah dua orang yakni IS dan MH, di mana salah satu pelakunya merupakan narapidana
kasus yang serupa. IS berperan sebagai pembuat website dan pimpinan kelompok ini.
Terakhir, kasus tindak pidana pornografi dan perfilman secara online. Dua pelaku menawarkan
melalui website http://jualbelibokep.com, dan mengirimkan pelanggannya melalui jasa ekspedisi.
"Total kerugian masyarakat dati kejahatan cyber ini pada tahun 2011 sebesar Rp4 miliar, tahun 2012
mencapai Rp5 miliar, dan tahun 2013 mencapai Rp848 juta," kata Putut.
Mengantisipasi aksi penipuan tersebut, dia mengimbau masyarakat untuk mengenali jenis kerawanan
dalam setiap bentuk transaksi di media online dan tidak mudah tergiur penawaran barang dengan
harga di bawah standar atau murah. (umi)