You are on page 1of 5

ANALISA JURNAL

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN BULLYING PADA SISWA-SISWI


SMP (SMP NEGERI 16 SAMARINDA)

Berdasarkan Jurnal yang saya baca berjudul HUBUNGAN ANTARA KONSEP


DIRI

DENGAN

BULLYING

PADA

SISWA-SISWI

SMP

(SMP

NEGERI

16

SAMARINDA) yang diteliti oleh Fitrian Safullah selaku mahasiswa Psikologi, Fakultas
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Univeritas Mulawarman.
Bullying adalah suatu tindakan negatif berulang yang dilakukan secara sadar dan
disengaja yang bermaksud untuk menyebabkan ketidaksenangan atau menyakitkan orang
lain. m adalah jenis yang paling umum dari agresi dan korban yang dialami oleh anak-anak
usia sekolah (O'Brennan, Bradshaw, & Sawyer, 2009). Bullying terjadi pada semua tingkat
usia, tetapi mulai meningkat pada akhir sekolah dasar, puncak di sekolah menengah, dan
umumnya menurun di sekolah tinggi. Bullying mempengaruhi baik anak laki-laki dan
perempuan. Anak laki-laki lebih sering terlibat dalam agresi fisik (Liu & Graves, 2011).
Berdasarkan hasil pengujian Fitrian Safullah atas variabel konsep diri dengan bullying
yang telah dilakukan dengan menggunakan analisis statistik somers d menunjukkan korelasi
negatif dengan nilai koefisiennya sebesar -0.322. Artinya adalah semakin tinggi konsep diri
maka semakin rendah bullying demikian sebaliknya, semakin rendah konsep diri maka
semakin tinggi bullying. Hal ini sesuai pada penelitian yang sama oleh Handini dengan
jumlah responden 40 siswa yang diambil secara acak dari kelas XI IPA 1 SMA N 70 Jakarta
didapatkan nilai koefisien korelasi antara konsep diri dengan kecenderungan bullying adalah
bernilai -0.058 dan bernilai negatif. Artinya semakin tinggi (positif) konsep diri siswa, maka
semakin rendah kecenderungan berperilaku bullyingnya. Begitupun sebaliknya, semakin
rendah (negatif) konsep diri siswa, maka semakin tinggi kecenderungan berperilaku
bullyingnya.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui juga bahwa konsep diri dengan bullying
memiliki korelasi rendah, hal ini menunjukkan bahwa bullying lebih besar dipengaruhi oleh
faktor lain diluar dari faktor konsep diri. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian
Nation dkk (2007) yang menemukan bahwa perilaku bullying lebih banyak disebabkan oleh
tekanan dari teman sebaya agar dapat diterima dalam kelompoknya.

Kelompok teman sebaya adalah sekelompok teman yang mempunyai ikatan emosional
yang kuat dan siswa dapat berinteraksi, bergaul, bertukar pikiran, dan pengalaman dalam
memberikan perubahan dan pengembangan dalam kehidupan sosial dan pribadinya Artinya
semakin tinggi (positif) konsep diri siswa, maka semakin rendah kecenderungan berperilaku
bullyingnya. Begitupun sebaliknya, semakin rendah (negatif) konsep diri siswa, maka
semakin tinggi kecenderungan berperilaku bullyingnya. Sehingga diharapkan bagi khalayak
dapat mengurangi perilaku yang kurag baik terhadap sesama orang lain dengan cara
menumbuhkan pemikiran postif agar dapat menjaga sikap pertemanan satu sama lain.
Pada pernyataan diatas dapat saya kaitkan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi
konsep diri menurut Lerner dan Spanier (dalam Nuryoto, 1993), perkembangan seseorang
selain ditentukan oleh kondisi dirinya, juga dikaitkan dengan kehidupan kelompok dalam
lingkungan masyarakatnya pada setiap tahap perkembangan yang dilaluinya. Jadi perilaku
bullying lebih banyak disebabkan oleh tekanan dari teman sebaya yang berarti teman sebaya
tersebut yang menjadi objek penghambat dalam membangun konsep diri positif.
Mengingat bullying bukan hanya terjadi di lembaga pendidikan/sekolah, tetapi juga di
tempat kerja, masyarakat, bahkan komunitas virtual. Oleh karena itu pemahaman moral itu
penting bagi kita semua. Pemahaman moral adalah pemahaman individu yang menekankan
pada alasan mengapa suatu tindakan dilakukan dan bagaimana seseorang berpikir sampai
pada keputusan bahwa sesuatu adalah baik atau buruk. Pemahaman moral bukan tentang apa
yang baik atau buruk, tetapi tentang bagaimana seseorang berpikir sampai pada keputusan
bahwa sesuatu adalah baik atau buruk. Peserta didik dengan pemahaman moral yang tinggi
akan memikirkan dahulu perbuatan yang akan dilakukan sehingga tidak akan melakukan
menyakiti atau melakukan bullying kepada temannya.
Penelitian ini memiliki banyak sekali manfaat bagi kehidupan kita, diantaranya
mengingatkan kita semua untuk selalu membangun dan mempertahankan konsep diri yang
positif, karena dengan mempunyai konsep diri positif akan membawa pengaruh positif yang
besar pada kehidupan kita, kita akan terhindar melakukan tindakan bullying baik dalam
bentuk fisik, verbal, isyarat atau berkelompok dan bahkan jika ada individu atau kelompok
lain yang mem bully kita apabila kita memiliki konsep diri yang positif maka kita tidak akan
terpengaruh karena dengan mempersepsi reaksi positif pada diri kita sehingga timbulnya
kepercayaan kepada kemampuan pada diri kita. Melihat hasil penelitian Fitrian Saifullah pada
SMP Negeri 16 Samarinda, adanya faktor-faktor lain yang kuat penyebab terjadinya tindakan

bullying yaitu faktor lingkungan pertemanan memberi pengaruh besar dalam pembentukan
konsep diri pada manusia, iklim sekolah menggaris bawahi nilai-nilai individu, perilaku
norma, hal ini mengingatkan kita semua untuk lebih selektif dalam memilih pergaulan dan
terlebih untuk para guru dan orang tua agar senantiasa mengawasi putra-putrinya agar
berperilaku baik terhadap sesama manusia untuk memperhatikan lingkungan pertemanandan
juga faktor lain penyebab bullying yaitu kurangnya mendapatkan perhatian penuh oleh guruguru setempat, misalnya kurangnya komunikasi yang terjalin antara guru dengan murid
secara aktif berdiskusi dan guru tidak memiliki kepekaan ketika murid dihadapkan pada
permasalahan. Harga diri dan disiplin sekolah dapat digunakan sebagai prediktor untuk
memprediksikan perilaku bullying seseorang yang mengembangkan penilaian positif tentang
dirinya berarti memiliki harga diri yang baik, tetapi jika seseorang mengembangkan penilaian
negatif tentang dirinya sendiri berarti memiliki harga diri yang buruk. Selain itu, menurut
Tim Pustaka Familia (2016) yang berjudul Konsep Diri Positif, Menentukan Prestasi Anak
Keberhasilan remaja dalam proses pembentukan kepribadian yang wajar dan pembentukan
kematangan diri membuat mereka mampu menghadapi berbagai tantangan dan dalam
kehidupannya saat ini dan juga di masa mendatang. Untuk itu mereka seyogyanya
mendapatkan asuhan dan pendidikan yang menunjang untuk perkembangannya.
Pada penelitian ini ditemukan ada beberapa keterbatasan yang dapat menjadi bahan
pertimbangan bagi peneliti kedepannya, yaitu penelitian hanya dilakukan pada satu sekolah
dan tidak dilakukan pengambilan data awal terhadap beberapa sekolah untuk menentukan
sekolah mana yang paling tinggi kecenderungan perilaku bullying. Namun keterbatasan ini
dapat juga menjadi suatu kekuatan, karena setiap sekolah memiliki iklim sekolah dan latar
belakang keluarga siswa-siswi yang berbeda terutama dalam pembentukan konsep diri
individu tersebut.
Namun sayangnya pada penelitian ini ditemukan ada beberapa kelemahan yang dapat
menjadi bahan pertimbangan bagi peneliti kedepannya, yaitu penelitian hanya dilakukan pada
satu sekolah. Alangkah baiknya dilakukan pengambilan data awal terhadap beberapa sekolah
untuk menentukan sekolah mana yang paling tinggi kecenderungan perilaku bullying.
Kemudian pada penelitian ini peneliti lebih menonjolkan perilaku bullying daripada korban
bullying dengan tujuan untuk memberi informasi banyak mengenai permasalahan disekolah,
agar dapat dijadikan pembelajaran kedepannya terutama orang tua dalam mendidik anak-anak
mereka.

DAFTAR PUSTAKA
Handini, F. 2010. Hubungan Konsep Diri dengan Kecenderungan Berperilaku Bullying Siswa
SMA N 70 Jakarta. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
Nation, M., Vieno, A., Perkins, D. D., & Santinello, M. 2007. Bullying in school and adolescent
sense of empowerment: An analysis of relationship with parents, friends, and teachers.
Journal of Community & Applied Social Psychology, Vol 10 No.(3),hal 115-127.
Tim Pustaka Familia. 2016. Konsep Diri Positif, Menentukan Prestasi Anak. Pustaka Familia.

PSIKOLOGI KOMUNIKASI
Analisis Jurnal yang Berjudul HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN
BULLYING PADA SISWA-SISWI SMP (SMP NEGERI 16 SAMARINDA)
Diajukan untuk memenuhi tugas UTS (Ujian Tengah Semester) mata kuliah Psikologi
Komunikasi

Disusun Oleh:
Nadia Raudhattu Syifa 10080015040
Kelas: A
Dosen:

Zulfebriges, Drs., M.Si.

Public Relations
Fakultas Ilmu Komunikasi
Universitas Islam Bandung th 2016/2017
Jl. Tamansari no.1 Bandung