You are on page 1of 1

BERI AKU SEKEPING PUISI

Karya : Tengsue Tjahjono


Beri aku sekeping puisi, kata kata bersayap dari kelopak bunga
Gerimis pada jiwa terbakar luas sabana
Tanah terbuka menemu udara dari lembah utara
Tanah terbuka menemu udara dari lembah utara
Beri aku sekeping puisi, ketika jiwa teduh di kerindangan pagi
Jam tanpa jarum meraungi jeram demi jeram tak terbaca detiknya
Lalu waktu menempatkan tubuhnya di ranjang, bukan untuk tidur
Karena pagi harus terus mengalir menuju pagi terakhir
Bersama bendera yang terus berkibar oleh cinta

Beri aku sekeping puisi dalam pengembaran salju


Jalanan salju, kabut salju, hujan salju,
Mantel kulit dengan penutup kepala dari bulu bulu bulu bulu
Membaca zaman yang terus meremang sebelum tiris jadi catatan masa lalu
Ya, ada ketakutan meninju ninju dada, ketika puisi membeku
Di kulkas ruang baca
Inikah metamorfosa kegilaan menjadi kata kerja atau sungai menjadi samudra raya?
Beri aku sekeping puisi
Beri aku sekeping
Beri aku
Beri aku
Beri aku
Beri aku
Beri aku
Beri aku
Beri
Aku
Beri