You are on page 1of 5

LAPORAN KEGIATAN USAHA KESEHATAN MASYARAKAT

PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN PENYAKIT MENULAR /


TIDAK MENULAR
DIARE DAN PELATIHAN CUCI TANGAN RUTIN

I. Latar Belakang
Pembangunan merupakan suatu proses kegiatan yang terencana dalam upaya
pertumbuhan ekonomi, perubahan social dan modernisasi bangsa guna peningkatan kualitas
hidup manusia dan kesejahteraan masyarakat. Dalam pembangunan tersebut salah satunya
terdapat upaya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat seperti pelayanan kesehatan,
pendidikan, pendapatan, dan lain sebagainya. Untuk mencapai keberhasilan pembangunan
dibutuhkan manusia yang berkualitas, sumber dana yang memadai dan kekayaan atau potensi
alam yang mendukung.
Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah melalui
perbaikan kesehatan yang dijalankan dalam program pembangunan bidang kesehatan.
Pembangunan bidang kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Oleh karena itu pembangunan di
bidang kesehatan mempunyai andil yang cukup besar dalam pembangunan nasional.
Keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan dapat diukur dari membaiknya indikatorindikator derajat kesehatan masyarakat seperti Angka Kematian Bayi dan Balita, Angka
Kematian Ibu Melahirkan , Angka Kesakitan dan Angka Kematian Terhadap PenyakitPenyakit Menular Tertentu, Angka Harapan Hidup dan Status Gizi.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sector kesehatan harus ditunjang
dengan peningkatan mutu lembaga dan pelayanan kesehatan. Dengan adanya mutu lembaga
dan pelayanan kesehatan yang memadai diharapkan gerak pembangunan dapat berjalan
dengan lancar. Pemerintah memberikan perhatian yang serius terhadap masalah
penyelenggaraan kesehatan dalam rangka pembangunan masyarakat yang sehat.
Pemberantasan penyakit merupakan bagian dari kegiatan pembangunan kesehatan
yang berarti juga mendapat perhatian yang serius dari pemerintah. Penyakit menular yang
menjadi sasaran. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular meliputi diare,
HIV/AIDS, kusta, Demam Berdarah Dengue (DBD), dan lain-lain.

Sebagai bagian dari Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular,


Program Pencegahan dan Penanggulangan Diare penting untuk dilaksanakan karena penyakit
ini dipengaruhi oleh berbagai faktor dan dapat sangat berbahaya bagi kesehatan hingga dapat
menyebabkan kematian.
Data Pola penyakit angka kesakitan penderita rawat jalan di Puskesmas
Polambangkeng Utara Tahun 2010 menunjukkan persentase yang tinggi pada pasien yang
menderita diare khususnya pada pasien yang berumur antara 1 bulan sampai dengan 1 tahun
dan yang berumur < 4 tahun (lihat tabel 1 dan 2).
N
O
1.
2.
3.
4.
5.
6.

NAMA PENYAKIT
Diare
Demam yang tidak diketahui
sebabnya
Ispa
Batuk
Pneumonia

KASUS BARU/LAMA
JUMLAH
%
114
56,71
23
11,4
22
10,94
21
10,44
11
5,47
10
4,97

Tabel 1. Pola penyakit angka kesakitan Penderita rawat jalan Di puskesmas Polambangkeng Utara tahun 2010 Umur
1 bulan-1tahun.

N
O
1.
2.
3.
4.
5.

NAMA PENYAKIT
Diare
Demam yang tidak diketahui
sebabnya
Ispa
Penyakit kulit alergi/dermatitis

KASUS BARU/LAMA
JUMLAH
%
318
32,91
213
22,04
129
13,35
123
12,73
43
4,45

Tabel 2. Pola penyakit dan angka kesakitan Penderita rawat jalan Puskesmas Pol-Utara Kab. Takalar tahun 2010
umur 1-4 tahun

Melihat data di atas yang dikaitkan dengan umur penderita nampak bahwa asupan
makanan mereka sangat bergantung pada orang tua, saudara yang lebih tua, ataupun anggota
keluarga yang lain. Sehingga salah satu cara untuk mengurangi angka kesakitan akibat diare
adalah dengan memberikan pengetahuan tentang cara pencegahan dan penanggulangan yang
diakibatkan oleh diare khusunya pada orang tua mereka. Selain itu, tak kalah pentingnya juga
pencegahan diare bagi mereka yang berumur di atas 4 tahun khususnya pada mereka yang
telah menjalani proses pendidikan di sekolah karena kesehatan merupakan bagian dari
pendidikan yang akhirnya juga mendukung dalam upaya kelancaran pendidikan mereka.

II. Permasalahan
Berdasarkan pada data di atas di mana umur pasien yang menderita diantara paling
banyak pada mereka yang berumur < 1 tahun dan antara 1-4 tahun. Jika melihat dari segi
umur menunjukkan bahwa anak-anak tersebut masih menggantungkan kebutuhan hidup
mereka pada orang yang lebih dewasa khususnya orang tua mereka. Kebutuhan pokok akan
makanan sebagian besar dari mereka masih berharap dari orang tua. Selain itu kebersihan
makanan dan peralatan makanan dan minuman menjadi media yang bagus perantaraan
kuman.
Pada mereka yang berumur 1-4 tahun, maupun di atas 4 tahun sebagian kecil dari
mereka telah dapat secara mandiri memenuhi kebutuhan makanan mereka sendiri dengan
makan sendiri. Jika kebiasaan akan mencuci tangan tidak dilaksanakan media ini pun dapat
menjadi sarana penyebaran kuman.
Selain karena faktor infeksi diare pun dapat disebabkan oleh banyak hal diantaranya
adanya intoleransi laktosa. Sehingga perlu kecermatan dari orang tua untuk mengenali hal
tersebut.
III.Perencanaan dan Pemilihan Intervensi
Berdasarkan pada permasalahan tersebut maka pemberian pengetahuan tentang
bagaimana mencegah diare dan faktor-faktor apa saja yang bisa mneyebabkan diare terhadap
orang tua harus diberikan.

Pemberian pengetahuan ini dapat diberikan melalui proses

penyuluhan. Selain penyuluhan dari segi pengetahuan juga dapat memberikan motivasi pada
orang tua untuk selalu menjaga kebersihan dengan membiasakan mencuci tangan sebelum
anak-anak mereka makan maupun orang tua pada saat akan memberi makan. Begitu pula
dengan makanan dan peralatan yang akan digunakan pada saat makan nantinya.
Selain itu memberikan pelatihan singkat terhadap orang tua bagaimana mencuci
tangan dengan benar yang nantinya diharapkan mereka mengajarkan kepada anak-anaknya
khususnya pada mereka yang berumur 1-4 tahun. Agar mereka membiasakan sejak dini utnuk
selalu mencuci tangan sebelum makan. Khusus bagi mereka yang telah bersekolah maka
akan diajarkan dan diberikan pelatihan singkat bagaimana mencuci tangan rutin yang benar
dengan sasaran kelas 1 Sekolah Dasar.
IV. Pelaksanaan
Penyuluhan ini dilaksanakan pada saat hari imunisasi yaitu pada tanggal 11 atau
tanggal 22 September di puskesmas . Dimulai dengan memberikan materi penyuluhan

terhadap masyarakat dilanjutkan dengan sesi pertanyaan dan di akhiri dengan pelatihan
singkat bagaimana mencuci tangan yang benar. Sedangkan untuk mereka yang telah
bersekolah di SD maka pelatihan cuci tangan bersamaan dengan pada saat penyuluhan
PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat di Sekolah) dan penjaringan. Maka pelatihan ini akan
dilakukan beberapa kali di setiap SD yang berada dalam naunga kerja wilayah Puskesmas
Polongbangkeng Utara.
Berikut adalah nama-nama Sekolah Dasar yang dilakukan pelatihan cuci tangan rutin,
penyuluhan PHBS, dan penjaringan :
-

SD Parangbaddo
SD Pa'rappunganta
SD Lerekang
SD Manuju
SD Palleko II
SD Centre Palleko
SD Romang Tangngaya
SD Manongkoki
SD Manongkoki II
SD Panrannuangku
SD Panjarungan
SD Inpres Malewang
SD Negeri Malewang
SD Manyampa
SD Pangembangang
SD Bontorita

V. Evaluasi
V.1. Kesimpulan
Monitoring pada program kerja ini masih berlangsung dan evaluasi jangka
panjang mengenai keberhasilan program ini akan terlihat pada laporan tahunan
puskesmas mengenai pola penyakit angka kesakitan yang berkunjung di poliklinik dan
Instalasi Gawat Darurat di Puskesmas. Sedangkan mengenai evaluasi jangka pendek
apakah siswa telah mengetahui cara mencuci tangan yang benar dengan
mempersilahkan satu atau dua dari siswa tersebut untuk melakukan peragaan ulang cuci
tangan rutin dengan memimpin teman-temanya.
V.2. Saran
Pada umumnya orang tua dan siswa yang menjadi sasaran penyuluhan telah
mengetahui tentang diare dan cara melakukan cuci tangan rutin serta pada saat kapan

dianjurkan untuk mencuci tangan rutin. Diharapkan apa yang mereka ketahui untuk
dapat diterapkan.

Peserta,

(dr. Arvita R. Akbar)

Pendamping,

(dr. Aztiah)