Вы находитесь на странице: 1из 3

PERIAPIKAL ABSES

No. Dokumen
No. Revisi
SOP

:
:

Tgl. Mulai
Berlaku

Halaman

: 3

UPT Puskesmas
Barong Tongkok

Pengertian

Arbayanti
NIP.196902151991022001

Pembengkakan pada gusi yang telah menyebar dari


sebuah gigi dan ke jaringan sekitarnya yang biasanya

Tujuan
Kebijakan

berasal dari suatu infeksi.


Penatalaksanaan kasus abses gigi sesuai standar terapi
1 UU No.36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan
2 PERMENKES RI No.741 Tahun 2008 Tentang Standar
Pelayanan Minimal
3 PERMENKES RI No.57 Tahun 2014 Tentang Pusat
Kesehatan Masyarakat
4 PERMENKES RI No.46 Tahun 2015 Tentang Akreditasi
Puskesmas, Klinik Pratama dan Klinik Mandiri dokter /
dokter Gigi
5 PERMENKES

RI

No.514

Tahun

2015

Tentang

panduan Praktik Klinis Bagi dokter di Fasilitas


6 SK Kepala Puskesmas Barong Tongkok No..... Tentang
Referensi

a. Permenkes No. 89/2015 tentang Upaya Kesehatan


Gigi dan Mulut
b. KMK No. HK.02.02 MENKES/62/2015 tentang

Gambaran Klinis

Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Gigi


1. Pada Pemeriksaan tampak pembengkakan disekitar
gigi yang sakit, bila abses terdapat pada gigi depan
atas pembengkakan sampai kelopak mata,
sedangkan abses gigi belakang atas menyebabkan
pembengkakan sampai pipi. Abses gigi bawah
menyebabkan pembengkakan sampai ke dagu atau

Akreditasi
UPT Puskesmas
Barong Tongkok

SOP Tentang Penanganan Periapikal Abses

telinga dan sub maksilaris


2. Penderita kadang demam, kadang tidak dapat
membuka mulut lebar atau trismus
3. Gigi Goyah dan sakit saat mengunyah
Dengan obat-obatan antibiotic, anti inflamasi, obat kumur

Alat dan bahan

a. Dental Unit
b. Alat standar: diagnosa oral (kaca mulut, sonde,

7. Langkah - Langkah

pinset, eksavator)
c. kapas gulung
d. Handscoon
e. Masker
Persiapan Pasien
1. Melakukan anamnesa pasien
2. Menjelaskan kepada pasien/ orang tua pasien
bahwa akan dilakukan pengeluaran nanah
3. Menjelaskan kepada orang tua untuk melakukan
penebusan obat di bagian farmasi Puskesmas
sesuai dengan resep dokter Gigi
Persiapan Alat
Mempersiapkan alat (alat diagnosa oral)
1. Memakai sarung tangan dan masker
2. Pasien dianjurkan berkumur dengan air garam
hangat atau abses di eksisi ( pengeluaran nanah )
yakni dengan menusuk bagian yang abses dengan
sonde.
3. Dep dengan kapas steril pada gusi yang telah
dilakukan eksisi
4. Memberitahu keluarga pasien bahwa eksisi sudah
selelsai dilakukan
5. Memberikan konseling, informasi, dan edukasi
yang dibutuhkan oleh pasien
6. Instruksi pasca eksisi kepada pasien:
Gigit kapas selama kurang lebih 30 menit
Jangan dihisap- hisap bekas eksisi
Jangan makan dan minum yang terlalu
panas
Minumlah obat sesuai aturan
7. Menganjurkan orang tua dan pasien untuk kontrol
ulang bila ada keluhan

Akreditasi
UPT Puskesmas
Barong Tongkok

SOP Tentang Penanganan Periapikal Abses

8. Setelah melakukan eksisi alat diagnosa oral


direndam dengan larutan aseptan selama 5 menit,
7. Unit Terkait

dicuci bersih dan dimasukkan dalam sterilisator


Bagian Pendaftaran, Poli Umum, Poli Gigi, Bagian

8. Dokumen Terkait

farmasi
Rekam medik, Register poli Gigi

Akreditasi
UPT Puskesmas
Barong Tongkok

SOP Tentang Penanganan Periapikal Abses