You are on page 1of 18

KUMPULAN SOP KEPERAWATAN

Friday, May 23, 2014


KUMPULAN SOP IGD TERLENGKAP

KEBUTUHAN ALAT DI INSTALASI IGD DAN PELAYANAN UMUM

N
O
A
1
2
3

ALAT

5
6

Nierbekken/ Kidney disk

Nierbekken/ Kidney disk

Timbangan injak dewasa

Standard infus

10
11

Lampu periksa halogen


Tensimeter/spyhgnomanomet
er dewasa
Stetoskop dupleks dewasa
Thermometer
klinik
( alektrik)
Tabung oksigen + regulator

12
13
14

UKURA
N

JUMLA
H

SATUA
N

1
1
1

buah
buah
buah

buah

buah

buah

buah

buah

buah

1
1

Unit
buah

1
1

buah
buah

Unit

PEMERIKSAA
N UMUM
Meja instrumen 2 rak
Bak instrument tertutup kecil
Bak instrument tertutup
medium
Bak
instrument
besar
( obsgin)
Tromol kasar

ALA
T

Diameter
sekitar 27
cm
Ukuran
23 cm
Ukuran
30 cm
Sekitar
430 x320
x 70 mm
Ketinggia
n dapat
diatur
sekitar
105-185
cm
Manset
dewasa

1 m3

15

Masker
oksigen+kanula
nasal
Tempat
tidur
periksa
( examination bad)
Rak alat serbaguna
Penutup baki rak alat
serbaguna

16
17
18
B

Kit resusitasi dewasa


Endhotracheal tube dewasa
Endhotracheal tube dewasa
Endhotrachal tube dewasa
Stilet untuk pemasangan
ETT
Nasogastric tube dewasa
Nasogastric tube dewasa

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19

Unit

Unit

1
2

buah
buah

2,5
3
4
No 1

1
1
1
1
2

Unit
buah
buah
buah
buah

5
8

1
1

buah
buah

2/0

kotak

3/0

kotak

1
3
5
10
20

100
200
200
50
50
1
50
50
50
50
1

Buah
Buah
Buah
Buah
Buah
Buah
Buah
Buah
Buah
Buah
Buah

10

Buah

7
7,5
8
7,5

50
50
50
5

Pasang
Pasang
Pasang
Pasang

Pasang

PENANGANAN
EMERGENSI
DEWASA

1
2
3
4
5

dewasa

BAHAN HABIS
PAKAI
Benang chromic (jarum
tapper 0)
Benang chromic (jarum
tapper 0)
Spuit disposable (steril)
Spuit disposable (steril)
Spuit disposable (steril)
Spuit disposable (steril)
Spuit disposable(steril)
There-way stopcock (steril)
Infuse set dewasa
Kateter intravena
Kateter intravena
Kateter intravena
Kateter penghisap lender
dewasa
Kateter penghisap lender
dewasa
Sarung tangan steril
Sarung tangan steril
Sarung tangan steril
Sarung
tangan
panjang
(manual pasenta)
Sarung
tangan
panjang

16G
18G
20 G
8

(manual plasenta)
Sarung tangan rumah tangga
serbaguna
Sabun cair untuk cuci tangan
Plester non woven

20
21
22
D

5 x 5 cm

Pasang

1
1

buah
buah

1
1
1

Buah
Buah
Buah

1
1
1

Buah
Buah
Buah

INSERSI
DANEKSTRAK
SI

1
2
3

Mangkok iodine
Tanakulum Schroeder
Klem kasa lurus (sponge
foster straihgt)
Gunting mayo CVD
Alogator ekstrakto AKRD
Sonde uterus sims

4
5
6

Status
Dokumen

Induk

10 cm

Salinan

No.Distribu

si

INSTITUSI

PROTAP

SOP
ALUR KEGAWAT DARURATAN
No Dokumen
No Revisi
UGD
Tanggal Terbit

Halaman

Disetujui oleh,

UGD
Pengertian
Tujuan
Kebijakan

Proses penerimaan pasien UGD sampai dengan pasien keluar dari UGD
Sebagai tatalaksana dalm penerimaan pasien baru
Seluruh perawat wajib mengetahui dan mengerti alur ini

Prosedur

Terima pasien

INSTANSI

SOP
ALUR KEGAWAT DARURATAN
No Dokumen
No Revisi
Halaman

Prosedur

a.
b.
c.
-

Unit terkait

UGD
1.
Perawat menerima pasien, kemudian catat identitas
lengkapa dan jelas dan informed concernt
2.
perawat melakaukan anamnesa (auto dan hetero anamnesa)
3.
perawatmelakukan pemeriksaan GCS, TTV (T, N, RR, S)
dan pemeriksaan fisik awal
4.
pengelompokan pasien dan diagnosa awal
a.
Gawat darurat : memerlukan tindaklan segera dan
mengancam jiwa
b.
Gawat non darurat : memerlukan tindakan segera
tapi tidak mengancam jiwa
c.
Non gawat darurat : tidak urgent tindakan segera
dan tidak mengancam jiwa
5.
untuk non gawat non darurat boleh diberi terapi
simptomatis (berdasar gejala) dan disarankan jika sakit berlanjut
bisa berobat lagi besok ke UGD/ BP
6.
untuk gawat darurat dan gawat non darurat, perawat
menghubungi dokter jaga pada hari tersebut dan melaporkan
kondisi terakhir pasien dan boleh melakukan tindakan awal
pertolongan pertama/ baik live support (BLS) meliputi :
Air way
bebaskan jalan nafas
jaw trust, chin lift dan hiperekstensi
bersihkan jalan nafas dari sumbatan ( secret, benda asing)
Breathing
nafas buatan
pasang oksigen jika perlu
Circulation
tensi dan nadi turu, pasang infuse
monitor produksi urine, pasang kateter bila perlu
7.
bila diperlukan doketr jaga harus datang guna pemeriksaan
dan tindakan lebih lanjut
8.
pasein/ keluarga melengkapi administrasi
9.
semua pemeriksaan, tindakan, terapi dan rujukan dengan
lengkap pada status pasien
Rawat Inap

Status
Dokumen

Induk
n

No.Distribusi
SOP / PROTAP
OBSERVASI PASIEN GAWAT

INSTITUSI

No Dokumen

No Revisi

Halaman

........

1/1

SOP

Tanggal Terbit

UGD

Pengertian
Tujuan
Kebijakan

Salina

Disetujui oleh,

Memantau keadaan pasien gawat


Sebagai acuan pemantauan/ observasi penderita gawat agar selamat
jiwanya
1. Pelayanan yang cepat dan tepat akan menyelamatkan jiwa seseorang.
2. Pelaksanaan dilakukan oleh perawat, ataupun oleh dokter.

Prosedur

Persiapan alat :
1.
2.
3.
4.
5.

Stetoskope
Tensimeter
Thermometer
Stop watch/ jam
Senter
Penatalaksanaan :

1. Menjelaskan tujuan pada keluarga pasien.


2. Membawa alat-alat ke dekat pasien.
3. Mengobservasi kondisi pasien tiap 5 15 menit sesuai dengan
tingkat kegawatannya.
4. Hal-hal yang perlu diobservasi :
a. Keadaan umum penderita
b. Kesadaran penderita
c. Kelancaran jalan nafas (air Way).
d. Kelancaran pemberian O2
e. Tanda-tanda vital :Tensi, Nadi, Respirasi / pernafasan dan Suhu.
f. Kelancaran tetesan infus
5. Apabila hasil observasi menunjukkan keadaan penderita semakin

tidak baik maka paramedis perawat harus lapor kepada Dokter yang
sedang bertugas (diluar jam kerja pertelpon).
6. Apabila kasus penyakitnya diluar kemampuan Dokter UGD maka
perlu dirujuk
7. Observasi dilakukan maksimal 2 jam, selanjutnya diputuskan
penderita bisa pulang atau rawat inap.
8. Perkembangan penderita selama observasi dicatat dilembar
observasi.
Setelah observasi tentukan apakah penderita perlu : rawat jalan /
rawat inap / rujuk.
Unit terkait

Rawat Inap

Status
Dokumen

Induk
n

INSTITUSI

Salina

No.Distribusi
SOP / PROTAP
MENGHENTIKAN PERDARAHAN DI UGD
No Dokumen
No Revisi
........

SOP

Tanggal Terbit

UGD

Halaman

1/1
Disetujui oleh,

Pengertian

Suatu tindakan untuk menghentikan perdarahan baik pada kasus bedah


maupun non bedah.

Tujuan
Kebijakan
Prosedur

Mencegah terjadinya syok


A. Persiapan Alat :
Alat yang dipersiapkan sesuai dengan teknik yang akan dilaksanakan untuk
kasus bedah :
1. Alat pelindung diri (masker, sarung tangan, scort)
2. Balut tekan
3. Kain kasa steril

4. Sarung tangan
5. Tourniquet
6. Plester
7. Set untuk menjahit luka
8. Obat desinfektan
9. Spuit 20-50 cc
10. Waskom berisi air/NaCl 0,9 % dingin
11. Jelly
B.
1.
2.
a)
3.
c)
d)

4.
b)
5.
a)
b)
c)
6.
a)
b)
Unit terkait
Status
Dokumen

Pelaksanaan tindakan
Memakai masker, sarung tangan, scort
Perawat I
Menekan pembuluh darah proximal dari luka, yang dekat dengan
permukaan kulit dengan menggunakan jari tangan.
b) Mengatur posisi dengan cara meninggikan daerah yang luka
Perawat II
a) Mengatur posisi pasien
b) Memakai sarung tangan kecil
Meletakkan kain kasa steril di atas luka, kemudian ditekan dengan ujungujung jari
Meletakkkan lagi kain kasa steril di atas kain kasa yang pertama, kemudian
tekan dengan ujung jari bila perdarah masih berlangsung. Tindakan ini dapat
dilakukan secara berulang sesuai kebutuhan tanpa mengangkat kain kasa
yang ada.
Menekan balutan
a) Meletakkan kain kasa steril di atas luka
Memasang verband balut tekan, kemudian letakkan benda keras (verband
atau kayu balut) di atas luka
c) Membalut luka dengan menggunakan verband balut tekan.
Memasang tourniquet untuk luka dengan perdarahan hebat dan trumatik
amputasi
Menutup luka ujung tungkai yang putus (amputasi) dengan menggunakan
kain kasa steril
Memasang tourniquet lebih kurang 10 cm sebelah proximal luka, kemudian
ikatlah dengan kuat.
Tourniquet harus dilonggarkan setiap 15 menit sekali secara periodik
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada pemasangan tourniquete :
Pemasangan tourniquet merupakan tindakan terakhir jika tindakan lainnya
tidak berhasil. Hanya dilakukan pada keadaan amputasi atau sebagai live
saving
Selama melakukan tindakan, perhatikan :Kondisi pasien dan tanda-tanda
vitalEkspresi wajahPerkembangan pasien
Unit Gawat Darurat
Induk

Salinan

No.Distribusi
SOP / PROTAP
OBSERVASI PASIEN GAWAT RSGMP UNSOED

INSTANSI

No Dokumen

No Revisi

Halaman

........

1/1

SOP

Tanggal Terbit

UGD

Pengertian
Tujuan
Kebijakan

Disetujui oleh,

Memantau keadaan pasien gawat


Sebagai acuan pemantauan/ observasi penderita gawat agar selamat
jiwanya
1. Pelayanan yang cepat dan tepat akan menyelamatkan jiwa seseorang.
2. Pelaksanaan dilakukan oleh perawat, ataupun oleh dokter.

Prosedur

Persiapan alat :
1.
2.
3.
4.
5.

Stetoskope
Tensimeter
Thermometer
Stop watch/ jam
Senter
Penatalaksanaan :

1. Menjelaskan tujuan pada keluarga pasien.


2. Membawa alat-alat ke dekat pasien.
3. Mengobservasi kondisi pasien tiap 5 15 menit sesuai dengan
tingkat kegawatannya.
4. Hal-hal yang perlu diobservasi :
a. Keadaan umum penderita
b. Kesadaran penderita
c. Kelancaran jalan nafas (air Way).
d. Kelancaran pemberian O2
e. Tanda-tanda vital :Tensi, Nadi, Respirasi / pernafasan dan Suhu.
f. Kelancaran tetesan infus
5. Apabila hasil observasi menunjukkan keadaan penderita semakin
tidak baik maka paramedis perawat harus lapor kepada Dokter yang
sedang bertugas (diluar jam kerja pertelpon).
6. Apabila kasus penyakitnya diluar kemampuan Dokter UGD maka

perlu dirujuk
7. Observasi dilakukan maksimal 2 jam, selanjutnya diputuskan
penderita bisa pulang atau rawat inap.
8. Perkembangan penderita selama observasi dicatat dilembar
observasi.
Setelah observasi tentukan apakah penderita perlu : rawat jalan /
rawat inap / rujuk.
Unit terkait

Rawat Inap

Status
Dokumen

Induk
Salinan

No.Distribusi
SOP / PROTAP
PENATALAKSANAAN HEACTING

INSTANSI

No Dokumen

No Revisi

Halaman

........

1/1

SOP

Tanggal Terbit

UGD

Pengertian
Tujuan
Kebijakan
Prosedur

Disetujui oleh,

Heacting adalah penjahitan luka terbuka


Sebagai acuan penatalaksanaan penjahitan sampai luka tertutup oleh jahitan
unutk menghindari infeksi lanjutanan
1. Perawat yang sudah terlatih dalam melakukan heacting
2. Semua pasien dengan vulknus laceratum dan luka kurang dari 6 jam
PERSIAPAN PERALATAN :
1. Hanscoen
11. Bak instrumen steril berisi :
2. Duk bolong steril
Pinset chirugis
3. Kasa steril
Pinset anatomi
4. Lidokain steril
Mosquito (klem arteri kecil)
5. Supratul
Naldvoulder
6. Spuit 3 cc
Jarum kulit
7. Betadine solution
Gunting
8. Alcohol 70 %
12.Cairan Na Cl
9. Benang silk untuk kulit

10. Benang catgut untuk pembuluh 13.


Cairan
H2O2 hodrogen
darah
peroksida
PENATALAKSANAAN :
1. Perawat menyiapkan alat kedekat pasien dan menjelasakan kepasien atau
keluarga pasien (informed concern)
2. Perawat memakaia handscoen
3. Dep luka dengan kasa steril, kemudian bersihkan dengan cairan
NaCl. Apabila kotor siram dengan H2O2
4. Olesi daerah luka dengan betadine
5. Olesi dengan kapas alcohol, lalu suntikan lidokain injeksi 2 cc disekitar
pingiran luka tunggu 5 menit
6. Dep lagi luka dengan kasa steril kemudian bila ada pembuluh darah yang
terpotong diklem diikiat dengan benang catgut
7. Pegang bibir luka dengan pinset chirugis, kalau ada kotoran ambil dengan
pinset anatomi
8. Pasang jarum kulit dan benang kulit dinalvolder, lalu jahit bibir luka dengan
rapi, setelah luka ditutup olesi dengan betadine. Kemudian beri supratul,lalu
tutup dengan kasa steril dan verband.
9. Bersihkan daerah bekas luka
10. duk bolong dibuka
11. konseling pada pasien (anjuran untuk menjaga sterilitas didaerah luka)
Unit terkait
Rawat Inap

Induk

Status
Dokumen
Salinan

INSTANSI

No.Distribusi
SOP / PROTAP
PENATALAKSAAN PERAWATAN LUKA KLL
No Dokumen

No Revisi

Halaman

........

1/1

SOP

Tanggal Terbit

UGD

Pengertian
Tujuan
Kebijakan

Disetujui oleh,

Memberikan tindakan pertolongan pada luka baru dengan cepat dan tepat
Agar luka tidak terjadi infeksi lanjut
Seluruh perawat diijinklan melakukan penjahitan dan perawatan luka, tetapi

Prosedur

tidak pada luka putus tendon


PERSIAPAN ALAT :
Streril
1.
Bak instrumen
a.
Spuit irigasi 50 cc
b.
Soft koteker
c.
Pinset anatomis
d.
Pinset chirrugis
e.
Gunting jaringan
f.
Arteri klem
g.
Knop sonde
h.
Container untuk cairan irigasi
i.
Naal foulder
2.
Kassa dan depres dalam tromol
3.
Handschone / gloves steril
4.
Neerbeken (bengkok)
5.
Kom kecil/ sedang
6.
Heacting set
7.
Spuit 3 cc
8.
Pembalut sesuai kebutuhan
a.
Kasa
b.
Kasa gulung
c.
Sufratul
2
Topical terapi
a.
Oxytetraciclin salep /
b.
Gentamicin salep 0,3 %
c.
Lidokain ampul
2
Cairan pencuci luka dan disinfektan
a.
Cairan NS / RL hangat sesuai suhu tubuh 34 0 -37 0 C
b.
Betadine
Persiapan Alat :
Non Streril
1.
Schort / Gown
2.
Perlak + Alas Perlak / Underpad
3.
Sketsel / Tirai
4.
Gunting Verband
5.
Neerbeken / Bengkok

6.
7.

1.
2.
3.
1)
2)
3)
4)
5)
6)
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)
9)
10)
11)
12)

Unit terkait

Plester (Adhesive) Atau Hipafix Micropone


Tempat Sampah

Penatalaksaan Luka Kll.


Informed Concern Dan Penjelasan
Pemeriksaan Ttv
A. Penatalaksanaan Perawatan Luka Babras
Persiapan Alat : Bengkok Didekatkan Dan Kasa Didekatkan Cairan Ns Dan
Betadine
Pembersihan Dengan Ns
Setelah Itu Diberi Betadine / Sufratul
Bersihkan Peralatan
Observasi
Konseling
B. Penatalaksaan Perawatan Luka Robek
Persiapan Pasien Dan Informed Concern
Semua Alat Disiapkan
Suntikan Dengan Lidokain Merata
Dibersihkan Dengan Ns /Perhidrol
Diberikan Disinfektan Dengan Betadine
Heacting (Sesuai Sop Heacting)
Diberikan Tulle Atau Salep Oxitetraciclin
Ditutup Dengan Kasa Steril
Diplester / Hipafix
Bersihkan Kotoran/ Bekas Darah Disekitar Luka.
Bereskan Peralatan
Observasi
Konseling
IGD dan Rawat inap

Posted by Warsono Archink at 11:13 PM


Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to FacebookShare to Pinterest
No comments:
Post a Comment
Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Search This Blog

Popular Posts

KUMPULAN SOP KEPERAWATAN LENGKAP


Daftar SOP Keperawatan : Pengukuran suhu Pemeriksaan denyut Pemeriksaan
pernafasan Pemeriksaan tekanan darah Menyiapkan tempat tid...

SOP / PROTAP PENGUKURAN SUHU


Pengukuran suhu Pengertian : Merupakan tatacara pemeriksaan suhu tubuh. Suhu tubuh
merupakan indikator untuk menilai keseimba...

Makalah dan SOP / Protap Transport Pasien


BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Di Rumah Sakit banyak terjadi
pemandangan yang sering kita lihat seperti pengangkatan pasien yan...

KUMPULAN SOP PUSKESMAS DAN RUMAH SAKIT


SOP Penentuan Faktor Resti Untuk Ibu Hamil SOP Pengambilan Corpus Alienum di
Telinga dan Hidung SOP Penatalaksanaan Jenasah HIV ...

SOP / PROTAP BILAS LAMBUNG


Membilas lambung a.
Pengertian Membilas lambung adalah membersihkan lambung
dengan cara memasukkan air/cairan tertentu ke dalam ...

SOP / PROTAP PENANGANAN PASIEN KEJANG DEMAM


Kejang Demam a.
Pengertian Memberikan pertolongan bayi baru yang tidak segera
menangis atau tidak segera bernafas. b.
Tu...

SOP Resusitasi Jantung Paru ( RJP )


sop Keperawatan Protap Penanganan Pasien Henti Jantung Pengertian Henti jantung
adalah terhentinya kontraksi jantung yang efektif ditanda...

Blog Archive

2016 (3)

2015 (35)

2014 (148)
o November (16)
o October (10)
o September (7)
o August (32)
o July (28)
o June (24)
o May (31)

Pengumuman Lowongan Kerja RSUP Nasional Dr. Cipto ...

LOWONGAN KERJA RUMAH SAKIT CIPTO MANGUNKUSUMO


JUNI...

SOP mengobati luka tusuk paku

SOP Menghisap Lendir / SUCTION

SOP Memberikan oksigen

SOP Pemasangan Kateter Urine

SOP Pemasangan NGT / Penduga Lambung

SOP Penatalaksanaan Jenasah HIV / Aids

SOP Pengambilan Corpus Alienum di Telinga dan Hidu...

SOP Pengambilan Benda Asing di Telinga dan Hidung

SOP Penentuan Faktor Resti Untuk Ibu Hamil

About Me

KUMPULAN SOP PUSKESMAS DAN RUMAH SAKIT

PRINSIP-PRINSIP SOP

PENGERTIAN SOP (Standard Operating Prosedur)

SOP / PROTAP / PPK PENGATURAN POSISI PRONASI

SOP / PROTAP / PPK PEMBERIAN POSISI LATERAL

SOP / PROTAP PENGATURAN POSISI FOWLER

SOP / PROTAP PENGATURAN POSISI SIMS PADA PASIEN

SOP / PROTAP Pemberian Oksigen Melalui Sungkup Muk...

STANDAR dan STANDARD OPERATING PROCEDURE ( SOP )

SOP FISIOTERAPI DADA

SOP / PROTAP BRONCHIAL WASHING

SOP PENGAMBILAN SPUTUM

SOP PEMBERIAN OKSIGEN

SOP NEBULIZER

SOP NAFAS DALAM

SOP BATUK EFEKTIF

SOP OKSIGENASI

SOP ELIMINASI

KUMPULAN SOP IGD TERLENGKAP

KUMPULAN SOP KEPERAWATAN TERLENGKAP

arthikasari pangestuti
View my complete profile
Simple template. Powered by Blogger.