You are on page 1of 15

LAPORAN TUTORIAL

BLOK 2 MODUL 1 FISIOLOGI DARAH

KELOMPOK 1
Tutor : drg. Yona Ladyventini
Ketua : Athiyya Husna
Sekretaris Meja : Kuntum Khaira Ummah
Sekretaris Papan : Elicya Eka Putri
Anggota :
Iswara Sardi
Izzah Dhiyaul Auni
Ridha Dian Lestari
Siti Hartsur Rahmi
Orchidia Anneta Putri
Rindu Dinanti
Rayhan Agna Daneo

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS ANDALAS
2015

Modul 1
Fisiologi Darah
Skenario 1 :
Kok Bleeding?
Drg. Budiman sangat cemas dan merasa bersalah terhadap keadaan pak Bujang (60
tahun) yang lemah dan pucat karena sampai saat ini luka bekas pencabutan gigi
kemaren sore masih belum berhenti berdarah. Sebenarnya keadaan gigi pak Bujang
yang dicabut kemaren sudah goyang dan dengan mudah dan langsung dilakukan
pencabutan tanpa melakukan pemeriksaan tekanan darah dan anamnesa terlebih
dahulu. Seharusnya drg. Budiman memahami prinsip homeostasis, bagaimana
anatomi dan Lebih kaget lagi, drg. Budiman makin berasa bersalah karena menurut
anaknya bahwa pak Bujang sudah lama menderita hipertensi dan sebulan terkhir
mengkonsumsi obat penyakit jantung. Anaknya bertanya apakah pak Bujang perlu
diberikan donor darah sesuai dengan golongan darahnya.
Bagaimana saudara memahami kondisi ini agar tidak mengalami masalah yang
sama dengan drg. Budiman ?

Langkah Seven Jumps :


1) Mengklarifikasi terminologi yang tidak diketahui dan mendefinisikan hal-hal yang
dapat menimbulkan kesalahan interpretasi
2) Menentukan masalah
3) Menganalisa masalah melalui brain storming dengan menggunakan prior
knowledge
4) Membuat skema atau diagram dari komponen-komponen permasalahan dan
mencari korelasi dan interaksi antar masing-masing komponen untuk membuat
solusi secara terintegrasi
5) Memformulasikan tujuan pembelajaran/ learning objectives
6) Mengumpulkan informasi di perpustakaan, internet, dan lain-lain
7) Sintesa dan uji informasi yang telah diperoleh

URAIAN
Langkah I
Mengklarifikasi terminologi yang tidak diketahui dan mendefinisikan hal-hal yang
dapat menimbulkan kesalahan interpretasi.
Anamnesa : tanya jawab dengan pasien atau keluarga terdekat pasien yang
berupa wawanca untuk mengtahui keluhan dan riwayat penyakit pasien
Homeostasis : keadaan keseimbangan internal dimana sistem tubuh bekerja
dengan tepat untuk memenuhi kebutuhan dan mempertahankan keseimbangan
tubuh
Fisiologi
: ilmu yang mempelajari tentnagfungsi, mekanisme, sel-sel, dan
jaringan maupun organ tubuh
Hemodinamik : prinsip pertukaran energi secara terus-menerus pada tubuh
manusia & lingkungan
Hipertensi : kondisi medis kronis dimana tekanan darah di arteri meningkat >
40/90
Pencabutan gigi : suatu proses pengeluaran gigi dari alveolus
Langkah II
Menentukan masalah
1. Apa hubungan keaaan pak bujang yang lemah dan pucat dengan pendarahan yang
belum berhenti?
2. Apa fungsi darah?
3. apa penyebab pendarahan?
4. Apa yang harus dilakukan drg sebelum melakukan pencabutan gigi?
5. Kepada siapa harus dilakukan oenundaan pencabutan gigi?
6. Apa saja prinsip homeostasis?
7. Apakah donor darah dibutuhkan oleh pak Bujang?
8. Mengapa pada bekas pencabutan gigi pak Bujang belum berhenti berdarah ?
9. Apa prinsip hemodinamik?
10. Bagaimana menangani kasus tersebut?
11. Apa resiko pencabutan gigi pada pasien hipertensi?
12. Mengapa drg. Budiman harus memahami prinsip hemeostasis?

13. Apa alasan donor darah itu harus sesuai golongan darahnya?

Langkah III
Menganalisa masalah melalui brain storming dengan menggunakan prior knowledge
1) Apa hubungan keaaan pak bujang yang lemah dan pucat dengan pendarahan
yang belum berhenti?
Di dalam darah ada Hb, jadi saat pendaarahan , Hb nya juga ikut berkurang. Sehingga
pengangkutan O2 ke seluruh tubuh dapat terganggu sehingga tubuh pak Bujang
menjadi lemah
2) Apa fungsi darah?
Mengangkut O2 dan nutrisi keseluruh tubuh
Menjaga suhu tubuh
Mengangkut sisa metabolism
Membunuh kuman kumat penyakit
Menjaga kestabilan asam basa di dalam jaringan tubuh
3) Penyebab pendarahan?
Karena adanya cidera jaringan/ trauma, pembuluh darah yang pecah
4) Apa yang harus dilakukan drg sebelum pencabutan gigi?
Melakukan anamnesa
Melakukan pemeriksaan tekanan darah
Melakukan informed concern
5) Pada siapa harus dilakukan penundaan pencabutan?
Ibu hamil , pasien hipertensi , pasien penyakit kanker yang perlu penyinaran
,pasien berpenyakit hemophilia
6) Prinsip homeostasis?
Terjadi melalui 4 cara yaitu
a. Pengaturan diri ( self regulation )
b. Kompensasi
c. Umpan balik positif
d. Umpan balik negatif
7) Apakah donor darah dibutuhkan?

Apabila kondisi pak bujang sudah sangat lemah karena kekurangan darah,
maka perlu dilakukan donor darah sesuai dengan prosedur yang ada. Apabila
tidak terlalu banyak kehilangan darah, maka pak bujang cukup mengkonsumsi
makanan yang mengandung vitamin A untuk menjaga tubuh tetap dalam
kondisi stabil.
8) Mengapa pada bekas pencabutan gigi pak Bujang belum berhenti berdarah ?
a. karena pak Bujang hipertensi, pembuluh darah membesar sehingga darah terus
mengalir
b. karena tekanan darah pak Alipait tidak stabil sehingga timbul gerakan
mendorong darah keluar
c. karena anastesi lokal yang biasa diberikan mengandung adrenalin sehingga
tekanan darah pak Alipait semakin tinggi
9) Apa saja prinsip hemodinamik?
Integralitas (hubunga manusia dengan lingkungan )
Resonansi (pengaruh hidup manusia terhadap lingkungan)
Helicy (proses interaksi manusia dengan lingkungan terjadi secara perlahan)
10) Bagaimana menangani kasus tersebut?
Melakukan donor darah untuk pasien jika di perlukan
Memberikan obat untuk menghentikan pendarahan
11) Apa resiko pencabutan gigi pada pasien hipertensi?
bisa meninggal karena kehabisan darah
obat pengencer darah yang di konsumsi pasien hipertensi menyebabkan darah
mengalir seacara teru-menerus
gagal ginjal, stroke, gagal jantung
12) Mengapa drg. Budiman harus memahami prinsip hemeostasis?
karena hemeostasis berfokus pada mental pasien
agar dokter mengetahui resiko yang akan terjadi setelah melakukan tindakan
jika hemeostasis terganggu maka sistem mekanisme tubuh tidak bekerja dengan
tepat

13) Apa alasan donor darah itu harus sesuai golongan darahnya?
Karena akan terjaid pengumpalan apabila golongan darah nya tidak sesuai dan
akan menimbulkan efek racun bagi tubuh si penerima

Langkah IV
Membuat skema atau diagram dari komponen-komponen permasalahan dan mencari
korelasi dan interaksi antar masing-masing komponen untuk membuat solusi secara
terintegrasi.

Skema
Darah

Fisiologi Darah

Hemodinamik

Defenisi, komposisi,
Fungsi, struktur ,
Proses pembentukan

Prinsip
homeostasis
penggolongan

gangguan/ kelainan / penyakit


Langkah V
Memformulasikan tujuan pembelajaran
1. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang fisiologi darah
2. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang hemostasis
3. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang hemodinamik
4. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang penggolongan darah
5. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang kelainan pada darah

Langkah VI
Mengumpulkan informasi di perpustakaan, internet, dan lain-lain

Langkah VII
Sintesa dan uji informasi yang diperoleh

Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup (kecuali
tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang
di bututuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan bahan hasil kimia
metabolisme, dan juga pertahanan tubuh terhadap virus dan bakteri
Manusia memeiliki sistem peredaran darah tertutup yang berarti darah mengalir
dalam pembuluh darah dan disirkulasikan oleh jantung. Darah di pompa oleh
jantung menuju paru-paru untuk melepaskan sisa metabolisme berupa karbon
dioksida dan menyerap oksigen melalui pembuluh darah arteri pulmonalis, lalu di
bawa kembali ke jantung melalui vena pulmonalis. Setelah itu darah dikirimkan
ke seluruh tubuh oleh saluran pembuluh darah aorta. Darah mengedarkan oksigen
ke seluruh tubuh melalui saluran halus darah yang di sebut pembuluh darah
kapiler.
Komposisi
terdiri dari :
- plasma darah 55%
- sel darah 45%
Yang terdiri dari sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), sel darah
pembeku (trombosit)
A. Plasma Darah
Sekitar 91% plasma darah terdiri atas air. Sekebihnya adalah zat terlarut yang terdiri
dari protein plasma (albumin, protombin, fibrinogen, dan antibodi ), garam mineral,
dan zat-zat yang diangkut darah (zat makanan, sisa metbolisme, gas-gas, dan
hormon). Fibrinogen yang ada dalam plasma darah merupakan bahan penting untuk
pembekuan darahjika terjadi luka.
- warna jenih kekuningan (terletak di bagian atas dari darah yang mengendap) kadang
kuning keruh jika mengandung banyak lemak

- 95% plasma terdiri dari garam dana air


- ph 6,8 - 7,7
- Bagian cair darah yang sebagian besar terdiri atas elektrolit dan protein darah
- plasmaprotein terdiri dari albumin (58%), globulin (38%), fibrinogen(4%), dll (2%)
- jumlahnya 60% dari volume darah
B. Sel - Sel Darah
Sel-sel darah pada manusia terdiri atas sel darah merah (eritrosit), sel darah putih
(leukosit), dan keping darah (trombosit). Dalam sel-sel darah terkandung sel darah
putih dan keping darah sebanyak 1%, sedangkan sel darah merah sebanyak 99%.
1. Sel-Sel Darah Merah (eritrosit)
- merupakan komponen utama sel darah yaitu sekitar 99%
- berbentuk bikonkaf sehingga memiliki permukaan yang lebar
- tidak berinti sehingga tidak dapat hidup lama
- bewarna merah karena mengandung hemoglobin. Hemoglobin yaitu molekul
kompleks dari protein dan molekul besi hemin. Hemoglobin berperan mengikat
oksigen dan karbon dioksida. Peristiwa ini terjadi di paru-paru
- umur eritrosit sekitar 120 hari. Setelah mati akan di rombak di hati menjadi bilirubin
dan biliverdin (zat warna empedu). Zat besi hasil rombakan tersebut kemudian di
kirim ke hati dan limpa untuk digunakan membentuk eritrosit baru.
- Cekung di bagian tengah
- bersifat fleksibel
- tidak berinti
- ukuran diameter 6-9 mikron
- jumlah di dalam tubuh 4,8-5,4 juta/ml (pria dewasa)
4,2-5,5 juta/ml (waita dewasa)
- Mengandung hemoglobin 34%
Di produksi di sum-sum tulang belakang dan tulang pipa

a.
b.
c.
d.

Fungsi Sel Darah Merah


Mengedarkan O2 ke seluruh tubuh
Penentuan golongan darah
Sisitem kekebalan tubuh
Eritrosit melepaskan senyawa S-nitrosothiol saat hemoglobin terdeoksigenasi,
yang berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah dan melancarkan arus darah
supaya darah menuju ke daerah tubuh yang kekurangan oksigen.

2. Sel darah putih (leukosit)


- Memiliki inti sel sehingga dapat bertahan hidup berbulan-bulan

- Tidak mengandung hemoglobin sehingga tidak bewarna merah


- ukurannya lebih besar dari pada eritrosit
- di bentuk di dalam sum-sum merah, limpa, dan kelenjar getah bening atau limfe.
- bersifat amoboid
- ukurannya : diameter 5-15 mikron
- alat pertahanan tubuh atau kekebalan tubuh dari benda asing, nfeksi, dan
mikroorganisme.
- berdasarkan karakteristik di bagi menjadi 2, yaitu granulosit ( sel darah putih yang
sitoplasmanya bergranula), agranulosit (kelompok sel darah putih yang sitoplasmanya
tidak bergranula)
3. Keping Darah ( Trombosit)
- berukuran kecil ,dan bentukna tidak beraturan
- tidak berinti sehingga berumur pendek
- masa hidup trombosit kurang lebih 10-12 hari
Dalam setiap mililiter darah terdapat keping darah sekitar 200.000 - 400.000 butir.
- fungsinya menghentikan pendarahan pada jaringan.
- diameter 2-5 mikron

Fungsi Darah
1. Memberikan nutrisi dan glukosa yang diperoleh dari organ-organ sistem
pencernaan transportasi hormon yang diproduksi oleh kelenjar dari sistem endokrin
sehingga hormon tersebut mencapai organ target untuk menjalankan fungsinya
2. Darah berfungsi mengedarkan sari makanan ke seluruh tubuh yang dilakukan oleh
plasma darah
3. Darah berfungsi mengangkut sisa oksidasi dari sel tubuh untuk dikeluarkan dari
tubuh yang dilakukan oleh plasma darah, karbon dioksida dikeluarkan melalui paruparu, urea dikeluarkan melalui ginjal
4. Darah berfungsi dalam mengedarkan hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar buntu
(endokrin) yang dilakukan oleh plasma darah.
5. Darah berfungsi juga untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh yang dilakukan
oleh sel-sel darah merah.
6. Membunuh kuman yang masuk ke dalam tubuh yang dilakukan oleh komponen
darah yaitu sel darah putih
7. Darah berfungsi untuk menutup luka yang dilakukan oleh keping-keping darah

Sirkulasi Darah
Fungsi Sirkulasi Darah
Adalah untuk melayani kebutuhan jaringan; untuk mentranspor nutrien ke jaringan,
untuk mentranspor produk-produk yang tidak berguna bagi tubuh, untuk
mengantarkan hormon dari satu organ ke organ yang lainnya, dan secara umum
memelihara lingkungan yang sesuai dalam seluruh cairan jaringan tubuh agar dapat
bertahan hidup secara optimal, serta untuk fungsi metabolisme sel-sel tubuh.
Secara umum sistem sirkulasi darah di dalam tubuh manusia dapat di bagi menjadi 2
bagian :
1. Sistem sirkulasi umum (sistemik) : sirkulasi darah yang mengalir dari jantung kiri
keseluruh tubuh dan kembali ke jantung kanan
2. Sistem sirkulasi paru (pulmoner) : sirkulasi darah yang mengalir dari jantung kanan
ke paru-paru lalu kembali ke jantung kiri.
a.

Sistem sirkulasi sistemik


Sistem sirkulasi sistemik di mulai ketika darah bersih (darah yang banyak
mengandung oksigen dari paru ) di pompa keluar jantung melalui bilik (ventrikel) kiri
ke pembuluh darah Aorta lalu ke seluruh bagian tubuh melalui arteri-arteri hingga
mencapai pembuluh darah yang diameternya paling kecil yang dinamakan kapilaria.
Kapilaria melakukan gerakan kontraksi dan relaksasi secara bergantian yang di
sebut dengan vasomotion sehingga darah didalamnya mengalir secara terputus-putus.
Vasomotion terjadi secara periodik dengan interval 15 detik- 3 menit sekali
b. Sistem sirkulasi paru
Sistem sirkulasi paru dimulai ketika darah kotor (darah yang tidak mengandung
O2 tetapi mengandung banyak CO2 yang berasal dari vena cava inferior dan vena
cava superior ) mengalir meninggalakan jantung kanan mlalui arteri pulmonalis
menuju paru-paru.

Prinsip Homeostasis
Proses yang terjadi secara terus menerus untuk mempertahankan stabilitas dan
kondisi dalam tubuh agar tetap konstan.
Terdiri dari :
- homeostasis fisiologis

- Homeostasis psikologis
Dalam tubuh manusia homeostasis dikendalikan oleh kelenjar endokrin & saraf
otonom
Proses Homeostasis terjadi dalam 4 cara
1. Pengaturan diri (self regulation )
Secara otomatis cara ini terjadi pada orang sehat seperti pengaturan fungsi organ
tubuh.
2. Kompensasi
Tubuh akan cenderung bereaksi terhadap ketidaknormalan dalam tubuh.
Contoh : pelebaran pupil saat tubuh mengalami ancaman
3. Umpan balik (-)
Penyimpangan dari keadaan normal, tubuh akan mengurangi produksi suatu zat
tertentu jika jumlah/ rangsangan dari zat yang bersangkutan berlebihan atau
sebaliknya.

4. Umpan balik (+)


Semakin tinggi rangsangan/ jumlah zat maka akan semakin banyak pula produksi zat
tersebut oleh tubuh. Hasil dari umpan balik (+) adalah suatu pergeseran / perubahan
kepada suatu keseimbangan baru.
Homeostasis psikologis berfokus ada keseimbangan emosional & kesejahteraan
mental.

Prinsip Hemodinamika
Aliran darah sisitem tubuh kita balik melalui sirkulasi besar maupun sirkulasi
paru-paru.
Prinsip Hemodinamika
1. Prinsip integralitas
Prinsip utama dalam hubungan antara manusia dengan lingkungan yang tidak dapat
dipisahkan. Perubahan proses kehidupan ini terjadi secara terus-menerus karena
adanya interaksi manusia dengan lingkungan yang saling mempengaruhi.

2. Prinsip Resonansi
Bahwa proses kehidupan manusia selalu berirama dan frekuensinya bervariasi,
mengingat manusia memiliki pengalaman beradaptasi dengan lingkungan.
3. Prinsip Helicy
Prinsip bahwa setiap perubahan dalam proses kehidupan manusia berlangsung
perlahan dan terdapat hubungan anatara manusia dan lingkungan.
Komponen Hemodinamik meliputi 3 komponen utama, yaitu:
1. Volume (darah dan cairan) sebagai isi
2. Pembuluh darah (arteri, vena, kapiler) sebagai pipa
3. Jantung sebagai pompa

Penggolongan Darah
Sistem golongan darah pada manusia ada 3 macam yaitu sistem ABO,system MN,dan
sistem rhesus
1. Sistem ABO
Sistem golongan darah tersebut dikembangkan oleh Karl Landsteiner, seorang
ahli biologi dan fisika dari Austria
Dalam sel darah merah, terdapat beberapa jenis antigen di permukaan sel darah
merah. Salah satunya adalah antigen A dan B. Darah bisa mengandung antigen A,
antigen B, keduanya, atau tidak mengandung keduanya sama sekali. Antigen inilah
yang menjadi penentu utama jenis golongan darah seseorang. Selain itu, di dalam
darah kita juga terkandung aglutinin. Aglutinin ini bertindak sebagai antibodi
terhadap antigen A dan B. Adanya aglutinin a akan menolak keberadaan antigen A
dalam darah. Demikian pula aglutinin B akan menolak keberadaan antigen B
dalam darah. Penolakan ini ditandai dengan penggumpalan aglutinin saat bertemu
dengan antigen yang ditolaknya. Inilah yang menyebabkan donor darah tidak bisa
dilakukan sembarangan. Harus diperhatikan apakah aglutinin yang dimiliki oleh
golongan darah penerima tidak menolak antigen yang dimiliki oleh golongan darah
pendonor.

Karakteristik komposisi antigen darah sesuai dengan golongannya


a. Orang dengan golongan darah A hanya memiliki antigen A dan aglutinin b.
b. Orang dengan golongan darah B hanya memiliki antigen B dan aglutinin a.
c. Orang dengan golongan darah AB memiliki antigen A dan B, tetapi tidak
memiliki aglutinin a dan b.
d. Orang dengan golongan darah O tidak memiliki antigen A dan B, tidak memiliki
aglutinin a dan b
2. Sistem Rhesus
Sistem penggolongan darah yang lain adalah berdasarkan faktor Rhesus. Sistem
rhesus ditemukan oleh Lionel dan Weiner pada tahun 1940 dengan menyuntikkan
darah kera Macacus rhesus ke tubuh kelinci, ternyata darah kera tsb digumpalkan oleh
aglutinin yang dihasilkan plasma darah kelinci. Aglutinin yang berasal dari kelinci itu
juga menggumpalkan darah manusia walaupun tidak pada semua orang. Orang yang
darahnya dapat digumpalkan oleh aglutinin dari kelinci dikelompokkan sebagai
golongan Rhesus positif (Rh+), sedangkan yang darahnya tidak dapat digumpalkan
oleh aglutinin kelinci tadi dikelompokkan ke dalam Rhesus negatif (Rh).
Secara singkat dapat diterangkan:
a. Golongan darah Rh+, dalam eritrositnya mengandung antigen Rhesus, pada
plasmanya tidak dibentuk antibodi terhadap antigen Rhesus.
b. Golongan darah Rh , dalam eritrositnya tidak ada antigen Rhesus, pada
plasmanya dapat dibentuk antibodi terhadap antigen Rhesus.
Golongan darah Rhesus negatif banyak dimiliki oleh orang Eropa 85% dari
jumlah penduduk, sedangkan orang Asia terutama Indonesia golongan Rhesus
negatif hanya 0,013

3. Sistem MN
Pada tahun 1972 k.landsteiner dan P.levine telah menemukan golongann darah
sistem MN pada golongan darah manusia akibat ditemukan antigen M dan antigen
N pada sel darah merah (eritrosit) manusia. Sistem golongan darah ini terdiri atas 3

jenis yaitu:
a. Golongan M, mengandung antigen M
b. Golongan N, mengandung antigen N
c. Golongan MN, mengandung antigen M dan antigen

Kelainan Pada Darah


Terbagi menjadi 2
1. Faktor keturunan
a) Hemofilia
Penyakit keturunan berupa darah yang keluar dari pembuluh darah tidak dapat
membeku
b) Thalassemia
Penyakit yang di tandain dengan bentuk sel darah merah yang tidak beraturan ,
akibatnya daya ikat terhadap oksigen dan karbon dioksida berkurang.
c) Sick cell anemia (SCA)
Penyakit berupa kelainan sel darah merah yang berbentuk seperti bulan sabit,
akibatnya daya ikat terhadap O2 dan CO2 berkurang.

2. Faktor non keturunan


Kelainan darah ini disebabkan oleh faktor fisiologis.
a) Anemia
Penyakit kurang darah, disebabkan kandungan Hb rendah, berkurangnya sel darah
merah, atau menrunya volume dari ukuran normal.
b) Anemia Pernisiosa
Penyakit di mana tubuh tidak mampu menyerap vitamin B-12
c) Aneurisma
Penyakit pelebaran pembuluh arteri karena lemahnya dinding otot
d) Eritroblastosis Fetalis
Rusaknya eritrosit bayi di dalam kandungan karena perbedaan rhesus ibu

e) Elefantiasis
Penyumbatan aliran pembuluh limfa akibat infeksi cacing filaria
f) Hipertensi
Tekanan darah tinggi, yaitu nilai ambang tekanan sistole sekitar 140-200 mmhg atau
lebih, dan nilai amabng tekanan diastole sekitar 90-110 mmhg atau lebih.
g) Hipotensi
Tekanan darah rendah, bila tekanan sistole di bawah 100 mmhg
h) leukimia
Penyakit yang disebabkan bertambahnya leukosit yang tidak terkendali akibat kanker
jaringan penghasil sel-sel darah putih
i) Trombus dan Embolus
Penyakit jantung yang disebabkan oleh penggumpalan di dalam arteri koroner.
j) Jantung Koroner
Suatu gangguan jantung yang di sebabkan oleh tertimbunnya lemak pada arteri
koronaria.
k) sklerosis
Penyakit pengerasan pembuluh nadi. Gangguan ini dapat disebabkan oleh dua hal,
yaitu endapan lemak (aterosklerosis) dan oleh endapan kapur (arteriosklerosis)
l) varises
Penyakit berupa pelebaran pada bagian betis.