Вы находитесь на странице: 1из 7

21/11/2016

By : KELOMPOK 1
GIZI MASYARAKAT KELAS C
FKM UNEJ 2016

ULMA MAWADDATUR

122110101028

LIA PUJITIANA

132110101037

DIAN KUSUMA W

122110101114

KHUSNIAWATI

132110101076

SHELVIA INDRIANTI

122110101140

ELMA APRILINDA

132110101077

RIVANDA AGUSTIA

122110101203

ADAM UMBARA

132110101096

IKRIMA SUNDARI

132110101008

IAN FANDI P

132110101104

21/11/2016

Definisi

Klasifikasi

Faktor Risiko

Pencegahan

Gejala

Penyebab

Studi Kasus
dan Analisis

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan

tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan


darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali
pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam
keadaan cukup istirahat/tenang
Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi sebenarnya
adalah suatu gangguan pada pembuluh darah yang
mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh
darah terhambat sampai ke jaringan tubuh yang
membutuhkannya. Hipertensi disebut juga sebagai
pembunuh gelap (silent killer) karena termasuk penyakit
yang mematikan, tanpa disertai gejala

21/11/2016

Klasifikasi Hipertensi Menurut JNC* VII, 2003

Klasifikasi
Tekanan Darah
Tekanan Darah
Sistol

Tekanan Darah
Diastol

Normal
Prehipertensi
Hipertensi
Stage 1

<120
120-139
140-159

<80
80-89
90-99

Hipertensi
Stage 2

160 atau >160

100 atau >100

Sakit Kepala
Rasa pegal dan tidak nyaman pada tengkuk.
Perasaan berputar dan serasa ingin jatuh.
Berdebar dan detak jantung terasa cepat.
Telinga berdenging.

Pandangan menjadi kabur.

21/11/2016

Hipertensi diderita oleh sekitar 7 milyar manusia di dunia. Di Indonesia sebanyak 31,7%
(2007) dan 25,8% (2013) orang dewasa mengalami hipertensi. Sayangnya hanya 9,5%
penduduk yang sudah mengetahui memiliki hipertensi itupun sudah meningkat dari
7,2% di tahun 2007. Dari sekian banyak yang mengetahui sudah memiliki penyakit
hipertensi sayangnya hanya 0,4% kasus yang minum obat hipertensi.
Hipertensi terus meningkat dalam dua dekade ini, jumlah penderita hipertensi di negara
miskin serta berkembang ternyata lebih banyak dibandingkan dengan di negara maju. Hal
ini disebabkan oleh kesenjangan kualitas sistem kesehatan yang tersedia juga tingkat
pendidikan di masyarakat.

USIA

JENIS
KELAMIN

GENETIK

MEROKOK

OBESITAS

STRESS

AKTIVITAS
FISIK

KONSUMSI
TINGGI
GARAM

21/11/2016

Hipertensi esensial atau primer


Penyebab pasti dari
hipertensi esensial sampai
saat ini masih belum dapat
diketahui. Namun, berbagai
faktor diduga turut berperan
sebagai penyebab hipertensi
primer, seperti bertambahnya
umur, stres psikologis, dan
hereditas (keturunan)

Hipertensi sekunder
penyebabnya dapat
diketahui, antara lain
kelainan pembuluh darah
ginjal, gangguan kelenjar
tiroid (hipertiroid), penyakit
kelenjar adrenal
(hiperaldosteronisme), dan
lain lain

Modifikasi gaya hidup dapat dilakukan dengan


1.

Membatasi asupan garam tidak lebih dari 6


gram/hari),

2.

menurunkan berat badan,

3.

Menghindari minuman berkafein, rokok, dan


minuman beralkohol.

4.

Olah raga juga dianjurkan bagi penderita


hipertensi, dapat berupa jalan, lari, jogging,
bersepeda selama 20-25 menit dengan
frekuensi 3-5 x per minggu.

5.

Penting juga untuk cukup istirahat (6-8 jam).

6.

Mengendalikan stress.

21/11/2016

Makanan yang berkadar lemak jenuh tinggi

(otak, ginjal, paru, minyak kelapa, gajih).

Makanan yang diolah dengan menggunakan

garam natrium (biscuit, crackers, keripik dan


makanan kering yang asin).

Makanan dan minuman dalam kaleng (sarden,

sosis, korned, sayuran serta buah-buahan


dalam kaleng, soft drink).

Makanan yang diawetkan (dendeng, asinan

Susu full cream, mentega, margarine, keju

mayonaise, serta sumber protein hewani


yang tinggi kolesterol seperti daging merah
(sapi / kambing), kuning telur, kulit ayam).

Bumbu-bumbu seperti kecap, maggi, terasi,

saus tomat, saus sambal, tauco serta bumbu


penyedap lain yang pada umumnya
mengandung garam natrium.

Alkohol dan makanan yang mengandung

alkohol seperti durian, tape.

sayur/buah, abon, ikan asin, pindang, udang


kering, telur asin, selai kacang).

SW alias Ama Periaman alias Ama Ucok (51) dilarikan ke


rumah sakit setelah ditangkap anggota Polres Nias karena
mengalami hipertensi. Ama Periaman disangka membunuh
tetangganya, WW alias Sibaya Gamari (40), Kepala Dusun II,
Desa Hilliwaele, Kabupaten Nias.
"Setelah diamankan, PENYAKIT YANG DIIDAP TERSANGKA
KAMBUH. SELAMA INI TERSANGKA MEMILIKI RIWAYAT
PENYAKIT HIPERTENSI ," kata Kapolres Nias, AKBP Bazawato
Zebua, Jumat (11/11/2016) siang.
Khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, polisi membawa
tersangka ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Tersangka tetap di bawah penjagaan petugas kepolisian.

21/11/2016

Hipertensi merupakan penyakit


dimana aliran darah sangat cepat
sehingga menyebabkan tekanan pada
pembuluh darah, tekanan pada
pembuluh darah menyebabkan kerja
jantung yang semakin cepat. Dimana
kerja jantung yang terus menerus
dengan beban yang berat dapat
menyebabkan adrenalin menjadi
meningkat, peningkatan adrenalin ini
menyebabkan rasa cemas, emosi,
ketakutan curiga dan mudah
tersinggung.

Dugaan pembunuhan yang


dilakukan oleh tersangka yang
dilatarbelakangi masalah sakit
hati merupakan salah satu faktor
akibat dari penyakit hipertensi
yang dideritanya, karena pada
dasarnya penyakit hipertensi juga
menyebabkan penderitanya tidak
peka mengenali rasa marah,
takut, sedih serta ekspresi wajah,
dimana James A Mc Cubbin yang
seorang profesor psikologi dari
Clemson University, U.S.A
mengungkapkan nya dalam
penelitian.