You are on page 1of 8

PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

DINAS KESEHATAN
KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM CILINCING
Nomor

: 013.01/SK-RSUCil/VII/2015
TENTANG
KEBIJAKAN STERILISASI

RUMAH SAKIT UMUM CILINCING

Menimbang :

a. Bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit


Umum Cilincing, maka diperlukan kebijakan pengelolaan sterilisasi
rumah sakit yang bermutu tinggi
b.

Bahwa agar kebijakan pengelolaan sterilisasi di Rumah Sakit Umum


Cilincing dapat terlaksana dengan baik, perlu adanya panduan Direktur
Rumah Sakit Umum Cilincing sebagai landasan bagi penyelenggaraan

sterilisasi di Rumah Sakit Umum Cilincing;


c. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam a
dan b , perlu ditetapkan dengan Keputusan Direktur Rumah Sakit
Umum Cilincing
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang
Mengingat :

Kesehatan.
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009 Tentang
Rumah Sakit.
3. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1204 Tahun
2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit.
4. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 382 Tahun 2007 Tentang
Pelaksanaan PPI di RS dan FPK lain

Menetapkan
Kesatu

: PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM CILINCING


TENTANG

PEMBERLAKUAN KEBIJAKAN STERILISASI DI RUMAH

SAKIT UMUM CILINCING


Kedua

: Memberlakukan Kebijakan sterilisasi Rumah Sakit Umum Cilincing


sebagaiman tercantum dalam Lampiran Keputusan ini.

Ketiga

: Dengan dikeluarkannya Peraturan Direktur Rumah Sakit Umum


Cilincing ini, Maka

apabila

terdapat

peraturan yang

bertentangan

dengan peraturan Direktur Rumah Sakit Umum , maka peraturanperaturan yang terdahulu dinyatakan tidak berlaku.
Keempat

: Apabila dikemudian hari terdapat kekurangan dan/atau kekeliruan


dalam Peraturan Direktur Rumah Sakit Umum Cilincing ini maka akan
diadakan perubahan dan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan

: di Jakarta

Pada tanggal

: 1 Juli 2015

RUMAH SAKIT UMUM CILINCING

dr. Netty Siahaan M.K.M


NIP.196104241987112001

LAMPIRAN
PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM CILINCING
NOMOR

: 013.01/SK-RSUCil/VII/2015

TANGGAL

: 1 JULI 2015

TENTANG

: KEBIJAKAN STERILISASI

1. PERAN STERILISASI RUMAH SAKIT UMUM CILINCING


a. Peran Sterilisasi
Peran dari Sterilisasi di Rumah Sakit Umum Cilincing adalah:
1.

Menyiapkan peralatan medis untuk perawatan pasien.

2.

Berpartisipasi dalam pemilihan peralatan yang aman dan efektif..

3.

Mempertahankan stok inventori yang memadai untuk keperluan perawatan


pasien.

4.

Mempertahankan standar yang telah ditetapkan.

5.

Mendokumentasikan

setiap

aktifitas

pembersihan,

desinfeksi,

maupun

sterilisasi sebagai bagian dari program upaya pengendalian mutu.

b. Aktifitas Fungsional Sterilisasi


Alur aktifitas fungsional Sterilisasi secara umum dapat digambarkan sebagai
berikut :
1. Pengumpulan instrumen kotor di masing masing unit.
2. Pencucian instrumen : pencucian instrumen dilakukan secara manual.
3. Pengeringan : pengeringan dilakukan secara manual.
4. Penyortiran : menyortir instrumen yang layak pakai maupun tidak layak pakai
5. Packing instrumen : membungkus instrumen / peralatan medik dengan line
atau wipak medical roll yang akan disterilkan dengan mesin autoclave steam.
6. Pemberian etiket / indikator tape : setiap kemasan harus mempunyai etiket
yang menjelaskan nama set & isi set instrumen tersebut, tanggal steril, tanggal
kadaluarsa dan disertai dengan tanda tangan petugas sterilisasi.

c. Pensterilan istrumen / peralatan medik :


1. Pensterilan instrumen dengan cara manual : mensterilkan / peralatan medik
dengan

cara

mendesinfeksi

tingkat tinggi

yang

desinfektan.
2. Pensterilan dengan cara high temperature (Autoclave)

menggunakan

kimia

d. Penyimpanan instrument
1. Penyimpanan instrumen harus diperhatikan kondisi ruangannya dengan suhu
18 c - 22 c.
2. Ruangan penyimpanan kering dan tidak lembab (35 % - 75%).
3. Penyimpanan bebas serangga.
4. Penerangan memadai.
5. Ventilasi dengan sistem tekanan positif.
6. Dinding dengan lantai terbuat dari bahan halus dan kuat sehingga mudah
dibersihkan.
7. Alat steril tidak disimpan dekat wastafel atau saluran pipanya.

2. TATA LAKSANA PENANGANAN INSTRUMEN / PERALATAN MEDIS DI


STERILISASI.

a. Penanganan instrumen /peralatan medik di sterilisasi.


1. Instrumen kotor terkontaminasi yang ada dikantong plastik kuning langsung
didokumentasi.
2. Instrumen/peralatan medik kotor bisa dikantong plastik putih langsung
dimasukan ke dalam rendaman enzymatic detergent.
3. Instrumen/peralatan medik dicuci secara manual.
4. Instrumen/peralatan medik dikeringkan.
5. Instrumen/peralatan medik disortir dan dipilih sesuai set yang akan dibuat.
6. Instrumen/peralatan medik diberi label dan dimonitoring (indikator eksternal,
indikator internal).
7. Instrumen/peralatan medik disterilkan sesuai prosedur.

b. Dekontaminasi.
1. Dekontaminasi adalah proses fisika atau kimia untuk membersihkan benda benda yang mungkin terkontaminasi oleh mikroba yang berbahaya bagi
kehidupan, sehingga aman untuk proses selanjutnya.
2. Tujuan dari proses dekontaminasi ini adalah untuk melindungi pekerja
Rumah Sakit yang bersentuhan langsung dengan alat-alat kesehatan yang
sudah melalui proses dekontaminasi dari penyakit-penyakit yang dapat
disebabkan oleh mikrooganisme pada alat-alat kesehatan.

Caranya :

Petugas memakai alat pelindung diri (masker, penutup kepala, scort dll)

Siapan wadah / tempat yang terbuat dari plastik untuk rendaman cairan
desinfektan.

Kumpulan semua istrumen / barang dan bukan semua engselnya.

Rendam instrumen / peralatan medik dengan larutan glutaraldehida

Tutup wadah / tempat perendaman instrumen / peralatan medik.

Waktu perendaman 10 menit untuk semua organisme yang patogen


25 untuk TB dan untuk tingkat spora dibutuhkan perendaman 10
jam.

Angkat rendaman instrumen / peralatan medik dan bilas dengan air bersih
yang mengalir.

Keringkan semua instrumen / peralatan.

Instrumen / peralatan medik yang telah kering telah siap untuk diset,
distribusikan atau disimpan ditempat bersih.

Instrumen / peralatan medik yang setelah didekontaminasi harus dicuci


sampai bersih.

c. Pencucian
Pencucian instrumen / peralatan medik adalah suatu proses pembersihan /
menghilangkan semua partikel yang kelihatan dan hampir semua partikel yang
tidak kelihatan pada instrumen / peralatan medik.
1. Cara manual
Tujuan untuk menjamin kebersihan instreumen yang akan dicuci agar
tidak terjadi infeksi nosokomoial. Sebelum dilakukan pencucian instrumen
terlebih dahulu direndam dengan enzimatic detergent untuk melarutkan sisa
lemak, protein, darah maupun fokus atau dapat juga dimulai dengan
membilas dengan air keran yang mengalir untuk melepas partikel kotor.

Caranya :

Petugas memakai alat pelindung diri.

Siapkan wadah rendaman yang terbuat dari plastic

Instrumen kotor direndam dengan larutan desinfektan selama 10


menit.

Angkat instrumen dari rendaman lalu dicuci dan dibilas dengan air

bersih mengalir.

Setelah dicuci dan dibilas. Lalu dikeringkan.

2. Mencuci Secara Mekanis


Mencuci Secara Mekanis adalah sutu proses pencucian instrumen
secara sistematis dengan menggunakan mesin cuci instrumen yang berguna
untuk meningkatkan produktivitas, lebih bersih dan aman bagi pekerja.
Tujuan menjamin kebersihan instrumen yang akan dicuci agar tidak
terjadi infeksi nosokomial. Caranya :

Petugas memakai alat pelindung diri (masker, apron, penutup kepala


dll).

Buka semua engsel instrumen medik yang kotor.

Instrumen yang kotor ditempatkan didalam tray berlubang.

Masukan tray tersebut kedalam mesin cuci.

Setelah proses pencucian selesai keluarkan tray instrumen medik


dari mesin cuci.

d. Penggunaan Disinfekstan.

Penggunaan disinfektan harus sesuai label dan intruksi produsen.


Cara mengaktifkan produk, berapa lama ekfektifitasnya, dan apakah bisa
dipakai ulang.

Sesuai dengan rekomendasi dari produsen alat yang akan didisinfeksi.

Mikroorganisme apa saja yang dapat dibunuh dengan zat Rumah Sakit
terebut, berapa lama waktu dan suhu yang dibutuhkan.

Cara menggunakan produk Rumah Sakit terebut dengan aman.

Hindari kontak langsung dengan produk, baik dalam bentuk cairan maupun
serbuk dengan kulit membrane mucous, dan mata.

Pakailah alat pelindung diri, seperti apron masker sarung tangan tutup
kepala dll.

Cara penyimpanan dan pembuangan limbah cair.

Desinfektan yang dipakai Rumah Sakit Umum Cilincing.

e. Sortir Instrumen

Tujuan dari sortir instrument

Untuk memastikan kelayakan instrumen/peralatan medik dapat dipakai


atau tidak.

Untuk menetukan instrumen peralatan medik yang akan dipacking


dengan kemasan linen atau pouches.
Caranya:
Instrumen/ peralatan medik disortir yang layak pakai

Instrumen /peralatan medik yang telah disortir setiap unit di set menurut
jenisnya.

Instrumen / peralatan medik setelah di set siap untuk di packing

f.Packing Instrumen :

packing memakai kain pembungkus.

Caranya :

Packing dengan menggunakan kain pembungkus untuk pensterilan dengan


mesin Autoclave.
Instrumen / barang yang sudah di set di bungkus dengan mengunakan
kain pembungkus.
Pembungkusan instrumen/barang yang sudah di set di lakukan 2 kali.

g. Pemberian etiket (tanggal kadaluarsa)


Instrumen / peralatan medik yang akan di sterilkan dengan mesin autoclave harus
menggunakan etiket / tanggal kadaluarsa, yang fungsinya untuk mengetahui
bahwa instrumen /peralatan medik tersebut dengan keadaan steril / tidak melebihi
batas waktu yang telah di tetapkan.
Adapun Sterilisasi Rumah Sakit Umum Cilincing menetapkan batas waktu masa
kadaluarsa Rumah Sakit sebagai berikut :
kain pembungkus dengan Autoclave : 4bulan

Semua tersebut diatas berlaku apabila kemasan diperlakukan dengan


baik dan kemasan tidak rusak.

h. Sterilisasi
Strerilsasi adalah suatu proses penghancuran semua bentuk microorganisme
termasuk spora / endospora melalui cara kimia / fisika . Sterilisasi Rumah Sakit
Umum Cilincing melakukan pestilan Instrumen / prealatan medik dengan
menggunakan mesin :

Mesin Autoclave steam.

Program P1 dengan suhu 135C Selama 50 menit

Program P2 dengan suhu 120 c selama 50 menit

mesin GEA 100 s

i.Penyimpanan Instrumen

Penyimanan Instrumen untuk penyimanan instrumen / peralatan medik


strelil disimpan di rak susun khusus penyimpanan instrumen steril.

Instrumen / peralatan medik dari tiap unit-unit terkait disimpan dirak susun
/lemari distribusi

j.Distribusi
Instrumen / peralatan medik yang didisrtibusikan ke Unit terkait dicatat di
buku ekspedisi tanggal dan paraf kedua belah pihak.
3. DOKUMEN TERKAIT
1. Spo Sterilisasi