You are on page 1of 6

Baterai Nikel-Kadmium

Baterai Nikel Kadmium (NiCd) pertama kali ditemukan di Swedia, oleh Waldmar
Jungner pada tahun 1899. Baterai Nickel Cadmium (NiCad) yang diproduksi pertama
kali tahun 1946, merupakan baterai yang dibuat dari campuran Nikel dan Cadmium.
Keunggulannya adalah ringan, lebih awet, charging efisien, dan hambatan internal yang
kecil sehingga tegangannya stabil.Namun baru diproduksi secara masal pada tahun
1960an. Baterai jenis ini memiliki tegangan sel sebesar 1,2 Volt dengan kerapatan
energi dua kali lipat dari baterai asam timbal, dengan kecepatan penurunan energi 10%
per bulan. Baterai NiCd termasuk golongan baterai yang dapat diisi ulang (rechargeable
battery).
Baterai NiCd menggunakan nikel oksida untuk elektroda positif (katode) dan
senyawa kadmium untuk electrode negative (anode), serta larutan KOH sebagai
elektrolit. Baterai nikel kadmium memiliki nilai hambatan intenal yang kecil dan
memungkinkan untuk di charge dan discharge dengan rate yang tinggi. Umumnya
baterai jenis ini memiliki waktu siklus hingga lebih dari 500 siklus. Salah satu
kekurangan baterai jenis nikel kadmium adalah adanya efek ingatan (memory effect)
yang berarti bahwa baterai dapat mengingat jumlah energi yang dilepaskan pada saat
discharge sebelumnya.
Pengisian ulang dayanya relatif cepat, tetapi memiliki efek memori. Jika
dayanya belum habis saat Anda melakukan isi ulang akan terbentuk kristal-kristal besar
yang membatasi daya yang disediakan di kali berikutnya. Selain itu kendati tidak
dipakai, batere akan kehabisan seluruh dayanya setelah sekitar 90 hari.
Efek ingatan disebabkan oleh perubahan yang terjadi pada struktur kristal
elektrode ketika baterai nikel kadmium diisi muatan listrik kembali sebelum seluruh
energi listrik yang terdapat pada baterai nikel kadmiun dikeluarkan/digunakan. Selain
itu, baterai nikel kadmium juga sangat sensitif terhadap kelebihan pengisian, sehingga
perlu perhatian khusus pada saat pengisian muatan listrik pada baterai. Dengan kata
lain, pengisian ulang harus dilakukan pada saat daya baterai benar-benar habis.
Karena baterai NiCD memiliki memory effect, semakin lama kapasitasnya akan
menurun jika pengisian belum benar-benar kosong.
Cadmium memiliki energi potensial reduksi standar (E ored) sebesar -0.40 V,
sedangkan Eored Nikel sebesar -0.25 V. Oleh karena E ored Nikel lebih besar (lebih
mendekati positif, yang berarti kecenderungan mengalami reduksi lebih besar), maka
dalam sistem baterai NiCd, yang menggunakan Nikel dan Cadmium sebagai elektroda,
elektroda Nikel akan mengalami reduksi (di sebut sebagai katoda), sedangkan
elektroda Cadmium mengalami oksidasi (disebut sebagai anoda), selama reaksi
spontan yang menghasilkan listrik (discharge). Selanjutnya, elektroda Nikel akan
disebut sebagai elektroda positif, sementara elektroda Cadmium disebut sebagai
elektroda negatif. Reaksi kimia yang berlangsung di dalam baterai NiCd melibatkan air
dan zat elektrolit KOH, serta bersifat dapat balik (reversible). Oleh karena itu, baterai
dapat diisi ulang ataurechargeable, dengan membalik reaksi yang semula mengubah
energi kimia menjadi energi listrik, kepada reaksi balikan yakni, mengubah energi listrik
menjadi energi kimia. Pada reaksi balikan, elektroda yang semula mengalami reduksi
akan mengalami oksidasi, begitupun sebaliknya untuk elektroda yang semua
mengalami oksidasi akan mengalami reduksi. Sehingga, katoda dan anoda berubah
pada reaksi kebalikan.
Selama penggunaan baterai sebagai sumber energi listrik bagi berbagai alat
elektronik, baterai NiCd melakukan reaksi kimia. Adapun prinsip Elektrokimia yang
bekerja adalah bahwa pada baterai terjadi reaksi oksidasi dan reduksi yang
menyebabkan pergerakan elektron, sehingga dihasilkan arus listrik. Berikut ini adalah
reaksi kimia yang terjadi selama penggunaan baterai (discharge) :
Positif (reduksi) : 2NiOOH + 2H2O + 2e- --> 2Ni(OH)2 + 2OH-
Negatif (oksidasi) : Cd + 2OH- --> Cd(OH)2 + 2e-
reaksi net ion : 2NiOOH + 2H2O + Cd --> 2Ni(OH)2 + Cd(OH)2
Cd(s) + 2OH-(aq) Cd(OH)2(s) + 2e- (anoda)
NiO2(s) + 2H2O + 2e- Ni(OH)2(s) + 2OH-(aq) (katoda)
Reaksi keseluruhan adalah:
Cd(s) + NiO(aq) + 2H2O(l) Cd(OH)2(s) + Ni(OH)2(s)
Salah satu karakteristik baterai NiCd adalah bahwa zat elektrolit tidak berperan
secara langsung, tapi berperan dalam transportasi OH -. Sementara itu, apabila seluruh
NiOOH telah diubah menjadi Ni(OH)2 dan atau seluruh Cd telah menjadi Cd(OH)2 maka
diperlukan 'pengisian ulang' baterai agar ia dapat digunakan kembali. Hal tersebut
dilakukan dengan membalik reaksi melalui pemberian arus listrik (sesuai prinsip
elektrolisis, mengubah energi listrik menjadi energi kimia). Ketika arus listrik diberikan,
maka elektron akan bergerak menuju kutub baterai yang lebih positif dan menyebabkan
reaksi kimia kebalikan sebagai berikut :
Negatif (reduksi) : Cd(OH)2 + 2e- --> Cd + 2OH-
Positif (oksidasi) : 2Ni(OH)2 + 2OH- --> 2NiOOH + 2H2O + 2e-
reaksi net ion : 2Ni(OH)2 + Cd(OH)2 --> 2NiOOH + 2H2O + Cd
Pengaliran arus listrik memaksa terjadinya oksidasi-reduksi di dalam baterai,
sehingga kondisi kembali seperti sebelum digunakan. Tetapi, apabila
terjadi overcharge (seluruh Ni(OH)2 dan atau Cd(OH)2 telah diubah menjadi NiOOH dan
Cd tetapi arus listrik masih tetap dialirkan), maka arus listrik akan tetap memaksa
terjadinya oksidasi dan reduksi, dan reaksi tersebut dilakukan pada air sesuai
persamaan berikut :
Positif : 4OH- --> O2 + 2H2O + 4e-
Negatif : 2H2O + 4e- --> 2OH- + H2
net ion reaction : 2OH- --> H2 + O2
Tetapi, reaksi antara oksigen dan hidrogen dapat menyebabkan ledakan dalam
proses pembentukan air dengan E = -285.8 kJ/mol (E = perubahan entalpi, tabel
entalpi pembentukan beberapa zat terlampir). Oleh karena itu, gas harus dialirkan
secara tepat, atau pembentukan salah satu gas harus dicegah. Hal kedualah yang
dilakukan para pembuat baterai NiCd, yakni mencegah pembentukan gas Hidrogen.
Untuk melakukan hal tersebut, kapasitas elektroda negatif dibuat lebih besar
dibandingkan elektroda positif sehingga, elektroda positif akan 'terisi penuh' lebih dahlu
dari elektroda negatif.
Baterai NiCd sendiri biasa digunakan di berbagai alat elektronik seperti
peralatan remote control, lampu darurat, serta beberapa peralatan tanpa kabel yang
lain. Baterai Nikel - Kadmium digunakan sebagai baterai dalam berbagai peralatan luar
angkasa sejak tahun 1970-an. Misalnya pada satelit dan beberapa peralatan luar
angkasa. Umumnya peralatan tersebut didesain sedemikian rupa sehingga dapat
menghemat pemakaian ruangan dalam pesawat. Baterai nikel cadmium ini dapat diisi
ulang dan bertahan 10-20 tahun di luar angkasa. Saat sedang digunakan, baterai
tersebut mengubah energy kimia menjadi energy listrik dan sebaliknya, mengubah
energy listrik menjadi energy kimia saat sedang diisi. Kekurangan baterai NiCad adalah
biaya pembuatannya mahal, kapasitas berkurang jika tidak baterai dikosongkan
(memory effect), dan tidak ramah lingkungan (beracun).
DAFTAR ESTIMASI KEBUTUHAN UNTUK PENGUJIAN BATERAI NIKEL-KADMIUM
No Kebutuhan Satuan Harga Jumlah Keterangan
.
1. IEEE Journal 1 naskah US$56.00 Rp747.600,00 Setara
Recommended dengan
Practice for Rp747.600,0
Installation, 0
Maintenance,
Testing, and
Replacement of
Vented Nickel-
Cadmium
Batteries for
Stationary
Applications
2. IEEE Journal 1 naskah US$121.00 Rp 1.615.351,13 Setara
Recommended dengan Rp
Practice for 1.615.351,13
Maintenance,
Testing, and
Replacement of
Nickel-Cadmium
Storage Batteries
for Generating
Stations and
Substations
3. Pengujian logam 4 sampel Rp500.000, Rp2.000.000,00
menggunakan (Nikel dan 00
instrumen Kadmium
dan
senyawaan
nya)
4. Pengujian larutan 1 sampel Rp500.000, Rp500.000,00
menggunakan (elektrolit 00
instrumen KOH)
5. Pengujian material 2 sampel Rp500.000, Rp1.000.000,00
Katoda dan Anoda 00
6. Pengujian material 2 sampel Rp1.000.00 Rp2.000.000,00
casing (body and 0,00
cup)
7. Pengujian sealant 1 sampel Rp1.000.00 Rp1.000.000,00
(perekat) 0,00
Total Rp.8.862.951,13