You are on page 1of 3

T.

MANNARIA JAYATI

5415221121

TTD :

1. Perusahaan manufaktur farmasi harus memiliki basis R & D yang kuat karena :
Industri farmasi merupakan industri padat pengetahuan (knowledge-based industry) dengan

karakteristik belanja R&D yang besar melebihi rata-rata industri, menghasilkan output ekonomi yang

besar dan memainkan peran penting pada perekonomian. sehingga R&D dalam industri farmasi sangat

aktif pada lini terdepan global brain evolution. Penandaan genetik (genetic coding) pada Human

Genom dan penemuan obat-obat inovasi baru mempunyai manfaat yang luar biasa pada upaya

perbaikan kesehatan manusia. Organisasi dan intensitas riset pada gilirannya akan menjadi determinan

keberhasilan perusahaan. Dengan kata lain R&D mempunyai pengaruh strategis pada perusahaan dan

memainkan peran implisit dalam corporate governance. R&D (Penelitian dan Pengembangan) produk

farmasi juga sangat penting untuk bertahan dalam persaingan industri farmasi. Seperti Amerika Serikat,

Switzerland, Jerman, Inggris dan Perancis memberikan kontribusi lebih dari80 % inovasi dan mereka

mengekspor lebih dari 60 % perdagangan farmasi dunia . Realitas ini sejalan dengan pendapat bahwa

pertumbuhan dan perkembangan suatu perusahaan tergantung pada kemampuannya untuk meluncurkan

produk baru yang dihasilkan oleh kerja R & D.

2. Perusahaan harus memiliki strategic resources untuk memiliki keunggulan dayasaing :

Beberapa penelitian membuktikan sumberdaya dan kapabilitas perusahaan merupakan sumber

keunggulan bersaing berkelanjutan. Hanya sumberdaya dan kapabilitas yang memiliki kriteria

valuable, rare, in-imitable, non-substitutable, exploited by company (VRISE) yang dapat menjadi

sumber keunggulan bersaing berkelanjutan. Valuable berarti sumberdaya dan kapabilitas yang dimiliki

memungkinkan perusahaan menerapkan strategi yang dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi

organisasi. Rare artinya sumberdaya dan kapabilitas tersebut jarang dimiliki oleh para pesaing. In-

imitable artinya sumberdaya dan kapabilitas sulit ditiru oleh pesaing atau memerlukan biaya sangat

UAS Manajemen Stratejik T. Mannaria Jayati Page 1


besar atau waktu yang lama untuk meniru. Non-substitutable yakni sumberdaya dan kapabilitas yang

dimiliki sulit digantikan dengan sumberdaya atau kapabilitas lain. Selain itu perusahaan harus mampu

memanfaatkan dan memelihara sumberdaya dan kapabilitas yang menjadi sumber keunggulan bersaing

(exploited by company)

3. Memperkuat sumber daya internal untuk menghadapi lingkungan eksternal yang sangat dinamis:

Sumber daya perusahaan berupa sumber daya keuangan, manusia/karyawan, teknologi, reputasi

perusahaan berpengaruh terhadap keunggulan perusahaan dalam bentuk efisiensi perusahaan,

standarisasi produk, inovasi perusahaan, dan ketanggapan terhadap konsumen perlu ditingkatkan untuk

menghadapai dinamisnya lingkungan eksternal perusahaan sehingga tercipta nilai bagi konsumen

berupa harga yang lebih efesien, produk yang distandarisasi dan beragam, lebih inovatif dalam produk

dan pelayanan, dan lebih respon terhadap keinginan dan kebutuhan pelanggan.

4. Perusahaan farmasi di Indonesia hanya memproduksi me too product yang dipasarkan sebagai

branded generic. Bagaimana peluang obat herbal dengan menggunakan teknologi yang paling muktahir.

Tanaman herbal dikenal sangat bermanfaat pada kesehatan. Namun, apabila diolah dengan cara yang

tidak tepat malah akan mengurangi manfaatnya. Untuk itu, teknologi mutakhir sangat dibutuhkan

dalam menjaga kandungan herbal tersebut untuk memastikan bahwa bahan yang digunakan berkualitas

tinggi dan bebas dari pestisida, serta terbebas dari kontaminasi logam berat. R&D juga harus dilakukan

untuk menguji dan menghasilkan obat herbal yang bermanfaat, juga meneliti sumber bahan yang

dikirim dari petani. Peluang obat herbal juga sangat besar di Indonesia karena Indonesia memiliki

kekayaan tanaman herbal dan selama ini juga sudah dimanfaatkan secara tradisional berupa jamu yang

UAS Manajemen Stratejik T. Mannaria Jayati Page 2


pada akhirnya merambah secara industri besar dengan alat muktahir dan kandungan herbal yang lebih

beragam lagi. Produk yang dihasilkanpun sudah dapat diterima oleh masyarakat internasional.

5. - Dampak pengadaan obat melalui e-catlog terhadap industri farmasi di Indonesia :

Pengadaan obat yang berfokus pada obat generik dalam jumlah besar membawa perubahan besar pada

pasar farmasi Indonesia. Dampaknya, apotek kehilangan konsumen, pedagang besar farmasi kehilangan

pasar rumah sakit, sementara industri farmasi mengalami minus pertumbuhan karena harus beroperasi

low price dan low margin.


Bagi industri farmasi, pertumbuhan hanya dinikmati oleh perusahaan farmasi besar dengan modal yang

mumpuni, sedangkan perusahaan domestik dengan skala menengah kebawah menghadapi kesulitan

pemasaran produk.

- Kekosongan obat obat live saving disektor pemerintahan


Kekosongan obat obat sesungguhnya tidak hanya dirasakan di sektor pemerintahan saja tetapi juga di

sektor swasta, selain itu kekosongan yang terjadi tidak hanya pada pada obat obat live saving tetapi

juga terhadap obat obat yang sering digunakan (fast moving) hanya saja pada sektor swasta pasien

dengan swadana mempunyai pilihan obat live saving lainnya atau fast moving lainnya yang tidak

termasuk di dalam e-catalog. Kekosongan obat obat tersebut baik selain dikarenakan melesetnya

produksi obat berdasarkan RKO(Rencana Kebutuhan Obat) juga karena penyebaran obat obat yang

belum sesuai kebutuhan sehingga pada satu tempat terjadi kekosongan ditempat lain ada stok yang

menumpuk.

UAS Manajemen Stratejik T. Mannaria Jayati Page 3