You are on page 1of 83

DATA PENGKAJIAN

KELUARGA BINAAN ( TN. H)

A. DATA UMUM
1. Inisial Kepala Keluarga :
2. Usia :
3. Pendidikan :
4. Agama :
5. Suku :
6. Alamat
:
7. Type Keluarga :
8. Komposisi Keluarga :

Hub.dgn
No Nama JK kepala Umur Pendidikan Status Kesehatan
keluarga
1.
2.
3. -
4.
5.
6.
7.
8.

Keterangan :

Genogram :

1
Keterangan
: Laki-laki
: Perempuan
: Meninggal (laki-laki)
: Meninggal (perempuan)
: Tinggal serumah

9. Status Sosial Ekonomi Keluarga

10. Aktivitas Rekreasi Keluarga

B. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA

11. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini

12. Tahap Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi

13. Riwayat Keluarga Inti

2
14. Riwayat Keluarga Sebelumnya
.

C. LINGKUNGAN

15. Karakteristik Rumah dan Denah Rumah


Keterangan:
A : Ruang tamu
B dan D : Ruang Tidur
C : Dapur
E :Kamar Mandi
: Jendela
: Pintu

16. Karakteristik Lingkungan

17. Mobilitas Geografis Keluarga

18. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat

3
19. Sistem Pendukung Keluarga

D. STRUKTUR KELUARGA

20. Pola Komunikasi Keluarga

21. Struktur Kekuatan Keluarga

22. Struktur Peran

23. Nilai dan Norma Budaya

E. FUNGSI KELUARGA

24. Fungsi Afektif

25. Fungsi Sosial

26. Fungsi Reproduksi

4
27. Fungsi Ekonomi

28. Fungsi Perawatan Kesehatan

F. STRES DAN KOPING KELUARGA


29. Stressor Jangka Pendek dan Jangka Panjang

30. Kemampuan Keluarga Berespons terhadap Situasi/ Stressor

31. Strategi Koping yang Digunakan

32. Strategi Adaptasi Disfungsional

33. Harapan Keluarga

5
G. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA

Area Anggota Keluarga yang Tinggal Serumah


Pemeriksaan
Fisik
Kepala:
Rambut

Mata

Hidung

Mulut

Leher

Thorak
Paru

Jantung

Abdomen

6
Intagumen

Ektremitas

BB

TB

Temperatur

Lainnya

H. TIPOLOGI MASALAH
Kurang/tidak sehat :

Kurang/tidak sehat :
Ancaman kesehatan:

7
I. ANALISA DATA
MASALAH
DATA MASALAH KEPERAWATAN
KESEHATAN
DS:

DO:

DS: .

DO:

DS:

DO:

8
J.SKORING
1. INFLUENZA
N Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran
o e
1 Sifat masalah 3/3 x 1
Skala :
Tidak/kurang sehat 3
Ancaman kesehatan 2
Krisis 1
2 Kemungkinan masalah 2/2 x 2
diubah
Skala :
Dengan mudah 2
Hanya sebagian 1
Tidak dapat 0
3 Potensi masalah untuk 3/3 x 1
diubah
Skala :
Tinggi 3
Cukup 2
Rendah 1
4 Menonjolnya masalah 1/2 x 1
Skala :
Masalah berat harus
ditangani 2
Masalah tidak perlu segera
ditangani 1

9
Masalah tidak dirasakan 0
Skore Total

2. ALERGI
N Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran
o e
1 Sifat masalah 3/3 x 1
Skala :
Tidak/kurang sehat 3
Ancaman kesehatan 2
Krisis 1
2 Kemungkinan masalah 1/2 x 2
diubah
Skala :
Dengan mudah 2
Hanya sebagian 1
Tidak dapat 0
3 Potensi masalah untuk 2/3 x 1
diubah
Skala :
Tinggi 3
Cukup 2
Rendah 1
4 Menonjolnya masalah 1/2 x 1
Skala :
Masalah berat harus
ditangani 2
Masalah tidak perlu segera
ditangani 1
Masalah tidak dirasakan 0
Skore Total

3. RUMAH SEHAT

10
N Kriteria Perhitu Skore Pembenaran
o ngan
1 Sifat masalah 2/3 x 1
Skala :
Tidak/kurang sehat 3
Ancaman kesehatan 2
Krisis 1
2 Kemungkinan masalah diubah 1/2 x 2
Skala :
Dengan mudah 2
Hanya sebagian 1
Tidak dapat 0
3 Potensi masalah untuk diubah 1/3 x 1
Skala :
Tinggi 3
Cukup 2
Rendah 1
4 Menonjolnya masalah 2/2 x 1
Skala :
Masalah berat harus ditangani
2
Masalah tidak perlu segera
ditangani 1
Masalah tidak dirasakan 0
Skore Total

K. DAFTAR PRIORITAS MASALAH

L. DIAGNOSA KEPERAWATAN

11
12
13
DATA PENGKAJIAN KELUARGA BINAAN

A. DATA UMUM
34. Inisial Kepala Keluarga :
35. Usia :
36. Pendidikan :
37. Agama :
38. Suku :
39. Alamat
:
40. Type Keluarga :
41. Komposisi Keluarga :

Hub.dgn
No Nama JK kepala Umur Pendidikan Status Kesehatan
keluarga
1.
2.
3.
4

Keterangan :

Genogram :

14
Keterangan
: Laki-laki
: Perempuan
: Meninggal (laki-laki)
: Meninggal (perempuan)
: Tinggal serumah

42. Status Sosial Ekonomi Keluarga

43. Aktivitas Rekreasi Keluarga

B. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA

44. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini

45. Tahap Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi

46. Riwayat Keluarga Inti

47. Riwayat Keluarga Sebelumnya

C. LINGKUNGAN

15
48. Karakteristik Rumah dan Denah Rumah

49. Karakteristik Lingkungan

50. Mobilitas Geografis Keluarga

51. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat

52. Sistem Pendukung Keluarga

D. STRUKTUR KELUARGA

53. Pola Komunikasi Keluarga

54. Struktur Kekuatan Keluarga

16
55. Struktur Peran

56. Nilai dan Norma Budaya

E. FUNGSI KELUARGA

57. Fungsi Afektif

58. Fungsi Sosial

59. Fungsi Reproduksi

60. Fungsi Ekonomi

61. Fungsi Perawatan Kesehatan

F. STRES DAN KOPING KELUARGA


62. Stressor Jangka Pendek dan Jangka Panjang
Stressor jangka pendek:

Stressor jangka panjang:

17
63. Kemampuan Keluarga Berespons terhadap Situasi/ Stressor

64. Strategi Koping yang Digunakan

65. Strategi Adaptasi Disfungsional

66. Harapan Keluarga

H. TIPOLOGI MASALAH
Kurang/tidak sehat :

Kurang/tidak sehat :

18
I. ANALISA DATA
MASALAH
DATA MASALAH KEPERAWATAN
KESEHATAN
DS :

DO :

DS:

DO:

J.SKORING

19
N Kriteria Perhitungan Skore Pembenaran
o
1 Sifat masalah 3/3 x 1
Skala :
Tidak/kurang sehat 3
Ancaman kesehatan 2
Krisis 1
2 Kemungkinan masalah 1/2 x 2
diubah
Skala :
Dengan mudah 2
Hanya sebagian 1
Tidak dapat 0
3 Potensi masalah untuk 2/3 x 1
diubah
Skala :
Tinggi 3
Cukup 2
Rendah 1
4 Menonjolnya masalah 2/2 x 1
Skala :
Masalah berat harus
ditangani 2
Masalah tidak perlu segera
ditangani 1
Masalah tidak dirasakan 0
Skore Total

N Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran


o e
1 Sifat masalah 3/3 x 1
Skala :

20
Tidak/kurang sehat 3
Ancaman kesehatan 2
Krisis 1
2 Kemungkinan masalah 2/2 x 2
diubah
Skala :
Dengan mudah 2
Hanya sebagian 1
Tidak dapat 0
3 Potensi masalah untuk 3/3 x 1
diubah
Skala :
Tinggi 3
Cukup 2
Rendah 1
4 Menonjolnya masalah 1/2 x 1
Skala :
Masalah berat harus
ditangani 2
Masalah tidak perlu segera
ditangani 1
Masalah tidak dirasakan 0
Skore Total

K. DAFTAR PRIORITAS MASALAH

L. DIAGNOSA KEPERAWATAN

21
22
DATA PENGKAJIAN KELUARGA BINAAN

A. DATA UMUM
1. Inisial Kepala Keluarga :
2. Usia :
3. Pendidikan :
4. Agama :
5. Suku :
6. Alamat :
7. Type Keluarga :
8. Komposisi Keluarga :

Hub.dgn
No Nama JK kepala Umur Pendidikan Status Kesehatan
keluarga
1 Tamat SMP Imunisasi tidak lengkap semua
1. 33 Thn Tamat SMP Imunisasi tidak lengkap semua
2. 9 Thn SD Imunisasi lengkap
3. 5 Thn TK Imunisasi lengkap

Genogram :

23
Tn. TP (45 thn) Ny.I (33 thn)
I

Keterangan An.FP (9 thn) An.MP (5 thn)


: Laki-laki

: Perempuan

: Meninggal (laki-laki)

: Meninggal (perempuan)

: Tinggal serumah

9. Status Sosial Ekonomi Keluarga


Penghasilan keluarga/ bulan + Rp. 900.000 -/bulan, yang diperoleh dari hasil kerja
Tn. TP sebagai buruh bangunan dan Ny. I saat ini tidak bekerja.

10. Aktivitas Rekreasi Keluarga


Keluarga tidak mempunyai jadwal khusus untuk berekreasi. Keluarga hanya
memanfaatkan televisi sebagai hiburan di rumah, dan hanya berkumpul dengan
tetangga dan keluarga dekat rumah bila ada waktu luang.

B. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA

24
11. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini
Tahap perkembangan keluarga Tn. TP saat ini adalah pada tahapan keluarga
dengan Anak Remaja dan anak dengan usia prasekolah.

12. Tahap Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi


Tahap perkembangan yang belum terpenuhi adalah keluarga Tn. TP belum
memiliki rumah sendiri, saat ini keluarga Tn.TP masih mengotrak.Selain itu
Ny. I mengakui An.MP (5 tahun) masih satu kamr dengan orangtuanya
dengan alasan kamar dirumahnya tidak mencukupi.

13. Riwayat Keluarga Inti


Ny. S mengatakan pernah satu SMP dengan suaminya. Suami adalah pilihan
sendiri dan disetujui oleh orangtuanya, dan akhirnya mereka menikah pada
tahun 1986

14. Riwayat Keluarga Sebelumnya


Ny. I mengatakan tidak memiliki memiliki riwayat penyakit keturunan dan
penyakit menular. Orangtua Tn. TP meninggal karena penyakit asma,
sedangkan orang tua dari Ny. S masih hidup dan sehat sedangkan semua
saudara Tn,H dan Ny.N dalam keadaan sehat.

C. LINGKUNGAN

25
15. Karakteristik Rumah dan Denah Rumah
Keterangan:
A A : Ruang tamu
B dan D : Ruang Tidur
C C : Dapur
E : Kamar Mandi

B : Jendela
: Pintu

D E

Rumah tempat tinggal Tn. TP dan Ny. I adalah rumah kontrakan semi
permanen dengan luas 8 x 16 m. Rumah terdiri dari 1 ruang tamu, 2 kamar
tidur, 1 dapur, dan 1 kamar mandi. Sumber air adalah sumur galian, keadaan
airnya tidak jernih. Jika musim kemarau, jika turun hujan airnya menjadi
jernih. Pencahayaan baik karena ada jendela di depan dan di dapur. Keadaan
rumah kadang kotor karena banyak anak-anak. Ukuran rumah terasa sempit
dan tidak teratur.

16. Karakteristik Lingkungan


Rumah Ny. I berada di dalam gang. Rumah Ny. I adalah rumah kontrakan
yang tetangga Ny. I mayoritas suku Jawa dan beragama islam. Suasana
lingkungan aman. Ny. I mengatakan bahwa sesama tetangga saling
berkomunikasi dan tolong menolong, bila ada tetangga yang sakit mereka
saling menjenguk dan saling membantu satu sama lain.

17. Mobilitas Geografis Keluarga


Ny. I mengatakan sejak menikah, mereka tidak pernah pindah rumah sampai
sekarang.

18. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat

26
Ny. I mengatakan sehabis makan malam kumpul bersama di ruang tamu
sambil menonton TV.

19. Sistem Pendukung Keluarga


Keluarga Tn. TP dalam menjalankan kehidupan keluarga didukung/ dibantu
oleh istrinya Ny.I Keluarga selalu berprinsip semangat dalam menjalani hidup
dan tabah serta sabar dalam keadaan senang atau susah. Bila ada masalah pada
keluarga, maka keluarga memecahkan masalah dengan musyawarah.

D. STRUKTUR KELUARGA

20. Pola Komunikasi Keluarga


Keluarga dalam kehidupan sehari-hari menggunakan Bahasa Indonesia
terhadap sesama anggota keluarga dan dengan tetangga. Pola komunikasi
keluarga terbuka antara Tn. TP dan Ny. I. Dalam menyelesaikan masalah,
keluarga selalu bermusyawarah untuk mencari solusi bersama.

21. Struktur Kekuatan Keluarga


Pengambilan keputusan dominan oleh Tn. TP dengan didukung oleh istri nya
Ny. I. Dalam penanggulangan masalah keluarga selalu bermusyawarah dalam
memecahkannya.

22. Struktur Peran


Tn. TP berperan sebagai kepala keluarga, ayah serta suami dari Ny. I. Tn. TP
bekerja sebagai buruh bangunan dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Ny. I
berperan sebagai ibu dari anak-anaknya dan istri Tn. TP. Ny. I tidak bekerja
sehari-hari. An. FP berperan sebagai anak dan siswa kelas 3 SD sedangkan
An. MP berperan sebagai anak yang berusia 5 tahun dan duduk dibangku TK.

23. Nilai dan Norma Budaya

27
Keluarga menganut nilai dari norma yang berlaku di masyarakat serta agama
islam. Keluarga mengajarkan sopan santun kepada anak serta mendidik
anaknya untuk menghormati orang yang lebih tua. Ny. S tidak ada menganut
faham-faham tertentu yang dapat mempengaruhi kesehatan

E. FUNGSI KELUARGA

24. Fungsi Afektif


Tn. TP dan Ny.I terlihat saling menyayangi dan mengasihi anak mereka. Juga
saling membantu dan menyayangi. Hubungan keluarga mereka sangat
harmonis dan memiliki komunikasi terbuka.

25. Fungsi Sosial


Interaksi keluarga denjgan lingkungan di sekitar rumah berjalan dengan baik.
Keluarga mau bergaul dengan tetangga dan lingkungan sekitar dan saling
bertegur sapa serta saling membantu jika ada masalah. Ny. S mengikuti
kegiatan perwiritasn setiap hari selasa. Tn. T mengikuti kegiatan musyawarah
dan gotong-royong di lingkungannya.

26. Fungsi Reproduksi


Tn. H dan Ny. I memiliki 2 orang anak yaitu 1 orang anak laki-laki dan 1orang
anak perempuan. Ny. S menggunakan KB, namun setelah kelahiran anak
kelima Ny.N maka Ny.N menggunakan Kontrasepsi mantap. Ny N mengatak
dulu pernah mendapatkan penyuluhan tentang KB dari Puskesmas.

27. Fungsi Ekonomi


Penghasilan Tn. TP riap bulan Rp. 900.000,- / bulan dan Ny. S sadar bahwa
pengahsilan yang segitu tidak dapat mencukupi kebutuhan keluarga tetapi Ny.
I berusaha untuk berhemat dan menekan pengeluaran keluarga agar mereka
kelak dapat memenuhi kebutuhan keluarga yang lainnya.

28. Fungsi Perawatan Kesehatan

28
Bila ada keluarga yang mengalami penyakit biasanya keluarga akan merawat
sendiri yang sakit dengan cara membeli obat-obatan diwarung dan jika tidak
sembuh juga maka keluarga akan membawanya ke tempat pelayanan
kesehatan terdekat saat ini Ny. I mengalami penyakit asma sudah sejak 5 tahun
yang lalu dan pengobatan yang dilakukan hanya dengan menghindari factor
pencetus dan dulu Ny. I sudah pernah berobat kedokter. Ny. I belum pernah
mendapatkan penyuluhan tentang penanganan penyakit asmanya.

F. STRES DAN KOPING KELUARGA


29. Stressor Jangka Pendek dan Jangka Panjang
Stressor jangka pendek:
- Bila ada anggota keluarga yang sakit, kadangkala keluarga bingung dalam
memberikan perawatan dan pengobatan terutama perawatan pada Tn TP
yang sering mengalami gatal dan merah pada kaki dan badannya.
Stressor jangka panjang:
- Ny. TP mengatakan bahwa ia khawatir tentang masa depan anak-anaknya.
Ny. I khawatir tidak dapat menyekolahkan anaknya karena kondisi
ekonomi yang berkecukupan. Ny. I juga takut tidak dapat membayar
ongkos sewa rumah mereka.

30. Kemampuan Keluarga Berespons terhadap Situasi/ Stressor


Bila ada anggota keluarga yang sakit, keluarga langsung membeli obat ke
warung dan jika tidak sembuh langsung dibawa berobat ke puskesmas atau ke
dokter. Jika ada masalah keluarga akan menyelesaikannya dengan
musyawarah.

31. Strategi Koping yang Digunakan


Dalam menghadapi masalah kesehatan keluarga terlebih dahulu mencoba
untuk mengatasinya seperti membeli obat-obatan di warung dan jika tambah
parah keluarga baru berobat ke Puskesmas.

32. Strategi Adaptasi Disfungsional

29
Tidak ada strategi adaptasi fungsional dalam keluarga. Karena masing-masing
anggota keluarga menjalankan peran dan fungsinya sesuai dengan peran
masing-masing.

33. Harapan Keluarga


Keluarga Ny.I berharap dirinya, Tn.TP dan anaknya semua sehat-sehat.
Dalam hal pendidikan, Ny.I sangat berharap An.FP (9 tahun) dapat mengecap
pendidikan sampai ke perguruan tinggi. Dan dalam hal kesehatan keluarga
berharap pada perawat memberi informasi tentang masalah-masalah kesehatan
untuk menambah pengetahuan keluarganya.

G. TIPOLOGI MASALAH
Kurang/tidak sehat : Asma
Saat ini Ny. I (33 tahun) sedang mengalami asma
Ancaman kesehatan: Bahaya Merokok
Saat ini Tn. TP merokok. Kadangkala Tn. TP merokok 2 bungkus sehari dan asap
rokok sering membuat anggota keluarga menjadi sesak dan Tn TP belum perah
mendapatkan penyuluhan tentang bahaya merokok.

H. ANALISA DATA

30
MASALAH
DATA MASALAH KEPERAWATAN
KESEHATAN
DS: Asma Ketidakmampuan keluarga
Ny. I mengalami penyakit asma sudah mengenal masalah kesehatan
sejak 5 tahun yang lalu dan pengobatan tentang asma berhubungan
yang dilakukan hanya dengan dengan kurang pengetahuan
menghindari udara yang dingin dan tentang asma dan
dulu Ny. I sudah pernah berobat penatalaksanaannya.
kedokter. Ny. I belum pernah
mendapatkan penyuluhan tentang
penanganan penyakit asmanya. Ny. I
mengatakan asmanya timbul pada
malam hari
DO:
TD : 110/70 mmHg, HR: 87x/menit, RR
:25x/menit.
Asma tidak kambuh saat pengkajian.
DS : Kurang Ketidakmampuan keluarga
Ny. I mengatakan suaminya Tn. TP
pengetahuan mengenal masalah kesehatan
merokok 2 bungkus sehari dan asap
kelurga tentang tentang bahaya rokok b/d kurang
rokok sering membuat anggota keluarga
bahaya rokok. pengetahuan tentang bahaya
menjadi sesak dan Tn TP belum perah
rokok
mendapatkan penyuluhan tentang
bahaya merokok.
DO : saat pengkajian Tn. TP tampak
sedang merokok

31
32
I.SKORING

GASTRITIS
N Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran
o e
1 Sifat masalah 3/3 x 1 1 Tn I (33 tahun) sedah 5 tahun ini
Skala : mengalami penyakit asma.
Tidak/kurang sehat 3
Ancaman kesehatan 2
Krisis 1
2 Kemungkinan masalah 1/2 x 2 1 Sumber dan tindakan tindakan untuk
diubah memecahkan masalah dapat dilakukan
Skala : tetapi tidak dapat menghilangkan factor
Dengan mudah 2 penyebab penyakit.
Hanya sebagian 1
Tidak dapat 0
3 Potensi masalah untuk 2/3 x 1 2/3 Masalah dapat diatasi dengan menghinfari
diubah factor pencetus (udara dingin)
Skala :
Tinggi 3
Cukup 2
Rendah 1
4 Menonjolnya masalah 1/2 x 1 1/2 Keluarga sudah pernah membawa berobat
Skala : kedokter tetapi tidak sembuh juga jadi
Masalah berat harus keluarga hanya bergantung pada obat yang
ditangani 2 diberikan dokter.
Masalah tidak perlu segera
ditangani 1
Masalah tidak dirasakan 0
Skore Total 3 1/6

33
RUMAH SEHAT
N Kriteria Perhitungan Skore Pembenaran
o
1 Sifat masalah 2/3 x 1 2 Masalah lingkungan rumah yang tidak
Skala : sehat merupakan ancaman kesehatan
Tidak/kurang sehat 3 karena belum actual (belum
Ancaman kesehatan 2 menimbulkan gangguan kesehatan)
Krisis 1
2 Kemungkinan masalah diubah 1/2 x 2 1 Masalah dapat diubah karena
Skala : mempertimbangkan keadaan ekonomi
Dengan mudah 2 keluarga.
Hanya sebagian 1
Tidak dapat 0
3 Potensi masalah untuk diubah 1/3 x 1 1/3 Keluarga belum mempunyai dana untuk
Skala : menciptakan suasana rumah yang
Tinggi 3 nyaman dan layak.
Cukup 2
Rendah 1
4 Menonjolnya masalah 2/2 x 1 1 Masalah lingkungan rumah yang tidak
Skala : sehat tidak dirasakan keluarga karena
Masalah berat harus ditangani belum menimbulkan masalah kesehatan.
2
Masalah tidak perlu segera
ditangani 1
Masalah tidak dirasakan 0
Skore Total 2

J. DAFTAR PRIORITAS MASALAH

34
1. Gastritis : skore 3 1/6
2. Rumah Sehat : skore 2

K DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan tentang gastritis


berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang gastritis dan
penatalaksanaannya ditandai dengan Ny.N mengatakan Tn T sudah lama
mengalami masalah dengan pencernaanya dimana saat ini Tn T (45 tahun)
mengalami sakit perut dengan keluhan mual, muntah, perut kembung dan
nyri di ulu hati.
2. Ketidakmampuan keluarga memodifikasi lingkungan rumah berhubungan
dengan kurang niformasi mengenai rumah sehat dan pemodifikasian rumah
sehat ditandai dengan Ny.N mengatakan rumahnya memang sempit karena
tidak ada biaya untuk diperluas, keadaan rumah memang kotor karena
banyak anak-anak yang bermain didalam rumah

35
36
DATA PENGKAJIAN KELUARGA BINAAN

A. DATA UMUM
34. Inisial Kepala Keluarga : Tn. AP
35. Usia : 45 tahun
36. Pendidikan : Tamat SMP
37. Agama : Kristen
38. Suku : Batak
39. Alamat : Lingkungan III Desa Laucih Medan Tuntungan
40. Type Keluarga : Keluarga Inti (Nuclear family)
41. Komposisi Keluarga :

Hub.dgn
No Nama JK kepala Umur Pendidikan Status Kesehatan
keluarga
1. Ny. S P Istri 45 Thn Tamat SMP Imunisasi tidak lengkap semua
2. An.M L Anak 10 Thn SD Imunisasi lengkap
3. An. L L Anak 5 Thn - Imunisasi tidak lengkap

Keterangan :
Berdasarkan informasi yang diberikan oleh Ny. S diketahui bahwa dari 2 orang
anaknya yang tinggal bersamanya An. L imunisasinya tidak lengkap. Alasan
Ny.H tidak mengimunisasikan anaknya secara lengkap karena Ny.N
memberitahukan ketika waktu jadwal imunisasi keluarga Ny. S pindah rumah jadi
untuk mendapatkan proses imunisasi butuh proses yang rumit, Ny. S mengatakan
imunisasi itu sangat penting dan Ny. S sudah pernah mendapatkan penyuluhan
tentang imunisasi di Posyandu Lingkungan II dulu.

Genogram :

37
Tn.T (45 thn) Ny.N (45 thn)

Keterangan An. M (10 thn) An.W (5 thn)


: Laki-laki

: Perempuan

: Meninggal (laki-laki)

: Meninggal (perempuan)

: Tinggal serumah

: Klien

42. Status Sosial Ekonomi Keluarga


Penghasilan keluarga/ bulan + Rp. 900.000 -/bulan, yang diperoleh dari hasil kerja
Tn. T sebagai buruh bangunan dengan penghasilan +.Rp. 750.000, -/bulan dan
ditambah penghasilan Ny. S sebagai tukang cuci dirumah orang dengan + Rp.
40.000/ hari. Keluarga mengatakan penghasilan ini cukup untuk kebutuhan sehari-
hari.

43. Aktivitas Rekreasi Keluarga


Keluarga tidak mempunyai jadwal khusus untuk berekreasi. Keluarga hanya
memanfaatkan televisi sebagai hiburan di rumah, dan hanya berkumpul dengan
tetangga dan keluarga dekat rumah bila ada waktu luang.
B. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA

38
44. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini
Tahap perkembangan keluarga Tn. T saat ini adalah pada tahapan keluarga
dengan Anak Remaja dan anak dengan usia prasekolah.

45. Tahap Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi


Tahap perkembangan yang belum terpenuhi adalah keluarga Tn. T belum
memiliki rumah sendiri, saat ini keluarga Tn. H masih mengotrak.Selain itu
Ny. S mengakui An.L (5 tahun) masih satu kamr dengan ornagtuanya dengan
alasan kamar dirumahnya tidak mencukupi.

46. Riwayat Keluarga Inti


Ny. S mengatakan pernah satu SMP dengan suaminya. Suami adalah pilihan
sendiri dan disetujui oleh orangtuanya, dan akhirnya mereka menikah pada
tahun 1982.

47. Riwayat Keluarga Sebelumnya


Ny. S mengatakan tidak memiliki memiliki riwayat penyakit keturunan dan
penyakit menular. Orangtua Tn. T meninggal karena penyakit asma,
sedangkan orang tua dari Ny. S masih hidup dan sehat sedangkan semua
saudara Tn,H dan Ny.N dalam keadaan sehat.

C. LINGKUNGAN

39
48. Karakteristik Rumah dan Denah Rumah
Keterangan:
A A : Ruang tamu
B dan D : Ruang Tidur
B C : Dapur
E : Kamar Mandi

C : Jendela
: Pintu

D E

Rumah tempat tinggal Tn. T dan Ny. S adalah rumah kontrakan semi
permanen dengan luas 7 x 15 m. Rumah terdiri dari 1 ruang tamu, 2 kamar
tidur, 1 dapur, dan 1 kamar mandi. Sumber air adalah sumur galian, keadaan
airnya tidak jernih. Jika musim kemarau, jika turun hujan airnya menjadi
jernih. Pencahayaan baik karena ada jendela di depan dan di dapur. Keadaan
rumah kadang kotor karena banyak anak-anak. Ukuran rumah terasa sempit
dan tidak teratur.

49. Karakteristik Lingkungan


Rumah Ny. S berada di dalam gang. Rumah Ny. S adalah rumah kontrakan
yang tetangga Ny. S mayoritas suku Jawa dan beragama islam. Suasana
lingkungan aman. Ny. S mengatakan bahwa sesama tetangga saling
berkomunikasi dan tolong menolong, bila ada tetangga yang sakit mereka
saling menjenguk dan saling membantu satu sama lain.

50. Mobilitas Geografis Keluarga


Ny. S mengatakan sejak menikah, mereka tidak pernah pindah rumah sampai
sekarang.

51. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat

40
Ny. S mengatakan sehabis makan malam kumpul bersama di ruang tamu
sambil menonton TV.

52. Sistem Pendukung Keluarga


Keluarga Tn. T dalam menjalankan kehidupan keluarga didukung/ dibantu
oleh istrinya Ny.N Keluarga selalu berprinsip semangat dalam menjalani
hidup dan tabah serta sabar dalam keadaan senang atau susah. Bila ada
masalah pada keluarga, maka keluarga memecahkan masalah dengan
musyawarah.

D. STRUKTUR KELUARGA

53. Pola Komunikasi Keluarga


Keluarga dalam kehidupan sehari-hari menggunakan Bahasa Indonesia
terhadap sesama anggota keluarga dan dengan tetangga. Pola komunikasi
keluarga terbuka antara Tn. T dan Ny. S. Dalam menyelesaikan masalah,
keluarga selalu bermusyawarah untuk mencari solusi bersama.

54. Struktur Kekuatan Keluarga


Pengambilan keputusan dominan oleh Tn. T dengan didukung oleh istri nya
Ny. S. Dalam penanggulangan masalah keluarga selalu bermusyawarah dalam
memecahkannya.

55. Struktur Peran


Tn. T berperan sebagai kepala keluarga, ayah serta suami dari Ny. S. Tn. T
bekerja sebagai buruh bangunan dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Ny. S
berperan sebagai ibu dari anak-anaknya dan istri Tn. T. Ny. S bekerja sebagai
tukang cuci yang jika dipanggil bersedia datang ke rumah. Penghasilan Ny. S
tidak tetap dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. An. M
berperan sebagai anak dan siswa kelas 4 SD sedangkan An. W berperan
sebagai anak yang berusia 5 tahun dan belum sekolah.
56. Nilai dan Norma Budaya

41
Keluarga menganut nilai dari norma yang berlaku di masyarakat serta agama
islam. Keluarga mengajarkan sopan santun kepada anak serta mendidik
anaknya untuk menghormati orang yang lebih tua. Ny. S tidak ada menganut
faham-faham tertentu yang dapat mempengaruhi kesehatan

E. FUNGSI KELUARGA

57. Fungsi Afektif


Tn. T dan Ny. S terlihat saling menyayangi dan mengasihi anak mereka. Juga
saling membantu dan menyayangi. Hubungan keluarga mereka sangat
harmonis dan memiliki komunikasi terbuka.

58. Fungsi Sosial


Interaksi keluarga denjgan lingkungan di sekitar rumah berjalan dengan baik.
Keluarga mau bergaul dengan tetangga dan lingkungan sekitar dan saling
bertegur sapa serta saling membantu jika ada masalah. Ny. S mengikuti
kegiatan perwiritasn setiap hari selasa. Tn. T mengikuti kegiatan musyawarah
dan gotong-royong di lingkungannya.

59. Fungsi Reproduksi


Tn. H dan Ny. T memiliki 5 orang anak yaitu 1 orang anak laki-laki dan 4
orang anak perempuan. Ny. S menggunakan KB, namun setelah kelahiran
anak kelima Ny.N maka Ny.N menggunakan Kontrasepsi mantap. Ny N
mengatak dulu pernah mendapatkan penyuluhan tentang KB dari Puskesmas.

60. Fungsi Ekonomi


Penghasilan Tn. T riap bulan Rp. 900.000,- / bulan dan kadangkala Ny. S ikut
membantu penghasilan suaminya dengan bekerja sebagai tukang cuci dengan
1 kali cuci upahnya Rp.40.000; tapi kerjaan itu tidak tetap tergantung rezeki.
Ny. S sadar bahwa pengahsilan yang segitu tidak dapat mencukupi kebutuhan
keluarga tetapi Ny. S berusaha untuk berhemat dan menekan pengeluaran

42
keluarga agar mereka kelak dapat memenuhi kebutuhan keluarga yang
lainnya.

61. Fungsi Perawatan Kesehatan


Bila ada keluarga yang mengalami penyakit biasanya keluarga akan merawat
sendiri yang sakit dengan cara membeli obat-obatan diwarung dan jika tidak
sembuh juga maka keluarga akan membawanya ke tempat pelayanan
kesehatan terdekat seperti Puskesmas. Tn T sering mengalami masalah dengan
pencernaannya, Tn. T sering mual muntah dan perutnya kembung jika
terlambat makan. Tn T sudah pernah berobat kedokter tetapi penyakitnya
belum juga sembuh.

F. STRES DAN KOPING KELUARGA


62. Stressor Jangka Pendek dan Jangka Panjang
Stressor jangka pendek:
- Bila ada anggota keluarga yang sakit, kadangkala keluarga bingung dalam
memberikan perawatan dan pengobatan terutama perawatan pada Tn T
yang sering mengalami gatal dan merah pada kaki dan badannya.
Stressor jangka panjang:
- Ny. T mengatakan bahwa ia khawatir tentang masa depan anak-anaknya.
Ny. S khawatir tidak dapat menyekolahkan anaknya karena kondisi
ekonomi yang berkecukupan. Ny. S juga takut tidak dapat membayar
ongkos sewa rumah mereka.

63. Kemampuan Keluarga Berespons terhadap Situasi/ Stressor


Bila ada anggota keluarga yang sakit, keluarga langsung membeli obat ke
warung dan jika tidak sembuh langsung dibawa berobat ke puskesmas atau ke
dokter. Jika ada masalah keluarga akan menyelesaikannya dengan
musyawarah.

64. Strategi Koping yang Digunakan

43
Dalam menghadapi masalah kesehatan keluarga terlebih dahulu mencoba
untuk mengatasinya seperti membeli obat-obatan di warung dan jika tambah
parah keluarga baru berobat ke Puskesmas.

65. Strategi Adaptasi Disfungsional


Tidak ada strategi adaptasi fungsional dalam keluarga. Karena masing-masing
anggota keluarga menjalankan peran dan fungsinya sesuai dengan peran
masing-masing.

66. Harapan Keluarga


Keluarga Ny.N berharap dirinya, Tn.T dan anaknya semua sehat-sehat. Dalam
hal pendidikan, Ny.N sangat berharap An.M (10 tahun) dapat mengecap
pendidikan sampai ke perguruan tinggi. Dan dalam hal kesehatan keluarga
berharap pada perawat memberi informasi tentang masalah-masalah kesehatan
untuk menambah pengetahuan keluarganya.

G. TIPOLOGI MASALAH

44
Kurang/tidak sehat : Influenza
Saat ini Tn T (45 tahun) sedang mengalami gastritis
Ancaman kesehatan: Lingkungan rumah yang tidak sehat
Saat ini keluarga Ny.N tinggal dirumah kontrakan yang sempit dan penataan
ruang yang tidak teratur.

H. ANALISA DATA
MASALAH
DATA MASALAH KEPERAWATAN
KESEHATAN
DS: Gastritis Ketidakmampuan keluarga
Ny. S mengatakan Tn. T sering merasa mengenal masalah kesehatan
sakit peru, mual muntah dan perut tentang gastritis berhubungan
terasa kembung. Tn T hanya minum dengan kurang pengetahuan
obat maag yang dibeli diwarung jika tentang gastritis dan
maagnya kambuh. penatalaksanaannya.
DO:
Kulit hangat, turgor kembali cepat,
lembab, warna kulit sawo matang ,
daerah kaki terlihat kemerahan akibat
garukan, gatal (+), panas (+).
DS: Rumah Sehat Ketidakmampuan keluarga
Ny.N mengatakan rumahnya memang memodifikasi lingkungan rumah
sempit karena tidak ada biaya untuk berhubungan dengan kurang
diperluas, keadaan rumah memang iformasi mengenai rumah sehat
kotor karena banyak anak-anak yang dan pemodifikasian rumah sehat.
bermain didalam rumah
DO:
Rumah tempat tinggal Tn. T dan Ny. S
adalah rumah kontrakan semi permanen
dengan luas 7 x 15 m. Rumah terdiri
dari 1 ruang tamu, 2 kamar tidur, 1
dapur, dan 1 kamar mandi. Sumber air
adalah sumur galian, keadaan airnya

45
tidak jernih. Jika musim kemarau, jika
turun hujan airnya menjadi jernih.
Pencahayaan baik karena ada jendela di
depan dan di dapur. Keadaan rumah
kadang kotor karena banyak anak-anak.
Ukuran rumah terlihat berantakan dan
tidak teratur.

46
I.SKORING

GASTRITIS
N Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran
o e
1 Sifat masalah 3/3 x 1 1 Tn T (45 tahun) mengalami sakit perut
Skala : dengan keluhan mual, muntah, perut
Tidak/kurang sehat 3 kembung dan nyri di ulu hati.
Ancaman kesehatan 2
Krisis 1
2 Kemungkinan masalah 1/2 x 2 1 Sumber dan tindakan tindakan untuk
diubah memecahkan masalah dapat dilakukan
Skala : tetapi tidak dapat menghilangkan factor
Dengan mudah 2 penyebab penyakit.
Hanya sebagian 1
Tidak dapat 0
3 Potensi masalah untuk 2/3 x 1 2/3 Masalah dapat diatasi dengan memebeli
diubah obat maag di warung..
Skala :
Tinggi 3
Cukup 2
Rendah 1
4 Menonjolnya masalah 1/2 x 1 1/2 Keluarga sudah pernah membawa berobat
Skala : kedokter tetapi tidak sembuh juga jadi
Masalah berat harus keluarga hanya bergantung pada obat yang
ditangani 2 diberikan dokter.
Masalah tidak perlu segera
ditangani 1
Masalah tidak dirasakan 0
Skore Total 3 1/6

47
RUMAH SEHAT
N Kriteria Perhitungan Skore Pembenaran
o
1 Sifat masalah 2/3 x 1 2 Masalah lingkungan rumah yang tidak
Skala : sehat merupakan ancaman kesehatan
Tidak/kurang sehat 3 karena belum actual (belum
Ancaman kesehatan 2 menimbulkan gangguan kesehatan)
Krisis 1
2 Kemungkinan masalah diubah 1/2 x 2 1 Masalah dapat diubah karena
Skala : mempertimbangkan keadaan ekonomi
Dengan mudah 2 keluarga.
Hanya sebagian 1
Tidak dapat 0
3 Potensi masalah untuk diubah 1/3 x 1 1/3 Keluarga belum mempunyai dana untuk
Skala : menciptakan suasana rumah yang
Tinggi 3 nyaman dan layak.
Cukup 2
Rendah 1
4 Menonjolnya masalah 2/2 x 1 1 Masalah lingkungan rumah yang tidak
Skala : sehat tidak dirasakan keluarga karena
Masalah berat harus ditangani belum menimbulkan masalah kesehatan.
2
Masalah tidak perlu segera
ditangani 1
Masalah tidak dirasakan 0
Skore Total 2

J. DAFTAR PRIORITAS MASALAH

48
3. Gastritis : skore 3 1/6
4. Rumah Sehat : skore 2

K DIAGNOSA KEPERAWATAN

3. Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan tentang gastritis


berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang gastritis dan
penatalaksanaannya ditandai dengan Ny.N mengatakan Tn T sudah lama
mengalami masalah dengan pencernaanya dimana saat ini Tn T (45 tahun)
mengalami sakit perut dengan keluhan mual, muntah, perut kembung dan
nyri di ulu hati.
4. Ketidakmampuan keluarga memodifikasi lingkungan rumah berhubungan
dengan kurang niformasi mengenai rumah sehat dan pemodifikasian rumah
sehat ditandai dengan Ny.N mengatakan rumahnya memang sempit karena
tidak ada biaya untuk diperluas, keadaan rumah memang kotor karena
banyak anak-anak yang bermain didalam rumah

49
DATA PENGKAJIAN
KELUARGA BINAAN PRIMER ( TN. H)
DI JL. KARYA JAYA GG. EKA JAYA IV KELURAHAN GEDUNG JOHOR
KECAMATAN MEDAN JOHOR

A. DATA UMUM
67. Inisial Kepala Keluarga : Tn. H
68. Usia : 47 tahun
69. Pendidikan : Tamat SMP
70. Agama : Islam
71. Suku : Jawa
72. Alamat
:
Jl. Karya
Jaya Gg. Eka
jaya IV
Kelurahan
Gedung
Johor
73. Type Keluarga : Keluarga Inti (Nuclear family)
74. Komposisi Keluarga :

Hub.dgn
No Nama JK kepala Umur Pendidikan Status Kesehatan
keluarga
1. Ny. S P Istri 45 Thn Tamat SMP Imunisasi tidak lengkap semua
2. An.M L Anak 14 Thn SMP Imunisasi tidak lengkap
3. An. W L Anak 5 Thn - Imunisasi tidak lengkap

Keterangan :
Berdasarkan informasi yang diberikan oleh Ny. S diketahui bahwa dari 2 orang
anaknya yang tinggal di bersamanya imunisasinya tidak lengkap. Alasan Ny.H
tidak mengimunisasikan anaknya secara lengkap karena Ny.N memberitahukan
ketika waktu jadwal imunisasi keluarga Ny. S pindah rumah jadi untuk
mendapatkan proses imunisasi butuh proses yang rumit, Ny. S mengatakan

50
imunisasi itu sangat penting dan Ny. S sudah pernah mendapatkan penyuluhan
tentang imunisasi di Posyandu Lingkungan II dulu.

Genogram :

Tn.H (47 thn) Ny.N (45 thn)

An. M (14 thn) An.W (5 thn)

Keterangan
: Laki-laki
: Perempuan
: Meninggal (laki-laki)
: Meninggal (perempuan)
: Tinggal serumah

75. Status Sosial Ekonomi Keluarga


Penghasilan keluarga/ bulan + Rp. 900.000 -/bulan, yang diperoleh dari hasil kerja
Tn. H sebagai buruh bangunan dengan penghasilan +.Rp. 750.000, -/bulan dan
ditambah penghasilan Ny. S sebagai tukang kusuk dirumah orang dengan + Rp.

51
40.000/ hari. Keluarga mengatakan penghasilan ini cukup untuk kebutuhan sehari-
hari.

76. Aktivitas Rekreasi Keluarga


Keluarga tidak mempunyai jadwal khusus untuk berekreasi. Keluarga hanya
memanfaatkan televisi sebagai hiburan di rumah, dan hanya berkumpul dengan
tetangga dan keluarga dekat rumah bila ada waktu luang.
B. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA

77. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini


Tahap perkembangan keluarga Tn. H saat ini adalah pada tahapan keluarga
dengan Anak Remaja dan anak dengan usia prasekolah.

78. Tahap Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi


Tahap perkembangan yang belum terpenuhi adalah keluarga Tn. H belum
memiliki rumah sendiri, saat ini keluarga Tn. H masih mengotrak.Selain itu
Ny. S mengakui An.W (5 tahun) masih satu kamr dengan ornagtuanya dengan
alasan kamar dirumahnya tidak mencukupi.

79. Riwayat Keluarga Inti


Ny. S mengatakan pernah satu SMP dengan suaminya. Suami adalah pilihan
sendiri dan disetujui oleh orangtuanya, dan akhirnya mereka menikah pada
tahun 1983.

80. Riwayat Keluarga Sebelumnya


Ny. S mengatakan tidak memiliki memiliki riwayat penyakit keturunan dan
penyakit menular. Orangtua Tn. H meninggal karena penyakit asma,
sedangkan orang tua dari Ny. S masih hidup dan sehat sedangkan semua
saudara Tn,H dan Ny.N dalam keadaan sehat.

52
C. LINGKUNGAN

81. Karakteristik Rumah dan Denah Rumah


Keterangan:
A A : Ruang tamu
B dan D : Ruang Tidur
B C : Dapur
E : Kamar Mandi

C : Jendela
: Pintu

D E

Rumah tempat tinggal Tn. H dan Ny. S adalah rumah kontrakan semi
permanen dengan luas 7 x 16 m. Rumah terdiri dari 1 ruang tamu, 2 kamar
tidur, 1 dapur, dan 1 kamar mandi. Sumber air adalah sumur galian, keadaan
airnya tidak jernih. Jika musim kemarau, jika turun hujan airnya menjadi
jernih. Pencahayaan baik karena ada jendela di depan dan di dapur. Keadaan
rumah kadang kotor karena banyak anak-anak. Ukuran rumah terasa sempit
dan tidak teratur.

82. Karakteristik Lingkungan


Rumah Ny. S berada di dalam gang. Rumah Ny. S adalah rumah kontrakan
yang tetangga Ny. S mayoritas suku Jawa dan beragama islam. Suasana
lingkungan aman. Ny. S mengatakan bahwa sesama tetangga saling

53
berkomunikasi dan tolong menolong, bila ada tetangga yang sakit mereka
saling menjenguk dan saling membantu satu sama lain.

83. Mobilitas Geografis Keluarga


Ny. S mengatakan sejak menikah, mereka sudah 2 kali pindah rumah. Setelah
pindah dari rumah mertuanya Ny.N mengontrak di JL.Eka Warni dan setelah 4
tahun mereka pindah ke JL.Eka Jaya IV sampai sekarang.
84. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat
Ny. S mengatakan sehabis makan malam kumpul bersama di ruang tamu
sambil menonton TV. Ny. S mengikuti perwiritan setiap hari selasa jam 14.00
dan jika ada kegiatan gotong royong, Tn. H selalu mengikutinya.

85. Sistem Pendukung Keluarga


Keluarga Tn. H dalam menjalankan kehidupan keluarga didukung/ dibantu
oleh istrinya Ny.N Keluarga selalu berprinsip semangat dalam menjalani
hidup dan tabah serta sabar dalam keadaan senang atau susah. Bila ada
masalah pada keluarga, maka keluarga memecahkan masalah dengan
musyawarah.

D. STRUKTUR KELUARGA

86. Pola Komunikasi Keluarga


Keluarga dalam kehidupan sehari-hari menggunakan Bahasa Indonesia
terhadap sesama anggota keluarga dan dengan tetangga. Pola komunikasi
keluarga terbuka antara Tn. H dan Ny. S. Dalam menyelesaikan masalah,
keluarga selalu bermusyawarah untuk mencari solusi bersama.

87. Struktur Kekuatan Keluarga


Pengambilan keputusan dominan oleh Tn. H dengan didukung oleh istri nya
Ny. S. Dalam penanggulangan masalah keluarga selalu bermusyawarah dalam
memecahkannya.

54
88. Struktur Peran
Tn. H berperan sebagai kepala keluarga, ayah serta suami dari Ny. S. Tn. H
bekerja sebagai buruh bangunan dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Ny. S
berperan sebagai ibu dari anak-anaknya dan istri Tn. H. Ny. S bekerja sebagai
tukang kusuk yang jika dipanggil bersedia datang ke rumah. Penghasilan Ny.
S tidak tetap dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. An. M
berperan sebagai anak dan siswa kelas 3 SMP sedangkan An. W berperan
sebagai anak yang berusia 5 tahun dan belum sekolah.

89. Nilai dan Norma Budaya


Keluarga menganut nilai dari norma yang berlaku di masyarakat serta agama
islam. Keluarga mengajarkan sopan santun kepada anak serta mendidik
anaknya untuk menghormati orang yang lebih tua. Ny. S tidak ada menganut
faham-faham tertentu yang dapat mempengaruhi kesehatan

E. FUNGSI KELUARGA

90. Fungsi Afektif


Tn. H dan Ny. S terlihat saling menyayangi dan mengasihi anak mereka. Juga
saling membantu dan menyayangi. Hubungan keluarga mereka sangat
harmonis dan memiliki komunikasi terbuka.

91. Fungsi Sosial


Interaksi keluarga denjgan lingkungan di sekitar rumah berjalan dengan baik.
Keluarga mau bergaul dengan tetangga dan lingkungan sekitar dan saling
bertegur sapa serta saling membantu jika ada masalah. Ny. S mengikuti
kegiatan perwiritasn setiap hari selasa. Tn. H mengikuti kegiatan musyawarah
dan gotong-royong di lingkungannya.

92. Fungsi Reproduksi


Tn. H dan Ny. S memiliki 5 orang anak yaitu 1 orang anak laki-laki dan 4
orang anak perempuan. Ny. S menggunakan KB, namun setelah kelahiran

55
anak kelima Ny.N maka Ny.N menggunakan Kontrasepsi mantap. Ny N
mengatak dulu pernah mendapatkan penyuluhan tentang KB dari Puskesmas.

93. Fungsi Ekonomi


Penghasilan Tn. H riap bulan Rp. 900.000,- / bulan dan kadangkala Ny. S ikut
membantu penghasilan suaminya dengan bekerja sebagai tukang kusuk
dengan 1 kali kusuk upahnya Rp.30.000; tapi kerjaan itu tidak tetap
tergantung rezeki. Ny. S sadar bahwa pengahsilan yang segitu tidak dapat
mencukupi kebutuhan keluarga tetapi Ny. S berusaha untuk berhemat dan
menekan pengeluaran keluarga agar mereka kelak dapat memenuhi kebutuhan
keluarga yang lainnya.

94. Fungsi Perawatan Kesehatan


Bila ada keluarga yang mengalami penyakit biasanya keluarga akan merawat
sendiri yang sakit dengan cara membeli obat-obatan diwarung dan jika tidak
sembuh juga maka keluarga akan membawanya ke tempat pelayanan
kesehatan terdekat seperti Puskesmas. Ny. S menderita Diabetes Melitus selalu
istirahat dan menjaga gizi dan makanan yang dimakan. Ny.N belum pernah
control ke pelayanan kesehatan dan Ny.N diketahui menderita Diabetes
mellitus dari hasil cek KGD sewaktu yakni pada tanggal 31 Juli 2009 yakni
397 mg/dl .Anak Ny. S sering menderita demam, pilek dan batuk yang
berulang, dan Ny.M hanya membeli obat ke warung dan tidak pernah dibawa
ke puskesmas. An W (5 tahun sedang menderita influenza sudah 2 hari tapi
Ny.N hanya memberikan obat yang dari warung saja. Dan An.W (5 tahun)
sering mengalami merah dan gatal pada kaki dan badannya jika makan ikan
asin.

F. STRES DAN KOPING KELUARGA


95. Stressor Jangka Pendek dan Jangka Panjang
Stressor jangka pendek:
- Bila ada anggota keluarga yang sakit, kadangkala keluarga bingung dalam
memberikan perawatan dan pengobatan terutama perawatan pada Ny. S

56
yang memiliki KGD tinggi dan An.N yang sering mengalami influenza
dan alergi.

Stressor jangka panjang:


- Ny. H mengatakan bahwa ia khawatir tentang masa depan anak-anaknya.
Ny. S khawatir tidak dapat menyekolahkan anaknya karena kondisi
ekonomi yang berkecukupan. Ny. S juga takut tidak dapat membayar
ongkos sewa rumah mereka.

96. Kemampuan Keluarga Berespons terhadap Situasi/ Stressor


Bila ada anggota keluarga yang sakit, keluarga langsung membeli obat ke
warung dan jika tidak sembuh langsung dibawa berobat ke puskesmas atau ke
dokter. Jika ada masalah keluarga akan menyelesaikannya dengan
musyawarah.

97. Strategi Koping yang Digunakan


Dalam menghadapi masalah kesehatan keluarga terlebih dahulu mencoba
untuk mengatasinya seperti membeli obat-obatan di warung dan jika tambah
parah keluarga baru berobat ke Puskesmas..

98. Strategi Adaptasi Disfungsional


Tidak ada strategi adaptasi fungsional dalam keluarga. Karena masing-masing
anggota keluarga menjalankan peran dan fungsinya sesuai dengan peran
masing-masing.

99. Harapan Keluarga


Keluarga Ny.N berharap dirinya, Tn.H dan anaknya semua sehat-sehat. Dalam
hal pendidikan, Ny.N sangat berharap An.M (14 tahun) dapat mengecap
pendidikan sampai ke perguruan tinggi. Dan dalam hal kesehatan keluarga

57
berharap pada perawat memberi informasi tentang masalah-masalah kesehatan
untuk menambah pengetahuan keluarganya.

G. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA

Area Anggota Keluarga yang Tinggal Serumah


Pemeriksaan Tn.H (47 yahun) Ny.N (45 tahun) An.W (14 tahun) An.W (5 tahun)
Fisik
Kepala:
Rambut Lurus, kulit kepala Lurus , kulit kepala Lurus, kulit kepala Lurus, kulit kepala
bersih, distribusi merata bersih, distribusi merata bersih distribusi bersih distribusi
merata merata

Mata Simetris ka/ki, tidak Simetris ka/ki, tidak Simetris ka/ki, Simetris ka/ki,
pakai kaca mata, pakai kaca mata, anemis konjungtiva tidak konjungtiva tidak
konjungtiva tidak (+), kelainan (-) anemis, kelainan (-) anemis, kelainan (-)
anemis, kelainan (-)

Penciuman baik, lubang Penciuman baik, lubang Penciuman baik, Penciuman baik,
Hidung simetris, penyumbatan simetris, penyumbatan lubang simetris, sekret lubang simetris, sekret
tidak ada, kelainan tidak tidak ada, kelainan tidak (-), tidak ada kelainan (+) putih kental
ada. ada

Membran mukosa agak Membran mukosa Membran mukosa Membran mukosa


Mulut kering, gigi coklat, lidah lembab, gigi bersih, lidah lembab, gigi lengkap, lembab, gigi
bersih, kelainan tidak bersih, kelainan tidak lidah bersih, kelainan berlubang 9+), lidah
ada ada tidak ada bersih, kelainan tidak
ada
Pembesaran thyroid Pembesaran thyroid Pembesaran thyroid
tidak ada, kaku kuduk tidak ada, kaku kuduk tidak ada, kaku kuduk Pembesaran thyroid
Leher tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada, kaku kuduk
tidak ada

Vesikular ka/ki, Vesikular ka/ki, Vesikular ka/ki,


Thorak RR 20x/mnt, sering RR 19x/mnt, ronchi (-), RR 24x/mnt, ronchi (-), Vesikular ka/ki,
Paru batuk mengi (-) mengi (-), stridor (-) RR 22x/mnt, ronchi (-),
mengi (-), stridor (-)
batuk (+)

Bunyi jantung I&II Bunyi jantung I&II Bunyi jantung I&II


normal, nadi 80x/mnt, normal, nadi 72x/mnt, normal, nadi 78x/mnt Bunyi jantung I&II
Jantung TD 130/80 mmHg TD 130/100 mmHg TD 110/70 mmHg normal, nadi 80x/mnt

58
Benjolan (-), massa (-), Benjolan (-), massa (-), Benjolan (-), massa (-),
nyeri nyeri daerah epigastrik, nyeri Benjolan (-), massa (-),
Abdomen tekan (-), kembung (-), kembung (+), peristaltik tekan (-), kembung (-), nyeri
peristaltik 5x/1 6x/1 peristaltik 16x/1 tekan (-), kembung (-),
peristaltik 16x/1

Kulit hangat, turgor Kulit hangat, turgor Kulit hangat, turgor


kembali cepat, lembab, kembali cepat, lembab, kembali cepat, lembab, Kulit hangat, turgor
warna kulit coklat, pucat warna kulit coklat, pucat warna kulit kuning kembali cepat, lembab,
Intagumen
(-), kulit bersih (+), kulit bersih langsat, kulit bersih warna kulit kuning
langsat, daerah dada
dan lengan atas
terdapat bintik-bintik
merah akibat biang
keringat dan sela kaki
terdapat merah akibat
garukan.
Simetris ka/ki, Simetris ka/ki, Simetris ka/ki,
Simetris ka/ki,
pergerakan baik, pergerakan baik, pergerakan baik,
pergerakan baik,
kelainan tidak ada kelainan tidak ada. kelainan tidak ada
Ektremitas kelainan tidak ada
65Kg 58 Kg 45Kg
14 Kg
172 cm 150 cm 157 cm
BB 110 cm
37,0 0C 36,7 0C 37,1 0C
TB 37,2 0C
Kemapuan motorik
Temperatur Kemapuan motorik
kasar dan halus seuai
kasar dan halus seuai
dengan usia
Lainnya dengan usia
Kemamuan verbal
Kemamuan verbal
sesui dengan usia
sesui dengan usia

Ny.N menderita penyakit Diabetes melitus dan keluarga Ny.N tidak mempunyai
riwayat keturunan.Diabetes Mellitus.
An. W menderita influenza sudah 2 hari . Ny. S melakukan perawatan An W
dengan cara membelikan obat dari warung hingga sembuh. Ny.N belum pernah
mendapatkan pengetahuan tentang cara merawat anak yang menderita influenza.

59
An. W menderita alergi dan merasa gatal-gatal pada sela jari kaki dan badannya
dan an. W menggaruk badannya hingga kulitnya tampak memerah. Ny. S
melakukan perawatan An W dengan cara menaburkannya dengan bedak gatal-
gatal hingga sembuh. Ny. S belum pernah mendapatkan pengetahuan tentang cara
perawatan anak yang menderita alergi secara benar sesuai prosedur.

H. TIPOLOGI MASALAH
Kurang/tidak sehat : Influenza
Saat ini An.W (5 tahun)sedang menderita influenza
Kurang/tidak sehat : Alergi
Saat ini An.W (5 tahun)sedang menderita alergi akibat makan ikan asin
Kurang/tidak sehat : Diabetes melitus
Saat ini Ny.N sedang mengalami Diabetes Melitus
Ancaman kesehatan: Lingkungan rumah yang tidak sehat
Saat ini keluarga Ny.N tinggal dirumah kontrakan yang sempit dan penataan
ruang yang tidak teratur.

I. ANALISA DATA
MASALAH
DATA MASALAH KEPERAWATAN
KESEHATAN
DS : Diabetes Melitus Ketidakmampuan keluarga
Ny. S mengatakan mengalami penyakit mengenal masalah kesehatan
Diabetes mellitus sejak tahu hasi cek tentang Diabetes Melitus
KGD sewaktu pada tanggal 30 Juli berhubungan dengan kurang
2009=397 mg/dl.semnjak tahu KGD pengetahuan tentang Diabetes
nya tinggi Ny.n mengatur pola Melitus dan pencegahannya.
makannya. Ny.N ingin tahu tentang
penyakit DM
DO :
Pemeriksaan KGD sewaktu=397 mg/dl

60
Ny.N tampak gelisah dan bertanya pada
perawat tentang penyakit DM
TD 130/100 mmHg, RR 19 x/mnt
TB=150 cm, BB=58 kg
DS: Alergi Ketidakmampuan keluarga
Ny. S mengatakan An.W sering merasa mengenal masalah kesehatan
gatal pada seluruh badan dan sela jari tentang alergi berhubungan
kakinya jika makan ikan asin dan Ny.N dengan kurang pengetahuan
hanya menaburkan bedak pada daerah tentang alergi dan
yang memerah karena garukan An.W. penatalaksanaannya.
DO:
Kulit hangat, turgor kembali cepat,
lembab, warna kulit kuning langsat,
daerah dada dan lengan atas terdapat
bintik-bintik merah akibat biang
keringat dan sela kaki terdapat merah
akibat garukan.

DS: Influenza Ketidakmampuan keluarga


Ny.n mengatakan An. W menderita mengenal masalah kesehatan
influenza sudah 2 hari.Ny.N melakukan tentang influenza berhubungan
perawatan An W dengan cara dengan kurang pengetahuan
membelikan obat dari warung hingga tentang influenza dan
sembuh. Ny.N belum pernah perawtannya.
mendapatkan pengetahuan tentang cara
merawat anak yang menderita
influenza.
DO:
Penciuman baik, lubang simetris, sekret (+)
putih kental
Vesikular ka/ki,
RR 22x/mnt, ronchi (-), mengi (-),
stridor (-) batuk (+)

61
DS: Rumah Sehat Ketidakmampuan keluarga
Ny.N mengatakan rumahnya memang memodifikasi lingkungan rumah
sempit karena tidak ada biaya untuk berhubungan dengan kurang
diperluas, keadaan rumah memang iformasi mengenai rumah sehat
kotor karena banyak anak-anak yang dan pemodifikasian rumah sehat.
bermain didalam rumah
DO:
Rumah tempat tinggal Tn. H dan Ny. S
adalah rumah kontrakan semi permanen
dengan luas 7 x 16 m. Rumah terdiri
dari 1 ruang tamu, 2 kamar tidur, 1
dapur, dan 1 kamar mandi. Sumber air
adalah sumur galian, keadaan airnya
tidak jernih. Jika musim kemarau, jika
turun hujan airnya menjadi jernih.
Pencahayaan baik karena ada jendela di
depan dan di dapur. Keadaan rumah
kadang kotor karena banyak anak-anak.
Ukuran rumah terlihat berantakan dan

62
tidak teratur.

J.SKORING
4. DIABETES MELITUS
N Kriteria Perhitungan Skore Pembenaran
o
1 Sifat masalah 3/3 x 1 1 Ny. S mengatakan tahu mederita Diabetes
Skala : Melitus sejak cek KGD sewaktu pada
Tidak/kurang sehat 3 tanggal 30 Juli 2009.
Ancaman kesehatan 2
Krisis 1
2 Kemungkinan masalah 1/2 x 2 1 Ny. S mengatakan tahu factor penyebab
diubah Diabetes Melitus tetapi tidak tahu cara
Skala : penatalaksanaan penyakit Diabetes Melitus
Dengan mudah 2
Hanya sebagian 1
Tidak dapat 0
3 Potensi masalah untuk 2/3 x 1 2/3 Ny. S teratur makan, olah raga dan
diubah menghindari makanan yang dapat
Skala : menyebabkan KGD tinggi

63
Tinggi 3
Cukup 2
Rendah 1
4 Menonjolnya masalah 2/2 x 1 1 Keluarga mengatakan DM merupakan
Skala : masalah yang serius dan harus segera diatasi
Masalah berat harus dan diobati.
ditangani 2
Masalah tidak perlu segera
ditangani 1
Masalah tidak dirasakan 0
Skore Total 3 2/3

5. INFLUENZA
N Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran
o e
1 Sifat masalah 3/3 x 1 1 An. W (5 tahun) sudah 2 hari menderita
Skala : influenza.
Tidak/kurang sehat 3
Ancaman kesehatan 2
Krisis 1
2 Kemungkinan masalah 2/2 x 2 2 Sumber dan tindakan tindakan untuk
diubah memecahkan masalah dapat dijangkau
Skala : tetapi masih kurang informasi tentang
Dengan mudah 2 perawatannya.
Hanya sebagian 1
Tidak dapat 0
3 Potensi masalah untuk 3/3 x 1 1 Masalah dapat diatasi dengan memberikan
diubah bat di warung dan jika tidak sembuh dalam
Skala : 3 hari maka keluarga membawanya ke
Tinggi 3 Puskesmas
Cukup 2
Rendah 1
4 Menonjolnya masalah 1/2 x 1 1/2 Keluarga sudah memberikan obat pada

64
Skala : An.W dan tinggal menunggu proses
Masalah berat harus penyembuhannya.
ditangani 2
Masalah tidak perlu segera
ditangani 1
Masalah tidak dirasakan 0
Skore Total 3 1/3

6. ALERGI
N Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran
o e
1 Sifat masalah 3/3 x 1 1 An. W (5 tahun) mengalami alergi karena
Skala : makan ikan asin.
Tidak/kurang sehat 3
Ancaman kesehatan 2
Krisis 1
2 Kemungkinan masalah 1/2 x 2 1 Sumber dan tindakan tindakan untuk
diubah memecahkan masalah dapat dilakukan
Skala : tetapi tidak dapat menghentikan keinginan
Dengan mudah 2 An.W untuk menghilangkan factor
Hanya sebagian 1 penyebab.
Tidak dapat 0
3 Potensi masalah untuk 2/3 x 1 2/3 Masalah dapat diatasi dengan memberikan
diubah bedak gatal pada daerah yang memerah.
Skala :
Tinggi 3
Cukup 2
Rendah 1
4 Menonjolnya masalah 1/2 x 1 1/2 Keluarga sudah memberikan bedak gatal
Skala : pada daerah yang memerah dan tinggal
Masalah berat harus menunggu proses penyembuhannya.
ditangani 2

65
Masalah tidak perlu segera
ditangani 1
Masalah tidak dirasakan 0
Skore Total 3 1/6

7. RUMAH SEHAT
N Kriteria Perhitu Skore Pembenaran
o ngan
1 Sifat masalah 2/3 x 1 2 Masalah lingkungan rumah yang tidak sehat
Skala : merupakan ancaman kesehatan karena belum
Tidak/kurang sehat 3 actual (belum menimbulkan gangguan
Ancaman kesehatan 2 kesehatan)
Krisis 1
2 Kemungkinan masalah diubah 1/2 x 2 1 Masalah dapat diubah karena
Skala : mempertimbangkan keadaan ekonomi
Dengan mudah 2 keluarga.
Hanya sebagian 1
Tidak dapat 0
3 Potensi masalah untuk diubah 1/3 x 1 1/3 Keluarga belum mempunyai dana untuk
Skala : menciptakan suasana rumah yang nyaman
Tinggi 3 dan layak.
Cukup 2
Rendah 1
4 Menonjolnya masalah 2/2 x 1 1 Masalah lingkungan rumah yang tidak sehat
Skala : tidak dirasakan keluarga karena belum
Masalah berat harus ditangani menimbulkan masalah kesehatan.
2
Masalah tidak perlu segera
ditangani 1
Masalah tidak dirasakan 0

66
Skore Total 2

K. DAFTAR PRIORITAS MASALAH

1. Diabetes Melitus : skore 3 2/3


2. Influenza : skore 3 1/3
3. Alergi : skore 3 1/6
4. Rumah Sehat : skore 2

L. DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan tentang Diabetes


Melitus berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang Diabetes Melitus
dan pencegahannya ditandai dengan Ny. S mengatakan mengalami penyakit
Diabetes mellitus sejak tahu hasi cek KGD sewaktu pada tanggal 30 Juli
2009=397 mg/dl.semnjak tahu KGD nya tinggi Ny.n mengatur pola makannya.
Ny.N ingin tahu tentang penyakit DM
2. Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan tentang influenza
berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang influenza dan perawtannya.
ditandai dengan Ny.n mengatakan An. W menderita influenza sudah 2
hari.Ny.N melakukan perawatan An W dengan cara membelikan obat dari
warung hingga sembuh. Ny.N belum pernah mendapatkan pengetahuan tentang
cara merawat anak yang menderita influenza, Penciuman baik, lubang simetris,
sekret (+) putih kental, Vesikular ka/ki, RR 22x/mnt, ronchi (-), mengi (-), stridor (-)
batuk (+)
3. Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan tentang alergi
berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang alergi dan
penatalaksanaannya ditandai dengan Ny. S mengatakan An.W sering merasa
gatal pada seluruh badan dan sela jari kakinya jika makan ikan asin dan Ny.N
hanya menaburkan bedak pada daerah yang memerah karena garukan An.W. D,

67
Kulit hangat, turgor kembali cepat, lembab, warna kulit kuning langsat, daerah dada
dan lengan atas terdapat bintik-bintik merah akibat biang keringat dan sela kaki
terdapat merah akibat garukan.
4. Ketidakmampuan keluarga memodifikasi lingkungan rumah berhubungan
dengan kurang iformasi mengenai rumah sehat dan pemodifikasian rumah
sehat ditandai dengan Ny.N mengatakan rumahnya memang sempit karena
tidak ada biaya untuk diperluas, keadaan rumah memang kotor karena banyak
anak-anak yang bermain didalam rumah

68
Genogram :

Tn.H (47 thn) Ny.N (45 thn)

An. M (14 thn) An.W (5 thn)

Keterangan
: Laki-laki
: Perempuan
: Meninggal (laki-laki)
: Meninggal (perempuan)
: Tinggal serumah

69
DATA PENGKAJIAN KELUARGA BINAAN

A. DATA UMUM
67. Inisial Kepala Keluarga : Tn. H
68. Usia : 47 tahun
69. Pendidikan : Tamat SMP
70. Agama : Kristen
71. Suku : Batak
72. Alamat : Lingkungan III Desa Laucih Medan Tuntungan
73. Type Keluarga : Keluarga Inti (Nuclear family)
74. Komposisi Keluarga :

Hub.dgn
No Nama JK kepala Umur Pendidikan Status Kesehatan
keluarga
1. Ny. S P Istri 45 Thn Tamat SMP Imunisasi tidak lengkap semua
2. An.M L Anak 14 Thn SMP Imunisasi tidak lengkap
3. An. W L Anak 5 Thn - Imunisasi tidak lengkap

Keterangan :
Berdasarkan informasi yang diberikan oleh Ny. S diketahui bahwa dari 2 orang
anaknya yang tinggal di bersamanya imunisasinya tidak lengkap. Alasan Ny.H
tidak mengimunisasikan anaknya secara lengkap karena Ny.N memberitahukan
ketika waktu jadwal imunisasi keluarga Ny. S pindah rumah jadi untuk
mendapatkan proses imunisasi butuh proses yang rumit, Ny. S mengatakan
imunisasi itu sangat penting dan Ny. S sudah pernah mendapatkan penyuluhan
tentang imunisasi di Posyandu Lingkungan II dulu.

Genogram :

70
Tn.H (47 thn) Ny.N (45 thn)

Keterangan An. M (14 thn) An.W (5 thn)


: Laki-laki

: Perempuan

: Meninggal (laki-laki)

: Meninggal (perempuan)

: Tinggal serumah

: Klien

75. Status Sosial Ekonomi Keluarga


Penghasilan keluarga/ bulan + Rp. 900.000 -/bulan, yang diperoleh dari hasil kerja
Tn. H sebagai buruh bangunan dengan penghasilan +.Rp. 750.000, -/bulan dan
ditambah penghasilan Ny. S sebagai tukang kusuk dirumah orang dengan + Rp.
40.000/ hari. Keluarga mengatakan penghasilan ini cukup untuk kebutuhan sehari-
hari.

76. Aktivitas Rekreasi Keluarga


Keluarga tidak mempunyai jadwal khusus untuk berekreasi. Keluarga hanya
memanfaatkan televisi sebagai hiburan di rumah, dan hanya berkumpul dengan
tetangga dan keluarga dekat rumah bila ada waktu luang.

B. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA

71
77. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini
Tahap perkembangan keluarga Tn. H saat ini adalah pada tahapan keluarga
dengan Anak Remaja dan anak dengan usia prasekolah.

78. Tahap Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi


Tahap perkembangan yang belum terpenuhi adalah keluarga Tn. H belum
memiliki rumah sendiri, saat ini keluarga Tn. H masih mengotrak.Selain itu
Ny. S mengakui An.W (5 tahun) masih satu kamr dengan ornagtuanya dengan
alasan kamar dirumahnya tidak mencukupi.

79. Riwayat Keluarga Inti


Ny. S mengatakan pernah satu SMP dengan suaminya. Suami adalah pilihan
sendiri dan disetujui oleh orangtuanya, dan akhirnya mereka menikah pada
tahun 1983.

80. Riwayat Keluarga Sebelumnya


Ny. S mengatakan tidak memiliki memiliki riwayat penyakit keturunan dan
penyakit menular. Orangtua Tn. H meninggal karena penyakit asma,
sedangkan orang tua dari Ny. S masih hidup dan sehat sedangkan semua
saudara Tn,H dan Ny.N dalam keadaan sehat.

C. LINGKUNGAN

72
81. Karakteristik Rumah dan Denah Rumah
Keterangan:
A A : Ruang tamu
B dan D : Ruang Tidur
B C : Dapur
E : Kamar Mandi

C : Jendela
: Pintu

D E

Rumah tempat tinggal Tn. H dan Ny. S adalah rumah kontrakan semi
permanen dengan luas 7 x 16 m. Rumah terdiri dari 1 ruang tamu, 2 kamar
tidur, 1 dapur, dan 1 kamar mandi. Sumber air adalah sumur galian, keadaan
airnya tidak jernih. Jika musim kemarau, jika turun hujan airnya menjadi
jernih. Pencahayaan baik karena ada jendela di depan dan di dapur. Keadaan
rumah kadang kotor karena banyak anak-anak. Ukuran rumah terasa sempit
dan tidak teratur.

82. Karakteristik Lingkungan


Rumah Ny. S berada di dalam gang. Rumah Ny. S adalah rumah kontrakan
yang tetangga Ny. S mayoritas suku Jawa dan beragama islam. Suasana
lingkungan aman. Ny. S mengatakan bahwa sesama tetangga saling
berkomunikasi dan tolong menolong, bila ada tetangga yang sakit mereka
saling menjenguk dan saling membantu satu sama lain.

83. Mobilitas Geografis Keluarga


Ny. S mengatakan sejak menikah, mereka tidak pernah pindah rumah sampai
sekarang.

84. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat

73
Ny. S mengatakan sehabis makan malam kumpul bersama di ruang tamu
sambil menonton TV.

85. Sistem Pendukung Keluarga


Keluarga Tn. H dalam menjalankan kehidupan keluarga didukung/ dibantu
oleh istrinya Ny.N Keluarga selalu berprinsip semangat dalam menjalani
hidup dan tabah serta sabar dalam keadaan senang atau susah. Bila ada
masalah pada keluarga, maka keluarga memecahkan masalah dengan
musyawarah.

D. STRUKTUR KELUARGA

86. Pola Komunikasi Keluarga


Keluarga dalam kehidupan sehari-hari menggunakan Bahasa Indonesia
terhadap sesama anggota keluarga dan dengan tetangga. Pola komunikasi
keluarga terbuka antara Tn. H dan Ny. S. Dalam menyelesaikan masalah,
keluarga selalu bermusyawarah untuk mencari solusi bersama.

87. Struktur Kekuatan Keluarga


Pengambilan keputusan dominan oleh Tn. H dengan didukung oleh istri nya
Ny. S. Dalam penanggulangan masalah keluarga selalu bermusyawarah dalam
memecahkannya.

88. Struktur Peran


Tn. H berperan sebagai kepala keluarga, ayah serta suami dari Ny. S. Tn. H
bekerja sebagai buruh bangunan dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Ny. S
berperan sebagai ibu dari anak-anaknya dan istri Tn. H. Ny. S bekerja sebagai
tukang kusuk yang jika dipanggil bersedia datang ke rumah. Penghasilan Ny.
S tidak tetap dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. An. M
berperan sebagai anak dan siswa kelas 3 SMP sedangkan An. W berperan
sebagai anak yang berusia 5 tahun dan belum sekolah.
89. Nilai dan Norma Budaya

74
Keluarga menganut nilai dari norma yang berlaku di masyarakat serta agama
islam. Keluarga mengajarkan sopan santun kepada anak serta mendidik
anaknya untuk menghormati orang yang lebih tua. Ny. S tidak ada menganut
faham-faham tertentu yang dapat mempengaruhi kesehatan

E. FUNGSI KELUARGA

90. Fungsi Afektif


Tn. H dan Ny. S terlihat saling menyayangi dan mengasihi anak mereka. Juga
saling membantu dan menyayangi. Hubungan keluarga mereka sangat
harmonis dan memiliki komunikasi terbuka.

91. Fungsi Sosial


Interaksi keluarga denjgan lingkungan di sekitar rumah berjalan dengan baik.
Keluarga mau bergaul dengan tetangga dan lingkungan sekitar dan saling
bertegur sapa serta saling membantu jika ada masalah. Ny. S mengikuti
kegiatan perwiritasn setiap hari selasa. Tn. H mengikuti kegiatan musyawarah
dan gotong-royong di lingkungannya.

92. Fungsi Reproduksi


Tn. H dan Ny. S memiliki 5 orang anak yaitu 1 orang anak laki-laki dan 4
orang anak perempuan. Ny. S menggunakan KB, namun setelah kelahiran
anak kelima Ny.N maka Ny.N menggunakan Kontrasepsi mantap. Ny N
mengatak dulu pernah mendapatkan penyuluhan tentang KB dari Puskesmas.

93. Fungsi Ekonomi


Penghasilan Tn. H riap bulan Rp. 900.000,- / bulan dan kadangkala Ny. S ikut
membantu penghasilan suaminya dengan bekerja sebagai tukang kusuk
dengan 1 kali kusuk upahnya Rp.30.000; tapi kerjaan itu tidak tetap
tergantung rezeki. Ny. S sadar bahwa pengahsilan yang segitu tidak dapat
mencukupi kebutuhan keluarga tetapi Ny. S berusaha untuk berhemat dan

75
menekan pengeluaran keluarga agar mereka kelak dapat memenuhi kebutuhan
keluarga yang lainnya.

94. Fungsi Perawatan Kesehatan


Bila ada keluarga yang mengalami penyakit biasanya keluarga akan merawat
sendiri yang sakit dengan cara membeli obat-obatan diwarung dan jika tidak
sembuh juga maka keluarga akan membawanya ke tempat pelayanan
kesehatan terdekat seperti Puskesmas. Tn H sering mengalami masalah
dengan kulitnya, kulitnya sering merah dan gatal pada kaki dan badannya. Tn
H sudah pernah berobat kedokter tetapi penyakitnya belum juga sembuh.

F. STRES DAN KOPING KELUARGA


95. Stressor Jangka Pendek dan Jangka Panjang
Stressor jangka pendek:
- Bila ada anggota keluarga yang sakit, kadangkala keluarga bingung dalam
memberikan perawatan dan pengobatan terutama perawatan pada Tn H
yang sering mengalami gatal dan merah pada kaki dan badannya.
Stressor jangka panjang:
- Ny. H mengatakan bahwa ia khawatir tentang masa depan anak-anaknya.
Ny. S khawatir tidak dapat menyekolahkan anaknya karena kondisi
ekonomi yang berkecukupan. Ny. S juga takut tidak dapat membayar
ongkos sewa rumah mereka.

96. Kemampuan Keluarga Berespons terhadap Situasi/ Stressor


Bila ada anggota keluarga yang sakit, keluarga langsung membeli obat ke
warung dan jika tidak sembuh langsung dibawa berobat ke puskesmas atau ke
dokter. Jika ada masalah keluarga akan menyelesaikannya dengan
musyawarah.

97. Strategi Koping yang Digunakan

76
Dalam menghadapi masalah kesehatan keluarga terlebih dahulu mencoba
untuk mengatasinya seperti membeli obat-obatan di warung dan jika tambah
parah keluarga baru berobat ke Puskesmas..

98. Strategi Adaptasi Disfungsional


Tidak ada strategi adaptasi fungsional dalam keluarga. Karena masing-masing
anggota keluarga menjalankan peran dan fungsinya sesuai dengan peran
masing-masing.

99. Harapan Keluarga


Keluarga Ny.N berharap dirinya, Tn.H dan anaknya semua sehat-sehat. Dalam
hal pendidikan, Ny.N sangat berharap An.M (14 tahun) dapat mengecap
pendidikan sampai ke perguruan tinggi. Dan dalam hal kesehatan keluarga
berharap pada perawat memberi informasi tentang masalah-masalah kesehatan
untuk menambah pengetahuan keluarganya.

H. TIPOLOGI MASALAH

77
Kurang/tidak sehat : Influenza
Saat ini Tn H (47 tahun) sedang mengalami dermatitis
Ancaman kesehatan: Lingkungan rumah yang tidak sehat
Saat ini keluarga Ny.N tinggal dirumah kontrakan yang sempit dan penataan
ruang yang tidak teratur.

I. ANALISA DATA
MASALAH
DATA MASALAH KEPERAWATAN
KESEHATAN
DS: Dermatitis Ketidakmampuan keluarga
Ny. S mengatakan Tn. H sering merasa mengenal masalah kesehatan
gatal pada seluruh badan dan kakinya tentang dermatitis berhubungan
Tn H hanya menaburkan bedak pada dengan kurang pengetahuan
daerah yang memerah karena garukan tentang dermatitis dan
DO: penatalaksanaannya.
Kulit hangat, turgor kembali cepat,
lembab, warna kulit sawo matang ,
daerah kaki terlihat kemerahan akibat
garukan, gatal (+), panas (+).
DS: Rumah Sehat Ketidakmampuan keluarga
Ny.N mengatakan rumahnya memang memodifikasi lingkungan rumah
sempit karena tidak ada biaya untuk berhubungan dengan kurang
diperluas, keadaan rumah memang iformasi mengenai rumah sehat
kotor karena banyak anak-anak yang dan pemodifikasian rumah sehat.
bermain didalam rumah
DO:
Rumah tempat tinggal Tn. H dan Ny. S
adalah rumah kontrakan semi permanen
dengan luas 7 x 16 m. Rumah terdiri
dari 1 ruang tamu, 2 kamar tidur, 1
dapur, dan 1 kamar mandi. Sumber air
adalah sumur galian, keadaan airnya
tidak jernih. Jika musim kemarau, jika

78
turun hujan airnya menjadi jernih.
Pencahayaan baik karena ada jendela di
depan dan di dapur. Keadaan rumah
kadang kotor karena banyak anak-anak.
Ukuran rumah terlihat berantakan dan
tidak teratur.

79
J.SKORING

DERMATITIS
N Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran
o e
1 Sifat masalah 3/3 x 1 1 Tn H (47 tahun) mengalami gatal gatal
Skala : pada kaki dan badannya.
Tidak/kurang sehat 3
Ancaman kesehatan 2
Krisis 1
2 Kemungkinan masalah 1/2 x 2 1 Sumber dan tindakan tindakan untuk
diubah memecahkan masalah dapat dilakukan
Skala : tetapi tidak dapat menghilangkan factor
Dengan mudah 2 penyebab penyakit.
Hanya sebagian 1
Tidak dapat 0
3 Potensi masalah untuk 2/3 x 1 2/3 Masalah dapat diatasi dengan memberikan
diubah bedak gatal pada daerah yang memerah.
Skala :
Tinggi 3
Cukup 2
Rendah 1
4 Menonjolnya masalah 1/2 x 1 1/2 Keluarga sudah pernah membawa berobat
Skala : kedokter tetapi tidak sembuh juga jadi
Masalah berat harus keluarga hanya bergantung pada obat yang
ditangani 2 diberikan dokter.
Masalah tidak perlu segera
ditangani 1
Masalah tidak dirasakan 0
Skore Total 3 1/6

80
RUMAH SEHAT
N Kriteria Perhitungan Skore Pembenaran
o
1 Sifat masalah 2/3 x 1 2 Masalah lingkungan rumah yang tidak
Skala : sehat merupakan ancaman kesehatan
Tidak/kurang sehat 3 karena belum actual (belum
Ancaman kesehatan 2 menimbulkan gangguan kesehatan)
Krisis 1
2 Kemungkinan masalah diubah 1/2 x 2 1 Masalah dapat diubah karena
Skala : mempertimbangkan keadaan ekonomi
Dengan mudah 2 keluarga.
Hanya sebagian 1
Tidak dapat 0
3 Potensi masalah untuk diubah 1/3 x 1 1/3 Keluarga belum mempunyai dana untuk
Skala : menciptakan suasana rumah yang
Tinggi 3 nyaman dan layak.
Cukup 2
Rendah 1
4 Menonjolnya masalah 2/2 x 1 1 Masalah lingkungan rumah yang tidak
Skala : sehat tidak dirasakan keluarga karena
Masalah berat harus ditangani belum menimbulkan masalah kesehatan.
2
Masalah tidak perlu segera
ditangani 1
Masalah tidak dirasakan 0
Skore Total 2

K. DAFTAR PRIORITAS MASALAH

81
5. Alergi : skore 3 1/6
6. Rumah Sehat : skore 2

L. DIAGNOSA KEPERAWATAN

5. Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan tentang Dermatitis


berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang dermatitis dan
penatalaksanaannya ditandai dengan Ny. S mengatakan Tn h sudah lama
mengalami masalah denagna kulitnya dimana kaki dan badan Tn. H sering
mengalami kemerahan karena gatal maka Tn h menggaruk sehingga bekas
garukan terlihat memerah
6. Ketidakmampuan keluarga memodifikasi lingkungan rumah berhubungan
dengan kurang iformasi mengenai rumah sehat dan pemodifikasian rumah
sehat ditandai dengan Ny.N mengatakan rumahnya memang sempit karena
tidak ada biaya untuk diperluas, keadaan rumah memang kotor karena
banyak anak-anak yang bermain didalam rumah

82
Genogram :

Tn.H (47 thn) Ny.N (45 thn)

An. M (14 thn) An.W (5 thn)

Keterangan
: Laki-laki
: Perempuan
: Meninggal (laki-laki)
: Meninggal (perempuan)
: Tinggal serumah

83