You are on page 1of 21

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN (P.K.L) DI PT. MEGA ANDALAN KALASAN SEKTOR LINGKUNGAN KERJA DAN BAHAN BERACUN BERBAHAYA

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN (P.K.L) DI PT. MEGA ANDALAN KALASAN SEKTOR LINGKUNGAN KERJA DAN BAHAN BERACUN

PELATIHAN CALON AHLI K3 UMUM

KELOMPOK 3:

  • 1. Embun Ayu P. Willy

  • 2. Elince Ferawati

  • 3. Ario Wicaksono

  • 4. Andi Agung Zulqarma

PENYELENGGARA PT. JIREH PROVINSI GLOBAL YOGYAKARTA 26 JANUARI – 6 FEBRUARI 2015

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

Halaman

  • A. Latar Belakang .................................................................................

1

  • B. Maksud dan Tujuan ........................................................................

2

  • C. Ruang Lingkup ................................................................................

2

  • D. Dasar Hukum ..................................................................................

2

BAB II RUANG LINGKUP PENELITIAN

  • A. Gambaran Umum Tempat Kerja ..........................................................

4

  • B. Temuan – temuan di lapangan

5

BAB III ANALISA TEMUAN

  • A. Analisa temuan positif

7

  • B. Analisa temuan negatifl.......................................................................12

BAB IV PENUTUP

  • A. kesimpulan

19

B.Saran

19

ii

BAB I PENDAHULUAN

  • A. Latar Belakang Laporan kunjungan praktek kerja lapangan ini merupakan salah satu persyaratan untuk mendapatkan sertifikasi Ahli K3 Umum yang diadakan oleh PT. Jireh Provinsi Global bekerja sama dengan Kementrian Tenaga Kerja. Dilatar belakangi oleh hal tersebut, maka pada tanggal 2 Februari 2015, kami melakukan kunjungan praktek kerja lapangan di PT. Mega Andalan Kalasan. PT. Mega Andalan Kalasan (PT. MAK) merupakan perusahaan yang bergerak pada industri manufaktur dengan salah satu produk unggulan adalah peralatan – peralatan rumah sakit seperti tempat tidur pasien, lemari obat-obatan dan lain sebagainya.

Dalam industri manufaktur peran sumber daya

manusia

(tenaga ahli), alat bantu, dan bahan baku menjadi sangat penting karena ketiga elemen ini adalah kunci berjalannya produksi industri, tanpa salah satu dari elemen tersebut maka industri tidak dapat beroperasi. Untuk mengurangi potensi tidak dapat beroperasi dibutuhkan sistem pengendalian, baik terhadap sumber daya manusia, alat bantu dan bahan baku. Salah satu parameter baiknya dari suatu sistem di industri adalah dari minimnya kecelakaan yang terjadi.

Pada dasarnya setiap tenaga kerja maupun perusahaan tidak ada yang menghendaki terjadinya kecelakaan, penyakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan. Suatu kemungkinan bahaya besar, pencemaran lingkungan dan penyakit akibat kerja dapat diakibatkan oleh kesalahan dalam penggunaan peralatan, pemahaman dan kemampuan serta keterampilan tenaga kerja yang kurang memadai. Upaya perlindungan tenaga kerja agar tenaga kerja selalu dalam keadaan sehat, selamat, aman dan sejahtera sehingga pada akhirnya untuk mencapai suatu tingkat produktivitas yang tinggi

1

dimana aspek pentingnya adalah upaya keselamatan dan kesehatan kerja termasuk penegakan kelembagaan K3, upaya kesehatan kerja, pengelolaan lingkungan kerja, serta pengawasan terhadap bahan kimia berbahaya yang digunakan sebagai bahan untuk produksi.

  • B. Maksud dan Tujuan Adapun maksud dan tujuan penulisan laporan ini adalah:

    • 1. Untuk mempraktikan teori yang telah diterima selama kegiatan

pembinaan.

  • 2. mendapatkan

Unuk

gambaran

dan pemahaman mengenai

aplikasi K3 di lapangan khususnya dibidang kesehatan

lingkungan kerja dan bahan beracun berbahaya.

  • 3. Sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi bagi peserta Calon Ahli K3 Umum.

  • 4. Calon peserta Ahli K3 umum dapat mengidentifikasi, menganalisa dan memberikan saran atau rekomendasi.

  • C. Ruang lingkup Ruang lingkup kerja praktek lapangan ini adalah:

    • 1. Pelaksanaan K3 di Bidang Kesehatan lingkungan kerja

    • 2. Pelaksanaan K3 di Bidang Bahan Beracun Berbahaya

  • D. Dasar Hukum

    • 1. Undang-Undang No.1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja

    • 2. Undang-Undang No.3 tahun 1969 tentang Persetujuan Konvensi ILO No.120 mengenai Hygiene Dalam Perniagaan dan Kantor-Kantor.

  • 3. Peraturan

    Menteri

    Perburuhan No 7 tahun 1964 tentang

    Kesehatan, Kebersihan, serta Penerangan dalam Tempat Kerja

    • 4. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.Per.03/Men/1985 tentang Keselamatan & Kesehatan Kerja Pemakaian Asbes.

    2

    5.

    Peraturan Menteri Tenaga Kerja & Transmigrasi Nomor Peraturan 13/MEN/X/2011 tentang Nilai Ambang Batas Faktor

    Fisika dan Faktor Kimia di Tempat Kerja

    • 6. Peraturan Menteri Tenaga Kerja & Transmigrasi Republik Indonesia Nomor Peraturan 08/MEN/VII/2010 Tentang Alat Pelindung Diri.

    7. Keputusan

    Menteri

    Tenaga

    Kerja

    Republik

    Indonesia

    No.KEP.187/MEN/1999 Tentang Pengendalian Bahan Kimia

    Berbahaya di Tempat Kerja, Pasal 16.

    • 8. Instruksi Menaker No.2/M/BW/BK/1984 tentang Pengesahan

    Alat Pelindung Diri.

    3

    BAB II

    KONDISI PERUSAHAAN

    • A. Gambaran Umum Tempat Kerja PT Mega Andalan Kalasan (MAK) adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak di dalam bidang engineering dan manufacturing dengan pangsa pasar domestik dan ekspor. Fokus PT MAK pada produk khusus berupa perlengkapan rumah sakit di dirikan pada tahun 1988, dengan bantuan tim kreatif dan pegawai yang berdedikasi. PT MAK sekarang menjadi pemimpin (di indonesia) pada design dan perusahaan untuk perlengkapan rumah sakit. Jumlah tenaga kerja pada PT MAK berjumlah 400 orang yang sebagian besar laki-laki. Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur, dalam proses produksinya mengunakan bahan setengah jadi berupa logam anti karat dan mengunakan bahan kimia berupa cat dalam bentuk bubuk dan zink phospat untuk membersihkan logam sebelum dicat. Peralatan yang digunakan dalam proses produksi meliputi robot las, mesin gerinda, peralatan mekanik manual, bejana tekan berupa tabung gas argon dan CO 2 , forklift untuk transportasi barang dalam lingkungan pabrik dan lain-lain. Potensi bahaya yang ada di tempat kerja diantaranya debu painting, spark welding, hygiene sanitasi yang kurang baik, bahan kimia dan pencahayaan yang kurang. Bahan kimia acethylen untuk pengelasan termasuk bahan kimia sangat reaktif namun tidak penyimpanan melebihi Nilai Ambang Kuantitas(NAK) sebesar 50 ton.

    • B. Temuan–Temuan K3 pengawasan lingkungan dan bahan kimia berbahaya

    4

    No

    Temuan positif

     

    Temuan negatif

     
    • 1 Kimia

    a.

    Adanya

    gudang

    • a. Jerigen bahan kimia

    penyimpanan

    bahan

    tidak diberi alas

    kimia

    • b. Tidak ada izin dan

    b.

    Adanya MSDS

    rekomendasi

    dari

    c.

    Adanya FIFO

    disnaker

     
    • c. Kurang baik dalam penyimpanan bahan kimia, jenis bahan berbeda tapi tempat penyimpanan dicampur

    • d. Tidak ada petugas K3

    kimia

    • 2 Alat

    Pelindung

    a.

    Saat melakukan

    • a. TK

    tidak

    Diri

    pengelasan pekerja

    menggunakan

    memakai face shield,

    handgloves

    diruang

    handgloves dan

    finishing

    masker

    • b. TK

    tidak

     

    menggunakan safety

    b.

    Menggunaan

    shoes

    dan

    respirator

    dan

    handgloves

    di

    bag.

    coverall

    diruang

    Painting

    painting

    • c. TK

    tidak

    c.

    Tersedianya

    tempat

    menggunakan body

    penyimpanan APD

    harness saat WAH di

    d.

    Adanya

    rambu

    area painting

    penggunaan APD

    • d. Pemakaian

    sarung

     

    tangan yang

    tidak

    sesuai

    dengan

    potensi bahaya

     
    • 3 Lingkungan

    a.

    Adanya safety sign di

    • a. Tempat penyimpanan

    kerja

    lokasi kerja

    co2 digunakan untuk

    b.

    Toilet yang tersedia

    menyimpan galon air

    cukup

    • b. Tidak

    adanya

    c.

    Tersedianya ruang ganti untuk TK

    eyewash handwash facility

    dan

     
    • c. Tidak

    ada

    pembatasan area

    d.

    Ventilasi

    yang

    berbahaya

    tersedia cukup untuk sirkulasi udara

    • d. Pencahayaan

    e.

    Exshaust tersedia

    ruangan memadai

    kurang

     
    • e. Tidak adanya

    jalur

    untuk forklift

    • f. Mencampur sampah dalam 1 tong

    • g. Kurangnya

    kebersihan toilet

     
         

    h.

    Belum

    dilakukan

    pengukuran lingkungan (debu dan

    getaran)

    4

    Limbah

    &

    • a. Adanya fasilitas IPAL

    Saluran

    • a. air

    dalam

    sanitasi

    • b. Limbah produksi

     

    keadaan terbuka

    dikumpulkan di

    • b. Kebersihan

    toilet

    tempat penyimpanan dan diolah kembali

     

    kurang

    BAB III

    ANALISA TEMUAN POSITIF

    No

    Foto/ temuan

    Analisa potensi bahaya

    Saran

    Dasar hukum

     

    1.

     

    Adanya

    gudang

    Agar

    dapat

    Pasal 3 ayat

    (1) huruf

    h

    penyimpanan

    dipertahankan

    da

    UU No.1 Tahun 1970 Jo.

    bahan kimia

    ditingkatkan

    kembali

    Kepmen 187/MEN/1999

    kualitas

    gudang

    pasal 2

    penyimpanan

    bahan

    kimia

    2.

     

    Adanya

    dokumen

    MSDS agar dipasang

    pekerja

    Kepmen 187/MEN/1999

    MSDS

    di tempat-tempat yang

    tentang Pengendalian

    terjadi kontak dengan bahan kimia tersebut dan dapat dengan mudah dibaca oleh

    Bahan Kimia Berbahaya di Tempat Kerja

    3.

     

    Adanya pengaturan

    Petugas kimia yang

    dipantau dengan baik

    Pasal 3 ayat

    (1) huruf

    h

    bahan kimia yang

    bertanggung jawab

    UU No.1 Tahun 1970 Jo.

    masuk dan keluar

    mencatat pemasukan

    Kepmen 187/MEN/1999

    dari

    gudang

    dan pengeluaran

    pasal 2

    penyimpanan (First in First out)

    bahan kimia selalu ada di lokasi sekitar gudang

    agar bahan kimia dapat

    4.

    4. Saat melakukan Dipertahankan dan Permenaker PER.

    Saat

    melakukan

    Dipertahankan dan

    Permenaker PER.

    pengelasan pekerja memakai

    ditingkatkan pemakaian APD pada

    08/MEN/VII/2010 pasal 4

    faceshield,

     

    pekerja lain

    handgloves

    dan

    masker

    5.

    5. Menggunakan Dipertahankan dan Permenaker PER.

    Menggunakan

     

    Dipertahankan dan

    Permenaker PER.

    respirator

    dan

    ditingkatkan

    08/MEN/VII/2010 pasal 4

    coverall

    di

    ruang

    pemakaian APD yang

    painting

    disesuaikan dengan potensi bahaya pada pekerjaannya

    6.

    6. Tersedianya tempat Tempat penyimpanan Permenaker

    Tersedianya tempat

    Tempat

    penyimpanan

    Permenaker

    penyimpanan APD

    APD

    agar

    lebih

    PER.08/MEN/VII2010

    diperhatikan

    pasal 6

    kebersihannya

    dan

    penataan

    APD

    di

    dalamnya

    7.

    7. Adanya rambu Rambu penggunaan Permenaker PER

    Adanya

    rambu

    Rambu

    penggunaan

    Permenaker

    PER

    penggunaan APD

    APD

    agar

    lebih

    08/MEN/VII/2010 tentang

    diperhatikan

    oleh

    kewajiban penggunaan

    pekerja

    dan

    lebih

    APD di tempat kerja.

    diterapkan

    di

    lokasi

    kerja

    8.

    8. Adanya safety sign Safety sign agar dapat Permenaker PER

    Adanya safety sign

    Safety sign agar dapat

    Permenaker

    PER

    di lokasi kerja

    dipatuhi

    oleh

    tenaga

    08/MEN/VII/2010 pasal 5

    kerja

    dan

    perlu

    ditingkatkan

    perawatannya

    9.

    9. Toilet yang tersedia Peraturan Menteri

    Toilet yang tersedia

     

    Peraturan

    Menteri

    sesuai dengan jumlah tenaga kerja (11 toilet dalam ruang welding dengan jumlah pekerja seluruhnya laki-laki 60 orang)

    Agar dipertahankan perbandingan jumlah pekerja dengan jumlah toilet.

    Perburuhan No 7 Tahun 1964 pasal 6

    10.

     

    Tersedianya ruang

    Agar pekerja

    dapat

    Peraturan

    Menteri

    ganti untuk pekerja

    memanfaatkan ruang

    Perburuhan No 7 Tahun

    ganti dengan baik dan

    • 1964 pasal 7 ayat 5

     

    tetap

    menjaga

     

    kebersihan

    di

    dalam

    ruang ganti

    11.

    11. Ventilasi yang Agar dijaga kebersihan Perburuhan No 7 Tahun

    Ventilasi

    yang

    Agar dijaga kebersihan

    Perburuhan No 7 Tahun

    tersedia

    cukup

    ventilasi untuk tetap

    • 1964 pasal 11 dan pasal

    untuk

    sirkulasi

    menjaga kebersihan

    12.

    udara

    udara yang masuk dan mencegah timbulnya sarang laba-laba.

    12.

    12. Perburuhan No 7 Tahun
       

    Perburuhan No 7 Tahun

    Exhaust tersedia di lokasi kerja

    Dijaga perawatan dan kebersihan exhaust.

    1964

    pasal 5.

    13.

    13. Adanya fasilitas Fasilitas IPAL agar

    Adanya

    fasilitas

    Fasilitas

    IPAL

    agar

     

    IPAL

    dilakukan

    perawatan

    agar

    fasilitas

    dapat

    melakukan pengolahan

    limbah

    dengan

    maksimal.

    14.

    14. Limbah produksi Agar dipertahankan

    Limbah

    produksi

    Agar

    dipertahankan

     

    dikumpulkan

    di

    agar

    limbah

    tidak

    tempat

    tececer

    dan

    penyimpanan

    dan

    pengolahan

    limbah

    diolah kembali

    kembali

    dapat

    dipertahankan

    agar

    mengurangi

    dampak

    terhadap lingkungan.

    ANALISA TEMUAN NEGATIF

    No

    Foto temuan

    Analisa potensi

     

    Saran

     

    Dasar hukum

     
     

    bahaya

     

    1.

    1. Jerigen bahan kimia Seharusnya peletakan Pasal 3 ayat (1) huruf h

    Jerigen

    bahan

    kimia

    Seharusnya peletakan

    Pasal

    3

    ayat

    (1) huruf

    h

    tidak

    diberi

    alas

    jerigen

    bahan

    kimia

    tidk

    UU

    No.1

    Tahun

    1970 Jo.

    sehingga

    berpotensi

    langsung

    di

    lantai,

    tetapi

    Kepmen

    187/MEN/1999

    menyebabkan pencemaran lingkungan bila terjadi kebocoran

    harus dialasi dengan palet.

    pasal 2

    2.

     

    Tidak

    ada

    izin

    dan

    Mendaftarkan bahan kimia

    Pasal

    3

    ayat

    (1) huruf

    h

    rekomendasi

    yang digunakan ke Disnaker

    UU

    No.1

    Tahun

    1970 Jo.

    penggunaan bahan

    setempat

    Kepmen

    187/MEN/1999

    kimia

    dari

    Disnaker

    pasal 2

    sehingga

    mengakibatkan

     

    kesulitan

     

    dalam

    pengawasan bahan kimia yang digunakan oleh perusahaan

    3.

    3. Kurang baik dalam Penyimpanan bahan kimia Pasal 3 ayat (1) huruf h

    Kurang baik dalam

    Penyimpanan bahan kimia

    Pasal

    3

    ayat

    (1) huruf

    h

    penyimpanan bahan

    seharusnya tidak dicampur

    UU

    No.1

    Tahun

    1970 Jo.

    kimia,

    jenis

    bahan

    satu sama lain, sebaiknya

    Kepmen

    187/MEN/1999

    berbeda

    tapi

    tempat

    dipisahkan sesuai kriteria

    pasal 2

    penyimpanan

    bahan dan diberikan label

    dicampur sehingga

    terhadap semua bahan kimia

    berpotensi

    terjadi

    berbahaya.

    reaksi

    antar

    bahan

    kimia yang disimpan.

    4.

    4. Tenaga Kerja tidak Seharusnya APD wajib Permenaker PER.

    Tenaga Kerja tidak

    Seharusnya APD wajib

    Permenaker

    PER.

    menggunakan handgloves diruang finishing sehingga berpotensi menyebabkan

    digunakan saat melakukan kontak dengan bahan-bahan yang beracun,menimbulkan infeksi maupun berbahaya.

    08/MEN/VII/2010 pasal 4

     

    kecelakaan

    kerja

     

    seperti terluka akibat terkena alat kerja.

    5.

    5. Tenaga Kerja tidak Seharusnya APD wajib Permenaker PER.

    Tenaga

    Kerja tidak

    Seharusnya APD wajib

    Permenaker

    PER.

    menggunakan safety shoes dan handgloves di bagian Painting sehingga berpotensi menyebabkan Penyakit Akibat Kerja (PAK)

    digunakan saat melakukan kontak dengan bahan-bahan yang beracun,menimbulkan infeksi maupun berbahaya.

    08/MEN/VII/2010 pasal 4

     

    6.

    6. TK tidak APD wajib digunakan di Permenaker PER.

    TK

    tidak

    APD wajib

    digunakan

    di

    Permenaker

     

    PER.

    menggunakan

    body

    tempat kerja dimana

    08/MEN/VII/2010 pasal 4

    harness

    saat

    dilakukan pekerjaan

    pada

    WAH(Working

    At

    ketinggian di atas permukaan

    Height)

    di

    area

    tanah atau perairan.

    painting

    sehingga

     

    berpotensi

    terjatuh

    ketika bekerja.

    7.

    7. Tempat penyimpanan Seharusnya alat dan bahan Peraturan Menteri

    Tempat penyimpanan

    Seharusnya alat dan bahan

    Peraturan

     

    Menteri

    CO2 digunakan untuk

    selalu disusun atau disimpan

    Perburuhan

    No

    7

    Tahun

    menyimpan galon air

    secara rapi dan bersih dan

    1964

    pasal 5

    sehingga

    dapat

    sesuai dengan tempatnya.

     

    menyebabkan

    keracunan

    8.

     

    Tidak

    adanya

    Seharusnya tempat kerja

    Peraturan

     

    Menteri

    eyewash

    dan

    yang dianggap perlu harus

    Perburuhan

    No

    7

    Tahun

    handwash facility

    diadakan tempat cuci muka

    1964

    pasal 7

    sehingga menyulitkan untuk membersihkan tangan dan mata.

    dan tangan.

     

    9.

    9. Pencahayaan ruangan Seharusnya pekerja  Peraturan Menteri

    Pencahayaan ruangan

    Seharusnya pekerja

    Peraturan

    Menteri

    kurang

    memadai

    mendapat penerangan yang

    Perburuhan No 7 Tahun

    sehingga

    berpotensi

    cukup dan memenuhi syarat

    1964 pasal 2

    menyebabkan

    untuk melakukan pekerjaan.

    Konvensi ILO No.120

    kecelakaan

    kerja

    mengenai Hygiene

    karena

    area

    kerja

    dalam Perniagaan dan

    yang

    gelap

    dan PAK

    Kantor-Kantor

    (Penyakibat

    Akibat

    Konferensi Umum

     

    Kerja)

    Organisasi Perburuhan Internasional pasal 9

    10.

     

    Tidak adanya

    jalur

    Seharusnya

    lantai

    kerja

    Permenaker

    PER

    untuk forklift sehingga

    diberikan tanda-tanda untuk

    05/MEN/1985 pasal 105

    berpotensi terjadinya

    jalur

    forklift

    untuk

    kecelakaan kerja.

    menghindarkan kontak forklift

    dengan pekerja.

     

    11.

    11. Mencampur sampah Pemisahan sampah Peraturan Menteri

    Mencampur sampah

    Pemisahan

    sampah

    Peraturan

    Menteri

    dalam 1 tong sehingga

    sebaiknya dipisahkan sesuai

    Perburuhan No.7 tahun

    berpotensi mengakibatkan pencemaran lingkungan kerja

    jenisnya.

     

    1964 pasal 3

    12.

    12. Saluran air dalam Seharusnya saluran air yang Peraturan Menteri

    Saluran

    air

    dalam

    Seharusnya saluran air yang

    Peraturan

     

    Menteri

    keadaan

    terbuka

    melintasi halaman dalam

    Perburuhan

    No

    7

    Tahun

    dapat

    berpotensi

    keadaan tertutup.

    1964

    pasal 3.

    mengakibatkan pencemaran lingungan

     

    13.

    13. Housekeeping buruk, kecelakaan kerja Seharusnya alat dan bahan Peraturan Menteri

    Housekeeping buruk,

    kecelakaan kerja

    Seharusnya alat dan bahan

    Peraturan

     

    Menteri

    penataan material dan

    selalu disusun atau disimpan

    Perburuhan

    No

    7

    Tahun

    alat kerja kurang baik

    secara rapi dan bersih.

    pasal 5

    dapat berpotensi mengakibatkan

    14.

    14. Kebersihan toilet Seharusnya toilet tidak boleh Peraturan Menteri

    Kebersihan toilet

    Seharusnya toilet tidak boleh

    Peraturan

     

    Menteri

    kurang sehingga dapat

    berbau, tidak ada kotoran

    Perburuhan

    No

    7

    Tahun

    mengakibatkan ketidaknyamanan dan dapat menyebarkan kuman penyakit.

    yang terlihat, tidak ada lalat, nyamuk atau serangga lain, harus tersedia air bersih, mudah dibersihkan minimal 2 kali sehari.

    1964

    pasal 6

    15.

    15. Perusahaan tidak diri di area kerja. Seharusnya pengusaha Permenaker PER.

    Perusahaan tidak

    diri di area kerja.

    Seharusnya

    pengusaha

    Permenaker

    PER.

    menyediakan APD

    menyediakan

    APD

    bagi

    08/MEN/VII/2010 pasal 6

    untuk orang lain yang

    orang

    lain

    yang

    memasuki

    memasuki area kerja

    area

    kerja

    untuk menjamin

    sehingga tidak adanya

    keselamatannya.

    perlindungan terhadap keselamatan

    18

     

    Belum

    dilakukan

    Dilakukan pengujian debu

    Peraturan Menteri Tenaga

    pengujian terhadap

    dan getaran sesuai peraturan

    Kerja

    Nomor

    & Transmigrasi

    debu dan getaran

    yang berlaku

    Peraturan

    13/MEN/X/2011

    19

     

    Belum

    terdapat

    Penunjukan petugas kimia

    Keputusan Menteri Tenaga

    petugas kimia

    Kerja Republik Indonesia

    No.KEP.187/MEN/1999

    20

     

    Tanda pembatas area

    Perbaikan

    tanda

    pembatas

    Permenaker

    PER

    berbahaya tidak jelas lagi

    area berbahaya

    08/MEN/VII/2010

    BAB IV

    PENUTUP

    • A. KESIMPULAN Secara umum upaya penerapan K3 Lingkungan di PT. Mega Andalan Kalasan telah dilaksanakan cukup baik. Hal ini dapat dilihat meliputi aspek penyediaan APD, kesesuiaan jumlah toilet dengan jumlah tenaga kerja, ventilasi yang sudah baik, pengelolaan limbah, tempat penyimpanan bahan kimia.

    • B. SARAN Saran yang diberikan kepada pihak pimpinan PT. Mega Andalan Kalasan adalah agar dapat ditingkatkan komitmen terhadap pemenuhan kebijakan K3 khususnya K3 lingkungan dan bahan kimia berbahaya , sehingga program K3 dapat ditingkatkan dan dijalankan secara berkesinambungan sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku.