You are on page 1of 5

Diki Prastyo Nugroho

25-2013-049

Awal tahun 2012 dunia otomotif dihebohkan oleh mobil dinas baru yang digunakan oleh Wali
Kota Surakarta Joko Widodo atau biasa di sapa dengan panggilan Jokowi dan Wakil Wali Kota
Surakarta FX Hadi Rudyatmo. Kenapa hal ini dapat dibilang heboh karena mobil dinas baru
yang dipilih Jokowi bukan berasal dari pabrikan mobil asal Jepang seperti yang biasa digunakan
sebelumnya, tapi mobil dinas baru yang dipilih Jokowi itu malah berasal dari dalam negeri yang
bernama Kiat Esemka.

Mobil Kiat Esemka yang dipilih pak Walikota Surakarta adalah mobil tipe SUV (Sport Utility
Vehicle) hasil karya siswa SMK 2 Surakarta dan SMK Warga Surakarta. hal ini sontak membuat
sebagian kalangan menyangsikan kelayakan Mobil Produk dalam negeri ini untuk dipakai oleh
pejabat setingkat Walikota. walau begitu Jokowi tetap kekeuh memilih Mobil karya anak-anak
SMK ini.

Beliau mengungkapkan "Walau saya hanya liat dari gambar penampilan Mobil Kiat Esemka
yang sedang diurus izin kelayakan dan izin lolos uji emisi Euro 4 ini bisa dibilang ga kalah dari
mobil pabrikan luar negeri. pada bagian eksterior terlihat elegan karena model head lamp yang
futuristik dan grill dan fog lamp pada bagian bumper terlihat sporty, Pada bagian interior, mobil
Kiat Esemka yang berkapasitas 7 penumpang pun sudah dilengkapi dengan power window, AC
dual zone, power steering, central lock, sistem audio dengan CD, serta sensor parkir. keren juga
semua lengkap"

Niat besar yang diusung oleh pak Jokowi ini membuat sebagian masyarakat yang mendukung
kebijakan ini, mendorong agar mobil Esemka ini agar segera di produksi massal, karena dapat
menjadi cikal bakal lahirnya mobil Nasional. karena dorongan inilah yang membuat pak Jokowi
dan kolega nya memutuskan mobil Esemka ini untuk segera menjalani salah satu syarat
membuat Industri baru di bidang otomotif, yakni uji emisi dan uji kelayakan di Jakarta.
Mobil karya anak Esemka yang akan melakukan perjalanan dari Solo ke Jakarta untuk menjalani
uji emisi dan uji kelayakan. Sebelum melakukan perjalanan jauh itu, mobil produksi anak-anak
bangsa ini menjalani prosesi jamasan atau mandi kembang, Kamis (23/2) malam. Diharapkan
prosesi jamasan ini mobil karya pelajar sekolah menengah kejuruan di Kota Solo, Jawa Tengah
itu dapat melewati uji emisi dan uji kelayakan dengan mulus.

Prosesi jamasan di Solo Techno Park Jebres, Solo diawali doa keselamatan yang diwakili enam
pemuka agama. Prosesi dilanjutkan dengan fragmen tarian pembuka, yaitu dengan mengelilingi
air suci yang akan digunakan untuk menjamas. Puncak prosesi ini adalah dengan disiramnya
mobil Esemka dengan air tujuh rupa oleh Wahyu Santoso Prabowo, seniman senior Kota Solo.
Prosesi dilanjutkan Wali Kota Solo Joko Widodo dan sejumlah tokoh lain seperti Roy Suryo dan
Sukiyat.

Rencananya mobil rakitan pelajar SMK akan menjalani uji emisi di Balai Termodinamika Motor
dan Propulsi di Serpong, Tangerang, Banten. Jika lolos uji emisi, maka dipastikan mobil Esemka
akan menjadi mobil nasional pertama, dan dapat diproduksi secara massal.

Setelah melakukan seluruh prosesi Jamasan atau mandi kembang mobil Esemka Rajawali yang
dulu bernama Kiat Esemka ini, hari Senin 27 Februari 2012 siap melakukan uji emisi di Balai
Thermodinamika Motor dan Propulsi (BTMP) Serpong, Tangerang. Berbagai persiapan telah
dilakukan supaya mobil buatan siswa SMK Solo itu bisa lolos uji emisi.

Pengujian emisi ini diperkirakan akan memakan waktu awal hingga 6 jam. Uji emisi itu meliputi
pengujian emisi dalam kondisi mesin dingin dan panas. Selain itu, pengujian juga dilakukan
dalam kondisi beban kecepatan 0-120 kilometer/jam untuk mengetahui kualitas emisi gas buang.

Dalam perjalanan menuju ke Jakarta Mobil Esemka kendaraan dinas Walikota Solo, Joko
Widodo sehingga memakai nomor polisi AD 1 A, itu disopiri bergantian politisi Demokrat Roy
Suryo dan Wakil Walikota Solo Hadi Rudiyatmo. sedangkan Jokowi berhalangan karena sedang
fokus penanganan bencana banjir di Solo.
Setelah menunggu semua rangkaian uji emisi dan uji kelayakan, ternyata mobil yang sangat
diharapkan dapat menjadi mobil nasional ini, harus menerima kenyataan bahwa mobil produksi
dalam negeri ini di nyatakan gagal lulus uji emisi sebagaimana dinyatakan oleh Kepala Pusat
Komunikasi Kementerian Perhubungan Bambang S. Ervan, kepada salah satu media on line.

"Kami hanya menyampaikan, bahwa sudah keluar hasil uji emisinya, kendaraan Esemka belum
memenuhi standar yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup," ujar Kepala Pusat
Komunikasi Kementerian Perhubungan Bambang S. Ervan.

Mendengar keputusan ini, sontak membuat rakyat yang sangat mendambakan lahirnya mobil
nasional terkejut tidak mempercayai nya. dan salah satu orang yang paling tidak menyangka atas
hasil uji emisi mobil Esemka ini adalah Pak Sukiat. beliau merupakan salah seorang yang
berperan penting terhadap kelahiran mobil Esemka.

Sukiat, mengaku terkejut dengan hasil uji emisi yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan.
Dia yakin kualitas mesin mobil Esemka tidak kalah dengan mobil kelas low end dari pabrikan
terkenal.

Saya tahu betul seperti apa mesin Esemka, kata Sukiat saat dihubungi oleh salah satu media
On line, Kamis 1 Maret 2012. Dia yakin seharusnya mobil itu bisa lulus dalam uji emisi yang
dilakukan di Balai Termodinamika Motor dan Propulsi (BTMP) Serpong.

Dia justru menduga kegagalan Esemka dalam uji emisi itu dipengaruhi faktor lain. Esemka
berhadapan dengan industri raksasa otomotif, kata Sukiat. Hanya, dia enggan menyebutkan
dugaannya secara terperinci.

Sukiat menyebut bahwa selama puluhan tahun Indonesia telah menjadi pasar produk mobil dari
produsen luar negeri. Kita dijajah Jepang selama 3,5 tahun. Tapi dijajah mobilnya selama
puluhan tahun, katanya. Dia sangat berharap terhadap lahirnya produk otomotif dalam negeri.
Meski demikian, dirinya mengaku tidak akan menyerah. Saya akan terus membantu pelajar
untuk mewujudkan impian itu, kata Sukiat.

Berkaca pada pernyataan Pak Sukiat, yang sangat yakinnya menduga ada sebuah penjegalan dari
raksasa otomotif. tentu ini menjadi sebuah hal yang ironis apabila benar, karena disaat mimpi
Indonesia memiliki mobil Nasional harus dijegal oleh kompetitornya yang telah memiliki
cengkeraman di dunia otomotif di Indonesia.

Kita sebagai rakyat tentu sangat menginginkan negeri ini dapat segera mengejar
ketertinggalannya dari negara lain dalam bidang otomotif, salah satu caranya adalah negera ini
dapat segera melahirkan mobil Nasional yang kelak dapat menjadi kebanggaan bangsa. namun
nasi telah menjadi bubur, Mobil karya anak-anak SMK ini dinyatakan gagal dalam uji emisi, dan
semoga kegagalan uji emisi ini bukan merupakan rekayasa penjegalan bagi hasil karya anak
bangsa, melainkan kegagalan ini sebagai keinginan pemerintah memintah mobil Esemka lebih
sempurna.

Analisa dan solusi dari pemerintah :


Selain tidak lulus uji emisi, mobil esemka ini kemungkinan kalah saing dari produk otomotif luar
negeri yang sudah lama berkuasa di Indonesia.

Pemerintah belakangan ini mendukung kembali pengembangan produk mobil esemka,


"Kemenperin sangat dukung produksi mobil ini, tinggal pola bisnisnya harus disesuaikan. Kalau
pola bisnisnya mengikuti perusahaan besar, tidak akan mampu bersaing," kata Sekjen
Kemenperin Syarif Hidayat di Jakarta, dikutip dari Antara, kemarin.

Syarif mengatakan, pada industri otomotif besar, ongkos produksi bisa ditekan dengan
memproduksi mobil dalam jumlah yang sangat besar. Sementara itu, dengan produksi yang
relatif lebih sedikit, PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) perlu menyiasati agar penjualannya bisa
menutupi ongkos produksi.
Selain itu, lanjut Syarif, mobil tersebut juga perlu memiliki segmentasi pasar tersendiri, misalnya
kendaraan yang khusus digunakan untukprogram-program pertanian di daerah. "Itu akan
menyerap lebih banyak. Jangan pola bisnis besar. Jadi, bagaimana bisa dihitung, pola produksi,
kemitraannya, mungkin 500 unit sudah bisa," ujar Syarif Syarif menambahkan, yang tidak kalah
penting adalah menjaga kualitas mesin agar selalu dalam kondisi prima, sehingga tidak mudah
mogok. Kemudian, konstruksi mobilnya sendiri perlu disesuaikan dengan persyaratan yang
ditentukan oleh Kementerian Perhubungan.

Sumber :
http://www.kompasiana.com/jejakmahameru/gagal-uji-emisi-semoga-bukan-usaha-penjegalan-
mobil-esemka_550e3787813311c52cbc620e
http://www.kemenperin.go.id/artikel/14801/Pemerintah-Dukung-Pengembangan-Pabrik-Mobil-
Esemka