You are on page 1of 20

1

ANALISIS AYAKAN

Ifan sutiatma

F1D115025

Intisari

Tanah merupakan material yang sangat berpengaruh dalam suatu


pekerjaan kontruksi. Kondisi tanah yang sering menjadi kendala dan
relatif banyak dijumpai adalah tanah yang memiliki sifat kembang susut
yang tidak seragam serta sifat plastisitas tanah yang cukup tinggi,
sehingga akan mengakibatkan tidak stabilnya bagi landasan bangunan
struktur bangunan sipil.

Indeks plastisitas (IP) adalah merupakan parameter yang penting


sebagai tolak ukur stabilitas tanah sebagai tanah dasar. Melihat kondisi
tanah seperti itu maka pada penelitian ini, peneliti mencoba untuk
memperbaiki sifat-sifat tanah yangmerugikan tersebut dengan
menambahkan suatu bahan aditif yaitu kapur.

Sampel tanah yang digunakan pada penelitian ini berasal dari sekitar
lokasi kampus universitas jambi selanjutnya akan mengamati tentang
perilaku plastisitas tanah setelah di bawa ke laboratorium.

Program studi teknik pertambangan

Jurusan teknik kebumian


2

BAB I

PENDAHULUAN

A. LatarBelakang

Tanah berguna sebagai bahan bangunan dan pendukung


pondasi bangunan.Segumpal tanah dapat terdiri dari dua atau
tiga bagian.Pada kondisi kering, tanah terdiri dari dua bagian,
yakni butir-butir tanah dan pori-pori udara. Proses pengayakan
menggunakan alat yang biasa disebut ayakan yang umumnya
memiliki ukuran tertentu untuk menghasilkan bubuk partikel
tanah dengan ukuran tertentu pula yang biasa disebut mesh.
Untuk mengetahui cara atau proses pengayakan tersebut, maka
dalam praktikum ini dilakukan percobaan pengayakan tanah dari
cantoh tanah yang telah didapatkan dengan menggunakan
ayakan Tyler. Dan diharapkan praktikan mengerti secara teori
maupun praktek dan dapat mengaplikasikan kembali dilapangan
untuk mengetahui jenis tanah di suatu tempat dan tentunya
untuk mengetahui mutu tanah yang diinginkan.

Program studi teknik pertambangan

Jurusan teknik kebumian


3

Proses pengecilan ukuran merupakan proses pendahuluan


yang sangat penting pada pengujian suatu conto tanah.
Karena akan salah satunya berfungsi untuk mempermudah
seseorang untuk mengetahui jenis tanah tersebut. Proses
pengecilan ukuran salah satunya dengan cara ditumbuk atau
dihancurkan dan selanjutnya untuk memperoleh partikel atau
butiran dengan kriteria tertentu dapat kita lakukan dengan
pengayakan.

B. Tujuan Percobaan

Berdasarkan latar belakang di atas, adapun tujuan dari


pelaksanaan praktikum ini adalah :

1. Untuk mengetahui gradasi pembagian butiran dari suatu


contoh tanah berbutir kasar.

2. Untuk mengklasifikasikan tanah.

3. Untuk mengetahui koefisien keseragaman (Cu) dan


koefisien gradasi (Cc).

4. Mempelajari cara menentukan diameter partikel dengan


menggunakan ayakan.

5. Dapat menyajikan data hasil ayakan dalam bentuk tabel


dan grafik.

C. Manfaat Percobaan

Program studi teknik pertambangan

Jurusan teknik kebumian


4

Adapun manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan


praktikum ini adalah :

1. Dapat mengetahui butiran tanah di suatu area.

2. Memberikan pengetahuan tentang prinsip analisis ayakan.

3. Dapat mengetahui gradasi pembagian butiran dari suatu


contoh tanah berbutir kasar.

Program studi teknik pertambangan

Jurusan teknik kebumian


5

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Analisa Saringan atau analisa ayakan (Sieve


analysis) adalah prosedur yang digunakan untuk mengukur
distribusi ukuran partikel dari suatu bahan. Distribusi ukuran
partikel merupakan hal yang sangat penting . Hal ini dapat
digunakan untuk semua jenis non-organik atau organik bahan
butiran termasuk pasir, tanah liat, granit, batu bara, tanah, dan
berbagai produk bubuk, termasuk untuk gandum dan biji-bijian
(Hakim,dkk, 1986).

Sejumlah sample yang mewakili sample tertentu ditimbang


dan ditaruh diatas ayakan dengan ukuran tertentu, ayakan
disusun berdasarkan ukuran, ukuran yang besar ditempatkan
pada bagian atas dn pada bagian paling bawah ditempatkan pan
(wadah) sebagai tempat penerimaan/penampungan terakhir,
namun tidak selamanya metode seperti tersebut diatas selalu
digunakan, ada beberapa cara atau metode yang dapat
digunakan tergantung dari material yang akan dianalisa
(Hardjowigeno, S., 1993).

Ayakan secara manual bisa dibedakan menjadi dua bagian yaitu :

1. Ayakan dengan gerakan melempar

Disini Gerakan dengan arah membuang bekerja pada


sampel. Sampel terlempar keatas secara vertikal dengan sedikit
gerakan melingkar sehingga menyebabkan penyebaran pada
sampel dan terjadi pemisahan secara menyeluruh , pada saat

Program studi teknik pertambangan

Jurusan teknik kebumian


6

yang bersamaan sampel yang terlempar keatas akan berputar


(rotasi) dan jatuh diatas permukaan ayakan, sampel dengan
ukuran yang lebih kecil dari lubang ayakan akan melewati
saringan dan yang ukuran lebih besar akan dilemparkan keatas
lagi dan begitu seterusnya. Sieve shaker modern digerakkan
dengan electro magnetik yang bergerak dengan menggunakan
sistem pegas yang mana getaran yang dihasilkan dialirkan ke
ayakan dan dilengkapi dengan kontrol waktu.

2. Ayakan dengan gerakan horisontal

Dalam metode ini sampel bergerak secara horisontal


(mendatar) pada bidang permukaan sieve (ayakan), metode ini
baikdigunakan untuk sampel yang berbentuk jarum, datar
panjang atau berbentuk serat.Metode ini cocok untuk melakukan
analisa ukuran partikel bahan bangunan dan aggregate(Pairunan,
A. K. dkk, 1997).

Sifat-sifat tanah sangat bergantung kepada ukuran


butirnya, dan besarnya butiran digunakan sebagai dasar
pemberian nama dan klasifikasi suatu sampel tanah. Analisa
ukuran butir merupakan penentuan persentase berat butiran
pada suatu unit saringan, dengan ukuran diameter lubang
tertentu (Buckman and Bardy, 1974)

Besar butir memiliki persyaratan susunan. Hal ini di


karenakan besar butir sangat berpengaruh pada sifat baik atau
tidaknya suatu beton. Daya pengikat butir-butir tanah Alfisol
terhadap air adalah besar dan dapat menandingi kekuatan

Program studi teknik pertambangan

Jurusan teknik kebumian


7

tanaman yang tingkat tinggi dengan baik begitupun pada


tanah Inceptisol dan Vertisol (Hakim,dkk, 1986).

BAB III

METODOLOGI

A. Alat dan Bahan

1. Satu set ayakan (UK Lubang 4,75 mm (No.4), 2 mm


(No.10), 0,85 mm (No.20), 0,425 mm (No.100), dan
0,075 mm (No.200).

2. Neraca dengan ketelitian 0,20 % dari benda uji.

3. Oven listrik dengan suhu .


0
110
4. Mesin penggetar ayakan ( sieve shaker ).

5. Alat pemisah conto tanah.

6. Kuas, sikat kuningan, sekop kecil, dll.

B. Prosedur Kerja

1. Contoh dikeringkan dengan oven, timbang beratnya


sebelum diayak.

Program studi teknik pertambangan

Jurusan teknik kebumian


8

2. Ayak contoh tanah dengan susunan ayakan lubang


paling besar diatas dan terkecil dibawah.

3. Ayakan digoyang dengan mesin penggetar selama


15 menit.

4. Contoh tanah yang tertinggal pada tiap-tiap ayakan


ditimbang beratnya.

C. Keselamatan Alat, Bahan dan DiriSendiri

Dalam praktikum pengujian berat plastis tanah, ini tidak


hanya membutuhkan suatu keahlian. Tetapi untuk
kedepannya di harapkan praktikan harus mampu
melakukansetiapprosedur percobaan dengan baik dan benar
serta teliti.

Program studi teknik pertambangan

Jurusan teknik kebumian


9

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Percobaan

Program studi teknik pertambangan

Jurusan teknik kebumian


10

Nomor Diamet Berat Persen Persen


Ayakan er Tertahan Tertahan Lolos

(mm) (gr) (%) (%)

4 4,72 130,7766 39 % 38,3 %

8 2,36 34,8818 10,3 % 38,3 %

Ayakan 0,9 41,6478 12,4 % 38,3 %


santan

Perhitungan

1. Berat cawan kosong 1 = 64,5630 gr

2. Berat cawan kosong 2 = 56,2730 gr

3. Berat cawan 1 + Sample 1 = 242,8470 gr

4. Berat cawan 2 + Sample 2 = 214,0037 gr

5. Berat kertas 1 = 4,6212 gr

6. Berat kertas 2 = 4,5901 gr

7. Berat kertas 3 = 4,6070 gr

Program studi teknik pertambangan

Jurusan teknik kebumian


11

8. Berat kertas 1 + sample tanah tertinggal di saringan


no.4 = 135,3978 gr

9. Berat kertas 2 + sample tanah tertinggal di saringan


no.8 = 39,4719 gr

10. Berat kertas 1 + sample tanah tertinggal di saringan


santan = 46,2548 gr

11. Berat cawan 1 + sample tanah halus (lolos dari


saringan santan) = 103,6349 gr

12. Berat sample tanah 1 = (berat cawan 1 + sample


1)

(berat cawan kosong 1)

= 242,8407 gr 64,5630 gr

= 178,2777 gr

13. Berat sample tanah 2 = (berat cawan 2 + sample 2)

(berat cawan kosong 2)

= 214,0037 gr 56,2730 gr

= 157,7307 gr

14. Berat tertahan 1 = (berat kertas 1 + tanah


yang ayakan no.4
tertinggal) (berat kertas 1)

Program studi teknik pertambangan

Jurusan teknik kebumian


12

= 135,3978 gr 4,6212 gr

= 130,7766 gr

15. Berat tertahan 2 = (berat kertas 2 + tanah


yang ayakan no.8
tertinggal) (berat kertas 2)

= 39,4719 gr 4,5901 gr

= 34,8818 gr

16. Berat tertahan 3 = (berat kertas 3 + tanah


yang ayakan santan
tertinggal) (berat kertas 3)

= 46,2548 gr 4,6070 gr

= 41,6478 gr

17. Berat lolos = (berat cawan 1 + sample


tanah lolos) (berat cawan 1)

= 103,6349 gr 64,5630 gr

= 39,0719 gr

Program studi teknik pertambangan

Jurusan teknik kebumian


13

Perhitungan Persen Tertahan = Berat tertahan x

100%
Berat keseluruhansample

1. Untuk ayakan No.4 = 130,7766 x 100 %

336,0084
= 38,9 % = 39 %

2. Untuk ayakan No.8 = 34,8818 x 100 %

336,0084
= 10,3 %

3. Untuk ayakan santan = 41,6478 x 100 %

336,0084
=12,4 %

Persen Lolos = 100 % -


persentertahan
= 100 % - (39 % + 10,3 % + 12,4
%)

= 100 % - 61,7 %

= 38,3 %

Program studi teknik pertambangan

Jurusan teknik kebumian


14

B. Pembahasan

Pengukuran ukuran butiran tanah merupakan hal penting


dalam mengetahui sifat sifat tanah sangat tergantung pada
ukuran butirnya. Disamping itu ukuran tanah juga digunakan
dalam pengklasifikasian bermagam macam tanah tertentu ada
dua cara yang umum digunakan untuk mendapatkan distribusi
ukuran butir tanah yaitu:

Analisis Ayakan (screen)

Analisis Hidrometer

Sieve analisis (analisa ayakan) adalah suatu percobaan


menyaring contoh tanah melalui satu set ayakan, dimana
lubang-lubang ayakan tersebut makin kecil secara berurutan
kebawa, cara ini biasanya digunakan untuk menyaring
material/partikel berdiameter 0,075 mm.

Ukuran butiran tanah ditentukan dengan menyaring


sejumlah tanah melalui seperangkat saringan yang disusun
dengan lubang yang paling besar berada paling atas dan makin
kebawah makin kecil. Jumlah tanah yang tertahan pada saringan
tersebut disebut salah satu dari ukuran butir contoh tanah itu.

Program studi teknik pertambangan

Jurusan teknik kebumian


15

Pada kenyataannya pekerjaannya hanya mengelompokan


sebahagian dari tanah terlekat di antara dua ukuran.

Ukuran butir tanah tergantung dari diameter partikel tanah


yang membentuk dari masa tanah itu. Karena pada pemeriksaan
microskopis masa tanha menunjukan bahwa hanaya sedikit apa
bila memang ada partikel-partikel yang bundar dan mempunyai
diameter, kita dapat menarik kesimpulan bahwa ini adalah
deskripsi mengenai tanah yang agak longsor.

Analisis ayakan dari sebuah conto tanah melibatkan


penentuan persentase berat partikel dalam rentan ukuran yang
berbeda. Distribusi ukuran partikel tanah berbutir kasar dapat
ditentukan dengan metode pengayakan (sieving) conto tersebut
dilewatkan melalui satu set saringan standart yang memiliki
lubang makin kecil ukurannya dari atas kebawah. Berat tanah
yang tertahan ditiap saringan ditentukan dan persentase
kumulatif dari berat tanah yang melewati tiap saringan dihitung
beratnya. Jika terdapat partikel yang bgerbutir halus pada tanah
conto tanah tersebut harus dibersihkan terlebih dahulu dan
butiran halus tersebut dengan cara mencucinya denganh air
melalui saringan berukuran terkecil.

Distribusi ukuran partikel tanah berbutir halus atau fraksi


butir halus dari tanah berbutir kasar dapat ditentukan dengan
metode pengendapan (sedimentasi). Metode ini didasarkan pada
hukum Stokes yang mengatur kecepatan pengendapan partikel
berbentuk bola dalam suatu suspensi makin besar paartikel
makin besar pula kecepatan pengendapannya dan sebaliknya.
Hukum tersebut tidak berlaku pada partikel partikel y7ang

Program studi teknik pertambangan

Jurusan teknik kebumian


16

berukuran > 0,0002 mm, dimana pergerakannya dipengaruhi


oleh gerak Brown. Ukuran partikel ditentukan sebagai diameter
sebuah bentuk bola yang akan turun mengendap dengan
kecepatan yang sama dengan partikel. Conto tanah yang akan
diuji terlebih dahulu dibersihkan dari material material organik
dengan menggunakan hidrogen peroksida.

Conto tersebut kemudian dibuat menjadi suspensi didalam


air suling dari larutan pemisah butir butir ditambah agar partikel
partikel satu sama lain saling terpisahkan. Suspensi yang telah
jadi ditempatkan didslsm tsbung pengendap. Dari hukum Stokes,
dapat dihotung waktu turun (t) partikel berukuran D (diameter
yang ekivalen dengan penurunan) sejauh kedalaman tertentu
dalam suspensi. Jika setelah waktu tertentu conto tanah diambil
dengan pipet pada kedalaman tertentu pula maka conto tanah
tersebut hanya akan mengandung partikel partikel yang
ukurannya lebih kecil dari D dengan konsentrasi yang sama
dengan pada awal pengendapan. Jika dalam suaty waktu diambil
conto tanah dari beberapa kedalaman yang berbeda, maka dapat
ditentuksn distribusi ukuran butiran partikel dari berat tanah
yang terambil. Alternatif lain selain pengambilan conto dengan
pipet adalah pengukuran suspensi tersebut dengan alat
hidrometer.

Ukuran-ukuran saringan berkisar dari lubang berdiameter


4,750 mm (No.4) sampai 0,075 mm (No.200). semua lubang
terbentuk bujur sangkar jadi apa yang disebut sebagai diameter
partikel tanah sebenarnya hanyalah merupakan patokan
akademis saja, sebab kemungkinana alolos nya suatu partikel

Program studi teknik pertambangan

Jurusan teknik kebumian


17

pada suatu saringan yang berukuran tertentu akan tergantung


pada ukuran dan orentasinya terhadap lubang saringan.

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Pentingnya mengetahui kadar air dalam tanah adalah


untuk mengetahui kapasitas lapang suatu daerah,
mengefesiensikan irigasi, mengetahui titik layu
permanen dan mengetahui ketersediaan tanah.

2. Menentukan diameter partikel dengan menggunakan


ayakan dapat dilakukan dengan cara melihat
diameter celah pada ayakan.

B. Saran

Praktikum mengenai pengujian analisis ayakan tanah sangat


bermanfaat bagi mahasiswa. Tetapi dalam kegiatan praktikum
sebaiknya praktikan diberikan kesempatan seluruhnya untuk
aktif dalam kegiatan pengamatan, dan asisten hanya memberii
petunjuk dan membenarkan jika praktikan ada kesalahan.Untuk

Program studi teknik pertambangan

Jurusan teknik kebumian


18

kedepannya semoga praktikum dapat berjalan dengan baik dan


lancar sesuai yang di harapkan.

C. Ucapan Terima Kasih

Syukur Alhamdulillah senantiasa penulis panjatkan


kehadirat Allah SWT.yang memiliki keistimewaan dan pemberian
segala kenikmatan besar, baik nikmat iman, kesehatan dan
kekuatan didalam penyusunan laporan praktikum ini. Salawat
dan salam senantiasa tercurahkan kepada Sayyidina Muhammad
SAW. keluarga dan para sahabatnya dan penegak sunnah-Nya
sampai kelak akhir zaman. Pada kesempatan ini penulis
menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya dan
penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Roly Edyan
selaku Dosen pengampu, disela-sela rutinitasnya namun tetap
meluangkan waktunya untuk memberikan petunjuk, dorongan,
saran dan arahan sejak rencana penelitian hingga selesainya
penulisan laporan ini. Dan juga kepada Sahabat-sahabat satu
program studi teknik pertambangan angkatan 2015 .

Program studi teknik pertambangan

Jurusan teknik kebumian


19

DAFTAR PUSTAKA

Buckman and Bardy. 1974. The Nature and Proferty of Soil. New
York: MC Millan Company.

Pairunan, dkk. 1997. Dasar-dasar Agronomi. Palembang:


Universitas Agricultural Project.

Hakim N, dkk. 1986. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Lampung:


Universitas Lampung.

Hardjowigeno S. 1993. Klasifikasi Tanah dan Pendogenesis.


Jakarta: Akademika Presindo.

Madjid, 2010. Pengantar Agronomi. Jakarta: Gramedia.

Program studi teknik pertambangan

Jurusan teknik kebumian


20

Program studi teknik pertambangan

Jurusan teknik kebumian