You are on page 1of 13

JOBSHEET

PRAKTIK KOMPETENSIPEMELIHARAN MESIN KENDARAAN RINGAN


(PMKR) KELAS XI SEMESTER 1

Disusun Oleh :
YOGI NURWANTO, S.T
H. WIDI NUR SETYIO, S.T

PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN


SMK MUHAMMADIYAH MAJENANG
SMK MUHAMMADIYAH MAEJANANG PEMELIHARAAN MESIN
KENDARAAN RINGAN
TEKNIK
TANGGAL
KELAS XI KENDARAAN
..
RINGAN
SEMESTER 3 DAFTAR ISI 12 X 6 X 45

NOMOR PRAKTE JUDUL WAKTU


K KE -
Job 1 1 Engine tune-up OHV engine X 45
Job 2 2 Perawatan dan perbaikan karburator arus
turun
Job 3 3 Perawatan dan perbaikan karburator arus
datar
Job 4 4 Perawatan dan perbaikan sistem bahan
bakardiesel multi silinder (in line )
UJIAN TENGAN SEMESTER
Job 5 5 Perawatan dan perbaikan Injektor diesel
Job 6 6 Perawatan perbaikan sistem bahan bakar
bensin(tanki, saringan, pompa mekanik,
dan pompaelektrik)
Job 7 7 Overhaul mekanisme penggerak
katup(timing chain)
Job 8 8 Overhaul mekanisme penggerak katup
(timing belt )
UJIAN AKHIR SEMESTER
SMK MUHAMMADIYAH MAEJANANG PEMELIHARAAN MESIN
KENDARAAN RINGAN
PROGRA
M KOMPETEN KELAS/
JUDUL JOB/JAM
KEAHLIA SI SEMESTER
N
Engine
TEKNIK
Tune Up
KENDARAA PMKR 1 x 6 x 45 XI/3
OHV
N RINGAN
Engine
A. TUJUAN
Setelah melaksanakan praktikum, diharapkan siswa dapat :
1. Melakukan pekerjaan tune up motor bensin dengan benar dan sesuai
denganprosedur pengerjaan.
2. Menggunakan peralatan tune up motor bensin dengan benar dan sesuai
fungsinya.
3. Menyelesaikan seluruh pekerjaan tune up motor bensin secara lengkap dan
tepatwaktu untuk mencapai keberhasilan kompetensi.

B. KESELAMATAN KERJA
1. Berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan praktikum.
2. Gunakan peralatan tune up motor bensin sesuai dengan kegunaan dan
fungsinya.
3. Perhatikan petunjuk kerja dengan seksama, kerjakan pekerjaan tune up
motorbensin sesuai dengan urutan pekerjaan agar tidak memakan banyak
waktu.
4. Tanyakan kepada guru praktik apabila terdapat masalah atau hambatan
selamamelaksanakan kegiatan praktikum.

C. ALAT DAN BAHAN


1. Engine Stand Toyota Kijang 12. Kunci momen
2. Buku manual 13. Spring scale
3. Toolbox 14. Mistar
4. Avometer 15. Kunci busi
5. Dwell tester 16. Sikat kawat
6. Tacho meter 17. Fender, seat, grill,
dan steeringcover
7. Radiator cup tester 18. Kompresor/ air gun
8. Timing light 19. Lampu kerja
9. Filler gauge 20. Nampan
10.Compression tester 21. Majun
11.Hydrometer

D. LANGKAH KERJA
1. Membaca jobsheet dan langkah kerja terlebih dahulu.
2. Mempersiapkan seluruh peralatan dan bahan praktik yang akan digunakan.
3. Memasang fender cover, grill cover, seat cover, steering cover, dan floor
cover.
4. Memastikan tuas transmisi pada posisi netral (N) dan tuas rem parkir/ hand
brakepada keadaan tertarik agar kendaraan tidak bergerak selama pengerjaan
tune up.
5. Melakukan pemeriksaan pada saat mesin dingin :
a. Memeriksa dan mengukur baterai :
1) Periksa volume elektrolit baterai. Apabila volume elektrolit berada
dibawah lower level, tambahkan dengan menggunakan air
suling.Penambahan dengan air accu zuur dapat mempengaruhi BJ
elektrolitbaterai.
2) Ukur tegangan baterai dengan menggunakan avometer. Hubungkan
(+)avometer dengan (+) baterai dan (-) avometer dengan (-) baterai.
3) Periksa kondisi kotak baterai. Periksa keretakan pada kotak
baterai,kerusakan pada terminal beterai, kabel baterai dan kebocoran
elektrolit.Jika ada keretakan yang menyebabkan bocornya elektrolit,
ganti baterai.
4) Periksa karat pada terminal, kotoran, atau elektrolit pada permukaan
bateraiyang dapat menghambat penyaluran arus baterai. Sikat kawat
khusus untukbaterai dapat digunakan jika terdapat banyak karat pada
terminal-terminalbaterai. Periksa juga kemungkinan terminal longgar
atau terdapat kabelbaterai yang putus.
5) Pastikan lubang ventilasi baterai tidak tersumbat oleh kotoran.
Jikaterdapat kotoran, bersihkan dengan udara bertekanan.
6) Ukur berat jenis elektrolit pada setiap sel baterai dengan
menggunakanhydrometer.

b. Memeriksa sistem pelumasan :

1) Cek kuantitas dan kualitas oli. Untuk cekkuantitas oli, periksa tinggi
permukaanoli dengan melihat pada stick pengukur,pastikan tinggi oli
berada diantara tandaL dan F pada stick pengukur. Jika olikurang,
periksa kebocoran dantambahkan oli sampai tanda F. Untuk cek kualitas,
periksa keadaan cairan oli apakah kotor, encer,kemasukan air, atau
mengalami perubahan warna. Jika kualitasnya tidakbaik gantilah oli
mesin.
2) Cek kemungkinan kebocoran dari stick pengukur, gasket atau seal baut
pembuangan oli.
3) Periksa kekencangan filter oli, pastikan pengencangannya sesuai
dengan spesifikasi

c. Memeriksa dan mengukur sistem pendinginan :

1) Periksa tali kipas dengan cara dilepas, pastikan tali kipas tidak retak,
getas, dan permukaan bawah belt tidak menyentuh bagian dalam bawah
pulley.
2) Stel ketegangan tali kipas, pastikan ketegangan tali kipas sesuai
spesifikasi pada saat diberi beban tarik 10 kg. Cara penyetelannya
adalah dengan mengendorkan baut alternator bagian bawah lalu
gunakan obeng atau linggis untuk merubah posisi alternator, setelah
kekencangan tali sudah tepat, kencangkan kembali baut alternator.
3) Cek kuantitas dan kualitas air pendingin. Untuk cek kuantitas, pastikan
tinggi air pada tangki reservoir dalam kondisi penuh. Jika tinggi air
berada di bawah garis Full, tambah dengan cairan pendingin atau
dengan air biasa. Sedangkan untuk cek kualitas, periksa apakah
terdapat kotoran, karat, atau campuran oli di dalam cairan pendingin.
Jika iya, maka kuras radiator dan lakukan penggantian cairan pendingin.
4) Cek kerja tutup radiator dengan menggunakan radiator cap tester

5) Cek kebocoran pada sistem pendingin dengan menggunakan radiator


tester. Dengan diberi tekanan sesuai spesifikasi, pastikan air pendingin
bersirkulasi sempurna, thermostat bekerja, dan tidak terjadi kebocoran
di sepanjang sistem pendinginan.

d. Memeriksa kekencangan baut kepala silinder dengan menggunakan kunci


momen sesuai spesifikasi dan sesuai dengan urutan pengencangan pada
gambar

e. Memeriksa dan membersihkan filter udara dengan menggunakan udara


bertekanan yang disemprotkan dari sisi dalam ke sisi luar filter. Jika filter
udara sudah terlalu kotor atau elemennya sudah rusak/ basah terkena oli
maka gantilah filter udara.
f. Memeriksa dan membersihkan filter bahan bakar dengan udara
bertekanan. Semprotkan udara pada arah yang berlawanan dengan aliran
bahan bakar pada filter bensin

g. Memeriksa dan mengukur sistem pengapian


1) Memeriksa dan mengukur kabel tegangan tinggi. Lepas kabel tegangan
tinggi dengan berpegangan pada kabel penutup debu. Setelah itu,
periksa tahanan pada masing-masing kabel tegangan tinggi dengan
menggunakan avometer. Jika tahanan kabel melebihi spesifikasi, lakukan
pemeriksaan pada terminalnya dan bila diperlukan ganti kabel tegangan
tinggi.

2) Memeriksa dan mengukur celah busi. Lepas semua busi dengan


menggunakan kunci busi. Periksa busi dari keausan elektrodanya,
kerusakan ulir dan sekatya. Jika busi tidak normal, lakukan penggantian,
namun jika masih layak untuk dipakai maka bersihkan dengan
menggunakan spark plug cleaner atau sikat kawat. Setelah itu periksa
dan setel celah busi sesuai dengan spesifikasi
3) Memeriksa koil pengapian. Periksa tahanan primer dan tahanan
sekunder pada koil. Jika tahanannya tidak sesuai dengan spesifikasi,
maka gantilah koil pengapiannya.

4) Periksa rotor serta tutup distributor. Periksa apakah rotor dan tutup
distributor mengalami keretakan atau kerusakan yang dapat
mempengaruhi penyaluran arus. Jika iya, maka gantilah dengan yang
baru.
5) Cek kerja kondensor dengan menggunakan avometer pada selector
micro farat.
6) Periksa kondisi platina. Periksa apakah platina mengalami keretakan,
kerusakan, atau tidak berfungsi dengan baik. Jika platina sudah rusak,
lakukan penggantian. Namun jika masih dapat digunakan, lanjutkan
dengan melakukan pengukuran celah antara cam dan rubbing block. Jika
celahnya tidak sesuai dengan spesifikasi, lakukan penyetelan celah.

7) Melakukan pemeriksaan pada saat mesin panas:


a. Pemeriksaan kompresi. Sebelum melakukan pemeriksaan ini, pastikan
mesin sudah mencapai temperature kerja. Lepas kabel distributor, kabel
tegangan tinggi dan lepas busi pada silinder yang akan diukur. Lakukan
pengukuran tekanan kompresi silinder dengan menggunakan
compression tester.
b. Memeriksa dan menyetel katup. Posisikan silinder no.1 pada langkah
TMA/ piston berada pada akhir langkah kompresi dengan memutar puli
crankshaft hingga lurus dengan tanda 0 pada tutup rantai timing.
Setelah itu, periksa bahwa rocker arm silinder nomor 1 kendor dan
silinder nomor 4 kencang. Apabila tidak demikian, putar crankshaft satu
putaran (360o) dan luruskan pada tanda yang sama. Setelah lurus
lakukan penyetelan pada katup yang bisa distel sesuai dengan
spesifikasi. Lalu putar crankshaft satu putaran dan lakukan penyetelan
pada katup yang belum disetel sebelumnya

8) Pemeriksaan dan penyetelan akhir (mesin hidup):


a. Pemeriksaan sudut dwell. Pastikan pada proses akhir ini, besarnya
sudut dwell sudah sesuai dengan spesifikasi. Apabila belum, lakukan
penyetelan celah platina kembali hingga sudut dwell sesuai dengan
spesifikasi.
b. enyetelan IMAS dan ISAS. Sebelum melakukan penyetelan ini,
pastikan saringan udara terpasang, semua perlengkapan kelistrikan
dimatikan, semua selang vakum terpasang, dan gigi transmisi pada
posisi netral. Hubungkan tachometer pada mesin (test probe
tachometer ke terminal (-) koil). Putar sekrup penyetel idle mixture
sampai diperoleh putaran maksimum. Lalu putar sekrup penyetel idle
speed sampai mencapai putaran idle 750-800 rpm
c. Pemeriksaan dan penyetelan timing pengapian. Syarat sebelum
melakukan penyetelan ini adalah sudut dwell dan setelan IMAS, ISAS
harus sudah sesuai dengan spesifikasi. Lepas selang vakum dari
distributor lalu sumbat selang dengan menggunakan penyumbat.
Setelah itu, pasang timing light dan pada putaran idling gunakan
timing light untuk memeriksa saat pengapian. Jika timing pengapian
belum sesuai spesifikasi, kendorkan baut distributor dan putar
distributor hingga saat pengapian sesuai dengan spesifikasi. Setelah
itu, kencangkan kembali baut distributor dan lepas sumbat selang
maupun timing light

d. Pemeriksaan kerja karburator. Pada langkah ini, periksa kerja dari


sistem choke, kerja karburator di setiap kecepatan. Jika terjadi brebet
atau putaran tidak normal, lakukan pengecekan dan penyetelan
kembali pada karburator.

E. TUGAS
1. Tulis semua hasil pemeriksaan dan pengukuran pada lembar data praktik!
2. Buatlah laporan praktik berdasarkan hasil tune up di atas. Laporan dibuat
secara individu dan dikumpulkan pada praktik berikutnya!
3. Masing-masing siswa harus mencoba dan melakukan semua langkah yang
telah ditunjukkan di atas agar memiliki pengalaman dan kemampuan
dalam pekerjaan tune up motor bensin!
LEMBAR DATA HASIL PRAKTIK

NO PEMERIKSAAN HASIL SPESIFIKASI KESIMPULA


. N
Majenang, .
Instruktur Praktikan

(.) ()