You are on page 1of 8

Unsur Unsur Komunikasi dan Hambatan Komunikasi Dalam

Organisasi

Analisis Definisi Komunikasi Menurut Harold Lasswell

Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan


siapa? mengatakan apa? dengan saluran apa? kepada siapa? dengan
akibat atau hasil apa? (who? says what? in which channel? to whom? with
what effect?). (Lasswell 1960).
Analisis 5 unsur menurut Lasswell (1960):

1. Who? (siapa/sumber).

Sumber/komunikator adalah pelaku utama/pihak yang mempunyai


kebutuhan untuk berkomunikasi atau yang memulai suatu
komunikasi,bisa seorang individu, kelompok, organisasi maupun suatu
negara sebagai komunikator.

2. Says What? (pesan).

Apa yang akan disampaikan/dikomunikasikan kepada


penerima(komunikan), dari sumber (komunikator) atau isi informasi.
Merupakan seperangkat symbol verbal/non verbal yang mewakili
perasaan,nilai,gagasan/maksud sumber tadi. Ada 3 komponen pesan yaitu
makna,symbol untuk menyampaikan makna, dan bentuk/organisasi
pesan.

3. In Which Channel? (saluran/media).

Wahana/alat untuk menyampaikan pesan dari komunikator(sumber)


kepada komunikan (penerima) baik secara langsung (tatap muka),
maupun tidak langsung (melalui media cetak/elektronik dll).

4. To Whom? (untuk siapa/penerima).

Orang/kelompok/organisasi/suatu negara yang menerima pesan dari


sumber. Disebut
tujuan(destination)/pendengar(listener)/khalayak(audience)/komunikan/pe
nafsir/penyandi balik(decoder).

5. With What Effect? (dampak/efek).

Dampak/efek yang terjadi pada komunikan(penerima) setelah menerima


pesan dari sumber, seperti perubahan sikap,bertambahnya pengetahuan,
dll.
Menurut Prof. Dr. H. Hafied Cangara, M.Sc (Cangara, 2008 : 24-27),
komunikasi hanya bisa terjadi kalau didukung adanya sumber, pesan,
media, penerima dan efek yang disebut dengan unsur-unsur atau
komponen komunikasi. Unsur-unsur dalam komunikasi dapat dilihat pada
gambar di bawah ini :
1. Sumber
Semua peristiwa komunikasi akan melibatkan sumber sebagai pembuat
atau pengirim informasi. Dalam komunikasi antarmanusia, sumber bisa
terdiri dari satu orang, tetapi bisa juga dalam bentuk kelompok misalnya
partai, organisasi, atau lembaga. Sumber sering disebut pengirim,
komunikator atau dalam bahasa inggrisnya disebut source, sender, atau
encoder.
2. Pesan
Pesan adalah informasi yang disampaikan oleh komunikator kepada
komunikan. Pesan dapat disampaikan dengan cara tatap muka atau
melalui media komunikasi. Isinya bisa berupa ilmu pengetahuan, hiburan,
informasi, nasehat atau propaganda. Pesan disampaikan dengan
menggunakan lambang dan simbol. Penyampaian pesan dapat dilakukan
dengan secara verbal (misalnya dengan lisan dan tulisan) dan secara non-
verbal (misalnya melalui mimik wajah, gerak-gerik tubuh). Pesan yang
disampaikan haruslah bersifat umum, dengan kata lain mengandung hal-
hal yang dimengerti oleh audience. Pesan yang bentuknya informatif ialah
pesan yang berisi keterangan-keterangan dan informasi. Pesan yang
persuasif adalah pesan yang sifatnya mengajak audience nya untuk
melakukan sesuatu. Penyampaian pesan dilakukan dengan cara yang jelas
(gamblang) dan dengan bahasa yang jelas, bahasa yang dapat dimengerti
oleh audience, sehingga tidak menimbulkan kebingungan bagi
audience dalam menafsirkan makna dari pesan tersebut.
Untuk dapat dipahami oleh komunikan, maka pesan menurut Cutlip
& Center meliputi hal-hal di bawah ini, yang disebut juga The Seven C
Communication.1
a. Credibility, antara komunikator dan komunikan memulai komunikasi
dengan membangun kepercayaan. Ketika sudah terdapat saling
kepercayaan, maka pesan yang disampaikan oleh komunikator akan
mudah diterima oleh komunikan.
b. Content, setiap isi pesan memiliki arti bagi audiensnya dan memiliki
kecocokan dengan sistem nilai-nilai yang berlaku bagi orang banyak
dan bermanfaat.
c. Context, suatu program komunikasi mestinya berkaitan dengan
lingkungan hidup atau keadaan sosial yang bertentangan dan
seiring dengan keadaan tertentu dan memperhatikan sikap
partisipatif.
d. Clearity, menyusun pesan dengan bahasa yang mudah dimengerti
dan mempunyai persamaan arti antara komunikator dan komunikan.
e. Continuity and Consistence, komunikasi merupakan proses yang
tiada akhirnya yang memerlukan pengulangan-pengulangan untuk
mencapai tujuan dan isi atau makna pesan harus konsisten serta
tidak membingungkan audiens
f. Capability of Audience, kemampuan khalayak terhadap pesan, yaitu
melibatkan berbagai factor adanya sesuatu kebiasaan-kebiasaan
membaca atau menyerap ilmu pengetahuan dan sebagainya.
g. Channels of Distribution, menggunakan saluran komunikasi yang
sudah umum dan sudah biasa dipergunakan agar komunikasi
berhasil.
3. Media
Media yang dimaksud di sini ialah alat yang digunakan untuk
memindahkan pesan dari sumber kepada penerima.
4. Penerima
Penerima adalah pihak yang menjadi sasaran pesan yang dikirim oleh
sumber.Penerima bisa terdiri dari satu orang atau lebih, bisa dalam bentuk
kelompok, partai atau negara. Penerima biasa disebut dengan berbagai
macam istilah, seperti khalayak, sasaran, komunikan atau dalam bahasa
inggris disebut audience atau receiver.
Penerima adalah elemen penting dalam proses komunikasi karena dialah
yang
menjadi sasaran dari komunikasi. Jika suatu pesan tidak diterima oleh
penerima, akan menimbulkan berbagai macam masalah yang seringkali
menuntut perubahan, apakah pada sumber, pesan atau saluran.

5. Pengaruh / Efek
Pengaruh atau efek adalah perbedaan antara apa yang dipikirkan,
dirasakan, dilakukan oleh penerima sebelum dan setelah menerima
pesan.Pengaruh ini bisa terjadi pada pengetahuan, sikap dan tingkah laku
seseorang. Oleh karena itu pengaruh bisa juga diartikan perubahan atau
penguatan keyakinan pada pengetahuan, sikap dan tindakan seseorang
sebagai akibat penerimaan pesan.
Efek dapat diklasifikasikan menjadi tiga teori (Effendy, 2007:318)
yaitu :
1. Efek kognitif terjadi bila ada perubahan pada apa yang diketahui,
dipahami, atau dipersepsi khalayak. Efek ini berkaitan dengan
transmisi pengetahuan, keterampilan, kepercayaan, atau informasi
2. Efek afektif timbul bila perubahan pada apa yang dirasakan,
disenangi atau dibenci khalayak. Efek ini ada hubungannya dengan
emosi, sikap, atau nilai.
3. Efek konatif yang sering disebut efek behavioral merujuk pada
perilaku nyata yang dapat diamati; yang meliputi pola-pola
tindakan, kegiatan, atau kebiasaan berperilaku.

6. Umpan Balik
Umpan balik sebenarnya adalah salah satu bentuk daripada pengaruh
yang berasal dari penerima. Umpan balik bisa juga berasal dari unsur lain
seperti pesan dan media, meski pesan belum sampai kepada penerima.

7. Lingkungan
Lingkungan atau situasi ialah faktor-faktor tertentu yang dapat
mempengarhui jalannya komunikasi. Faktor ini dapat digolongkan atas
empat macam, yakni lingkungan fisik, lingkungan sosial budaya,
lingkungan psikologis dan dimensi waktu. Lingkungan fisik menunjukkan
bahwa suatu proses komunikasi hanya bisa terjadi kalau tidak terdapat
rintangan fisik, misalnya geografis. Lingkungan social menunjukkan faktor
sosial budaya, ekonomi dan politik yang bisa menjadi kendala terjadinya
komunikasi. Dimensi waktu menunjukkan situasi yang tepat untuk
melakukan kegiatan komunikasi.

HAMBATAN KOMUNIKASI

Melakukan komunikasi yang efektif tidaklah mudah. Beberapa ahli


menyatakan bahwa tidak ada proses komunikasi yang sebenar-benarnya
efektif, karena selalu terdapat hambatan. Hambatan komunikasi pada
umumnya mempunyai dua sifat berikut ini :

a). Hambatan yang bersifat objektif, yaitu hambatan terhadap proses


komunikasi yang tidak disengaja dibuat oleh pihak lain tetapi lebih
disebabkan oleh keadaan yang tidak menguntungkan. Misalnya karena
cuaca, kebisingan kalau komunikasi di tempat ramai, waktu yang tidak
tepat, penggunaan media yang keliru, ataupun karena tidak kesamaan
atau tidak in tune dari frame of reference dan field of reference antara
komunikator dengan komunikan.

b). Hambatan yang bersifat subjektif, yaitu hambatan yang sengaja


di buat orang lain sebagai upaya penentangan, misalnya pertentangan
kepentingan, prasangka, tamak, iri hati, apatisme, dan mencemoohkan
komunikasi.
Gangguan atau hambatan itu secara umum dapat dikelompokkan menjadi
hambatan internal dan hambatan eksternal , yaitu:
A. Hambatan internal, adalah hambatan yang berasal dari dalam diri
individu yang terkait kondisi fisik dan psikologis. Contohnya, jika
seorang mengalami gangguan pendengaran maka ia akan
mengalami hambatan komunikasi. Demikian pula seseorang yang
sedang tertekan (depresi) tidak akan dapat melakukan komunikasi
dengan baik.
B. Hambatan eksternal, adalah hambatan yang berasal dari luar
individu yang terkait dengan lingkungan fisik dan lingkungan sosial
budaya. Contohnya, suara gaduh dari lingkungan sekitar dapat
menyebabkan komunikasi tidak berjalan lancar. Contoh lainnya,
perbedaan latar belakang sosial budaya dapat menyebabkan salah
pengertian.

Hambatan Komunikasi :

1. Hambatan dari Proses Komunikasi

Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang akan


disampaikan belum jelas bagi dirinya atau pengirim pesan, hal ini
dipengaruhi oleh perasaan atau situasi emosional.

Hambatan dalam penyandian/simbol

Hal ini dapat terjadi karena bahasa yang dipergunakan tidak jelas
sehingga mempunyai arti lebih dari satu, simbol yang dipergunakan
antara si pengirim dan penerima tidak sama atau bahasa yang
dipergunakan terlalu sulit.

Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaan


media komunikasi, misalnya gangguan suara radio dan aliran listrik
sehingga tidak dapat mendengarkan pesan.

Hambatan dalam bahasa sandi. Hambatan terjadi dalam


menafsirkan sandi oleh si penerima

Hambatan dari penerima pesan, misalnya kurangnya perhatian


pada saat menerima /mendengarkan pesan, sikap prasangka
tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi lebih lanjut.

Hambatan dalam memberikan balikan. Balikan yang diberikan tidak


menggambarkan apa adanya akan tetapi memberikan interpretatif,
tidak tepat waktu atau tidak jelas dan sebagainya.
2. Hambatan Fisik
Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang efektif, cuaca
gangguan alat komunikasi, dan lain lain, misalnya: gangguan
kesehatan (cacat tubuh misalnya orang yang tuna wicara),
gangguan alat komunikasi dan sebagainya.

3. Hambatan Semantik.
Faktor pemahaman bahasa dan penggunaan istilah tertentu. Kata-
kata yang dipergunakan dalam komunikasi kadang-kadang
mempunyai arti mendua yang berbeda, tidak jelas atau berbelit-
belit antara pemberi pesan dan penerima pesan. Misalnya : adanya
perbedaan bahasa ( bahasa daerah, nasional, maupun
internasional), adanya istilah istilah yang hanya berlaku pada
bidang-bidang tertentu saja, misalnya bidang bisnis, industri,
kedokteran, dll.
4. Hambatan Psikologis
Hambatan psikologis dan sosial kadang-kadang mengganggu
komunikasi, misalnya; perbedaan nilai-nilai serta harapan yang
berbeda antara pengirim dan penerima pesan, sehingga
menimbulkan emosi diatas pemikiran-pemikiran dari sipengirim
maupun si penerima pesan yang hendak disampaikan.
5. Hambatan Manusiawi
Terjadi karena adanya faktor, emosi dan prasangka pribadi,
persepsi, kecakapan atau ketidakcakapan, kemampuan atau
ketidakmampuan alat-alat pancaindera seseorang, dll.
Sumber :
http://organisasi.org/analisis-pengertian-komunikasi-dan-5-lima-
unsur-komunikasi-menurut-harold-lasswell
http://dhogerz.wordpress.com/2010/10/21/komunikasi-dalam-
organisasi/

Menurut Prof. Onong Uchjana Effendy, MA dalam bukunya Ilmu, Teori, dan
Filasafat Komunikasi. Ada 4 jenis hambatan komunikasi, yaitu:

1. Gangguan
Ada 2 jenis gangguan terhadap jalannya komunikasi yang
menurut sifatnya dapat diklasifikasikan sebagai gangguan
mekanik dan semantic.
Gangguan mekanik Gangguan yang disebabkan oleh
saluran komunikasi atau kegaduhan yang bersifat fisik.
Gangguan semantic gangguan jenis ini bersangkutan
dengan pesan komunikasi yang pengertiannya menjadi
rusak. Gangguan semantic tersaring ke dalam
pesan melalui penggunaan bahasa. Lebih banyak
kekacauan mengenai
pengertian suatu istilah atau konsep yang terdapat pada
komunikator, akan lebih banyak gangguan semantic
dalam pesannya. Gangguan ini terjadi dalam salah
pengertian.
2. Kepentingan (Interest) Interest akan membuat seseorang
selektif dalam menanggapi atau menghayati suatu pesan.
Orang akan memperhatikan perangsang yang ada kaitannya
dengan kepentingannya. Kepentingan bukan hanya
mempengaruhi perhatian kita tetapi juga menentukan daya
tanggap, perasaan, pikiran, dan tingkah laku yang akan
merupakan sikap reaktif terhadap segala perangsang yang
tidak bersesuaian atau bertentangan dengan suatu
kepentingan.
3. Motivasi terpendam.
Motivasi akan mendorong seseorang berbuat sesuatu yang
sesuai benar dengan keinginan, kebutuhan, dan
kekurangannya. Semakin sesuai komunikasi dengan motivasi
seseorang semakin besar kemungkinan komunikasi itu dapat
diterima dengan baik oleh pihak yang bersangkutan.
Sebaliknya, komunikan akan mengabaikan suatu komunikasi
yang tak sesuai dengan motivasinya.
4. Prasangka
Prasangka merupakan salah satu rintangan atau hambatan
berat bagi suatu kegiatan komunikasi oleh karena orang yang
mempunyai prasangka belum apa-apa sudah bersikap curiga
dan menentang komunikator yang hendak melancarkan
komunikasi.

Kegiatan komunikasi yang rusak atau tidak efektif disebabkan oleh


beberapa macam-macam hambatan komunikasi menurut Onong
Uchyana Effendy dalam bukunya yaitu:

1. Hambatan Mekanis
Hambatan mekanis dijumpai pada media yang dipergunakan
dalam melancarkan komunikasi. Sebelum suatu pesan
komunikasi dapat diterima secara rohani (accepted), terlebih
dahulu harus dipastikan dapat diterima secara inderawi dalam
arti kata bebas dari hambatan mekanis.
2. Hambatan semantic
Hambatan semantis ini terdapat pada diri komunikator,
hambatan semantis menyangkut bahasa yang dipergunakan
komunikator sebagai alat untuk menyalurkan pikiran dan
perasaannya kepada komunikan. Salah ucap atau salah tulis
dapat menimbulkan salah pengertian (misunderstanding) atau
salah tafsir (misinterpretation) yang pada gilirannya bisa
menimbulkan salah komunikasi (miscommunication).
3. Hambatan Ekologis
Hambatan ekologis adalah suara riuh orang-orang atau
kebisingan lalu lintas, dan lain-lain. Komunikator biasanya
menghindarkannya jauh sebelum dengan mengatasinya pada
saat ia sedang berkomunikasi.

Beberapa ahli psikologi salah satunya adalah Millard J. Bienvenue telah


melakukan penyelidikan tentang hambatan hambatan apa saja yang
terjadi dalam proses komunikasi beliau menemukannya dalam hal-hal
sebagai berikut:

a. Hal hal yang menyangkut semantik yaitu pengertian kata-kata


yang seringkali mengandung arti berbeda dari yang dimaksud oleh
penyampai pesan atau juru penerang.
b. Hal hal yang menyangkut pengalaman yakni pengalaman yang
telah terlalu seringkali, sehingga menjadi penghambat terhadap
komunikasi yang efektif.
c. Struktur sosial darimana si pemberi pesan atau juru penerang dan si
penerima pesan atau keterangan berasal juga, sering menimbulkan
communication breakdown.
d. Self Image yang bertahan atau tetutup kepada perubaha

sumber tulisan : Effendy, Onong Uchjana.1989, Kamus Komunikasi, CV


Mandar Maju, Bandung)