You are on page 1of 4

Buletin Jumat

Edisi No. X
20 Jumadil Awal 1438 H
17 Februari 2017 M

Agar Takwa Terasa


Tuntunan Mudah dan Ringan
Allah SWT menciptakan manusia dengan kecenderungan
RUKUN SHOLAT mencari kepuasan dan menghindari kesulitan, padahal Allah
SWT menghendaki para hambaNya untuk melakukan ibadah,
yang berat, dan meninggalkan maksiat, yang sulit ditinggalkan.
Rukun Shalat ada 17: Dia menyelimuti surgaNya dengan kesulitan dan menyelubungi
1. Niat nerakaNya dengan kenikmatan syahwat.
2. Takbiratul ihram Mengetahui tabiat ini, Allah SWT menjanjikan pahala dan
3. Berdiri bagi yang mampu keagungan bagi orang yang patuh kepadaNya dan berpaling dari
syahwat, supaya hamba tertarik untuk beribadah dan mendekat-
dalam shalat fardhu
kan diri kepadaNya. Disamping itu, Dia memberi ancaman siksa
4. Membaca Al-Fatihah dan kehinaan atas orang yang mendurhakaiNya dan mem-
5. Ruku' perturutkan hawa nafsu, supaya hamba tidak membangkang dan
6. Tuma'ninah di waktu ruku' tidak berbuat buruk.
7. I'tidal Cara mudah dalam meningkatkan takwa adalah dengan
8. Tuma'ninah di waktu i'tidal berharap-harap cemas. Ketika melihat kemuliaan yang Allah
janjikan kepada hambaNya yang taat, manusia senang dan ter-
9. Sujud
gerak untuk mengabaikan kesulitan dalam beribadah dan me-
10. Tuma'ninah di waktu sujud ninggalkan larangan. Saat mengetahui ancaman Allah untuk
11. Duduk diantara dua sujud hambaNya yang bermaksiat, manusia takut dan tergerak untuk
12. Tuma'ninah di waktu duduk mematuhiNya.
diantara dua sujud Berharap-harap cemas merupakan sarana efektif menuju
pelaksanaan amal wajib dan amal sunah serta penghindaran
13. Tasyahud akhir
perbuatan terlarang dan perbuatan makruh. Seorang hamba
14. Duduk untuk membaca harus senantiasa menghadirkan perasaan tersebut, sehingga
tasyahud pahala dan siksa benar-benar terpampang di depan kedua mata-
15. Membaca Shalawat Nabi nya. Dengan begitu, ia terpicu untuk menunaikan kewajiban dan
16. Salam menjauhi larangan.
17. Tertib Masalahnya adalah bahwa konsistensi untuk selalu meng-
hadirkan perasaan tersebut berat bagi jiwa, dan ini disebabkan
oleh tiga faktor:
Disarikan dari 1. Bayangan kejadian akhirat yang mengerikan sangat berat
Kitab Sanatun Najah bagi jiwa, bahkan menyakitkan hati, terutama bagi orang
yang bergelimang dosa, banyak cela, dan mengkhawatir-
kan pertemuannya dengan Tuhan saat keburukannya di-
ungkap.
2. Bayangan akhirat yang menakutkan membuat impian
tentang indahnya dunia dan hasrat untuk memperturut-
kan syahwat padam.
Buletin Al-Maun versi digital 3. Setan dan hawa nafsu selalu membisikkan bahwa tobat
juga bisa dinikmati melalui berarti mencegah diri untuk menikmati kesenangan dan
www.lazimku.com kepuasan di dunia.
Oleh sebab itulah, setan dan hawa nafsu menyuruh manusia

Edisi No. X 20 Jumadil Awal 1438 H | 17 Februari 2017 M 1


Pencerahan
untuk membuang keinginan bertobat. Hawa menghadapi hari itu. Untuk membuat masakan
nafsu menyuruh demikian agar ia bisa mereguk dalam panci cepat matang, umpamanya, kayu
kesenangan dan kenikmatan duniawi. Adapun bakar di bawahnya harus banyak. Hati pun cepat
setan adalah musuh manusia, sehingga wajarlah matang dan membuang nafsu syahwatnya bila
kalau ia selalu membisikkan dosa dan per- telah dirasuki rasa takut akan siksa. Ketika kita
musuhan demi mendapatkan teman ketika di- berusaha menakut-nakuti kalbu, setan pasti ber-
siksa dalam neraka. usaha merusak usaha itu dengan menanamkan
Cara melawan bisikan dalam dada ini adalah kepercayaan bahwa kita telah sukses melakukan
membandingkan kenikmatan duniawi dengan itu berkat tekad dan kecermatan kita dalam
kenikmatan ukhrawi. Dengan begitu, orang akan menata kalbu. Kalau kita menerima bisikan ini,
sadar bahwa kenikmatan duniawi yang terlewat- usaha kita pasti sia-sia. Kalau kita mengacuh-
kan sejatinya tidak seberapa jika dibandingkan kannya, rasa takut kalbu benar-benar berguna.
dengan kenikmatan yang bisa diperoleh di Rasa takut yang bermanfaat ini akan berpadu
akhirat, terutama nikmat menatap wajah Tuhan dengan tauk dan membuat kita terhindar dari
Yang Maha Mulia. dosa serta giat beribadah kepada Tuhan Sang
Orang cerdas tentu takkan pernah me- Pencipta langit dan bumi.
ngutamakan sesuatu yang sedikit lagi fana di atas Seandainya cahaya makrifat menyinari
sesuatu yang melimpah lagi abadi. Setelah ter- seseorang, segenap hasrat dan tekadnya ter-
biasa membandingkan kedua kenikmatan ter- himpun tanpa harus membiasakan diri
sebut, hamba pasti lebih menghargai kenikmatan memikirkan akhirat. Sayangnya, zaman sekarang,
agung yang kekal daripada kepuasan sesaat yang sulit menemukan orang seperti itu.
rendah. Ketika melihat beratnya ibadah di dunia,
bandingkanlah dengan beratnya azab akhirat Hatiku dipenuhi segudang ambisi.
yang disertai dengan murka Tuhan Sang Pencipta. Yang segera sirna setelah
Dengan begitu, hamba pasti rela menjalani mata hatiku melihat-Mu.
kesulitan sesaat agar terhindar dari penderitaan Aku meninggalkan dunia dan agama manusia
luar biasa yang abadi. Orang cerdas pasti memilih demi menyibukkan diri dalam mengingat-Mu.
penderitaan sejenak daripada penderitaan Wahai agama dan duniaku,
selamanya. Ia akan mengintrospeksi diri dan orang yang kudengki berubah iri kepadaku.
berkata kepada jiwanya: Bedebah kau jiwa! Aku menjadi tuan di dunia setelah menjadikan-
Engkau gelisah saat tersengat bayangan akhirat Mu sebagai Tuhan.
yang mengerikan, tetapi tidak resah dengan
ancaman akhirat yang menghanguskan segenap Kebiasaan memikirkan akhirat dan memusat-
jiwa dan ragamu?! Engkau keberatan untuk kan tekad yang meningkatkan ketakwaan dan
membuang bayangan kenikmatan duniawi yang ibadah kepada Allah SWT bisa dicermati melalui
semu dan hina, tetapi tidak keberatan untuk dua ilustrasi berikut.
menyingkirkan bayangan kenikmatan akhirat Baju kotor yang dipenuhi noda hanya bisa
yang hakiki?! Apakah kau ingin menukar sesuatu dibersihkan dengan dicuci berulang-ulang.
yang mulia dengan sesuatu yang nista?! Dan Demikian juga kalbu yang dipenuhi kotoran
amat jahatlah perbuatan mereka menjual diri syahwat dan noda perbuatan haram. Ia hanya bisa
demi sihir andai saja mereka tahu. dibersihkan dengan senantiasa mengingat
Kalau kita membiasakan diri memikirkan akhirat, sehingga ia bertobat dan meninggalkan
perkara akhirat, niscaya Allah mengganti hasrat perbuatan nista. Penyakit yang menahun hanya
bermaksiat dengan indahnya ibadah dan harapan bisa disembuhkan dengan terapi dan pengobatan
akan pahala di akhirat. berkesinambungan. Demikian pula kalbu
Orang dapat konsisten menghadirkan berpenyakit. Ia hanya bisa diobati dengan terus-
bayangan mengerikan Hari Kiamat jika ia ber- menerus membayangkan siksa yang Allah SWT
usaha sekuat tenaga membayangkannya. Ini baru janjikan kepada para pendosa.
bisa dicapai jika hati kosong dan hanya memikir-
kan peristiwa itu berikut segala sesuatu yang ber- KH. M. Luqman Hakim, Ph.D.
hubungan dengannya. Di samping itu, anggota
tubuh juga tidak boleh sibuk dengan sesuatu yang
menghapus pikiran tentang Hari Kiamat.
Rangkaian kejadian Hari Kiamat harus selalu
diingat hingga kalbu gemetar dan takut, lalu
menggerakkan untuk menyiapkan diri guna
2 20 Jumadil Awal 1438 H | 17 Februari 2017 M Edisi No. X
Ulama Nusantara
Harahap (Masyumi) dan partainya Menteri
KH. MUHAMMAD ILYAS Kehakiman Mr. Lukman Wiriadinata (PSI) tetap
mempertahankan rencananya.
CERDAS DAN TEGUH S e b a g a i p e m i m p i n ya n g m e m p u n ya i
PENDIRIAN intergritas tinggi, KH. Muhammad Ilyas selaku
Menteri Agama yang duduk dalam kabinet itu
Disarikan dari buku Menapak Jejak mencoba meyakinkan tokoh-tokoh NU lainnya.
Mengenal Watak Kehidupan Ringkas Sebagai konsekuensi politik dari sikap NU tersebut,
dok. Istimewa 29 Tokoh NU maka NU harus meninggalkan Kabinet XVII dan
menarik mundur seluruh menterinya. Selain Kiai
Lahir: 23 November 1911 di Kraksaan, Probolinggo.
Ilyas, menteri dari NU lainnya adalah Mr. R. Sunaryo
Wafat: 5 Desember 1970, dimakamkan di Taman
(Menteri Dalam Negeri). Ketegasan Sikap Kiai Ilyas
Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Pendidikan:
ini bahkan akibatnya akan dialami sendiri
Holland Indische School (HIS); Pesantren Tebuireng;
akhirnya menjadi sikap resmi NU. Pada tanggal 19
Mekkah. Pengabdian: Anggota Parlemen Sementara
Januari 1956 NU menarik mundur dua orang
RI; Menteri Agama; Dubes RI untuk Saudi Arabia,
menterinya tersebut dari kabinet.
Oman dan Yaman; Menteri Penghubung Alim
Sikap tegas semacam itu tidak hanya
Ulama; Wakil Ketua DPA; Pengusul nama Istiqlal
ditunjukkan Kiai Ilyas dalam menghadapi persoalan
untuk Masjid Istiqlal; Pendiri Taman Pendidikan
politik kenegaraan dan persoalan besar lainnya,
Putri NU Wonokromo Surabaya.
tetapi juga dalam hal-hal yang menyangkut
kehidupan keseharian, termasuk mengenai
Tegas dalam Bersikap
hubungan persahabatan.
Pada Agustus 1955, terbentuk Kabinet
Burhanuddin Harahab dimana KH. Muhammad
Tokoh yang Terhormat
Ilyas diberi mandat menjadi Menteri Agama. Dalam
Pada akhir tahun 1960, KH. Muhammad
suasana politik yang panas dan menegangkan, salah
Ilyas menjadi Ketua Delegasi Indonesia untuk
satu program yang harus dilaksanakan kabinet ini
mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi Islam di
adalah menyelenggarakan pemilihan umum yang
Rabat, Maroko. Konferensi ini merupakan embrio
baru untuk pertama kalinya diadakan dalam sejarah
lahirnya Organisasi Konferensi Islam (OKI).
Republik Indonesia.
Dalam konferensi tersebut, Kiai Ilyas berpidato
Di tengah suasana seperti itu, kabinet
menyampaikan pokok-pokok pikirannya dalam
merencanakan Undang-Undang Anti Korupsi yang
bahasa Arab. Tidak saja karena substansi
dinilai banyak pihak sebagai undang-undang tanpa
pidatonya yang dinilai amat bermakna, seluruh
dasar keadilan hukum. Dalam Rencana Undang-
peserta konferensi sama mengagumi pilihan
Undang (RUU) tersebut dinyatakan bahwa
susunan kalimat dan kefasihannya dalam
seseorang dapat ditangkap dengan tuduhan
melafalkan kalimat berbahasa Arab itu. Selesai
melakukan korupsi tanpa harus dibuktikan oleh
berpidato, Raja Hasan II beranjak dari kursinya
jaksa. Dengan lain perkataan, meskipun jaksa tidak
menuju podium dan memeluk Kiai Ilyas dengan
dapat menunjukkan pembuktian, seseorang dapat
hangat, diiringi tepuk tangan panjang dari
d i k e n a k a n t u d u h a n k o r u p t o r . Ya n g h a r u s
seluruh peserta konferensi.
membuktikan bahwa si tertuduh bukanlah koruptor
Kesan ketokohan Kiai Ilyas juga membekas
adalah yang bersangkutan sendiri, atau lebih dikenal
semasa menjabat sebagai Duta Besar RI untuk
dengan pembuktian terbalik.
Saudi Arabia. Kiai Ilyas meninggalkan kesan
NU menolak tegas RUU tersebut karena
mendalam bagi Raja Faisal karena kepiawaiannya
melanggar asas hukum praduga tak bersalah, dan
dalam berdiplomasi sebagai seorang diplomat.
lebih-lebih karena bertentangan dengan hukum
Setelah Kiai Ilyas sudah tidak lagi menjabat Duta
agama Islam. Selain alasan tersebut, NU sebagai
Besar, Raja Faisal sering menanyaan kepada
partai politik kala itu, menangkap kesan kuat bahwa
setiap delegasi Indonesia yang berkunjung ke
RUU Anti Korupsi yang disiapkan kabinet tersebut
Saudi Arabia tentang keadaan beliau.
mengandung maksud-maksud terselubung dari
Sebagai penghormatan atas jasa-jasa Kiai
partai politik tertentu untuk menyingkirkan
Ilyas, Pemerintah Mesir, Syiria dan Libanon
saingannya dalam pemilihan umum, dengan
memberikan bintang kehormatan kepada beliau.
tuduhan korupsi.
Pemerintah Indonesia sendiri juga memberikan
Dalam sidang kabinet, NU menyatakan sikap
Bintang Mahaputra Adhi Pradana sebagai tanda
tegasnya tersebut. Namun kabinet yang didukung
jasa atas prestasi yang telah diukirnya. [Tim
partai pimpinan Perdana Menteri Burhanuddin
Redaksi]

Edisi No. X 20 Jumadil Awal 1438 H | 17 Februari 2017 M 3


Sketsa &Pitutur

Oleh: Muhammad Fihril Kamal

IBADAH
vs
AKHLAK

Pitutur
Sejak sekarang, yang kecil harus berpikir,
kelak kalau besar, aku besar seperti apa.
Yang besar harus berpikir, kalau tua kelak,
aku tua seperti apa.
Yang tua juga harus berpikir, kelak kalau mati,
aku mati dalam keadaan seperti apa.
-KH. Hamim Tohari Djazuli (Gus Miek)-

TIM REDAKSI
Pimpinan Umum : Mas Alamil Huda. Pimpinan Redaksi : Moh. Imam Rahmat F.
Layouter : Tauq Ms. Marketing : Susanto, Ahmad Safaat.
diterbitkan oleh Sekretariat : Jl. Asempayung I/32A Surabaya, Email : lazim_1011@yahoo.co.id
Lembaga Amil Zakat & Fanspage FB : LAZIM, Telp. 0856 4820 4531. Website : www.lazimku.com
Infaq Al-Maun (LAZIM)
4 20 Jumadil Awal 1438 H | 17 Februari 2017 M Edisi No. X