You are on page 1of 4

LIMFOPOIESIS

Li mfos it teru ta ma diproduks i di berbaga i jaringan l imfogen,


khus us n ya di kelenjar limfe, lien, timus, tonsil, dan berbagai kantong jaringan
limfoid di dalam tubuh,s eperti s ums u m tulang dan plak P e ye r ya ng
terd apat di baw ah epi tel dinding us us
Secara sederhana, proses limfopoiesis ialah sebagai berikut:
1. Sel-Sel limfoblas berkembang menjadi prolimfosit
2. Prolimfosit kemudian dapat berdiferensiasi menjadi 2 jenis, yaitu sel
NK (Natural Killer ) dan sel limfosit kecil
3. Pada tahap selanjutnya, sel limfosit kecil akan berkembang menjadilimfosit T
dan limfosit B

Limfosit sebagian besar disimpan di berbagai jaringan limfoid, kecuali


sejumlah kecil limfosit yang diangkut dalam darah untuk sementara waktu .
Limfosit memiliki masa hidup berminggu-minggu sampai berbulan-bulan,
tergantung pada kebutuhan tubuh akan sel-sel tersebut.

Tahapan sintesis limfosit di sumsum tulang dimulai dari Limfoblas,


prolimfosit, dan limfosit.

a. Limfoblas
Limfoblas merupakan stadium paling awal dari limfopoiesis, sel ini
merupakan sel muda dengan ukuran yang besar. Normalnya sel ini hanya ditemukan
di sumsum tulang saja. Ciri-ciri limfoblas adalah sebagai berikut ;
ukuran 12 - 18 mm, bentuk bulat, kadang-kadang oval, warna sitoplasma
biru, biasanya gelap, lebih gelap dari promieloblas, granularitas tidak ada.
Bentuk inti bulat, tipe kromatin homogen,, nucleolus terlihat, ukuran kecil
atau sedang,lebih terang daripada kromatin, jumlah 1sampai 2. Rasio
inti/sitoplasma tinggi. Distribusi dalam darah tidak ada, di sumsum
tulang: < 1 % .

b. Prolimfosit
Prolimfosit juga masih merupakan stadium muda dari limfosit, normalnya hanya
terdapat pada sumsus tulang saja. Ciri-ciri prolimfosit adalah sebagai berikut ; ukuran
12 - 18 mm, bentuk oval, kadang-kadang bulat, warna sitoplasma biru gelap, tanpa
granul, Bentuk inti biasa tidak teratur, tipe kromatin kasar atau berkelompok .
Nukleolus hampir tak tampak, ukuran sedang atau besar; lebih terang dari kromatin, 1
sampai 2. Rasio inti/sitoplasma tinggi Distribusi di peredaran darah tidak ada, di
sumsum tulang: < 1 % .

c. Limfosit
Limfosit merupakan sel matur yang normalnya berada di peredaran
darah dan keberadaan di sumsum tulang lebih sedikit. Limfosit memiliki ciri
khas yaitu ukuran sama/hampir sama dengan eritrosit normositik, berbentuk
bulat, dan berwarna ungu intinya. Ciri-ciri limfosit adalah sebagai berikut ;
ukuran 10 - 15 mm, bentuk bulat, kadang-kadang oval, warna sitoplasma
biru, granularitas tidak ada. Bentuk inti bulat atau agak oval, tipe
kromatin homogen, padat, nukleolus tidak terlihat, kadang-kadang hampir
tidak terlihat , satu nukleolus kecil. Rasio inti/sitoplasma tinggi atau sangat
tinggi .Distribusi darah 20 - 40 % sumsum tulang 5 - 20 % .

MONOPOIESIS
Monopoiesis hampir sama dengan granulopoiesis, yaitu melalui tahapan-
tahapan dari sel muda di sumsum tulang hingga menjadi sel dewasa di peredaran
darah. Sintesis dimulai dari Monoblas, promonosit, dan monosit.

a. Monoblas
Monoblas merupakan stadium paling awal dari monopoiesis. Sel ini
merupakan sel muda yang berukuran besar.
Ciri-ciri monoblas adalah sebagai berikut ;
ukuran 15 - 25 mm,
bentuk oval, kadang-kadang bulat,
warna sitoplasma biru, biasanya muda, tanpa granul, atau sedikit granul halus
azurofilik.
Bentuk inti oval, bulat, kadang-kadang tidak teratur,
tipe kromatin kromatin kasar atau berkelompok,
nucleolus tampak,
ukuran sedang atau besar,
lebih terang dari kromatin,
jumlah 1 sampai 3.
Rasio inti/sitoplasma tinggi /sangat tinggi.
Sel ini normalnya hanya ditemukan di sumsum tulang saja dengan presentase
< 1%, di peredaran darah tidak ada.

b. Promonosit
Promonosit merupakan stadium muda dari monosit, sel ini masih
berukuran besar karena merupakan sel muda.
Ciri-ciri promonosit adalahsebagai berikut ;
Ukuran 15 - 25 mm,
bentuk oval, kadang-kadang bulat,
warna sitoplasma terang, biru kelabu,
tanpa granul, atau sedikit granul halus azurofilik
Bentuk inti biasa tidak teratur,
tipe kromatin kasar atauberkelompok .
Nukleolus hampir tak tampak, ukuran sedang atau besar; lebih terang dari
kromatin, Jumlah 1 sampai 3.
Rasio inti/sitoplasma sedang
Distribusi diperedaran darah tidak ada, di sumsum tulang: < 1 %

c. Monosit
Monosit merupakan stadium akhir dari monopoiesis, sel ini
merupakan sel dewasa/matur yang normalnya lebih banyak berada pada
peredaran darah. Monosit merupakan leukosit yang memiliki ukuran paling
besar dengan bentuk tidak beraturan. Dalam peredaran darah, monosit
memiliki waktu transit yang lebih singkat, yaitu 10-20 jam, sebelum
menembus membrane kapiler menuju jaringan. Sel monosit di jaringan jika
teraktivasi akan membengkak dan ukuranya menjadi lebih besar menjadi
makrofag jaringan. Makrofag dapat bertahan kurang lebih satu bulan dan
didestruksi jika melakukan fungsi fagosit. Ciri-ciri monosit adalah sebagai
berikut ; ukuran 15 - 25 mm, bentuk bulat, oval atau tidak teratur, warna
sitoplasma abu-abu biru, granula tidak ada atau sedikit granul azurofilik
halus. Bentuk inti biasanya tidak teratur, tipe kromatin kromatin kasar berkelompok,
nucleolus tidak terlihat. Rasio inti/sitoplasma sedang. Distribusi di peredaran darah:
1-6 %, di sumsum tulang: < 2 %