You are on page 1of 3

Aku Mengagumimu Dalam Diam

Apakah kamu ingin tahu ? Sejak kapan aku mulai


memperhatikanmu? Sejak kapan rasa perhatian itu berubah
menjadi suka, hingga rasa suka itu membuat telingaku mati rasa
akan semua ocehan buruk orang tentang karaktermu. Aku
memulainya dengan ketidaksengajaan. Ketidaksengajaan yang
berujung pada kisah cinta yang rumit. Kisah kita yang bahkan kamu
tidak pernah ada di dalamnya. Kamu adalah tokoh utama di kisah
ini, tokoh utama yang berbentuk bayangan dalam khayalan.

Hai, perkenalkan namaku Fana Andari Putri. Aku seorang


mahasiswi jurusan psikologi di sebuah universitas swasta. Menjadi
mahasiswa adalah fase yang paling melelahkan di perjalanan
akademik hidupku. Setiap hari berhubungan dengan komputer,
kertas, dan tinta pulpen. Aku hampir berada di titik jenuhku. Ah,
terlalu berlebihan jika mengeluhkan hal itu sekarang, karena aku
baru mahasiswa yang menikmati indahnya semester pertama.
Kehidupan mahasiswa tidak seperti yang aku bayangkan saat
menjadi siswi SMA, sangat dan jauh berbeda ekspektasi dan realita.
Kehidupan mahasiswaku yang membosankan, tiba-tiba berubah
1800 karena seseorang. Seseorang yang membuat nafasku tidak
menentu, membuat detak jantung kian berpacu saat mendengar
namamu, Danu.

Hari itu kedua sahabatku, Maya dan Laila mengajakku


menonton pertandingan basket di kampus. Awalnya aku tak ada
niat untuk mengiyakan mereka, entah kenapa tiba-tiba aku sudah
berada di antara kerumunan mahasiswa di bangku penonton.
Kuperhatikan satu persatu penonton yang sebagian besar adalah
perempuan. Mereka berteriak histeris ketika pemain basket
memasuki lapangan. Ah, pantas saja mereka histeris, tim basket
fakultasku memang sudah tidak diragukan lagi kemampuannya.
Selain banyak prestasi, fisik yang bagus, rata-rata mereka memiliki
wajah di atas rata-rata.

Mataku tertuju ke pemain bernomor punggung 26. Di bajunya


tertulis nama Danu. Aku tidak bisa mengalihkan perhatianku dari
laki-laki itu. Tiba-tiba muncul keinginan untuk mencari tahu siapa
itu Danu. Rasa penasaran itu semakin menjadi-jadi saat aku
memperhatikannya lagi. Aku memberanikan diri bertanya ke Maya
tentang Danu. Tanpa curiga, Maya menceritakan semua yang ia
ketahui tentang Danu kepadaku.

Danu adalah mahasiswa semester V di jurusanku, dia adalah


seniorku. Aku tidak bisa tidur malam ini. Fikiranku dipenuhi dengan
Danu, entah kenapa aku menjadi penasaran dan ingin tahu segala
sesuatu yang berhubungan dengan Danu. Aku ingin tahu siapa dia,
bagaimana sifatnya, siapa temannya, dan siapa pacarnya? Rasa
penasaran itu mulai berwujud ide saat kulihat laptop tergeletak di
atas meja belajarku. Sudah tak ku hiraukan jam dinding yang
menunjukkan pukul 00.00 WIB. Berbekal nama lengkapnya, aku
mulai mencari tahu Danu lewat berbagai jenis media sosial yang
digunakannya. Danu Prasetya, rasa apa ini? Aku bahkan belum
mengenalmu, kita belum berkenalan, tapi apa yang telah kamu
lakukan kepadaku? Apakah ini yang dinamakan cinta pada
pandangan pertama? Sungguh naf memang, cinta bisa membuat
orang yang waras menjadi sinting.

Aku berlari di koridor gedung perkuliahan. Sial, aku terlambat


pagi ini, jam tanganku sudah menunjukkan pukul 08.00, itu artinya
aku sudah ngaret setengah jam di pertemuan pertama kuliah hari
ini. Kelas sudah dimulai, pintu kelas sudah tertutup rapat
menandakan tidak ada kesempatan masuk bagi mahasiswa yang
terlambat. Aku hanya duduk pasrah di bangku koridor. Sebuah
pesan dari Maya membuyarkan lamunanku, Kenapa telat? Ngapain
aja semaleman? tulis Maya di pesannya, Aku memikirkan Danu
semalaman. Ucapku dalam hati.