You are on page 1of 4

NAMA: LUTHFIA SARI

NIM : 15052109
JURUSAN/PRODI: ISP/PPKN
A. Pengertian Kurikulum

Pengertian kurikulum menurut para ahli yaitu:


Pengertian Kurikulum Menurut Kerr, J. F (1968): Kurikulum adalah semua
pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan secara individu ataupun secara
kelompok, baik di sekolah maupun di luar sekolah.
Pengertian Kurikulum Menurut Inlow (1966): Kurikulum adalah usaha menyeluruh
yang dirancang oleh pihak sekolah untuk membimbing murid memperoleh hasil
pembelajaran yang sudah ditentukan.
Pengertian Kurikulum Menurut Neagley dan Evans (1967): kurikulum adalah semua
pengalaman yang dirancang dan dikemukakan oleh pihak sekolah.
Pengertian Kurikulum Menurut Beauchamp (1968): Kurikulum adalah dokumen tertulis
yang mengandung isi mata pelajaran yang diajar kepada peserta didik melalui berbagai
mata pelajaran, pilihan disiplin ilmu, rumusan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Pengertian Kurikulum Menurut Good V. Carter (1973): Kurikulum adalah kumpulan
kursus ataupun urutan pelajaran yang sistematik.
Pengertian Kurikulum Menurut UU No. 20 Tahun 2003: Kurikulum adalah seperangkat
rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang
digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai
tujuan pendidikan nasional.

Menurut kamus webster, kurikulum diartikan dua macam yaitu sebagai berikut :
Sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau dipelajari siswa di sekolah atau
perguruan tinggi untuk memperoleh ijazah tertentu; dan Sejumlah mata pelajaran yang
ditawarkan oleh suatu lembaga pendidikan atau suatu departemen.
Menurut pandangan tradisional kurikulum adalah sejumlah pelajaran yang harus
ditempuh siswa di suatu sekolah. Sedangakan pandangan modern kurikulum lebih dari
sekedar rencana pembelajaran. Kurikulum dianggap sebagai sesuatu yang nyata terjadi
dalam proses pendidikan di sekolah.

B. Proses Administrasi Kurikulum


1. Perencanaan Kurikulum
Perencanaan kurikulum yang dilakukan oleh departemen pendidikan nasional ditingkat
pusat meliputi hal-hal berikut:
Penyusunan kurikulum dan kelengkapannya terdiri dari:
a. Landasan, program dan pengembangan kurikulum
b. Garis-garis besar program pengajaran
c. Pedoman pelaksanaan kurikulum
Penyusunan program teknis pelaksanaan kurikulum seperti pedoman penyusunan
kalender pendidikan, pembegian tugas guru, penyusunan jadwal pelajaran,
penyusunan program pengajaran dan pedoman penyususunan persiapan acara
pengajaran.
Mengenai perencanaan kurikulum atau Pre-Planning terdapat perbedaan
pendapat -pendapat yang berbeda itu dapat dikelompokkan sebagai berikut:

a) Kurikulum seharusnya direncanakan di secara terperinci oleh experts


dalam bentuk kumpulan mata pelajaran.
b) Kurikulum direncanakan secara terperinci oleh panitia yang dari guru-guru
dalam bentuk kumpulan mata pelajaran.

c) Kurikulum direncanakan dalam garis besarnya yang luas oleh panitia yang
terdiri dari guru-guru dalam bentuk pedoman kerja. perincian dilakukan oleh
guru berdasarkan kebutuhan-kebutuhan murid.

d) Kurikulum direncanakan dalam garis besarnya berisi partisipasi dari guru-


guru dan tokoh-tokoh masyarakat. perincian dilakukan oleh perencanaan
bersama guru murid.

e) Kurikulum direncanakan oleh guru bersama murid pada waktu akan belajar,
tanpa perencanaan jauh dimuka.

2. Pelaksanaan
Kurikulum disusun dengan baik dan sempurna tidak akan mempunyai arti apabila tidak
di implementasikan dengan baik dikelas. Dalam pengimplementasian kurikulum ini peran
guru sangat menentukan sekali. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan guru dalam pelaksanaan
kurikulum disekolah meliputi:
Penyusunan program pengajaran semester.
Penyusunan perssiapan pengajaran
Pelaksanaan proses belajar mengajar
Evaluasi pelaksanaan proses belajar mengajar

3. Pengawasaan / Pengembangan Kurikulum


Dalam Pengembangan Kurikulum terdapat dua proses utama, yakni pengembangan
Pedoman Kurikulum dan Pengembangan Pedoman Instruksional.
a) Pedoman Kurikuklum, meliputi:
Latar belakang yang berisi rumusan Falsafah dan tujuan lembaga
pendidikan, populasi yang menjadi sasaran, rasional bidang studi atau
mata kuliah, struktur organisasi bahan pelajaran.
Silabus yang berisi mata pelajaran secara lebih terinci yang diberikan
yakni Scope (ruang lingkup) dan Sequence-nya (urutan pengajiannya).
Desain evaluasi termasuk strategis revisi atau perbaikan kurikulum
mengenai: Bahan pelajaran (Scope dan Sequence) Organisasi bahan dan
strategi intruksionalnya

b) Pedoman instruksional
Pedoman Instruksional diperoleh atas usaha pengajar untuk menguraikan
isi pedoman kurikulum agar lebis spesifik sehingga lebih mudah untuk
mempersiapkannya sebagai pelajaran dalam kelas. dengan demikian apa yang
diajarkan benar-benar bersumber dari pedoman kurikulum.

4. Evaluasi Pelaksanaan Kurikulum


Evaluasi pelaksanaan kurikulum dilakukan melalui 2 cara yaitu:
Melalui evaluasi hasil belajar
Tujuan dan fungsi evaluasi hasil belajar adalah :
a. memberikan umpan balik pada guru dan siswa dengan tuuan memperbaiki cara
belajar mengajar, mengadakan perbaikan dan pengayaan bagi siswa.
b. Memberikan informasi pada siswa tentang tingkat keberhasilannya dalam belajar
dengan tujuan untuk memperbaiki, mendalami atau memperluas pelajarannya.
c. Menentukan nilai hasil belajar siswa yang dibutuhkan untuk pemberian laporan
pada siswa, penentuan kenaikan kelas dan kelulusan siswa.

Melalui Evaluasi Program pengajaran


Evaluasi program pengajaran merupakan suatu rangkaian kegitan yang
dilakukan dengan sengaja untuk melihat tingkat keberhasilan program serta factor-
faktor yang mendukung atau yang menghambat keberhasilan program tersebut.

C. Peran Guru Dalam Administrasi Kurikulum


Dalam buku Administrasi Dan Supervisi di jelaskan tugas dan tanggung jawab guru
sebagai administrator adalah sebagai berikut:
Menyusun program mengajar sesuai dengan Garis-garis Besar Program Pengajaran
(GBPP) dalam kurikulum yang berlaku.
Menyusun model satuan pembelajaran beserta pembagian waktunya (kadang-kadang
disebut sebagai Persiapan Mengajar).
Merencanakan dan melaksanakan program evaluasi pendidikan (tes formatif, tes
sumatif, Ujian Akhir) termasuk membuat laporan hasil evaluasi (penilaian).
Memberikan bimbingan belajar kepada murid termasuk penyuluhan. Melancarkan
pembagian tugas mengajar dan penjadwalan.
Mempertimbangkan perbaikan kurikulum untuk disesuaikan dengan kondosi setempat.

Selain itu tugas guru amat kompleks, guru dituntut harus berpartisipasi dalam administrasi
sekolah. Guru harus ikut memperhatikan kepentingan-kepentingan sekolah, baik yang bersifat
kurikuler maupun masalah-masalah di luar kurikulum. Suatu pembaruan pendidikan tidak akan
mencapai hasil yang diharapkan tanpa keikutsertaan guru secara optimal. Perlu diperhatikan
bahwa fungsi guru sebagai administrator akan terdapat perbedaan jika guru itu sebagai guru
kelas (di Sekolah Dasar) dibandingkan dengan guru bidang studi di sekolah lanjutan.

Referensi:
Nasution, 2008, Kurikulum dan Pengajaran, Jakarta: Bumi Aksara.
Sabri, A., 2000, Administrasi Pendidikan, Padang: IAIN-IB Press.