You are on page 1of 6

a.

Ketersediaan Standar Operasional Prosedur (SOP)


SOP yang dipergunakan di RSU Puri Raharja terdiri dari empat
garis besar yaitu SOP untuk rawat jalan, SOP untuk kegawat daruratan,
SOP untuk rawat khusus dan terakhir SOP untuk rawat inap. Jumlah
keseluruhan SOP yaitu sebanyak 132 SOP.
Berdasarkan hasil pengumpulan data yang dilakukan ke bidang
terkait, didapatkan bahwa SOP yang dipergunakan di RSU Puri Raharja
adalah sebagai berikut:
1. SOP Rawat Jalan
- pertolongan pertama pada pasien kejang
- persiapan pengambilan darah untuk pemeriksaan
- pembalutan
- merawat luka
- menimbang berat badan pada pasien dewasa
- mengukur tinggi badan
- memberikan obat tetes hidung
- mengangkat jahitan
- komunikasi terapeutik

2. SOP Kegawat Daruratan


- Tindakan intubasi - Penatalaksanaan kegawat daruratan
- Tindakan DC shock pasien dengan penyakit menular
- Melakukan resusitasi jantung paru - Penatalaksanaan pasien dengan
- Resusitasi cairan ventrikel fibrilasi
- Penerimaan pasien dengan kesadaran - Penatalaksanaan pasien dengan cardiac
menurun arrest
- Penatalaksanaan tertusuk jarum - Penatalaksanaan trauma tumpul
- Penatalaksanaan pasien syok kardiogenik abdomen
- Penatalaksanaan pasien ngamuk - Penanganan ssyok hemoragik
- Penatalaksanaan pasien keracunan bahan non - Penatalaksanaan kedaruratan pasien
korosif luka bakar
- Penatalaksanaan pasien keracunan bahan - Penanganan penghentian perdarahan
korosif - Penanganan pasien dengan cedera
- Penatalaksanaan pasien invertio uteri kepala
- Penatalaksanaan pasien hamil dengan gawat - Penanganan open pneumothorak
janin - Penanganan infark miokard akut
- Penatalaksanaan pasien syok hipovolemik - Penanganan hematothorak masif
- Penatalaksanaan pasien Dengan syok - Penanganan flail chest
anafilatik - Penanganan pasien dengan kejang
- Penatalaksanaan pasien dengan solutio demam
placenta - Pemasangan needle thorakosintesis
- Penatalaksanaan pasien dengan sepsis - Pemasangan needle crico thyroidotomy
puerperalis - Pemasangan neck collar
- Penatalaksanaan pasien dengan pre eklamsia - Merawat luka
berat - Menyiapkan pasien dan alat untuk
- Penatalaksanaan pasien dengan partus kasep pemasangan gips pada tulang
- Penatalaksanaan pasien dengan kehamilan - Menyiapkaan psien dengan kegawatan
ektopik terganggu psikiatri
- Penatalaksanaan pasien dengan kegawatan - Membilas lambung
efek anastesi - Menyiapkan pasien untuk tindakan
- Penatalaksanaan pasien dengan eklamsia pembedahan akut
- Penatalaksanaan pasien dengan asphyxia - Menyiapkan pasien dna alat
- Penatalaksanaan pasien cedera kepala dan pemeriksaan radiodiagnostik
gangguan kesadaran - Membantu dokter memasang WSD
- Penatalaksanaan pasien apnoe - Memasang bidai
- Penatalaksanaan kegawatan pasien diabetes
militus

3. SOP Rawat Khusus


- Menyiapkan pasien untuk pemasangan - Menyiapkan alat DC shock
CVP - Melakukan resusitasi
- Memberikan posisi lithotomi - Memasang gurita
- Memberikan minum bayi dengan sendok - Memindahkan passien dari ICU ke ruang
- Memasang restrain rawat inap
- Memakai masker - Pemasangan intubasi
- Menghisap cairan lambung - Indikasi pasien masuk ICU
- Menggunakan isyarat - Indikasi pasien keluar ICU
- Mengganti popok pada bayi - Pengukuran CVP
- Merawat vament colostomy - Tindakan ekstubasi
- Merawat pasien tracheostomy - Tata cara pemeriksaan radiologi di ICU
- Merawat psien dengan Water Seal - Memandikan pasien dengan tisu basah
Drainage - Memandikan pasien yang menggunakan
- Merawat colostomy ventilator
- Mengukur central venous pressure - Melakukan oral hygiene pada pasien
- Pemberian oksigen dengan nasl khateter, pemasangan ventilator
nasal canul, mssker - Memberikan latihan naps dalam pask
- Perawatan catheter menetap penyapihan ventiltor
- Penggunaan ventilator - Tata cara rujukan ICU ke rumah sakit lain
- Melakukan penghisapan lendir dari - Teknik penghisapan sekresi pada pasien
mulut, hidung dan trakeostomy dengan ventilator
- Pemasangan dauwer catheter - Pemasangan T. Pice
- Postural drainage - Pengisian lembar observsi dan instruksi
- Mengambil urine cara midsteam harin (chart besar)
- Menghisap lendir pada bayi baru lahir - Serah terima pasien ( hand over)
- Persiapan pemasangan CVC
- Membersihkan tempat tidur tanpa pasien

4. SOP Rawat Inap


- Memberikan obat tetes telinga - Memakai sarung tangan steril
- Memberikan obat tetes mata - Melepas chateter menetap
- Memberikan obat melalui vagina - Melatih pasien untuk bernapas dalam
- Memberikan obat melalui sublingual - Melatih pasien batuk efektif
- Memberikan obat melalui oral - Melatih napas dalam pada pasien dengan
- Memberikan obat melalui kulit tracheostomy
- Memberikan makanan melalui sonde - Melakukan pendekatan pda pasien dengan
- Memberikan buli-buli panas perilaku grieving
- Memberi makan dan minum - Melakukan pendekatn pada pasien dengan
- Membantu pasien yang dapat pindah penyakit kronik akut dan terminal
sendiri dari tempat tidur ke kursi roda - Melakukan pendekatan pada pasien dengan
- Membantu psien pindah dari tempat kecemasan
tidur ke kursi roda dan sebaliknya - Melakukan irigasi luka
- Membantu pssien menggunakan - Melakukan injeksi subcutan
tongkt/kruk dan penyangga tubuh - Melakukan injeksi intravena
- Membantu passien makan dan minum - Melakukan injeksi intra muskular
- Membantu menyikat gigi - Melakukan injeksi intra cutan
- Membantu Pasien istirahat tidur - Melakukan fisioterapi daerah dada dan
- Memandikan pasien dengan posisi punggung
berbaring - Melakukan komunikasi tidak langsung atau
- Memakai sarung tangan steril tertulis
- Melepas chateter menetap - Membilas lambung

b. Dokumentasi keperawatan
Dokumentasi di Lantai II Utara RSU Puri Raharja telah dilakukan dengan
baik. Namun ada beberapa format yang masih belum diisi dengan lengkap.
Dokumentasi ini dapat dirincikan sebagai berikut:
1) Pengkajian
Dari beberapa sample rekam medis (9 rekam medis) yang diamati di
Lantai II Utara RSU Puri Raharja, ada point yang msih belum diisi
yaitu resiko penularan infeksi. Dari 9 sampel rekam medis hanya satu
rekam medis yang terisi pada point tersebut. selain point tersebut point
yang masih belum terisi adalah poin status nutrisi. Pada 9 sampel yang
diambil hampir semua tidka terisi status nutrisi pasien.
2) Diagnosa keperawatan
Perumusan diagnosa keperawatan di Lantai II Utara RSU Puri Raharja
sudah berdasarkan data subjektif dan objektif pasien. Namun pada form
pengkajian belum terdapat diagnosa keperawatan yang muncul pada
pasien.

3) Perencanaan
Perencanaan keperawatan di Lantai II Utara RSU Puri Raharja sudah
terdapat (nursing care plan). Pemilihan intervensi telah sesuai dengan
tindakan yang diperlukan oleh pasien sesuai dengan diagnose
keperawatan dengan penggunaan kalimat perintah dan apabila terdapat
kemungkinan dibutuhkannya intervensi di luar pilihan yang disediakan
sudah disediakan ruang dalam kolom Tindakan Keperawatan
sekaligus dipergunakan untuk menulis implementasi keperawatan yang
telah dilakukan.
4) Pelaksanaan
Berdasarkan beberapa sample rekam medis yang diamati yaitu 9
sampel, implementasi keperawatan dipaparkan dalam bentuk format
implementsi. Implementasi keperawatan yang disusun kurang sesuai
dengan rencana tindakan keperawatan yang dipilih sebelumnya. Pada
format implementasi dari 9 sampel yang diamati hanya terdiri dari
observasi tanda-tanda vital pasien dan injeksi pasien. Dalam
dokumentasi pelaksanaan (implementasi) telah dilengkapi nama dan
paraf perawat yang melakukan. Format pemberian obat telah diisi
sesuai dengan jam dan dosis yang diberikan.
5) Evaluasi
Berdasarkan beberapa sample rekam medis yang diamati, evaluasi
keperawatan telah dipaparkan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Evaluasi dilakukan dengan metode SOAP.

c. Uraian tugas
Dalam melaksanakan asuhan keperawatan di Lantai II Utara RSU
Puri Raharja dipergunakan sistem penugaasan tim yang dikombinasikan
dengan metode penugasasn primer, adanya perawat primer (PP) dan
perawat assosiased (PA). Uraian-uraian tugas dari masing-masing perawat
yaitu KARU, PP dan PA di Lantai II Utara RSU Puri Raharja adalah
sebagai berikut:
1. KEPALA RUANGAN
Tugas Pokok:
- Merencanakan, mengtur dan mengendalikan pelaksanakan pelayanan
dan asuhan keperawatan di ruangan
- Menyususn perencanaan staf sesuai dengan model penugasan
- Membut jadwal dinas dan mendiskusikan dengan PP
- Memfasilitasi dan mendukung kelancaran tugas PP dan PA
- Melakukan kunjungan pada semua pasien baru
- Memberikan edukasi langsung pda pasien bersama PP
- Melkukan upaya peningkatan mutu khususnya keselamatan pasien
- Memantau dan membina penerapan etika keperawatan pdaa setiap
individu perawat/bidan
- Sosialisasi, memantau dan evaluasi kebijakan RS
- Verifikasi pencatatan dan pelaporan askep dan kelengkapan dokumen
tiap pasien
- Penilaian kinerja tenaga perawat
2. PERAWAT PRIMER
Tugas Pokok:
- Melaksanakan tugas shift pagi, sore, malam
- Bertanggung jawab pada sekelompok pasienny dalam 24 jam (PA
hanya membantu tugas PP)
- Melakukan pengkajian membuat diagnosa dan perencanaan
- Melakukan intervensi keperawatan termasuk HE
- Melakukan pemanatuan 24 jam walau saat tidak bertugas pd psien
pasiennya dan memberikan konsultasi pada PA
- Melakukan operan jaga pada PA untuk pasien yang menjadi tanggung
jawabnya
- Melkukan koordinasi dan konsultasi dedngn dokter dan tim lainnya
berkaitan pelayanan pasien
- Memberikan tugas pada PA nya dan memberikan delegasi tugas pada
PA saat tidak bertugas
- Memeriksa verifikasi dokumen PA
- Mengevaluasi seluruh proses perawatan dan program profesi lain pada
pasiennya
3. PERAWAT ASSOCIATE
Tugas pokok:
- Melaksanakan tugas shift pagi, sore, malam
- Melaksanakan operan serah terima pasien dari/kepada PP atau PA
lainnya serta membuat laporan pergantian dinass sesuai tanggung
jawabnya dan setelah selesai diparaf dengan menggunakan SBAR
- Menerima pasien baru dan memberikan informasi berdasarkan format
orientasi pasien/ keluarga, jika PP tidak bertugas atau tidak ada di
tempat
- Membaantu PP melakukan pengkajian, membuat diagnosa dan
perencanaan
- Membantu PP dalam melaksanakan intervensi dan evaluasi perawatan
pasiennya
- Melakukan dokumentasi tindakan dan hasil evaluasi keperawatan
untuk pasien yang di rawat
- Memberikan laporan dan melakukan konsultasi kepada PP untuk
perkembangan maupun permasalahan pasiennya dalam 24 jam
(meskipun PP sedang tidak bertugas)
- Membantu tim lain yang membutuhkan dengan berkoordinasi dengan
PP serta Karu