Вы находитесь на странице: 1из 12

PRE PLANNING PENDIDIKAN KESEHATAN

DIARE
DI WILAYAH RW XII KELURAHAN KEMBANGARUM
KECAMATAN SEMARANG BARAT

A. Latar Belakang
Penyakit Diare merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia
yang disebabkan oleh beberapa faktor penyebab timbulnya penyakit diantaranya
adalah makanan/minuman yang terkontaminasi oleh kuman yang tercemar oleh
tinja, kurang gizi, tidak memberikan ASI kepada bayi dan faktor lingkungan lain.
Penyakit Diare banyak menyerang pada balita (55%).
Di wilayah RW XII Desa Kembangarum Semarang Barat penyakit Diare di
sebabkan oleh karena faktor lingkungan yaitu banyaknya sampah yang
bertumpuk di pekarangan rumah yang kosong yang digunakan untuk
pembuangan sampah umum. Hal ini menyebkan banyak lalat yang hinggap di
makanan sekitar rumah yang dekat dengan pembuangan sampah tersebut.
Walaupun jumlah penderita yang terserang Diare tidak banyak namun hal ini
tetap membahayakan pada warga RW XII Desa Kembangarum.
Untuk menurunkan angka kesakitan dan angka kematian akibat kematian
Diare diperlukan kerjasama lintas program dan lintas sektoral terkait serta
partisipasi aktif masyarakat secara luas. Oleh karena itu mahasiswa akan
memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat khususnya RW XII
mengenai penyakit Diare dan cara penanganannya.

B. Tujuan Intruksional Umum (TIU)


Setelah dilakukan penyuluhan Warga RW.XII dapat memahami tentang
Diare dan cara perawatannya.
C. Tujuan Intruksional Khusus (TIK)
Setelah dilakukan penyuluhan, Warga RW.XII dapat memahami dan
menjelaskan tentang :
1. Pengertian Diare
2. Tanda-tanda Diare
3. Penyebab Diare
4. Pencegahan Diare
5. Pemberian Makanan Pada Penderita Diare
6. Pembuatan oralit

D. Strategi Pelaksanaan
Metode : Ceramah, tanya Jawab, Demonstrasi
Media : Leaflet, Lembar Balik
Setting Tempat :

Keterangan
: Perawat
: Warga RW XII
: Moderator

E. Susunan Acara
No Tahap Kegiatan Penyaji Kegiatan Audience Waktu
1. Pembukaan Melakukan kontrak Menjawab salam 5 menit
petemuan Mendengarkan dengan
Penyampaiakan salam aktif
Menjelaskan tujuan Mendengarkan dan
Melakukan apersepsi memberikan respon
2 Pelaksanaan Penjelasan materi/ceramah Mendengarkan dan 15 menit
mengenai : memperhatikan
Pengertian Diare
Tanda-tanda Diare
Penyebab Diare
Pencegahan Diare
Pemberian Makanan Pada
Penderita Diare
Pembuatan oralit
Menanyakan hal-hal yang
Memberi kesempatan warga
belum jelas
untuk bertanya
3 Penutup Tanya jawab/ Evaluasi Menjawab pertanyaan 10 menit
lisan
Menyimpulkan hasil Aktif bersama dalam
ceramah menyimpulkan
Memberikan salam Menjawab salam

F. Kriteria Evaluasi :
1. Evaluasi Struktur
a. Kesiapan Warga RW XII
b. Kesiapan tempat
c. Kesiapan waktu
d. Kesiapan petugas (perawat)
e. Kesiapan media
2. Evaluasi Proses
a. Warga hadir tepat waktu
b. Warga mengikuti acara sampai selesai
c. Perawat dapat menyampaikan materi dengan baik
3. Evaluasi Hasil
Warga RW.XII diharapkan dapat menjawab lebih dari 75% materi yang telah
disampaikan dan dapat membuat larutan oralit.
Pertanyaan untuk evaluasi
a. Apakah pengertian penyakit Diare ?
b. Apakah Tanda-tanda Diare ?
c. Apakah penyebab Diare ?
d. Bagaimana pencegahan Diare ?
e. Bagaiamana pemberian makanan pada penderita Diare ?
f. Salah satu warga di suruh mempraktekkan cara pembuatan oralit.

G. Daftar Pustaka
Hadi Suyono, 1995, Gastroenterologi, ed 6, PT. Alumni, Bandung

FKUI, 1996, Ilmu Penyakit Dalam, , Jilid I, ed 3, Balai Penerbit FKUI, Jakarta,
Editor, Nur, Syaifullah (atal)

Price Syivia A. Wilson Lorreaina M, 1995, Patofisiologi, EGC, Jakarta

Depkes RI Direktorat Jendral PPM dan PL, 2003, Pedoman Pemberantasan


Penyakit Diare, Edisi 3, Depkes RI, Jakarta

FKUI, 2000, Ilmu Penyakit Anak Jilid II, Balai Penerbit FKUI, Jakarta
Lampiran Materi

DIARE

A. PENGERTIAN
Pada orang sehat, dalam keadaan normal kolon dikosongkan secara
teratur dalam 24 jam, yaitu 1-2 kali sehari buang air besar, tinja yang dikeluarkan
berbentuk lunak. Karena suatu penyakit seseorang dapat buang air besar melebihi
dari normal atau diare (buang air besar lebih dari 4 kali pada bayi dan pada anak
lebih dari 3 kali dalam sehari).
Diare adalah buang air besar yang melebihi normal karena passage
bolus makanan terlalu cepat sebagai akibat hiperperistaltik, sehingga resorpsi air
dalam usus besar terganggu menyebabkan frekuensi buang air besar melebihi
normal, tinja yang dikeluarkan biasanya berbentuk cair dengan atau tanpa disertai
dan darah. (Hadi Sujono)
Diare adalah buang air besar encer atau cair lebih dari 3 kali sehari
(WHO, 1980).

B. ETIOLOGI/FAKTOR PREDISPOSISI
Penyebab diare dibagi atas dasar etiologi, pathologi anatomi saluran
cerna, karena infeksi dan kelainan di luar saluran cerna, kemungkinan faktor
yang mempengaruhi antara lain seperti kelainan endrokin, faktor defisiensi,
faktor neurologis dapat mempengaruhi kondisi penderita (Hadi Sujono, 1999:43)
Menurut Ryle and Bocks (1924) cit, Hadi Sujono (1999) membagi
diare berdasarkan variasi faktor penyebab sebagai berikut :
1. Diare karena kelainan pada saluran makanan
2. Diare karena penyakit infeksi
3. Diare karena kelainan diluar saluran makanan.
Diare karena kelainan pada saluran makanan dapat dibagi sebagai berikut :
a. Kelainan dilambung atau gastrogeneous, dapat disebabkan oleh
1) Akilia gastrika
2) Tumor
3) Pasca gastrektomi
4) Vagotomi
b. Kelainan diusus halus atau enterogenous, enteristik regilonalis dan
enterokolitis. Gangguan absorbsi, misalnya sindrome melabsorbsi baik
primer maupun sekunder dapat disebabkan :
1) Fistila intestinal
2) Obstruksi intestinal parsial
3) Tumor
c. Kelainan diusus besar, dapat dosebabkan :
1) Colitis Ulserosa
2) Tumor
3) Divertikulosis
4) Poliposis
5) Obstruksi Kolon Parsial
6) Endometriosis
Diare karena penyakit infeksi dapat dibagi sebagai berikut :
a. Infkesi Parasit
1) Amuba
2) Balanfidum Koll
3) Helmentiasis: Askaris, Ankolis, Sistoma, dan lain-lain
b. Infeksi bakteri
1) Shigella
2) Salmonella
3) Escherta Coll
4) Klostridium
5) Tuberkulosis
6) Besiler Disentri
7) Para Cholera Eltor
8) Stafilokokus Entererokolitis
c. Infeksi virus
Entero virus
d. Infeksi jamur
Monilia
e. Keracunan makanan : toxin yang dikeluarkan oleh makanan itu sendiri.
Diare karena diluar saluran makanan dibagi sebagai berikut:
a. Penyakit di pankreas, misalnya pankreas kronis, karsinoma pankreas,
tumor diesel islet
b. Kelainan endokrin, misalnya hipertiroidisme, diabetus mellitus penyakit
Addison.
c. Kelainan hepatobillier
d. Uremia
e. Penyakit kologen
f. TBC Paru
g. Penyakit Neurologis (ganglioneroblastoma)
h. Akibat leracunan makanan
i. Akibat pemberian antibiotika
Menurut Soeparman (1990). Penyebab diare dibagi serbagai berikut :
a. Disebabkan oleh faktor diit
1) Makanan berlebihan (terlalu asem, terlalu pedas, yang merangsang
sistem pencernaan)
2) Mengenal makanan baru (penyesuaian sistem pencernaan dengan
makanan baru yang sebelumnya belum pernah mengkonsumsi)
3) Buah-buahan yang belum dibersihkan
4) Memberikan terlalu banyak susu formula
5) Diare osmotic efek dari pemberian susu formula yang bayak
mengandung gula dan lemak
b. Disebabkan oleh faktor kimia
1) Metal berat (arsene, timah hitam, mercuri)
2) Fosfate organik
3) Ferrous sulfat
Faktor enteropatologi
1) Bakteri : Escheira Coli, chigella, Salmonella, Vibrio
Cholera, Stapilokokkus Ausreus
2) Virus : Ademo Virus, Rofa Virus
3) Parasit : Amubiasis, Ascariasis, Giardiasias, Cacridiasis
Faktor Infeksi parenteral
1) Infeksi saluran pernafasan atas
2) Infeksi saluran kemkih
3) Otitis midia
Faktor inflamateribowel desease
Faktor neurologis
1) Episode cemas yang meningkat
2) Periode tekanan emosi
3) Vcemas berlebihan
4) Psikogenetik irritable, colob ini hiperaktif children

C. PATHOLOGI
1. Proses terjadinya diare dilihat dari beberapa faktor penyebab antara lain :
a. Faktor kelaianan pada saluran makanan
Kelaianan pada lambung, usus halus dan usus besar yang disebabkan oleh
penyakit antara lain akilia gastrika, tumor, pasca gastrektomi, vaggotomi,
vistula interstinal, obastruksi intestinal pascial, divertikulosis, colitis
ulserosa, poliposis dan endometrisis dapat mengakibatkan perubahan
pergerakan pada dinding usus. Jika pergerakan dinding usus menurun,
dengan sendirinya peristaltic usus juga menurun (Norma 5-30x/mnt). Hal
ini menyebabkan perkembangan bakteri bertambah dalam rongga usus
atau jika pergerakan dinding usus meningkat, sehingga terjadi percepatan
kontak makanan dengan permukaan usus, makanan lebih cepat masuk
kedalam lumam usus dan kolan, kolan bereaksi cepat untuk
mengeluarkan isinya sehingga terjadi hipersekresi yang menambah
keenceran tinja.
b. Faktor kelainan di luar saluran pencernaan
Kelainan diluar saluran pencernaan yang dapat mengakibatkan diare
dibagi atas :
1) Faktor Penyakit
Faktor penyakit seperti pankrentitis, uromia dan penyakit kologen,
kelaianan endokrin (hipertiroidisme, diabetus mellitus dan penyakit
Edison). Berdasarkan dari sifat dan karateristik penyakit ini dalam
keadaan berkreasi penyakit ini dalam keadaan berkreasi, saluran
pencernaan berespon terhadap reaksi penyakit tersebut yang
menyebabkan gangguan pergerakan usus bisa menurun atau
meningkat (Normal 5-30x/mnt) sehingga terjadi hipersekresi oleh
usus yang mengakibatkan diare.
2) Faktor Psikologi/neurologis
Adanya rasa cemas dan takut akan mempengaruhi hipotalamus yang
dapat mengakibatkan penyerapan makanan, air dan elektrolit
terganggu. Hal ini dapat mengakibatkan hiperperistatik pada kolon,
sehingga terjadi penambahan jumlah cairan dalam kolan dan
mengakibatkan diare.
c. Faktor Infeksi
Parasit, bakteri, virus dam jamur yang masuk kedalam lambung akan
dinetralisir oleh asam lambung (HCL), micro organisme tersebut bisa
mati atau tetap hidup. Jika masih hidup mikro organisme tersebut akan
masuk kedalam usus halus dan berkembang biak. Di dalam usus akan
mengeluarkan toksin yang sifatnya merusak vili-vili dan dapat
meningkatkan peristaltik usus. Sehingga penyerapan makanan, air dan
elektrolit terganggu, terjadinya hipersekresi yang mengakibatkan diare
d. Faktor makanan
Makanan yang terkontaminasi, mengandung kimia beracun, besi, masuk
melalui mulut kedalam lambung. Di dalam lambung makanan akan
dinetralisir oleh asam lambung. Apabila lolos, makanan yang
mengandung zat kimia beracun akan sulit diserap oleh usus halus dan
bersifat merusak, reaksi usus akan mengeluarkan cairan sehingga terjadi
peningkatan jumlah cairan dalam usus yang mengakibatkan diare.

2. Akibat Diare
Dengan adanya pengeluaran cairan dan elktrolit dalam jumlah yang banyak
akan mengakibatkan sebagai berikut :
a. Tubuh mengalami kehilangan cairan dan eletrolit (Ha, K, Ca, P)
Pengeluaran cairan adalah sebagai kompensasi tubuh terhadap adanya
faktor-faktor yang mengganggu pada saluran pencernaan. Tubuh menjadi
dehidrasi yang dapat mempengaruhi sirkubasi darah. Apabila sirkulasi
darah menurun bisa menimbulkan syok hipovolemik, jika berlanjut tidak
segera ditangani dapat mengakibatkan.
b. Penyerapan nutrisi dan air terganggu. Didalam usus halus tranposrt aktif
Na+ penting untuk penyerapan glukosa, beberapa asam amino dan zat-zat
lainnya. Oleh karena Na+ banyak yang keluar penyerapan jadi terganggu,
tubuh akan mengalami hipoglikemia dan hipoproteinemia sehingga
menimbulkan malnutrisi energi dan protein.
c. Bakteri di dalam usus halus akan mengeluarkan toksin yang berakibat
kerusakan dari vili-vili usus halus, hal ini menyebabkan hiperperistaltik
yang menimbulkan rasa nyeri.
d. Karena seringmnya BAB tubuh akan banyak mengalami kehilangan
cairan atau dehidrasi, dehidrasi dapat menyebabkan keanikan suhu
tubuh/hipertermi.
e. Karena seringnya defekasi, yang ikut serta mengeluarkan asam laktat
akan mempengaruhi kulit sekitar daerah anal mengalami inkresi, yang
menimbulkan masalah perubahan integritas kulit.
D. PENATALAKSANAAN
a. Mencegah terjadinya dehidrasi
Mencegah terjadinya dehindrasi dapat dilakukan mulai dari rumah dengan
memberikan minum lebih banyak dengan cairan rumah tangga yang
dianjurkan seperti air tajin, kuah, air sup.
Macam cairan yang dapat digunakan akan tergantung pada
Kebiasaan setempat dalam mengobati diare
Tersedianya cairan sari makanan yang cocok
Tersedianya oralit
Bila tidak mungkin membarikan cairan rumah tangga yang dianjurkan,
berikan air matang
b. Mengobati dehidrasi
Bila terjadi dehindrasi (terutama pada anak). Penderita harus segera dibawa
ke petugas kesehatan atau sarana kesehatan untuk mendapatkan pengobatan
yang cepat dan tepat, yaitu dengan oralit. Bila terjadi dehidrasi berat,
penderita harus segera diberikan cairan intravena dengan ringer laktat
sebelum dilanjutkan terapi oral.
c. Memberi makanan
Berikan makanan selama serangan diare bertujuan untuk memberikan gizi
pada penderita terutama pada anak agar tetap kuat dan tumbuh serta
mencegah berkurangnya berat badan. Berikan cairan termasuk oralit dan
mekanan sesuai yang dianjurkan.
Anak yang masih minum ASI harus lebih sering diberi ASI
Anak yang minum susu formula diberikan lebih sering dari biasanya
Anak usia 6 bulan atau lebih termasuk bayi yang telah mendapat makanan
padat harus diberikan makanan yang mudah dicerna sedikit-sedikit tetapi
sering.
Setelah diare berhenti, pemberian makanan ekstra diteruskan selama 2
minggu untuk membantu pemulihan berat badan anak.
d. Mengobati masalah lain
Apabila ditemukan penderita diare disettai dengan penyakit lain, maka
diberikan pengibatan sesuai indikasi, dengan tetap mengutamakan rehidrasi
tidak ada obat yang aman dan efektif untuk menghentikan diare.

E. UPAYA KEGIATAN PENCEGAHAN DIARE


Hasil penelitian teralkhir menunjukkan, bahwa cara pencegahan yang benar dan
efektif yang dapat dilakukan adalah:
Memberikan ASI
Memperbaiki makanan pendamping ASI
Menggunakan air bersih yang cukup
Mencuci tangan
Menggunakan jamban
Membuang tinja bayi yang benar
Memberikan imunisasi lengkap

F. CARA PEMBUATAN LARUTAN GARAM GULA (LGG)


Untuk membuat larutan garam gula, alat-alat dan bahan yang diperlukan untuk
takaran 1 (satu) gelas air atau sebanyak 200 cc, adalah :
a. Gula pasir sebanyak 1 (satu) sendok teh
b. Garam dapur yang halus sebanyak 1/4 sendok teh
c. Air masak atau teh yang hangat (tidak selagi mendidih sebanyak 1 gelas)
Pada dasarnya cara pembuatan larutan garam gula adalah sama dengan cara
membuat larutan oralit. Sebelum membuat larutan gula garam sebaiknya cuci
tangan dahulu.