You are on page 1of 7

ELEKTROLISIS

I Made Karya Artana


Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA, UNDIKSHA
Jalan Udayana Singaraja-Bali
E-mail: karyaartana13.ka@gmail.com
ABSTRAK
Penelitian ini merupakan penelitian praktikum yang bertujuan untuk mengetahui
perubahan yang terjadi di anoda dan katoda pada proses elektrolisis air serta mengetahui
perbedaan proses elektrolisis air dengan proses elektrolisis CuSO 4. Pada percobaan
elektrolisis air pada anoda akan terbentuk gas O 2 dan gas H2 pada katoda dengan volume
gas H2 lebih banyak dibandingkan gas O2 dilihat dari persamaan reaksi redoks dan proses
terbentuknya gas pada saat elektrolsis. Perbedaan elektrolisis air dengan elektrolisis
larutan CuSO4 adalah pada katoda elektrolisis air akan terbentuk gelembung gas H 2
sedangkan pada elektrolisis larutan CuSO 4 akan terbentuk endapan Cu yang berwarna
coklat.

Kata-kata kunci: anoda, elektrolisis, katoda, reaksi redoks, terbentuknya gas.

ABSTRACT
This study is a research lab that aims to determine the changes that occur
anode and cathode in the electrolysis process water as well as knowing the difference the
process of electrolysis of water by electrolysis CuSO 4. In the experimental electrolysis of
water at the anode will form the O 2 gas and H2 gas at the cathode with the gas volume
more than gas H2 and O2 seen from the equation of redox reactions and the formation
process gas at the time elektrolsis. Differences electrolysis of water by electrolysis of
CuSO4 solution is the cathode electrolysis of water will form H 2 gas bubbles while in the
electrolysis solution CuSO4 Cu precipitates brown.

Key Words: anodes, cathode, electrolysis, gas formation, redox reaction.

PENDAHULUAN spesi yang terdapat dalam sel


Elektrolisis adalah peristiwa elektrolisis.
penguraian atas suatu larutan Elektroda yang menerima
elektrolit yang telah dilaliri oleh arus elektron dari sumber arus listrik luar
listrik searah.Sedangkan sel di mana disebut Katoda, sedangkan elektroda
terjadinya reaksi tersebut disebut sel yang mengalirkan elektron kembali
elektrolisis.Sel elektrolisis terdiri dari ke sumber arus listrik luar disebut
larutan yang dapat menghantarkan Anoda.Katoda adalah tempat
listrik yang disebut elektrolit, dan terjadinya reaksi reduksi dan anoda
sepasang elektroda yang dicelupkan adalah tempat terjadinya reaksi
dalam elektrolit (larutan atau oksidasi.Katoda merupakan elektroda
leburan). Pada sel elektrolisis, reaksi negatif karena menangkap elektron
kimia akan terjadi jika arus listrik sedangkan anoda merupakan
dialirkan melalui larutan elektrolit, elektroda positif karena melepas
yaitu energi listrik (arus listrik) elektron. Elektrolisis mempunyai
diubah menjadi energi kimia (reaksi banyak kegunaan di antaranya yaitu
redoks). Reaksi-reaksi elektrolisis dapat memperoleh unsur-unsur
bergantung pada potensial elektroda, logam, halogen, gas hidrogen dan gas
konsentrasi, dan over potensial dari oksigen, kemudian dapat menghitung
konsentrasi ion logam dalam suatu a. Elektrode inert yaitu elektrode
larutan, digunakan dalam pemurnian yang tidak dapat bereaksi (Pt, C,
suatu logam, serta salah satu proses Au).
elektrolisis yang popular adalah b. Elektrode tak inert yaitu elektrode
penyepuhan, yaitu melapisi yang dapat bereaksi (Cu dan Ag).
permukaan suatu logam dengan Peristiwa elektrolisis banyak
logam lain. dimanfaatkan untuk melapisi logam
atau pemurnian logam. Bila suatu
Sel elektrolisis memiliki 3 ciri elektrolit (larutan atau leburan)
utama, yaitu : dielektrolisis, maka elektrolit
1. Larutan elektrolit yang tersebut akan terurai menjadi kation
mengandung ion bebas. Ion ion yang akan menuju katoda/elektrode
ini dapat memberikan atau positif (+) dan anion yang akan
menerima elektron sehingga menuju anoda/elektrode negatif (-)
elektron dapat mengalir melalui (Harry, 2014).
larutan.
2. Terdapat 2 elektroda dalam sel
elektrolisis. METODE
3. Terdapat sumber arus listrik dari Penelitian ini merupakan
luar, seperti baterai yang penelitian praktikum yang bertujuan
mengalirkan arus listrik searah untuk mengetahui perubahan yang
(DC ). terjadi di anoda dan katoda pada
proses elektrolisis air serta
Faktor yang Mempengaruhi mengetahui perbedaan proses
Proses Elektrolisis elektrolisis air dengan proses
a. Jenis elektroda yang elektrolisis CuSO4. Praktikum ini
digunakan dilaksanakan pada tanggal 29
b. Kedudukan ion September 2016, bertempat di
dalam elektrokimia Laboratorium Kimia Dasar Jurusan
c. Kepekatan ion Pendidikan Kimia, Universitas
Elektroda yang menerima Pendidikan Ganesha.
elektron dari sumber arus listrik luar
disebut Katoda, sedangkan elektroda Alat yang digunakan dalam
yang mengalirkan elektron kembali praktikum ini yaitu; tabung u,
ke sumber arus listrik luar disebut elektroda karbon, statif dan klem,
Anoda.Katoda adalah tempat kabel, baterai atau power supply,
terjadinya reaksi reduksi sedangkan pipet tetes, gelas kimia 250 ml,
anoda adalah tempat terjadinya reaksi tabung reaksi. Sedangkan bahan yang
oksidasi.Katoda merupakan elektroda digunakan yaitu; aquades, larutan,
negatif karena menangkap elektron cuso4, tissue, indicator pp.
sedangkan anoda merupakan
elektroda positif karena melepas Kabel disambungkan dengan batang
elektron.Sel elektrolisis juga karbon sebagai elektroda karbon
memerlukan elektrode-elektrode. Ada (anoda dan katoda) disaring.
2 elektrode yang digunakan dalam Dimasukkan aquades ke dalam
elektrolisis, yaitu: tabung U ( 2 cm dari mulut tabung).
Tabung U dijepit dengan
menggunakan statif dan klem.
Dihubungkan elektroda dengan
sumber arus selama 5 menit. pada suatu hantaran yang
Diamati perubahan yang terjadi pada tegangannya berpotensial tetap dan
katoda dan anoda. Diambil larutan tidak berubah-ubah. Tahap
pada katoda dan anoda dengan selanjutnya aquades yang berwarna
menggunakan pipet tetes sebanyak 2 bening tidak berwarna dimasukkan
mL dan dimasukkan ke dalam 2 kedalam tabung U sampai kurang
tabung reaksi (tabung 1dan tabung 2). lebih 2 cm dari mulut tabung. Tujuan
Ditambahkan 6 tetes indicator PP ke aquades dimasukkan kurang kebih 2
dalam 2 tabung tersebut (pada cm dari mulut tabung agar aquades
langkah 6), diamati perubahan yang tidak tumpah dari tabung dan lebih
terjadi. Diulangi prosedur diatas mudah mengamati percobaan. Tabung
dengan mengganti aquades dengan U yang telah berisi air dijepit
larutan CuSO4 hingga prosedur 5. menggunakan statif dan klem dan
Diambil larutan pada katoda sebanyak elektroda karbon (anoda dan katoda)
2 mL ke dalam 2 tabung reaksi dimasukkan dalam aquades yang
(tanung 1 dan tabung 2). telah berisi aquades dengan sumber
Ditambahkan 6 tetes indicator PP arus kurang lebih selama 5 menit.
pada tabung reaksi 1 dan 2. Diamati Sumber arus dari volt meter
perubahan yang terjadi. Diambil divariasikan agar bisa dibandingkan
larutan pada anoda sebanyak 2 mL ke pengaruh beda potensial terhadap
dalam tabung reaksi (tabung 3 dan 4) proses terjadinya elektrolisis pada air.
Dari percobaan elektrolisis air dengan
HASIL DAN PEMBAHASAN divariasikan beda potensialnya maka
Pada percobaan elektrolisis air ini didapatkan hasil yang dapat dilihat
bertujuan untuk mengetahui pada tabel 1.
perubahan yang terjadi pada anoda Tabel 1. Pengaruh Beda Potensial
dan katoda dalam proses elektrolisis Terhadap Proses Elektrolisis Air
air dan mengetahui perbedaan
elektrolisis air dengan elektrolisis Sum- Elektroda karbon
N
larutan CuSO4. Percobaan elektrolisis ber
o
ini digunakan sampel aquades dan arus Anoda Katoda
larutan CuSO4.
1. 3 Tidak Timbul
Percobaan elekrolis air diawali Volt timbul sedikit
dengan menyambungkan kabel gelembung gelembung
dengan batang karbon sebagai gas gas
elektroda karbon (anoda dan katoda).
Batang karbon yang digunakan adalah 2. 4,5 Mulai Gelembung
batang karbon yang terdapat pada Volt timbul gas mulai
baterai bekas yang didalamnya gelembung bertambah
terdapat batang karbon yang berwarna gas
hitam. Batang karbon berfungsi 3. 6 Timbul Gelembung
sebagai pengantar arus listrik dari Volt sedikit gas
voltmeter ke aquades sehingga proses gelembung bertambah
elektrolisis dapat terjadi. Pada proses gas banyak
elektrolisis digunakan arus DC
(Direct-Current) berarti arus searah,
maksudnya arus listrik yang mengalir
4. 7,5 Gelembung Gelembung anoda. Sehingga volume gelembung
Volt menutupi menutupi gas H2 lebih banyak dari O2.
sebagaian seluruh Kemudian air pada katoda dan anoda
elektroda elektroda diambil sebanyak 2 mL dan
dimasukkan kedalam tabung reaksi 1
5. 9 Gelembung Gelembung dan 2. Pada kedua tabung tersebut
Volt menutupi yang diteteskan 6 PP 1%, hal ini dilakukan
seluruh menutupi untuk menguji apakah ada sisa asam
elektroda seluruh atau basa pada katoda atau anoda.
elektroda Sebelum diujikan indikator PP 1%
semakin tersebut diuji terlebih daluhu dengan
banyak meneteskan pada larutan asam (HCl)
dan larutan basa (NaOH). Pada
larutan asam indikator PP akan tetap
Berdasarkan hasil percobaan
tidak berwarna dan pada larutan basa
dengan memvariasikan sumber arus,
akan berwarna merah muda. Setelah
pada katoda lebih dahulu me-
diuji kebenarannya, lalu diteteskan
nimbulkan gelembung dibandingkan
pada larutan pada tabung reaksi 1 dan
anoda. Berdasarkan teori pada katoda
2. Didapatkan hasil kedua larutan
akan terjadi proses reduksi yaitu
tersebut bersifat netral karena
proses penerimaan elektron yang
indikator PP tidak berwarna. Karena
ditandai dengan penurunan bilangan
skala indikator PP 8,3-10 jadi skala 7
oksidasi, sedangkan pada anoda akan
(netral) akan berada pada suasana
terjadi proses oksidasi yaitu transfer
asamnya sehingga indikator PP tidak
elektron yang mengakibatkan ke-
berwarna, ditambah lagi dari
naikan bilangan oksidasi. Proses ini
persamaan redoks diatas tidak adanya
dibuktikan dengan adanya gelembung
sisa asam atau basa.
pada anoda dan katoda, gelembung
Kemudian air diganti dengan
yang dihasilkan dari percobaan
larutan CuSO4 0,05 M, proses
membuktikan adanya serah terima
percobaan sama halnya dengan
elektron atau proses reduksi oksidasi
elektrolisis air dan perlakuan yang
(redoks) yang menghasilkan gas O2
sama dengan elektrolisis air hingga
dan CO2. Untuk lebih jelasnya dapat
didapatkan data pada Tabel 2.
diperhatikan reaksi dibawah ini :
Tabel 2. Pengaruh Beda
Anoda (+) :
Potensial terhadap Elektrolisis
2H2O O2 + 4H+ + 4e- (x1) Larutan CuSO4
Katoda (-) : N Sum- Elektroda karbon
o ber
2H2O + 2e- H2 + 2 OH- (x2)
arus Anoda Katoda
Redoks :
1. 3 Sedikit Belum
6H2O(l) O2(g) + 2H2(g) + 4H2O(l)
Volt gelembung terlihat
Dari persamaan setengah
reaksi dan redoks diatas berarti 2. 4,5 Mulai Tidak
memang benar pada katoda akan Volt banyak timbul
dihasilkan gelembung gas lebih gelembung gelembung,
banyak, karena akan dihasilkan gas namun
lebih banyak dibandingkan pada endapan Cu
(coklat) tabung diteteskan indikator PP 1%
sebanyak 6 tetes. Hasil yang
didapatkan pada kedua tabung adalah
indikator PP 1% tetap tidak berwarna,
3. 6 Ada Endapan Cu sehingga larutan bersifat asam atau
Volt gelembung semakin netral. pada persamaan redoks diatas
besar dan banyak akan tersisa 4 ion H+ pada setiap
semakin proses elektrolisisnya. Sehingga
banyak larutan akan bersifat asam.
4. 7,5 Gelembung Endapan Cu
Volt banyak dan semakin
menutupi banyak
batang SIMPULAN
karbon Pada percobaan elektrolisis air
5. 9 Gelembung Endapan Cu pada anoda akan terbentuk gas O 2 dan
Volt besar dan semakin gas H2 pada katoda dengan volume
kecil banyak gas H2 lebih banyak dibandingkan gas
semakin O2 dilihat dari persamaan reaksi
banyak redoks dan proses terbentuknya gas
pada saat elektrolsis. Perbedaan
elektrolisis air dengan elektrolisis
Berbeda dengan elektrolisis air larutan CuSO4 adalah pada katoda
yang hanya mengahasilkan elektrolisis air akan terbentuk
gelembung gas H2 dan O2, elektrolisis gelembung gas H2 sedangkan pada
larutan CuSO4 menghasilkan endapan elektrolisis larutan CuSO4 akan
Cu yang berwarna coklat pada katoda. terbentuk endapan Cu yang berwarna
Proses elektrolisis ini diperjelas lagi coklat.
dengan persamaan redoks dibawah
UCAPAN TERIMAKASIH
ini:
Dalam penulisan artikel ini, penulis
Anoda (+) : berterima kasih kepada Dr. I Nyoman
2H2O O2(g) + 4H+ + 4e- (x1) Tika, M.Si selaku dosen pengampu
mata kuliah praktikum kimia dasar,
Katoda (-) : laboran I Dewa Subamia serta rekan-
Cu2+ + 2e- Cu(s) (x2) rekan kelas A yang turut serta
membantu dalam proses praktikum
Redoks : maupun penulisan artikel ini.
2H2O(l)+2Cu+(aq) O2(g)+4H+(l + 2Cu(s)
Pada persamaan diatas pada anoda
akan dihasilkan gas O2 dan katoda
akan dihasilkan endapan Cu, jadi
memang benar hasil yang didapatkan
dengan teori. Sama seperti elektrolisis
air, larutan pada dan anoda diambil
sebanyak 2 mL dan ditaruh pada
tabung reaksi 3 dan 4. Pada tiap

REFERENCES
Chang, R. (2004). Kimia Dasar Modern Application. Collier
Konseo-Konsep Inti Edisi Macmillam, Inc.
Ketiga. Jakarta: Erlangga.
Sutresna, N. (2013). Kimia untuk
H. Petrucci, R. (1985). GENERAL sekolah menengah atas.
CHEMISTRY, Principles and Bandung: Grafindo Media
Pratama.