You are on page 1of 15

e-jurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran

KOMUNIKASI POLITIK WALIKOTA BANDUNG


POLITICAL COMMUNICATION OF BANDUNG
MAYOR

Achmad Abdul Basith, Dadang Rahmat Hidayat, Dian Wardiana

Magister Ilmu Koomunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

basithpatria@gmail.com1

dangerha2003@yahoo.co.uk2

dianwardiana@yahoo.co.id3

ABSTRAK
Achmad Abdul Basith, 210120130030, Bidang Studi Magister Ilmu Komunikasi,
Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. Tesis ini merupakan hasil
penelitian berjudul Komunikasi Politik Wali Kota Bandung (Studi Kasus
Tentang Strategi Komunikasi Politik Walikota Bandung dalam Penertiban
Pedagang Kaki Lima di Kawasan Jalan Kepatihan Bandung) dibawah bimbingan
Dr. Dadang Rahmat Hidayat,S.Sos.,S.H.,M.Si. dan Drs. Dian Wardiana, M.Si.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi dan efektifitas
komunikasi politik Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dalam menertibkan PKL di
Jalan Kepatihan Bandung, yang selama ini selalu gagal ditertibkan.Metode yang
digunakan dari penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan pendekatan studi
kasus. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara
mendalam, observasi, studi dukumentasi, dan studi pustaka. Dalam penelitian ini
peneliti mewawancarai Walikota Bandung Ridwan Kamil, Sekretaris Daerah Kota
Bandung Yossi Irianto, Ketua Komisi A DPRD Kota Bandung Haru Suandharu,
Koordinator PKL Kepatihan Muhammad Taufik, dan beberapa perwakilan
masyarakat Kota Bandung.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahawa strategi yang diterapkan
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dengan empat tahapan ngobrol, mencari
solusi, penertiban, dan beautifikasi dalam menertibkan PKL Jalan Kepatihan
Bandung, efektif. Ridwan Kamil juga mampu menyelesaikan permasalahan

1
penulis
2
Pembimbing utama
3
Pembimbing pendamping
Achmad Abdul Basith
Magister Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Komunikasi 2015
http://pustaka.unpad.ac.id
e-jurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran

rendahnya kesadaran PKL dengan sosialisasi intensif, kurangnya jumlah Sat Pol
PP dengan pengajuan PNS baru ke Kementrian dalam Negeri dan pemberdayaan
Satpol PP di tingkat kecamatan, rendahnya integritas Sat Pol PP dengan
pemberian sanksi tegas, menyiapkan solusi sebelum penertiban, menyelesaikan
timpangnya jumlah pendapatan dengan bantuan promosi dan pemberian kredit
kepada PKL, menertibkan keberadaan preman dan backing dengan melibatkan
TNI dan Polri saat penertiban, serta memperkuat komitmen dalam menata Kota
Bandung. Jadi dapat disimpulkan jika komunikasi, khususnya komunikasi politik
yang baik, menjadi kunci sukses dalam penertiban PKL di Jalan Kepatihan
Bandung.

ABSTRACT
Achmad Abdul Basith, 210120130030, majoring in Master of
Communication Studies, Faculty of Communication, University of Padjadjaran.
This thesis is the result of a study entitled "Political Communication of Bandung
Mayor (Case Study of Political Communication Strategy of Bandung Mayor in
Controlling The Street Vendors at Jalan Kepatihan Bandung) under the guidance
of Dr. Dadang Rahmat Hidayat, S. Sos., SH, M.Si. and Drs. Dian Wardiana, M.Si.
The purpose of this study was to determine the effectiveness of the
strategy and political communication of Bandung Mayor Ridwan Kamil in the
controlling of street vendors in Jalan Kepatihan Bandung, which has always
failed to put in order. The method used on this research is qualitative method with
case study approach. Data collection techniques in this study using in-depth
interviews, observation, and document studies, and literature. In this study,
researchers interviewed the Mayor of Bandung Ridwan Kamil, Secretary of
Bandung Yossi Irianto, Chairman of Commission A House of Representatives in
Bandung City Haru Suandharu, The Kepatihan Street Vendors coordinator
Muhammad Taufik, and some representatives of the people of Bandung.
Results from this study indicates where the strategy is adopted by
Bandung Mayor Ridwan Kamil with four stages are chatting, searching for
solutions, controlling, and beautifying the area surround Kepatihan. Ridwan
Kamil was also able to resolve the problem of low awareness of street vendors
with intensive socialization, lack of numbers Sat Pol PP with the filing of new
civil servants to the Ministry of Home Affairs and the empowerment of Sat Pol PP
at the district level, lack of integrity Sat Pol PP with the provision of strict
punishment, prepare a solution before the demolition, resolve differences in the
amount of income with support the promotion and provision of credit to vendors,
to curb the hoodlum and "backing" by involving the military and police, as well as
strengthen the commitment in organizing the Bandung. So it can be concluded if
the communication, particularly good political communication, the key to success
in controlling of street vendors on Jalan Kepatihan Bandung.

Achmad Abdul Basith


Magister Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Komunikasi 2015
http://pustaka.unpad.ac.id
e-jurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran

PENDAHULUAN adalah salah satu bagian usaha dari


pemilik toko-toko besar. Mereka
Pemerintah Kota Bandung sengaja menggelar dagangannya di
memiliki Peraturan Daerah (Perda) no. sana, untuk menghindari pajak, sewa
11 tahun 2005 tentang Ketertiban, tempat, maupun menghampiri
Kebersihan dan Keindahan (K3), yang pengunjung yang memang banyak
salah satu isinya mengisaratkan datang ke kawasan ini.
kawasan 7 titik (Alun-alun, Jl. Menertibkan Pedagang Kaki
Kepatihan, Jl. Dalem Kaum, Jalan Asia Lima yang sudah puluhan tahun ada di
Afrika, Jl. Merdeka, Jalan Otista dan Jl. kawasan Jl. Kepatihan Bandung,
Dewi Sartika) harus terjaga kebersihan bukanlah perkara mudah. Namun pasti
dan ketertibanya, termasuk dari membutuhkan strategi, khususnya
Pedagang Kaki Lima (PKL) yang komunikasi politik yang baik dan
seringkali berjualan hingga memenuhi cerdas dari Walikota Bandung. Maka
badan jalan dan menghambat laju arus dalam penelitian ini, peneliti ingin
lalu lintas. mengetahui secara khusus dan
Sayangnya, aturan hanyalah mendalam tentang Komunikasi Politik
aturan. Penegakan terhadap aturan yang dilakukan oleh Walikota Bandung
tersebut masih lemah. Sehingga hampir Ridwan Kamil untuk menertibkan
di semua titik itu, dibanjiri Pedagang Pedagang Kaki Lima (PKL) di
Kaki Lima, khususnya di kawasan kawasan Jl. Kepatihan Bandung.
Jalan Kepatihan Bandung yang lokasi
bersebelahan dengan rumah dinas METODE PENELITIAN
Walikota Bandung. Permasalahan PKL
di Kota Bandung sudah menahun. Metode penelitian yang
Setidaknya pada masa pemerintahan digunakan dalam penelitian ini adalah
sebelumnya, permasalahan PKL tak metode penelitian studi kasus. Studi
mampu diselesaikan. Khususnya di kasus sendiri adalah metode riset yang
kawasan 7 titik tersebut. menggunakan berbagai sumber data
Pada awal kepemimpinannya, yang bisa digunakan unutk meneliti,
Walikota Bandung Ridwan Kamil menguraikan dan menjelaskan secara
berusaha menegakkan Perda Nomor 4 komprehensif berbagai aspek individu,
Tahun 2011 tentang Penataan dan kelompok, suatu program, organisasi
Pembinaan PKL. Selain memberikan atau peristiwa secara sistematis.
sanksi tegas, Ridwan juga berupaya Penelaah berbagai sumber data ini
agar aturan itu juga dapat dijalankan membutuhkan berbagai macam
dengan penuh kesadaran oleh semua instrument pengumpulan data. Metode
pihak. penelitian ini bisa menggunakan
Setelah menempuh proses wawancara mendalam, observasi
komunikasi politik yang cukup partisipan, dokumentasi-dokumentasi,
panjang, akhirnya PKL di kawasan kuisioner, bukti-bukti fisik, dan lainnya
Kepatihan bersedia untuk dipindahkan. (Kriyantono, 2006).
PKL di kawasan ini ternyata tidak Dituliskan oleh Prof Deddy
semua PKL murni, tetapi beberapa Mulyana dalam bukunya Metodologi
Achmad Abdul Basith
Magister Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Komunikasi 2015
http://pustaka.unpad.ac.id
e-jurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran

Penelitian Kualitatif, memasukan 5. Koordinator PKL Kepatihan,


semua penelitian naturalistik ke dalam Muhammad Taufik, yang
paragdigma interpretif, varian- merupakan opinion leader dari
variannya mencakup teori dan prosedur ratusan PKL yang ada di
yang dikenal sebagai etnografi, kawasan Kepatihan Bandung
fenomenologi, etnometodologi, 6. Perwakilan masyarakat yang
interaksionisme simbolik, psikologi menjadi penerima kebijakan,
lingkungan, analisis semiotika, dan baik sebagai yang terganggu
studi kasus.Studi kasus adalah suatu keberadaan PKL maupun yang
eksplorasi dari sebuah sistem terbatas juga terdampak denda 1 juta
atau suatu kasus secara mendetail, jika memberli di PKL.
pengumpulan data secara mendalam Peneliti akan melakukan
dari informasi-informasi (Creswell, wawancara mendalam kepada informan
1998: 61). untuk mendapatkan data-data primer.
Dalam pengumpulan datanya, Wawancara dilakukan dengan
peneliti menggunakan teknik purposive menyusun daftar pertanyaan tidak
sampling dalam menentukan informan terstruktur untuk mendapatkan
dalam penelitian ini. Teknik penentuan kedalaman data yang diinginkan.
informan dengan pertimbangan-
pertimbangan tertentu berdasarkan HASIL DAM PEMBAHASAN
informasi yang dibutuhkan.
Maka, peneliti menyusun Melihat berbagai permasalah
pertimbangan menentukan informan yang sudah bertahun-tahun terjadi di
dalam penelitian ini, sebagai berikut: Kota Bandung, Walikota Bandung
Ridwan Kamil memetakan penyebab
1. Walikota Bandung Ridwan permasalahan PKL di Kota Bandung,
Kamil, yang menjadi tokoh dan merumuskan berbagai formula
utama sebagai konseptor, khusus untuk menangani permasalahan
pelaksana, serta tersebut, diantaranya:
penanggungjawab proses a. Strategi Atasi Permasalahan
penertiban PKL di Kawasan Rendahnya Kesadaran PKL
Jalan Kepatihan Bandung. Terhadap Aturan
2. Sekda Kota Bandung, Yosi Wali Kota Bandung Ridwan
Irianto, yang menjadi Kamil bekerja keras memutar otak
komunikator untuk internal mencari solusi rendahnya kesadaran
Pemkot Bandung. warganya dalam turut menjaga
3. Kepala Satpol PP Kota ketertiban kota. Sebelum melangkah ke
Bandung, Ferdi Ligaswara masalah PKL yang melibatkan ratusan
yang menjadi komandan orang, sekilas kita tengok
lapangan penertiban PKL permasalahan sampah yang melibatkan
membawahi personilnya dan ribuan bahkan jutaan orang di Kota
petugas TNI dan Polri yang Bandung belum mampu teratasi. Jika
diperantukan untuk turut alasanya fasilitas tempat sampah,
mengamankan. harusnya masalah ini sudah selesai
4. Ketua Komisi A DPRD Kota jauh-jauh hari saat pemerintah
Bandung Haru Suandharu
Achmad Abdul Basith
Magister Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Komunikasi 2015
http://pustaka.unpad.ac.id
e-jurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran

menyediakan fasilitas itu. Tapi kepada warga Bandung baik di media


nyatanya tidak. elektronik seperti radio dan TV, media
Hal yang hampir sama juga cetak seperti koran, dan media online.
terjadi pada masalah PKL. Saat aturan Ridwan Kamil juga dikenal
sudah ada, dan berbagai berbagai cara sebagai walikota yang aktif
dilakukan untuk menyampaikannya berkomunikasi melalui media sosial.
kepada PKL maupun masyarakat sudah Setidaknya ada tiga akun meda sosial
ditempuh. Maka pertanyaan besar yang kelolanya langsung, tanpa
mengarah pada kesadaran pribadi menggunakan asisten khusus. Ada
masyarakat bandung akan ketertiban facebook, twitter, dan instagram.
kotanya. Melalui media sosial Ridwan aktif
Walikota Bandung Ridwan menyampaikan ide dan gagasannya,
Kamil akhirnya memilih berinovasi serta program-program pembangunan
dalam menyelesaikan masalah-masalah kota. Juga berkomunikasi langsung
yang terjadi sejak lama di Bandung. kepada masyarakat tanpa ada batasan
Menurutnya jika menggunakan cara- prosedural yang biasa dilakukan oleh
cara lama kadang sudah tidak sesuai protokoler.
dengan situasi dan kondisi yang ada. Selain penyampaian informasi
Maka mengubah pendekatan menjadi secara konsisten melalui media massa,
pilihan. menurut Ridwan Kamil penegakan
Membangun kesadaran warga aturan juga menjadi salah satu kunci
Bandung dan PKL dimulai dengan keberhasilan. Cara yang dilakukan
penyampaian informasi berupa aturan adalah dengan memaksa warga untuk
yang tertuang dalam perda maupun taat aturan, sebagai salah satu upaya
berupa kebijakan langsung walikota. penyadaran dan cara membentuk sikap
Ridwan Kamil melakukannya melalui dan mental tertib warga Bandung.
media massa. Pertama, Ridwan Kamil b. Strategi Atasi Kurangnya
memanfaatkan siaran radio sebagai Jumlah Petugas Sat Pol PP
salah satu upayanya. Seminggu sekali Walikota Bandung Ridwan
Ridwan hadir sebagai narasumber Kamil memiliki permasalahan dengan
utama untuk mendengarkan aspirasi jumlah personilnya dalam menertibkan
warga melalui siaran radio PRFM aturan. Yaitu petugas Satuan Polisi
107.5. Dalam kesempatan ini Ridwan Pamong Praja (Satpol PP) Kota
Kamil juga menyampaikan pesan- Bandung. Kota yang dihuni sekitar 2,4
pesan untuk berlaku tertib bagi kepada juta jiwa ini, kini tercatat hanya
warga Bandung. memiliki sekitar 430 PNS yang
Tak hanya itu, Ridwan Kamil bertugas di Sat Pol PP Kota Bandung,
juga aktif memberikan pernyataan dan hanya 120 diantaranya yang
kepada wartawan. Ridwan Kamil bertugas di lapangan. Itu pun ada
termasuk walikota yang sangat mudah beberapa yang mulai memasuki masa
dijangkau media. Dalam berbagai pensiun. 120 anggota Sat Pol PP itu
kesempatan Ridwan Kamil selalu tidak hanya bertugas mengawal
menyempatkan untuk memberikan tegaknya perda K3 atau menertibkan
keterangan pers. Kesempatan itu PKL, tetapi juga harus mengawal
Ridwan Kamil manfaatkan untuk puluhan Perda Kota Bandung yang
menyampaikan pesan-pesan ketertiban lain.
Achmad Abdul Basith
Magister Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Komunikasi 2015
http://pustaka.unpad.ac.id
e-jurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran

Untuk itu, secara normatif c. Strategi Atasi Permasalahn


Ridwan Kamil juga melakukan Penertiban Tanpa Solusi
pengajuan personil tambahan melalui Sebelum melakukan penertiban
kementrian dalam negeri. Hanya saja di Kepatihan misalnya, Ridwan Kamil
jumlah yang disetujui dan lolos seleksi telah menyiapkan tempat relokasi di
CPNS hanya berjumlah 51 orang. kawasan Pasar Gedebage. Di lokasi ini
Jumlah yang masih jauh dari kebutuhan sudah disiapkan sedemikian rupa demi
Kota Bandung. kenyamanan bagi PKL.
Cara lain yang dilakukan oleh Kami sudah siapkan di Gedebage.
Ridwan Kamil untuk mengatasi Masalah pindah sudah dipikirkan
masalah ini adalah dengan membentuk matang-matang. Coba lihat
tim ketertiban di masing-masing padagang Gedebage sekarang
kecamatan yang secara langsung pada sukses, dulunya mereka
mereka bisa melakukan tidakan di adalah pedagang di Cibadak dan
kewilayahan. Selain untuk menyiasati Tegalega, kata Ridwan Kamil.
jumlah personil Sat Pol PP yang
terbatas, penempatan pasukan Pernyataan Ridawan Kamil di
ketertiban di kecamatan ini sebagai atas sekaligus menjawab keraguan PKL
upaya untuk menyebar kewenangan tentang lokasi yang disiapkan oleh
dan memberikan tanggungjawab Pemkot Bandung bukanlah lokasi yang
kepada wilayah untuk menyelesaikan hidup dan berpotensi mendatangkan
masalahnya sendiri. keuntungan. PKL Kepatihan juga
Ada 300 personil pasukan menganggap bahwa di Gedebage
ketertiban yang disebar di 30 lokasinya sepi sehingga barang
kecamatan di Kota Bandung. Artinya di jualannya tidak laku. Tapi Ridwan
setiap kecamatannya ada 10 personil. Kamil menyampaikan, jika pedagang-
Mereka dibekali seragam khusus warna pedagang sukses di Gedebage saat ini
hijau seperti hansip dan digaji oleh adalah PKL yang sebelumnya berjualan
pemerintah daerah. di Tegalega dan Kepatihan.
Dalam pelaksanaan penertiban Menyiapkan pembangunan
Ridwan Kamil juga melibatkan aparat pasar sebagai lokasi untuk berjualan
keamanan. Hal ini dilakukan adalah solusi yang disiapkan Wali Kota
mengingat jumlah aparatnya di Sat Pol Bandung Ridwan Kamil. Ridwan
PP tidak akan cukup untuk berhadapan mengaku jika dirinya tidak akan
dengan PKL di Jl Kepatihan. Maka melakukan penertiban jika belum ada
secara khusus Walikota datang ke solusinya. Bahkan Ridwan Kamil
Markas Kodim o618/Bs dan memiliki rencana untuk memasukkan
Mapolrestabes Bandung untuk semua PKL di Bandung ke dalam
meminta Bantuan personil untuk pasar.
melaksanakan tim gabungan. Alhasil d. Strategi Atasi Permasalahan
penertiban PKL di JL. Kepatihan Timpangnya Jumlah
dilakukan oleh tim operasi gabungan Pendapatan PKL
yang malibatkan Sat Pol PP, TNI, dan Walikota Bandung Ridwan
Polri. Kamil memberikan solusi untuk
membantu pemasaran PKL yang mau
direlokasi ke tempat baru. Bahkan ia
Achmad Abdul Basith
Magister Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Komunikasi 2015
http://pustaka.unpad.ac.id
e-jurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran

menjamin jika di lokasi baru tidak juga dimaksudkan untuk mengurangi


kalah ramai dan menguntungkannya jumlah kemiskinan di Kota Bandung
jika dibandingkan dengan lokasi lama. khususnya bagi kalangan masyarakah
Hanya saja belum sampai langakah itu bawah karena kasusnya selama ini
dilakukan, PKL sudah memaksa untuk yang miskin semakin miskin karena
meninggalkan tempat relokasi yang terjerat hutang dengan bunga berlipat
disiapkan pemkot dengan berbagai yang diberikan oleh rentenir.
alasan. e. Strategi Atasi Keberadaan
Nah kalau promosi itu khusus Preman dan Backing PKL
kepatihan, nggak sempet terjadi Keberadaan preman dan orang
sudah diberi pengawalan tidak besar di balik PKL Kepatihan menjadi
sempat terjadi karena masalah tersendiri. Hal itu yang coba
merekanya tidak sabar. Kan diselesaikan oleh Wali Kota Bandung
suruh pindah dulu nanti saya Ridwan Kamil dengan cara melibatkan
suruh promosi. Nah pindahnya Petugas TNI dan Polri dalam setiap
aja masih banyak masalah, operasi penertiban yang dilakukan.
kata Ridwan Kamil.4 Ridwan Kamil mengakui jika
pasukan Satpol PP Kota Bandung
Namun untuk PKL daerah lain, sering tidak dihargai oleh PKL.
Ridwan Kamil mengungkaapkan jika Sehingga ketika melakukan penertiban
dirinya sudah membantu promosi untuk PKL hanya minggir sebentar kemudian
memangkas timpangnya jumlahkembali berjualan ketika petugas sudah
pendapatan dari lokasi berjualan lama berlalu. Bahkan tak jarang adu mulut
dengan lokasi berjualan baru. Hal itu antar apetugas dan PKL yang seolah
dilakukan untuk PKL di Jaalan memperlihatkan bentuk perlawanan
Merdeka yang direlokasi ke basement yang dilakukan PKL kepada petugas.
Bandung Indah Plaza (BIP). Promosi Jika hal tersebut didiamkan
itu dilakukan melalui spanduk yang tanpa ada solusi, maka sudah pasti
dipasang oleh pemkot tentangbahwa upaya penertiban PKL di Kota
pemberitahuan PKL kini berada di Bandung tak akan berhasil. Ridwan
basement serta melaui media sosial Kamil mengakui jika Sat Pol PP tidak
pribadi Ridwan Kamil. punya wibawa di depan PKL. Apalagi
Timpangnya jumlah pendapatan jika PKL sudah menyebut siapa yang
juga coba diselesaikan dengan bantuan melindungi mereka. Maka melibatkan
modal. Karena dengan modal PKL bisa TNI dan Polri dalam operasi penertiban
beralih menjadi pengusaha mikro kecil adalah langkah yang tepat.
yang lebih layak dan memiliki orientasi
bisnis menjanjikan. Bantuan modal itu f. Perkuat Komitmen Pemerintah
berupa kredit lunak dengan bunga Atasi Permasalahan PKL
yang sangat minim. Namanya kedit Salah satu janji kampanye yang
Melati (Melawan laju Rentenir). Hal ini digulirkan oleh pasangan Rido (Ridwan
Kamil Oded M Danial) saat berlaga
4
dalam Pemeilihan Wali Kota Bandung
Wawancara dengan Wali Kota Bandung tahun 2013 lalu adalah membuat
Ridwan Kamil, Minggu 17 Mei 2015, pukul
bandung tertib dari berbagai
22.00 WIB, di Pendopo Kota Bandung Jalan
Dalem Kaum no 1 Bandung.
Achmad Abdul Basith
Magister Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Komunikasi 2015
http://pustaka.unpad.ac.id
e-jurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran

pelanggaran yang terjadi. Salah satunya melaksanakan peraturan yang sudah


adalah permaslah PKL. ada sebelumnya.
Maka saat terpilih sebagai Wali Ridwan Kamil juga mengaku
Kota dan Wakil Wali Kota, salah satu jika godaan-godaan untuk menyimpang
program priotitas yang dilaksanakan dari niat awalnya merapikan kota
oleh pasangan Rido adalah Bandung seringkali berdatangan.
menertibkan PKL. Dan Jalan Hanya saya orang tua seringkali
Kepatihan adalah lokasi pertama yang mengingatkan agar Ridwan teguh
ditertibkan dari keberadaan PKL. terhadap niatnya. Soal pengabdian
Ridwan Kamil mengatakan jika niatnya Ridwan berharap masyarakat tidak
menjadi walikota adalah untuk meragukannya, karena sebelum
berbenah. Ridwan menegaskan jika menjadi walikota, Ridwan mengaku
dirinya hanya ingin menjadi walikota jika hidupnya sudah bahagia dan
yang taat terhadap aturan. Untuk itu bekecukupan. Maksudnya, menjadi
warga Kota Bandung juga diajak untuk walikota tidak berorientasi ekonomi.
patuh terhadap aturan. Dikira saya berambisi,
Saya jadi walikota kan niatnya makanya kalau sudah urusan
ingin berbenah. Salah satunya begini saya mengembalikan
membenahi kesemerawutan pada niat menjadi walikota
yang disebabkan PKL. Pada Bandung atau jadi apa.
dasarnya semua orang boleh Katakanlah besok saya tidak
jualan, punaya hak ekonomi jadi walikota, apakah saya
yang dilindungi negara. Tapi menderita? Hidup saya sudah
tidak boleh ada kegiatan usaha bahagia. Cuma karena
yang mencederai hak orang persimpangan sejarah. Saya lagi
lain. Sederhana, hidup ga bisa all out di sini karena pesan ibu
sendiri-sendiri. Maka harus ada saya harus jadi orang terbaik di
aturan. Di Kota ada perda.5 manapun ditempatkan. Jadi
setelah jadi walikota saya jadi
Pernyataan Ridwan Kamil pengusaha pasti saya akan all
mengisyaratkan bahwa sejatinya out, kalo saya jadi dosen saya
dirinya bukan anti terhadap PKL. all out, jadi arsitek saya 10
Hanya saja lokasi berjualan di trotoar besar se Indonesia, kata
bahkan di badan jalan yang membuat Ridwan Kamil.6
kota terlihat kumuh dan semrawut, itu
yang Ridwan Kamil tidak sepakat. Tahapan Penertiban PKL Kepatihan
Menurut Ridwan, di Kota Bandung Tidak serta merta PKL di Jalan
sudah ada aturan yang tegas melarang Kepatihan Bandung pidah saat Wali
aktivitas PKL di zona merah. Maka Kota Bandung Ridwan Kamil
dari itu, dirinya hanya berusaha menginstruksikan untuk relokasi.
Penolakan demi penolakan awalnya
terus terjadi. Tahap demi tahap
5 6
Wawancara dengan Wali Kota Bandung Wawancara dengan Wali Kota Bandung
Ridwan Kamil, Minggu 17 Mei 2015, pukul Ridwan Kamil, Minggu 17 Mei 2015, pukul
22.00 WIB, di Pendopo Kota Bandung Jalan 22.00 WIB, di Pendopo Kota Bandung Jalan
Dalem Kaum no 1 Bandung. Dalem Kaum no 1 Bandung.
Achmad Abdul Basith
Magister Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Komunikasi 2015
http://pustaka.unpad.ac.id
e-jurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran

dilakukan oleh Pemerintah Kota pedagang kaki lima agar mau


Bandung hingga akhirnya kawasan dipindahkan dari kawasan jalan
Jalan Kepatihan bebas dari PKL. Kepatihan ke kawasan Gedebage.
Tahapan-tahapan dalam Tidak hanya itu saja, Wali Kota
penertiban PKL Jalan Kepatihan adalah Bandung Ridwan Kamil juga
sebagai berikut : menampung keluhan para pedagang
kaki lima serta mencarikan solusinya.
a. Ngobrol dengan PKL Kesempatan ini dimanfaatkan
Ngobrol atau menjalin oleh Ridwan Kamil untuk mengetahui
komunikasi dengan PKL adalah suara-suara dari PKL serta
langkah pertama yang dilakukan Wali menyampaikan program kerjanya yang
Kota Bandung Ridwan Kamil dalam akan bersinggungan langsung dengan
tahapan penertiban Pedagang Kaki PKL, sehingga dapat diketahui persis
Lima di Jalan Kepatihan Bandung. apa yang menjadi masalah utama
Strategi yang dilakukan oleh Ridwan selama ini.
Kamil ini merupakan bentuk
komunikasi propaganda. Sebab, b. Diskusi mencari Solusi.
menurutnya, tidak ada ceritanya Setelah mendengar suara
penertiban tanpa ngobrol terlebih masyarakat yang terganggu aktivitas
dahulu. Hal ini menunjukkan, bahwa PKL serta mendengar suara langsung
Ridwan Kamil benar-benar memahami dari PKL Jl. Kepatihan, Walikota
betapa pentingnya peran komunikasi Bandung kemudian menyampaikan
dalam upaya menyelesaikan keinginanya untuk merelokasi mereka,
permasalahan. sembari mengajak untuk bersama
Melalui ngobrol, Ridwan Kamil mimikirkan solusi dari permasalahan
bisa menggunakan bentuk komunikasi ini, yang terbaik untuk pemerintah
persuasif dan propaganda, untuk kota, masyarakat, dan PKL.
mempengaruhi pemikiran para Dalam diskusi yang berlangusng
pedagang, agar mau dipindahkan. akhirnya ditemui kata spakat jika solusi
Dalam kesempatan ngobrol yang dalam penertiban PKL Jl. Kepatihan
kemudian dinamakan ngabandungan adalah relokasi ke kawasan Gedebage.
ini, Ridwan Kamil sekaligus Kawasan Gedebage menjadi solusi
menunjukkan bahwa tidak ada sekat untuk lahan berjualan baru para
antara kepala daerah dengan pedagang kaki lima, karena kawasan
masyarakat. Sehingga komunikasi yang Gedebage merupakan pasar yang
dilakukan mengalir, akrab dan tidak ramai. Pasalnya sebelum kawasan Jalan
emosional dan tidak menonjolkan Kepatihan dipindahkan ke Gedebage,
kekerasan. pedagang yang sebelumnya pindahan
Selain itu, dalam proses dari PKL Tegalega, dinilai banyak
komunikasi tersebut, Wali Kota yang sukses untuk menjajakan
Bandung Ridwan Kamil juga dagangannya di kawasan Gedebage ini.
mengadakan jamuan makan-makan Sehingga tidak ada alasan untuk para
dengan para pedagang kaki lima. pedagang dari jalan Kepatihan tidak
Dengan strategi jika perut kenyang, mau dipindahkan ke kawasan
pikiran menjadi tenang Ridwan Kamil Gedebage. Karena sudah terbukti,
melakukan propaganda kepada para bahwa berjualan di kawasan Gedebage
Achmad Abdul Basith
Magister Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Komunikasi 2015
http://pustaka.unpad.ac.id
e-jurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran

bisa menarik pembeli baru dan tidak yakni Kartu PKL. Itu adalah salah satu
merusak keindahan Kota Bandung. upaya untuk menverifikasi jumlah PKL
Khususnya tidak mengambil hak agar populasinya tidak semakin besar
masyarakat Bandung untuk melintas dan semakin banyak.
dengan nyaman di kawasan jalan Pemerintah
Kepatihan.
Dalam proses komunikasi politik Maka adanya proses Forum
yang dilakukan oleh Ridwan Kamil, Ngabandungan ini, kembali pada law
para pedagang kaki lima diberikan inforcement. Karena pada perda K3 itu
pemahaman terlebih dahulu. Ada trotoar adalah tempat pejalan kaki, dan
proses komunikasi yang berjalan, yakni ini sudah terlalu lama didiamkan.
dengan mengundang masyarakat dan Sebab terlalu lama dianggap lemah,
pedagang pada tingkat kelurahan, maka penegakan hukum bahkan harus
kecamatan, hingga kota. Selain itu juga dijadikan budaya. Salah satunya
ada Satgas PKL. Strategi tersebut mewujudkan masyarakat untuk sadar
dilakukan secara terus menerus dengan hukum dan mau mematuhi hukum.
menggunakan pendekatan persuasif. adanya sanksi yang diterapkan juga
Dengan menekankan kepada sisi harus benar-benar adil, tidak pilih
emosional, bahwa masyarakat Bandung kasih. Mana pedagang yang terbukti
memiliki semangat masyarakat gotong melanggar aturan, juga harus ditindak
royong yang tinggi, menjadikan konsep tegas.
manajemen cinta ala Ridwan Kamil, c. Implementasi Penertiban PKL
bisa diterapkan dan berjalan lancar. di Jalan Kepatihan
Sebab inti dari manajemen cinta Saat berbagai upaya komunikasi
tersebut adalah gotong royong. yang dilakukan oleh Ridwan Kamil
Ternyata setelah dijelaskan sebagai Walikota Bandung telah
konsep tersebut, para pedagang kaki ditempuh, maka langkah selanjutnya
lima dan masyarakat Kota Bandung, adalah eksekusi penertiban. Penertiban
menyetujui langkah Pemerintah Kota sebagai bentuk ketegasan Pemkot
Bandung untuk memindahkan Bandung dalam menjalankan aturan
pedagang kaki lima dari kawasan jalan yang sebelumnya sudah diundang-
Kepatihan menuju ke kawasan undangkan dalam bentuk peraturan
Gedebage. Asal ada win-win daerah (Perda)
solutionnya atau Pemerintah Kota Upaya penertiban ini tidak hanya
Bandung memberikan solusi yang dilakukan oleh Sat Pol PP, tetapi juga
terbaik bagi para pedagang kaki lima. melibatkan aparat penegak hukum lain
Karena PKL di Kota Bandung terbagi sepertu TNI dan Polri. TNI sidukung
dalam dua kategori, yakni PKL oleh prajurit dari Kodim 0618/BS
memang murni sebagai profesi, dibawah Pipimpinan Letkol Inf Rudy
ataukah PKL hanya sebagai akal- M Ramdhan. Sementara polisi dari
akalan, karena mereka sudah punya jajaran Polrestabes Bandung yang saat
toko dan berkelompok ada 4 sampai 5 itu dibawan pimpinan Kapolrestabes
lapak. Abdurahman Baso.
Untuk mengantisipasi hal Penertiban dilakukan dalam
tersebut, maka Pemerintah Kota beberapa tahap. Tahap pertama sempat
Bandung menggunakan identitas PKL, mendapatkan perlawanan dari PKL
Achmad Abdul Basith
Magister Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Komunikasi 2015
http://pustaka.unpad.ac.id
e-jurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran

karena hanya dilakukan oleh Sat Pol PP pihak-pihak yang tidak ingin ditata ada.
saja dengan jumlah personil terbatas. Kata Pak Oded dulu kalau ini masih
Maka dari itu, untuk penertiban tahap bisa ditata, dari 12 meter ini. Karena
selanjutnya, dikerahkan petugas Pak Emil selalu mengatakan ada 7 titik
gabungan Sat Pol PP, Tni, dan Polri yang termasuk zona merah, dalam
yang mencapai lebih dari 250 personil. peraturan daerah. Kalau kebijakan
Meski masih juga mendapatkan peraturan itu kan Perda. Perda
perlawanan dari PKL, namun TNI dan mengikat secara keseluruhan. Kalau
Polri cenderung mampu mengatasinya, memang mau ditegakkan, jangan hanya
sehingga tidak terjadi perlawanan yang 7 titik. Semuanya!, kata Opick,
berlarut-larut. TNI dan Polri juga Koordinator PKL Kepatihan.7
nampak lebih dihargai oleh PKL,
karena secara institusi juga lebih Sementara upaya penertiban ini
dipercaya, kemudian petugasnya tentu juga mendapatkan dukungan
terlihat garang dengan membawa politik dari DPRD Kota Bandung
senjata api laras panjang. sebagai representasi masyarakat Kota
Upaya penjagaan juga Bandung. Ujar Ketua Komisi A DPRD
dilakukan pasca eksekusi penertiban Kota Bandung Haru Suandharu, jika
PKL di Jalan Kepatihan. Penjagaan ini DPRD sepenuhnya mendukung dan
dimaksudkan agar PKL yang sudah menyerahkan proses penertiban PKL
dipindahkan ke kawasan Gedebage, tak kepada eksekutif Pemerintah Kota
lagi kembali berjualan di lokasi Jl. Bandung.
Kepatihan. DPRD Kota Bandung juga tetap
Penertiban ini sebenarnya melakukan pengawasan terhadap
disambut baik oleh PKL Kepatihan. proses penertiban PKL di Jalan
Melalui koordinatornya Muhammad Kepatihan, untuk memastikan tidak ada
Taufik menyampaikan jika mayoritas hak warga negara yang dilanggar dan
PKL sebenarnya ingin ditata, karena proses penertiban tetap berjalan
sudah bosan berjualan di lokasi yang kondusif tanpa kekecauan berarti.
mereka ketahui dilarang. Di lokasi Selain itu PDRD Kota Bandung juga
jalan mereka sering kucing-kucingan memastikan bahwa anggaran
dengan petugas Sat Pol PP dan juga pembinaan PKL juga tersebar merata di
mendapatkan intomidasai-intimidasi instansi terkait, seperti PD Pasar, Dinas
dari preman yang rutin meminta jatah. KUMKM Kota Bandung, dan tentu Sat
Namun Opick menyesalkan Pol PP Kota Bandung.
mengapa penertiban PKL hanya d. Beautifikasi atau
diberlakukan untuk PKL di Jalan Mempercantik Jl. Kepatihan
Kepatihan saja, tidak menyentuh PKL- Setelah PKL meninggalkan
PKL di lokasi lain. Karena peraturan kawasan Jl Kepatihan, langkah
daerah tentang ketertiban PKL, tidak selanjutnya yang dilakukan oleh Wali
hanya mengatur PKL di Jalan Kota Bandung Ridwan Kamil adalah
Kepatihan saja, atau PKL di tujuh titik
saja, tetapi berlaku umum bagi semua 7
kawasan di Kota Bandung. Wawancara dengan Koordinator PKL
Kepatihan Muhamad Taufik, Selasa 3 Maret
(PKL) Kepatihan sangat-sangat
2015, pukul 08.30 WIB. di Eliza Bakery Jalan
mendukung sebenarnya. Memang Kepatihan no 21 Bandung.
Achmad Abdul Basith
Magister Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Komunikasi 2015
http://pustaka.unpad.ac.id
e-jurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran

beautifikasi atau mempercantik lokasi Permasalahan klasik tentang


yang sebelumnya digunakan PKL tidak tertibnya Pedagang Kaki
berjualan. Prosen mempercantik ini Lima (PKL) di Kota Bandung
dilakukan dengan membangun taman- berlangsung belum mampu
taman kecil di tepi jalan. diselesaikan oleh Pemerintah
Taman-taman yang ada di Kota Bandung. Hal tersebut
Kepatihan terdiri dari dua bagian. disebabkan oleh : a) Rendahnya
Bagian yang pertama adalah taman kesadaran PKL terhadap aturan,
yang sengaja di bangun di sisi-sisi jalan b) Kurangnya jumlah petugas
dengan pot kotak dari semen. Sat Pol PP, c) Rendahnya
Sementara beberapa pohon yang ada di integritas petugas Sat Pol PP ,
pinggir jalankepatihan adalah pohon d) Penertiban PKL dilakukan
hasil pemimndahan dari jalan asia tanpa solusi, e) Timpangnya
afrika. jumlah pendapatan PKL di
Hal tersebut dilakukan oleh lokasi lama dengan lokasi baru,
Walikota Bandung Ridwan Kamil f) Keberadaan preman dan
untuk menyulap kawasan Kepatihan backing PKL, g) Lemahnya
yang semula semrawut menjadi jalan komitmen pemerintah dalam
yang indah dengan tumbuh-tumbuhan menyelesaikan permasalahan
yang ada di kanan dan kiri jalan. PKL.
Tak hanya itu, jalan yang semula Untuk menyelesaikan
hanya serah kini dibuat menjadi dua permasalahan klasik PKL di
arah. Semula hanya dari arah Jalan Kota Bandung, Wali Kota
Orista menuju Jalan Dewi Sartika, Bandung Ridwan Kamil
pasca penertiban pengendari bisa memiliki strategi komunikasi
melaju pula dari arah Jl Dewi Sartika politik dalam upaya
menuju Jl. Otista. Pemberlakuan dua penertibannya, seperti: a)
arah Jl. Kepatihan merupakan strategi Menyampaikan pesan intensif
agar badan jalan maksimal digunakan untuk berlaku tertib melalui
oleh pengendara jalan, sehingga PKL komunikasi langsung, spanduk,
akan susah untuk kembali berjualn di pesan di media massa, dan
lokasi ini. media sosial, b) Mengajukan
Tahu ga, kenapa Kepatihan penambahan kuota PNS untuk
dibuat dua arah? Itu trik. Supaya mobil Sat Pol PP ke Kemendagri dan
menggeser, kalau dia satu arah PKL membentuk tim ketertiban yang
akan merangsek karena cukup, kalau dibiayai ABPD denga njumlah
dua arah kan nggak mungkin, kata 10 personil per kecamatan, c)
Ridwan Kamil Melakukan penyitaan HP
sebelum operasi serta memberi
SIMPULAN hukuman tegas bagi oknum
petugas Sat Pol PP yang
Berdasarkan uraian pada bab terbukti melakukan pelanggaran
sebelumnya, maka dapat dikemukakan aturan, d) Menyiapkan lokasi
beberapa simpulan penelitian ini relokasi seperti pasar, kios, dan
sebagai berikut: gang jalan yang tidak
mengganggu, e) Memberikan
Achmad Abdul Basith
Magister Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Komunikasi 2015
http://pustaka.unpad.ac.id
e-jurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran

kredit Melati (melawan laju sulit melintas, sekarang


rentenir) dengan plafon Rp 500 menjadi nyaman dilalui
ribu Rp 30 juta, f) kendaraan dua arah. Namun
Membentuk tim gabungan yang penolakan PKL untuk
melibatkan TNI dan Polri, g) menempati lokasi relokasi
Memperkuat komitmen untuk yang disiapkan oleh pemkot
beberes Bandung diantaranya Bandung di Gedebage, adalah
penertiban PKL. wujud belum matangnya
Strategi komunikasi politik konsep pemindahan dan
Wali Kota Bandung Ridwan mentahnya komunikasi yang
Kamil dalam menangani dibangun pemkot dengan
permasalahan klasik tidak PKL. Peneliti menyarankan
tertibnya PKL di Kota Bandung untuk penertiban PKL di titik
efektif melihat tuntasnya lain, seyogyanya terlebih
permasalahan PKL di Jalan dahulu matang dalam konsep,
Kepatihan. Efektifitas khusunya solusi pasca
komunikasi politiknya ditertibkan. Lokasi yang
diantaranya berkat pendekatan disiapkan untuk relokasi
yang dilakukan Ridwan Kami harus siap 100 % sebelum
ke berbagai pihak termasuk digunakan. Tidak hanya
PKL Kepatihan melalui forum lokasi, tapi juga fasilitas
ngabandungan, serta ketegasan pendukung seperti listrik dan
dalam penertiban yang juga sarana promosi agar tidak
melibatkan TNI dan Polri. terjadi ketimpangan jauh dari
Menyiapkan lokasi relokasi di segi pengunjung atau
Gedebage juga merupakan konsumen.
solusi yang baik dalam 2. Dalam menumbuhkan
penertiban PKL Jl Kepatihan. kesadaran warga, khususnya
Hambatan yang dihadapi oleh PKL perlu dilakukan melalui
Pemkot Bandung adalah komunikasi politik yang
bandelnya PKL yang memaksa intensif. Empat kali
untuk kembali berjualan di pertemuan sebelum
Jalan Kepatihan. Namun melakukan penertiban dirasa
Pemkot tetap konsisiten sangat kurang untuk
melarangnya, dan memberi mewujudkan pemaahaman
alternatif tempat berjualan di dan kesepakatan. Sehingga
Gang Kebumen, dekat dengan jika dipaksakan untuk
Jalan Kepatihan. dilakukan penertiban maka
akan terjadi penolakan-
SARAN penolakan dari PKL. Selain
1. Penertiban PKL di Jalan itu sosialisai Perda no 4
Kepatihan Bandung dianggap Tahun 2011 tentang penataan
berhasil, karena mampu dan pembinaan PKL perlu
membuat kawasan yang gencar dilakukan. Sehingga
sebelumnya penuh sesak oleh masyarakat yang mengetahui
PKL sampai kendaraan pun jika membeli di PKL Zona
Achmad Abdul Basith
Magister Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Komunikasi 2015
http://pustaka.unpad.ac.id
e-jurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran

Merah dikenakan denda Rp 1 dipindahkan dengan solusi


juta semakin banyak, dan yang sudah disiapkan, tanpa
membuat mereka enggan ada kendala kembali lagi dan
membeli ke PKL. Jika kembali lagi. Saran ini
permintaan berkurang, maka diberikan melihat semangat
penawaran pun akan luar biasa dari Pemkot
berkurang. Bandung untuk menertibkan
3. Penertiban PKL di Kota PKL, namun terlihat
Bandung perlu dilakukan persiapannya belum terlalu
bertahap dan terukur. Dalam matang. Sehingga saat
setahun, cukup jika dilakukan penertiban
penertiban dilakukan di 2-3 kemungkilan kegagalannya
titik lokasi PKL, namun masih cukup besar.
mantab. Maksudnya PKL
benar-benar berhasil

UCAPAN TERIMA KASIH

1. Dr. Dadang Rahmat Hidayat, S.Sos.,S.H.,M.Si. sebagai dosen pembimbing


saya, Koordinator Prodi Jurnalistik, teman diskusi yang selalu dengan telaten
memberi arahan, serta mengingatkan peneliti untuk fokus dan segera
menyelesaikan Tesis ini di tengah sejumlah kesibukan yang menjadi
penghambat.
2. Drs. Dian Wardiana,M.Si. yang juga sebagai pembimbing saya dan orang tua
yang memberi arahan dalam penelitian Tesis ini dan tak pernah pelit berbagi
pengalaman baik dalam dunia penelitian maupun dunia penyiaran yang sama-
sama kami geluti.
3. Walikota Bandung, Ridwan Kamil, yang telah bersedia meluangkan waktu
untuk peneliti wawancara sebagai narasumber utama dan kunci dalam
penelitian ini. Beliau juga memberikan banyak akses baik berupa data maupun
relasi untuk melengkapi penelitian ini.

DAFTAR PUASTAKA

1. Creswell, Jhon W. 1998. Quality Inquiry & Research Design Choosing


Among Five Tradition. London : Sage Publiciation.

2. Salim, Agus. 2006. Teori dan Paradigma Sosial. Yogyakarta : Tiara


Kencana.

3. Meleong, Lexy J. 2001. Metode Penelitian Kualitatif. Edisi revisi,


Bandung : PT Remaja Rosdakarya

Achmad Abdul Basith


Magister Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Komunikasi 2015
http://pustaka.unpad.ac.id
e-jurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran

4. Mulyana, Deddy. 2002. Metode Penelitin Kualitatif; Paradigma Baru


Ilmu Komuikasi dan ilmu sosial lainnya, : Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya

5. Nimmo, Dan. 2010. Komunikasi Politik; Khalayak dan Efek, Bandung:


PT Remaja Rosdakarya

6. Mulyana, Deddy. 2013. Komunikasi Politik Politik Komunikasi,


Bandung: PT Remaja Rosdakarya

7. Mubarok, Mufti. 2012. Menang Tanpa konsultan, Surabaya: Reform


Media

8. Lilleker, Darren. 2006. Key Concepts in Political


Communication,London: Sage Publications.

9. Venus, Antar. 2009. Menejemen Kampanye; Panduan Teroritis dan


Praktis dalam Mengefektifkan Kampanye Komunikasi, Bandung:
Simbiosa Rekatama Media

10. Yin, Robert K. 2008. Studi Kasus : Desain Dan Metode. Jakarta : PT.
Raja Grafindo Persada.

11. Venus, Antar, 2009, Manajemen Kampanye, Panduan Teoritis dan


Praktis dalam mengefektifkan Kampanye Komunikasi, Bandung:
Simbiosa Rekatama Media.

12. Gaffar Afan, 2006,Politik Indonesia, Transisi menuju Demokrasi,


Yogyakarta: Pustaka Pelajar
13. Firmaansyah, 2008, Marketing Politik, Antara Pemahaman dan
Realistas, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia
14. Agustino, Leo, 2007, Perihal Ilmu Politik, Sebuah Bahasan
MemahamiIlmu Politik, Yogyakarta: Graha Ilmu.
15. Muhtadi, Asep Saeful, 2008, Komunikasi Politik Indonesia, Dinamika
Islam Politik Pasca Orde Baru, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
16.
Sumber Internet
17. www.bandung.go.id , diakses pada 21 Juli 2014, pukul 16.00 WIB
18. www.bandungjuara.com, diakses pada 21 Juli 2014, pukul 18.00 WIB
19. www.detik.com, diakses pada 20 September 2014, pukul 08.00 WIB
20. www.prfmnews.com, diakses pada 17 Februari 2015,pukul 19.00 WIB
21. www.okezone.com, diakses pada 13 Maret 2015,pukul 22.00 WIB.
22. www.academia.edu, diakses 6 Desember 2014,pukul 06.00 WIB.
23. www.tempo.co, diakses 7 April 2015, pukul 15.00 WIB
24. www.pikiran-rakyat.com, diakses 8 November 2014, pukul 09.00 WIB

Achmad Abdul Basith


Magister Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Komunikasi 2015
http://pustaka.unpad.ac.id