You are on page 1of 6

A.

Pengertian dan dasar administrasi pendidikan

Administrasi secara etimologis berasal dari bahasa latin ad dan ministrare. Ad artinya
intensif, sedang ministrare berarti melayani, membantu, atau mengarahkan. Jadi secara
etimologis administrasi adalah melayani secara intensif. Administrasi memiliki arti yang sempit
dan luas, dalam arti sempit administratie (bahasa Belanda) terbatas pada kegiatan ketatausahaan
yaitu suatu kegiatan dalam penyusunan dan pencatatan keterangan yang diperoleh secara
sistematis. Administrasi dalam arti yang luas tidak hanya sekedar kegiatan tata usaha tetapi juga
membentuk/mencipta dan mengembangkan organisasi, dan mencipta serta mengembangkan
sistem manajemen (Pradjudi Admosudirdjo, 1982: 36).
Administrasi pendidikan seringkali diartikan secara sempit sebagai semata-mata kegiatan
ketatausahaan seperti peyelenggaraan, surat menyurat, mengatur dan mencatat penerimaan,
penyimpanan, mendokumentasikan kegiatan, mempersiapakan laporan, penggunaan dan
pengeluaran barang-barang, menguruskan neraca keuangan, dsb.

Pengertian administrasi menurut para ahli yaitu:


a. Hadari nawawi (1989) administrasi pendidikan adalah serangakai kegiatan atau
keseluruhan proses pengendalian usaha kerja sama sejumlah orang untuk mencapai
tujuan pendidikan secara berencana dan sistematis yang diselenggarankan dalam
hitungan tertentu terutama berupa lembaga pendidikan formal.
b. Robert E Wilson (1966) administrasi pendidikan adalah koordinasi kekuatan penting
untuk pengajaran yang lebih baik lagi bagi seluruh anak-anak didalam organisasi
sekolah untuk mencapai tujuan dan menjamin pencapaian tujuan
c. Oteng Sutisna (1983) administrasi pendidikan adalah sebagai suatu peristiwa
mengkoordinasikan kegiatan yang saling tergantung dari orang-orang dan kelompok-
kelompok dalam mencapai tujauan bersama pendidikan anak-anak.

Jadi dari berbagai devinisi diatas dapat disimpulkan bahwa administrasi pendidikan pada
intinya adalah segenap proses pengerahan dan pengintegrasian segala sesuatu atau potensi dalam
suatu aktivitas kelembagaan baik personal, spritual dan material yang bersangkutan dengan
pencapaian tujuan pendidikan.

A. Dasar administrasi
Adapun dasar administrasi adalah sebagai berikut;
a) Efesiensi,seorang administrasi akan berhasil dalam tugasnya bilamana dia efesien dalam
menggunakansemua sumber tenaga dana dan fasilitas yang ada.
b) Prinsip pengelolaan,administrator akan memperoleh yang paling efektif dan efesien
melalui orang lain dengan jalan melakukan pekerjaan menejemen yakni
merencanakan ,mengorganisasikan,mengarahkan dan mengontrol.
c) Prinsip mengutamakan tugas pengelolaan,maksudnya adalah sebagai petugas seorang
administrator harus mengutamakan tugas pokonya ketimbang tugas lain yang sifatnya
penunjang.
d) Prinsip kepemimpinan yang efektif yakni memperhatikan dimensi-dimensi hubungan
antar manusia (human relationship) ,dimensi pelaksanaan tugas dan dimensi
situasi(sikon) yang ada.
e) Prinsip kerja sama,seorang administrator akan berhasil baik dalam tugasnya bila ia
mampu mengemban kerja sama di antara orang-orang yang terlibat, baik secara
horixontal maupun secara vertical.

B. Tujuan Administrasi Pendidikan


Secara umum tujuan administrasi pendidikan adalah menyediakan dasar konseptual
dengan mendefinisikan administrasi dengan mengimplementasikannya dalam kegiatan
pendidikan.
Tujuan administrasi pendidikan adalah agar semua kegiatan yang mendukung tercapainya
tujuan pendidikan. Kemudian menurut Sergiovani dan Carver adalah efektivitas
produksi,efesien,kemampuan menyesuaikan diri,dan kepuasan kerja.
Sedangkan tujuan administrasi pendidikan di Indonesia yang dilaksanakan di sekolah juga
bersumber dari tujuan pendidikan Nasional yang digariskan dalam GBHN adalah meningkatkan
ketaqwaan kepada Tuhan yang Maha Esa,mempertinggi budi pekerti,atau memiliki kepribadian
mempertebal semangat kebangsaan agar menjadi manusia pembangunan ,memiliki kecerdasan
serta terampil.
C. Fungsi-fungsi Administrasi Pendidikan
1. Perencanaan.
Perencanaan meliputi kegiatan menetapkan apa yang ingin dicapai, bagaimana mencapai,
berapa lama, berapa orang yang diperlukan dan berapa banyak biayanya.perencanaan ini dibuat
sebelum suatu tindakan dilaksanakan. Banghart dan Trull (1973) berpendapat bahwa
perencanaan pendidikan adalah awal dari proses-proses rasional dan mengandung sifat
optimisme yang didasarkan atas kepercayaan bahwa akan dapat mengatasi berbagai macam
masalah.
Syarat-syarat perencanaan adalah sebagai berikut;
a. Perencanaan harus didasarkan atas tujuan yang jelas.
b. Bersifat sederhana ,realitas dan jelas.
c. Terinci memuat segala uraian serta klasifikasi kegiatan dan rangkaian tindakan sehingga
mudah dipedomani dan dijalankan.
d. Memilki fleksibelitas sehingga mudah disesuaikan dengan kebutuhan serta situasi dan
kondisi sewaktu-waktu.
e. Terdapat pertimbangan antara bermacam-macam bidang akan digarap dalam perencanaan itu
.Menurut urgensi masing-masing.
f. Diusahakan adanya penghematan tenaga,biaya,dan waktu serta kemungkinan penggunaan
sumber daya dan dana yang tersedia dengan sebaik-baiknya,
g. Diusahakan agar sedapat mungkin tidak terjadi adanya duplikasi pelaksanaan.
Dengan kata lain perencanaan dapat berarti pula memikirkan tentang penghematan
tenaga,biaya dan waktu,juga membatasi kesalahan kesalahan yang mungkin terjadi dan
menghindari adanya duplikasi-duplikasi atau tugas-tugas /pekerjaan rangkap yang dapat
menghambat jalan penyelesaiannya.

2. Pengorganisasian.
Pengorganisasian merupakan aktivitas menyusun dan membentuk hubungan-hubungan
kerja antara orang-orang sehingga terwujudnya suatu kesatuan usaha dalam mencapai tujuan-
tujuan yang telah ditetapkan.
Pengorganisasian sebagai fungsi adminiatrsi pendidikan menjadi tugas utama bagi para
pemimpin pendidikan termasuk kepala sekolah,terutama dalam kegiatan sehari-hari di sekolah
terdapat berbagai macam pekerjaan yang memerlukan kecakapan dan ketrampilan dan tanggung
jawab yang berbeda-beda.
Kemudian yang perlu diperhatikan dalam pengorganisasian antara lain ialah pembagian
tugas,wewenang dan tanggung jawab ,hendaknya disesuaikan dengan
pengalaman,bakat,minat,pengetahuan dan kepribadian masing-masing orang-orang yang
diperlukan dalam menjalankan tugas.
Fungsi Organisasi dapat diartikan bermacam-macam yaitu;
a. Sebagai pemberi struktur terutama dalam penyusunan /penempatan personal,pekerjaan-
pekerjaan materilan dan pikiran-pikirandi dalam struktur.
b. Sebagai menetapkan hubungan antara orangorang,kewajiban-kewajiban,hak-hak dan
tanggung jawab masing-masing anggota disusun menjadi pola-pola kegiatan yang tertuju
pada tercapainya tujuan .
c. Sebagai alat untukmempersatukan usaha-usaha untuk menyelesaikan pekerjaan.

3. Pengkoordinasian,
Koordinasi adalah penerapan sisem formal untuk mencapai koordinasi lebih besar dari
pimpinan teras sebagai pengaman. Pengkoordinasian mengandung makna menjaga agar tugas-
tugas yang telah dibagi itu tidak dikerjakan menurut kendak yang mengerjakan saja tetapi
menurut aturan sehingga menyumbang terhadap pencapaian tujuan. Menurut The Liang Gie
(1983) pengkoordinasian merupakan rangkaian aktivitas menghubungkan, menyatupadukan dan
menyelaraskan orang-orang da pekerjaannya sehingga semuanya berlangsung secara tertibb dan
seirama menuju ke arah tercapainya tujuan tanpa terjadi kekacauan, percekcokan, kekembaran
kerja atau kekosongan kerja.

4. Penggerakan (actuatuing)
Menggerakkan menurut Terry (1977) berarti merangsang anggota-anggota kelompok
melaksanakan tugas-tugas dengan antusiasdan kemauan yang baik. Tugas menggerakkkan
dilakukan oleh pemimpin oleh karenan itu kepemimpinan kepala daerah dan kepemimpinan
sekolah mempunyai peran yang sangat penting menggerakkan personel melakasanakan program
kerja sekolah.

5. Pengarahan (directing)
Pengarahan dilakukan agar kegiatan yang dilakukan bersama tetap melalui jalur yang
telah ditetapkan, tidak terjadi penyimpangan yang dapat menimbulkan terjadinya pemborosan.
Nawawi (1989) mengemukakan bahwa directing adalah memelihara, menjaga dan memajukan
organisasi melalui setiap personel baik secara struktural maupun fungsional agar setiap
kegiatannya tidak terlepas dari usaha mencapai tujuan.

6. Pengawasan
Secara umum pengawasan dikaitkan dengan upaya untuk mengendalikan, membina dan
pelurusan sebagai upaya pengendalian mutu dalam arti luas. Melalui pengawasan yang efektif,
roda organisasi, implementasi rencana, kebijakkan dan upaya pengendalian mutu dapat
dilaksanakan dengan baik. Pengawasan adalah fungsi administratif yang mana setiap
administrator memastikan bahwa apa yang dikerjakan sesuai dengan yang dikehendaki.

D. Ruang Lingkup Administrasi Pendidikan

1. Administrasi organisasi
Merupakan kegiatan administrasi yang berhubungan dengan bagian-bagian yang
ada dalam organisasi pendidikan serta kemungkinan hubungan yang dapat terjadi antara
satu bagian dengan bagian yang lain baik secara vertikal maupun horizontal, struktur
organisasi, pembagian tugas dll.

2. Administrasi Kurikulum
Meliputi pembukuan dan pendataan jumlah meta pelajaran yang
diajarkan, waktu tersedia, jumlah guru beserta pembagian jam
pelajaran, jumlah kelas, penjadwalan, buku yang dibutuhkan, program
semester, evaluasi, program tahunan dan kalender pendidikan.

3. Administrasi kepegawaian
Kegiatan ini meliputi pengadministrasian yang berkaitan dengan upaya perencanaan,
pengadaaan, pembinaan sampai kepada pendayaguanaan pegawai, baik edukatif (guru)
maupun non edukatif (pegawai tata usaha, pegawai perpustakaan dll)
4. Administrasi peserta didik/siswa
Merupakan semua kegiatan administrasi pendidikan yang dilakukan berhubungan dengan
calon siswa, siswa dan alumni seperti mengatur penerimaan siswa baru, pengelompokkan
menurut jurusan, program ekstrakurikuler dll.

5. Administrasi sarana dan prasarana


Kegiatan yang dilakukan sehubungan dengan semua sarana dan prasarana yang langsung
atau tidak langsung menunjang proses pendidikan dalam rangka mencapai tujuan
pendidiakan. Sperti pengaturan tata letak bangunan, alat-alat sekolah dll.

6. Administrasi tata usaha


Merupakan kegiatan administrasi pendidikan yang mengelola pencatatan, pengumpulan
dan penyimpanan data dokumen yang dapat dipergunakan untuk membantu pimpinan
dalam pengambilan keputusan, urusan surat menyurat serta laporan-laporan mengenai
kegiatan sekolah.

7. Adminsitrasi pembiayaan
Adalah administrasi pendidikan yang berhubungan dengan pengelolaan pembiayaan
pendidikan mulai dari tingkat perencanaan sampai pada pengukuran efisien biaya dalam
proses pendidikan. Seperti administrasi uang SPP, DPP, sumber-sumber keuangan
lainnya.

8. Administrasi tata hubungan masyarakat


Ialah kegiatan administrasi pendidikan yang mengelola hubungan masyarakat dengan
sekolah.

DAFTAR PUSTAKA

Sagala, syaiful. 2000. Administrasi Pendidikan Kontemporer. Bandung: Alfabeta

http://digilib.upi.edu/administrator/fulltext/d_adpen_009852_kardoyo_chapter4_a.pdf