You are on page 1of 7

Nama: M.

RIAN

Perbedaan Pengertian

Pengertian pemimpin
Kartini Kartono (1994. 33), Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki
kecakapan dan kelebihan khususnya kecakapan dan kclebihan disatu bidang,
sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama
melakukan aktivitas-aktivitas tertentu, demi pencapaian satu atau beberapa
tujuan.
Pemimpin dapat dibedakan dalam dua arti[1] :
Pemimpin arti luas, seorang yang memimpin dengan cara mengambil inisiatif
tingkah laku masyarakat secara mengarahkan, mengorganisir atau
mengawasi usaha-usaha orang lain baik atas dasar prestasi, kekuasaan atau
kedudukan.
Pemimpin arti sempit, seseorang yang memimpin dengan alat-alat yang
menyakinkan, sehingga para pengikut menerimanya secara suka rela.

Pengertian Manajer
Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan
mengoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran
organisasi.
Pada organisasi berstruktur tradisional, manajer sering dikelompokan
menjadi manajer puncak, manajer tingkat menengah, dan manajer lini
pertama (biasanya digambarkan dengan bentuk piramida, di mana jumlah
karyawan lebih besar di bagian bawah daripada di puncak).[2]
Manejemen lini pertama (first-line management), dikenal pula dengan istilah
manajemen operasional, merupakan manajemen tingkatan paling rendah
yang bertugas memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang
terlibat dalam proses produksi. Mereka sering disebut penyelia (supervisor),
manajer shift, manajer area, manajer kantor, manajer departemen, atau
mandor (foreman).
Manajemen tingkat menengah (middle management) mencakup semua
manajemen yang berada di antara manajer lini pertama dan manajemen
puncak dan bertugas sebagai penghubung antara keduanya. Jabatan yang
termasuk manajer menengah di antaranya kepala bagian, pemimpin proyek,
manajer pabrik, atau manajer divisi.
Manajemen puncak (top management), dikenal pula dengan istilah executive
officer, bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara
umum dan mengarahkan jalannya perusahaan. Contoh top manajemen
adalah CEO (Chief Executive Officer), CIO (Chief Information Officer), dan
CFO (Chief Financial Officer).

Perbedaan Kompetensi
Kompetensi Leader
Seorang Leader yang baik tidak lahir begitu saja, dia harus dibentuk melalui
ketrampilan dan sikap mental yang teraplikasi baik pada situasi dan kondisi
tertentu.
Paling tidak ada 39 ketrampilan yang harus dimiliki seorang pemimpin yang
terbagi dari berbagai Cluster yang semuanya terangkum sebagai berikut[3] :
Dimensi Berpikir (Thinking Factor), yang terdiri dari kemampuan untuk
Berpikir Strategis(1), Analisa Isu-isu yang terjadi(2), Pengambilan
Keputusan(3) dan Inovasi(4)Dimensi Administrasi (Administrative), yang
terdiri dari kemampuan untuk Menyusun Perancanaan(5),
Pengorganisasian(6), Membangun Sistem dan Prosedur(7), Mengatur
Pelaksanaan(8), dan Efisiensi dalam bekerja(9) Dimensi Kepemimpinan
(Leadership) yang terdiri dari kemampuan untuk Memberikan Arahan (10),
Memimpin dengan tepat (11), Mempengaruhi orang lain (12), Membangun
Teamwork (13), Memotivasi orang lain (14), Membimbing orang lain (15),
Mengelola Perubahan (16) Dimensi Interpersonal yang terdiri dari
Membangun Hubungan (17), Bertingkah laku dalam Organisasi(18),
Memperluas Jaringan(19), Menghargai Perbedaan(20), Mengelola Konflik
(21)Dimensi Komunikasi yang terdiri dari kemampuan untuk Menulis(22),
Teknik Presentasi(23), Mendengarkan(24), Komunikasi terbuka (25),
Berbicara Efektif(26)
Dimensi Motivasi yang terdiri dari kemampuan untuk melakukan
Komitmen(27) dan Berorientasi pada Hasil Pencapaian (28) Dimensi Self
Management yang terdiri dari kemampuan untuk Mengembangkan Diri
Sendiri (29), Beradaptasi (30), Integritas(31) Dimensi Organisasi yang terdiri
dari kemampuan untuk Mengetahui Bisnis(32), Menggunakan Data
Teknis(33), Menggunakan Data keuangan dan data Kuantitatif(34)
Dimensi Strategi Organisasi yang terdiri dari Implikasi Global(35),
Kepemilikan terhadap organisasi(36), Customer Satisfaction(37), Quality
Management(38) dan Mengatur Profitability(39)

Kompetensi Manager
Setiap manajer membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar.[4] Ketiga
keterampilan tersebut adalah:
Keterampilan konseptual (conceptional skill)
penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya
disebut sebagai proses perencanaan atau planning. Oleh karena itu,
keterampilan konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuat
rencana kerja.
Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill)
Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan
keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang
lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang
persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang
dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan
akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan
bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan,
baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah.
Keterampilan teknis (technical skill)
Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat
yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk
menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program
komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.

Perbedaan Peran
Peran Leader
Kepemimpinan bersifat kreatif, adaptif, dan berhubungan dengan
ketangkasan. Kepemimpinan melihat jauh ke depan dan dari luar organisasi,
bukan hanya di permukaan dan di dalam organisasi. Secara singkat, ada lima
peranan penting seorang pemimpin dalam organisasi, yakni:
Menciptakan Visi Seorang pemimpin bertugas membuat visi bagi
organisasinya. Visi adalah pernyataan tentang cita-cita organisasiapa yang
ingin dicapai dan akan menjadi seperti apa sebuah organisasi. Visi harus bisa
menyatukan kepentingan yang berbeda-beda, sehingga dapat memudahkan
proses pengambilan keputusan dalam organisasi. Visi akan membantu
pemimpin dan timnya dalam menghadapi tantangan perusahaan.
Membangun Tim Seorang pemimpin harus dapat memilih orang-orang yang
tepat untuk mengisi posisi yang tepat. Agar tidak sampai salah memilih
anggota tim, tidak ada salahnya jika pemimpin meluangkan waktu untuk
mewawancarai calon karyawan yang akan direkrutnya.
Mengalokasikan Tugas Pemimpin yang baik mengenal anak buahnya dengan
baik. Dia dapat menganalisa anggota timnya dan menempatkan orang yang
mumpuni pada posisi yang tepat sesuai dengan kompetensinya. Pemimpin
yang baik akan mengalokasikan tugas bagi anggota timnya sesuai dengan
keahlian dan passion mereka masing-masing.
Mengembangkan Orang Jaman telah berubah. Dulu, banyak orang yang setia
bekerja di satu tempat untuk waktu yang lama. Tetapi sekarang, banyak
orang tidak ragu untuk berpindah-pindah tempat kerja karena merasa tidak
bisa berkembang di suatu tempat. Mereka ingin belajar dan menjadi lebih
pintar. Seorang pemimpin harus memahami hal tersebut. Ia harus bisa
membaca potensi orang-orang yang dipimpinnya, serta mengembangkan
kemampuan dan value mereka.
Memotivasi Anak Buah Tim yang bersemangat adalah kekuatan bagi
organisasi yang sehat. Untuk menjaga semangat tim, pemimpin harus dapat
menginspirasi dan memotivasi anak buahnya. Tim yang bahagia dan
bersemangat pasti mau bekerja keras dan berusaha maksimal demi
mencapai target dan kesuksesan organisasi.

Peran Manager
Henry Mintzberg, seorang ahli riset ilmu manajemen, mengemukakan bahwa
ada sepuluh peran yang dimainkan oleh manajer di tempat kerjanya. Ia
kemudian mengelompokan kesepuluh peran itu ke dalam tiga kelompok.[5]
pertama adalah peran antar pribadi, yaitu melibatkan orang dan kewajiban
lain, yang bersifat seremonial dan simbolis. Peran ini meliputi peran sebagai
figur untuk anak buah, pemimpin, dan penghubung.
kedua adalah peran informasional, meliputi peran manajer sebagai
pemantau dan penyebar informasi, serta peran sebagai juru bicara.
ketiga adalah peran pengambilan keputusan, meliputi peran sebagai seorang
wirausahawan, pemecah masalah, pembagi sumber daya, dan perunding.

Summary
22 Perbedaan Leader dan Manager
Menurut Tung Desem Waringin
Berikut merupakan 22 poin perbedaan antara Manager dan Leader menurut
Tung Desem Waringin:
Manager biasanya diangkat pakai surat, Leader diangkat karena orang
sepakat
Manager melakukan hal dengan bener, Leader melakukan hal-hal yang bener
Manager biasanya diangkat dari atas, Leader didukung dari bawah
Manager mau tidak mau berfungsi sebagai manager, Leader biasanya orang
yang sukarela
Manager mengandalkan motivasi, Leader memberikan inspirasi
Manager berfokus pada system & struktur organisasi, Leader berfokus
kepada orang
Manager tergantung pada control, Leader meminspirasi kepercayaan
Manager memiliki pandangan jarak pendek, Leader memiliki perspektif jarah
jauh
Manager bertanya bagaimana cara mengerjakan dan kapan harus
dikerjakan, Leader bertanya apa yang harus dikerjakan dan kenapa harus
dikerjakan
Manager menaruh mata pada hasil akhir, Leader menaruh mata untuk masa
depan
Manager menerima status kosong, Leader menantang status kosong
Manager mempertahankan & memelihara sesuatu yang sudah ada, Leader
terus mengembangkan sesuatu lebih baik dan lebih baik
Manager mengelolah yang sudah ada, Leader inovasi membuat perubahan-
perubahan untuk hal-hal baru
Manager focus kepada peraturan, Leader memanage resiko
Manager paling penting bentuknya, Leader paling penting isinya, maknanya
Manager lebih penting stabilitas, Leader yang penting perubahan
Manager focus pada taktik, Leader focus pada strategi
Manager berdasarkan fakta, angka, atau bukti, Leader berdasarkan gagasan,
ide, impian
Manager berdasarkan bimbingan, Leader berdasarkan inisiatif
Manager focus pada sasaran, Leader focus pada alternative
Manager menggunakan otak kiri, Leader menggunakan otak kiri dan kanan
sekaligus
Manager focus pada efesiensi, Leader focus pada efektivitas
A manager does things right. A leader does the right things.

Perbedaan Manajer dan Pemimpin[1]


Manajer Pemimpin
Mengelola Berinovasi
Dapat di cetak Tidak dapat di cetak
Memelihara Mengembangkan
Memfokuskan pada sistem dan Memfokuskan pada orang-orang
struktur (bawahan)
Mengandalkan kontrol Menumbuhkan kepercayaan
Berorientasi jangka pendek Memiliki perspektif jangka panjang
Bertanya bagaimana dan kapan Bertanya apa dan mengapa
Berorientasi pada hasil Berorientasi pada peluang-peluang
Meniru masa depan
Menerima status quo Menciptakan
Seperti tentara yang siap selalu Menentang status quo
diperintah Adalah dirinya sendiri
Melakukan dengan benar Melakukan hal yang benar

Lebih spesifik, perbedaan pemimpin (leader) dan manajer dapat dilihat


dari tiga hal yang selalu berkaitan dengannya, yaitu: sumber kekuasaan
yang diperoleh, bawahan, dan lingkungan kerja.
Berdasarkan sumber kekuasaan yang diperoleh, seorang manajer
dipilih melalui jalur formal (seperti dipilih oleh komisaris atau direktur)
dengan dasar yuridis yang dimiliki. Artinya seseorang dapat menjadi
manajer jika mempunyai dasar yuridis yaitu adanya surat keputusan atau
surat pengangkatan. Sedangkan pemimpin (leader) kekuasaan yang dimiliki
berdasarkan kontrak sosial dengan anggota atau bawahan.
Berkaitan dengan bawahan, manajer memiliki bawahan yang biasanya
disebut sebagai staf atau karyawan yang memiliki posisi formal dalam
struktur hierarki organisasi. Bawahan atau karyawan menuruti perintah-
perintahmya, karena takut dikenakan hukuman oleh
manajer. Sedangkan Pemimpin (leader) memiliki bawahan yang biasanya
disebut sebagai pengikut. Bawahan atau pengikut menjalankan perintah dari
pimpinan (leader) atas dasar kewibawaan pemimpin terhadap bawahan atau
pengikutnya karena kecakapan dan kemampuan serta perlakuannya yang
baik.

Adapun dari segi lingkungan kerja, manajer biasanya hanya dapat


memimpin pada lingkungan kerja organisasi formal saja dan bertanggung
jawab kepada atasannya. Sedangkan pemimpin (leader) dapat memimpin
lingkungan kerja organisasi baik formal maupun informal dan bertanggung
jawab kepada anak buahnya. Seorang pemimpin (leader) merupakan
bagian dari pengikut sedangkan manager merupakan bagian dari organisasi.
Berdasarkan hal tersebut dapat dipahami bahwa pimpinan (leader)
memiliki fungsi dasar mengarahkan dan menggerakkan seluruh bawahan
untuk bergerak pada arah yang sama yaitu tujuan. Sedangkan fungsi
seorang manajer berkaitan dengan manajemen, yaitu kegiatan-kegiatan
seputar perencanaan (planning), pengorganisasian (organising), penempatan
staff (staffing), pengarahan (directing) dan kontrol (controlling). Dalam
menjalankan fungsinya, seorang manajer lebih sering memanfaatkan
wewenang dan kekuasaan jabatan secara struktural yang memiliki kekuatan
mengikat dengan dapat melakukan paksaan atau hukuman untuk
mengarahkan bawahan. Sedangkan seorang pemimpin (leader) lebih
menekankan pengaruh atau karisma yang dimilikinya sehingga bawahan
secara sadar untuk mengikuti arahan sang pemimpin. Ia menstimulasi,
memfasiltasi, dan berpastisipasi dalam setiap kegiatan yang menginginkan
bawahan mengikutinya. Tidak dengan hadiah, paksaan atau hukuman.
Pemimpin dan manajer merupakan salah satu intisari, sumber daya
pokok, dan titik sentral dari setiap aktivitas yang terjadi dalam suatu
organisasi ataupun perusahaan. Bagaimana kreativitas dan dinamikanya
seorang pemimpin atau manajer dalam menjalankan wewenangnya akan
sangat menentukan apakah tujuan organisasi atau perusahaan tersebut
dapat tercapai atau tidak. Hal yang perlu di tekankan adalah bahwa tidak
selamanya manajer buruk dan pemimpin adalah baik. Perlunya kombinasi
dan campuran yang tepat di antara keduanya, sangat dibutuhkan dalam
organisasi, pada berbagai tingkat jabatan yang berbeda-beda. Sehingga
organisasi yang tengah dijalani dapat mencapai tujuannya secara efektif dan
efisien.