You are on page 1of 17

MAKALAH

Proses komunikasi Kependidikan Melalui Kurikulum dan Media


Pembelajaran

Di Ajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Dasar Dasar Pendidikan

Dosen Pengampu : Sri Susmiyati, M.Pd.I

Kelompok 4

1. Muhammad Rian (1611102019)


2. Eni Azizah (1611102027)
3. Muhammad Rezaldi (1611102037)

Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI)

Jurusan Pendidikan Islam

Fakultas Tarbiah dan Ilmu keguruan (FTIK)

Institut Agama Islam Negeri SAMARINDA

2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang karena anugerah dari-Nya kami dapat
menyelesaikan makalah tentang "Proses Komunikasi Kependidikan Melalui Kurikulum
Dan Media Pembelajaran" ini. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan
kepada junjungan besar kita, yaitu Nabi Muhammad SAW yang telah menunjukkan
kepada kita jalan yang lurus berupa ajaran agama Islam yang sempurna dan menjadi
anugerah serta rahmat bagi seluruh alam semesta.

Penulis sangat bersyukur karena telah menyelesaikan makalah yang menjadi tugas
pendidikan dasar ini dengan judul " Proses Komunikasi Kependidikan Melalui
Kurikulum Dan Media Pembelajaran ". Disamping itu, kami mengucapkan banyak
terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami selama pembuatan
makalah ini berlangsung sehingga terealisasikanlah makalah ini.

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga makalah ini bisa bermanfaat dan
jangan lupa ajukan kritik dan saran terhadap makalah ini agar kedepannya bisa
diperbaiki. Dan semoga makalah ini bermanfaat untuk teman teman semua dan dapat
memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.

Samarinda, 30 September2016

Kelompok 4
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ...........................................................................................i

Daftar Isi .....................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN...........................................................................1

A. Latar Belakang........................................................................................2

B. Rumusan Masalah...................................................................................3

C. Tujuan Penulisan.....................................................................................4

BAB II PEMBAHASAN.............................................................................5

A. Hakikat komunikasi pendidikan.............................................................6

B. Penting nya interaksi dalam pendidikan.................................................7

C. Beberapa media komunikasi pendidikan................................................8

D. Pendidikan dan masyarakat pendidikan.................................................9

E. Hubungan media pendidikan dengan komunikasi pendidikan...............10

BAB III PENUTUP.....................................................................................11

DAFTAR PUSTAKA................................................................................12
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukkan pribadi


manusia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya
pribadi manusia menurut ukuran normatif. Disisi lain proses perkembangan
dan pendidikan manusia tidak hanya terjadi dan dipengaruhi oleh proses
pendidikan yang ada dalam sistem pendidikan formal (sekolah) saja.
Manusia selama hidupnya selalu akan mendapat pengaruh dari keluarga,
sekolah, dan masyarakat luas. Ketiga lingkungan itu sering disebut sebagai
tripusat pendidikan.

Dengan kata lain proses perkembangan pendidikan manusia untuk


mancapai hasil yang maksimal tidak hanya tergantung tentang bagaimana
sistem pendidikan formal dijalankan. Namun juga tergantung pada
lingkungan pendidikan yang berada di luar lingkungan formal.

B. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian hakikat komunikasi pendidikan ?

2. Apa yang dimaksud pentingnya interaksi dalam pendidikan ?

3. Apakah pengertian media komunikasi dalam pendidikan ?

4. Apa yang di maksud pendidikan dan masyarakat ?

5. Apakah pengetian hubungan antara media dan komunikasi dalam


teori pendidikan
C. Tujuan Penulisan

1. Mengetahui hakikat komunikasi pendidikan.

2. Memahami pentingnya interaksi dalam pendidikan.

3. Untuk menjelaskan pengertian media komunikasi dalam pendidikan.

4. Mengetahui pendidikan dan masyarakat pendidikan.

5. Memahami hubungan antara media dan komunikasi dalam teori


pendidikan
BAB II
PEMBAHASAN

Konsep dasar komunikasi pendidikan.


Menurut UU RI Nomor 20 Th 2003 tentang sikdiknas, pasal 1 ayat (1)
yaitu pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar
dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki kekuatan sepiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat,
bangsa, dan Negara.
Menurut Frederick J. Mc Donald pendidikan adalah suatu proses atau
kegiatan yang diarahkan untuk merubah tabiat (behavior) manusia atau setiap
tanggapan, perubahan seseorang.
Menurut Zakiyah Darajat menuturkan bahwa pendidikan merupakan suatu
usaha untuk membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami
ajaran secara menyeluruh.1
Komunikasi pendidikan merupakan sebuah proses dan kegiatan komunikasi yang
dirancang secara khusus untuk tujuan meningkatkan nilai tambah bagi pihak sasaran,
yang sebenarnya dalam banyak hal adalah untuk meningkatkan literasi pada banyak
bidang yang bernuansa teknologi, komunikasi, dan informasi. 2 Komunikasi pendidikan
yang dimaksud adalah komunikasi yang sudah merambah atau menyentuh dunia
pendidikan dengan segala aspeknya.
Komunikasi pendidikan akan menunjukan arah proses komunikasi sosial
atasrealitas pendidikan. Sebagaimana dikatakan teoretis sosiologi pengetahuan Peter L.
Berger dan Thomas Luckman dalam Social Construction Of Reality. Realitas itu

1 Sitikholifah,Komunikasi Pendidikan,Http://Blog.Umy.Ac.Id/Sitikholifah/2012/11/18/
Komunikasi-Pendidikan/, Di Akses Pada 12 September 2016.

2 Pawit M. Yusuf, Komunikasi Intruksional (Jakarta : Bumi Aksara, 2010) 02.


dikonstruksi oleh makna-makna yang dipertukarkan dalam tindakan dan interaksi
individu-induvidu.
Secara sederhana komunikasi dapat diartikan sebagai komunikasi yang
terjadi dalam suasana pendidikan. Dengan demikian komunikasi pendidikan adalah
proses perjalanan pesan atau informasi yang merambah bidang atau peristiwa-peristiwa
pendidikan. Di sini komunikasi tidak lagi bebas atau netra, tetapi dikendalikan dan
dikondisikan untuk tujuan-tujuan pendidikan, proses pembelajaran pada hakekatnya
adalah proses komunikasi, penyampaian pesan dari pengantar ke penerima.
Komponen pendidikan adalah semua hal yang berkaitan dengan jalanya
proses pendidikan jika salah satu komponen pendidikan tidak ada, maka proses
pendidikan tidak akan bisah dilaksanakan.3

Terdapat 12 prinsip komunikasi yang dikatakan sebagai penjabaran lebih jauh dari
definisi dan hakekat komunikasi yaitu :

1: Komunikasi adalah suatu proses simbolik


Komunikasi adalah sesuatu yang bersifat dinamis, sirkular dan tidak berakhir pada suatu
titik, tetapi terus berkelanjutan.
2 : Setiap perilaku mempunyai potensi komunikasi Setiap orang tidak bebas nilai, pada
saat orang tersebut tidak bermaksud mengkomunikasikan sesuatu, tetapi dimaknai oleh
orang lain maka orang tersebut sudah terlibat dalam proses berkomunikasi. Gerak
tubuh, ekspresi wajah (komunikasi non verbal) seseorang dapat dimaknai oleh orang
lain menjadi suatu stimulus.
3 : Komunikasi punya dimensi isi dan hubungan Setiap pesan komunikasi mempunyai
dimensi isi dimana dari dimensi isi tersebut kita bisa memprediksi dimensi hubungan
yang ada diantara pihak-pihak yang melakukan proses komunikasi. Percakapan diantara
dua orang sahabat dan antara dosen dan mahasiswa di kelas berbeda memiliki dimesi isi
yang berbeda.
4 : Komunikasi itu berlangsung dalam berbagai tingkat kesengajaan Setiap tindakan
komunikasi yang dilakukan oleh seseorang bisa terjadi mulai dari tingkat kesengajaan
yang rendah artinya tindakan komunikasi yang tidak direncanakan (apa saja yang akan
dikatakan atau apa saja yang akan dilakukan secara rinci dan detail), sampai pada

3 Wiji Suarno,Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan,(Jogjakarta, Arzz Media, 2006),Hal:33.


tindakan komunikasi yang betul-betul disengaja (pihak komunikan mengharapkan
respon dan berharap tujuannya tercapai)
5 : Komunikasi terjadi dalam konteks ruang dan waktu
Pesan komunikasi yang dikirimkan oleh pihak komunikan baik secara verbal maupun
non-verbal disesuaikan dengan tempat, dimana proses komunikasi itu berlangsung,
kepada siapa pesan itu dikirimkan dan kapan komunikasi itu berlangsung.
6 : Komunikasi melibatkan prediksi peserta komunikasi
Tidak dapat dibayangkan jika orang melakukan tindakan komunikasi di luar norma yang
berlaku di masyarakat. Jika kita tersenyum maka kita dapat memprediksi bahwa pihak
penerima akan membalas dengan senyuman, jika kita menyapa seseorang maka orang
tersebut akan membalas sapaan kita. Prediksi seperti itu akan membuat seseorang
menjadi tenang dalam melakukan proses komunikasi.
7 : Komunikasi itu bersifat sistemik
Dalam diri setiap orang mengandung sisi internal yang dipengaruhi oleh latar belakang
budaya, nilai, adat, pengalaman dan pendidikan. Bagaimana seseorang berkomunikasi
dipengaruhi oleh beberapa hal internal tersebut. Sisi internal seperti lingkungan
keluarga dan lingkungan dimana dia bersosialisasi mempengaruhi bagaimana dia
melakukan tindakan komunikasi.
8 : Semakin mirip latar belakang sosial budaya semakin efektiflah komunikasi Jika dua
orang melakukan komunikasi berasal dari suku yang sama, pendidikan yang sama,
maka ada kecenderungan dua pihak tersebut mempunyai bahan yang sama untuk saling
dikomunikasikan. Kedua pihak mempunyai makna yang sama terhadap simbol-simbol
yang saling dipertukarkan.
9 : Komunikasi bersifat nonsekuensial
Proses komunikasi bersifat sirkular dalam arti tidak berlangsung satu arah. Melibatkan
respon atau tanggapan sebagai bukti bahwa pesan yang dikirimkan itu diterima dan
dimengerti.
10 : Komunikasi bersifat prosesual, dinamis dan transaksional Konsekuensi dari prinsip
bahwa komunikasi adalah sebuah proses adalah komunikasi itu dinamis dan
transaksional. Ada proses saling memberi dan menerima informasi diantara pihak-pihak
yang melakukan komunikasi.
11 : komunikasi bersifat irreversible Setiap orang yang melakukan proses komunikasi
tidak dapat mengontrol sedemikian rupa terhadap efek yang ditimbulkan oleh pesan
yang dikirimkan. Komunikasi tidak dapat ditarik kembali, jika seseorang sudah berkata
menyakiti orang lain, maka efek sakit hati tidak akan hilang begitu saja pada diri orang
lain tersebut.

Pentingnya Interaksi dalam Pendidikan

1. Pengertian Interaksi

Interaksi Sosial berasal dari istilah dalam bahasa Inggris Social Interaction
yang berarti saling bertindak, interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang
dinamis, bersifat timbal balik antara individu, antara kelompok dan antara individu
dengan kelompok. Apabila dua orang bertemu dan terjadi keadaan saling
mempengaruhi diantara mereka.

2. Pengertian Belajar

Menurut Poerwodarminto, dalam kamus umum bahasa Indonesia menjelaskan


Belajar adalah berusaha supaya memperoleh kepandaian (ilmu dan sebagainya).
Namun secara umum belajar dapat diartikan sebagai proses perubahan perilaku,
akibat interaksi individu dengan lingkungan.

3. Pengertian Mengajar

Mengajar adalah segala upaya yang disengaja dalam rangka memberi


kemungkinan bagi siswa untuk terjadinya proses belajar dengan tujuan yang
dirumuskan, hal tersebut dapat diartikan bahwa sasaran akhir proses pembelajaran
adalah siswa belajar.

4. Pengetian Interaksi dalam belajar mengajar

Dari beberapa pengertian di atas, maka dapat disimpulkan:


Interaksi belajar mengajar adalah hubungan timbal balik antara seorang guru
yang berupaya memberi kemungkinan bagi siswa untuk terjadinya proses belajar
melalui proses perubahan, perilaku akibat adanya komunikasi guru dan siswa.

Pengertian Media Komunikasi dalam Pendidikan

Kata media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata
medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Dengan kata lain media
adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa pengertian media dalam pendidikan adalah segala
bentuk alat komunikasi yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi dari
sumber ke peserta didik.
Sedangkan komunikasi berasal dari kata Latin cum yaitu kata depan yang berarti
dengan dan bersama dengan, dan anus yaitu kata bilangan yang berarti satu. Dari kedua
kata itu terbentuk kata benda communio yang dalam bahasa Inggris menjadi
communion yang berarti kebersamaan, persatuan, persekutuan, gabungan, pergaulan,
dan hubungan.
Sedangkan pengertian media komunikasi dalm pendidikan adalah seperangkat
alat bantu atau pelengkap yang digunakan oleh guru atau pendidik dalam rangka
berkomunikasi dengan siswa atau peserta didik.

A. Dilihat dari sifatnya, media dapat dibagi ke dalam:

1. Media auditif, yaitu media yang hanya dapat didengar saja, atau media yang
hanya memiliki unsur suara, seperti radio, tape recorder, kaset, piringan hitam
dan rekaman suara.

2. Media visual, yaitu media yang hanya dapat dilihat saja, tidak mengandung
unsur suara. Bebrapa hal yang termasuk ke dalam media ini adalah film slide,
foto, transparansi, lukisan, gambar, dan berbagai bentuk bahan yang dicetak
seperti media grafis dan lain sebagainya.
3. Media audio visual, yaitu jenis media yang selain mengandung unsur suara juga
mengandung unsur gambar yang dapat dilihat, seperti rekaman video, berbagai
ukuran film, slide suara dan lain sebagainya. Kemampuan media ini dianggap
lebih baik dan lebih menarik, sebab mengandung kedua unsur jenis media yang
pertama dan kedua.

Dalam proses belajar mengajar, fungsi media menurut Nana Sudjana ( 1991 ) yakni: :

1 Penggunaan media dalam proses mengajar bukan merupakan fungsi tambahan,


tetapi mempunyai fungsi sendiri sebagai alat bantu untuk mewujudkan situasi
belajar mengajar yang efektif.

2 Penggunaan media pengajaran merupakan bagian yangintegral dari keseluruhan


situasi mengajar. Ini berarti bahwa media pengajaran merupakan salah satu
unsur yang harus dikembangkan guru.

3 Media dalam pengajaran penggunaannya bersifat integral dengan tujuan dan isi
pelajaran.

4 Penggunaan media bukan semata - mata sebagai alat huburan yang digunakan
hanya sekedar melengkapi proses belajar supaya lebih menarik perhatian siswa.

5 Penggunaan media dalam proses pembelajaran lebih diutamakan untuk


mempercepat proses belajar dan membantu siswa dalam menagkap pengertian
yang diberikan guru.

6 Pengguna media dalam pengajaran diutamakan untuk mempertinggi mutu


belajar mengajar.

Lebih detil lagi penggunaan media dalam proses pembelajaran adalah:

1 Menarik perhatian siswa.


2 Membantu untuk mempercepat pemahaman dalam proses pembelajaran.

3 Memperjelas penyajian pesan agar tidak bersifat verbalistis ( dalam bentuk kata
- kata tertulis atau lisan ).

4 Mengatasi keterbatasan ruang.

5 Pembelajaran lebih komunikatif dan produktif.

6 Waktu pembelajaran lebih dikondisikan.

7 Menghilangakn kebosanan siswa dalam belajar.

8 Meningkatkan motivasi siswa dalam mempelajari sesuatu/ menimbulkan gairah


belajar.

9 Melayani gaya belajar siswa yang beraneka ragam.

10 Meningkatkan kadar keaktifan/keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran.

Pendidikan dan Masyarakat Pendidikan

Masyarakat dan pendidikan merupakan dua komponen yang tidak dapat


dipisahkan satu sama lainnya, masyarakat membutuhkan pendidikan begitu pula
sebaliknya, tanpa masyarakat pendidikan tidak akan berjalan dengan baik karena di
dalam pendidikan terdapat unsur masyarakat seperti guru, peserta didik dan lain-nya,
begitu pula sebaliknya tanpa ada pendidikan masyarakat akan menjadi bodoh dan tidak
mempunyai ilmu pengetahuan.

Selain itu masyarakat juga dipandang sebagai laboratorium dimana anak


belajar, menyelidiki dan turut serta dalam usaha-usaha masyarakat yang mengandung
unsur masyarakat.4 Dan masyarakat berfungsi sebagai penerus budaya dari generasi

4 Abu Ahmadi, Sosiologi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta. 2004) hal. 133
selanjutnya secara dinamis sesuai situasi dan kondisi serta kebutuhan masyarakat
melalui pendidikan dan interaksi sosial.5 Yang sehingga sangat mustahil bila kedua
unsur ini yakni pendidikan dan masyarakat dipisah dan tidak berkaitan dan apabila
kedua hal tersebut tidak menyatu maka akan menghasilkan hasil didikan yang tidak
sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan.

Dan pendidikan juga harus memenuhi kebutuhan dari pada masyarakat itu
sendiri sehingga kelak terbentuklah masyarakat yang madani yang dimana kemudian
dalam undang-undang negara Indonesia juga telah dirumuskan tentang pendidikan yang
mengikuti atas kebutuhan masyarakat sekitar, yang termaktub dalam undang-undang no.
20 tahun 2003.

Kemudian Al-Quran juga menyeru agar setiap kita untuk saling mengingatkan dan
memberikan pengetahuan untuk sesama agar kelak tidak termasuk kedalam golongan
orang yang merugi sebagaimana yang terdapat pada surat At-Tahrim ayat 6 yaitu:



Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka
yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang
kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai ( perintah ) Allah terhadap apa yang
diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan, Q.S.
A-Tahrim/66: 6
Dalam ayat diatas secara tegas dikatakan agar umat Islam untuk selalu saling
mengingatkan sesama, walaupun itu hanya bersifat sangat kecil setidaknya setiap
masing-masing manusia mempertanggung jawabkan semua perbuatan mereka sendiri.

5 Ary H. Gunawan, Sosiologi Pendidikan, suatu analisis sosiologi tentang berbagai problem pendidikan,
( Jakatra: Rineka Cipta, 2000) hal. 54
Demikian juga bila dibawa kepada lingkup yang lebih luas yaitu lingkup masyarakat,
dimana masyarakat harus memiliki solidaritas yang tinggi terhadap sesama sehingga
proses pendidikan berjalan dengan baik dan lancar. Dimana semua anggota masyarakat
memikul tanggung jawab membina, memakmurkan, memperbaiki, dan memerintahkan
yang maruf melarang yang mungkar

Hubungan antara Media dan Komunikasi dalam Teori Pendidikan

Dalam teori pendidikan, kegiatan pembelajaran merupakan proses transformasi


pesan edukatif berupa materi belajar dari sumber belajar kepada pembelajar, untuk itu
hubungan antara media dan komunikasi dalam teori pendidikan adalah media berfungsi
membantu mengatasi hambatan-hambatan yang terjadi dalam proses belajar mengajar.
Misalnya, tidak tercapainya tujuan pembelajaran, perbedaan gaya belajar, minat,
intelegensi, keterbatasan daya ingat, cacat tubuh, atau hambatan jarak geografis, jarak
waktu dan lain-lain.
Media komunikasi adalah suatu media atau alat bantu yang digunakan oleh suatu
organisasi guna tercapainya efisiensi dan efektivitas kerja dengan hasil yang maksimal.
Sedangkan media pendidikan adalah alat, metode, dan tehnik yang digunakan dalam
rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam
proses pendidikan dan pengajaran di sekolah (Hamalik. 1982).

Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi, seorang


pengajar dapat mengatasi sikap pasif pembelajar. Maka fungsi media pendidikan adalah
untuk:

1. Menimbulkan kegairahan belajar bagi pembelajar

2. Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara pembelajar dengan


lingkungan kenyataan, dan

3. Memungkinkan pembelajar dapat belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan


dan minatnya.
Peran Komunikasi dalam Proses Belajar Mengajar
Peran komunikasi dalam proses belajar mengajar adalah agar siswa dapat
mengerti dan memahami materi pembelajaran serta dapat menimbulkan umpan
balik yang positif sehingga menambah wawasan ilmu pengetahuan dan
teknologi serta menimbulkan perubahan tingkah laku menjadi lebih baik.
Komunikasi yang tidak efektif merupakan salah satu penyebab
terhambatnya proses belajar mengajar. Hal ini dikarenakan lemahnya sistem
komunikasi antara pendidik dan peserta didik sehingga tidak tercapainya
interaksi belajar mengajar yang efektif. Keefektifan komunikasi dalam kegiatan
belajar mengajar ini sangat tergantung dari kedua belah pihak. Akan tetapi
karena pengajar yang memegang kendali kelas, maka tanggung jawab terjadinya
komunikasi dalam kelas yang sehat dan efektif terletak pada tangan pengajar.
Keberhasilan pengajar dalam mengemban tanggung jawab tersebut dipengaruhi
oleh keterampilannya dalam melakukan komunikasi ini. Untuk itulah guru perlu
mengembangkan pola komunikasi yang efektif dalam proses belajar mengajar.
KESIMPULAN

Manusia tidak dapat terlepas dari komunikasi dalam pendidikan, komunikasi itu
sangat di butuhkan karena dapat mengembangkan potensi siswa untuk belajar.
Berinteraksi dalam pendidikan itu sangat penting agar diantara guru dan siswa tidak
merasa tegang dan bosan dalam mengikuti pembelajaran, agar tercipta nya
keharmonisan antara guru dan anak didik nya. Media pendidikan sangat banyak seperti
media internet dan media cetak. Pendidikan juga berpengaruh untuk masyarakat karena,
di dalam pendidikan tanpa adanya masyarakat pendidikan tidak akan berjalan dengan
baik, karena di dalam pendidikan terdapat unsur masyarakat seperti guru, peserta didik
dan lain nya.
DAFTAR PUSTAKA

http://shallaarif02.blogspot.co.id/
https://musliemforever.wordpress.com/2013/03/20/makalah-interaksi-belajar-mengajar/
http://www.academia.edu/5380048/Media_Komunikasi_dalam_Pendidikan
http://restuandrian.blogspot.co.id/2013/01/hubungan-masyarakat-dengan-
pendidikan_4055.html
http://monmonicatanca.blogspot.co.id/2015/02/hubungan-media-dan-komunikasi-
dalam.html
http://quranhadisfitri.blogspot.co.id/2013/05/tafsir-qs-at-tahrim-ayat-6.html