You are on page 1of 13

MAKALAH

KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM

KONSERVASI TANAH SECARA MEKANIS

DISUSUN OLEH:

RIFKAH BEBY AMALIAH H41114009

JUMIATI H41114010

M.A.S. ADNAN HARISMAN RADJAB H41114012

RIA EKAWATI H41114015

MARETTA ARDIANTI H41114016

DEPARTEMEN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2016
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah

ini sehingga dapat terselesaikan. Tanpa pertolongan-NYA mungkin penyusun tidak akan

sanggup menyelesaikan dengan baik.

Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui informasi yang disajikan

berdasarkan pengamatan dari beberapa sumber di internet. Makalah ini disusun oleh

penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun

yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari

Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Makalah ini berisi tentang Konservasi

Tanah Secara Mekanis dan sengaja dipilih karena menarik perhatian kami untuk

dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli. Penyusun juga

mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu dalam penyusunan

makalah ini sehingga kini bisa dibaca dan memberikan informasi tertentu pada pembaca.

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada

pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon

untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.

Kelompok 3
BAB I

PENDAHULUAN

I. LATAR BELAKANG

Tanah adalah suatu benda alami heterogen yang terdiri atas komponen padat, cair,

dan gas,dan mempunyai sifat serta perilaku yang dinamik, yang terbentuk oleh hasil kerja

inter-aksi antara : iklim ( i) dan jasad hidup (o), batuan induk (b) relief tempatnya

terbentuk (r) dan waktu (w).

Konservasi tanah mekanik adalah semua perlakuan fisik mekanis yang diberikan

terhadap tanah, dan pembuatan bangunan yang ditujukan untuk mengurangi aliran

permukaan dan erosi serta meningkatkan kelas kemampuan tanah.

Konservasi tanah secara mekanik adalah semua perlakuan fisik mekanis dan

pembuatan bangunan yang ditujukan untuk mengurangi aliran permukaan guna menekan

erosi dan meningkatkan kemampuan tanah mendukung usaha secara berkelanjutan.

Berdasarkan latar belakang tersebut maka disusunlah makalah ini.

II. Tujuan

Tujuan yang akan dibahas dalam makalah ini yaitu :

1. Pengertian konservasi tanah


2. Konservasi tanah secara mekanis

III. Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini yaitu :

1. Apa pengertian konservasi tanah?


2. Bagaimana konservasi tanah secara mekanis?

IV. Manfaat
Manfaat dari pembuatan makalah ini yaitu agar pembaca dapat memahami :

1. Mengetahui pengertian konservasi tanah


2. Mengetahui metode konservasi tanah secara mekanis
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Konservasi Tanah
Tanah adalah suatu benda alami heterogen yang terdiri atas komponen padat, cair,

dan gas,dan mempunyai sifat serta perilaku yang dinamik, yang terbentuk oleh hasil kerja

inter-aksi antara : iklim ( i) dan jasad hidup (o), batuan induk (b) relief tempatnya

terbentuk (r) dan waktu (w), yang di gambarkan dalam hubungan fungsi sebagai berikut :

T = (I,o,b,r,w)

Tanah bersifat heterogen dan dinamik, sehingga karakteristik tanah berbeda dari

satu tem-pat ke tempat lain, dan berubah dari waktu ke waktu.

Sebagai sumberdaya alam untuk pertanian, tanah mempunyai dua fungsi utama

yaitu : (1) sebagai unsur hara bagi tumbuhan, dan (2) sebagai matriks tempat akar

tumbuhan men-cengkram dan air tanah tersimpan, dan tempat unsur-unsur hara dan air

ditambahkan. Kedua fungsi tanah tersebut dapat menurun atau hilang sebagai akibat dari

banyak aktivitas dilaku-kan padanya, hilang atau menurunnya fungsi tanah tersebut inilah

yang kita sebut dengan kerusakan tanah atau degradasi tanah. Hilangnya fungsi dapat

diperbaharui dengan pemu-pukan, tetapi hilangnya fungsi kedua tidak mudah diperbahrui

oleh karena diperlukan wak-tu puluhan bahkan ratusan tahun untuk pembentukan tanah.

Kerusakan tanah dapat terjadi akibat dari (1) kehilangan unsur hara dan bahan

organik dari daerah perakaran, (2) terkumpulnya garam di daerah perakaran yang disebut

salinisasi, terkumpul atau terungkapnya unsur atau senyawa yang beracun bagi tanaman,

(3) penje-nuhan tanah oleh air disebut water logging, dan (4) terkikis atau hilannya tanah

atau bagian-bagian tanah dari suatu tempat ke tempat yang lain yang disebut erosi.

Hilangnya beberapa unsur hara dari daerah perakaran menyebabkan merosotnya

ke-suburan tanah, sehingga tanah tidak mampu menyediakan unsur hara yang cukup dan

seim-bang untuk pertumbuhan tumbuhan yang normal. Kerusakan dapat terjadi akibat

dekom-posisi bahan organik, mineralisasi dan pencucian unsur hara yang berlangsung

cepat teruta-ma di iklim tropika panas dan basah, dan kehilangan unsur hara yang

terangkut melalui pa-nen tanpa ada usaha untuk mengembalikannya. Pembakaran

tumbuhan yang menutupi per-mukaan tanah mempercepat proses pencucian dan


pemiskinan apalagi jika pembakaran di-lakukan setiap tahun. Kerusakan bentuk ini

terjadi setelah vegetasi seperti hutan, semak, pa-dang rumput ditebas dan dibersihkan

untuk penanaman tanaman semusim. Pemberian pu-puk buatan dan pupuk organik,

pergiliran tanaman dengan tanaman Leguminoceae dan hin-dari pembakaran vegetasi dan

sisa tanaman adalah cara-cara untuk mencegah kerusakan dan memulihkan kesuburan

tanah.

Pada dasarnya konservasi tanah dalam arti yang luas adalah penempatan setiap

bidang tanah pada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut dan

memperla-kukankannya sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tanah

tersebut tidak terjadi ke-rusakan tanah. Dalam arti yang sempit konservasi tanah

diartikan sebagai upaya mencegah kerusakan tanah oleh erosi dan memperbaiki tanah

yang rusak oleh erosi. Sedangkan bebe-rapa definisi lain dari konservasi tanah dan air

adalah sebagai berikut :

a. Konservasi tanah adalah usaha pemanfaatan tanah dalam usahatani dengan

memperha-tikan kelas kemampuannya dan dengan menerapkan kaidah-kaidah

konservasi tanah dan air agar lahan dapat digunakan secara lestari.

b. Konservasi air adalah upaya penyimpanan air secara maksimal pada musim

penghujan dan pemanfaatannya secara efisien pada musim kemarau

Konservasi air pada prinsipnya adalah penggunaan air hujan yang jatuh ke tanah

untuk pertanian dan kebutuhan lainnya digunakan seefisien mungkin dengan mengatur

waktu alir-an agar tidak terjadi banjir dan terdapat cukup air pada waktu musim kemarau.

Setiap perlakuan pada sebidang tanah akan mempengaruhi tata air pada tempat

itu dan tempat-tempat di hilirnya. Oleh karena itu konservasi tanah dan konservasi air

merupa-kan dua hal yang berhubungan erat, tindakan konservasi pada tanah adalah juga

tindakan konservasi air. Usaha konservasi tanah disamping ditujukan untuk mencegah

kerusakan tanah akibat erosi dan memperbaiki tanah-tanah yang telah rusak, juga

ditujukan untuk mene-tapkan kelas kemampuan tanah dan tindakan atau perlakuan yang
diperlukan agar tanah ter-sebut dapat dipergunakan seoptimal mungkin dalam jangka

waktu yang tidak terbatas. Kon-servasi tanah bukan berarti penundaan penggunaan tanah

atau pelarangan penggunaan ta-nah, namun menyesuaikan macam penggunaannya

dengan sifat-sifat tanah dan memberi-kan perlakuan sesuai dengan syarat-syarat yang

diperlukan.

Konservasi tanah dilakukan agar :

Energi perusak (air hujan, aliran permukaan) sekecil mungkin sehingga tidak

merusak.

Agregat tanah lebih tanah terhadap pukulan air hujan dan aliran permukaan.

Berdasarkan hal tersebut diatas,maka ada tiga pendekatan dalam konservasi tanah

yaitu :

Memperbaiki dan menjaga tanah agar tahan terhadap penhancuran dan pengangkutan,

serta lebih besar daya menyerap airnya.

Menutup tanah dengan tanaman atau sisa-sisa tumbuhan agar terlindung dari pukulan

langsung air hujan .

Mengatur aliran permukaan sehingga mengalir dengan kekuatan yang tidak merusak.

Sifat fisik, kimia tanah dan keadaan topografi lapangan menentukan kemampuan

tanah untuk suatu penggunaan, perlakuan lapangan diperlukan untuk menentukan

kemampuan tanah. Usaha-usaha konservasi tanah ditujukan untuk :

Mencegah dan memperbaiki kerusakan tanah oleh erosi

Memelihara dan meningkatkan produktivitas tanah agar dapat dipergunakan secara

lestari.

B. Konservasi Tanah Secara Mekanis

Konservasi tanah mekanik adalah semua perlakuan fisik mekanis yang diberikan

terhadap tanah, dan pembuatan bangunan yang ditujukan untuk mengurangi aliran
permukaan dan erosi serta meningkatkan kelas kemampuan tanah. Teknik konservasi

tanah ini dikenal pula dengan sebutan metode sipil teknis.

Perlakuan fisik mekanis terhadap tanah tetap diperlukan meskipun metode sipil

teknis bukan menjadi pilihan utama. Misalnya, meskipun tindakan konservasi vegetatif

menjadi pilihan utama, namun perlakuan fisik mekanis seperti pembuatan saluran

pembuangan air (SPA) atau bangunan terjunan masih tetap diperlukan untuk mengalirkan

sisa aliran permukaan yang tidak terserap oleh tanah. Teknik konservasi mekanik juga

perlu dipertimbangkan bila masalah erosi sangat serius (Agus dan Widianto, 2004),

dan/atau teknik konservasi vegetatif dinilai sudah tidak efektif lagi untuk menanggulangi

erosi yang terjadi. Pada prakteknya, sulit dipisahkan antara teknik konservasi tanah

mekanik dan vegetatif. Penerapan teknik konservasi tanah secara mekanik juga akan lebih

efektif dan efisien apabila dikombinasikan dengan teknik konservasi tanah vegetatif,

seperti penggunaan rumput atau legume sebagai tanaman penguat teras, penggunaan

mulsa, ataupun pengaturan pola tanam.

Selain teras bangku dan berbagai bentuk teras lainnya, misalnya teras gulud, teras

kebun, teras kredit, dan teras individu, metode konservasi tanah lainnya yang tergolong

sebagai tindakan sipil teknis (mekanis) adalah rorak, mulsa vertikal, barisan batu, saluran

drainase (saluran pengelak, saluran pembuangan air dan bangunan terjunan), pembuatan

bedengan searah kontur, dan lain sebagainya. Olah tanah konservasi (olah tanah

minimum, tanpa olah tanah, pengolahan tanah menurut kontur) juga termasuk teknik

konservasi mekanik.

Konservasi tanah secara mekanik adalah semua perlakuan fisik mekanis dan

pembuatan bangunan yang ditujukan untuk mengurangi aliran permukaan guna menekan

erosi dan meningkatkan kemampuan tanah mendukung usaha secara berkelanjutan. Pada

prinsipnya konservasi mekanik dalam pengendalian erosi harus selalu diikuti oleh cara
vegetatif, yaitu penggunaan tumbuhan atau tanaman dan penerapan pola tanam yang

dapat menutup permukaan tanah sepanjang tahun.

Pengendalian erosi dan aliran permukanaan merupakan persyaratan utama untuk

mencegah terjadinya penurunan kualitas lahan. Metode tersebut ditujukan untuk

memelihara, mempertahankan dan meningkatkan produktivitas tanah. Pengendalian erosi

dapat dilakukan baik melalui cara vegetatif, mekanik dan kimia. Tindakan tersebut sangat

mendesak untuk dilakukan karena :

a) Kondisi topografi wilayah dilahan berombak, bergelombang, berbukit dan lereng.


b) Kondisi curah hujan relatif tinggi.
c) Terjadinya pemadatan tanah khususnya di lahan menyebabkan rendahnya air hujan

yang terinfiltrasi ke dalam tanah, sehingga terjadi aliran permukaan yang hebat.
d) Lahan masih terbuka dari terpaan hujan secara langsung.
Metoda konservasi yang dapat dilakukan diantaranya :
1) Pengolahan tanah.
2) Pembangunan teras.
3) Pembuatan saluran disepanjang kontur yang berfungsi sebagai saluran air

untuk mengisi persediaan air dalam tanah.


4) Penanaman tanaman dalam setrip kontur.
C. Bentuk Bentuk Konservasi Tanah Secara Mekanik
1. Teras bangku atau teras tangga.
Teras bangku atau teras tangga dibuat dengan cara memotong panjang lereng dan

meratakan tanah di bagian bawahnya, sehingga terjadi deretan bangunan yang berbentuk

seperti tangga. Fungsi utama teras bangku adalah:


a. memperlambat aliran permukaan;
b. menampung dan menyalurkan aliran permukaan dengan kekuatan yang tidak

sampai merusak;
c. meningkatkan laju infiltrasi tanah dan mempermudah pengolahan tanah.
Teras bangku dapat dibuat datar (bidang olah datar, membentuk sudut 0o dengan

bidang horizontal), miring ke dalam/goler kampak (bidang olah miring beberapa derajat

ke arah yang berlawanan dengan lereng asli), dan miring keluar (bidang olah miring ke

arah lereng asli). Teras biasanya dibangun di ekosistem lahan sawah tadah hujan, lahan

tegalan, dan berbagai sistem wanatani.


Teras bangku miring ke dalam (goler kampak) dibangun pada tanah yang

permeabilitasnya rendah, dengan tujuan agar air yang tidak segera terinfiltrasi

menggenangi bidang olah dan tidak mengalir ke luar melalui talud di bibir teras. Teras
bangku miring ke luar diterapkan di areal di mana aliran permukaan dan infiltrasi

dikendalikan secara bersamaan, misalnya di areal rawan longsor. Teras bangku goler

kampak memerlukan biaya relatif lebih mahal dibandingkan dengan teras bangku datar

atau teras bangku miring ke luar, karena memerlukan lebih banyak penggalian bidang

olah.
Efektivitas teras bangku sebagai pengendali erosi akan meningkat bila ditanami

dengan tanaman penguat teras di bibir dan tampingan teras. Rumput dan legum pohon

merupakan tanaman yang baik untuk digunakan sebagai penguat teras. Tanaman murbei

sebagai tanaman penguat teras banyak ditanam di daerah pengembangan ulat sutra. Teras

bangku adakalanya dapat diperkuat dengan batu yang disusun, khususnya pada

tampingan. Model seperti ini banyak diterapkan di kawasan yang berbatu.


Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dalam pembuatan teras bangku

adalah:
a. Dapat diterapkan pada lahan dengan kemiringan 10-40%, tidak dianjurkan

pada lahan dengan kemiringan >40% karena bidang olah akan menjadi

terlalu sempit.
b. Tidak cocok pada tanah dangkal (<40 cm)
c. Tidak cocok pada lahan usaha pertanian yang menggunakan mesin pertanian.
d. Tidak dianjurkan pada tanah dengan kandungan aluminium dan besi tinggi
e. Tidak dianjurkan pada tanah-tanah yang mudah longsor.
2. Gulud atau Guludan
Gulud adalah barisan guludan yang dilengkapi dengan saluran air di bagian

belakang gulud. Metode ini dikenal pula dengan istilah guludan bersaluran. Bagian-

bagian dari teras gulud terdiri atas guludan, saluran air, dan bidang olah.
Fungsi dari gulud hampir sama dengan teras bangku, yaitu untuk menahan laju

aliran permukaan dan meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah. Saluran air dibuat

untuk mengalirkan aliran permukaan dari bidang olah ke saluran pembuangan air. Untuk

meningkatkan efektivitas gulud dalam menanggulangi erosi dan aliran permukaan,

guludan diperkuat dengan tanaman penguat teras.


Jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai penguat teras bangku juga dapat

digunakan sebagai tanaman penguat gulud. Sebagai kompensasi dari kehilangan luas
bidang olah, bidang teras gulud dapat pula ditanami dengan tanaman bernilai ekonomi

(cash crops), misalnya tanaman katuk, cabai rawit, dan sebagainya.


Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan teras gulud:
(1) Teras gulud cocok diterapkan pada lahan dengan kemiringan 10-40%, dapat

juga pada lahan dengan kemiringan 40-60% namun relatif kurang efektif..
(2) Pada tanah yang permeabilitasnya tinggi, guludan dapat dibuat menurut arah

kontur. Pada tanah yang permeabilitasnya rendah, guludan dibuat miring

terhadap kontur, tidak lebih dari 1% ke arah saluran pembuangan. Hal ini

ditujukan agar air yang tidak segera terinfiltrasi ke dalam tanah dapat

tersalurkan ke luar ladang dengan kecepatan rendah.


3. Teras individu
Teras individu adalah teras yang dibuat pada setiap individu tanaman, terutama

tanaman tahunan (lihat gambar). Jenis teras ini biasa dibangun di areal perkebunan atau

pertanaman buah-buahan.
4. Teras kebun
Teras kebun adalah jenis teras untuk tanaman tahunan, khususnya tanaman

pekebunan dan buah-buahan. Teras dibuat dengan interval yang bervariasi menurut jarak

tanam. Pembuatan teras bertujuan untuk :


1. meningkatkan efisiensi penerapan teknik konservasi tanah,
2. memfasilitasi pengelolaan lahan (land management facility), di antaranya

untuk fasilitas jalan kebun, dan penghematan tenaga kerja dalam

pemeliharaan kebun.
5. Rorak atau lubang resapan air
Rorak merupakan lubang penampungan atau peresapan air, dibuat di bidang olah

atau saluran resapan. Pembuatan rorak bertujuan untuk memperbesar peresapan air ke

dalam tanah dan menampung tanah yang tererosi. Pada lahan kering beriklim kering,

rorak berfungsi sebagai tempat pemanen air hujan dan aliran permukaan.
Dimensi rorak yang disarankan sangat bervariasi, misalnya kedalaman 60 cm,

lebar 50 cm, dan panjang berkisar antara 50-200 cm. Panjang rorak dibuat sejajar kontur

atau memotong lereng. Jarak ke samping antara satu rorak dengan rorak lainnya berkisar

100-150 cm, sedangkan jarak horizontal 20 m pada lereng yang landai dan agak miring

sampai 10 m pada lereng yang lebih curam. Dimensi rorak yang akan dipilih disesuaikan
dengan kapasitas air atau sedimen dan bahan-bahan terangkut lainnya yang akan

ditampung.
Sesudah periode waktu tertentu, rorak akan terisi oleh tanah atau serasah

tanaman. Agar rorak dapat berfungsi secara terus-menerus, bahan-bahan yang masuk ke

rorak perlu diangkat ke luar atau dibuat rorak yang baru.

BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Tanah adalah suatu benda alami heterogen yang terdiri atas komponen padat, cair,

dan gas,dan mempunyai sifat serta perilaku yang dinamik, yang terbentuk oleh hasil kerja

inter-aksi antara : iklim ( i) dan jasad hidup (o), batuan induk (b) relief tempatnya

terbentuk (r) dan waktu (w).

Konservasi tanah mekanik adalah semua perlakuan fisik mekanis yang diberikan

terhadap tanah, dan pembuatan bangunan yang ditujukan untuk mengurangi aliran

permukaan dan erosi serta meningkatkan kelas kemampuan tanah.

Konservasi tanah secara mekanik adalah semua perlakuan fisik mekanis dan

pembuatan bangunan yang ditujukan untuk mengurangi aliran permukaan guna menekan

erosi dan meningkatkan kemampuan tanah mendukung usaha secara berkelanjutan.

Metoda konservasi yang dapat dilakukan diantaranya :

3. Pengolahan tanah.
4. Pembangunan teras.
5. Pembuatan saluran disepanjang kontur yang berfungsi sebagai saluran air untuk

mengisi persediaan air dalam tanah.


6. Penanaman tanaman dalam setrip kontur.

3.2 SARAN
Dalam melakukan pengembangan konservasi tanah secara mekanik kita

melakukan setiap langkah dan peraturan dalam pengembangan dengan baik agar
pengembangan ekowisata tersebut tidak menimbulkan dampak yang tidak baik

bagi lingkunagn alam sekitar kita.


DAFTAR PUSTAKA

http://irwan-rilly.blogspot.co.id/2009/01/konservasi-tanah-metode-mekanik.html

http://agroteknologi.web.id/teknik-konservasi-tanah-secara-mekanik/