You are on page 1of 2

Haul dan Majelis Islam Kota Pasuruan

sebagai Identitas Nasional di Indonesia

Indah Rahmawati / 150341603241 / Offering C

Identitas nasional adalah suatu jati diri yang khas dimiliki oleh suatu bangsa dan
tidak dimiliki oleh bangsa yang lain. Dalam hal ini, tidak hanya mengacu pada individu
saja, akan tetapi berlaku juga pada suatu kelompok.
Kata Identitas berasal dari kata Identitu, yang memiliki arti tanda-tanda, ciri-
ciri, atau jati diri yang melekat pada seseorang atau sesuatu yang membedakannya
dengan yang lain. Sementara itu kata "nasional" merupakan identitas yang melekat pada
kelompok-kelompok yang lebih besar yang diikat oleh kesamaan-kesamaan fisiik, baik
fisik seperti budaya, agama dan bahasa maupun nonfisik seperti cita-cita, keinginan dan
tujuan. Himpunan kelompok inilah yang kemudian disebut dengan identitas bangsa atau
identitas nasional yang pada akhirnya melahirkan tindakan kelompok yang diwujudkan
dalam bentuk organisasi atau pergerakan-pergerakan yang diberi atribut-atribut
nasional.
Salah satu faktor pembentuk identitas bersama adalah faktor sakral. Faktor
sakral ini dapat berupa kesamaan agama yang dipeluk masyarakat atau ideology
doktriner yang diakui oleh masyarakat bersangkutan. Seperti contoh di kota Pasuruan,
memiliki identitas sebagai kota Santri. Hal ini didasarkan pada banyaknya pesantren
yang maju dan acara keislaman yang kental di kota ini. Seperti diadakannya Haul ke-34
KH Abdul Hamid bin Abdulloh Umar di Pondok Pesantren Salafiyah, Pasuruan, Jawa
Timur, Senin (21/12). Pada peringatan tersebut, juga dihadiri Menteri Agama Lukman
Hakim Saifuddin didampingi Kakanwil Jatim Mahfudz Shodar.
KH Abdul Hamid adalah tokoh pesantren Indonesia yang besar dan telah
memberikan sumbangsih besar bagi Indonesia. Beliau yang merintis dan membangun
kota Pasuruan sebagai kota yang bernuansa religi. Beliau adalah tokoh Islam yang
sangat tawadhu dan sabar. Merintis pondok pesantren yang disiplin dari nol hingga
memiliki santri yang ribuan jumlahnya. Karakter tokoh tersebut yang sangat baik tetap
terjaga meskipun beliau telah wafat. Dibuktikan dalam jumlah kehadiran jamaah di
setiap Haul yang mencapai ribuan orang tanpa undangan. Hal ini membuktikan KH
Abdul Hamid adalah tokoh yang sangat besar.
Acara Haul yang rutin diadakan di Kota Pasuruan ini merupakan khas Indonesia.
Tradisi yang sampai saat ini masih relevan dan harus dijaga dan dipelihara. Majelis
seperti ini adalah wahana silaturahmi antar ulama serta memupuk kebersamaan kyai dan
santri. Lebih dari itu, majelis ini juga menjadi sarana pendidikan berbasis karakter.
Majelis seperti ini menjadi tempat para kyai menyampaikan tausiyah, dan itu efektif.
Dimana majelis seperti Haul ini merupakan khas dan hanya ada di Indonesia.
Oleh karena itu, Haul merupakan salah satu identitas nasional yang dimiliki oleh
Indonesia khususnya kota Pasuruan. Dimana identitas tersebut harus tetap dijaga dan
dipelihara sehingga terbentuk masyarakat yang Islami dan berkarakter baik sesuai
dengan apa yang dicontohkan oleh para alim ulama yang telah memberikan peran besar
untuk Negara ini dan juga untuk Islam sebagai agama yang baik.