You are on page 1of 8

Aspek Kesehatan dan Aktivitas Olahraga Desa Sukasari

KKNM UNPAD 2017


Desa Sukasari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis
Abstrak
Kesra atau kesehatan dan olahraga merupakan aspek yang tidak dapat dipisahkan
dari kehidupan manusia. Olahraga adalah kegiatan manusia yang dibutuhkan untuk
menjaga kesehatan jasmani manusia, selain itu olahraga juga bermanfaat untuk sarana
silaturahmi manusia, karena beberapa olahraga membutuhkan banyak pemain dalam satu
timnya sehingga membutuhkan kerjasama tim dan silaturahmi yang baik antara pemain.
Dalam kegiatan KKNM-PPMD kami di Desa Sukasari, kami mengadakan beberapa
kegiatan olahraga bersama warga desa. Kegiatan olahraga yang kami adakan bersama
warga desa adalah lomba ping-pong untuk bapak-bapak dan ibu-ibu, lomba futsal antar SD,
dan mengikuti kegiatan posyandu bersama ibu-ibu PKK. Metode penelitian yang akan kami
lakukan adalah metode deskriptif, yaitu dengan menggambarkan keadaan yang subjek atau
objek dari penelitian berupa orang, lembaga, masyarakat dan lainya pada saat sekarang
berdasarkan fakta-fakta yang ada di lapangan. Metode deskriptif dapat diartikan sebagai
metod yang menjelaskan atau mendeskripsikan hubungan antara hal yang diteliti dan
kemudian dibuat suatu kesimpulan. Untuk olahraga ping-pong sebelumnya sudah mulai
ditinggalkan karena beberapa sebab tertentu seperti permainannya yang dibuat ajang
taruhan uang, namun kami berusaha untuk menghidupkan permainan ping-pong kembali di
Desa Sukasari dan mengajarkan agar permainan ping-pong ini agar jangan dipakai untuk
berjudi. Kemudian olahraga futsal juga sebenarnya sudah mulai ditinggalkan karena di
Desa Sukasari kerap terjadi kerusuhan jika diadakan olahraga futsal, namun kami juga
berusaha untuk menghidupkan olahraga futsal tersebut dan mengajarkan serta menjaga agar
tidak terjadi kerusuhan baik saat maupun sesudah olahraga futsal diadakan. Untuk kegiatan
ke posyandu juga kami lakukan dengan memeriksa kesehatan bayi dengan standar
operasional yang ada, serta bekerjasama dengan ibu-ibu PKK dalam pengaplikasian
pemeriksaan kesehatan bayi tersebut.
Kata Kunci: Olahraga, Kesehatan, Ping-Pong, Futsal, Posyandu

Pendahuluan
Di dalam Websters New Collegiate Dictonary (1980) mengartikan olahraga adalah
keikutsertaan dalam aktivitas fisik untuk mendapatkan kesenangan, dan aktivitas khusus
seperti berburu atau dalam olahraga pertandingan (athletic games di Amerika Serikat).

Makna olahraga menurut ensiklopedia Indonesia adalah gerak badan yang


dilakukan oleh satu orang atau lebih yang merupakan regu atau rombongan. Jika menurut
Dewan Eropa, merumuskan olahraga sebagai aktivitas spontan, bebas dan dilaksanakan
dalam waktu luang. Definisi terakhir ini merupakan cikal bakal panji olahraga di dunia
Sport for All dan di Indonesia tahun 1983, Memasyarakatkan olahraga dan
mengolahragakan masyarakat (Rusli dan Sumardianto, 2000: 6). Banyak sekali manfaat
olahraga bagi kesehatan kita.

Sedangkan kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang
memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial, dan ekonomis. Pemeliharaan
kesehatan adalah upaya penaggulangan, dan pencegahan gangguan kesehatan yang
memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan/atau perawatan termasuk kehamilan, dan
persalinan. Pendidikan kesehatan adalah proses membantu sesorang, dengan bertindak
secara sendiri-sendiri ataupun secara kolektif, untuk membuat keputusan berdasarkan
pengetahuan mengenai hal-hal yang memengaruhi kesehatan pribadinya, dan orang lain.

Kesehatan dan Olahraga menjadi salah satu tujuan program Kuliah Kerja Nyata
Mahasiswa (KKNM) yang diselenggarakan oleh Universitas Padjadjaran. KKNM adalah
salah satu mata kuliah yang harus diambil mahasiswa Universtas Padjadjaran, dan
merupakan fasilitas nyata untuk mengimplementasikan berbagai kegiatan akademik yang
bisa memberikan dampak kepada masyarakat. Dalam mata kuliah ini, sekitar 24 orang
mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Padjadjaran tinggal di sebuah desa selama
satu bulan dan mengerjakan berbagai program kerja untuk belajar dari masyarakat dan
mengimplementasikan ilmu yang telah ia pelajari di ruang kelas.

Dalam proses mengabdi pada masyarakat tersebut, tentu mahasiswa memiliki


kewajiban untuk mempelajari karakteristik dan kondisi masyarakat Desa Sukasari terlebih
dahulu, untuk bisa beradaptasi dan mengenali masalah-masalah yang ada di desa, sebelum
akhirnya mengkaji masalah-masalah tersebut dan memanifestasikan solusi yang dipilih ke
dalam suatu praksis. Artikel ini, oleh karena itu, merupakan bagian dari upaya mahasiswa
untuk lebih memahami masyarakat Desa Sukasari, karena Kesehatan dan Olahraga adalah
salah satu aspek penting dari desa yang harus dipahami mahasiswa dalam program KKNM.

Metode Penelitian
Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode deksriptif. Dimana
metode ini diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan
menggambarkan keadaan yang subjek atau objek dari penelitian berupa orang, lembaga,
masyarakat dan lainya pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang ada di lapangan.
Metode deskriptif dapat diartikan sebagai metod yang menjelaskan atau mendeskripsikan
hubungan antara hal yang diteliti dan kemudian dibuat suatu kesimpulan.

Menurut Nazir (1998:63) Metode penelitian deskriptif adalah suatu metode dalam
meneliti status kelompok manusia dalam suatu objek, suatu sistem pemikiran, ataupun
dalam suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan penilitian ini adalah untuk
membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai
fakta-fakta, sifat-sifat, serta hubungan antara fenomena yang diselidiki. Sedangkan
Sugiyono (2005) menyatakan bahwa metode desktiptif adalah suatu metode yang
digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak
digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas.

Ciri dari suatu metode dapat dikatakan metode deskriptif apabila, memusatkan diri
apda permasalahan yang ada pada masa sekarang, data yang didapat dibuat dalam sebuah
susunan yang teratur dan runut, dan data dianalisis berdasarkan hubungan sebab dan akibat.
Hasil dan Pembahasan
Dilihat dari aspek kesehatan masyarakat Desa Sukasari, kesadaran individu
akan kebersihan guna menjaga kesehatan masih terbilang kurang. Hal ini dilihat dari
kurangnya tempat sampah di Desa Sukasari serta diikuti masih banyak ditemukan sampah
berserakan di sekitar rumah ataupun di genangan genangan air. Data presentase penyakit
yang sering dialami oleh masyarakat Desa Sukasari adalah Diare. Hal ini menjadi salah satu
akibat kurangnya kesadaran akan kebersihan yang secara langsung mempengaruhi dari
aspek kesehatan. Oleh karena itu, tindakan yang diiperlukan adalah penyuluhan guna
meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Sukasari agar dapat menjaga kesehatan diri dan
lingkungan sekitar guna terciptanya lingkup kesehatan yang baik untuk seluruh masyarakat
Desa Sukasari.

Dalam hal ini dilakukan penyuluhan mengenai bahaya Diare dan penyebab
terjadinya penyakit tersebut. Kegiatan ini dilakukan dengan kerjasama dari beberapa pihak
seperti perangkat desa, ibu- ibu PKK, bidan, dan juga petugas Puskesmas. Kegiatan ini
dilakukan di Balai Desa Sukasari agar mempermudah seluruh masyarakat dari Desa
Sukasari untuk menghadiri kegiatan penyuluhan ini.

Kegiatan ini diadakan dengan pencapaian yaitu berkurangnya persentase jumlah


pasien yang terkena penyakit diare serta diharapkan masyarakat menjadi sadar akan
kebersihan lingkungan serta kebersihan diri. Rekomendasi untuk tindak lanjut berikutnya
adalah jika masih tinggi presentase penyakit diare maka perlu dilakukan penyuluhan
jemput bola atau dari rumah kerumah diikuti kegiatan kerja bakti penyediaan tempat
sampah di beberapa titik di Desa Sukasari sehingga sampah tidak berserakan dan
menyimbulkan penyakit.

Selain masalah kebersihan, dari aspek kesehatan dilihat dari segi kegiatan
Posyandu. Desa Sukasari merupakan desa yang telah melaksanakan kegiatan Posyandu
dengan baik dan rutin, selama masa KKNM, mahasiswa KKNM ikut turut serta dalam
mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan Posyandu. Penimbangan , pengukuran tinggi,
pengisian Kartu Sehat, dan lainnya dilakukan bersama antara mahasiswa KKNM dan Ibu =
ibu PKK serta bidan.

Sedangkan, dari aspek olah raga , Desa Sukasari memiliki bibit- bibit unggul
dalam cabang olah raga ping-pong dan volley. Mahasiswa KKNM memanfaatkan dengan
mengadakan kegiatan turnamen ping-pong dengan latar belakang belakang Desa Sukasari
yang memang memiliki potensi potensi atlet ping-pong namun karena satu dan lain hal
yakni berhubungan dengan ketagihan main dengan lupa waktu, maka tradisi berolah raga
ping-pong bersama dilarang. Maka dari itu kegiatan turnamen ping pong ini dimaksudkan
untuk menumbuhkan kembali tradisi olahraga ping-pong bersama guna mencetak bibit
bibit unggul dalam hal olahraga ping-pong. Turnamen ini diselenggarakan oleh mahasiswa
KKN bekerja sama dengan Kepala Desa Sukasari, turnamen ini diikuti oleh masyarakat
Desa Sukasari pecinta ping-pong. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan rutinitas
berolahraga masyarakat dapat terus dipertahankan dan tradisi permainan ping-pong dapat
kembali hidup.

Di sisi lain, selain menghidupkan kembali bibit bibit ping pong, untuk anak
SD dilakukan pengembangan kemampuan dalam hal bermain bola, yakni diadakan
turnamen futsal antar SD/MI Desa Sukasari. Kegiatan turnamen futsal antar SD/MI ini
dilakukan guna menjalin silahturahmi antar SD/MI serta meningkatkan rasa kerjasama dan
sportifitas antar peserta SD/MI. kegiatan ini juga dilakukan dengan diadakan pelatihan
futsal terlebih dahulu untuk para peserta yang dilatih langsung oleh mahasiswa KKNM
yang memiliki potensi dan keahlian dalam futsal.
Simpulan dan Saran
Simpulan
Masyarakat Desa Sukasari, kesadaran individu akan kebersihan guna menjaga
kesehatan masih terbilang kurang.
Desa Sukasari merupakan desa yang telah melaksanakan kegiatan Posyandu dengan
baik dan rutin.
Desa Sukasari memiliki bibit- bibit unggul dalam cabang olah raga ping-pong dan
volley.
Saran
Perlu diadakan penyuluhan yang mendetil mengenai kesehatan serta kebersihan
pribadi serta mengenai kebersihan lingkungan agar mengurangi kemungkianan
warga terserang penyakit.
Perlu diadakan pengarahan pengarahan kepada bibit atlit Desa Sukasari kepada
pelatnas agar bibit yang ada di Desa Sukasari lebih terlatih dan tidak sia sia
talentanya.