Вы находитесь на странице: 1из 8

Skenario Discharge Planning

Peran
Kepala Ruangan :
Wakil Kepala Ruangan :
Perawat Primer :
Perawat Asosiasi :
Pasien :
Keluarga Pasien :
Persiapan
(Ruang Perawat, Pagi hari)
Perawat pelaksana dan Kepala ruangan sedang berdiskusi mengenai discharge planning yang
akan diberikan kepada pasienbapak ERi dengan diagnosa PPOK.
Perawat Primer : Selamat pagi Ibu Krisna dan Ibu Intan, saya Padma sebagai
Perawat Primer hari ini. Sebeumnya saya sudah mempersiapkan
catatan medis dan keperawatan serta format discharge planning.
Saya ingin menyerahkan formulir rencana discharge planning
kepada pasien Eri di ruang Mawar. Dari hasil observasi, keadaan
pasien Eri sudah membaik. Dari hasil pemeriksaan fisik tidak
ditemukan lagi penggunaan alat bantu pernafasan, batuk bapak
sudah mulai berkurang dan sesak juga sudah tidak muncul lagi.
Dari hasil rontgen tidak terdapat secret yang tertimbun di apek
paru kiri dan basis paru kanan.Dari segi asuhan keperawatan
pasien sudah bisa pulang hari ini. Saya berencana untuk
memberikan discharge planning kepada pasien Eri. Bagaimana
pendapat ibu? Apakah ibu menyetujuinya? Mungkin ibu bisa
melihat format rencana discharge planning yang sudah saya buat.

Wakil Kepala Ruangan : Apa yang difokuskan dari discharge planning ini?
Perawat Primer : Nanti akan diberikan penyuluhan mengenai pencegahan
kekambuhan pada gejala PPOK, apa yang perlu diperhatikan saat
pasien pulang nanti dan dipersiapkan leaflet yang bisa dibawa
pulang oleh pasien.
Wakaru : Baik, bisa ditunjukkan kelengkapan untuk discharge
planningnya?
PP : Iya Ners, ini catatan medis dan catatan keperwatan, lembar
discharge planning, dan leaflet.
(Menunjukkan kepada kepala ruangan)
WaKaru : Baik, kalau begitu, mari kita menuju ke ruangan.

Di ruangan
(Ruang Mawar, Discharge Planning)
Kepala Ruangan : Selamat Pagi, Benar dengan bapak Eri? Bapak. Bagaimana
keadaan Bapak hari ini?
Pasien dan Keluarga : Pagi, Iya Benar Sus. Sudah mendingan suster.Saya sudah tidak
sesak dan batuk lagi.
Kepala Ruangan : Baik Bapak dan Ibuk, perkenalkan saya A sebagai kepala ruangan
di ruangan ini, ini ada perawat B sebagai perawat penanggung
jawab, dan perawat C. Bapak hari ini sudah boleh pulang, karena
keadaan bapak sudah membaik dan semua hasil pemeriksaan
juga menunjukkan peningkatan normal.
Hari ini kami akan memberikan informasi / penyuluhan sebelum
Bapak Eri pulang. Jadi penyuluhan ini penting nantinya untuk
bapak jalani selama pemulihan di rumah.Apa Ibu bersedia untuk
diberikan penyuluhan ini? Sebelumnya ada yang ingin adik atau
Ibu tanyakan dulu sebelum dimulai?
Pasien dan Keluarga : Saya setuju, jadi saya nantinya tahu yang benar mengenai
perawatan keluarga saya dirumah. Tidak suster.
Kepala Ruanan : Baik, nanti akan dijelaskan mengenai informasi-informasinya,
kemudian nanti akan ditanyakan kembali dan diakhiri dengan
pemberian leaflet yang bisa dibawa pulang. Nanti yang akan
memberikan informasi adalah perawat B dan C. Bagimana bapak
dan ibu bisa dimulai sekarang?
Pasien dan Keluarga : Bisa suster.
PP : Selamat pagi bapak. Perkenalkan saya perawat B. jadi disini
saya dibantu oleh perawat C akan memberikan informasi
mengenai penjelasan cara pemulihan kondisi bapak dirumah.
Sebelumnya saya akan memberikan form untuk ditandatangani
ya,. Form ini berisi persetujuan untuk dilakukan penyuluhan
sebelum pulang.
Pasien : Baik sus.
PP : Bapak, nanti akan dijelaskan mengenai informasi-informasinya,
kemudian nanti akan ditanyakan kembali dan diakhiri dengan
pemberian leaflet yang bisa dibawa pulang. Nanti yang akan
memberikan informasi adalah teman perawat saya yang lainnya.
Bagimana bapak bisa dimulai sekarang?
Pasien dan Keluarga : Bisa suster.
PA : Selamat Pagi Bapak. Benar dengan Bapak Eri?
Pasien : Iya benar, suster.
PA : Saya perawat C akan memberikan sedikit informasi kepada
Bapak dan keluarga mengenai cara perawatan Bapak dirumah
nanti setelah Bapak pulang dari rumah sakit. Mungkin
sebelumnya Bapak sudah tahu mengenai penyakit yang bapak
alami?
Pasien : Saya menderita penyakit PPOK atau penyakit paru akibat
adanya sumbatan karena merokok, suster. Kurang lebih itu yang
saya tahu.
PA : Ok, benar ya pak. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (COPD)
merupakan suatu istilah yang sering digunakan untuk
sekelompok panyakit paru yang berlangsung lama dan ditandai
oleh peningkatan resistensi terhadap aliran udara. PPOK itu sakit
yang lama biasanya disertai dengan gejala seperti batuk selama 3
bulan berturut-turut Bronkhitis kronik, emfisema paru, dan asma
bronchial membentuk kesatuan yang disebut COPD (Cronic
Obstruktif Pulmonary Disease). Secara umum, penyebab PPOK
adalah :
o Merokok : perlu diperhatikan baik perokok aktif, pasif,
maupun bekas perokok. Asap rokok merusak silia yang
terdapat di sepanjang saluran udara dan menekan
pembentukan AAT (alpha antitrypsin-1) .
o Faktor lingkungan : Pekerjaan, polusi udara dan alergen
sangat berpengaruh terhadap terjadinya COPD. Paparan
trehadap udara dingin, jamur, serbuk bunga, nitrogen atau
gas sulfur, asbestos, bulu binatang, hairspray dan polutan
yang terdapat di sekitar rumah dapat menstimulasi
bronkokonstriksi.
o Factor keturunan : Factor keturunan dan kebiasaan di
rumah tangga diwariskan dari generasi ke generasi.
o Riwayat infeksi saluran napas bawah berulang yang tidak
ditangani

Sudahkah Bapak dan keluarga menghindari salah satu penyebab


atau mungkin keseluruhan yang saya sebutkan tadi?
Pasien& Keluarga : Belum, suster. Saya dan keluarga kurang memperhatikan hal
tersebut.
PA : Nah, untuk itu kedepannya pencegahan yang saya paparkan tadi
bisa bapak terapkan,ya. Selanjutnya saya akan menambahkan
sedikit ya pak.apakah Bapak tahu bagaimana agar tidak terjadi
kekambuhan gejala ?
Pasien : Tidak tahu, suster.
PA : Nah, untuk hal-hal yang harus diperhatikan agar tidak terjadi
kekambuha ialah hindari penyebabnya seperti
Makan lebih sering dengan porsi kecil Penderita PPOK saat
beraktifitas akan membutuhkan energi 10 kali lebih besar
daripada orang normal. Saat kekenyangan kita akan menjadi
lemas karena otomatis pernapasan terganggu. Oleh karena itu
disarankan konsumsi makanan dalam porsi kecil namun sering
sehingga tidak akan cepat kekenyangan. Untuk sehari makanan
dapat dibagi menjadi 4-6 porsi kecil dan 3 porsi sedang.
Pentingnya sarapan
Banyak orang dengan PPOK akan merasa cepat letih saat
beraktifitas seharian , oleh karena itu sangat pernting untuk
konsumsi sarapan bergizi di awal hari saat energi masih tinggi.
Konsumsilah 25-30 gram serat seperti sereal atau roti gandum
untuk memulai hari. Dapat pula konsumsi oatmeal yang penuh
serat tinggi, kalsium, besi dan vitamin A. Sumber baik lainnya
serat adalah kacang-kacangan kering (kacang polong), beras
merah, buah-buahan segar dan sayuran.
Utamakan makanan tinggi Protein
Biasanya penderita PPOK akan cepat lelah saat makan, oleh
karena itu makanlah dahulu protein yang tinggi asupan kalori
seperti ayam, daging sapi tanpa emak, ikan panggang, telur ,
kacang kacangan , tahu
Minumlah banyak air putih
Konsumsi banyak air putih akan membantu mengurangi lendir
dari jalan napas. Sebaiknya minum dilakukan setelah makan
sehingga tidak menyebabkan cepat kenyang. Saat makan
sebaiknya hindari minum setelah makan sehingga tidak
menyebabkan cepat kenyang.
Hindari kafein
Kafein dapat menyebabkan meningkatnya rasa gugup dan
gelisah yang akan membuat kekambuhan PPOK. Maka dari itu
hindari produk kafein seperti kopi, teh, soda berkafein dan
coklat.
Kurangi Garam
Garam akan menyebabkan restriksi cairan dalam tubuh
sehingga akan membuat sulit bernapas.
Cemilan Sehat
Jika Anda perlu untuk mendapatkan berat badan , sebaiknya
konsumsi cemilan yang tinggi kalori seperti kacang-kacangan,
puding rendah lemak, biskuit gandum, buah-buahan dan
sayuran seperti bit, jagung, wortel, dan labu yang kaya vitamin
dan mineral serta memiliki lebih banyak kalori dibandingkan
sayuran lainnya.
Menghindari factor risiko yang dapat menyebabkan COPD
mengalami kambuhan seperti asap rokok, polusi udara dan
lingkungan sekitar pasien yang kumuh
Menjaga sanitasi lingkungan di sekitar pasien
Menghilangkan kebiasaan buruk yang dimiliki pasien seperti
kebiasaan merokok
Lakukan aktivitas fisik secara bertahap,dilakukan sesuai
dengan kemampuan pasien dan didampingi oleh keluarga
Penuhi nutrisi yang adekuat, konsumsi makanan tinggi kalori
tinggi protein serta kaya serat
Lakukan treatment atau pengobatan sampai tuntas / bapak
harus teratur minum obat
Nanti apabila mengalami sesak nafas dirumah dapat
menggunakan oksigen ini yang nanti akan kami siapkan utuk
bapak bawa pulang dengan cara seperti ini pak (jelaskan cara
pakai oksigen)
Mungkin diantara Bapak atau Ibu ada yang bias menjelaskan
kembali apa itu PPOK?
Pasien : PPOK itu sakit yang lama biasanya disertai dengan gejala
seperti batuk selama 3 bulan berturut-turut sus, biasanya
diakibatkan karena merokok, keturunan.
PA : Sudah benar ya jawaban Bapak Eri. Kalau Ibu mungkin bias
menyebutkan apa saja yang perawatan yang dapat dilakukan
dirumah?
Keluarga Pasien : Istirahat yang cukup, banyak minum air putih, makan makanan
yang kaya protein dan ingat sarapan.
PA : Sudah benar juga, ya Bu. Itu artinya Bapak dan keluarga sudah
mampu untuk melakukan perawatan dirumah. Bapak, Ibu
sebelum saya akhiri, apakah ada yang ingin ditanyakan ?.
Pasien : Suster, makanan tinggi protein itu apa aja?.
PA : makanan kaya protein itu seperti tahu, tempe, telur. Ada lagi
yang ingin ditanyakan?
Pasien & Keluarga : Tidak ada, suster.
PA : Baik, kalau tidak ada, ini saya bagikan leaflet kepada Bapak dan
Ibu. Isinya kurang lebih sama dengan apa yang saya jelaskan
tadi, dan saya harap ini dapat menjadi bahan bacaan bagi Bapak
dan keluarga dalam melakukan perawatan dirumah. Form
discharge planning yang tadi diberikan bisa diberikan kepada
saya, Bu. Baik, sekian dari kami, terima kasih atas kerjasamanya,
semoga lekas sembuh, dan ingat untuk kontrol kesehatan 1
minggu lagi, ya pak. Selamat pagi.
Pasien & Keluarga : Selamat pagi, suster.

Nurse station
Karu : Baik terimakasih PP dan PA, kalian sudah melakukan disini
discharge plannning dengan sudah bagus, saya sangat
mengapresiasi kinerja kalian.
PP & PA : mohon bimbingan untuk kegiatan selanjutnya ners.