You are on page 1of 4

See

discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.net/publication/308777754

Perancangan Antena Mikrostrip Patch Segi


Empat Dual Band (1,8 GHz dan 2,4 GHz)

Conference Paper October 2016

CITATIONS READS

0 23

3 authors, including:

Ali Hanafiah Rambe Suherman Suherman


University of Sumatera Utara University of Sumatera Utara
4 PUBLICATIONS 0 CITATIONS 32 PUBLICATIONS 7 CITATIONS

SEE PROFILE SEE PROFILE

Some of the authors of this publication are also working on these related projects:

Integrating handy talky radio and FM based community radio for mount Sinabung erupting area. View
project

Perancangan Antena Mikrostrip Patch Segi Empat Dual Band (1,8 GHz dan 2,4 GHz) View project

All content following this page was uploaded by Suherman Suherman on 25 October 2016.

The user has requested enhancement of the downloaded file. All in-text references underlined in blue are added to the original document
and are linked to publications on ResearchGate, letting you access and read them immediately.
The 4th National Conference on Industrial Electrical and Electronics (NCIEE) 2016

Perancangan Antena Mikrostrip Patch Segi Empat


Dual Band (1,8 GHz dan 2,4 GHz)
Ali Hanafiah Rambe 1, Khairil Abdillah 2, Suherman 3
1, 2, 3
Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik USU
Medan, 20155, Indonesia.
1
Email: alihanafiah1978@gmail.com

Abstract - This paper discuss the design of a dual band berbentuk persegi empat yang meskipun sederhana
microstrip antenna with rectangular patch for LTE system tetapi mampu memberikan performansi yang lebih
(1.8 GHz band) and Wifi (2.4 GHz band). Design is done by optimal dibandingkan bentuk yang lain. Rancangan
using a simulator AWR. The antenna consists of a antena mikrostrip ini menggunakan impedansi input
rectangular with an area of 40 x 29 mm2. To provide dual
band of frequency, the inset feed microstrip line is used. The
sebesar 50 Ohm dan bahan substrat FR4 dengan
simulated result show that the proposed antenna has 53 konstanta dielektrik 4,4 dan ketebalan 1,6 mm.
MHz of bandwidth for 1.8 GHz band and 78 MHz for 2.4
GHz band with VSWR less than 2. Both of bands have II. ANTENA MIKROSTRIP PATCH SEGI EMPAT
unidirectional radiation pattern. Gain of 1.8 GHz frequency Sebuah antena mikrostrip patch segi empat dengan
is 5,575 dB and 2.44 GHz frequency is 6.012 dB. pencatuan langsung diperlihatkan pada Gambar 1.
Struktur antena ini memiliki sebuah patch, saluran
pencatu, substrat dan bidang pentanahan. Patch
Keywords: microstrip, dual band, VSWR, gain. berfungsi sebagai elemen peradiasi dan saluran
pencatu berupa microstrip line berfungsi sebagai
I. PENDAHULUAN saluran penghubung antara patch dan perangkat radio.
Seiring dengan kebutuhan manusia akan Adapun substrat berfungsi sebagai pemisah antara
komunikasi yang mudah dan cepat, perkembangan patch dan bidang pentanahan.
teknologi tanpa kabel (wireless) telah menawarkan
berbagai sistem aplikasi seperti wireless fidelity (WiFi) Patch
dan Long Term Evolution (LTE). Meskipun memiliki Substrat
jangkauan yang terbatas, hingga kini teknologi WiFi
masih banyak digunakan hampir di seluruh dunia. Saluran
Adapun LTE merupakan teknologi yang baru muncul pencatu
di Indonesia sebagai aplikasi wireless generasi ke-
empat. Kedua teknologi tersebut akan melayani
kebutuhan menusia secara simultan. Oleh karenanya,
sangat dibutuhkan sebuah peralatan yang mampu Bidang pentanahan
mengakomodasi kedua jaringan tersebut dalam satu Gambar 1 Antena mikrostrip patch segi empat
perangkat khususnya antena. WiFi dan LTE bekerja
pada frekuensi yang berbeda yaitu 2,4 GHz dan 1,8 Parameter perancangan antena mikrostrip patch
GHz. Agar kedua sistem hanya menggunakan sebuah segiempat dengan pencatuan langsung ini secara
antena saja, maka dibutuhkan sebuah antena yang teoritis adalah sebagai berikut :
bersifat dual band.
Antena dual band merupakan antena yang mampu A. Ukuran Patch Segi Empat
bekerja pada dua daerah frekuensi sekaligus. Antena Ukuran patch berbentuk segi empat berupa lebar
jenis ini sangat dibutuhkan untuk mendapatkan (W) dan panjang (L) dapat diperoleh dari persamaan-
efisiensi perangkat pada penggunaan kanal frekuensi persamaan berikut [11]:
yang berbeda. Berbagai jenis antena mikrostrip dual c
band telah banyak dirancang, diantaranya telah W =
( r + 1) (1)
dipublikasikan pada [1]-[10]. Berdasarkan rancangan- 2 fr
2
rancangan tersebut, beberapa teknik yang dapat
digunakan untuk menghasilkan sifat dual band dari L = Leff 2L (2)
sebuah antena mikrostrip dapat dilakukan dengan
c (3)
pemberian slot pada patch [7][8], metode multi patch Leff =
[9] dan notch loaded [10]. 2 f r reff
Pada tulisan ini akan dirancang antena mikrostrip
W
yang mampu bekerja pada dua band frekuensi. Antena ( reff + 0.3) + 0.264
h (4)
mikrostrip memiliki bentuk yang kompak, ukuran L = 0.412h
W
yang kecil dan ringan serta mudah dipabrikasi.
Adapun bentuk patch yang digunakan adalah
( reff 0.258) + 0.8
h

1
The 4th National Conference on Industrial Electrical and Electronics (NCIEE) 2016

r +1 r 1 1 band (1,8 GHz dan 2,4 GHz) dilakukan dengan hanya


reff = + (5) menghitung ukuran patch berdasarkan frekuensi kerja
2 2 1 + 12h W 1,8 GHz menggunakan Persamaan (1) hingga (5).
Rancangan teoritis ini diiterasi menggunakan
Dimana c merupakan kecepatan rambat medan simulator untuk mendapakan ukuran patch yang
elektromagnetik (3x108 m/s), r adalah konstanta optimal pada frekuensi 1,8 GHz. Adapun efek dual
dielektrik substrat, fr = frekuensi resonansi, h = band dari rancangan tersebut diperoleh dengan
ketebalan substrat, Leff = panjang efektif patch, L = menggeser posisi saluran pencatu terhadap patch dan
pertambahan panjang patch dan reff = konstanta pemberian celah sebesar 1 mm (inset feed). Geometri
dielektri efektif substrat. rancangan yang optimal dari antena mikrostrip patch
segi empat dual band diperlihatkan pada Gambar 2.
B. Impedansi Saluran Pencatu
57 mm
Saluran pencatu dirancang berdasarkan nilai
impedansi karakteristik saluran (Z0) yang dibutuhkan. 40 mm
Untuk saluran yang sempit dengan w/h 2, impedansi
karakteristik diberikan dengan persamaan [12] :


29 mm
    
          

  

56 mm

 %
 !"#$  &
1 mm




(6)

19 mm
2 mm
Dimana r merupakan konstanta dielektrik substrat,
h = ketebalan substrat dan w = lebar saluran pencatu.
Pada (6) tersebut dapat dilihat bahwa sangat rumit
3 mm
untuk mendapatkan nilai w secara eksplisit. Untuk
impedansi Z0 = 50 dan jenis substrat FR4 (r = 4,4 Gambar 2. Geometri rancangan
dan h = 1,6 mm), maka nilai w hasil iterasi
diperlihatkan pada Tabel I. IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil simulasi, VSWR dari rancangan
TABEL I antena diperlihatkan pada Gambar 3. Dari grafik
ITERASI MENCARI LEBAR SALURAN PENCATU VSWR tersebut dapat dilihat bahwa rancangan
Lebar saluran pencatu w (mm) Z0 () memiliki dua frekuensi tengah yaitu 1,8 GHz dengan
4 42,2636 VSWR = 1,508 (band 1,8 GHz) dan 2,44 GHz dengan
3 50,5887 VSWR = 1,517 (band 2,4 GHz).
3,5 50,5887 Adapun bandwidth pada VSWR < 2, diperoleh :
3,05 50,0872  untuk band 1,8 GHz :
3,058 50,0081
3,0588 50,0002
bandwidth = 1,829 GHz 1,776 GHz = 53 MHz
3,05881 50,0001  untuk band 2,4 GHz :
bandwidth = 2,482 GHz 2,404 GHz = 78 MHz
Dari Tabel I dapat dilihat bahwa nilai w yang
menghasilkan impedansi Z0 = 50 dengan tepat
memiliki angka desimal yang sangat panjang. Untuk
kemudahan dalam simulasi dan fabrikasi maka nilai w
yang digunakan adalah 3 mm. Nilai ini dapat
digunakan karena selisih sekitar 0,5887 relatif lebih
kecil (dapat ditolerir).

III. PERANCANGAN ANTENA


Secara teori dengan berdasarkan pada Persamaan (1)
hingga (5), dapat diketahui bahwa sebuah rancangan
akan diperoleh dari sebuah frekuensi kerja yang
diinginkan. Namun secara praktis dengan perlakuan
tertentu, sebuah rancangan yang secara teoritis hanya Gambar 3. Grafik VSWR
untuk satu frekuensi, dapat dihasilkan sebuah
rancangan dengan dua frekuensi. Pada tulisan ini, Return loss dan input impedance dari rancangan
perancangan antena mikrostrip patch segi empat dual antena masing-masing diperlihatkan pada Gambar 4

2
The 4th National Conference on Industrial Electrical and Electronics (NCIEE) 2016

dan Gambar 5. Pada 1,8 GHz diperoleh nilai return perolehan gain maksimum mencapai 5,575 dB pada
loss sebesar -13,87 dB dengan impedansi sekitar sudut 0. Sedangkan pada frekuensi 2,44 GHz,
33,53-j3,82 Ohm dan pada 2,44 GHz nilai return loss perolehan gain maksimum mencapai 6,012 dB pada
sebesar -13,75 dB dengan impedansi sekitar sudut -2.
33,94+j6,38 Ohm.
V. KESIMPULAN
Pada tulisan ini telah dibahas sebuah rancangan
antena mikrostrip patch segi empat yang mampu
bekerja pada dua daerah frekuensi (dual band).
Berdasarkan hasil simulasi, rancangan dapat bekerja
untuk band frekuensi 1,8 GHz (1,776 GHz 1,829
GHz) dan band 2,4 GHz (2,404 GHz 2,482 GHz).
Dengan frekuensi tersebut, rancangan antena dapat
digunakan untuk sistem LTE (1,8 GHz) dan Wifi (2,4
GHz).

DAFTAR PUSTAKA
[1] Chang won Jung and Franco De Flaviis, Dual-Band
Gambar 4. Grafik return loss
Antenna for WLAN Applications by Double Rectangular
Patch with 4-Bridges, Antennas and Propagation Society
International Symposium, IEEE, 2004, Vol.4.
[2] P. Nepa, A. A. Serra, S. Marsico, G. Manara, A Dual-Band
Antenna for Wireless Communication Terminals, Antennas
and Propagation Society International Symposium, IEEE,
2004, Vol.4.
[3] Ting-Ming Hsueh, Heng-Tung Hsu, Hsi-Tseng Chou and
Kwo-Lun Hung, Dual Band Omni-Directional Planar
Antenna for WiMAX Applications, Antennas and
Propagation Society International Symposium, IEEE, 2008.
[4] T. Deleruyelle, P. Pannier and S. Bourdel, Multi-Standard
Slot Antenna in 860-960 MHz and 2.45GHz RFID Band,
Antennas and Propagation Society International Symposium,
IEEE, 2008.
[5] Kumud Ranjan Jha and G. Singh, Dual-band rectangular
microstrip patch antenna at terahertz frequency for
surveillance system, J Comput Electron, vol. 9, pp. 3141,
2010.
[6] Ved Prakash and Rajesh Khanna, Dual Band Aperture
Gambar 5. Grafik input impedance Coupled Rectangular Patch Antenna For PCS and WLAN
Applications, International Journal of Communication
Engineering Applications (IJCEA), Vol. 02, Issue 03, July
2011.
[7] Satya Prakash Sinha, Design of A Wide Band Slot Antenna
for GPS & Dual Band of WiMAX Technology, INDICON,
IEEE, 2015.
[8] Jacob Abraham and Thomaskutty Mathew, A Novel Dual-
Band Microstrip Patch Array, Applied Electromagnetics
Conference (AEMC), IEEE, 2015.
[9] Zhao Wu, Long Li, Xi Chen and Ke Li, Dual-Band Antenna
Integrating With Rectangular Mushroom-Like Superstrate for
WLAN Applications, IEEE Antennas And Wireless
Propagation Lett., vol. 15, pp. 12691272, 2016.
[10] A. Kavya,Poornima.V, Zachariah C Alex and K. Shambavi,
Design of a Miniaturized Dual Band Patch Antenna for
WLAN Applications, International Conference On
Electronics And Communication System (ICECS), IEEE,
2015.
[11] Constantine A Balanis, Antenna Theory : Analysis and
Design, Third Edition, Jhon Wiley & Sons, Canada,
2005.
[12] R. Garg, P. Bhartia, I. Bahl, and A. Ittipiboon, Microstrip
Gambar 6. Grafik pola radiasi dan perolehan gain Design Handbook, Norwood: Artech House. Inc, London,
2001.
Pola radiasi dan perolehan gain dari rancangan
antena diperlihatkan pada Gambar 6. Kedua band
memiliki pola pancaran yang hampir sama yaitu
bersifat direksional. Pada frekuensi 1,8 GHz,

View publication stats