Вы находитесь на странице: 1из 3

PERCOBAAN 5

Reaksi Adisi dan Subtitusi

A. KOMPETENSI DASAR
Setelah melakukan percobaan ini mahasiswa diharapkan dapat membedakan reaksi adisi
dan substitusi.

B. INDIKATOR PENCAPAIAN
1. Dapat mengetahui reaksi yang terjadi pada senyawa hidrokarbon
2. Dapat mengetahui mengapa benzena tidak dapat mengalami reaksi adisi
3. Dapat mengetahui hukum markovnikov

C. MATERI PERCOBAAN
Reaksi adisi, reaksi substitusi, reaksi perubahan reagen.
C.1 Pertanyaan Prelab
a. Apakah yang dimaksud dengan reaksi adisi ?
b. Apakah yang dimaksud dengan reaksi substitusi ?
c. Apakah bunyi hukum markovnikov ?
C.2 Pengetahuan Dasar (yang harus dimiliki)
Reaksi subtitusi adalah penggantian suatu gugus atau atom dengan gugus atau atom
lain. Pada reaksi subtitusi atom atau gugs atom yang terdapat dalam suatu molekul
digantikan oleh atom atau gugus atom lain umumnya pada senyawa jenuh. Tetapi pada
kondisi tertentu dapat juga terjadi pada senyawa tak tak jenuh.
Reaksi adishi adalah penambahan masing-masing satu gugus kepada dua atom karbon
yang mempunyai ikatain rangkap sehingga menghilangkan ikatan atau rangkapnya. Pada
reaksi adisi, molekul senyawa yang memiliki ikatan rangkap menyerap atom atau gugus
atom sehingga ikatan rangkap berubah menjadi ikatan tunggal seperti reaksi antara
heksana dan iodin (I2).
Berdasarkan prinsip diatas, maka reaksi-reaksi hidrokarbon diatas banyak digunakan
untuk kepentingan industri antara lain untuk memproduksi bahan-bahan kimia organik,
seperti industri bahan pengawet makanan agar tidak mudah berbau tengik pada minyak
cair. Contoh yaitu asitilena. Asitilena merupakan zat berupa gas, tidak berwarna, tidak
berbau. Campuran gas asitiena dan oksigen digunakan untuk memperoleh suhu tinggi
yang diperlukan untuk memotong dan mengelas logam.
Oleh karena itu, praktikum ini dilakukan agar praktikan dapat mengerti dan
memahami reaksi adisi dan reaksi subtitusi dan mengetahui perubahan reagen apabila
reaksi tersebut terjadi.

C.3 Keselamatan Kerja


Hampir semua pelarut organik mempunyai sifat toksik atau racun, untuk menghindari
terjadinya kontak langsung dengan pelarut organik dalam bentuk uap dengan saluran
pernapasan maka gunakanlah masker selama melakukan perconbaan.
Banyak pelarut oranik mudah terbakar, maka saat melakukan pemanasan hindarilah
penggunaan api langsung dan pemanasan dilakukan dalam lemari asam.
Gunakan pula pelindung mata, masker dan sarung tangan apabila bekerja dengan
asam pekat karena dapat membakar kulit.

C.4 Pelaksanaan Percobaan

a. Alat dan bahan

Alat

- Tabung reaksi
- Rak tabung reaksi
- Pipet teres
- Botol reagen
- Gelas ukur
Bahan
- Benzena
- Minyak goreng
- I2
- n-heksan
- ekstrak pandan
- Ekstrak mawar
- Ekstrak jahe

b. Prosedur kerja
1. Benzena + I2
- Dimasukkan 10 tetes Benzena dalam tabung reaksi
- Dimasukkan 2 tetes I2
- Dikocok, diamati perubahan yang terjadi
2. N-Heksan + I2
- Dimasukkan 10 tetes N-Heksan dalam tabung reaksi
- Dimasukkan 2 tetes I2
- Dikocok, diamati perubahan yang terjadi
3. Ekstrak pandan + I2
- Dimasukkan 10 tetes Ekstrak pandan dalam tabung reaksi
- Dimasukkan 2 tetes I2
- Dikocok, diamati perubahan yang terjadi
4. Ekstrak jahe + I2
- Dimasukkan 10 tetes ekstrak jahe dalam tabung reaksi
- Dimasukkan 2 tetes I2
- Dikocok, diamati perubahan yang terjadi
5. Ekstrak mawar + I2
- Dimasukkan 10 tetes ekstrak mawar dalam tabung reaksi
- Dimasukkan 2 tetes I2
- Dikocok, diamati perubahan yang terjadi
6. Minyak goreng + I2
- Dimasukkan 10 tetes minyak goreng dalam tabung reaksi
- Dimasukkan 2 tetes I2
- Dikocok, diamati perubahan yang terjadi

C.5 Pembahasan
C.6 Kesimpulan
C.7 Pertanyaan Postlab
1. Sebutkan reaksi-reaksi yang terjadi dari masing-masing percobaan !

DAFTAR PUSTAKA

Fressenden, John R. 1982. Kimia Organik Edisi ke 3 Jilid 2. Erlangga: Jakarta


Keenan, W Charles. 1986. Ilmu Kimia Untuk Untuk Universitas. Erlangga: Jakarta
Raymond, Chang. 2005. Kimia Dasar Konsep 2. Erlangga: Jakarta