You are on page 1of 8

A.

ANALISIS

1. SITE

2. Analisis

Lokasi
site Jl. Ir. Sutami, Jebres,
Surakarta

MAIN ENTRANCE
pencapaian ke dalam tapak (penentuan pintu masuk) dan
orientasi bangunan

- Penentuan pintu masuk tersebut berdasarkan pertimbangan


tapak yang menghadap ke arah jalan dan kelancaran sirkulasi
ke dalam tapak sehingga memudahkan penghuni dalam
pencapaian dari jalan ke tapak.
- Orientasi bangunan menghadap ke arah barat daya dengan
pertimbangan agar bangunan mudah dikenal dan menghadap
ke arah jalan.
1. Analisis Penentuan zone ruang pada tapak secara
horizontal
Dasar pertimbangan:
Kegiatan
Potensi lingkungan: Kebisingan, Sinar matahari, dan
Arah angin.
Pencapaian
Hirarki ruang

Tapak berada pada selatan jalan utama.Di sebelah timur


dan barat sudah ada rumah yang dihuni dan jalan pada sisi
utara. Dengan mempertimbangkan keadaan tapak, maka
alternatif pilihan untuk entrance adalah pada sisi utara di
mana terdapat akses jalan. Sisi utara tapak akan dibuat dua
entrance, yaitu main entrance untuk memudahkan user (tuan
rumah dan tamu) untuk memasuki tapak dan side entrance
untuk sirkulasi pembantu, penjaga dan kebutuhan servis
lainnya juga tidak mengganggu sirkulasi tuan rumah dan
tamu.
Zona terhadap kebisingan

Keterangan:
C
Zona A : Bising
B
Zona B : Agak bising
A Zona C : Tenang

Bisi
ng

Jalan

Zona A merupakan zona yang paling dekat dengan jalan


sehingga memiliki tingkat kebisingan yang tinggi, oleh karena
itu zona A dapat difungsikan sebagai ruang publik yang tidak
membutuhkan suasana yang tenang. Zona B tingkat
kebisingan tergolong sedang. Pada zona B dapat digunakan
sebagai ruang semi privat yang tidak terlalu mebutuhkan
suasana yang tenang. Zona C berada di bagian tengah yang
memiliki tingkat kebisingan yang rendah, zona C sangat cocok
untuk digunakan sebagai ruang private karena ruang private
membutuhkan suasana yang tenang.
Zona terhadap sinar matahari

Keterangan:
Zona A : Sinar matahari sore
A B
Zona B : Sinar matahari pagi

U
B pada tapak mendapat sinar matahari pagi secara
maksimal. Zona B digunakan untuk area privat seperti kamar
tidur dan area berkebun untuk menanam tanaman yang
sangat membutuhkan sinar matahari pagi supaya
pertumbuhannya.Zona A pada tapak digunakan untuk zona
semi publik dan servis.
2. Kriteria Rancangan dan Konsep Pengolahan Site
a. Penentuan Entrance

U B B

A
Site berada di sisi timur laut jalan utama (Jalan
Ir.Sutami).Di sisi Tenggara merupakan sebuah ruko
,sedangkan di Timur Laut site merupakan perumahan
warga, dan bagian Barat Daya merupakan Sebuah warung
makan. Dengan mempertimbangkan kondisi site, maka site
ini hanya memiliki satu alternatif entrance yaitu pada sisi
barat daya.Di sisi lain, Rumah tinggal ini memiliki tiga
entrance, yaitu entrance untuk pasien, untuk pemilik
rumah dan tamu, dan untuk pembantu (servis). Entrance
untuk pasien berada di sisi barat site karena letaknya
yang lebih dahulu dengan jalan utama,sehingga tidak
melewati entrance pemilik rumah.
Sedangkan entrance untuk pembantu/servis berada di
sisi selatan site. Entrance ini langsung menuju ke zona
servis. Selain memudahkan pembantu untuk keluar-masuk,
entrance yang didesain langsung menuju ke zona servis ini
agar pembantu tidak perlu masuk ruang utama terlebih
dahulu sebelum menuju ke zona servis.Entrance untuk
pemilik rumah bisa berada di sisi barat site karena pemilik
rumah lebih fleksibel (bebas).
3. Zoning
Zona A memiliki tingkat kebisingan yang tinggi karena
berada tepat di sebelah barat daya site, yang merupakan
jalan utama. Sedangkan zona B memiliki tingkat
kebisingan yang cukup karena bersebelahan dengan
warung makan dan ruko yang pada jam-jam tertentu
memiliki tingkat kebisingan yang cukup dari para pembeli.
Zona C merupakan zona dengan kebisingan rendah karena
letaknya yang cukup jauh dari jalan utama.
Dengan melihat tingkat kebisingan yang terjadi pada
site, zona A dapat difungsikan menjadi zona publik, zona B
menjadi zona semi-publik dan servis, sedangkan zona C
menjadi zona privat karena zona ini membutuhkan
ketenangan untuk beristirahat.
4. View
Site berada disebelah timur laut jalan Ir.Sutami, maka
zona A memiliki view maksimal .Site yang berada diantara
rumah-rumah warga, membuat zona B tidak memiliki view
(view minimal). Hal tersebut membuat desain rumah
tinggal profesi ini akan menambahkan view buatan pada
zona B yang bisa berupa kolam atau taman sehingga
rumah tinggal ini tetap memiliki view secara maksimal dari
sisi manapun.
5. Matahari
Zona A mendapatkan sinar matahari pagi lebih sedikit
karena berada disisi barat daya. Zona A membuat desain
bangunan akan lebih banyak ditanami vegetasi tanaman
karena pada sore hari bagian ini terkena sinar matahari
yang cukup lama. Sedangkan pada zona B, bukaan pada
rumah tinggal diperbanyak karena untuk memasukkan
cahaya matahari pagi yang bagus buat kesehatan.

B. KONSEP

1. Konsep Tapak
Rumah tinggal dibangun minimal 3m dari batas depan site.
Bangunan memiliki luas maksimal 330m 2. Pada bagian depan site
ditanami vegetasi. Rumah didesain mengikuti kontur site yang
ada.
2. Konsep Ruang
Komposisi yang digunakan adalah komposisi terpusat dengan
ruang keluarga sebagai pusat. Ruang praktek dipisahkan dari
rumah tinggal dengan adanya ruang transisi yakni taman indoor.
3. Konsep Bentuk
Massa bangunan berkonsep minimalis dan tropis. Konsep
tersebut diiaplikasikan dengan keselarasan fasad.
4. Konsep Struktur
Pondasi yang digunakan adalah pondasi menerus dan setempat,
sementara kolom yang digunakan adalah kolom praktis dan
kolom struktur yang menggunakan bahan beton bertulang,
semen, air, pasir, kapur dan cinta.
5. Konsep utilitas
Utilitas terdiri dari air bersih, air kotor, dan listrik. Air bersih
didapatkan dari PDAM dan air tanah. Air bersih harus terpisah
dari air
3. SKEMA
Denah lantai 1.
Denah lantai 2.