You are on page 1of 11

KATA PENGANTAR

Bissmillahirahmanirahim
Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatu

Puji syukur kami panjatkan kehadirat ALLAH S.W.T yang telah mengijinkan dan
memberi nikmat kemudahan kepada kami dalam menyusun dan menulis makalah
ini, Tujuan makalah ini adalah untuk memenuhi syarat dalam memperoleh nilai
terbaik pada Fakultas Ekonomi, Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas
Negeri Makassar.

Dalam penulisan makalah ini penulis telah berusaha semaksimal mungkin


untuk memberikan hasil yang terbaik. Namun demikian penulis juga mempunyai
keterbatasn kemampuan dalam penulisan makalah ini. Oleh karena itu penulis
menyadari tanpa adanya bimbingan, dukungan dan bantuan baik secara moril
maupun materiil dari berbagai pihak, maka makalah ini dapat terselesaikan.

Saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan guna perbaikan di
masa mendatang.
Wassalamualaikum Wr, Wb.
BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Pemikiran-pemikiran mazhab Klasik dinilai oleh para pemikir


ekonomi selanjutnya banyak terdapat kelemahan-kelemahan, dan merugikan
masyarakat, terutama banyak merugikan kaum buruh.Maka kemudian lahirlah
mazhab baru yang dinamakan mazhab sosialisme.

Prinsip Ajaran Sosialisme Prinsip-prinsip ajaran Sosialisme berakar pada


transformasi ekonomi, sosial, dan kultural ropaselama abad 18 sampai 19. Ide
pokok lahirnya adalah dari suatu ketidak puasan manusia yang
terusmenerus akan kondisi eksistensinya. Ketidak-puasan itu tercermin dalam
hasrat mereka untuk mengatasiberbagai rupa kelangkaan, ketidakadilan, dan
persoalan sosial serta kerinduan akan keadilan, kebahagiaan, kesempurnaan.
Secara garis besar, faktor-faktor yang mendorong lahirnya Sosialisme:
1. Karena adanya revolusi Industri
2. Karena bangkitnya kaum borjuis (majikan) dan kaum proletariat (buruh)
3. Munculnya pemikiran-pemikiran baru yang lebih terpelajar, dan lebih rasional
terhadap kehidupanmanusia & masyarakatnya.
4. Adanya tuntutan-tuntutan berlakunya demokrasi dari hasil revolusi Perancis.

Perkembangan dan upaya semua pengejaran terhadap kekayaan pribadi


dianggap oleh mazhab Sosialisme sebagai akar ketidak adilan diantara manusia,
dan sebagai penyebab keruntuhan moral serta b u r u k n ya o r d e m a s y a r a k a t .
Oleh sebab itu, penghapusan atas hak-hak milik swasta atau pun
pengawasan terhadap manifestasinya yang tidak diinginkan adalah merupakan
ajaran pokok Sosialisme.

Para tokoh pemikir Sosialisme menyatakan bahwa sesungguhnya kaum


buruh (tenaga kerja) adalah sumber dari seluruh kekayaan, oleh sebab itu kaum
pekerja seharusnya mendapatkan seluruhhasil usahanya.
Sosialisme juga mempertahankan bahwa karena produksi adalah
usaha kolektif, dibawahsistem pabrik industri, maka kepemilikan berbagai rupa
alat-alat produksi harus pula secara kolektif.

Volkgeist Terminology inilah yang paling sering ditemui jika membuka


lieteratur, dan kemudian membaca bahagian aliran pemikiran hukum dalam lintasan
Mazhab sejarah. Istilah tersebut pertama kalinya dikembangkan oleh murid Friedrich
Carl Von Savigny (1779-1861) yang bernama G. Puchta, hukum merupakan
pencerminan jiwa dari rakyat.

B. Tujuan Penulisan

Dari perumusan masalah di atas. Tujuan penulisan makalah ini sebagai


berikut :

1. Mengetahui arti sejarah dari mazhab sosialisme


2. Mengetahui sejarah dari mazhab historis
3. Mengetahui pendapat masing-masng dari setiap mazhab mengenai ekonomi

C. Manfaat Penulisan

Manfaat yang dapat diperoleh dari penulisan makalah ini mencakup beberapa
diantaranya sebagai berikut :
1. Mengetahui perkembangan sejarah dari mazhab sosialisme dan mazhab historis
2. Mengetahui arti dari masing-masing teori yang di sampaikan oleh setiap mazhab
sosialisme dan historis mengenai ekonomi

BAB II
PEMBAHASAN

A. Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Perintis Sosialisme

1. Konsep-konsep ekonomi dari kaum perintis ditemukan terutama dalam ajaran-


ajaran agama, kaidah-kaidah hukum, etika atau aturan-aturan moral. Misalnya
dalam kitab Hammurabi dari Babilonia tahun 1700 sM, masyarakat Yunani telah
menjelaskan tentang rincian petunjuk-petunjuk tentang cara-cara berekonomi.
2. Plato hidup pada abad keempat sebelum Masehi mencerminkan pola pikir tradisi
kaum ningrat. Ia memandang rendah terhadap para pekerja kasar dan mereka yang
mengejar kekayaan. Plato menyadari bahwa produksi merupakan basis suatu
negara dan penganekaragaman (diversivikasi) pekerjaan dalam masyarakat
merupakan keharusan, karena tidak seorang pun yang dapat memenuhi sendiri
berbagai kebutuhannya. Inilah awal dasar pemikiran Prinsip Spesialisasi kemudian
dikembangkan oleh Adam Smith.
3. Aristoteles merupakan tokoh pemikir ulung yang sangat tajam, dan menjadi dasar
analisis ilmuwan modern sebab analisisnya berpangkal dari data. Konsep pemikiran
ekonominya didasarkan pada konsep pengelolaan rumah tangga yang baik, melalui
tukar-menukar. Aristoteleslah yang membedakan dua macam nilai barang, yaitu nilai
guna dan nilai tukar. Ia menolak kehadiran uang dan pinjam-meminjam uang dengan
bunga, uang hanya sebagai alat tukar-menukar saja, jika menumpuk kekayaan
dengan jalan minta/mengambil riba, maka uang menjadi mandul atau tidak produktif.
4. Xenophon seorang prajurit, sejarawan dan murid Socrates yang mengarang buku
Oikonomikus (pengelolaan rumah tangga). Inti pemikiran Xenophon adalah
pertanian dipandang sebagai dasar kesejahteraan ekonomi, pelayaran dan
perniagaan yang dianjurkan untuk dikembangkan oleh negara, modal patungan
dalam usaha, spesialisasi dan pembagian kerja, konsep perbudakan dan sektor
pertambangan menjadi milik bersama.
5. Thomas Aquinas (1225-1274) seorang filosof dan tokoh pemikir ekonomi pada abad
pertengahan, mengemukakan tentang konsep keadilan yang dibagi dua menjadi
keadilan distributife dan keadilan konvensasi, dengan menegakkan hukum Tuhan
maka dalam jual-beli harus dilakukan dengan harga yang adil (just-price) sedang
bunga uang adalah riba. Tetapi masalah riba, upah yang adil dan harga yang layak
ini merupakan masalah yang terus-menerus diperdebatkan dalam ilmu ekonomi.
a.Pemikiran ekonomi mazhab sosialisme
Sejarah Pemikiran Mazhab Sosialis dan Kritik terhadap Pemikiran Ekonomi
Klasik
1. Kritik yang dikemukakan oleh mazhab sosialis berhubungan dengan doktrin laissez
faire dengan pengendalian tangan tak kentara (invisible hand) dan intervensi
pemerintah. Pemikiran yang dibahas adalah tentang teori nilai, pembagian kerja,
teori kependudukan, dan the law of deminishing return, dan kritiknya karena asumsi
bahwa negaralah yang berhak untuk mengatur kekayaan bangsa.
2. Para pengritik mazhab klasik terutama dari Lauderdale, Sismonde, Carey, List dan
Bastiat. Lauderdale mengajukan kritik bahwa nilai barang ditentukan oleh
kelangkaan dan permintaan, sedangkan Muller dan List melihat bahwa nilai barang
ditentukan juga tidak hanya oleh modal fisik, tetapi juga oleh modal spiritual dan
modal mental. Demikian juga Carey melihat tentang teori nilai dari segi teori biaya
reproduksi, sedangkan Bastiat bahwa faktor-faktor yang menentukan nilai barang
adalah besarnya tenaga kerja yang dikorbankan pada pembuatan barang, menurut
beliau hal-hal yang menjadi karunia alam tidak mempunyai nilai, kecuali telah diolah
manusia.

b.Ekonomi mazhab sosialisme utopis

1. Dari pandangan pemikiran yang revolusioner Karl Marx dan Enggel pemikiran ini
biasa disebut kaum sosialis ilmiah dan ada yang tetap mempertahankan dengan
cara-cara yang bersifat ideal dan terlepas dari kekuasaan politik disebut sosialis
utopis dengan dipelopori oleh Thomas More, Francis Bacon, Thomas Campanella,
Oliver Cromwell, Gerard Winstanley, James Harrington..
2. Perkataan Utopis berasal dari judul buku Thomas More dalam tahun 1516 Tentang
Keadaan Negara yang Sempurna dan Pulau Baru yang Utopis. Francis Bacon dalam
bukunya Nova Atlantis (1623), dan Thomas Campanella (1623) dalam bukunya
Negara Matahari (Civitas Solis).
3. Saint Simon (1760-1825), dari Perancis bukunya The New Christianity dan Charles
Fourier (1772-1837) bercita-cita menciptakan tata dunia baru yang lebih baik bukan
dengan kotbah tetapi dengan model percontohan. Louis Blanc mengusahakan agar
didirikan ateliers sociesux yakni pabrik-pabrik yang dihimpun negara. Pierre Joseph
Proudhom (1809-1865 ) Beliau yakin akan asas persamaan dan lama sekali tidak
setuju dengan hak milik pribadi terhadap perusahaan.
d.Filosof sosialisme
Filsafat Sosialisme Marx
Karl Marx adalah filosof beraliran materialime. Materialisme adalah aliran yang
menganggap bahwa dunia ini tidak ada selain materi (alam) dan dunia fisik adalah
satu. Pemikiran Marx banyak dipengaruhi oleh dua filosof besar yaitu Hegel dan
Feuerbach. Marx mengambil materialisme dari Feuerbach dan filsafat sejarah
(dialektika) dari Hegel. Secara umum ajaran Marx disebut sosialime karena Marx
menggunakan pemikirannya untuk membela kelas proletar yang tertindas oleh kelas
borjuis, pemilik modal dan usaha. Sosialisme Marx digunakan untuk menyerang
system kapitalisme yang berkembang pada zamannya.

Marx memetakan materialisme menjadi materialisme historis dan materialism


dialektis. Materialisme historis merupakan pandangan ekonomi terhadap sejarah.
Hal ini dimaksudkan untuk menjelaskan perkembangan ekonomi masyarakat yang
terjadi sepanjang masa. Materialisme dialektis mengasumsikan benda merupakan
kenyataan pokok yang selalu berubah dan mengalami pertentangan. Perubahan dan
pertentangan tersebut merupakan sesuatu yang terjadi pada dunia nyata. Apa yang
terjadi pada dunia nyata mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kesadaran
manusia. Bukan kesadaran yang menentukan adanya manusia tapi kehidupan
sosiallah yang membentuk kesadaran manusia.

Sosialime Marx bukan tanpa tantangan. Filosof sekaliber Max Weber dan
Emile Durkheim. Jika Marx menginginkan revolusi sosial dengan mengganti
kapitalisme dengan sosialime, maka Weber dan Durkheim menginginkan reformasi
sosial yaitu mereformasi system kapitalis dan membenahi kesalahan-kesalahannya.
Pacsa kematian Marx, pemikiran Marx terpecah menjadi dua kubu besar yaitu
marxisme ortodok dan marxisme revisionis. Marxisme ortodok menggeneralisasikan
materialisme historis pandangan dunia universal dan memandang perjalanan
kapitalisme sebagai stabilisasi dunia justru memicu krisis ekonomi dan mempertajam
berbagai konflik. Sedangkan marxisme revisionis menginginkan evolusi sosial yang
memandang kaum proletar bisa mengupayakan terus menerus perkembangan
ekonomi dan posisi politiknya dalam kerangka demokratis yang terorganisir seperti
yang dilakukan oleh kaum kapitalis. Marxisme ortodoks benar-benar menjadi
ideology dunia setelah setelah revolusi oktober pada tahun 1917 ketika terjadi
persekutuan kaum buruh dan tentara yang di dalangi oleh Partai Bolshevik. Yang
memainkan peran dalam revolusi ini adalah Lenin, yang kemudian diteruskan Stalin.
Puncak dari revolusi ini adalah berdirinya Uni Soviet yang berbasis di Rusia.

B. Sejarah Pemkiran Ekonomi Aliran Historis (Mazhab Sejarah)

Pertama, pengaruh Montesqieu dalam bukunya Lespirit De Lois pernah


mengemukakan adanya hubungan antara jiwa bangsa dengan hukumnya. Kedua,
pengaruh paham nasionalisme yang muncul pada awal abad ke- 19, yakni dipelopori
oleh Thibaut dalam Pamphlet-nya yang menuliskan Uber Die Notwendigkeit Eines
Allgemeinen Burgelichen Rechts Fur Notwendigkheit Eines Allgemeinen Burgelichen
Rechts Fur Deutschland _keperluan akan adanya kodifikasi hukum perdata bagi
Jerman. Ahli hukum perdata ini menghendaki agar di Jerman diadakan kodifikasi
perdata dengan dasar hukum Prancis (Code Napoleon). Namun perkembangan
yang menyulut kemudian kodifikasi hukum Jerman adalah setelah Prancis
meninggalkan kodifikasi hukum di negara Jerman. Hukum apa yang hendak
diberlakukan di negara ini ?

Maka muncullah aliran atau pemikir setaraf Savigny mengemukakan bahwa


hukum itu tak perlu diadakan kodifikasi, karena apa yang menjadi isi dari hukum itu
ditentukan oleh pergaulan hidup manusian ditentukan dari masa ke masa.

Kelemahan dari teori Savigny, yakni tidak mengakui pentingnya kodifikasi


hukum. Padahal dalam masyarakat modern, ketentuan hukum yang tertulis
diperlukan demi terwujudnyaa kepastian hukum. Terutama untuk menghindari
tindakan kesewenang-wenangan dari kekuasaan yang absolut.

Oleh karena itu menarik jika kita mengamati sumbangan dari hasil penelitian
Sir Henry Maine (1822-1888) yang mengemukakan bahwa hubungan hukum
antara para anggota masyarakat dilakukan atas dasar sistem hak dan kewajiban
yang tertuang dalam suatu bentuk yang disebut kontrak, dibuat secara sadar dan
sukareka oleh pihak-pihak yang berkenaan. Di sisi lain hukum sendiri pada
masyarakat berkembang melalui tiga tahapan yakni fiksi, equity dan perundangan.
Artinya, Maine di sini tidak mengenyampingkan peranan perundangan dan
kondifikasi pada masyarakat modern.
a. Mazhab Historis

Pokok pokok ajaran dalam mazhab historis sebagai berikut:


1. Dalam menetapkan ide, hendaknya ditinjau tingkat perekonomian masyarakat
menurut sejarahnya, tidak melihat keadaan pada saat itu.
2. Kepentingan nasional harus di utamakan. Manusia harus di pandang sebagai
individu dalam sebuah masyarakat, sehingga kepentingan pribadi dipengaruhi
oleh norma norma lain misalnya adat istiadat, kesusilaan, dan agama.
3. Dalam mengadakan penelitian masalah masalah ekonomi harus didasarkan
pada peristiwa peristiwa ekonomi yang nyata. Hukum ekonomi bersifat
relatif dan tergantung pada waktu dan masa.
b. Tokoh tokoh mazhab historis sebagai berikut :
1. Friedrich List (1789 1846)
Terdapat 5 fase pertumbuhan, yaitu :
Fase primitive
Beternak
Pertanian
Industry pengolahan
Perdagangan
2. Bruno Hilderbrand (1812- 1878)
Perkembangan ekonomi berdasarkan 3 sistem distribusi, yaitu :
barter
uang
kredit

3. Karl Bucher
o Rumah tangga tertutup
o Rumah tangga kota,
o rumah tangga kemasyarakatan, dan
o rumah tangga dunia.
4. Werner Sombart (1863 1941)
o Tingkat pra kapitalisme,
o Tingkat kapitalisme menengah,
o Tingkat kapitalisme tinggi, dan
o Tingkat kapitalisme akhir.
5. Max Weber (1864 1920)
Dalam kegiatan ekonomi, Max Weber melihat bahwa dalam sejarah mengenal
artinya mencari laba atau keuntungan. Menurut Weber, perilaku ekonomi kapitalis
bertolak dari harapan akan keuntungan dari tukar menukar yang di dasarkan pada
kesempatan memperoleh laba.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kami mengambil kesimpulan dari mazhab socialisme itu yang utama di
sebabkan karena ada beberapa faktor-faktor yang mendorong lahirnya mazhab
Sosialisme:
1. Karena adanya revolusi Industri
2. Karena bangkitnya kaum borjuis (majikan) dan kaum proletariat (buruh)
3. Munculnya pemikiran-pemikiran baru yang lebih terpelajar, dan lebih rasional
terhadap kehidupanmanusia & masyarakatnya.
4. Adanya tuntutan-tuntutan berlakunya demokrasi dari hasil revolusi Perancis.

Sehingga mazhab sosialisme terbentuk akibat beberapa factor yang ada di atas.

B. Saran
Semoga dengan tersusunnya makalah ini dapat memberikan informasi dari
mazhab sosialisme dan mazhab hstoris serta teori-teori yang di kemukakan dari
beberap filosof-filosof yang terkenal.dan mengetahui masing-masing perbedaan dari
tiap mazhab sosialisme dan mahab historis.

DAFTAR PUSTAKA

http://massofa.wordpress.com/2008/02/04/sejarah-pemikiran-ekonomi-praklasik-
klasik-sosialis-dan-neoklasik/
http://www.scribd.com/anon_854168668/d/62140869-Handout-Sosialisme-Marxisme
http://ukpi.sunan-ampel.ac.id/?p=195
http://iemaganjen.blogspot.com/2011/04/mazhab-historis.html
http://junnaedymuis.blogspot.com/2012/05/sejarah-pemikiran-ekonomi-mazhab.html