You are on page 1of 24

MANUAL MUTU Tanggal Revisi :

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Tanggal Berlaku : 10 Juni 2009


Kode Dokumen : MM-UII

DAFTAR ISI
hal
BAB I KONSEP SISTEM MANAJEMEN MUTU
1.1. Pengertian Sistem Manajemen Mutu 1
1.2. Pengertian Sistem Manajemen Mutu 1
1.3. Prinsip Dasar SMM 1
1.4. Lingkup SMM 2
1.5. Tujuan SMM 2
1.6. Perangkat dan Dokumen dalam SMM 2

BAB II SISTEM PENJAMINAN MUTU PERGURUAN TINGGI


2.1. Definisi Penjaminan Mutu 3
2.2. Konsep Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi 3
2.3. Tujuan Penjaminan Mutu 3
2.4. Sistem Penjaminan Mutu UII 4
2.5. Prinsip Dasar Sistem Manajemen Mutu UII 4
2.6. Butir-Butir Mutu UII 6
2.7. Proses Manajemen Mutu UII 7
2.8. Model SMM UII 7

BAB III ORGANISASI SMM UII


3.1. Struktur Organisasi UII1 9
3.2. Peran dan Kedudukan BPM 9
3.3. Struktur Organisasi BPM 10
3.4. Wewenang dan Tanggung Jawab BPM 10

Versi 2008 Revisi 0


MANUAL MUTU Tanggal Revisi :
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Tanggal Berlaku : 10 Juni 2009
Kode Dokumen : MM-UII

Bab II IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN MUTU


2.1. Visi, Misi Universitas Islam Indonesia 12
2.2. Kebijakan Mutu 12
2.3. Sasaran Mutu 12
2.4. Rencana Mutu 13
2.5. Prosedur Mutu 13
2.6. Prosedur Kerja 16
2.7. Instruksi Kerja 17
2.8. Wewenang dan Tanggung Jawab 17
2.9. Pengendalian Dokumen 17
2.10. Siklus SMM 17

BAB III MONITORING, EVALUASI, AUDIT, TINJAUAN MANAJEMEN DAN


PERBAIKAN BERKELANJUTAN
3.1. Monitoring dan Evaluasi 19
3.2. Audit Mutu Internal 20
3.3. Tinjauan Manajemen 20
3.4. Perbaikan Berkelanjutan 21

Versi 2008 Revisi 0


MANUAL MUTU Tanggal Revisi :
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Tanggal Berlaku : 10 Juni 2009
Kode Dokumen : MM-UII

BAB I
KONSEP SISTEM MANAJEMEN MUTU

1.1. Pengertian Mutu


Mutu adalah kesesuaian dengan fungsi, tujuan dan standar yang ditentukan/berlaku,
memenuhi persyaratan, harapan, dan kepuasan pelanggan dan stakeholders.

Mutu lulusan sangat berkaitan dengan ciri khas yang diberikan dan menunjukkan
kesiapan lulusan untuk berkarya sebagaimana diharapkan oleh pelanggan dan
stakeholders.

Mutu pendidikan di Universitas Islam Indonesia (UII) merupakan pencapaian Misi,


Visi, Tujuan pendidikan dan Kompetensi lulusan UII sesuai dengan Kebijakan Mutu,
Sasaran Mutu, dan Rencana Mutu sebagai suatu Standar Mutu Akademik yang telah
ditetapkan, yang mencakup aspek input, proses dan output yang didasarkan pada Nilai
KeIslaman dan Keunggulan UII sebagai Rakhmatan lil alamin.

1.2. Pengertian Sistem Manajemen Mutu


Sistem Manajemen Mutu (SMM ) adalah suatu sistem manajemen yang menjamin
kesesuaian antara proses dengan output yang dihasilkan dan akan memberikan
kepuasan kepada pelanggan dan stakeholders.

1.3. Prinsip Dasar SMM


Pembangunan, penerapan dan pengembangan SMM menggunakan model siklus
PDCA (Plan, Do, Check, Action) yang akan menghasilkan perbaikan/pengembangan
yang berkelanjutan. Dalam penerapan SMM 9 (sembilan) prinsip dasar yang harus
melandasi pola pikir dan pola tindak semua pelaku manajemen adalah :
a. Komitmen terhadap mutu
b. Fokus pada Pelanggan dan Stakeholders
c. Kepemimpinan
d. Melibatkan Semua Orang
e. Pendekatan Proses
f. Pengelolaan Manajemen Menggunakan Pendekatan Sistem
g. Perbaikan/Peningkatan Berkelanjutan
h. Pendekatan Fakta Dalam Pengambilan Keputusan
i. Hubungan Kemitraan Yang saling Menguntungkan

Versi : 2008 Revisi : 0 Halaman 1 dari 21


MANUAL MUTU Tanggal Revisi :
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Tanggal Berlaku : 10 Juni 2009
Kode Dokumen : MM-UII

1.4. Lingkup SMM


Ruang lingkup penerapan SMM adalah seluruh bagian dalam lingkungan organisasi
yang berkaitan dengan semua proses kegiatan inti dan proses-proses kegiatan-kegiatan
penunjang lainnya.

1.5. Tujuan SMM


Tujuan mengimplementasikan SMM adalah
a. Untuk peningkatan kualitas akademik berkelanjutan
b. Untuk memberikan dukungan penyelenggaraan kegiatan akademik yang
effektif dan effisien
c. Memastikan seluruh kegiatan institusi berjalan dengan baik dan terus
meningkat secara berkesinambungan
d. Membuktikan kepada seluruh stakeholders bahwa institusi bertanggungjawab
(accountable) untuk mutu seluruh kegiatannya

1.6. Perangkat dan Dokumen dalam SMM


Untuk membangun, menerapkan dan mengembangkan sistem manajemen mutu yang
konsisten dan berkelanjutan harus tersedia/memiliki perangkat sistem dari SMM yang
terdokumentasi.
Perangkat sistem dalam SMM terdiri:
a. Manual Mutu
b. Kebijakan Mutu
c. Sasaran Mutu
d. Rencana Mutu
e. Prosedur Mutu
f. Prosedur Kerja
g. Instruksi Kerja
h. Wewenang & Tanggung Jawab
i. Daftar Catatan Mutu

Versi : 2008 Revisi : 0 Halaman 2 dari 21


MANUAL MUTU Tanggal Revisi :
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Tanggal Berlaku : 10 Juni 2009
Kode Dokumen : MM-UII

BAB II
SISTEM PENJAMINAN MUTU PERGURUAN TINGGI

2.1. Definisi Penjaminan Mutu


Secara umum yang dimaksud dengan penjaminan mutu adalah proses penetapan dan
pemenuhan standar mutu pengelolaan secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga
konsumen, produsen, dan pihak lain yang berkepentingan memperoleh kepuasan.
Dengan demikian, penjaminan mutu pendidikan tinggi adalah proses penetapan dan
pemenuhan standar mutu pengelolaan pendidikan tinggi secara konsisten dan
berkelanjutan, sehingga stakeholders memperoleh kepuasan.

2.2. Konsep Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi


Pendidikan tinggi dinyatakan bermutu atau berkualitas, apabila :
a. Mampu menetapkan dan mewujudkan visinya melalui pelaksanaan misinya
(aspek deduktif);
b. Mampu memenuhi kebutuhan stakeholders (aspek induktif), berupa:
kebutuhan kemasyarakatan (societal needs);
kebutuhan dunia kerja (industrial needs);
kebutuhan profesional (professional needs).
Dengan demikian Perguruan Tinggi harus mampu merencanakan, menjalankan, dan
mengendalikan suatu proses yang menjamin pencapaian mutu sebagaimana diuraikan
di atas.

2.3. Tujuan Penjaminan Mutu


Tujuan Penjaminan Mutu adalah memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan
secara berkelanjutan, yang dijalankan oleh Perguruan Tinggi secara internal untuk
mewujudkan visi dan misinya, serta untuk memenuhi kebutuhan stakeholders melalui
penyelenggaraan Tridharma (Caturdharma UII). Pencapaian tujuan penjaminan mutu
melalui kegiatan penjaminan mutu yang dijalankan secara internal oleh Perguruan
Tinggi, akan dikontrol melalui Monitoring dan Evaluasi Diri dan diaudit melalui
kegiatan Audit Mutu lnternal. Dengan demikian, obyektivitas penilaian terhadap
pemeliharaan dan peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan di Perguruan
Tinggi adpat diwujudkan.

Versi : 2008 Revisi : 0 Halaman 3 dari 21


MANUAL MUTU Tanggal Revisi :
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Tanggal Berlaku : 10 Juni 2009
Kode Dokumen : MM-UII

2.4. Sistem Penjaminan Mutu UII


Sistem Penjaminan Mutu UII, selanjutnya disebut SMM UII, merupakan bagian dari
manajemen UII yang tidak terpisahkan dengan tanggung jawab pimpinan universitas,
pimpinan fakultas, pimpinan jurusan/program studi, pimpinan unit ditingkat
universitas, fakultas dan jurusan/program studi sebagai pengelola manajemen.

Disain dan implementasi SMM UII didasarkan pada konsep Quality Management
System (QMS) ISO 9001:2008, dengan berorientasi pada Misi, Visi dan Tujuan
Universitas Islam Indonesia serta persyaratan pada Sistem Penjaminan Mutu
Perguruan Tinggi (SPM-PT) Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi.

SMM UII dirancang dan dilaksanakan untuk menjamin penerapan Sistem Jaminan
Mutu pada bidang pendidikan dan pengajaran/akademik, penelitian, pengabdian pada
masyarakat, dakwah Islamiyah dan bidang penunjang lain dalam rangka mencapai
Kebijakan Mutu, Sasaran Mutu dan Rencana Mutu yang ditetapkan.

Penerapan SMM ditingkat Universitas, Fakultas, Jurusan/Program Studi dan unit-unit


pelaksana lainnya dilakukan untuk menjamin kesesuaian dan kepastian terhadap
Norma, Standar, Pedoman, Peraturan dan Manual (NSPPM) yang berlaku di UII, yang
mencakup Kebijakan Mutu, Sasaran Mutu, Rencana Mutu, Manual Mutu, Prosedur
Mutu, peraturan akademik, kompetensi lulusan, proses pembelajaran, sumber daya
manusia dan sumber daya lain, serta memenuhi harapan., persyaratan dan kepuasan
pelanggan dan stakeholders UII.

Penerapan SMM di UII dimaksudkan untuk memastikan kemampuan UII secara


konsisten menghasilkan produk jasa pendidikan yang memenuhi kebutuhan dan
persyaratan pelanggan dan stakeholders, misi, visi dan tujuan UII, memenuhi
persyaratan hukum yang berlaku dan memberikan kepuasan pada pelanggan dan
stakeholders, peningkatan kinerja unit/lembaga, peningkatan proses yang
berkelanjutan pada semua bagian di lingkungan Universitas Islam Indonesia

2.5. Prinsip Dasar Sistem Manajemen Mutu UII


Pembangunan, penerapan dan pengembangan SMM UII menggunakan model siklus
PDCA (Plan, Do, Check, Action) yang akan menghasilkan perbaikan/pengembangan
yang berkelanjutan. Dalam penerapan SMM UII, terdapat 8+1 (delapan plus 1) prinsip
dasar dan yang harus melandasi pola pikir dan pola tindak semua pelaku manajemen
UII adalah :

Versi : 2008 Revisi : 0 Halaman 4 dari 21


MANUAL MUTU Tanggal Revisi :
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Tanggal Berlaku : 10 Juni 2009
Kode Dokumen : MM-UII

a. Fokus pada Pelanggan


UII bergantung pada pelanggannya (mahasiswa), oleh karena itu
hendaknya Pengelola UII memahami kebutuhan di saat ini dan di masa
depan dari pelanggannya. Pimpinan UII berkewajiban untuk dapat
memenuhi kebutuhan dan berusaha melampaui harapan pelanggannya.

b. Kepemimpinan
Pimpinan UII berkewajiban menetapkan kesatuan tujuan dan arah
Perguruan Tinggi yang dipimpinnya. Pimpinan Perguruan Tingi
hendaknya berkemampuan menciptakan dan memelihara lingkungan
internal yang kondusif bagi semua anggota organisasi sehingga mereka
anggota organsasi yang dipimpinnya mampu melibatkan di-rinya
secara penuh dalam mencapai tujuan UII.

c. Melibatkan Semua Orang


Semua anggota organisasi merupakan pelaksana inti di organsasi
tersebut, tidak terkecuali di Organisasi UII. Tidak memandang,
tingkatan anggota organisasinya, masing-masing berperan sesuai
kemampuan yang dimilikinya oleh anggota tersebut. Keberhasilan UII
dalam mencapai tujuannya berarti keberhasilan bersama bukan
keberhasilan perorangan. Keterlibatan anggota organisasi Pendidikan
Tinggi bergantung seberapa besar kemampuan mereka untuk berperan
aktif dalam organisasi. Pelibatan penuh terhadap mereka pada
organisasi akan menambah kemampuan manfaat organisasi itu sendiri.

d. Pendekatan Proses
Segala bentuk aktivitas Pendidikan Tinggi yang diselenggarakan oleh
UII hendaknya diupayakan secara efisien. Agar efisiensi tercipta, maka
segala bentuk aktivi-tas diupayakan selalu tercukupi dengan
sumberdaya yang digunakan untuk melaksana-kan aktivitas tersebut.
Oleh karena itu, serangkaian aktivitas kegiatan dan penggunaan sumber
daya yang ada perlu dikelola sebagai sebuah proses, sehingga mudah
dikenali untuk melakukan monitoring dan tindak lanjutnya.

e. Pengelolaan Organisasi Menggunakan Pendekatan Sistem


Penyelenggaraan pendidikan di UII bukan merupakan kegiatan satu unit
fungsi saja, tetapi melibatkan dari satuan fungsi lainnya. Oleh karena
itu, setiap pengelolaan aktivitas hendaknya dilihat sebagai suatu
kesatuan proses yang terintegrasi dalam suatu sistem.

Versi : 2008 Revisi : 0 Halaman 5 dari 21


MANUAL MUTU Tanggal Revisi :
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Tanggal Berlaku : 10 Juni 2009
Kode Dokumen : MM-UII

f. Peningkatan Perbaikan Berkelanjutan


Karena setiap proses dipandang sebagai suatu siklus, maka tahap-tahap
dari siklus tersebut hendaknya selalu ditinjau ulang dalam rangka untuk
mengupayakan proses aktivitas yang efisien. Upaya perbaikan proses
ini, perlu didokumentasikan sehingga upaya perbaikan yang dilakukan
dapat dipantau capaiannya. Sehingga hasil perbaikan yang dilakukan
dapat meningkat dibanding dari hasil perbaikan yang sebelumnya.

g. Pendekatan Fakta dalam Pengambilan Keputusan


Setiap Keputusan atau kebijakan yang diambil oleh Pengelola UII
hendaknya didasarkan analisis data dan informasi fakta yang akurat.
Sehingga Sistem Informasi yang berbasis teknologi sangat membantu
dalam mengolah fakta dan data menjadi informasi yang menjadi dasar
untuk pengambilan keputusan.

h. Hubungan Kemitraan yang saling Menguntungkan


UII merupakan organisasi yang banyak berhubungan dengan organisasi
lainnya, baik organisasi bisnis, masyakarat, instansi pemerintah maupun
organisasi sesa-manya. Hal ini perlu disadari oleh Pengelola UII,
sehingga Pengelola Per-guruan Tinggi hendaknya dapat menjalin
kerjasama atau kemitraaan dengan pihak luar organisasinya yang
didasarkan pada suatu hubungan saling menguntungkan dan mening-
katkan kemampuan bersama dalam menciptakan nilai tambah bagi
organisasi masing-masing.

i. Komitmen Terhadap Mutu


Mutu menjadi prioritas utama dalam semua kegiatan yang dilakukan
UII. Mutu menjadi tanggung jawab semua pihak sesuai fungsi dan
kedudukannya di UII. Komitmen menjadi kunci keberhasilan penerapan
Sistem Manajemen Mutu. Komitmen bukan sekedar dukungan saja
tetapi lebih jauh berkaitan dengan tanggung jawab , tindakan dan mau
terlibat didalam penerapan sistem manajemen mutu tersebut. Komitmen
dicontohkan oleh pimpinan dan disosialisasikan serta diaktualisasi oleh
semua civitas akademika UII. Komitmen terhadap mutu ditunjukan
dengan memberikan yang terbaik , melakukan dengan yang terbaik dan
menghasilkan yang terbaik.

2.6. Butir-Butir Mutu UII


Sebagaimana dikemukakan di atas, UII memilih dan menetapkan sendiri standar mutu
pendidikan tinggi untuk tiap Program Studi. Pemilihan dan penetapan standar itu
dilakukan dalam sejumlah aspek yang disebut butir-butir mutu, di antaranya:

Versi : 2008 Revisi : 0 Halaman 6 dari 21


MANUAL MUTU Tanggal Revisi :
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Tanggal Berlaku : 10 Juni 2009
Kode Dokumen : MM-UII

a. Kurikulum program studi;


b. Sumber daya manusia (dosen, dan tenaga penunjang);
c. Mahasiswa;
d. Proses pembelajaran;
e. Prasarana dan sarana;
f. Suasana akademik;
g. Keuangan;
h. Penelitian dan publikasi;
i. Pengabdian kepada masyarakat;
j. Tata pamong (governance) ;
k. Manajemen lembaga (institutional management);
l. Sistem informasi;
m. Kerjasama dalam dan luar negeri.

2.7. Proses Manajemen Mutu UII


Penjaminan mutu pendidikan tinggi di UII dijalankan melalui tahap-tahap yang
dirangkai dalam suatu proses sebagai berikut :
a. UII menetapkan visi dan misi UII yang bersangkutan;
b. Berdasarkan visi dan misi UII tersebut, setiap program studi menetapkan
visi dan misi program studinya;
c. Visi setiap program studi kemudian dijabarkan oleh program studi terkait
menjadi serangkaian standar mutu pada setiap butir mutu sebagaimana
disebutkan di atas;
d. Sasaran mutu dirumuskan dan ditetapkan dengan meramu visi UII (secara
deduktif) dan kebutuhan stakeholders (secara induktif). Sebagai standar,
rumusannya harus spesifik dan terukur yaitu mengandung unsur ABCD
(Audience, Behavior, Competence, Degree) dan SMART (Specific,
Measurable, Achievable, Realistic, Timely) ;
e. UII menetapkan organisasi pelaksana mekanisme kerja penjaminan mutu;
f. UII melaksanakan penjaminan mutu dengan menerapkan sistem manajemen
mutu yang berbasis pada ISO 9001:2008;
g. UII mengevaluasi dan merevisi standar mutu melalui benchmarking secara
berkelanjutan.

2.8. Model Sistem Manajemen Mutu UII


SMM UII adalah suatu sistem yang dikembangkan dan diimplementasikan di
lingkungan UII untuk menjamin agar mutu pendidikan dapat dipertahankan dan
ditingkatkan sesuai dengan yang direncanakan/dijanjikan. Gambar dibawah
Versi : 2008 Revisi : 0 Halaman 7 dari 21
MANUAL MUTU Tanggal Revisi :
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Tanggal Berlaku : 10 Juni 2009
Kode Dokumen : MM-UII

mempelihatkan model Sistem Manajemen Mutu yang diimplementasikan di


lingkungan UII :

Gambar 1.1 Model SMM UII

Versi : 2008 Revisi : 0 Halaman 8 dari 21


MANUAL MUTU Tanggal Revisi :
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Tanggal Berlaku : 10 Juni 2009
Kode Dokumen : MM-UII

BAB III
ORGANISASI SISTEM MANAJEMEN MUTU UII

3.1. Struktur Organisasi UII


Struktur organisasi merupakan pencerminan lalu lintas hubungan wewenang dan
tanggung jawab antara fungsional dalam pengolahan suatu organisasi atau institusi.
Struktur organisasi bertujuan untuk memberikan kepastian yang tegas dalam garis
kewenangan, koordinasi, dan pengawasan sehingga dapat dicegah timbulnya suatu
konflik. Sebuah institusi memerlukan struktur organisasi yang merupakan alat untuk
mencapai tujuan bersama. Dengan struktur organisasi yang baik maka pendelegasian
wewenang dan tanggung jawab akan jelas dan sistematis. Secara garis besar, struktur
organisasi UII dapat dilihat pada lampiran 1.

3.2. Peran dan Kedudukan BPM


Peran Badan Penjaminan Mutu (BPM) dalam SMM UII merupakan badan yang
bertanggung jawab terhadap pembangunan, pelaksanaan dan pengembangan SMM di
lingkungan UII.
BPM berkedudukan di universitas dan mempunyai perwakilan di tingkat
Fakultas/Program Studi yang disebut Pengendali Sistem Mutu Fakultas (PSMF). BPM
dan perangkatnya yang diangkat dan bertanggung jawab kepada Rektor merupakan
wakil dari manajemen dalam hal yang berkaitan dengan SMM.
Dengan demikian, fungsi dan peran BPM dalam menjamin penerapan SMM pada
bidang pembelajaran, penelitian, pengabdian pada masyarakat, dakwah islamiyah dan
bidang penunjang lain dalam rangka mencapai Kebijakan Mutu, Sasaran Mutu dan
Rencana Mutu dapat dijelaskan di lingkungan UII adalah sebagai berikut:
1. Merencanakan dan merancang model SMM yang akan diterapkan diseluruh
UII (pada masa awal berdiri)
2. Menyiapkan dan menyusun perangkat/dokumen sistem mutu dalam rangka
implimentasi SMM
3. Menjamin dan mengawal implimentasi SMM di semua unit di lingkungan
UII.
4. Melakukan monitoring implimentasi SMM dan pengukuran Sasaran Mutu
dan Rencana Mutu serta Evaluasi Diri oleh unit.
5. Melakukan training, workshop, konsultasi, tutorial, pendampingan dan
kerjasama dalam bidang SMM
Versi : 2008 Revisi : 0 Halaman 9 dari 21
MANUAL MUTU Tanggal Revisi :
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Tanggal Berlaku : 10 Juni 2009
Kode Dokumen : MM-UII

6. Melakukan pengukuran kepuasan stakeholders.


7. Melakukan Audit Mutu Internal (AMI) implimentasi SMM dan pencapaian
Sasaran Mutu dan Rencana Mutu.
8. Melaksanakan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) sebagai forum evaluasi
dan tindak lanjut hasil AMI dan implementasi SMM.
9. Melaporkan secara periodik kepada Rektor kepada Rektor hal-hal yang
berkaitan dengan implimentasi SMM UII.
10. Menjalin hubungan dengan pihak luar dalam hal SMM.

3.3. Struktur Organisasi BPM


Organisasi Badan Penjaminan Mutu (BPM) UII dikepalai oleh Kepala Badan
Penjaminan Mutu (Ka.BPM) yang bertindak sebagai perwakilan manajemen dalam
penerapan SMM di lingkungan UII. Di tingkat Universitas, Kepala Badan Penjaminan
Mutu dalam menjalankan tugasnya dibantu oleh beberapa Kepala Bidang, yaitu Kepala
Bidang Pengendali Sistem Mutu (KBPSM), Kepala Bidang Statistik dan Sistem
Informasi (KBSSI), Kepala Bidang Audit Mutu Internal (KBAMI), dan Kepala Bidang
Pelatihan dan Kerjasama (KBPKS). Sedang di tingkat Fakultas, Kepala Badan
Penjaminan Mutu dibantu oleh Pengendali Sistem Mutu Fakultas (PSMF). Struktur
Organisasi internal BPM dapat dilihat pada Gambar 2.1.

3.4. Wewenang dan Tanggung Jawab BPM


Wewenang dan Tanggung Jawab (WT) BPM dalam mengawal dan monitoring
pelaksanaan dan implimentasi SMM di lingkungan UII sesuai dengan kedudukan
jabatan dalam organisasi BPM dan lingkup kerja (job description) yang menjadi
wewenang dan tanggung Jawabnya. Secara rinci Wewenang dan Tanggung Jawab
pejabat yang berada dilingkunagn BPM adalah sebagai berikut

Versi : 2008 Revisi : 0 Halaman 10 dari 21


MANUAL MUTU Tanggal Revisi :
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Tanggal Berlaku : 10 Juni 2009
Kode Dokumen : MM-UII

Kepala
Badan Penjaminan Mutu
(Ka.BPM)

Kepala Bidang Kepala Bidang Kepala Bidang Kepala Bidang


Pelatihan & Pengukuran Statistik Pengendali Sistem Audit Mutu Internal
Kerjasama & Mutu (KBAMI)
(KBPKS) Sistem Infromasi (KBPSM)

Koordinator
Pengendali Dokumen

Staf Administrasi

Pengendali Sistem
Mutu Fakultas

Gambar 2.1. Struktur Organisasi BPM

Versi : 2008 Revisi : 0 Halaman 11 dari 21


MANUAL MUTU Tanggal Revisi :
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Tanggal Berlaku : 10 Juni 2009
Kode Dokumen : MM-UII

BAB IV
IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN MUTU

4.1. Visi, Misi Universitas Islam Indonesia


Visi UII adalah sebagai berikut : Terwujudnya Universitas Islam Indonesia sebagai
Rakhmatan lil`alamin, memiliki komitmen pada kesempurnaan (keunggulan), risalah
Islamiyah dibidang pendidikan, penelitian, pengabdian pada masyarakat dan dakwah ,
setingkat Universitas yang berkualitas di negara maju .

Misi UII adalah : Menegakkan Wahyu Illahi dan Sunnah Nabi sebagai sumber
kebenaran mutlak serta rakhmat bagi alam semesta dan mendukung cita-cita luhur dan
suci bangsa Indonesia dalam mencerdaskan bangsa melalui upaya membentuk tenaga
ahli dan sarjana muslim bertaqwa, berakhlak, terampil, berilmu amaliah dan beramal
ilmiah, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, seni yang
berjiwa agama Islam, membangun masyarakat dan negara Republik Indonesia yang
adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang diridhoi oleh Allah, serta
mendalami, mengembangkan dan menyebarluaskan pemahaman ajaran agama Islam
untuk dihayati dan diamalkan oleh warga UII dan masyarakat pada umumnya

4.2. Kebijakan Mutu


Kebijakan Mutu UII disusun berdasarkan pada misi,visi dan tujuan UII serta
kebutuhan dan persyartanpelanggan dan stakeholders. Kebijakan Mutu UII adalah
sebagai berikut : UII sebagai Universitas bermutu menghasilkan lulusan yang
bermanfaat bagi masyarakat, menguasai ilmu keIslaman dan mampu menerapkan nilai-
nilai Islami serta berdaya saing tinggi.

4.3. Sasaran Mutu


Sasaran Mutu UII disusun berdasarkan Kebijakan Mutu dan merupakan standar mutu
yang dapat terukur serta bersifat strategis. Sasaran Mutu UII adalah sebagai berikut :

1. Berkarya dalam tahun pertama minimal 70 %


2. Tepat waktu studi minimal 80 %
3. Nilai Kinerja dosen 3.00 (skala 0 s/d 4 ) minimal 90 %
4. Indeks Prestasi MKKU bidang agama 3.00 minimal 90 %
5. Nilai praktek ibadah dengan hasil baik minimal 90 %
6. Nilai Latihan Kepemimpinan Islam Dasar dengan hasil baik minimal
90 %

Versi : 2008 Revisi : 0 Halaman 12 dari 21


MANUAL MUTU Tanggal Revisi :
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Tanggal Berlaku : 10 Juni 2009
Kode Dokumen : MM-UII

4.4. Rencana Mutu


Rencana Mutu UII merupakan Standar Mutu yang ingin dicapai pada setiap proses
kegiatan-kegiatan yang dilakukan dan ada di Universitas Islam Indonesia dalam
rangka mencapai Sasaran Mutu. Rencana Mutu minimum berisi: aspek kegiatan, nama
kegiatan, parameter pemeriksaan/performans indikator, standar/kreteria penerimaan,
metode pemeriksaan, frekuensi pemeriksaan, pencatatan hasil pemeriksaan, dokumen
acuan, penanggung jawab/pelaksana pemeriksaan. Pelaksanaan pengukuran, hasil dan
tindak lanjut pengukuran dituliskan dalam formulir hasil pemeriksaan rencana mutu.
Sumber daya yang dibutuhkan dan langkah-langkah pada setiap proses kegiatan
diuraikan dalam prosedur yang terkait. Rencana Mutu UII terdiri dari 1 (satu) Rencana
Mutu Universitas dan 8 (delapan) Rencana Mutu Fakultas.

4.5 Prosedur Mutu


Prosedur Mutu UII adalah prosedur terdokumentasi yang merinci dan menjelaskan
langkah-langkah dan mekanisme pelaksanaan semua proses aktifitas dalam sistem
manajemen mutu yang melibatkan berbagai fungsi, yang akan menjamin aktifitas di
semua unit di lingkungan UII terkendali. Prosedur Mutu ini dan merupakan penjabaran
dari manual mutu.
Prosedur Mutu UII terdiri dari Prosedur Sistem dan Prosedur Aktivitas Standar.
Elemen Prosedur Sistem Mutu terdiri dari 18 elemen seperti pada daftar berikut ini:

No Kode Dok Nama Prosedur Keterangan

1 PM-UII-01 Tinjauan Manjemen Memberikan pedoman kepada Jajaran


Manajemen untuk membuktikan
komitmennya terhadap Sistem Manajemen
Mutu dengan melakukan evaluasi secara
berkala dan berkesinambungan terutama
yang berkaitan dengan Kebijakan Mutu,
Sasaran Mutu dan Kepuasan Pelanggan.
2 PM-UII- Sistem Mutu
02
3 PM-UII- Identifikasi, Pengendalian
03 Dokumen dan Catatan
Mutu
4 PM-UII- Pengukuran Kepuasan Meyakinkan bahwa pengukuran kepuasan
04 Stakeholder stakeholder dilakukan secara berkelanjutan

Versi : 2008 Revisi : 0 Halaman 13 dari 21


MANUAL MUTU Tanggal Revisi :
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Tanggal Berlaku : 10 Juni 2009
Kode Dokumen : MM-UII

No Kode Dok Nama Prosedur Keterangan

dan hasilnya digunakan sebagai tindakan


perbaikan mutu di UII.
5 PM-UII- Ketidaksesuaian, Tindakan a. Menjamin bahwa keluhan,
05 Perbaikan dan Pencegahan ketidaksesuaian, dan ketidakpuasan
yang terjadi pada proses, pelayanan,
fasilitas dan produk dalam Sistem
Manajemen Mutu teridentifikasi dan
ditangani/dikendalikan dengan benar.
b. Menjamin terpenuhinya tindakan
perbaikan terhadap keluhan,
ketidaksesuaian dan ketidakpuasan
yang terjadi pada proses, pelayanan,
fasilitas dan produk.
c. Menjamin terpenuhinya tindakan
pencegahan terhadap keluhan,
ketidaksesuaian dan ketidakpuasan
yang terjadi pada proses, pelayanan,
fasilitas dan produk agar tidak terulang
kembali.
6 PM-UII- Monitoring dan Evaluasi Untuk menjamin kegiatan monitoring,
06 pengukuran, dan evaluasi diri yang
berkaitan dengan Sistem Penjaminan
Mutu dilakukan dengan benar dalam
rangka membuktikan kesesuaian
pencapaian dan peningkatan mutu, serta
secara terus menerus meningkatkan
efektifitas Sistem Penjaminan Mutu pada
unit-unit di lingkungan Universitas Islam
Indonesia.
7 PM-UII- Audit Mutu Internal Menjamin terlaksananya Audit Mutu
07 Internal dalam rangka mengukur
efektivitas penerapan Sistem Manajemen
Mutu pada lingkup pembelajaran maupun
lingkup kinerja pelayanan pendukung
proses pembelajaran di Universitas Islam
Indonesia.
8 PM-UII- Desain Akademik 1. Memberi kepastian tentang disain
08 verifikasi dan validasi kurikulum,
silabus dan SAP untuk Strata-1,
diploma, profesi dan Pasca Sarjana
2. Memberikan kepastian penyusunan
dan pengembangan bahan/materi
Versi : 2008 Revisi : 0 Halaman 14 dari 21
MANUAL MUTU Tanggal Revisi :
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Tanggal Berlaku : 10 Juni 2009
Kode Dokumen : MM-UII

No Kode Dok Nama Prosedur Keterangan

kuliah agar selalu diverifikasi dan


divalidasi sebelum dilaksanakan
3. Memberi kepastian disain verifikasi
dan validasi kalender Akademik
9 PM-UII- Proses Pembelajaran Menjamin proses perkuliahan di Fakultas
09 Ekonomi dapat berjalan baik sesuai
dengan ketentuan.
10 PM-UII- Registrasi, Cuti/Aktif Memastikan kebutuhan pelanggan dan
10 Kuliah, Pengunduran Diri menawarkan program yang dapat
dan Putus Kuliah memenuhi kebutuhan tersebut, meliputi :
Registrasi, Cuti Kuliah, Sanksi, Putus
Kuliah, dan Wisuda
11 PM-UII- Penelitian dan Pengabdian Menjamin pelaksanaan penelitian dan
11 Masyarakat pengabdian pada masyarakat oleh civitas
akademika UII dapat berjalan dengan baik
12 PM-UII- Pengelolaan Organisasi Menjamin proses pengelolaan organisasi
12 dan Keuangan dan pengelolaan keuangan di UII dapat
berjalan dengan baik dan terkendali
13 PM-UII- Pengadaan, Evaluasi Kinerja - Untuk menjamin bahwa pengadaan jasa
13 dan Pengembangan Sumber pegawai edukatif (dosen) sesuai dengan
Daya Manusia prosedur dan persyaratan pengadaan
pegawai Universitas Islam Indonesia
(UII), serta sesuai dengan kebutuhan
UII.
- Untuk menjamin bahwa pengadaan jasa
pegawai edukatif (dosen) sesuai dengan
prosedur dan persyaratan pengadaan
pegawai Universitas Islam Indonesia
(UII), serta sesuai dengan kebutuhan
UII.
14 PM-UII- Pengadaan dan Untuk menjamin bahwa pengadaan barang
14 Inventarisasi Barang, di Universitas Islam Indonesia telah
Bahan Pustaka, dan Alat memenuhi persyaratan yang ditentukan
Laboratorium sesuai dengan kebutuhan operasional, dan
pengadaannya dilakukan dari pemasok
yang memiliki kinerja baik
15 PM-UII- Pembinaan Mahasiswa Menjamin pelaksanaan pembinaan
15 mahasiswa UII telah sesuai dengan tujuan
pendidikan kepribadian mahasiswa
16 PM-UII- Kelulusan, Wisuda, dan Menjamin prosesing kelulusan, wisuda dan

Versi : 2008 Revisi : 0 Halaman 15 dari 21


MANUAL MUTU Tanggal Revisi :
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Tanggal Berlaku : 10 Juni 2009
Kode Dokumen : MM-UII

No Kode Dok Nama Prosedur Keterangan

16 Alumni alumni di UII dapat berjalan sesuai dengan


ketentuan yang berlaku
17 PM-UII- Promosi, Admisi dan Menjamin Promosi, Admisi dan
17 Kerjasama Kerjasama UII mampu memberikan
feedback yang optimal bagi UII
18 PM-UII- Pengembangan dan Menjamin pengembangan dan
18 Implementasi Sistem implementasi sistem aplikasi di UII dapat
Aplikasi berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku
dan terkendali

4.6. Prosedur Kerja


Prosedur kerja SMM UII adalah pedoman kerja berisi mekanisme dan urutan/proses
kerja dari suatu kegiatan/aktifitas pada setiap unit di lingkungan UII dalam rangka
menunjang penerapan sistem manjemen mutu. Prosedur kerja memuat urutan kerja,
yang mengerjakan/penanggung jawab dan kapan/ berapa lama mengerjakan.

4.7. Instruksi Kerja


Instruksi Kerja SMM UII adalah dokumen mekanisme kerja yang mengatur secara
rinci dan jelas urutan suatu aktifitas yang hanya melibatkan satu fungsi saja sebagai
pendukung Prosedur Mutu atau Prosedur Kerja di seluruh unit lingkungan UII.

4.8. Wewenang dan Tanggung Jawab


Wewenang dan Tanggung Jawab dalam SMM UII merupakan dokumen yang
menjelaskan tentang wewenang dan tanggung jawab setiap jabatan yang tercakup
dalam lingkup penerapan SMM di UII. Dokumen WT berisi: kedudukan jabatan dalam
organisasi, kualifikasi jabatan, atasan langsung, masa jabatan, dan uraian wewenang
dan tanggung jawabnya.

4.9. Pengendalian Dokumen


Pengendalian Dokumen dalam SMM UI, adalah Dokumen Sistem Mutu sebagaimana
yang diatur dalam Prosedur Mutu UII, yang terdiri dari: Manual Mutu, Prosedur
Sistem Mutu, Uraian Wewenang dan Tanggung Jawab, Prosedur Kerja, Instruksi Kerja
dan Formulir.

Versi : 2008 Revisi : 0 Halaman 16 dari 21


MANUAL MUTU Tanggal Revisi :
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Tanggal Berlaku : 10 Juni 2009
Kode Dokumen : MM-UII

4.10. Siklus SMM


Implementasi SMM di lingkungan UII dilakukan secara bertahap sejak tahun 1999
bersamaan dengan pembangunan dan pengembangan perangkat sistem atau dokumen
mutu (Kebijakan Mutu, Sasaran Mutu dan Rencana Mutu, Prosedur Mutu, Prosedur
Kerja, Wewenang dan Tanggung jawab [WT], dan Daftar Catatan Mutu), termasuk
sosialisasi, pelatihan dan monitoringnya.
Dalam implementasi sistem manajemen mutu secara periodik dilakukan pengukuran
pencapaian Sasaran Mutu dan Rencana Mutu, serta kepatuhan/kesesuaian pelaksanaan
Prosedur Mutu melalui kegiatan pengukuran, evaluasi diri dan Audit Mutu Internal
(AMI) untuk proses pembelajaran dan Kinerja Unit oleh tim auditor internal.
Selanjutnya, Aktivitas tersebut dilanjutkan dengan kegiatan Rapat Tinjauan
Manajemen (RTM) untuk melakukan evaluasi dan tindak lanjut (perbaikan) terhadap
hasil pengukuran, evaluasi diri dan audit mutu internal tersebut, sebagai continuous
improvement dalam SMM.
Urutan dan proses aktivitas dari sistem penjaminan mutu sebagai satu siklus
implementasi sistem penjaminan mutu UII yang berkelanjutan, yang bertujuan
meningkatkan mutu manajemen/unit dan akademik. Siklus implementasi SMM UII,
seperti pada Gambar 4.1 berikut.

Visi, Misi,
Tujuan, Norma, Kebijakan
Standar, Mutu, Standar
Pedoman, Mutu (Sasaran Monitoring dan
Peraturan, Implementasi
Mutu dan Evaluasi
Persyaratan Rencana Mutu)
Pelanggan
Prosedur Mutu

Perbaikan Rapat Tinjauan Audit Mutu Pengukuran


Tindak Lanjut Manajemen Internal dan Evaluasi
(RTM) Diri

Gambar 4.1. Siklus Implementasi SMM UII

Versi : 2008 Revisi : 0 Halaman 17 dari 21


MANUAL MUTU Tanggal Revisi :
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Tanggal Berlaku : 10 Juni 2009
Kode Dokumen : MM-UII

BAB V
MONITORING, EVALUASI, AUDIT, TINJAUAN MANAJEMEN
DAN PERBAIKAN BERKELANJUTAN

5.1. Monitoring dan Evaluasi


Dalam rangka menjamin implementasi SMM dilakukan dengan benar, yaitu untuk
membuktikan kesesuaian pencapaian dan peningkatan mutu, serta secara terus menerus
meningkatkan efektifitas SMM pada unit-unit di lingkungan Uii, maka dilakukan
kegiatan Monitoring dan Evaluasi yang terstruktur.

Monitoring dan Evaluasi dilakukan secara internal (oleh unit-unit di lingkungan UII itu
sendiri, melalui pemeriksaan Rencana Mutu) dan secara eksternal oleh BPM. Prosedur
Monitoring dan Evaluasi adalah sebagai berikut:

a. Kepala Bidang Pengendali Sistem Mutu (KBPSM) dan atau


penanggungjawab pemeriksaan, merencanakan monitoring sesuai dengan
komponen-komponen yang akan dimonitor dan periode pemeriksaan
komponen-komponen tersebut.
b. KBPSM dan atau penanggungjawab pemeriksaan, menentukan komponen-
komponen yang dimonitoring berdasarkan komponen-komponen pada Sasaran
Mutu, Rencana Mutu, Prosedur Mutu, Prosedur Kerja, dan atau berdasarkan
kesimpulan Hasil Analisis Pengukuran.
c. KBPSM dan atau penanggungjawab pemeriksaan, menentukan jadual
pelaksanaan monitoring lengkap dengan lama waktu monitoring, sesuai dengan
rencana pelaksanaan komponen-komponen pada sasaran mutu, rencana mutu,
prosedur mutu, dan prosedur kerja.
d. KBPSM dan atau penanggungjawab pemeriksaan, melaksanakan monitoring
melalui peninjauan lapangan dan atau melalui sistem informasi.
e. KBPSM dan atau penanggungjawab pemeriksaan, merekapitulasi dan
mencatat hasil monitoring sesuai dengan Formulir Laporan Monitoring.
f. KBPSM dan atau penanggungjawab pemeriksaan, mengkomunikasikan
informasi hasil monitoring pada unit manajemen/operasional, untuk
kemungkinan segera dilakukannya tindakan perbaikan terhadap temuan-temuan
yang dianggap menyimpang dari hasil monitoring.

Versi : 2008 Revisi : 0 Halaman 18 dari 21


MANUAL MUTU Tanggal Revisi :
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Tanggal Berlaku : 10 Juni 2009
Kode Dokumen : MM-UII

5.2. Audit Mutu Internal


Dalam rangka mengukur efektivitas penerapan SMM pada lingkup pengajaran dan
pembelajaran maupun lingkup kinerja pelayanan pendukung proses pengajaran dan
pembelajaran di UII, maka dilakukan Audit Mutu Internal.

Audit Mutu Internal (AMI) adalah kegiatan audit terhadap pelaksanaan SMM yang
dilakukan oleh dan dari kalangan internal UII. Terdapat tiga macam AMI, yaitu AMI
Teaching-Learning, AMI Kinerja Unit dan AMI Ad-hoc.

AMI Teaching-Learning adalah kegiatan audit terhadap pelaksanaan Sistem


Manajemen Mutu dalam lingkup penyelenggaraan dan/atau pelaksanaan teaching and
learning pada semua Program Studi di lingkungan Universitas Islam Indonesia
berkenaan dengan pencapaian Sasaran Mutu dan Rencana Mutu.

AMI Kinerja Unit adalah kegiatan audit terhadap pelaksanaan Sistem Manajemen
Mutu dalam lingkup pemeriksaan, pemverifikasian, dan pengukuran kinerja unit
pelayanan pendukung proses pengajaran dan pembelajaran pada semua Unit di
lingkungan Universitas Islam Indonesia.

AMI Ad-Hoc adalah kegiatan audit terhadap pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu
yang dilakukan oleh dan dari kalangan internal Universitas Islam Indonesia diluar
kegiatan AMI yang terjadwal.

Kegiatan AMI Teaching And Learning dilaksanakan selambat-lambatnya 2 (dua) bulan


setelah semesteran berakhir (Februari-Maret dan Juli-Agustus) dengan tujuan untuk
memeriksa dan mengukur pencapaian Sasaran Mutu dan Rencana Mutu pada seluruh
Fakultas di lingkungan Universitas Islam Indonesia

Kegiatan AMI Kinerja Unit dilaksanakan setiap 1 (satu) tahun sekali antara bulan
November dan Desember dengan tujuan untuk memeriksa serta mengukur kinerja unit
pelayanan pendukung proses pengajaran dan pembelajaran pada seluruh unit kerja di
lingkungan Universitas Islam Indonesia.

5.3. Tinjauan Manajemen


Dalam rangka memberikan Pedoman kepada jajaran manajemen untuk membuktikan
komitmennya terhadap SMM, dilakukan evaluasi SMM secara berkala dan
berkesnambungan yang berhubungan dengan Kehijakan Mutu, Sasaran Mutu dan
Kepuasan Pelanggan, yang dilaksanakan oleh manajemen di tingkat universitas dan
fakultas di lingkungan UII, melalui rapat Tinjauan Manajemen (RTM)

RTM, terdiri dari RTM dan RTM Fakultas. RTM Universitas dipimpin oleh Ka.BPM
dan Rektor. Peserta RTM Universitas adalah KaBPM, PSM, PSMF, Kabid
Versi : 2008 Revisi : 0 Halaman 19 dari 21
MANUAL MUTU Tanggal Revisi :
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Tanggal Berlaku : 10 Juni 2009
Kode Dokumen : MM-UII

dilingkungan BPM dan Rektorat serta jajaran manajemen lainnya. RTM Fakultas
dipimpin oleh PSMF dan Dekan. Peserta RTM Fakultas adalah Koordinator PSMF,
Sekretaris dan anggota PSMF, Wakil BPM serta seluruh jajaran manajemen fakultas.

5.4. Perbaikan Berkelanjutan


Untuk menyakinkan UII di masa mendatang dan kepuasan pihak-pihak yang terkait,
Pimpinan UII harus membuat budaya yang melibatkan anggota organisasi untuk secara
aktif dalam mencari peluang-peluang peningkatan dari kinerja proses, aktifitas dan
mutu lulusan.

Untuk dapat melibat anggota organisasi, Pimpinan UII harus menciptakan lingkungan
dimana kewenangan didelegasikan sehingga orang-orang yang terlibat diberi
kekuasaan dan menerima tanggungjawab untuk mengidentifikasikan peluang dimana
organsasi dapat meningkatkan kinerjanya. Hal ini dapat dicapai dengan aktifitas-
akfitias:
a. Membuat Sasaran untuk orang-orang, proyek dan organisasi
b. Penilaian kinerja pesaing dan praktik-praktik yang terbaik
c. Pengakuan, penghargaaan dan hadiah untuk pencapaian sasaran
d. Skema tindak lanjut, termasuk waktu pelaksanaan dan reaksi pimpinan

Untuk menyediakan sebuah struktur untuk peningkatan aktifitas, pimpinan UII harus
mendefinisikan dan menerapkan sebuah proses untuk peningkatan berkelanjutan yang
dapat diterapkan untuk merealisasikan dan mendukung proses dan aktifitasnya. Untuk
menyakinkan efektifitas dan efisiensi dari peningkatan proses. Pertimbangan harus
diberikan untuk merealisasikan dan mendukung proses dalam bentuk :
a. Efektifitas (seperti persyaratan hasil pertemuan)
b. Efisiensi (seperti sumber daya per unit dalam bentuk waktu dan uang)
c. Pengaruh eksternal (seperti perubahan peraturan perundang-undangan)
d. Kelemahan potensial (spserti jeleknya kemampuan dan kekonsitenannya)
e. Peluang menerapkan metode yang lebih baik
f. Pengendalian perubahan yang direncanakan dan tidak direncanakan
g. Pengukuran keuntungan yang direncanakan

Satu proses untuk peningkatan secara terus-menerus harus digunakan sebgai alat untuk
perbaikan efektifitas dan efisiensi internal organigasi, untuk memperbaiki kepuasan
pelanggan dan pihak lain yang berkepentingan.

Organisasi harus mendukung peningkatan dalam bentuk langkah kecil aktifitas penuh
yang sedang berlangsung untuk proses-proses yang ada sebagai terobosan pelauang
agarmendapatkan keuntungan yang maksimum bagi organisasi dan pihak yang
berkepentingan.
Versi : 2008 Revisi : 0 Halaman 20 dari 21
MANUAL MUTU Tanggal Revisi :
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Tanggal Berlaku : 10 Juni 2009
Kode Dokumen : MM-UII

Contoh masukan untuk mendukung peningkatan proses termasuk informasi yang


disampaikan dari :
a. Validasi data
b. Data hasil proses
c. Test data
d. Persyaratan yang adadan masukan dari pihak-pihak terkait
e. Pengalaman dari orang-orang dalam organisasi
f. Data fianansial
g. Data performance produk atau lulusan
h. Jasa pengiriman data

Pimpinan UII harus menyakinkan bahwa perubahan produk atau proses disetujui,
diutamakan, direncanakan, disediakan dan dikendalikan untuk memenuhi persyaratan-
persyaratan pihak-pihak terkait dan menghindari kelebihan kapabilitas organisasi.
Proses yang dihadirkan adalah proses peningkatan yang berkelanjutan untuk
diterapkan bagi organisasi.

Versi : 2008 Revisi : 0 Halaman 21 dari 21