You are on page 1of 16

BUKU PANDUAN RAPAT

FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI


INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PADANGSIDIMPUA
TAHUN 2017

A.Pendahuluan
Tugas pokok Perguruan Tinggi adalah
menyelenggarakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu
Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat
dalam rangka mewujudkan tujuan Pendidikan Nasional.
Sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi, IAIN
Padangsidimpuan memiliki kewenangan untuk
menyelenggarakan pengajaran, penelitian dan pengabdian
kepada masyarakat dalam bidang ilmu pengetahuan agama
Islam.
Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi merupakan salah
satu fakultas yang ada di Institut Agama Islam Negeri
Padangsidimpuan yang memiliki kewajiban untuk
menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain itu,
Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi memiliki visi dan misi
yang sejalan dengan visi misi Institut Agama Islam negeri
Padangsidimpuan yang harus dicapai sesuai dengan Rencana
Strategis Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi.
Dalam mewujudkan visi dan misi Fakultas Dakwah dan
Ilmu Komunikasi IAIN Padangsidimpua tidak bisa lepas dari
Anggaran, penyusunan anggaran yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari penyusunan rencana program
kerja, dan dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan
anggaran harus berpedoman kepada aturan atau regulasi
yang telah ditetapkan pemerintah.
Sistem Penganggaran sebagaimana yang diamanatkan
dalam Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 pasal 14
antara lain adalah berlakunya sistem penganggaran terpadu
bagi Kementerian Negara/Lembaga. Dalam penganggaran
terpadu tersebut Kementerian Negara/Lembaga diwajibkan

1
mengakomodasikan tiga komponen yaitu penganggaran
dalam kerangka pengeluaran jangka menengah,
penganggaran terpadu, dan pengganggaran berbasis kinerja
kedalam dokumen Rencana Kerja Anggaran
Kementerian/Lembaga (RKA-KL). Penganggaran tersebut
menghindarkan duplikasi pendanaan suatu kegiatan.
Pendekatan kerangka jangka menengah untuk menjaga
kesinambungan fiskal yang meningkatkan keterkaitan antara
proses perencanaan dan proses penganggaran, sedangkan
pendekatan anggaran berbasis kinerja mengutamakan
pencapaian Output dan hasil atas biaya yang ditetapkan.
Dengan diberlakukannya undang-undang Nomor 17
Tahun 2013 tentang keuangan Negara, diantaranya pada
BAB III Pasal 14 Ayat (1) dan (2) menyebutkan bahwa :
1. Dalam rangka penyusunan rancangan APBN,
Menteri/Pimpinan Lembaga selaku pengguna
anggaran/pengguna barang menyusun rencana kerja dan
anggaran kementerian Negara/lembaga (RKA-KL) Tahun
berikutnya.
2. Rencana kerja dan anggaran sebagaimana dimaksud
dalam ayat (1) disusun berdasarkan prestasi kerja yang
akan dicapai.
Dengan demikian diharapkan Fakultas Dakwah dan Ilmu
Komunikasi IAIN Padangsidimpuan memiliki persepsi dan
pemahaman yang sama dalam melaksanakan program kerja
Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi IAIN
Padangsidimpuan.

B.Isu Strategis Pendidikan


Permasalahan pendidikan tinggi adalah Angka
Partisipasi Kasar (APK) pada kelompok masyarakat kaya
sudah mencapai sebesar 43,6 persen, sedangkan kelompok
masyarakat miskin baru sebesar sebesar 4,4 persen.
Kualitas pendidikan tinggi juga masih belum baik yang
terlihat pada mutu tenaga akademik (dosen, peneliti) dan

2
publikasi ilmiah. Jumlah dosen yang memenuhi kualifikasi
pendidikan doktor (S3) masih sedikit (9,5 persen), meskipun
sebagain besar (52,8 persen) sudah memenuhi syarat
minimal pendidikan master (S2). Persentase PTN/PTS yang
terakreditasi A dan B masih sangat rendah, sebagian besar
masih terakreditasi C. Dosen dan peneliti di perguruan
tinggi juga kurang berkontribusi dalam penulisan dan
publikasi ilmiah, terutama di jurnal-jurnal internasional. Pada
tahun 2012, publikasi ilmiah Malaysia dan Singapura
masing-masing mencapai 20,838 paper dan 16,023 paper,
sedangkan Indonesia baru sebanyak 3,231 paper. Demikian
pula relevansi pendidikan tinggi dengan dunia industri/dunia
usaha juga masih rendah, bahkan terjadi ketidakcocokan
terutama terkait dengan tiga pihak: (i) pemberi kerja yang
memerlukan lulusan yang mahir, cakap, ahli, dan terampil,
(ii) perusahaan pengguna jasa penelitian, (iii) lembaga-
lembaga penyedia jasa penelitian, dan (iv) di antara
perguruan tinggi sendiri dan lembaga-lembaga penyedia
pelatihan. Adapun tantangan pembangunan pendidikan
yang harus dihadapi adalah: (i) meningkatkan perluasan
layanan PAUD untuk mendukung kesiapan anak bersekolah;
(ii) meningkatkan pemerataan akses dan kualitas pendidikan
termasuk akses ke pendidikan keagamaan; (iii)
meningkatkan keberaksaraan penduduk; (iv) meningkatkan
kemampuan kognitif, karakter, kewargaan, dan soft-skills
lulusan. Program studi inovatif, yang selaras dengan
perkembangan dunia industri dan pasar kerja; (ii)
memantapkan proses pelembagaan otonomi perguruan
tinggi; dan (iii) mengembangkan penelitian ilmiah, dasar
dan terapan, serta riset inovatif yang disertai sistem insentif
memadai, untuk meningkatkan semangat berkarya dan
publikasi di jurnal-jurnal ilmiah internasional. pendidikan
keagamaan; (iii) meningkatkan keberaksaraan penduduk;

3
(iv) meningkatkan kemampuan kognitif, karakter,
kewargaan, dan soft-skills lulusan.1
Dalam meningkatkan Angka Partisipasi Kasar kelompok
masyarakat misikin dalam pendidikan tinggi pemerintah
telah melaksanakan program pemberian beasiswa
berprestasi, beasiswa tahfizul quran dan beasiswa Bidik Misi
baik di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan di
Kementerian Agama. Oleh karena dalam mewujudkan
peningkatan APK kelompok masyarakat miskin pada
Perguruan Tinggi lembaga pendidikan harus profesional dan
obyektif dalam mengelola dan menentukan penerima
beasiswa tersebut.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam
Kamaruddin Amin memaparkan rencana program strategis
pendidikan Islam, diantaranya transformasi Perguruan Tinggi
Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan peluncuran program
5.000 doktor tahun 2015-2019. "Selain itu, Ditjen Pendidikan
Islam sedang mengupayakan mendatangkan profesor senior
Jerman ke PTKIN dan menginginkan revitalisasi peran
perpustakaan dalam PTKIN. Program beasiswa 5000 Doktor
Kementerian Agama Republik Indonesia dapat dilihat
informasinya di website:
http://scholarship.kemenag.go.id/
Berikut isu strategis program pendidikan Islam dalam
RPJMN 2015-2019 yang disampaikan oleh Dirjen Pendidikan
Islam:
1) Pelaksanaan wajib belajar 12 tahun yang berkualitas
2) Peningkatan kualitas pembelajaran
3) Peningkatan manajemen guru, pendidikan keguruan dan
reformasi LPTK
4) Peningkatan akses, kualitas, relevansi dan daya saing
pendidikan tinggi
5) Peningkatan akses dan kualitas pendidikan anak usia dini

1 Lampiran Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2015 Tentang Rencana Kerja
Pemerintah Tahun 2016 Bab I.

4
6) Peningkatan keterampilan kerja dan penguatan
pendidikan orang dewasa
7) Peningkatan pendidikan keagamaan
8) Penguatan pendidikan agama, pendidikan
kewarganegaraan dan pendidikan karakter untuk
mendukung revolusi mental
9) Peningkatan efisiensi pembiayaan pendidikan dan
10) Penguatan tata kelola pendidikan2
Pendidikan yang diamanahkan kepada kita memiliki 2
tujuan. Pertama, memberi akses seluas-luasnya kepada
anak-anak Indonesia untuk mendapatkan pendidikan.
Kedua, pendidikan yang diberikan tersebut adalah
pendidikan yang berkualitas," demikian pernyataan Direktur
Jenderal Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin mengawali
arahannya pada acara pembukaan Workshop Penyusunan
Renstra Ditjen Pendidikan Islam 2015-2019 di Jakarta
(05/05/2015). Di hadapan para peserta yang terdiri dari para
pejabat eselon 2, 3 dan 4 di lingkungan Ditjen Pendis serta
tim penyusun Renstra Pendis 2015-2019, Kamaruddin
menyampaikan bahwa Renstra Pendis akan memiliki peran
untuk menentukan arah kebijakan Pendidikan Islam selama
5 tahun ke depan. Target masing-masing direktorat untuk 5
tahun ke depan harus dapat diukur. Contohnya Direktorat
Pendidikan Tinggi Islam (Diktis), memiliki target jumlah
mahasiswa PTKI pada tahun 2019 sebanyak 1 juta orang.
Untuk mencapai target tersebut, konsekuensinya anggaran
harus tersedia untuk menambah sarana prasarana, pendidik
dan kurikulum," tutur pria yang juga Guru Besar UIN
Alauddin Makassar ini. Saya menginginkan dalam kurun
waktu 5 tahun ke depan akan ada PTKI yang bisa masuk ke
dalam peringkat 500 besar perguruan tinggi terbaik di
dunia. Oleh karenanya, saya berharap Direktorat Diktis
dapat merancang program-program terobosan yang cerdas,
seperti Program Pembibitan Dosen yang sudah terbukti
mampu menghasilkan para alumni yang saat ini banyak
2http://pendis.kemenag.go.id/index.php?a=detilberita&id=7088#.VkvzPV5vJYg

5
memegang peran penting dalam dunia pendidikan,"
tambahnya.
Sementara untuk Direktorat Pendidikan Diniyah dan
Pondok Pesantren, Dirjen Pendis berharap agar Pesantren ke
depan dapat semakin menunjukkan perannya dalam
menghasilkan kader ulama yang cendekiawan. Selain itu,
Kamaruddin Amin menargetkan bahwa pada tahun 2019
tidak ada lagi santri pesantren yang diklaim buta huruf latin.
Salah satu caranya melalui jalur pendidikan diniyah formal
di lingkungan Pondok Pesantren.
Dirjen Pendis juga menggarisbawahi akan perlunya
diversifikasi madrasah. Salah satunya dengan
pengembangan madrasah aliyah keagamaan. "Segala
sesuatu yang harus dipersiapkan untuk pengembangan MA
keagamaan harus tuntas di tahun 2015 ini, sehingga tahun
2016 sudah dapat diimplementasikan," ujar Kamaruddin.
Pria asal Makassar yang juga merupakan alumni program
pembibitan dosen PTKI angkatan ke-8 mengharapkan agar
pada tahun 2016, seluruh Madrasah Aliyah sudah dapat
diklasifikasikan ke dalam 4 kategori, yaitu MA yang memiliki
keunggulan ilmu umum, MA keagamaan, MA kejuruan dan
MA reguler.
Pada kesempatan berikutnya, Sekretaris Ditjen
Pendidikan Islam, M. Isom Yusqi menyampaikan bahwa
substansi dari Renstra Pendis 2015-2019 tidak terlepas dari
Renstra Kementerian Agama 2015-2019 dan Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-
2019.3

C.Dasar Hukum
1) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2003 tentang
Keuangan Negara;
2) Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2004 tentang
Perbendaharaan Negara;
3 http://pendis.kemenag.go.id/index.php?a=detilberita&id=7562#.Vkv0UV5vJYg

6
3) Undang-Undang RI Nomor 15 Tahun 2004 tentang
Pemeriksaan, Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan
Negara;
4) Undang-Undang RI Nomor 25 Tahun 2004 tentang sistim
perencanaan pembangunan nasional;
5) Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 2012 tentang
Pendidikan Tinggi;
6) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun
2014 Tentang Angaran Pendapatan dan Belanja Negara
Tahun Anggaran 2016 ;
7) Rancangan Undang-Undang yang telah disahkan Dewan
Perwakilan Rakyat Repbublik Indonesia Tahun 2015
Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun
2016;
8) Peraturan Pemerintah RI Nomor 20 Tahun 2004 tentang
rencana kerja pemerintah;
9) Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata
Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional;
10) Peraturan Pemerintah Nomor 90 Tahun 2010 tentang
Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian
Negara;
11) Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2013 Tentang
Tata Cara Pelaksanaan Anggaran dan Belanja Negara;
12) Peraturan Pemerintah RI Nomor 4 Tahun 2014 tentang
Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan
Perguruan Tinggi;
13) Peraturan Presiden RI Nomor 52 Tahun 2013 tanggal
30 Juli 2013 tentang Perubahan Status Sekolah Tinggi
Agama Islam Negeri menjadi Institut Agama Islam Negeri
Padangsidimpuan;
14) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun
2015 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Nasional Tahun 2015 2019;
15) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun
2015 Tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor

7
43 Tahun 2014 Tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun
2015;
16) Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 Tentang
Organisasi Kementarian Agama;
17) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 60
Tahun 2015 Tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun
2016;
18) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 85
Tahun 2015 Tentang Kementerian Agama;
19) Keputusan Presiden RI Nomor 42 Tahun 2002 tentang
Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara jo. Nomor 72 Tahun 2004;
20) Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor
190/PMK.05/2012, tentang Tata Cara Pembayaran Dalam
Rangka Pelaksanan Anggaran Pendapatan Dan Belanja
Negara;
21) Peraturan Menteri Agama RI Nomor 93 Tahun 2013
tanggal 29 Nopember 2013 Tentang Organisasi dan Tata
Kerja Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan;
22) Peraturan Menteri Agama Nomor 45 Tahun 2014
Tentang Pengangkatan Pejabat Perbendaharaan;
23) Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia
Nomor 65/PMK.02/2015 Tahun 2015 Tentang Standar
Biaya Masukan Tahun Anggaran 2016;
24) Keputusan Menteri Agama RI Nomor B.II/3/19978
tanggal 23 Januari 2013 tentang Penetapan Rektor IAIN
Padangsidimpuan masa jabatan 2013-2017;
25) Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor
PER-51/PB/2008 Tentang Pedoman Laporan Keuangan
Kementerian Negara/Lembaga;
26) Peraturan Direktur Jenderal Anggaran Nomor PER-
1/AG/2015 Tentang Pedoman Pelaksanaan Reviu Angka
Dasar Belanja Kementerian/Lembaga dalam Rangka
Penyusunan Pagu Indikatif Tahun Anggaran 2016.

8
D. Tema
Optimalisasi Kinerja Berbasis Pola Kerja Cerdas
dan Berintegritas

E. Materi
Materi yang akan dibahas dalam Rapat Kerja Fakultas
Dakwah dan Ilmu Komunikasi IAIN Padangsidimpuan meliputi
:
1. Arah Kebijakan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi IAIN
Padangsidimpuan
2. Penguatan Pengelolaan AUPK Fakultas Dakwah dan Ilmu
Komunikasi IAIN Padangsidimpuan
3. Strategi Pencapaian Program dan Kegiatan.

F. Tujuan Dan Sasaran


a. Tujuan
1. Agar peserta memahami dan mengetahui program kerja
unit kerja masing-masing tahun 2017 di lingkungan
Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi IAIN
Padangsidimpuan;
2. Meningkatkan sinergitas antara unit, antar pejabat dan
antar pegawai dalam rangka melaksanakan program
kerja di lingkungan Fakultas Dakwah dan Ilmu
Komunikasi IAIN Padangsidimpuan;
3. Membangun komunikasi, kerjasama dan soliditas
organisasi dalam mewujudkan visi dan misi Fakultas
Dakwah dan Ilmu Komunikasi IAIN Padangsidimpuan
yang tertuang dalam rencana stratejik Fakultas Dakwah
dan Ilmu Komunikasi IAIN Padangsidimpuan;
4. Meningkatkan efektifitas dan akuntabiltas kinerja di
lingkungan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi IAIN
Padangsidimpuan;
5. Mewujudkan kinerja yang sistematis di lingkungan
Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi IAIN
Padangsidimpuan.

9
6. Sasaran
Terlaksananya Rapat Kerja Fakultas Dakwah dan Ilmu
Komunikasi IAIN Padangsidimpuan dengan jumlah peserta,
panitia, narasumber dan moderator sebanyak 33 orang.
(SK Kegiatan Terlampir)

G. Panitia
No Jabatan Nama
1. Penanggung Fauziah Nasution, M.Ag
Jawab
2. Ketua Drs. Kamaluddin, M.Ag
3. Wakil Ketua Nurman Hasibuan, S.Ag., MA
4. Sekretaris Wahyudin, SE
5. Wakil Sekretaris Abdul Riswan Nasution, S.Ag.,
MA
4. Anggota 1. Sarif Husein, S.Sos
2. Ridno Gunawan, S.Sos.I
3. Fithri Choirunnisa Siregar,
M.Psi
4. Nur Fitriani M. Siregar,
M.Kom.I
5. Pahri Siregar, M.Pd.I
6. Muhammad Syukri Pulungan

H. Peserta
NO NAMA JABATAN
1. Dr. Sholeh Fikri, M.Ag Wk. Dekan Bidang Akademik
2. Fauzi Rizal, MA Wk. Dekan Bidang
Kemahasiswaan dan Kerjasama
3. Maslina Daulay, MA Sekretaris Jurusan KPI
4. Risdawati Siregar, S.Ag., Sekretaris Jurusan BKI
M.Pd
5. Barkah Hadamean Harahap, Kepala Laboratorium FDIK
S.Sos., M.I.Kom
6. Anas Habibi Ritonga, Dosen FDIK/ Staf Subag. AKA

10
NO NAMA JABATAN
S.Sos.I., MA
7. Riem Malini Pane, M.Pd Dosen FDIK/ Staf Subag AKA Jur.
BKI
8. Ahmad Toib Daulay, SE Pengelola Adm & Subag Dokumen
Subag AUK
9. Zilfaroni, S.Ag., MA Dosen Tetap Non-PNS
10. Hasbi Anshori Hasibuan, MM Dosen Tetap Non-PNS
11. Arifin Hidayat, S.Sos.I., Dosen Tetap Non-PNS/ Pengelola
M.Pd.I Layanan Akademik Subag AKA
FDIK
12. Drs. Hamlan, MA Dosen FDIK
13. Drs. H. Agus Salim Lubis, Dosen FDIK
M.Ag
14. Alezandra Pane, S.Sos.I Koordinator Penyiar Radio
15 Aprizal Harahap Senat Mahasiswa FDIK
16. Rizki Zulfahmi Dewan Mahasiswa FDIK

H. Nara Sumber Dan Moderator


N Narasumber Moderator
O
1. Fauziah Ali Amran, S.Ag., M.Si
Nasution, M.Ag
2. Drs. Kamaluddin,1. Dra. Hj. Replita, M.Si
M.Ag
3. Nurman 2. Ali Amran, S.Ag., M.Si
Hasibuan, S.Ag.,
MA

I. Tata Tertip dan Jadwal Acara


Tata Tertib dan Jadwal Acara Kegiatan Rapat Kerja
Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi IAIN
Padangsidimpuan Tahun Anggaran 2017 sebagaimana
terlampir.

J. Tempat dan Waktu

11
Kegiatan Rapat Kerja Fakultas Dakwah dan Ilmu
Komunikasi IAIN Padangsidimpuan Tahun 2017 dilaksanakan
pada tanggal 24 s.d. 26 Februari 2017 di Ruang Rapat
Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi IAIN
Padangsidimpuan.

K.Penyelenggaraan dan Biaya


1. Penyelenggaraan Kegiatan Rapat Kerja Fakultas Dakwah
dan Ilmu Komunikasi IAIN Padangsidimpuan Tahun 2017
dilaksanakan oleh kepanitiaan yang dibentuk melalui
Keputusan Rektor IAIN Padangsidimpuan Nomor 41 Tahun
2017 Tanggal 30 Januari 2017
2. Pembiayaan sebagai akibat dari pelaksanaan Keputusan
ini dibebankan pada DIPA Tahun Anggaran 2017 .

L. Penutup
Buku Panduan ini disusun sebagai pedoman dan
panduan bagi panitia, peserta dan narasumber/penyaji untuk
kelancaran pelaksanaan acara dimaksud. Apabila terjadi
perubahan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan
pelaksanaan kegiatan ini, panitia segera akan
memberitahukan kepada peserta dan narasumber.

Padangsidimpuan, Januari 2016


Panitia Pelaksana
Ketua Sekretaris

Drs. Kamaluddin, M.Ag Wahyudin, S.E


NIP 196511021991031001 NIP
197011212005011003

12
Lampiran 1:
Jadwal Acara

13
Lampiran 2:
Tata Tertib Raker
TATA TERTIB
Dalam rangka menjaga kelancaran kegiatan Rapat Kerja
Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi IAIN Padangsidimpuan
Tahun 2017, maka bagi seluruh peserta diharapkan dapat
memperhatikan dan mematuhi tata tertib sebagai berikut :

A.Tata Tertib Selama Kegiatan


1. Peserta hadir 15 menit sebelum acara kegiatan dimulai
dan mengisi daftar hadir persesi atau absen pada setiap
sesi bahasan yang disediakan oleh panitia;
2. Berperan aktif dalam mengikuti seluruh jalannya sidang
dan mengemukakan pendapat yang bermanfaat serta
terkait topik bahasan;
3. Selama kegiatan berlangsung peserta pria mengenakan
pakaian kemeja dan celana panjang, bagi wanita
menyesuaikan dengan berpenampilan rapi dan sopan,
pada acara pembukaan mengenakan pakaian batik;
4. Peserta menempati meja yang telah diatur oleh panitia;

14
5. Peserta diwajibkan tetap berada dalam ruangan selama
kegiatan berlangsung kecuali jika ada keperluan tertentu
dan setelah mendapatkan izin panitia;
6. Peserta tidak diperbolehkan makan minum dan merokok di
dalam ruangan pada saat kegiatan berlangsung;
7. Peserta diharapkan menjaga tata tertib dalam mengajukan
pendapat atau menyanggah pendapat peserta lainnya;
8. Selama program kegiatan berlangsung peserta dilarang
meninggalkan tempat pelaksanaan tanpa seizin dari
panitia.

B.Kewajiban Panitia Penyelenggara


Panitia Penyelenggara mempunyai kewajiban untuk :
1. Mengatur dan mempersiapkan tempat pelaksanaan
kegiatan;
2. Memberikan informasi dan bantuan yang diperlukan bagi
para peserta;
3. Menegur peserta yang tidak mematuhi tata tertib baik
secara lisan maupun tertulis;
4. Melaksanakan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan
kegiatan Rapat Kerja Fakultas Dakwah dan Ilmu
Komunikasi IAIN Padangsidimpuan Tahun 2017;

C.Konsumsi
Panitia menyediakan konsumsi: 2 kali snack pagi dan sore, 1
kali makan: siang di tempat yang telah disediakan oleh
panitia selama acara Rapat Kerja Fakultas Dakwah dan Ilmu
Komunikasi IAIN Padangsidimpuan berlangsung, konsumsi
selain tersebut diatas menjadi tanggungjawab peserta.

D. Informasi Umum
Ruang Sidang Rapat Kerja Fakultas Dakwah dan Ilmu
Komunikasi IAIN Padangsidimpuan Tahun Anggaran 2017
bertempat di Ruang Sidang FDIK yang sudah
ditentukan.

15
Padangsidimpuan, Februari
2016
Panitia Pelaksana
Ketua Sekretaris

Drs. Kamaluddin, M.Ag Wahyudin, S.E


NIP 196511021991031001 NIP
197011212005011003

16