You are on page 1of 3

Pengembangan UMKM Kerajinan Bambu Banyuwangi Berbasis Local

Genius Melalui Community Development Financial Institution (CDFI)

Sudah bukan rahasia lagi betapa pentingnya peranan usaha mikro , kecil dan menengah (UMKM)
dalam struktur perekonomian suatu negara. Sudah terbukti, kejayaan ekonomi di negara maju seperti
Jepang , Amerika Serikat dan Korea , dan beberapa negara eropa tidak lepas dari adanya dukungan dan
peran besar dari sektor UMKM. Di era free trade , pemerintah Indoneia sangat mendukung adanya
pendirian UMKM . kemandirian yang dilakukan masyarakat dalam menghadapi pasar persaingan bebas
bisa membantu mengurangi beban pemerintah dalam mensejahterakan keadaan rakyat

Saat ini usaha mikro masih menjadi penunjang perekonomian nasional . pasca terjadinya krisis
moneter tahun 1998 yang berdampak pada stabilitas ekonomi bangsa baik makro maupun mikro . banyak
pemilik perusahan perusahaan besar yang terpaksa melakukan PHK masal dan menutup perusahaanya .
utang utang dari lembaga keuangan yang begitu banyak sehingga Bank Indonesia terpaksa memberikan
bantuan Likuiditas yang dalam istilahnya di sebut NONE . akan tetapi ada 1 hal menarik dari peristiwa
pasca krisis moneter yaitu secara kognitif Usaha Kecil menengah (UKM) masih mampu bertahan
ditengah kondisi resesi ekonomi di Indonesia sebagai mana penelitian yang dilakukan oleh Anuraga dan
Sundartoko (2002), diketahui bahwa keberadaan UKM memiliki kemampuan relatif lebih kuat dibanding
usaha besar lainya terhadap situasi keadaan perekonomian nasional yang sedang terpuruk dengan
presentase sebesar 64,10% masih bertahan , 31% mengurangi aktivitas usahanya , 0,90% mampu
berkembang ditengah keadaan krisis ekonomi dan 4% UKM mengalami kebangkrutan atau tutup usaha.
Dalam hal ini keberadaan UKM menjadi solusi efektif dan alternatif dalam mengatai permasalahan
pengangguran , dikarenakan keberadaanya yang relative stabil dan sifat usahanya yang paat karya . (Budi,
2010)

Di era globalisasi khususnya pada pasar persaingan bebas saat ini, dalam upaya mempertahankan
nilai nilai Keindonesiaan memerlukan adanya produk kearifan lokal yang secara aspek budaya mampu
bertahan ditengah arus globalisasi . Produk Kearifan Lokal merupakan potensi lokal yang perlu
dipertahankan dan dikelola dengan bijaksana . kearifan lokal terbentuk dari adanya proses proses
hubungan manusia dengan lingkunganya dalam rangka memenuhi setiap kebutuhanya . terbentuknya
proses proses tersebut berbeda disetiap daerah karena dipengaruhi oleh pola pikir , tingkah laku beserta
adat istiadat masyarakatnya. hampir bisa dikatakan jika kearifan lokal merupakan akar jati diri
kebudayaan sebuah masyarakat daerah. Mengkaji dan mempelajari kearifan lokal merupakan contoh
upaya dalam mempertahankan eksistensi nilai nilai budaya dan adat istiadat yang dimilik masyarakat
lokal . mempertahankan nilai budaya tersebut dilakukan untuk menjaga agar sebuah kearifan lokal
mampu tetap hidup ditengah tengah banyaknya kebudayaan asing yang masuk sehingga dapat
dinikmati serta memberi kemanfaatan bagi generasi berikutnya.( Inawati, A. 2014)

Dalam disiplin ilmu antropolog kearifan lokal dikenal dengan istilah Local Genius . banyak
antropolog membahas mengenai pengertian Local Genius , antara lain Haryati Soebadio mengatakan
bahwa Local Genius adalah sebuah identitas budaya bangsa yang menjadi watak sebuah bangsa dalam
menyerap , menerima dan mengelolah sebuah kebudayaan asing yang masuk . sementara Moendardjito
mengatakan bahwa unsur budaya potensial sebagau Local Genius karena mampu bertahan dan terbukti
mempunyai ketahanan daya uji memiliki ciri yaitu mampu bertahan dan mengakomodasi terhadap budaya
luar kemudian mengintegrasikan unsur budaya luar ke dalam budaya asli dan memberi arah
perkembangan pada budaya ( sartini , 2004)

ketika berbicara mengenai istilah Local Genius tidak lepas dari yang namanya nilai nilai
identitas dari budaya daerah . salah satu budaya daerah yang dimaksudkan disini dapat diwujudkan dalam
bentuk karya seni yang mengakomodasi gaya hidup dari daerah tersebut . dengan demikian karya seni
merupakan bagian terpenting dari budaya yang menjadi sebuah ciri khas dan identitas suatu kelompok
masyarakat tertentu dan salah satu produk dengan basis Local genius yang saat ini masih eksis dan
berkembang dimasyarakat adalah kerajinan bamboo. (Patria , Siti Mutmainah , 2015)

Potensi sentra kerajinan bamboo sebagai bentuk pengembangan Local Genius mampu
memberikan dampak positif terhadap keadaan masyarakat sekitar . melalui Usaha Mikro dan kecil
(UMK) yang didirikan memberikan sumbangan cukup besar dalam penyerapan tenaga kerja untuk
masyarakat daerah . sumbangsih yang diberikan melalui UMK tersebut bisa berbentuk peningkatan
kesejahteraan masyarakat karena UMK memfasilitasi sebuah pekerjaan dengan timbal balik berupa
pendapatan yang diberikan sehingga bisa meningkatkan keadaan perekonomian masyarakat daerah .
adanya penyerapan tenaga kerja tersebut mampu membantu mengurangi problematik pengangguran .

Namun, banyak UMKM kerajinan bamboo yang masih memerlukan adanya pengembangan usaha
.

Sehubungan dengan data tersebut , keberadaan UKM kerajinan bamboo di Desa Gintangan
memiliki potensi untuk dikembangkan . Saat ini sudah ada NONE UMK kerajinan bamboo yang berdiri
di Desa Gintangan . dari NONE UMK tersebut yang mampu mengekspor produknya ke luar kota hanya
blab la bla .

Industri kerajinan bamboo Gintangan berjenis UMK ( Usaha Mikro dan Kecil) karena masih
bersifat industru rumah tangga . akan tetapi , meski berskala kecil dan menengah produk kerajinan
bambuu Gintangan sudah mampu mengekspor produksinya ke luar kota .

Kerajinan anyaman bamboo termasuk salah satu hasil dari kebudayaan orang orang terdahulu .
sampai saat ini , kerajinan bamboo masih diproduksi oleh sebagian masyarakat Indonesia dan salah
satunya oleh masyarakat Desa Gintangan . bamboo umumnya banyak tumbuh di wilayah pedesaan , tak
ayal jika bamboo menjadi bahan baku yang melimpah dan potensial di Desa Gintangan . pada awalnya
produk kerajinan bamboo hanya berupa alat alat rumah tangga yang dikhususkan untuk membantu
memenuhi kebutuhan alat dapur . namun , seiring berkembangnya waktu ada inovasi inovasi yang
dilakukan oleh pengrajin dengan mendiversifikasi produk kerajinan anyaman bamboo yang lebih bersifat
estetis seperti pembuatan blab bla bla