Вы находитесь на странице: 1из 3
PENETAPAN AMBANG KRITIS

PENETAPAN AMBANG KRITIS

PENETAPAN AMBANG KRITIS
 

UNTUK TIAP TES

No. Dokumen

: C/VIII/SOP/I/16/002

No. Revisi

: 00

SOP

Tanggal terbit

: 02 Januari 2016

Halaman

: 1/2

UPT PUSKESMAS SUSUKAN

 

Dr. H. Andi Ridwan NIP : 19710223 200112 1 003

Pengertian

Nilai kritis merupakan nilai dari hasil pemeriksaan laboratorium yang bila tidak segera ditangani dapat menyebabkan pasien dalam kondisi yang serius

atau mengancam jiwa pasien.

Tujuan

  • 1. Meningkatkan mutu pelayanan kepada pasien berorientasi kepada keselamatan pasien

  • 2. Mencegah terjadinya kesalahan dalam melaporkan hasil pemeriksaan medis

  • 3. Memastikan keakuratan pelaporan hasil pemeriksaan medis

Kebijakan

Surat Keputusan Kepala Puskesmas Sinaboi Nomor ........................

Referensi

  • 1 Kermenkes Nomor 370 Tahun 2007 tentang Standar Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan

  • 2 Permenkes Nomor 1792 Tahun 2010 Tentang Pedoman Pemeriksaan Kimia Klinik

  • 3 Permenkes Nomor 43 Tahun 2013 Tentang

Cara Penyelenggaraan

Laboratorium Klinik yang baik

Prosedur

KRITERIA LAPORAN HASIL KRITIS

  • 1. Tiap hasil pemeriksaan laboratorium yang termasuk kategori kritis (lampiran)

  • 2. Hasil pemeriksaan kritis yang dilaporkan hanya pemeriksaan yang diminta saja.

CARA PELAPORAN

  • 1. Petugas laboratorium melaporkan hasil pemeriksaan yang masuk kategori kritis ke dokter patologi klinik.

  • 2. Setelah dilakukan validasi dan verifikasi, petugas laboratorium menyampaikan hasil pemeriksaan yang termasuk kategori kritis ke dokter penanggung jawab (DPJP).

  • 3. Laporan hasil kritis disampaikan via telepon/lisan.

  • 4. Bila tidak ada dokter penanggung jawab/dokter tersebut tidak bisa dihubungi, petugas laboratorium menghubungi perawat jaga tempat pasien dirawat atau poli tempat pasien berobat.

  • 5. Pada lembar hasil pemeriksaan, hasil yang kritis diberi tanda stabilo.

  • 6. Laporan hasil kritis didokumentasikan di buku laporan hasil kritis

WAKTU PELAPORAN

  • 1. Hasil laboratorium yang masuk kategori nilai kritis dilaporkan ke

 
PENETAPAN AMBANG KRITIS
 

PENETAPAN AMBANG KRITIS

PENETAPAN AMBANG KRITIS
 
 

UNTUK TIAP TES

   

No. Dokumen

: C/VIII/SOP/I/16/002

No. Revisi

: 00

SOP

Tanggal terbit

: 02 Januari 2016

Halaman

: 1/2

 

UPT PUSKESMAS SUSUKAN

 

Dr. H. Andi Ridwan NIP : 19710223 200112 1 003

 
     

dokter penanggung jawab/perawat maksimal 5 menit setelah hasil

 

terdeteksi kategori nilai kritis.

 

Unit Terkait

Petugas Laboratorium

 

Rekaman Historis

No Halaman Yang dirubah Perubahan Diberlakukan Tanggal
No
Halaman
Yang dirubah
Perubahan
Diberlakukan
Tanggal

DAFTAR NILAI KRITIS YANG WAJIB DI LAPORKAN SEGERA

 

JENIS

NILAI

NILAI

 

N

PEMERIKSAAN

RENDAH

TINGGI

SATUAN

O

LABORATORIUM

HEMATOLOGI

     

Hemoglobin

< 5

>20

g/dl

Leukosit

< 100

>50.000

/ul (kasus baru )

Trombosit

< 20.000

> 800.000

/ul (kasus baru )

KIMIA KLINIK

     

Glukosa Darah (Dewasa)

< 40

>500

mg/dl

Glukosa Darah ( Bayi)

< 40

>325

mg/dl

Protein urin

+ 4

DAFTAR NILAI KRITIS PEMERIKSAAN

PENETAPAN AMBANG KRITIS

PENETAPAN AMBANG KRITIS

PENETAPAN AMBANG KRITIS
 

UNTUK TIAP TES

No. Dokumen

: C/VIII/SOP/I/16/002

No. Revisi

: 00

SOP

Tanggal terbit

: 02 Januari 2016

Halaman

: 1/2

UPT PUSKESMAS SUSUKAN

 

Dr. H. Andi Ridwan NIP : 19710223 200112 1 003

LABORATORIUM/CITO/EMERGENSI YANG WAJIB DI LAPORKAN

PEMERIKSAAN

JENIS PEMERIKSAAN

Hematologi

  • - Darah Lengkap

  • - Golongan Darah

  • - HB

Kimia Klinik

  • - Glukosa

  • - Protein urin