You are on page 1of 3

Kesuksesan Terbesar Dalam Hidupku

Manusia adalah makhluk social, mereka tidak bisa hidup sendirian, mereka
butuh orang lain. Itulah hikmahnya Rasulullah SAW menyuruh kita untuk
selalu bersilaturrahim untuk membangun persatuan dan kesatuan. Inilah
landasan saya berinisiatif menyambung kembali tali silaturrahim diantara
keluarga besar saya yang sudah tersebar di Malaysia dan Indonesia yang
berjumlah lebih dari 300an orang.

Pada tahun 2013, Allah SWT beri saya ide untuk mempertemukan kembali
keluarga bessar kami yang telah lama terputus. Meskipun pada saat itu saya
hanya kenal beberapa sanak famili, hal itu tidak membuat saya putus asa
untuk mengamalkan ajaran atau ilmu yang telah saya dapatkan selama
kuliah di Universitas Al Azhar tentang keutamaan silaturrahim.

Facebook berperan penting dalam misi ini. Walaupun keturunan kami


berjumlah ratusan orang, saya tetap optimis mencari dan bertanya dari satu
orang ke orang lain melalui media sosial ini. Sebagian dari mereka sangat
kooperatif dan menolong saya meskipun yang lainnya meremehkan niat baik
ini. Setelah itu saya buat group facebook dengan nama Keluarga Besar Nek
Bedok Bukittinggi sebagai wadah untuk mengumpulkan mereka semua
yang segaris keturunan ibu karena suku kami (Minang Kabau) adalah suku
yang mengatur alur keturunan berasal dari pihak ibu (matrilineal). Akhirnya,
hanya dalam 3 bulan, saya dapat mengumpulkan 300an keluarga yg
tersebar di 2 negara ini walaupun berlum pernah bertemu selama ini secara
fisik.

Setelah itu, saya berniat untuk membuat acara silaturrahim perdana


keluarga besar ini dan disambut dengan positif oleh beberapa orang saja
namun tidak sedikit yang meremehkan ide ini. Meskipun begitu, saya tetap
optimis. Saya dan beberapa anggota keluarga sepakat bekerja sama
berencana membuat acara reuni pertama Nek Bedok di Malaysia.
Menariknya, Inisiatif ini tidak jalan begitu mudah seperti yang di bayangkan.
Pro-Kontra sering terjadi, sampai-sampai mengungkit masa lalu, terutama
bagi kaum tua dan juga mencaci saya sendiri.

Salah satu contohnya, Beberapa anggota keluarga besar ini pro dan kontra
mengenai tempat pelaksanaan reuni. Ketika satu pihak lebih setuju diadakan
di kampung halaman karena disanalah keturunan Nek Bedok memulai
sejarah hidupnya, yang lain lebih memilih di Malaysia karena 80% Anggota
keluarga besar menetap di Malaysia. Setelah mengumpulkan pendapat dan
saran mereka semua. Saya mencoba mencari titik terang. Dan setelah
menimbang dan berdiskusi kepada mereka, saya coba untuk memberi
pemahaman dengan jelas dan masuk logika. Akhirnya diputuskan reuni
diadakan di Malaysia karena lebih ekonomis dan produktif.

Masalah yang sulit selanjutnya adalah bagaimana caranya supaya para


anggota keluarga yang terdata (lebih dari 300 orang) tertarik untuk
menghadiri acara reuni perdana ini, karena mereka juga mempunyai acara
lain yang mungkin lebih menarik atau penting daripada reuni ini. Dengan
keadaan seperti ini, saya coba membuat komunikasi intens kepada beberapa
anggota keluarga yang mempunyai peran penting bagi anggota lainnya.
Dikarenakan keluarga besar kami merujuk kepada 4 nenek dan terhenti
kepada satu nenek buyut (nek Bedok). Saya mencari satu orang yang
disegani dan dihormati di setiap perwakilan nenek sebagai koordinator.
Dengan demikian, mereka bisa mengkordinasi dan mengundang seluruh
keluarga yang sama nenek, sehingga susah bagi yang diundang untuk
menolak untuk tidak datang.

Masalah yang paling besar yang saya hadapi adalah masalah dengan para
tetua tentang harta warisan. Permasalahan inilah yang membuat hubungan
keluarga besar kami tidak harmonis selama puluhan tahun. Mereka saling
mengklaim harta warisan yang di tinggalkan, tidak ada yang mau mengalah.
Saya sempat putus asa untuk mengadakan acara ini meskipun saya sudah d
Malaysia untuk survey tempat acara hanya gara-gara masalah ini. Sebagai
pelopor acara, saya tetap harus tidak memihak siapapun. Benar tetaplah
benar, salah tetaplah salah. Tidak disangka, setelah mendengarkan
pendapat dari masing-masing pihak, ternyata masalah ini bukanlah
gampang. Akhirnya kami sepakat untuk bersama memendam masalah harta
warisan, dan mengedepankan silaturrahim dan saling memaafkan untuk
menyambung tali silaturrahim lagi yang telah lama terputus.

Kejadian romantis terjadi ketika acara, tiba-tiba ada orang yang berpelukan
sambil menangis. Ternyata mereka tidak bertemu lebih dari 30 tahun.
Mereka saling berpelukan erat, karena terkenang masa mereka kecil dahulu
bermain pasir bersama dan juga berkelahi. Air mata tak bisa teretahankan
akan rindu yang meluap. Kaum muda dan tua saling bertemu kembali dan
bertatap muka. Senyum dan tawa menghiasi percakapan mereka. 4 bulan
mempersiapkan acara berakhir dengan sukses. Mereka tidak menyangka
acara ini menjadi salah satu peristiwa indah di album kenangan hidup
mereka.