You are on page 1of 4

Sejarah Bumi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Untuk sejarah manusia modern, lihat Sejarah dunia.
Sejarah Bumi berkaitan dengan perkembangan planet Bumi sejak terbentuk sampai sekarang.[1]
[2]
Hampir semua cabang ilmu alam telah berkontribusi pada pemahaman peristiwa-peristiwa utama
di Bumi yang sudah lampau. Usia Bumi ditaksir sepertiganya usia alam semesta. Sejumlah
perubahan biologis dan geologis besar telah terjadi sepanjang rentang waktu tersebut.
Bumi terbentuk sekitar 4,54 miliar (4,54109) tahun yang lalu melalui akresi dari nebula
matahari. Pelepasan gas vulkanik diduga menciptakan atmosfer tua yang nyaris tidak
beroksigen dan beracun bagi manusia dan sebagian besar makhluk hidup masa kini. Sebagian
besar permukaan Bumi meleleh karena vulkanisme ekstrem dan sering bertabrakan dengan benda
angkasa lain. Sebuah tabrakan besar diduga menyebabkan kemiringan sumbu Bumi dan
menghasilkan Bulan. Seiring waktu, Bumi mendingin dan membentuk kerak padat dan
memungkinkan cairan tercipta di permukaannya. Bentuk kehidupan pertama muncul antara 2,8
dan 2,5 miliar tahun yang lalu. Kehidupan fotosintesismuncul sekitar 2 miliar tahun yang lalu, nan
memperkaya oksigen di atmosfer. Sebagian besar makhluk hidup masih berukuran kecil dan
mikroskopis, sampai akhirnya makhluk hidup multiseluler kompleks mulai lahir sekitar 580 juta tahun
yang lalu. Pada periode Kambrium, Bumi mengalami diversifikasi filum besar-besaran yang sangat
cepat.
Perubahan biologis dan geologis terus terjadi di planet ini sejak terbentuk. Organisme
terus berevolusi, berubah menjadi bentuk baru atau punah seiring perubahan Bumi. Prosestektonik
lempeng memainkan peran penting dalam pembentukan lautan dan benua di Bumi, termasuk
kehidupan di dalamnya. Biosfer memiliki dampak besar terhadap atmosfer dan kondisi abiotik
lainnya di planet ini, seperti pembentukan lapisan ozon, proliferasi oksigen, dan penciptaan tanah.

Kala geologi, dipadatkan dalam diagram berbentuk lingkaran jam yang menampilkan panjang
relatif kala sejarah Bumi. (keterangan: Mtl = Miliar tahun lalu, Jtl = Juta tahun lalu, s. = sekitar)

Daftar isi

1Skala waktu geologi

2Pembentukan Tata Surya

3Eon Hadean dan Arkean

o 3.1Pembentukan Bulan

o 3.2Benua pertama
o 3.3Lautan dan atmosfer

o 3.4Asal mula kehidupan

3.4.1Replikasi pertama: Dunia RNA

3.4.2Metabolisme pertama: Dunia besi-belerang

3.4.3Membran pertama: Dunia lipid

3.4.4Teori Tanah Liat

3.4.5Nenek moyang terakhir

4Eon Proterozoikum

o 4.1Revolusi oksigen

o 4.2Bumi Bola Salju

o 4.3Munculnya eukariota

o 4.4Benua raksasa pada Proterozoikum

o 4.5Iklim dan kehidupan Proterozoikum Akhir

5Eon Fanerozoikum

o 5.1Era Paleozoikum

5.1.1Letusan Kambrium

5.1.2Tektonik, paleogeografi, dan iklim Paleozoikum

5.1.3Kolonisasi daratan

5.1.4Evolusi tetrapoda

o 5.2Era Mesozoikum

o 5.3Era Kenozoikum

5.3.1Diversifikasi mamalia

5.3.2Evolusi manusia

5.3.3Peradaban manusia

5.3.4Peristiwa terkini

6Lihat pula

7Referensi

o 7.1Catatan kaki

o 7.2Referensi

8Daftar pustaka
9Pranala luar

Skala waktu geologi[sunting | sunting sumber]


Artikel utama untuk bagian ini adalah: Skala waktu geologi
Sejarah Bumi diurutkan secara kronologis dalam tabel skala waktu geologi, yang dibagi menjadi
beberapa interval sesuai dengan analisis stratigrafi.[2][3] Skala waktu yang lengkap dapat dilihat di
artikel utama. Keempat garis waktu di bawah ini menunjukkan skala waktu geologi. Garis waktu
yang pertama menunjukkan keseluruhan waktu dari masa terbentuknya Bumi sampai waktu
sekarang. Skala waktu ini memampatkan eon terbaru. Skala waktu kedua menunjukkan eon terbaru
dengan skala yang diperluas. Namun skala waktu kedua ini juga masih memampatkan era terbaru,
yang dapat dilihat di skala ketiga. Karena Kuarter merupakan periode yang sangat singkat dengan
jangka waktu yang pendek, sehingga diperluas lagi di skala waktu keempat.
Skala waktu kedua, ketiga, dan keempat merupakan subbagian dari skala waktu sebelumnya yang
ditunjukkan oleh tanda bintang. Alasan lain untuk memperluas skala keempat
adalah, Holosen (jangka waktu) terakhir terlalu kecil untuk dapat ditampilkan dengan jelas pada
skala waktu ketiga di sebelah kanan.

Juta tahun

Pembentukan Tata Surya[sunting | sunting sumber]


Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pembentukan dan evolusi Tata Surya
Lihat pula: Diferensiasi planet

Ilustrasi konsepsi tentang sebuah cakram protoplanet.


Model standar tentang pembentukan Tata Surya adalah hipotesis nebula surya.[4] Dalam model ini,
Tata Surya terbentuk dari awan antarbintanghimpunan debu dan gas yang berputaryang
disebut nebula surya, terdiri darihidrogen dan helium yang tercipta sesaat setelah peristiwa
dentuman besar, 13,8 miliar tahun yang lalu sertaelemen yang lebih berat yang terlontar
dari supernova. Sekitar 4,5 miliar tahun, nebula tersebut mulai berkontraksi yang mungkin telah
dipicu oleh gelombang kejut dari supernova yang berdekatan.[5] Gelombang kejut juga telah
membuat nebula tersebut berputar. Seiring makin cepatnya perputaran awan, maka momentum
sudut, gravitasi, dankelembaman meratakan awan tersebut menjadi bentuk cakram
protoplanet yang tegak lurus terhadap sumbu rotasi. Adanya kekacauan yang disebabkan tumbukan
serta pengaruh dari momentum sudut dari puing-puing besar menciptakan sarana yang
memungkinkan protoplanet berukuran beberapa kilometer mulai terbentuk, yang mengorbit pusat
nebula.[6]
Pusat nebula, yang tidak banyak memiliki momentum sudut akhirnya cepat runtuh; tekanan dari
runtuhan tersebut memanaskannya hingga memungkinkan terjadinya proses fusi
nuklir antara hidrogen dan helium. Ketika kontraksi menjadi lebih besar, terbentuklah bintang T
Tauri dan berkembang menjadi Matahari. Sementara itu, bagian luar dari gravitasi nebula
menyebabkan materi mendingin di sekitar daerah yang padat gangguan serta partikel debu, dan
sisa dari cakram protoplanet mulai memisah menjadi cincin. Melalui proses yang dikenal
dengan akresi cepat, kepingan-kepingan debu dan puing-puing terus menerus mengumpul sehingga
terbentuklah planet.[6] Bumi terbentuk dengan cara ini sekitar 4,54 miliar tahun yang lalu (dengan
ketidakpastian 1%)[7][8][9][10] dan proses ini selesai dalam 1020 juta tahun.[11] Angin matahari dari
bintang T Tauri yang baru terbentuk membersihkan sebagian besar materi di dalam cakram yang
tidak tergabung dalam objek yang besar. Proses yang sama terjadi pada hampir semua bintang
yang baru terbentuk di alam semesta yang menghasilkancakram akresi, beberapa di antaranya
menghasilkan planet ekstrasolar.[12]
Bumi baru terus bertumbuh sampai suhu interiornya cukup panas untuk melelehkan logam siderofil.
Dengan massa jenis yang lebih tinggi dari silikat, akhirnya logam ini tenggelam. Peristiwa yang
disebut katastrofe besi tersebut mengakibatkan pemisahan mantel primitif dengan inti metalik.
Proses ini terjadi 10 juta tahun setelah Bumi mulai terbentuk, dan menghasilkan struktur Bumi yang
berlapis-lapis dan mengakibatkan terbentuknya medan magnet.[13] J. A. Jacobs[14] merupakan orang
pertama yang menunjukkan bahwa inti dalambagian dalam yang padat berbeda dari inti luar yang
padatmembeku dan mengembang keluar inti luar yang cair dikarenakan bagian dalam bumi yang
makin mendingin (sekitar 100 C per miliar tahun[15]). Ekstrapolasi dari pengamatan ini
memperkirakan bahwa inti terbentuk pada masa 24 miliar tahun yang lalu. Jika ini benar maka
berarti bahwa inti bumi bukanlah fitur primordial yang berasal selama pembentukan planet.