You are on page 1of 4

Telinga

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Telinga

Daun telinga sebelah kiri

Pengenal

TA A01.1.00.005

A15.3.00.001

FMA 52780

Terminologi anatomi

[sunting di Wikidata]

Telinga merupakan sebuah organ yang mampu mendeteksi/mengenal suara & juga banyak
berperan dalam keseimbangan dan posisi tubuh. Telinga pada hewan vertebrata memiliki dasar
yang sama dari ikan sampai manusia, dengan beberapa variasi sesuai dengan fungsi dan spesies.
Setiap vertebrata memiliki satu pasang telinga, satu sama lainnya terletak simetris pada bagian
yang berlawanan di kepala, untuk menjaga keseimbangan dan lokalisasi suara.
Suara adalah bentuk energi yang bergerak melewati udara, air, atau benda lainnya, dalam sebuah
gelombang. Walaupun telinga yang mendeteksi suara, fungsi pengenalan dan interpretasi dilakukan
di otak dan sistem saraf pusat. Rangsangan suara disampaikan ke otak melalui saraf yang
menyambungkan telinga dan otak (nervus vestibulokoklearis).

Daftar isi
[sembunyikan]
1Telinga manusia

o 1.1Bagian telinga

1.1.1Telinga luar

1.1.1.1Telinga luar dan kebudayaan

1.1.2Telinga tengah

1.1.3Telinga dalam

1.1.3.1Pendengaran

1.1.3.2Organ Keseimbangan

2Organ pendengaran hewan invertebrata

3Pranala luar

Telinga manusia[sunting | sunting sumber]

Anatomi telinga manusia

Bagian telinga[sunting | sunting sumber]


Telinga terdiri dari tiga bagian: telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.
Telinga luar[sunting | sunting sumber]
Bagian luar merupakan bagian terluar dari telinga. Telinga luar terdiri dari daun telinga, lubang
telinga, dan saluran telinga luar. Telinga luar meliputi daun telinga atau pinna, Liang telinga
atau meatus auditorius eksternus, dan gendang telinga atau membran timpani. Bagian daun telinga
berfungsi untuk membantu mengarahkan suara ke dalam liang telinga dan akhirnya menuju
gendang telinga. Rancangan yang begitu kompleks pada telinga luar berfungsi untuk menangkap
suara dan bagian terpenting adalah liang telinga. Saluran ini merupakan hasil susunan tulang dan
rawan yang dilapisi kulit tipis.
Di dalam saluran terdapat banyak kelenjar yang menghasilkan zat seperti lilin yang
disebut serumen atau kotoran telinga. Hanya bagian saluran yang memproduksi sedikit serumen
yang memiliki rambut. Pada ujung saluran terdapat gendang telinga yang meneruskan suara ke
telinga dalam.
Peradangan pada bagian telinga ini disebut sebagai otitis Eksterna. Hal ini biasanya terjadi karena
kebiasaan mengorek telinga & akan menjadi masalah bagi penderita diabetes mellitus (DM/sakit
gula)
Telinga luar dan kebudayaan[sunting | sunting sumber]
Walaupun bagian daun telinga tidak begitu penting, bagian ini sering digunakan untuk memperbaiki
tampilan wajah. Dalam masyarakat Barat, telinga yang terlalu besar dan terlihat tidak simetris akan
memperburuk penampilan. Bedah pertama untuk mengatasi hal ini dipublikasikan pada 1881.
Berkas:Pierced earlobe.jpg
Tindik telinga.
Telinga juga menjadi tempat perhiasan selama ribuan tahun, terutama dengan menindik telinga.
Dalam beberapa kebudayaan, perhiasan tersebut ditempatkan untuk menarik dan memperbesar
daun telinga. Kebudayaan ini masih ditemukan di Indonesia, yakni pada suku Dayak diKalimantan.
Telinga tengah[sunting | sunting sumber]
Telinga tengah adalah rongga udara di belakang gendang telinga, yang meliputi, 3 tulang
pendengaran (martil atau malleus, landasan atau incus, dan sanggurdi atau stapes). Ujung
dari saluran Eustachius juga berada di telinga tengah.
Getaran suara yang diterima oleh gendang telinga akan disampaikan ke tulang pendengaran.
Masing-masing tulang pendengaran akan menyampaikan getaran ke tulang berikutnya. Tulang
sanggurdi yang merupakan tulang terkecil di tubuh meneruskan getaran ke koklea atau rumah siput.
Pada manusia dan hewan darat lainnya, telinga tengah dan saluran pendengaran akan terisi udara
dalam keadaan normal. Tidak seperti pada bagian luar, udara pada telinga tengah tidak
berhubungan dengan udara di luar tubuh. Saluran Eustachius menghubungkan ruangan telinga
tengah ke belakang faring. Dalam keadaan biasa, hubungan saluran Eustachius dan telinga tengah
tertutup dan terbuka pada saat mengunyah dan menguap. Hal ini menjelaskan mengapa
penumpang pesawat terbang merasa 'tuli sementara' saat lepas landas. Rasa tuli disebabkan
adanya perbedaan tekanan antara udara sekitar. Tekanan udara di sekitar telah turun, sedangkan di
telinga tengah merupakan tekanan udara daratan. Perbedaan ini dapat di atasi dengan mekanisme
mengunyah sesuatu atau menguap.
Peradangan atau infeksi pada bagian telinga ini disebut sebagai Otitis Media
Teknik menghafal 3 macam tulang pendengaran supaya tidak terbalik,sbb : 3 tulang pendengaran
adalah martil, landasan dan sanggurdi. Tekniknya adalah perhatikan huruf belakang setiap nama
tulang pendengaran, dan samakan dengan huruf depan nama yang berikutnya (Marti(l),
(l)anda(san), (san)ggurdi) yang penting kita tau huruf depan /kata depannya ,,, (Graciella Eunike
Satriyo.Sanjose,Bali 2011)
Telinga dalam[sunting | sunting sumber]
Telinga bagian berada di dalam bagian petrosa tulang temporal yang tersusun atas dua bagian yaitu
tulang labyrinth yang menonjol (bony labirinth) dan membran labyringth.
Tulang labyrinth selanjutnya terbagi atas tiga bagian yaitu vestibula, koklea dan kanal
semisirkular.
Vestibula berdampingan dengan bagian telinga tengah melewati dua lubang yaitu fenestra vestibuli
yang ditempati oleh dasar stapes dan fenestra koklea yang terisi oleh jaringan fibrosa. Di bagian
belakang terdapat muara yang menuju kanal semisirkular dan dibagian depan terdapat muara yang
mengarah ke koklea.
Koklea merupakan bagian telinga yang penting bagi fungsi pendengaran. Koklea adalah saluran
berbentuk spiral yang membentuk dua pertiga putaran mengitari pusat tulang yang disebut
modiolus.
Berdasarkan panjangnya, saluran koklea terbagi atas tiga terowongan oleh dua membran yaitu
membran basilar dan membran vestibular, yang meregang dari modiolus ke dinding luar.
Pada saluran bagian luar, terdapat skala vestibuli di bagian atas dan skala timpani di bagian bawah.
Saluran ini berisi perilimfe dan bergabung dengan puncak modiolus. Bagian ujung skala timpani
yang lebih rendah ditutupi fibrosa fenestra koklea.
Bagian tengah saluran koklea disebut duktus koklear dan berisi endolimfe. Bentuknya sama dengan
tulang labyrinth dan disebut membran labyrinth. Di dalam duktus koklear terdapat ujung ujung
saraf pendengaran yang disebut sel sel rambut.
Pada koklea, terdapat tiga kanal semisirkular yang terletak di atas dan di belakang vestibula dalam
tiga ruang yang berbeda, satu vertikal, satu horisontal dan yang lain transversal. Semua ruang ini
berisi perilimfe.
Dalam fungsi keseimbangannya, apabila posisi kepala berubah, gerakan endolimfe akan
merangsang sel sel khusus yang memiliki tonjolan seperti rambut rambut yang terdapat di ujung
setiap kanal
Di bagian dalam tulang labyrinth terdapat labyrinth membranosa yang berupa membran berukuran
kecil. Membran ini terdiri atas utrikel, sakul, duktus semikular dan duktus koklea.
Utrikel dan sakulus adalah dua kantung kecil dalam vestibula yang satu sama lain dihubungkan
oleh saluran penyambung (connecting tube). Kantung kantung tersebut berisi potongan kecil saraf
sel rambut yang distimulasi oleh gaya gaya gravitas pada kristal kristal kecil (otolith) yang
menempel pada sel sel tersebut.
Bentuk duktus semisirkular sama dengan kanal semisirkular terletak di dalam duktus tersebut,
tetapi diameter duktus semisirkular hanya 1/4 kanal semisirkular. Duktus semisirkular mengandung
endolimfe.
Duktus koklear adalah saluran spiral yang terdapat di dalam kanal koklea yang menonjol dan
membentang di sepanjang dinding luar. Langit langit duktus koklear dibentuk oleh membran
vestibular dan bagian dasarnya oleh membran basiler dan kedua dinding luarnya oleh tonjolan
dinding koklea.
Pendengaran[sunting | sunting sumber]

Potongan melintang koklea. Endolimfe terdapat di skala media - daerah hijau terang pada tengah diagram.

Telinga dalam terdiri dari labirin osea (labirin tulang), sebuah rangkaian rongga pada tulang
pelipis yang dilapisi periosteum yang berisi cairan perilimfe & labirin membranasea, yang terletak
lebih dalam dan memiliki cairan endolimfe.
Di depan labirin terdapat koklea atau rumah siput. Penampang melintang koklea terdiri dari tiga
bagian yaitu skala vestibuli, skala media, dan skala timpani. Bagian dasar dari skala vestibuli
berhubungan dengan tulang sanggurdi melalui jendela berselaput yang disebut tingkap oval,
sedangkan skala timpani berhubungan dengan telinga tengah melalui tingkap bulat.
Bagian atas skala media dibatasi oleh membran vestibularis atau membran Reissner dan sebelah
bawah dibatasi oleh membran basilaris. Di atas membran basilaris terdapat organo corti yang
berfungsi mengubah getaran suara menjadi impuls. Organo corti terdiri dari sel rambut dan sel
penyokong. Di atas sel rambut terdapat membran tektorial yang terdiri dari gelatin yang lentur,
sedangkan sel rambut akan dihubungkan dengan bagian otak dengan saraf vestibulokoklearis.
Organ Keseimbangan[sunting | sunting sumber]
Selain bagian pendengaran, bagian telinga dalam terdapat Indra Pengatur Keseimbangan atau
organ Vestibular. Bagian ini secara struktural terletak di belakang labirin yang membentuk
struktur utrikulus dan sakulus serta tiga saluran setengah lingkaran atauSaluran Gelung atau
semisirkular. Kelima bagian ini berfungsi mengatur keseimbangan Tubuh dan memiliki sel rambut
yang akan dihubungkan dengan bagian keseimbangan dari saraf Pendengaran,.

Organ pendengaran hewan invertebrata[sunting | sunting sumber]


Hanya hewan vertebrata yang memiliki telinga, walaupun beberapa invertebrata mampu mendeteksi
suara dengan indera tertentu. Pada serangga, organ timpani digunakan untuk mendengar suara.
Beberapa hewan juga menggunakan kakinya untuk mengenal suara seperti pada laba-
laba dan kecoa. Ulat bulu menggunakan bulu pada tubuhnya untuk merasakan getaran dan
memungkinkan mereka untuk merespon suara.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


(Inggris) Protein behind hearing