You are on page 1of 10

No Diagnosa Keperawatan Tujuan dan Kriteria hasil Intervensi

.
1. Kekurangan volume cairan NOC : NIC :
Keseimbangan cairan Fluid Management
Status nutrisi : asupan makanan dan cairan
Definisi : Penurunan cairan Pantau status hidrasi
intravascular,interstisial,atau intrasel. (misalnya, kelembapan
Diagnosis ini merujuk pada dehidrasi yang Setelah dilakukan tindakan keperawatan membran mukosa,
merupakan kehilangan cairan saja tanpa selama 3x24 jam, masalah kekurangan volume keadekuatan nadi, dan
perubaan kadar natrium. cairan pasien teratasi dengan Kriteria Hasil : tekanan darah ortostatik)
Keseimbangan cairan akan dicapai, Timbang berat badan setiap

Batasan Karakteristik : dibuktikan oleh indikator berikut : hari dan pantau


- Memiliki konsentrsi urine yang normal
Haus kecenderungan
- Tidak mengalami haus yang tidak normal
Perubahan status mental Pertahankan keakuratan
- Memiliki keseimbangan asupan dan
Penurunan turgor kulit dan lidah catatan asupan dan haluaran
haluaran yang seimbang dalam 24 jam
Penurunan haluaran urine - Menampilkan hidrasi yang baik (membran Pantau wana, jumlah, dan
Penurunan pengisian vena frekuensi kehilangan cairan
mukosa lembab, mampu berkeringat)
Kulit dan membrane mukosa Pantau hasil laboratorium
- Memiliki asupan cairan oral dan/atau
kering yang relevan dengan
intravena yang adekuat
Hematokrit meningkat - Memiliki hemoglobin dan hematokrit
Suhu tubuh meningkat keseimbangan cairan
Peningkatan frekuensi nadi, dalam bats normal (misalnya, kadar
Kekurangan volume cairan akan teratasi,
penurunan tekanan darah, hematokrit, BUN, albmin,
dibuktikan oleh status nutrisi: asupan
penurunan volume dan tekanan protein total, osmolalitas
makanan dan cairan yang adekuat
nadi. serum, dan berat jenis urine)
Konsentrasi urine meningkat Monitor vital sign
Penurunan berat badan yang tiba- Monitor masukan makanan/
tiba (kecuali pada ruang ketiga) cairan dan hitung intake
Kelemahan kalori harian
Monitor status nutrisi
Faktor yang Berubungan :
Berikan diuretik sesuai
Kehilangan volume cairan aktif
Konsumsi alcohol yang berlebihan interuksi
Dorong keluarga untuk
secara terus-menerus.
Kegagalan mekanisme pengaturan membantu pasien makan
Tawarkan snack ( jus buah,
(seperti,dalam diabetes insipidus,
buah segar )
iperaldosteronisme).
Kolaborasi dokter jika tanda
Asupan cairan yang tidak adekuat
cairan berlebih muncul
sekunder.
meburuk
Berikan ketentuan
penggantian nasogastrik
berdasarkan haluaran, sesuai
dengan kebuthan
Berikan terapi IV, sesuai
program
Tentukan jumlah cairan
yang masuk dalam 24 jam,
hitung asupan yang
diinginkan sepanjang sif
siang, sore, dan malam.
Health Education
Anjurkan pasien untuk
menginformasikan perawat bila
haus

2. Nyeri akut NOC : NIC :


Pengendalian nyeri Pain Management
Tingkat nyeri
Definisi : Pengalaman sensori dan emosi Lakukan pengkajian nyeri
yang tidak menyenangkan akibat adanya Setelah dilakukan tindakan keperawatan secara komprehensif
kerusakan jaringan yang actual atau selama 3x24 jam, masalah nyeri akut pasien termasuk lokasi,
potensial, atau digambarkan dengan istilah teratasi dengan Kriteria Hasil : karakteristik, durasi,
seperti (International Association forbthe Memperlihatkan pengendalian nyeri yang frekuensi, kualitas dan
study of pain) ; awitan yang tiba-tiba atau dibuktikan oleh indikator sebagai berikut: faktor presipitasi
- Sering mengalami awitan nyeri Observasi reaksi nonverbal
perlahan dengan intensitas ringan sampai - Sering menggunakan tindakan pencegahan
berat dengan akhir yang dapat diantisipasi - Sering melaporkan nyeri dapat dari ketidaknyamanan
Gunakan teknik komunikasi
atau dapat diantisipasi atau dapat dikendalikan
Menunjukkan tingkat nyeri yang dibuktikan terapeutik untuk mengetahui
diramalkan dan durasinya kurang dari 6
bulan. dengan indikator sebagai berikut: pengalaman nyeri pasien
- Tidak ada ekspresi nyeri pada wajah Kaji kultur yang
- Tidak ada gelisah atau ketegangan otot
Batasan Karakteristik : - Tidak ada durasi episode nyeri mempengaruhi respon nyeri
- Tidak merintih dan menangis Evaluasi pengalaman nyeri
Mengucapkan secara verbal atau - Tidak gelisah masa lampau
melaporkan nyeri dengan isyarat Evaluasi bersama pasien
Posisi untuk mengindari nyeri
dan tim kesehatan lain
Perubahan tonus otot (dengan
tentang ketidakefektifan
rentang dari lemas tidak bertenaga
kontrol nyeri masa lampau
sampai kaku)
Bantu pasien dan keluarga
Respon autonomic
untuk mencari dan
(misalnya,diaphoresis,perubahan
menemukan dukungan
tekanan dara,pernapasan atau nadi ;
Kontrol lingkungan yang
dilatasi pupil).
dapat mempengaruhi nyeri
Perubahan selera makan
Perilaku distraksi seperti suhu ruangan,
(misalnya,mondar-mandir,mencari pencahayaan dan kebisingan
Kurangi faktor presipitasi
orang dan/atau aktivitas
nyeri
lain,aktivitas berulang).
Pilih dan lakukan
Perilaku ekspresif (misalnya
penanganan nyeri
gelisah,merintih,menangis,
(farmakologi, non
kewaspadaan berlebian,peka
farmakologi dan inter
terhadap rangsang,dan menghela
personal)
napas panjang).
Kaji tipe dan sumber nyeri
Wajah topeng (nyeri)
Perilaku menjaga atau sikap untuk menentukan
melindungi. intervensi
Focus menyempit Ajarkan tentang teknik non
(misalnya,gangguan persepsi farmakologi
Berikan analgetik untuk
waktu,gangguan proses
mengurangi nyeri
piker,iteraksi dengan orang lain
Evaluasi keefektifan kontrol
atau lingkungan menurun)
nyeri
Bukti nyeri yang dapat diamati
Tingkatkan istirahat
Berfokus pada diri sendiri.
Kolaborasikan dengan
Gangguan tidur (mata terlihat
dokter jika ada keluhan dan
kuyu,gerakan tidak teratur atau
tindakan nyeri tidak berhasil
tidk menentu,dan menyeringai).
Monitor penerimaan pasien

Faktor yang Berhubungan : tentang manajemen nyeri

Agens-agens penyebab cedera


(misalnya,biologis,kimia,fisik, dan Analgesic Administration

psikologis) Tentukan lokasi,


karakteristik, kualitas, dan
derajat nyeri sebelum
pemberian obat
Cek instruksi dokter tentang
jenis obat, dosis, dan
frekuensi
Cek riwayat alergi Pilih
analgesik yang diperlukan
atau kombinasi dari
analgesik ketika pemberian
lebih dari satu
Tentukan pilihan analgesik
tergantung tipe dan beratnya
nyeri
Tentukan analgesik pilihan,
rute pemberian, dan dosis
optimal
Pilih rute pemberian secara
IV, IM untuk pengobatan
nyeri secara teratur
Monitor vital sign sebelum
dan sesudah pemberian
analgesik pertama kali
Berikan analgesik tepat
waktu terutama saat nyeri
hebat
Evaluasi efektivitas
analgesik, tanda dan gejala
(efek samping)

Health Edication
Informasikan kepada pasien
tenang prosedur yang dapat
meningkatkan nyeri dan
tawarkan strategi koping
yang disarankan
Intstruksikan pasien untuk
menginformasikan kepada
peratan jika peredaan nyeri
tida dapat dicapai
Perbaiki kesalahan persepsi
tentang analgesik narkotik
atau opioid (misalnya resiko
ketergantungan atau
overdosis)

3. Konstipasi NOC : NIC :


Defekasi Manajemen Konstipasi
Definisi : Penurunan frekuensi normal Setelah dilakukan tindakan keperawatan Kaji dan dokumentasikan:
defekasi yang disertai pengeluaran feses selama 3x24 jam, masalah nyeri akut pasien (warna dan konsisensi feses
yang sulit atau tidak lampias atau teratasi dengan Kriteria Hasil : pertama pascaoperasi;
pengeluaran feses yang sangat keras dan Konstipasi menurun dibuktikan oleh indikator frekuensi, warna dan
kering defekasi sebagai berikut: konsistensi feses; keluarnya
- Tidak mengalami gangguan pola flatus; adanya impaksi; ada
Batasan Karakteristik : eliminasi (dalam rentang yang atau tidak ada bisisng usus
Nyeri abdomen diharapkan) dan distensi abdomen pada
Nyeri tekan pada abdomen dengan - Tidak ada gangguan feses lunak dan
keempat kuadran abdomen
atau tanpa resistensi otot yang membentuk Pantu tanda dan gejala
- Tidak mengalami gangguan
dapat dipalpasi. ruptur usus atau peritonitis
Anoreksia mengeluarkan feses tanpa bantuan Identifikasi faktor (misalnya
- Tidak ada darah dalam feses
Perasaan penu atau tekanan pada pengobatan, tirah baring, dan
- Tidak nyerisaat defekasi
rektum diet) yang dapat
Kelelahan umum
menyebabkan atau
Sakit kepala
Peningkatan tekanan abdomen berkontribusi terhadap
Indigesti konstipasi
Mual Konsultasi dengan ahli gizi
Nyeri saat defekasi
untuk meningkatkan serat dan
Tampilan atipikal pada lansia
ciran dalam diet
(misalnya,perubahan status
Konsultasi dengan dokter
mental,inkontinensia urine, jatu
tentang penurunan atau
tanpa sebab jelas,dan peningkatan
peningkatan frekuensi bising
suhu tubuh.
usus
Darah merah segar menyertai
Sarankan pasien untuk
pengeluaran feses
berkonsultasi dengan dokter
Perubahan pada suara abdomen
jika konstipasi terjadi
(borborigmi)
Anjurkan pasien untuk
Perubahan pada pola defekasi
Penurunan frekuensi meminta obat nyeri sebelum
Penurunan volume feses defekasi untuk memfasilitasi
Distensi abdomen pengeluaran feses tanpa nyeri
Feses yang kering,keras,dan padat
Bising usus hipoaktif atau
Health Education
hiperaktif
Pengeluaran feses cair Informasikan kepada pasien
Massa abdomen dapat dipalpasi kemungkinan konstipasi
Massa rectal dapat dipalpasi akibat obat
Bunyi pekak pada perkusi abdomen Ajarkan kepada pasien tentang
Adanya feses seperti pasta
efek diet (misalnya, cairan
direktum
Flatus berat dan serat) pada eliminasi
Tekankan pentingnya
Mengejan saat defekasi
Tidak mampu mengeluarkan feses menghindari mengejan
Muntah. selama defekasi untuk
mencegah perubahan pada
Faktor yang Berhubungan :
tanda vital, perdarahan
Fungsional
Kelemahan otot abdomen
Kebiasan defekasi yang tidak
teratur
Psikologis
Depresi
Stress emosi
Konfusi mental
Farmakologi
Antasida yang mengandung
aluminium
Kalsium karbonat
Mekanis
Ketidakseimbangan elektrolit
Obesitas
Hemoroid
Fisiologis
Dehidrasi
Pola makan yang buruk.