You are on page 1of 10

Kecamatan Lowokwaru

Kelurahan Tlogomas

PENGARUH FREKUENSI AKTIVITAS KENDARAAN


DI KAWASAN LOWOKWARU, KOTA MALANG
BERDASARKAN SURVEY OD (ORIGIN DESTINATION)

Dimas Prasetyo Nugroho Dan Ryan Indry Eriska


Mahasiswa Jurusan Teknik Planologi
Fakultas Teknik Sipil Dan Perencanaan
Instititut Teknologi Nasional Malang
Jl. Bendungan Sigura-gura, Malang
masteroldies@gmail.com

ABSTRAK
Ruas Jalan Raya Tlogomas yang diambil sebagai objek pengamatan merupakan jalan yang melayani
angkutan kendaraan dalam kota. Ada kecendrungan volume lalu lintas yang menggunakan jalan tersebut akan
terus meningkat setiap tahunnya, bersamaan dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat yang bersangkutan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar pengaruh jalur lalu lintas yang banyak dilewati oleh
pengendara terhadap kecepatan dan kapasitas Jalan Raya Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.
Dengan menggunakan survey OD (Origin Destination) tahun 2016, Survei data dilakukan pada hari jumat,
sabtu dan minggu pada jam 08.00 04.50 WIB. Hasil kajian menunjukkan bahwa kondisi di lapangan
memberikan aspek yang cukup menarik dan komunikatif dalam mempresentasikan hasil perhitungan dari
pengambilan qoisoner oleh beberapa sample dari pengendara yang melintas . Hasil visual perhitungan dalam
program dapat ditampilkan berupa kurva, grafik, tabel, ouput perhitungan, diagram atau sejenisnya.
Dengan demikian para pembaca dapat dengan jelas memahami apa yang dimaksud dalam hasil
pembahasan pada suatu bangkitan dan tarikan di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang

Kata Kunci : Bangkitan Dan Tarikan, Survey OD, Kawasan Lowokwaru

Latar Belakang

Volume kendaraan semakin tidak terkendali sedangkan kemampuan dalam


pembangunan jalan sangat terbatas, akibatnya jalan menjadi macet. Tingginya volume
kendaraan dapat diredam dengan pembatasan kepemilikan kendaraan. Munculnya kebijakan
uang muka (minimal 25%) untuk membeli kendaraan bermotor yang mulai berlaku sejak
tanggal 15 Juni 2012 mestinya akan mengurangi pertumbuhan volume kendaraan bermotor.
Meski kebijakan ini hanya berdampak secara signifikan pada kendaraan roda dua dan tidak
(kecil) pada kendaraan roda empat atau lebih. Cara yang dinilai paling efektif adalah
menguatkan peran kendaraan umum. Terdapat lokasi-lokasi pemberhentian yang tepat, tidak
disembarang tempat. Memiliki jalur yang tertata sehingga tidak berputar-putar dan tentunya
akan mengefisienkan waktu tempuh.

Perencanaan perangkutan dapat didefinisikan sebagai suatu proses yang tujuannya


mengembangkan sistem angkutanyang memungkinkan manusia dan barang bergerak atau
berpindah tempat dengan aman dan murah (Pignarto, 1973, 43).
Masih belum baiknya pelayanan transportasi umum turut memicu pilihan untuk lebih
menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan kendaraan umum.
Mikrolet (sebutan untuk angkutan umum di Kota Malang), adalah salah satu urat nadi
transportasi di Kota Malang, karena mikrolet merupakan satu-satunya transportasi massal
yang melayani angkutan di dalam kota.

Perencanaan Wilayah Dan Kota 1


Kecamatan Lowokwaru
Kelurahan Tlogomas

Tinjauan Pustaka
- Definisi di dalam Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI).

Menurut Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) Direktorat Bina Jalan Kota
Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum RI (1997) bahwa yang
dimaksud dengan waktu tempuh perjalanan (T) adalah waktu total yang diperlukan untuk
melewati suatu panjang jalan tertentu, termasuk waktu-berhenti dan tundaan pada simpang
jalan. Waktu tempuh ini tidak termasuk berhenti untuk istirahat dan perbaikan kendaraan.

- Kriteria Kinerja Transportasi

Untuk mengukur tingkat keberhasilan atau kinerja dari sistem operasi transportasi ada
beberapa parameter/ indikator yang bisa dilihat, yaitu yang pertama menyangkut ukuran
kuantitatif yang dinyatakan dengan tingkat pelayanan, dan yang kedua yang lebih bersifat
kualitatif dan dinyatakan dengan mutu pelayanan (Rudy Herwan K, 2001:55).

A. Kapasitas

Kapasitas dinyatakan sebagai jumlah pengendara dalam satuan waktu tertentu. Dalam
hal ini kapasitas merupakan fungsi dari kapasitas ukuran tempat atau sarana transportasi dan
kecepatan, serta mempengaruhi besarnya tenaga gerak yang dibutuhkan.
Pada dasarnya, biasanya semua pihak berusaha untuk meningkatkan kapasitas dengan cara
mempercepat perpindahan, merapatkan atau memadatkan penumpang/barang angkutan.
Namun demikian ada batasan-batasan yang harus diperhatikan dalam mengupayakan hal-hal
tersebut, yaitu antara lain keterbatasan ruang gerak yang ada, keselamatan,
kenyamanan, dan lain-lain.
Sebagai ilustrasi, kapasitas penumpang didalam angkutan umum misalnya diperkirakan
sebanyak 4-8 orang/m. Sedangkan kapasitas ideal jalan adalah sekitar 1000-1000 satuan
mobil penumpang/lajur/jam (tergantung komposisi lalu lintas, lebar jalur, keadaan samping
jalan dan lain-lain).

B. Aksesibilitas

Aksesibilitas menyatakan tentang kemudahan orang dalam menggunakan suatu sarana


transportasi tertentu dan bisa berupa fungsi dari jarak maupun waktu. Suatu sistem
transportasi sebaiknya bisa diakses dengan mudah dari berbagai tempat dan pada setiap saat
untuk mendorong orang menggunakannya dengan mudah

Perencanaan Wilayah Dan Kota 2


Kecamatan Lowokwaru
Kelurahan Tlogomas

GAMBARAN UMUM
Transportasi merupakan kebutuhan turunan (derived demand) akibat adanya
aktivitas ekonomi, sosial, budaya dan sebagainya. Dalam Buku Perencanaan Dan
Permodelan Transportasi, transportasi merupakan tulang punggung perekonomian baik di
tingkat nasional, regional maupun lokal, untuk wilayah perkotaan maupun pedesaan.
Dengan demikian aktifitas yang terjadi akibat terbentuknya pusat-pusat kegiatan /tata
guna lahan seperti, adanya Pemukiman, Sekolah, Rumah Sakit, Pasar, Rumah Makan,
dan Pertokoan yang dapat menyebabkan pergerakan yang begitu besar yang akibatnya
berpengaruh terhadap volume lalu lintas. Kelurahan Tlogomas merupakan salah satu
daerah yang ada di Kecamatan Lowokwaru dan merupakan bagian dari Kota Malang.
Dengan luas 167,59 Ha, terdiri dari 13.434 jiwa.

METODE PENYUSUNAN OD

Bagan Alur (Flowchart) Tahapan OD dapat dilihat secara skematis dalam bentuk
diagram alur dibawah ini :

Tahap Persiapan : Tahap Survey :


- Pemilihan Tempat/Lokasi kegiatan - Pengambilan Data dengan meyebarkan
yang akan di survey. quisoner OD ke pengendara yang
- Penentuan hari/waktu kegiatan lokasi
melewati Jalur Jl.Raya Tlogomas.
yang akan di survey - Pengumpulan hasil survey quisoner
yang telah diambil dari lokasi
tersebut.

Tahap Penyusunan :

- Membuat tabel hasil dari survey


quisoner OD.
- Membuat peta pola eksisting.
- Menggabungkan hasil survey primer
dan sekunder ke dalam laporan.

METODE PENGUMPULAN DATA

Perencanaan Wilayah Dan Kota 3


Kecamatan Lowokwaru
Kelurahan Tlogomas

Dalam penelitian ini terdapat dua macam data yaitu data primer dan data
sekunder.

1. Data Primer

Data primer adalah data-data yang secara langsung dicari dan dikumpulkan pada
lokasi pengamatannya. Data primer yang digunakan adalah menyebarkan quisoner OD ke
pengendara yang melewati Jl.Mt Haryono Sampai Jl. Raya Tlogomas. Pengambilan Data
Primer dilakukan pada hari jumat,sabtu dan minggu . pada waktu 07.30 s/d 12.00 dan
13.30 s/d 17.00.

2. Data Sekunder

Data sekunder adalah data atau informasi yang diperoleh dari lembaga atau instansi
yang terkait. Data sekunder yang digunakan pada laporan ini adalah jumlah penduduk
Kelurahan Tlogomas yang didapat dari BPS (Badan Pusat Statistik) Kota Malang

PENGOLAHAN DATA
Pengolahan data pada laporan ini adalah dengan menggunakan program microsoft
office excel agar dapat mempermudah dalam menentukan presentase. Adapun data yang
akan diolah. dalam penelitian ini adalah data survei OD, data tentang jarak yang banyak
dilalui oleh pengendara. Adapun langkah awal yang digunakan adalah dengan
mengumpulkan hasil jawaban quisoner OD yang sudah didapat dilapangan lalu disusun
didalam program microsoft office excel, kemudian akan dilihat presentase yang banyak
dilalui oleh pengendara pada Jl.Raya Tlogomas dan sekitarnya.

HASIL PEMBAHASAN
1. Angkutan Umum

Sistem kerja Angkutan Umum rata-rata dimulai pada jam 05.30 pagi 21.00, 6-8 kali
pulang pergi (pp). Rata-rata sopir angkutan umum menggunakan sift, yakni 1,5 hari kerja.
Angkutan umum pada umumnya mengangkut penumpang hingga 15 orang penumpang
dengan dua buah kursi tambahan penumpang dibagian belakang dan di pintu angkutan.
Sedangkan jumlah penumpang maksimal sesuai peraturan adalah 12 orang. Angkutan yang
beroperasi dari JL.Mt Haryono ke Jl.Raya Tlogomas adalah jenis angkutan ADL, AL, LG,
CKL, GML, GL, JDM. Angkutan jenis tersebut akan beroperasi dari arah Jl.Mt Haryono
menuju ke Jl.Raya Tlogomas dan akan berhenti di terminal Landungsari. Kemudian kembali
menuju ke arah JL.Mt Haryono.

Perencanaan Wilayah Dan Kota 4


Kecamatan Lowokwaru
Kelurahan Tlogomas

ANGKUTAN UMUM PENUMPANG


No List Pertanyaan (Surveyor) Jawaban Jumlah Prosentase

a. Kerja 4 40%
1 Hari : 10
b. Libur 6 60%
a. Pagi (07.00-09.00 WIB) 4 40%
2 Waktu Interview : b. Siang (12.00-14.00 WIB) 3 10 30%

c. Sore (16.00-18.00 WIB) 3 30%


a. Bus Kota 0 0%
b. Angkutan Kota 6 60%
Termasuk jenis apakah kendaraan yang
3 c. Delman 0 10 0%
Bapak/Ibu/Saudara kemudikan ?
d. Mobil Hantaran Sekolah 0 0%

e. Kendaraan Roda Dua 4 40%

No List Pertanyaan (Pelaku Perjalanan) Jawaban Jumlah Prosentase

a. Rumah 0 0%
b. Antar Penumpang 0 0%

Apakah maksud perjalanan c. Bekerja 6 60%


1 10
Bapak/Ibu/Saudara ?
d. Sosial 2 20%
e. Sekolah 2 20%

f. Lainnya, 0 0%
a. 46 orang 7 70%
Berapa jumlah penumpang maksimal
2 termasuk sopir untuk satu kendaraan yang b. 8-12 orang 3 10 30%
Bapak/Saudara bawa ?
c. 12-20 orang 0 0%
3 Dari manakah asal perjalanan 10
Bapak/Ibu/Saudara sekarang ? a. Rumah/Kos 6 60%
b. Stasiun Kota Baru 0 0%
c. MOG 0 0%
d. Terminal Gadang 0 0%
e. Stadion Gajayana 0 0%

Perencanaan Wilayah Dan Kota 5


Kecamatan Lowokwaru
Kelurahan Tlogomas

f. Lainnya, 4 40%
a. Rumah/Kos 2 20%
b. Stasiun Kota Baru 0 0%

Ke manakah tujuan Bapak/Ibu/Saudara c. MOG 0 0%


4 10
sekarang ?
d. Terminal Gadang 0 0%
e. Stadion Gajayana 0 0%

f. Lainnya, 8 80%
a. Jarak 3 30%
Melalui rute manakah Bapak/Ibu/Saudara
sekarang bepergian sesuai dengan asal dan
5 tujuan perjalanan Bapak/Ibu/Saudara..... b. Biaya 2 10 20%
Mengapa Bapak/Ibu/Saudara memilih rute
tersebut ? c. Waktu 5 50%

d. Lainnya, 0 0%

2. Pengendara Mobil Dan Sepeda Motor

Sistem operasi yang banyak dilalui oleh pengendara mobil dan sepeda motor adalah
berdasarkan waktu dan hari. Dari hasil survey quisoner yang telah di simpulkan berdasarkan
presentase bahwa kawasan tersebut pada hari senin s/d jumat mendominasi menuju ke daerah
kawasan perkantoran, pendidikan, kesehatan, serta perdagangan dan jasa.

Namun, jika dibandingkan pada hari sabtu dan minggu maka akan berbeda, karena sebagian
pengendara mobil dan sepeda motor untuk melewati Jl.Mt Haryono ke Jl.Raya Tlogomas
lebih mendominasi menuju ke lokasi parawisata yang ada di Kota Batu

ANGKUTAN PRIBADI
List Pertanyaan (Surveyor) Jawaban Jumlah Prosentase

a. Kerja 0 0%
Hari : 10
b. Libur 10 100%
a. Pagi (07.00-09.00 WIB) 0 0%
Waktu Interview : b. Siang (12.00-14.00 WIB) 7 10 70%

c. Sore (16.00-18.00 WIB) 3 30%

Perencanaan Wilayah Dan Kota 6


Kecamatan Lowokwaru
Kelurahan Tlogomas

a. Sedan 0 0%
b. Jeep 0 0%
Termasuk jenis apakah kendaraan yang
c. Mini Bus 0 10 0%
Bapak/Ibu/Saudara kemudikan ?
d. Kendaraan Roda Dua 4 40%

e. Lainnya, 6 60%

No List Pertanyaan (Pelaku Perjalanan) Jawaban Jumlah Prosentase

a. Bekerja 0 0%
b. Berkunjung 2 20%

Apakah maksud perjalanan c. Sosial 1 10%


1 10
Bapak/Ibu/Saudara ?
d. Sekolah 0 0%
e. Rekreasi 5 50%

f. Lainnya, 2 20%
a. 1-4 orang 3 30%
Berapa jumlah penumpang maksimal b. 4-6 orang 0 0%
2 termasuk sopir untuk satu kendaraan yang 10
Bapak/Saudara bawa ? c. 6-8orang 0 0%

d. > 8 orang 7 70%


a. Rumah/Kos 9 90%
b. Stasiun Kota Baru 0 0%

Dari manakah asal perjalanan c. MOG 0 0%


3 10
Bapak/Ibu/Saudara ?
d. Terminal Gadang 0 0%
e. Stadion Gajayana 0 0%

f. Lainnya, 1 10%
a. Rumah/Kos 2 20%
b. Stasiun Kota Baru 0 0%

Ke manakah tujuan Bapak/Ibu/Saudara c. MOG 0 0%


4 10
sekarang ?
d. Terminal Gadang 0 0%
e. Stadion Gajayana 0 0%

f. Lainnya, 8 80%
a. Jarak 6 60%
Melalui rute manakah Bapak/Ibu/Saudara
sekarang bepergian sesuai dengan asal dan
5 tujuan perjalanan Bapak/Ibu/Saudara..... b. Biaya 2 10 20%
Mengapa Bapak/Ibu/Saudara memilih rute
tersebut ? c. Waktu 1 10%

d. Lainnya, 1 10%

3. Truck Dan Bus

Perencanaan Wilayah Dan Kota 7


Kecamatan Lowokwaru
Kelurahan Tlogomas

Sistem operasi yang banyak dilalui oleh Angkutan Truck dan Bus adalah berdasarkan
waktu. Dari hasil survey quisoner yang telah di simpulkan berdasarkan presentase bahwa
kawasan tersebut pada jam 09.00, 11.30, 13.00, 15.30, 17.00 kendaraan angkutan truck dan
bus hanya sekedar melewati Jl.Mt Haryono dan Jl.Raya Tlogomas karena mendominasi
menuju ke daerah Kota Batu.

ANGKUTAN LAINNYA (Truck, Pick Up, Semi Trailer, Mobil Tangki, Dan Lainnya)
List Pertanyaan (Surveyor) Jawaban Jumlah Prosentase

a. Kerja 0 0%
Hari : 10
b. Libur 10 100%
a. Pagi (07.00-09.00 WIB) 2 20%
Waktu Interview : b. Siang (12.00-14.00 WIB) 4 10 40%

c. Sore (16.00-18.00 WIB) 4 40%


a. Sedan 2 20%
b. Jeep 1 10%
Termasuk jenis apakah kendaraan yang
c. Mini Bus 2 10 20%
Bapak/Ibu/Saudara kemudikan ?
d. Kendaraan Roda Dua 0 0%

e. Lainnya, 5 50%

No List Pertanyaan (Pelaku Perjalanan) Jawaban Jumlah Prosentase

a. Bekerja 1 14%

Apakah maksud perjalanan b. Berkunjung 2 29%


c. Sosial 1 14%
1 7
d. Sekolah 0 0%
Bapak/Ibu/Saudara sekarang ?
e. Rekreasi 3 43%

f. Lainnya, 0 0%

2 Dari manakah asal perjalanan 7


Bapak/Saudara? a. Rumah/Kos 6 86%
b. Stasiun Kota Baru 0 0%
c. MOG 0 0%

Perencanaan Wilayah Dan Kota 8


Kecamatan Lowokwaru
Kelurahan Tlogomas

d. Terminal Gadang 0 0%
e. Stadion Gajayana 0 0%

f. Lainnya, 1 14%
a. Rumah/Kos 4 57%
b. Stasiun Kota Baru 0 0%

Ke manakah tujuan Bapak/Saudara c. MOG 0 0%


3 7
sekarang ?
d. Terminal Gadang 0 0%
e. Stadion Gajayana 0 0%

f. Lainnya, 3 43%
a. Jarak 1 14%
Melalui rute manakah
Bapak/Ibu/Saudara sekarang bepergian
sesuai dengan asal dan tujuan
4 perjalanan Bapak/Ibu/Saudara..... b. Biaya 6 7 86%
Mengapa Bapak/Ibu/Saudara memilih
rute tersebut ? c. Waktu 0 0%

d. Lainnya, 0 0%

KESIMPULAN
1. Jumlah bangkitan pergerakan di kawasan lowokwaru berasal dari Jl.Mt
Haryono karena di pengaruhi oleh pengendara dari luar kota malang dan kota malang
itu sendiri, Namun jumlah tarikan pergerakan terbesarnya berasal dari Jl.Raya
Tlogomas karena memiliki tempat fasilitas antara lain perkantoran, perdagangan,
sekolah, tempat rekreasi dan beberapa macam pusat pelayananan antara lain
ekonomi,sosial,dan budaya. Kondisi ini mengindikasikan bahwa kawasan
lowokwaru merupakan rute yang banyak dilalui oleh pengendara dalam suatu
perjalanan dari kota malang menuju kota batu, sehingga banyak fasilitas dan
infrastruktur yang telah di perbaiki untuk mengantisipasi kemacetan yang terjadi.

2. Dari survey OD di atas, maka bisa di simpulkan hasil presentase tabel quisoner
tingkat validasi arus lalu lintas yang dilalui oleh pengendara pada hari libur banyak
yang menuju ketempat rekreasi dengan presentase mencapai 86.7 % dan pada hari kerja
masyarakat setempat dan sekitarnya menuju ke tempat bekerja dan sekolah sebesar
96.3 %. Hal ini menunjukkan bahwa kawasan lowokwaru cukup memiliki tingkat
kepadatan yang tinggi dalam arus lalu lintas, namun dengan adanya infrastruktur yang
baik dan beberapa fasilitas di dalam nya, masalah kemacetan yang ada di kawasan
lowokwaru tidak menjadi masalah.

DAFTAR PUSTAKA
________. 1997. Manual kapasitas jalan indonesia (mkji) 1997. Jakarta: direktorat
jenderal bina marga departemen pekerjaan umum ri.
Hobss, f.d. 1995. Perencanaan dan teknik lalu lintas edisi kedua. Gadjah mada university
press. Yogyakarta.
Inro consultants inc.. 1998. Emme/2 users manual software realeas 9. Montreal (quebec).
Canada.
O.z. tamin. 1998. Perencanaan dan pemodelan transportasi. Itb. Bandung.

Perencanaan Wilayah Dan Kota 9


Kecamatan Lowokwaru
Kelurahan Tlogomas

O.z. tamin. 2000. Perencanaan dan pemodelan transportasi. Itb. Bandung.


Priyatno. 2000. Estimasi matrik asal tujuan dari data lalulintas dengan metode
pembebanan wardrop equilibrium (studi kasus kota surakarta). Skripsi. Fakultas
teknik jurursan teknik sipil universitas sebelas maret. Surakarta.
Alamsyah, A. A., 2005, Rekayasa Lalu Lintas, UMM Press: Malang.
Departemen Pekerjaan Umum, 1997, Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI),
Direktorat Jenderal Bina Marga: Jakarta.
Hobbs, F.D., 1995, Perencanaan dan Teknik Lalu Lintas, edisi kedua, Gajah Mada University
Press: Yogyakarta.
Khisty., Lall., 2005, Dasar-dasar rekayasa Transportasi, edisi ketiga Penerbit Erlangga
Jakarta.
Morlok, E. K., 1991, Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi, Penerbit Erlangga:
Jakarta.

Perencanaan Wilayah Dan Kota 10