You are on page 1of 2

Jurnal Tentang Ventilasi.

Fulian Nanda Dwi Permana (6513040064)

Kaitan Ventilasi Bangunan Dengan Keberadaan Mikroorganisme Udara (Moerdjoko,


2004)

Dalam penelitian ini, penulis ingin meneliti hubungan antara sistem ventilasi dalam
runagan, sistem sirkulasi udara dalam ruang, serta faktor temperatur dan kelembaban udara
terhadap pertumbuhan dan perkembangbiakan mikroorganisme udara. Latar belakang yang
mendasari penelitian ini adalah mikroorganisme di udara merupakan unsur pencemaran yang
sangat berarti sebagai penyebab gejala berbagai penyakit antara lain iritasi mata, kulit,
saluran pernapasan (ISPA) dan lain-lain. Serta mikroorganisme di udara merupakan salah satu
sumber kontaminan pencemar udara dalam ruang (lihat Tabel 1)

Tabel 1. Sumber Kontaminan Pencemar


Udara Dalam Ruang
Surnber kontaminan Jumlah %
Bahan bangunan 14 4
Mikroorganisme 19 5
udara luar ruang 38 11
udara dalam ruangan 67 19
ventilasi buruk 179 50
Tidak diketahui 39 11
Total 356 100

Dalam penelitian ini penulis mennggunakan tempat percobaan yang berbeda. Satu
ruangan yang menggunakan AC (air conditionair) serta satu ruangan tempat tinggal yang
menggunakan ventilasi alami. Dilakukan dalam setahaun pada musim hujan dan kemarau
sehingga mendapat data tentang kelembaban yang bebrbeda.
Hasil dari percobaan ini adalah jumlah mikroorganisme yang berada dalam ruangan
ber-AC jumlahnya lebih sedikit( 3-15 ( < 20)) dari ruangan tanpa AC (24-43 (> 20)). Hal ini
disebabkan Pada ruangan yang tidak menggunakan pengontrol udara maka pengaruh udara
luar sangat berperan, seperti temperatur dan kelembaban. Maka temperatur dan kelembaban
ruang tergantung pada temperatur dan kelembaban udara luar. Apalagi waktu musim hujan,
kelembaban udara luar sangat tinggi sehingga menjadi media yang cocok untuk
perkembangbiakkan mikroorganisme. Tetapi pada ruang yang menggunakan air conditioning
(AC) temperatur dan kelembaban diatur dengan alat tersebut, sehingga kondisi udara menjadi
media yang kurang menguntungkan untuk pertumbuhan mikroorganisme.
Sirkulasi udara juga mempunyai pengaruh yang signifikan dalam pertumbuhan
mikroorganisme udara. Artinya dengan sirkulasi yang baik dimana udara dapat bergerak atau
bertukar maka mikroorganisme akan berkurang jumlahnya. Sebaliknya jika sirkulasi buruk
dimana udara relatif tidak bergerak atau ada pergerakan tetapi sedikit dan tidak mampu
mengganti udara berkualitas buruk dengan udara bersih/segar maka kemungkinan akan
mengandung mikroorganisme lebih besar.
Kesimpulan yang diambil adalah Terdapat hubungan yang bermakna (signifikan) secara statistik
antara jumlah koloni mikroorganisme pada ruangan ber-AC dan ruangan tidak ber-AC (ventilasi
alami) dengan kemungkinan adanya mikroorganisme pada ruangan tanpa AC, sirkulasi udara
berperan cukup signifikan terhadap jumlah koloni mikroorganisme. Lokasi yang mempunyai
sirkulasi udara buruk kemungkinan untuk mengandung mikroorganisme udara.
Hubungan Praktikum Dengan Jurnal.
Laboratorium Uji Bahan dan bengkel CNCmerupakan tempat yang menggunakan
sistem ventilasi alami tanpa pengontrol udara (AC). Hal ini kita asumsikan bahwa keberadaan
mikroorganisme udara di dalam lab uji bahan banyak, dikarenakan kelembaban dan
temperaturnya di pengaruhi oleh udara dari luar, apalagi waktu itu sedang pada musim
penghujan sehingga kelembaban udara pada waktu musim hujan sangat tinggi dan menjadi
media yang sangat tepat untuk berkambanganya mikroorganisme udara.
Akan tetapi sirkulasi dalam laboratorium uji bahan dan Bengkel CNC sudah baik. Hal
ini dikarenakan adanya ventilasi mekanik yang membantu pertukaran udara dan menyuplai
udara di dalam ruangan laboratorium uji bahan. Hal ini dibuktikan dengan volume udara
perorang dan pertukaran udara yang memenuhi standard. Oleh karena itu kita juga dapat
berasumsi lain bahwa keberadaan mikroorganisme udara dalam laboratorium uji bahan
sedikit dikarenakan sirkulasi pertukaran udara sudah baik dan memenuhi standard. Apabila
pertukaran udara sudah baik, maka udara yang buruk yang mengandung kontaminan serta
mikroorganisme udara yang berada dalam lab uji bahan dan bengkel CNC dengan mudahnya
keluar dan digantikan dengan udara yang besih dan sehat.
Udara yang bersih dan sehat sangat diperlukan untuk para pekerja(mahasiswa) yang
sedang melakukan praktikum dalam ruangan lab uji bahan.Hal ini juga dapat mengurangi
resiko akan terjadinya penyakit penapasan yan disebabkan oleh kontaminan pencemar udara.